26.3 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 237

Mentan Pimpin Pelantikan dan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya

0

JURNAL Inspirasi – Perubahan posisi kembali terjadi di lingkup Kementerian Pertanian. Kali ini, pergeseran meliputi sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Madya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Jumat (9/8/2024), di Jakarta.

Selain Mentan, turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, berserta pejabat eselon 1 dan 2 lingkup Kementerian Pertanian.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Idha Widi Arsanti yang menjadi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), menggantikan posisi Dedi Nursyamsi.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan jika mutasi dan rotasi adalah biasa. Ditegaskannya, hal yang penting adalah pengabdian pada negara.

Ia juga mengingatkan para pejabat akan tantangan yang harus dihadapi.

“Kita menghadapi tantangan yang luar biasa dari climate change, El Nina dan Krisis Pangan untuk mewujudkan swasembada pangan dalam 3 tahun,” katanya.

Untuk itu, Mentan berharap seluruh insan pertanian memberikan yang terbaik, termasuk kepada pejabat yang baru dilantik.

“Kita perlu usaha yang terbaik, setiap perubahan dan perpindahan ada hikmahnya. Saya pesankan lakukan yang terbaik untuk para pejabat yang baru dilantik,” ujarnya.

Mentan juga menegaskan jika pihaknya telah melakukan antisipasi krisis pangan.

“Ada 13 provinsi yang diharapkan dapat menjadi solusi krisis pangan ini yang harus digenjot produksi nya. Dan itu merupakan tanggung jawab kita,” tukasnya.

Berikut daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Madya lingkup Kementerian Pertanian yang dilantik :

Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional : Nasrullah,
Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian : Suwandi,
Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian : Prihasto Setyanto,
Staf Ahli Infrastruktur Pertanian : Ali Jamil
Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian : Andi Nur Alamsyah,
Dirjen Tanaman Pangan : Yudi Sastro,
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan : Agus Suganda, dan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian : Idha Widi Arsanti.

(bbpmkp)

Lakukan Peninjauan Langsung, Pj. Bupati Bogor Hentikan Operasional Objek Wisata Milik PT. Jaswita Jabar yang Tidak Berizin

0

Jurnalinspirasi- Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu didampingi Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Suryanto Putra dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Zaenal Ashari lakukan peninjauan langsung ke objek wisata milik PT. Jaswita Jabar di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, dan langsung menghentikan operasional kegiatan objek wisata yang tidak berizin, serta meminta kepada pihak PT. Jaswita untuk melakukan pembongkaran tempat wisata tersebut secara mandiri, pada Jumat (9/8/24).

Perlu diketahui, sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah melayangkan surat pemberitahuan dengan nomor 503/748/UPT-II/CW/IV/2024 tanggal 27 Juni 2024 kepada PT. Jaswita, dan surat teguran sebanyak tiga kali dengan nomor 503/790/UPT-II/CW/VII/2024 tentang eksisting bangunan tersebut tidak sesuai dengan perizinan yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu menjelaskan bahwa, pihak PT. Jaswita saat ditinjau berjanji akan menghentikan pembangunan tanpa izin dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan.

“Kami langsung berhentikan operasional kegiatannya terutama objek wisata yang tidak berizin, dan pihak PT. Jaswita akan segera melakukan pembongkaran secara mandiri,” tegas Asmawa Tosepu.

Pj. Bupati Bogor juga meminta agar membongkar bangunan yang tidak memiliki izin, dengan memberikan kesempatan untuk melakukan pembongkaran bangunan (yang tidak berizin) secara mandiri.

“Bila pada sampai batas waktu yg sudah ditentukan Jaswita tidak membongkar bangunan tersebut maka akan di eksekusi oleh Pemkab Bogor,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyampaikan dirinya mengapresiasi ketegasan Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu dalam melakukan langkah-langkah menyelesaikan sejumlah persoalan di Kabupaten Bogor salah satunya adalah penataan PKL di kawasan Puncak.

“Jangan ragu untuk menegakkan aturan, kami selalu mendukung tindakan Pak Bupati dalam menegakkan aturan,” ujar Bey Machmudin. DR

Rudy Susmanto Ucapkan Selamat Kepada Veddriq Leonardo, Pertahankan Tradisi Emas di Ajang Olimpiade

0

Jurnalinspirasi.co.id – Tradisi medali emas bagi Kontingen Indonesia dalam ajang Olimpiade akhirnya tetap bisa dipertahankan dengan baik setelah cabor Panjat Tebing menjadi satu satunya cabor yang berhasil mendulang medali emas bagi kontingen Merah Putih di.Olimpiade Paris 2024.

Satu medali emas yang diraih Kontingen Indonesia pada Olimpiade Paris 2024 didapat dari cabor Panjat Tebing atas nama Veddriq Leonardo.

Veddriq tampil sangat mengesankan pada babak final cabang panjat tebing putra nomor speed, ia mencatatkan waktu tercepat dengan 4,75 detik, unggul dari atlet Cina Wu Peng yang catatkan waktu 4,77 detik.

Keberhasilan Veddriq Leonardo meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024 disambut gembira dan rasa haru oleh seluruh rakyat dan bangsa Indonesia dari Sabang Sampai Merauke.

Rudy Susmanto salah satu Calon Bupati Bogor 2025 – 2030 dari Partai Gerindra mengaku bangga dan terharu dengan prestasi yang diraih Veddriq Leonardo dengan sumbangsih satu emasnya pada Olimpiade Paris 2024.

“Saya merinding dan bangga ketika melihat di layar kaca dan menyaksikan perjuangan Veddriq Leonardo yang all out untuk memberikan prestasi emas bagi Indonesia pada Olimpiade Paris 2024,” ujar Rudy Susmanto, Kamis (8/8).

Menurutnya, Veddriq Leonardo adalah pejuang dan pahlawan olahraga yang mampu mengibarkan bendera merah putih pada Olimpiade Paris 2024.

Terinspirasi keberhasilan Veddriq Leonardo meraih emas Olimpiade 2024 pada cabor panjat tebing, Rudy Susmanto yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor menginginkan FPTI Kabupaten Bogor bisa melahirkan para atlet sekaliber Veddriq Leonardo yang bisa berjaya pada ajang Olimpiade Paris 2024.

Keberhasilan Veddriq Leonardo harus jad motivasi atlet atlet panjat tebing di Indonesia dan khususnya Kabupaten Bogor untuk bisa mengukir emas pada ajang kelas dunia.

Tak hanya itu, kata Rudy Susmanto, ia minta FPTI Kabupaten Bogor bisa menggelar event Kejurnas yang akan memunculkan talenta atlet panjat tebing Kabupaten Bogor bisa berbicara pada kancah nasional atau internasional.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat atas prestasi Veddriq Leonardo putra terbaik bangsa Indonesia yang berhasil mengibarkan merah putih pada Olimpiade Paris 2024,” pungkas Rudy.

**Aga

Rudy Susmanto Minta Doa dan Restu Tokoh Ulama NU Kabupaten Bogor

0

Jurnalinspirasi – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bogor usungan Partai Gerindra, kembali melaksanakan safari politiknya yang kali ini, silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, di Jalan Bina Citra, Cipayung No.5, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kamis (08/8).

Dalam keterangannya, Rudy Susmanto mengatakan, jika maksud kedatangannya di markas NU Bumi Tegar Beriman ini sebagai ajang silaturahminya setelah sebelumnya dilakukannya di kantor-kantor DPC dan DPD partai politik (Parpol) tingkat daerah Kabupaten Bogor.

“Saya telah silaturahmi hampir ke seluruh parpol, besok ada agenda satu (1) lagi ke DPC partai kebangkitan Bangsa (PKB),” ujar Rudy kepada wartawan.

Menurutnya, di Kabupaten Bogor sangat banyak tokoh alim ulama mulai yang disegani hingga dihormati oleh masyarakat Bumi Tegar Beriman, yang umumnya menjadi bagian dalam keluarga besar di PCNU Kabupaten Bogor.

“Termasuk ormas islam Muhammadiyah kelompok ulama terbesar di dunia, kita sudah silaturahmi juga dengan pengurus tingkat Kabupaten Bogor. Dan pada hari ini kita silaturahmi ke PCNU Kabupaten Bogor,” bebernya.

Rudy memaparkan, selain maksud adapun tujuan kehadirannya ke organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, yakni untuk dirinya meminta do’a dan restu dari para kiyai dan alim ulama yang berwadah pada ormas Islam bermadzhab ahlussunnah wal jamaah tersebut.

“Tentu hari ini kita mohon do’a, mohon restu, mohon dukungan, mohon bimbingan dari para ulama dan para kiai di PCNU Kabupaten Bogor,” terangnya.

Wasekjen DPP Gerindra ini juga mengutarakan, terkait koalisi parpol yang akan mendukungnya dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 itu, diakuinya masih belum rampung.

Pasalnya, masih kata Rudy, jadwal pendaftaran pilbup Bogor sendiri masih terhitung 19 hari kedepan dalam membahas itu terkesan masih dini.

“Kalau bicara mateng masih tersisa waktu kurang lebih 19 spai 20 hari. Masih cukup panjang, jadi politik masih sangat dinamis, tentunya disaat kita punya niatan untuk membangun kabupaten Bogor yang begitu luas pastinya semua elemen,” tuturnya.

“Semua warna yang ada di Kabupaten Bogor kita tarik untuk menjadi satu kekuatan, agar membangun kabupaten Bogor lebih mudah lebih ringan,” tandasnya.

Terlihat hadir dalam acara itu, anggota DPRD Jawa Barat fraksi Gerindra, Ricky Kurniawan, eks Bupati Bogor periode 2008-2014, Rachmat Yasin, dan ketua PCNU Kabupaten Bogor serta jajaran pengurusnya di tingkat kecamatan se-kabupaten Bogor. Aga

Siswa SMK Kehutanan Bakti Nusa Ikut Meriahkan HUT RI ke-79

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke 79, SMK Kehutanan Bakti Nusa ikut serta Aksi Sekolah Sehat di kegiatan gerak jalan dan yel yel kemerdekaan.

Acara yang diikuti oleh hampir semua sekolah menengah atas di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, digelar sejak 6 sampai 17 Agustus 2024 meliputi lomba paduan suara, catur, volley, dan gerak jalan sehat.

Menariknya ada juga lomba traditional sebagai ciri khas acara tujuh belas agustusan yang semakin memeriahkan pesta rakyat tahunan.

“Kemeriahan hari kemerdekaan merupakan salah satu ajang silaturahmi antar sekolah, harapannya selain mempererat rasa kebangsaan dan gotong royong juga memperkecil kemungkinan adanya tawuran di kecamatan Tamansari dengan adanya kegiatan ini,” ungkap Ahmad Al Jabbar Wakil Kepala Sekolah SMK Kehutanan Bakti Nusa, Kamis (8/8/24).

SMK Kehutanan & PKBM Bakti Nusa kerap diundang sebagai Tim Paskibra Kecamatan pada Upacara 17 Agustus tiap tahunnya.

M.Raisha Ramadhani kelas XII komandan tim kelompok SMK Kehutana Bakti Nusa, mengungkapkan kegembiraan juga kebanggaan mewakili tim pasukan putra atas kekompakan dan kerjasama hingga gerak jalan sehat berakhir.

Yudi

Kementan Kembangkan Digita Versi 2, Langkah Awal Menuju CorpU

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian terus mendorong upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, utamanya dalam hal pelatihan. Mengusung pengembangan Learning Management System (LMS) Digital Training (Digita) Versi 2, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementan mengambil langkah awal untuk bertransformasi menuju Corporate University (CorpU) melalui pengembangan sistem pembelajaran digital dan terintegrasi.

CorpU merupakan suatu konsep pengembangan kompetensi bagi pegawai berbasis analisis kebutuhan diklat dalam rangka mencapai target kompetensi organisasi. Pendekatan pembelajaran yang digunakan bukan lagi pendekatan tradisional melainkan pendekatan strategis yang berfokus pada isu strategis dari organisasi dan proses bisnis. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan yaitu adanya teknologi informasi dan fasilitas yang memadai, termasuk platform e-learning.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan tugas BPPSDMP adalah meningkatkan kapasitas SDM guna mendukung program pembangunan pertanian.

“Guna mendukung kegiatan pembangunan pertanian diperlukan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi”, tegas Dedi

Senada dengan hal tersebut, konsep pengembangan corpu membuka peluang pelaksanaan pelatihan yang lebih bervariatif sesuai dengan kebutuhan organisasi dan dapat melibatkan banyak pegawai sesuai dengan tuntutan kompetensi jabatannya berdasarkan skala prioritas kebutuhan organisasi. Dengan demikian sistem pelatihan corpu akan berdampak pada peningkatan efektifitas pelaksanaan pelatihan dan efisiensi anggaran pelatihan serta menghasilkan pegawai yang lebih profesional .

Hadirnya Digital Training (Digita) Versi 2 sebagai salah satu syarat pendukung infrastruktur pembangunan CorpU memudahkan peserta untuk mengakses pelatihan secara terintegrasi, dimana saja dan kapan saja.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, dalam kesempatam membuka giat Launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi, Rabu (07/08/24) di BBPMKP mengatakan pemanfaatan teknologi informasi menjadi hal penting dalam penyelenggaraan pelatihan, sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang cepat dan mudah.

Lebih lanjut Amin mengungkapkan harapannya untuk pengembangan Digital Training (Digita) Versi 2

“Kedepannya akan terus dikembangkan dan diintegrasikan terkait sistem standardisasi dan uji kompetensi kinerja sehingga semakin memberikan manfaat tidak hanya lingkup BBPMKP tetapi Kementerian Pertanian dan bagi stakeholders di luar Kementerian Pertanian”, ungkap Amin.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan BBPMKP berkomitmen untuk terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pengguna jasa.

“Kami menyadari bahwa sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, BBPMKP harus terus berinovasi, memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa dan stakeholders”, kata Sukim Supandi.

Tujuan pengembangan Digital Training (Digita) Versi 2 adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan dengan memperbaharui sistem manajemen pelatihan (LMS) menjadi terintegrasi, menata kelola proses bisnis dalam penyelenggaraan pelatihan, dan memberikan manfaat sebagai sumber data informasi secara update dan evidence-based yang berguna bagi pembuat kebijakan publik dalam bentuk kemudahan akses.

(bbpmkp)

Kecamatan Tamansari Bangun Infrastruktur dari Anggaran Samisade Tahun 2024

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penyaluran anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2024. Program ini merupakan kick off penyaluran dana bantuan keuangan (bankeu) infrastruktur kepada pemerintah desa se-Kabupaten Bogor.

“Di Kecamatan Tamansari, delapan desa sudah mengusulkan program samisade, namun yang sudah cair baru empat desa, dan sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan,” ujar Kasie Ekbang Tamansari, Mujiyono, Kamis (8/8/24).

Lanjut dia, saat ini yang empat desa baru mengerjakan yang tahap satu sebesar 60 persen, dan yang empat desa lagi masih dalam verifikasi DPMD.

Program samisade di wilayah Tamansari lebih kepada pembangunan infrastruktur jalan desa yang skala prioritas.

Dengan adanya bantuan samisade ini, ekonomi akan berkembang bilamana yang dua item in terpenuhi. Pertama SDM dan infrastruktur, karena infrastruktur untuk mobilisasi warga dari desa ke kota sebagai kebutuhan dasar di tunjang dengan infrastuktur.

“Secara otomatis ini meningkatkan ekonomi warga, ditunjang akses jalan antar desa, kalau tercukupi maka akan memudahkan masyarakat untuk beraktivitas,” ucapnya.

Sementara Camat Tamansari, Yudi Hartono menyampaikan, adanya program samisade ini betul-bet dilaksanakan dsengan sebaik-baiknya.

“Mengingat program ini kegiatannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa, selain pelaksanaan fisik harus maksimal juga administrasinya harus di bereskan,” ungkapnya.

Yudi

Simpel Aksi, Langkah Kementan Kuatkan Proses Akreditasi Digital

0

JURNAL Inspirasi – Sebagai langkah awal memudahkan proses akreditasi dalam penyelenggaraan pelatihan, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pelatihan Terintegrasi untuk Akreditasi (SIMPEL AKSI).

Simpel Aksi menawarkan kemudahan dalam proses penyiapan dokumen akreditasi lembaga secara terintegrasi dan berbasis digital.

Akreditasi merupakan penilaian kelayakan lembaga dan program pelatihan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dilakukan oleh pihak atau lembaga yang berwenang, dalam hal ini adalah Lembaga Admnisitrasi Negara (LAN) RI.

Dalam prosesnya, akreditasi memerlukan dokumen-dokumen pendukung sebagai syarat pemenuhan penilaian.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan dukungannya pada peningkatan kualitas lembaga pelatihan melalui akreditasi.

“Untuk akreditasi penyelenggaraan pelatihan di lembaga pelatihan Kementerian Pertanian, dukungan penuh anggaran dan upaya akselerasi proses penyiapan dokumen yang dipersyaratkan harus dikerahkan,” kata Dedi.

Proses digitalisasi dokumen penyiapan akreditasi melalui Simpel Aksi merupakan salah satu inovasi pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelayanan publik yang tepat guna, cepat, dan praktis.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, dalam kesempatan membuka giat Launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi, Rabu (07/08/24) di BBPMKP mengatakan inovasi teknologi informasi yang dikembangkan oleh BBPMKP merupakan langkah awal dari komitmen Kementan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mendukung implementasi sistem ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan media yang efektif dalam mewujudkan lembaga pelatihan yang menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing”, jelas Amin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan BBPMKP berkomitmen untuk terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pengguna jasa.

“Kami menyadari bahwa sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, BBPMKP harus terus berinovasi, memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa dan stakeholders”, kata Sukim Supandi.

Simpel Aksi merupakan platform digital pengelolaan dokumen akreditasi penyelenggaraan pelatihan yang mencakup data pelatihan, analisis data, serta dokumentasi evaluasi pelatihan sesuai dengan standar akreditasi. Hal Ini tentunya akan meningkatkan transparansi dan akurasi penyelenggaraan evaluasi pelatihan serta memperkuat posisi BBPMKP dalam memenuhi kriteria akreditasi yang ketat.

Simpel Aksi merupakan bagian terintegrasi dari Learning Management System (LMS) Digital Training (Digita) Versi 2 yang dikembangkan oleh BBPMKP.

Giat launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi dihadiri oleh undangan perwakilan Unit Kerja lingkup Kementerian Pertanian secara hybrid.

(bbpmkp)

Kementan Luncurkan Simpelat, Akses Digital dan Terintegrasi Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan Pelatihan

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) telah mengembangkan sistem baru dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis digital.

Sistem Penyelenggaraan Pelatihan Terintegrasi atau SIMPELAT merupakan langkah konkret BBPMKP dalam mendukung upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan sebagai bagian dari layanan publik.

Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pelatihan tentunya akan berdampak pula pada peningkatan kulitas output atau sumber daya manusia (SDM)-nya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa SDM pertanian harus terus ditingkatkan.

Senada dengan Mentan Amran, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyebutkan SDM merupakan faktor pengungkit utama pembangunan pertanian.

“SDM adalah faktor pengungkit utama dalam pembangunan pertanian, termasuk juga dalam peningkatan produksi pertanian. Oleh karena itu, jika kita ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya,” sebut Dedi.

Simpelat hadir sebagai upaya optimalisasi penyelenggaraan pelatihan berkualitas yang tidak hanya berbasis teknologi tetapi juga mendorong peningkatan kepuasan peserta melalui penyelelenggaraan pelatihan yang terintegrasi, terorganisir dan fleksibel.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, dalam kesempatam membuka giat Launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi, Rabu (07/08/24) di BBPMKP mengatakan Digitalisasi menjadi ranah yang sangat penting dalam pemerintahan, dan pengembangan inovasi merupakan cara untuk bisa bersaing di era digitalisasi tersebut.

“Saya kira modul Simpelat yang terdapat pada Digita Versi 2 ini merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan melalui inovasi. Untuk bisa bersaing kita perlu berinovasi”, kata Amin.

Amin pun berharap Simpelat dapat memberikan manfaat tidak hanya di lingkup BBPMKP tetapi juga Kementerian Pertanian dan bagi stakeholders di luar Kementerian Pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan BBPMKP berkomitmen untuk terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pengguna jasa.

“Kami menyadari bahwa sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, BBPMKP harus terus berinovasi, memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa dan stakeholders”, kata Sukim Supandi.

Ia pun berharap kualitas penyelenggaraan pelatihan di BBPMKP semakin meningkat sehingga berkorelasi pada peningkatan kompetensi, dan daya saing alumni peserta pelatihan.

Simpelat memiliki fitur utama penyelenggaraan pelatihan, meliputi proses perencanaan, pelaksanaan hingga dokumentasi pelatihan. Adapun kemudahan akses yang terdapat pada Simpelat diantaranya proses pendaftaran/registrasi, pengisian data peserta, jadwal pelatihan, materi pelatihan, upload penugasan serta dokumentasi pelatihan.

Simpelat merupakan bagian modul dari Digital Training (Digita) Versi 2 atau Learning Management System (LMS) yang dikembangkan oleh BBPMKP.

Giat launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi dihadiri oleh undangan perwakilan Unit Kerja lingkup Kementerian Pertanian secara hybrid.

(bbpmkp)

PUBLIKASI KEGIATAN PENYERAHAN BANTUAN ALAT BANTU BAGI PENYANDANG DISABILITAS, LANJUT USIA DAN ANAK TERLANTAR

0

PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) adalah perseorangan, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya sehingga memerlukan pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani dan rohani maupun sosial secara memadai dan wajar (Permensos nomor 5 Tahun 2019), serta mandat undang – undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dimana Penyandang disabilitas adalah aset bangsa dan sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Bogor untuk selalu hadir dan mendukung mereka dalam menjalankan fungsi sosial di lingkungan masyarakat, serta dukungan keluarga untuk mengakses sumber pelayanan kesejahteraan sosial yang dapat dimanfaatkan keluarga.

Manifestasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan fasilitas terbaik bagi pelayanan sosial dan rehabilitasi sosial kepada pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) khususnya penyandang disabilitas, Dinas Sosial Kabupaten Bogor melalui bidang Rehabilitasi Sosial mengadakan kegiatan penyerahan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, lanjut usia dan anak terlantar berupa alat bantu dengar.

Sebagai upaya meningkatkan efektifitas dan realisasi capaian kinerja dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal tahun 2024 pelaksanaan Kegiatan penyerahan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, lanjut usia dan anak terlantar berupa alat bantu dengar mulai dilaksanakan pada hari rabu tanggal 15 Mei 2024 hingga saat ini, yang bertempat di Ruang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Penyerahan bantuan alat bantu dengar merupakan bagian dari salah satu Program Rehabilitasi Sosial dalam kegiatan rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak terlantar, lanjut usia terlantar, serta gelandangan pengemis di luar panti berupa penyediaan Alat Bantu, dimana program ini merupakan prioritas Dinas Sosial dalam pendukung Standar Pelayanan Minimal yang didasari dari bentuk keprihatinan pimpinan perangkat daerah dengan minimnya fasilitas bantuan yang di berikan bagi penyandang disabilitas di lingkup Kabupaten Bogor.

Pada pelaksanaannya, sebanyak 700 orang penyandang disabilitas yang telah terdata sebagai penerima bantuan alat bantu yang ikut didampingi oleh pendamping sosial turut dihadirkan dan kemudian diserahkan secara langsung kepada penerima untuk dibantu cara penggunaan dan pemanfaatannya. Diharapkan kedepannya pelayanan kesejahteraan sosial dengan pendekatan rehabilitasi sosial ini akan menjadi bagian dalam proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.