27.9 C
Bogor
Thursday, July 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 216

Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kota Layak Anak Targetkan Predikat Utama, Libatkan Lintas Elemen dan Profesi

0

Ikhtiar Pemkot Bogor mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) terus berlanjut. Terlebih saat ini Kota Bogor menargetkan Predikat Utama. Makanya Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor menggelar rapat penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) pada Selasa (14/1).

Pemkot Bogor selalu melibatkan seluruh unsur pentahelix yang ada di Kota Bogor. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparat Penegak Hukum (APH), akademisi, dunia swasta, masyarakat, dan media massa.

Kepala DP3A Kota Bogor, Dody Ahdiat menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat komitmen seluruh stakeholder untuk mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Penyusunan RAD 2025-2029 ini juga untuk mensinkronisasi seluruh stakeholder agar memiliki persepsi yang sama terhadap perlindungan anak dan kemudian diwujudkan lewat program maupun kegiatan masing-masing,” jelas Dody.

Selama beberapa tahun terakhir, predikat KLA Kota Bogor selalu mengalami peningkatan. Di tahun 2017 Kota Bogor memperoleh predikat Pratama. Kemudian pada 2018-2021 predikatnya naik menjadi Madya. Predikat ini akhirnya naik kembali di tahun 2022-2023 menjadi Nindya.

“Dan berdasarkan hasil verifikasi administrasi terakhir (tahun 2024) predikat KLA Kota Bogor sudah berada di posisi utama. Tahap selanjutnya yang akan dilalui yakni penilaian verifikasi lapangan yang akan dilaksanakan secara hybrid pada Bulan Februari 2025 mendatang,” beber Dody.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, penyusunan RAD ini juga dilaksanakan untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

“Hari ini kami urun rembug untuk memberikan pikiran untuk menghadapi persoalan anak. Apalagi masalah kasus anak di Kota Bogor cukup banyak. Bahkan, anak di bawah umur sudah melakukan tindakan negatif yang sudah dialami orang dewasa,” ujar dia.

Oleh karena itu, hal ini disebutnya menjadi masalah bersama dan diharapkan bisa selesai dalam konsep-konsep yang dituangkan dalam RAD.

Hanafi mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin selama ini di Kota Bogor sehingga predikat KLA Kota Bogor telah berada pada tingkatan Utama.

Ia berharap RAD yang disusun dapat mendorong anak-anak di Kota Bogor bisa lebih eksis, kuat berjuang menghadapi kendala dan hambatan, kemampuan individunya meningkat, dan orang tua tidak lagi merasa was-was ketika anaknya keluar rumah.

Caption : MENUJU KOTA LAYAK ANAK: Pj Sekda Kota Bogor, Hanafi membuka acara Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak Tahun 2025 di Padjadjaran Suite Resort & Convention Hotel, Selasa (14/1)

Fly Jaya, Maskapai Baru Siap Mengudara

0

Jurnal Inspirasi – Setelah kehadiran BBN Airlines, industri penerbangan Indonesia akan kedatangan pemain baru, Fly Jaya, yang digerakkan oleh PT Surya Mataram Nusantara.

Maskapai ini menargetkan untuk mulai melayani penerbangan pada pertengahan tahun 2025 dengan fokus utama melayani daerah-daerah terpencil yang selama ini kurang terjangkau oleh maskapai komersial lainnya.

Menurut informasi dari situs resmi Fly Jaya, rute awal yang akan dibuka meliputi Jakarta-Bandung, Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Yogyakarta, dan sebaliknya.

Fly Jaya telah mendapatkan, izin standar dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Desember 2024, tetapi masih harus mengurus Air Operator Certificate (AOC) untuk dapat beroperasi secara penuh.

Menanggapi kehadiran maskapai baru ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa ia belum menerima pengajuan izin operasi dari Fly Jaya.
“Kebetulan saya belum lihat di meja saya, nanti saya coba cek kepada staf apakah ada pengajuan (izin operasi),” ujarnya dikutip dari Kontan.

Meski demikian, Dudy menyambut positif kehadiran maskapai baru yang memiliki tujuan melayani masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, yang menyebutkan bahwa kebutuhan pesawat di Indonesia mencapai 750 unit, namun yang tersedia saat ini hanya 410 unit.

“Siapa pun yang berinvestasi untuk meningkatkan jumlah pesawat tentu harus disambut dengan baik,” ujar Erick.

Ia juga menegaskan bahwa maskapai BUMN seperti Pelita Air, Garuda Indonesia, dan Citilink akan terus dimaksimalkan kinerjanya, terutama untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran 2025.

Erick optimistis bahwa potensi pasar penerbangan domestik Indonesia sangat besar, sebanding dengan pasar di Amerika Serikat dan China.

“Tinggal bagaimana kita bisa menambah jumlah pesawat ke depan,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Fly Jaya, diharapkan persaingan di industri penerbangan domestik semakin sehat dan mampu meningkatkan aksesibilitas serta pelayanan untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

(Dedi R)

Rumah Korban Bencana Di Sukagalih Selesai Dikerjakan

0

Megamendung – Jurnal Bogor
Dari tujuh unit rumah yang mengalami rusak berat akibat bencana gempa yang terjadi tahun 2024 lalu di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, baru 4 rumah yang sudah mendapat bantuan dari DPKPP Kabupaten Bogor. Sisanya 3 unit rumah lagi diprediksi menunggu tahap kedua melalui pengajuan yang akan dilakukan oleh pihak desa setempat.

Untuk mekanisme bantuan yang diterimanya oleh para pemilik rumah, yakni berupa bahan bahan material yang ditangani oleh Kelompok.Masyarakat atau Pokmas.
Dengan cara tersebut, perbaikan rumah rumah tersebut terlaksanakan secara terpantau. Untuk pengadaan bahan bahan materialnya termasuk pekerja atau tukang Pokmas memiliki tanggung jawab hingga pengerjaan rumah itu terselesaikan.

“Ini adalah bantuan rehabilitasi rumah pasca bencana alam tahun 2024 yang di realisasikan tahun 2025 sebanyak 4 unit. Dan untuk pengerjaannya telah selesai 100% dilaksanakan, dan warga kini bisa merasa nyaman untuk ringgalnya,” ujar Ubedillah Sulaeman, Ketua Pokmas Desa Sukagalih.

Sementara itu, dikatakan salah seorang penerima bantuan Rosidah, dia dan keluarganya terlihat gembira. Adanya bantuan itu rumahnya kembali terlihat bagus dan rapi. “Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada DPKPP Kabupaten Bogor dan ke pemerintahan desa Sukagalih. Rumah saya yang rusak berat akibat bencana kini sudah bagus kembali,” tuturnya. Dadang Supriatna.

Dua Putusan MA Munculkan Sertifikat HGP, SHM Di Eks Cikopo Selatan

0

Cisarua – Jurnal Bogor
Perlawanan yang dilakukan oleh pada penggarap di atas tanah eks perkebunan Cikopo Selatan yang kini diterbitkan sertifikat HGU atas nama PTPN VIII Gunung Mas diprediksi bakal mendulang emas atau mendapatkan kemenenangan didalam melakukan upaya hukumnya di pengadilan. Hal ini, jika mengacu kepada kejadian beberapa tahun ke belakang, Mahkamah Agung ( MA) sudah mengeluarkan dua keputusan diatas atas tanah eks Cikopo Selatan ( PTPN VIII Gunung Mas). Dua keputusan MA ini terjadi di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Di dua keputusan MA tersebut, pihak PTPN VIII Gunung Mas dikalahkan oleh para penggarap.

Investigasi yang dilakukan Jurnal Bogor di Desa Kopo, setelah beberapa tahun silam dimana putusan MA tersebut diberikan kepada para penggarap yang melakukan gugatannya, satu demi satu bidang tanah eks Cikopo Selatan yang ada di Desa Kopo tersebut mengalami peningkatan status kepemilikannya. Yakni, kini sudah terdadapat puluhan penggarap yang sebelumnya hanya memegang surat oper alih garapan yang dikeluarkan oleh Desa Kopo, kini mengalami perubahan yang cukup mencengangkan. Yakni puluhan bidang tanah eks Cikopo Selatan status garapannya naik menjadi sertifikat Hak Guna Pakai dan Sertifikat Hak Milik ( SHM). Data terakhir SHM yang diterbitkan oleh BPN Kabupaten Bogor yakni bulan Juli tahun 2024 lalu, disaat Budi Kristiyana menjabat sebagai Kepala BPN Kabupaten Bogor.

Adanya hal tersebut, apa yang diungkapkan oleh seorang ahli bidang pertanahan Dr. Ir. Tjahjo Arianto, SH, M. Hum dari Fakultas UGM Jogyakarta beberapa waktu lalu, para penggarap memiliki prioritas untuk mendapatkan hak atas lahan yang digarappnya, jika penerbitan HGU oleh BPN tidak menempuh berbagai prosedur yang sudah ditentukan oleh peraturan pertanahan, maka HGU tersebut batal deni hukum.

“Untuk penerbitan sertifikat HGU berbagai peraturan dan persyaratannya harus ditempuh, dan dilaksanakan. Berbagai diktum atau ketentuan tidak boleh dilanggar. Misalnya, jika dilokasi yang akan diterbitkan sertifikat HGU, jika dilokasi terdapat para penggarap itu harus dibereskan dulu. Begitu juga hal hal yang lainnya. Dan jika sertifikat tersebut diterbitkan, saya nilai sertifikat HGU itu tidak sah demi hukum, alias bogong,” tandas Tjahjo saat memberikan keterangan di ruang sidang di PN Cibinong beberapa waktu lalu.

Ia juga menegaskan, dalam kasus persengketaan antara penggarap Arca dengan pihak PTPN VIII, pemerintah harus pro kepada para penggarap. “Keberadaan masrakat pengarap yang sudah puluhan tahun menggarap tanah negara sebelum sertifikat HGU terbit, mereka memiliki hak prioritas. Dengan demikian pemerintah wajib berpihak kepada para penggarap. Dan adanya dua putusan MA di desa lain dengan hasil putusan para penggarap itu dimenangkan, ini akan menjadi catatan dan tolak ukur bagi para penegak hukum didalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, perjuangan para penggarap Desa Sukaresmi tadi besar kemungkinan senasib dengan para penggarap yang ada di Desa Kopo,” pungkas Tjahjo yang juga mantan Kepala BPN Jember ini. Dadang Supriatna.

Kelurahan Cisarua Siap Lakukan Pemilihan Ketua LPM

0

Cisarua – Jurnal Bogor

Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cisarua masa bakti 2025-2030 akan digelar pada Senin 20/1/25

Untuk hal tersebut Pemerintah Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sudah menggelar Rapat Pleno Penetapan (RPP) Daftar Pemilih Tetap (DPT) bertempat diruang aula Kantor Kelurahan pada Jum’at kemarin.

Pemilihan Ketua LPM Kelurahan Cisarua masa bhakti 2025-2030 dengan total jumlah DPT 77 orang meliputi 5 wilayah RW.

“Dari 5 RW masing-masing dengan perwakilan hak pilih 15 orang ditambah 2 hak suara dari calon Ketua LPM. Pemungutan suara akan digelar pada Hari Senin tanggal 20 Januari 2025 mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB bertempat diruang aula Kantor Kelurahan,” terang Kusnadi Iskandar, Ketua panitia pelaksana pemilihan Ketua LPM Kelurahan Cisarua saat dihubungi via selularnya pada Sabtu (18/1).

Ditempat berbeda, Ayandi Alfiandi, Calon nomor urut 01 mengaku siap mengikuti kontestasi pemilihan Ketua LPM periode 2025 hingga 2030 mendatang.

“Siap gak siap, ya harus siap. Bismillah dengan nawaetu Lillah,” ujarnya.

Tak hanya kesiapan mental saja kata Ayandi, lebih lanjut Ia juga mempersiapkan visi dan misi dalam kontestasi tersebut.
Adapun yang menjadi visi dari calon Ketua LPM nomor urut 01 yakni mewujudkan Kelurahan Cisarua yang mandiri.

Sementara untuk misi dari Ayandi diantaranya :

Memaksimalkan sumber daya Kelurahan untuk pembangunan dan kegiatan kepemudaan juga sosial kemasyarakatan di Kelurahan Cisarua.
Mengoptimalkan program CSR.
Mewujudkan badan usaha atau mengembangkan UMKM disetiap wilayah RW.
Turut serta mengevaluasi setiap infrastruktur yang sudah dilaksanakan disetiap wilayah RW.
Mengaktifkan dan optimalisasi kembali koperasi yang sudah ada dan terbentuk.
Mengadakan silaturahmi dan pengajian rutin bulanan secara keliling ketiap wilayah RW di Kelurahan Cisarua.
Sementara itu calon Ketua LPM Kelurahan nomor urut 02, H. Jenih Ismail (incumbent) mempersiapkan visi dan misi dalam kontestasi tersebut.

Gagasan dalam visi-nya yakni kita bangun Kelurahan Cisarua, Siapa lagi selain warga Kelurahan sendiri, mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kita bangun Kelurahan Cisarua yang nyaman dan aman. Kemudian membangun organisasi secara terbuka termasuk menciptakan keterbukaan dalam mengelola keuangan LPM.

Sebagai misi, Ia menuangkan beberapa gagasan diantaranya sebagai berikut :

Meningkatkan kinerja dan pelayanan Pemerintahan kepada masyarakat.
Mengembangkan ekonomi kerakyatan di Kelurahan.
Mendukung berkembangnya industri kecil.
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan.
Meningkatkan pendidikan agama bekerjasama dengan MUI Kelurahan menuju manusia yang beradab dan menghidupkan kembali hari besar Islam.
Menjalin hubungan atau kemitraan dengan pengusaha sekitarnya.
Membina para pemuda untuk pembekalan keahlian.
Mengakomodir perwakilan untuk menjadi anggota LPM sebagai wakil tiap RW diwilayah Kelurahan Cisarua.
Keterbukaan dalam rencana membangun guna menghasilkan yang sesuai dengan masyarakat.
Mengembangkan pemberdayaan, baik pertanian atau peternakan atau industri untuk para kader Kelurahan dan Karang Taruna.
Membina dan menggiatkan para pemuda dibidang olah raga.
Pantauan di tengah tengah6 masyarakat, naik Ayandi sebagai kandidat mendapat respon yang cukup kuat dari warga. Mereka menilai, Ayandi memiliki kelayakan untuk menjadi calon Ketua LPM. “Beliau cukup supel orang nya. Secara SDM juga cukup bagus, mudah berkomunikasi. Mudah mudahan dipencalonan dirinya itu bisa mendapatkan keunggulan,” pungkas Sopian. Dadang Supriatna.

Menapak Jejak Sejarah di Khandaq: Itqan dan Peristiwa Khandaq

0

Jurnal Inspirasi – Agama Islam menekankan tugas seorang muslim di muka bumi selain beribadah kepada Allah sebagai hamba Allah yang pilarnya adalah solat 5 waktu, maka tugasan kedua adalah sebagai khalifah di muka bumi yang pilarnya adalah bekerja dengan itqan, yaitu profesional dan sungguh-sungguh. Perintah bekerja diturunkan setelah perintah menunaikan solat.

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.”(QS. Al-Jumu’ah: 10)

Di Madinah, setiap tempat bersejarah memiliki pesan yang unik dan saling melengkapi termasuk ketika berziarah ke lokasi Perang Khandaq, yang menjadi saksi bagaimana pilar itqan, yakni profesionalisme dan kesungguhan dicontohkan.

Bagaimana Baginda Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan tauladan pada umat generasi setelahnya bahwa ide-ide brilian tidak terbatas di kalangan sahabat yang dekat Rasulullah SAW yang berbangsa Arab, tapi juga dari Salman Al Farisi yang bukan bangsa Arab pun jika memiliki ide cemerlang dijadikan sandaran untuk meraih kesuksesan.

Salman Al Farisi yang mengusulkan parit atau khandaq itu dibangun untuk menahan ganasnya koalisi musyrikin yang berjumlah 10 ribu pasukan yang mengepung Madinah.

Baginda Rasulullah SAW dan para sahabat dengan itqan bekerja menggali parit yang puluhan kilometer jaraknya. Kalaulah bukan karena itqan, profesional dan sungguh-sungguh maka tidak mungkin umat Islam memenangkan peperangan Khandaq.

Destinasi Khandaq menjadi salah satu tujuan untuk diambil Hikmah dan pembelajarannya oleh mahasiswa KKN internasional UIKA Bogor. Jaya Komarudin, seorang Muthawif berpengalaman, menyebut bahwa kunjungan ke Khandaq bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga penghayatan mendalam terhadap sejarah perjuangan Islam.

“Perang Khandaq adalah bukti bahwa Islam tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga strategi, kecerdasan, dan doa. Di sini kita belajar bagaimana Rasulullah memimpin umatnya dengan penuh hikmah,” ujar Jaya Komarudin, yang menjadi bagian pelatihan muthawif yang itqan dan profesional, Senin (13/01/2025).

“Kita melihat bagaimana Rasulullah SAW memimpin dengan musyawarah, menerima ide dari sahabat, dan mempraktikkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi ancaman besar,” tambah Jaya.

Kunjungan ke Khandaq ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk merefleksikan nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan modern, khususnya dalam menjaga persatuan umat dan menghadapi tantangan global dengan kecerdasan dan kebersamaan.

Dengan latihan dan pengalaman langsung di lapangan, para mahasiswa tidak hanya memperkaya wawasan mereka, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi Muthawif yang handal dan inspiratif. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi pembimbing ibadah yang profesional, berkompeten, dan mampu membangun koneksi spiritual yang mendalam dengan jamaah.

Pelatihan muthawif hasil kerja sama UIKA dan Maahad Tahfiz Madinah Yayasan Annor Bakti ini diharapkan mencetak pembimbing profesional yang berilmu dan inspiratif, sehingga mampu menyampaikan sirah Nabawiyah dengan akurat dan menggugah hati jamaah.

(Hana Susilawati)

Manfaatkan Lahan, SIT BBS Membangun Eduwisata Berbasis Ngebon di Kota

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor- Sebagai bentuk kepedulian dan mewujudkan sekolah ramah lingkungan, Sekolah Islam Terpadu BBS melakukan pengembangan Ngebon di Kota dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Lahan kosong yang tadinya digunakan lapangan mini sepak bola dan kurang terawat dijadikan perluasan proyek Ngebon di Kota yang sudah jadi bagian kegiatan SMP IT BBS.

Nantinya lahan ini akan dikapling sesuai dengan unit yang ada di lingkungan BBS, yaitu TK, SD, SMP dan SMA. Setiap unit mendapatkan kapling untuk dikembangkan menjadi lahan untuk tanaman produktif.

Pada saat launching langsung dihadiri Ketua Yayasan BBS, Prof. Asep Saepudin, launching pengembangan Kebon ditandai dengan menanam jambu kristal. Sosok Prof. Asep ternyata adalah orang yang membawa nutfah plasma Jambu Kristal dari Negara Taiwan.

“Rawatlah tanaman dengan menyertakan hati yang tulus, sebab dua bibit yang ditanam di tanah yang sama, hasilnya bisa berbeda. Ternyata adalah faktor kecintaan hati atau spiritual sangat berpengaruh,” ucap Ketua Yayasan BBS Prof. Asep Saepudin.

Sementara KS SMP IT BBS Syabar Suwardiman yang ditemani penanggung jawab lingkungan BBS Tarjoni mengatakan, nantinya perluasan Ngebon di Kota ini akan menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran tentang cinta lingkungan dan bisa dijadikan Eduwisata bagi sekolah sekolah lain yang tertarik mengembangkan kegiatan produktif ini. Yudi

Satpam PT Laduta Car Rental Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

0

jurnalinspirasi.co.id – Seorang security ditemukan tewas bersimbah darah di pos satpam PT Laduta Car Rental, yang berlokasi di RT 3 RW 5, Jalan Lawang Gintung, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Jumat (17/1/2025).

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Maman Firmansyah, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan sekitar pukul 04.30 WIB.

“Laporan tersebut berasal dari seorang supir bernama Wawan, yang bekerja di rumah Farida Felix. Wawan mendatangi Polsek Bogor Selatan sekitar pukul 04.30 WIB untuk melaporkan penemuan mayat,” ujarnya kepada wartawan.

Kemudian, sambung dia, piket reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, dan ditemukan seorang petugas keamanan tergeletak bersimbah darah di pos satpam.

“Korban diketahui bernama Septian (36), asal Pelabuhan Ratu, Sukabumi, yang bekerja sebagai petugas keamanan. Dugaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik dan luka akibat senjata tajam di bagian perut korban,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, sambung dia, polisi menemukan bercak darah, pecahan kaca, serta sebuah tas berisi palu dan struk belanja.

Dari informasi sementara, tas tersebut diduga milik Abraham, yang merupakan anak dari Farida Felix.

“Saat ini, kami telah mengamankan empat orang saksi yakni Abraham (anak dari Farida Felix), Wawan (supir yang pertama kali melaporkan kejadian), Ratna (pembantu) dan Nasica (pembantu),” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan barang berharga yang hilang di lokasi kejadian. Namun, polisi menemukan beberapa pecahan kaca jendela di pos satpam.

Salah seorang saksi, Wawan, mengungkapkan bahwa Abraham sempat naik ke atas saat kejadian, lalu menahan dirinya untuk tidak ikut naik. Merasa curiga, Wawan akhirnya pergi ke Polsek untuk melaporkan peristiwa tersebut.

“Kami masih terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap kejadian ini. Saat ini, keluarga korban masih dalam kondisi syok,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Kejari Kota Bogor Tangkap DPO Korupsi Kejati Bangka Belitung

0

jurnalinspirasi.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor bersama Kejari
Pangkal Pinang dan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung telah menangkap Iwan Rinaldi alias Rudi Aditya Yahya, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana perkara tindak pidana korupsi, Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 18.05 WIB.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Sigit Prabawa Nugraha mengatakan bahwa Iwan merupakan DPO Kejati Bangka Belitung dan Kejari Pangkal Pinang. Terpidana ditangkap di kawasan ‘Kota Hujan’ setelah berganti nama menjadi Rudi Aditya Yahya.

“Iwan alias Rudi merupakan terpidana kasus tindak
pidana Korupsi dalam pengadaan Sistem Administrasi Pimpinan (SAP) Kantor Arsip Kota Pangkal
Pinang Tahun 2008,” ujar Sigit kepada wartawan, Jumat (17/1/2025).

Menurut dia, Iwan dijadikan terpidana berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1328 K/Pid.Sus 2012 tanggal 19 September 2012 dengan amar putusan pidana penjara selama empat)
tahun, denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan dan uang
pengganti Rp232 juta subsidair enam bulan penjara.

Sigit menjelaskan, Iwan ditangkap setelah tim gabungan melakukan pengintaian secara intensif setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku.

“Berkat kerjasama yang baik dengan masyarakat serta dukungan teknologi informasi, pelaku berhasil diamankan di Jalan Cipinang Gading nomor 15 RT 3 RW 4
Ranggamekar Kecamaran Bogor Selatan.

“Proses penangkapan berlangsung secara cepat dan tanpa perlawanan berarti dari pelaku,” tegasnya.

Kemudian, sambung dia, Iwan langsung dibawa ke kantor Kejari Kota Bogor untuk
dilakukan proses administrasi dan pemeriksaan awal.

“Selanjutnya, pelaku akan segera diserahkan kepada Kejari Pangkal Pinang untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Bogor, Meilinda menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan bukti komitmen Kejaksaan RI dalam l menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat, termasuk Kejari Pangkal
Pinang dan masyarakat yang memberikan informasi penting terkait keberadaan DPO,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus mendukung upaya penegakan hukum dengan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan.

“DPO atau pihak-pihak lain yang melanggar hukum. Informasi dapat disampaikan melalui saluran
komunikasi resmi Kejari Kota Bogor dengan menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” katanya.

** Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Serap Aspirasi Anak Melalui Musrenbang Anak

0

jurnalinspirasi.co.id – Jumlah populasi anak di Kota Bogor mencapai kurang lebih seperempat dari total penduduk. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada Juni 2024, jumlahnya mencapai 23,82 persen dari total penduduk.

Besarnya populasi anak ini menjadi bagian penting untuk mendorong lebih banyak kebijakan dan arah pembangunan yang lebih pro anak di tengah begitu banyak isu dan persoalan anak.

Melihat besarnya potensi anak dan juga semangat menjaga keberlanjutan pembangunan, pada Kamis (16/1/2025) Bapperida Kota Bogor menyelenggarakan Musrenbang Anak di Agreya Coffee.

Diketahui, dalam dua tahun terakhir, Bapperida Kota Bogor sudah menginisiasi secara khusus penyelenggaraan musrenbang anak yang digabungkan dengan kelompok difabel, lansia, dan perempuan.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan seluruh elemen masyarakat tidak ada yang tertinggal dalam proses perencanaan pembangunan.

“Mengutip arahan dan semangat SDGs, no one left behind,” ujar Rudy kepada wartawan, Kamis (16/1).

Pada tahun ini, kata Rudy, secara khusus penyelenggaraan musrenbang anak dipisah dengan sebuah semangat dan harapan akan ada lebih banyak aspirasi dan harapan anak-anak Kota Bogor terwadahi dalam proses perencanaan pembangunan Kota Bogor.

“Di saat yang sama, akan ada lebih banyak isu dan permasalahan anak terselesaikan oleh Pemerintah Kota Bogor,” jelas Rudy.

Menurut dia, Musrenbang Anak secara mandiri pun didasari rekomendasi pelaksanaan program RAN PIJAR (Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja) Kemenko PMK.

Rekomendasinya adalah meminta Pemerintah Kota Bogor untuk terus memberi ruang dan kesempatan bagi anak dan remaja dalam proses perencanaan pembangunan.

“Tujuan utama penyelenggaraan Musrenbang Anak ini adalah mendorong lebih banyak isu-isu anak Kota Bogor diwadahi dalam dua dokumen perencanaan sekaligus yaitu RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029,” bebernya.

Ia menuturkan bahwa kegiatan itu merupakan langkah strategis karena anak-anak sekarang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagai contoh angka kekerasan anak di Kota Bogor, yang tren setiap tahunnya berdasarkan data dari UPTD PPA Kota Bogor, terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2024, tercatat 98 kasus kekerasan terhadap anak terjadi Kota Bogor.

Selain itu, isu lainnya adalah naiknya jumlah perokok pemula, gawai dengan segala daya tariknya telah menjadi hiburan utama sebagian besar anak.

“Banyak anak yang tidak berani memiliki cita-cita karena faktor ketidakpercayaan diri dan temuan KPAI yang menyebut tiga penyebab kematian anak yaitu kecelakaan, sakit, dan bunuh diri,” jelasnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan Perangkat Daerah, Kementerian Agama Kota Bogor, KPAID, Childfund Internasional, Warga Upadaya, serta 80 perwakilan anak yang mewakili sekolah, komunitas, dan lembaga.

“Ini adalah langkah besar yang diinisasi Pemkot Bogor. Lebih maju dari daerah lain, dengan mau mendengar dan menyerap aspirasi anak,” ungkap Andi Nirmalasari dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Bogor (Fanator), Radipta Azki Athaya mengungkapkan berterimakasih kepada Bapperida dan Pemkot Bogor yang telah terbuka dan membuka ruang aspirasi anak.

“ini acara keren yang kami tunggu untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan di Kota Bogor”, ungkapnya.

Senada dengan itu, Childfund Internasional dan Warga Upadaya memberikan apresiasi atas acara tersebut.

“Ini acara kolaborasi yang luar biasa antara Pemkot dengan Komunitas Anak. Kami apresiasi,” kata perwakilan warga Upadaya, Eri Eko.

Secara umum, penggalian isu dan rekomendasi untuk pemerintah Kota Bogor dari 80 anak yang mewakili sekolah dan komunitas difasilitasi Health Heroes dan forum anak Kota Bogor.

Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap anak yang hadir merasa nyaman dan aman untuk menyampaikan aspirasi.

Sepanjang penyelenggaraan diskusi, beberapa rekomendasi hasil dari musrenbang tematik anak yang disampaikan sebagai berikut:

-Dinas Pendidikan dan DP3A diharapkan melakukan pelatihan konvensi hak anak bagi guru Bimbingan Konseling (BK) untuk menguatkan kembali fungsi BK di sekolah.

-BKPSDM diharapkan memetakan potret dan potensi guru BK di seluruh sekolah di Kota Bogor

-Dinas PUPR, Dishub dan Dinas Perumkim diharapkan terus menciptakan ruang aman dan nyaman untuk anak dengan peningkatan kualitas infrastruktur seperti perbaikan pedestrian, JPO, PJU, angkutan umum dan pengawasan taman-taman kota.

-DP3A didorong melakukan pelatihan bagi anak untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas anak.

-Dinas Pendidikan didorong menindaklanjuti data JAPATI dengan program dan langkah untuk menurunkan angka putus sekolah seperti dana beasiswa miskin atau perluasan PKBM. 

-Dinas Arsip dan Perpustakaan diharapkan merespon representasi perpustakaan sekolah; mulai dari peningkatan koleksi buku sampai akses ke perpustakaan nasional
Dinas Pendidikan diharapkan membuka ruang dialog guru dengan siswa untuk memperbaiki metode pembelajaran

-Diskominfo didorong untuk terus mengkampanyekan penggunaan internet sehat dan mengkaji kemungkinan pembatasan jam penggunaan media sosial bagi anak.

** Fredy Kristianto