27.9 C
Bogor
Thursday, July 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 217

Dongkrak Perekonomian Masyarakat Desa Sukaharja Melalui Program Ketahanan Pangan

0

Cijeruk | Jurnal Bogor- Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor manfaatkan anggaran Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2024, untuk program ketahanan pangan pertanian, peternakan.

Sekdes Sukaharja Sudrajat mengatakan, tentunya ini merupakan salah satu program pemerintah pusat, yang di amanahkan kepada seluruh pemerintah desa melalui pemanfaatan dana desa (DD) melalui program ketahan pangan di wilayah Desa Sukaharja.

“Adapun anggaran program ketahanan pangan 20 persen sebesar Rp. 339.882.000, tahun 2024,” kata Sudrajat, Jumat (16/01).

Progam ketahanan pangan yang dikelola, yakni peternakan seperti, kambing, ulat Hongkong, budidaya ikan nila. Untuk pertanian pohon talas, nanas, jagung dan pisang yang tersebar di beberapa RW.

“Adanya program ketahanan pangan kedepan bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi kesiapan keunggulan bisa membantu perekonomian masyarakat desa Sukaharja,” jelasnya.

Lanjut dia, ketahanan pangan, Desa menghimbau agar berkesinambungan dari pemberian pertama dan berikutnya.

Saat ini hasil panen dikelola oleh kelompok tani (poktan), namun kedepannya dikelola oleh BUMD. Jadi nanti biar BUMDES yang kelola agar menopang perekonomian desa dan masyarakat

“Saya berharap, apabila satu titik progam ketahan pangan berhasil bisa diberikan ke titik yang lain. Desa menjadi pokok ketahanan pangan,” ucapnya.

Sementara ketua Poktan Yana mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah mengucurkan anggaran untuk program ketahanan pangan bagi Desa Sukaharja.

“Dengan program ketahan pangan ini, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang pertanian, peternakan kshususya di Desa Sukaharja,” ungkapnya. Yudi

Biskita Bakal Dilelangkan, PTP Dianaktirikan

0

jurnalinspirasi.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) mentenderkan program layanan Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan pada Februari 2025 mendatang, menuai sorotan Anggota Komisi II DPRD, Akhmad Saeful Bakhri.

Ia pun mempertanyakan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai Biskita, pasca lelang selesai dilakukan.

“Pertanyaan kalau sekarang kembali dilelangkan. Apakah Pemkot Bogor sanggup secara finansial mendanai Biskita yang dioperatori pihak ketiga melalui APBD. Sementara anggaran Rp10 miliar hanya bisa menjalankan dua koridor Biskita selama sebulan,” ujar pria yang akrab disapa Gus M itu, Kamis (16/1/2025).

Gus M menilai langkah pemerintah melelangkan program BTS justru terkesan menganaktirikan Perumda Transportasi Pakuan (PTP), yang notabenenya perusahaan milik pemerintah.

“Buat apa punya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kalau semuanya diswastakan. Bubarkan saja PTP,” ucapnya.

Apabila alasan Pemkot Bogor tak mau memberikan pengelolaan Biskita kepada PTP karena dinilai tidak sehat. Hal itu, sambungnya, adalah langkah yang konyol.

“Kalau memang sudah tidak sehat bubarkan PTP. Sekarang bagaimana mau sehat, anggarannya malah diberi ke swasta,” ungkap pria yang hobi membaca novel To Liong To, Golok Pembunuh Naga ini.

Ia menilai bahwa problematika Biskita merupakan cerminan carut marutnya rencana penataan transportasi Kota Bogor.

“Hal ini, perlu dilihat secara konperhensif dan tidak parsial sebatas Biskita saja. Karena, akar dr permasalahan transportasi di kota Bogor disebabkan pemerintah Kota Bogor belum memiliki Rencana Induk Transportasi,” jelasnya.

Sehingga, pada akhirnya mewariskan permasalahan di akhir masa jabatan kepemimpinan wali kota sebelumnya.

“Beberapa solusi program penataan sudah dilakukan, tetapi realisasinya mana? Kita bisa ambil contoh, janji di akhir jabatan walikota bahwa Kota Bogor akan zero angkot lalu ada rencana operasional trem dan yang terakhir adalah carut marut operasional Biskita,” katanya.

Permasalahan tersebut pada akhirnya muncul karena rencana program penataan transportasi tidak dilandasi dengan kajian rencana induk pengembangan transportasi yang jelas.

“Karena, semua dilakukan spontan lebih kepada mengakomodir keinginan dari pimpinan. Coba, sekarang kita tanya ke dinas perhubungan bagaimana progres penataan angkot sejauh ini apa kabarnya?,” katanya.

Diitambah lagi, sambung dia, dengan dihentikannya subsidi BTS oleh BPJT, yang membuat operasional terhenti.

“Bisa kita bayangkan, apabila rencana pengadaan trem jadi juga dilakukan? Apakah tidak menambah permasalahan baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan akan dilelangkan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor pada Februari 2025 mendatang.

“Berdasarkan hasil telaahan program BTS akan dilelangkan oleh PBJ lantaran tak memungkinkan menggunakan skema penunjukan langsung,” ujar Marse kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).

Menurut dia, setelah ada pemenang pengoperasian Biskita Trans Pakuan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar.

“Sambil persiapan dan kepastian kementrian, mudah-mudahan bisa Februari dilelangkan. Ya seadanya anggaran, beroperasi cuma sekitar enam bulan,” kata Marse.

Marse menegaskan, dengan menggunakan mekanisme lelang, perusahaan manapun dapat mengikuti tender selama memenuhi persyaratan administrasi.

“Siapa saja bisa ikut, asal memenuhi persyaratan,” tegasnya.

(FDY)

Lesson Learned Atas Peristiwa Bencana Kebakaran di Los Angeles, USA

0

Jurnal Inspirasi – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Jika kita mencoba memahami kasus atau peristiwa kebakaran pemukiman yang dahsyat yang terjadi di Los Angeles (LA) USA dengan potensi kekuatan spiritual iman tagwa (imtaq) kita kepada Allah SWT, maka jelas dan tegas (kod’i) pertanda peringatan, teguran dan siksaan (azab) dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT sang Maha Pencipta/Al Khalik dan Maha pemilik bumi dan langit beserta isinya.

Akan tetapi kita sulit memberikan pemahaman Tauhidullah kepada mereka manusia yang tidak percaya Tuhan (ateis/kaum komunis), apalagi bagi mereka yang ingkar (kafir) terhadap ayat-ayat Allah SWT dalam kitab suci Al Quran yang kemudian diperjelas dan dipertegaskan dalam Assunnah Muhammad SAW. Mereka tak percaya hari akhirat (kiamat).

Lagi pula sifat dan watak orang kafir sebagaimana firman Allah dalam beberapa surat dan ayat-Nya, sikapnya suka memusuhi kaum mukmin, dan untuk pemahaman hal ini agar dibaca Syirah Nabi Muhammad SAW.

Sulit memang kita memberikan kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah SWT punya sifat dan nama-nama mulia 99 nama (asma ulhusnah). Allah SWT berfirman dalam sejumlah ayat bahwa berimannya seseorang hamba ciptaan-Nya karena ada dan mendapat petunjuk dari Allah SWT (hidayatullah), bukan pemberian hadiah atau pengaruh manusia sehingga tergerak hatinya untuk beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Ingat kasus wafatnya paman Nabi Muhammad SAW, Abi Thalib pembela setia nabi dalam menjalankan misi dakwah Islamiyah di Mekkah, bisa menjadi pelajaran (lesson learned). Pada waktu itu diawal memulai menyebarkan syiar Islam di kalangan penduduk Mekkah yang musyrikin dan kafirun, nabi Muhammad SAW banyak ditentang dan diperangi mereka.

Kita tahu dari tarikh Islam, begitu banyak kaum muslimin yang baru masuk Islam disiksa dan dizholimi kaum kafir dan musyrikin Arab di zaman itu, antara lain seperti Bilal dll, terutama kaum musyrikin Quraish yang dibawa komando Abu Lahab dan Abu Jahal yang juga paman dan kerabat nabi.

Abu Thalib, paman nabi inilah, sosok tokoh kabilah Quraish yang berpengaruh dan disegani warga Arab, yang setia menjaga, mengawal dan “melindungi” nabi dan Rasulullah Muhammad SAW dari ancaman dan teror kaum kafir dan musyrikin Quraish dan suku lainnya di jazirah Arab.

Tapi itulah, ketika paman nabi Abu Thalib mau wafat, dalam sakaratul maut, nabi Muhamnad SAW mendampinginya dan “gagal” membimbing dan meyakinkan pamannya itu akan keesaan Allah SWT dan Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT dalam menyampaikan risalah-Nya kepada segenap ummat manusia di muka bumi ini.

Nabi Muhammad SAW pun amat bersedih, salah seorang setia pada Dinulislam yang sangat dicintainya dalam membela dakwah Islamiyahnya Nabi dan Rasulullah, tidak berhasil.(gagal) dalam mengucapkan dua kalimah syahadat “Laillah haillah, Muhanmadar Rasullullah” aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad, nabi dan rasul utusan Allah”.

Jadi, ternyata mendapat atau tidaknya hidayatullah, bukanlah tugas dan hak manusia, itu ranah Allah SWT.

Bertolak dari kasus “gagalnya” Rasullullah SAW , kita bisa menarik suatu pelajaran (lesson learned, i’htibar) bahwa kita yang muslim manusia biasa tidak akan mampu meyakinkan warga USA di LA untuk percaya pada Tuhan Allah SWT yang menurunkan bencana alam kebakaran terbesar abad ini di Amerika, tersebut.

Kita kenal, Amerika sebuah negara maju dan modern yang berkemampuan iptek super canggih, warga negaranya sebahagian warganya hidup kaya raya (kapitalist), negara super power, “polisi dunia”, akan tetapi kali ini gagal mengantisipasi faktor-faktor penyebab kebakaran seperti musim dingin membuat dedaunan di ekosistem lahan hutan LA mengering, dengan angin panasnya Santa Ana datang dari arah laut, sehingga rerumputan di hutan mudah tersulut api dan terbakar, dengan kekuatan angin kencang areal yang terbakar meluas dan tak terkendali, alam “mengamuk” karena Donald Trump dan sebagian elite politiknya begitu sombongnya.

Seperti halnya musibah yang pernah terjadi kebakaran gedung “Wolrd Trade Centre/WTC” pada 2 dasa warsa yang lalu, dimana Kota Newyork, Amerika Serikat lumpuh akibat pemboman, katanya oleh “terrorist”.

Demikian itu semua barangtentu skenario langit, ciptaan dan kebesaran Allah SWT “kun payakun”. Jika Allah berkehendak maka “jadilah” dan Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Dalam Al Quranulkarim, Allah SWT telah banyak berfirman, menjelaskan tentang berbagai bentuk azab seperti bencana banjir dan tsunami yang ditimpakan kepada kaum nabi Nuh, angin topan dan guntur bagi kaum nabi Luth yang terjangkit gemar Gay dan Lesbian (kawin sesama jenis seks), gelombang laut yang tinggi di zaman Firaun-nabi Musa, gempa bumi yang dahsyat untuk kaum Tsamud, angin topan, guntur, kekeringan krisis pangan, gangguan hama belalang, dan banyak lagi yang lain yang mendera umat manusia yang kafir terhadap ayat-ayat Allah SWT.

Lalu sikap kita bagaimama dalam merespon musibah besar yang menyesengsaralan penduduk LA Amerika dengan hangusnya rrumah-rumah (vila, resort) mewah dan pertokohan serta harang-barang/harta berharga mereka hangus terbakar, ludes dilahap api Pihak Dinas Pemadaman Kebakaran LA, yang memiliki sapras canggih ipteknya tidak bisa berbuat apa-apa, gagal menjinakkan dan memadamkan api.

Meminjam istilah kitab suci Al Quran,…”Kun Faya kun..jika Allah berkehendak tidak ada satupun kekuatan atau siapa pun yang bisa menahan dan menolak-Nya. Sebab segala sesuatu yang ada di bumi dan langit mutlak dalam pengendalian, pengawasan dan pengaturan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Sikap kita selaku mukmin, kita memyatakan turut berduka cita, dengan tetap terus memgingatkan mereka bahwa perilaku mereka tersebut atau para pemimpin negara mereka USA itu (kaum Yahudi dan Kristen) yang mendukung zionis Israil dalam berperang memusnahkan (genoside) penduduk Ghaza di Palestina, yang notabenanya kaum muslimin dan muslimat, serta anak-anak balita dan ibu hamil Palestina dibunuh secara kejam dan biadab.

Bahwa kita berkeyakinan bahwa munculnya musibah bencana alam kebakaran hutan dan komplek perumahan mewah yang sangat besar di LA USA, menghanguskan (menjadi abu) kehidupan kota, termasuk kota Newyork, distrik Hollywood, yang dikenal pusat perfilman yang gaya hidup gemerlap (hedon), dimana tempat berkumpulnya selebritis dunia.

Kejadian kebakaran saat ini merupakan peringatan, cobaan, dan azab yang pedih datangnya dari Allah SWT untuk negara Amerika atas kejahatan perangnya dan kesombongan para elite politik dan pemerintahannya seperti Donald Trumb, presiden USA yang baru terpilih, beliau berpidato di suatu tempat “akan menghancurkan Ghaza” jika proses pemulangan tawanan perang oleh Hamas, tentera Amerika Serikat gagal dilakukan.

Kita sangat paham bahwa umat Islam di belahan bumi manapun saat ini, banyak dan bertubi-tubi mendapatkan perlakuan zholim dari warga dan negara-negara berpenduduk mayoritas non muslim di benua Amerika, Eropa, Australia dan termasuk Asia spt India, Myanmar/Rohingya, dll.

Dalam kenyataannya peristiwa penzholiman tersebut begitu banyak dialami kaum mukmin, dan dengan korban harta yang aangat besar, dan bahkan nyawa seperti bergelimpangannya mayat-mayat penduduk muslim Ghaza Palestina, yang ditembaki dan dibom oleh tentera Israel beserta dukungan sekutu-sekutunya USA, UK etc dengan senjata pembunuh made in USA yang canggih, tindakan itu di luar perilaku kemanusiaan, kejam dan biadab.

Akibatnya Umat Islam tidak berdaya (powerless), lemah dibuatnya, akan tetapi ingatlah: Ratapan tangis kaum teraniaya dan tertindas (musta’afin) di negaranya yang sah dan brrdaulat spt Palestina, doa kaum musta’afinnya yang telah bermunajat kepada Allah SWT agar kaum zholimun (kafirun dan musrikun) agar segera mendapat teguran, peringatan dan azab Allah SWT.

Dan kaum muslim mendapat pertolongan Allah SWT. Faktanya do’a kaum muslimin dari seluruh dunia insya Allah diijabah Allah wajallah. “Hablum minallahi wanikmal wakil, minnal maula waniakmal nashir”, artinya kepada Allahlah kita berlindung dan kepada Allah kita meminta pertolongan”.

Keyakinan atau keimanan kita kaum muslimin bahwa adanya musibah kebakaran terbesar abad ini, itu merupakan peringatan dan azab Allah SWT buat kaum kafir dan musyrik. Tapi persoalannya, apakah mereka percaya?.

Itu urusan atau masalah lain yang tak mungkin dipecahkan oleh kaum muslimin. Salah satu langkah yang bijak warga USA dan para pimpinan janganlah bersikap sombong, pongah (arogan) di bumi ciptaan Tuhan Allah SWT, Allah itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Adil etc etc Apa pun yang terjadi di ala .dunia ini, termasuk kebakaran hutan di kawasan LA USA akibat angin Santa Ana yang panas dan berhembus kencang itu adalah ciptaan Allah SWT.

Kita hanya bisa berdoa dan bersabar, serta sholat yang khusuk, mudah-mudahan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat senantiasa berada ditangan kaum mukminin/mukminat yang beriman dan bertaqwa serta gemar berbuat kebajikan dan kebaikan, serta mempercayai kehidupan akhirat, Aamiin3 YRA.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka, dan bukakanlah pintu hati mereka untuk bermohon maaf atas kekeliruan/dosanya, dan kemudian melakukan “taubatan nasuha” agar mereka kaum zionis Israel tidak lagi menduduki negeri Palestina yang berdaulat, dengan cara memerangi kaum muslim yang tak bersalah dan berdosa serta balita/ibu hamil tak berdaya (powerless) karena tak punya senjata pembunuh buatan Amerika Serikat di Tanah Airnya sendiri seperti Gaza, tanah sah Palestina saat ini.

Save Palestina Merdeka dari usaha jahat genoside Zionis Israiel beserta sekutunya.
Allahu Akbar walillah ilham.

Demikian dan terima kasih atas segala perhatian dan dukungan untuk pembebasan rakyat Palestina dari perbuatan zholim Zionis Israel beserta antek-anteknya untuk menggenosidakan penduduk dataran Gaza.

Gallery and Ecofunworkshop, Kp, Wangun Atas RT 06 Rw 01 No.16 Kel.Sindangsari Botim City, 15 Januari 2025

Wassalam
====✅✅✅

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si (Dosen, Konsultan, Pemerhati dan Pegiat serta Kritikus Sosial melalui tulisannya di media sosial)

Petani Sinjai Harapkan Bulog Serap Gabah Sesuai Ketetapan HPP Pemerintah

0

Jurnal Inspirasi – Para petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berharap Bulog dapat menyerap gabah hasil panen mereka dengan harga sesuai ketetapan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram.

Selama ini, mayoritas petani terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga jauh di bawah standar tersebut.

Ketua Gapoktan Desa Biroro, Benteng, mengungkapkan bahwa harga gabah selama ini lebih banyak ditentukan oleh tengkulak. Petani sering tidak memiliki pilihan lain karena kebutuhan mendesak, seperti melunasi biaya produksi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Harga lebih anjlok ketika memasuki panen raya. Kadang petani harus melepas gabah dengan harga Rp4.000 bahkan Rp3.500 per kilogram. Kondisi ini semakin diperburuk oleh kebijakan Bulog yang hanya menyerap gabah dalam partai besar dan dengan kualitas tinggi, sehingga banyak petani tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut,” ujar Benteng, Kamis, 16 Januari 2025.

Benteng mengatakan meskipun harga belum mencapai Rp6.500, namun akses pupuk yang disediakan kementerian pertanian jauh lebih mudah. Hal ini mendukung upaya petani di Desa Biroro dalam mengolah sawah seluas 173 hektar dengan produktivitas 4-5 ton per hektar.

Sementara itu, Usman, petani dari Sinjai Timur, mengungkapkan bahwa gabah hasil panen PAT (Percepatan Tanam) yang ditanam pada akhir September 2024 telah dibeli tengkulak dengan harga Rp5.000 per kilogram.

“Selama ini, kami tidak pernah merasakan kehadiran Bulog saat panen. Selain itu, keterbatasan fasilitas penyimpanan dan transportasi menjadi kendala bagi kami untuk menjual langsung ke Bulog, sehingga pilihan satu-satunya adalah menjual ke tengkulak,” katanya.

Menurut Usman, penetapan harga gabah oleh pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram sebenarnya memberikan semangat bagi petani untuk terus mengolah sawah. Namun, kenyataannya harga tersebut belum dirasakan oleh petani di Sinjai, sehingga keuntungan yang diperoleh masih tergolong kecil.

Petani di Sinjai berharap kehadiran Bulog dapat menjadi solusi untuk menyerap hasil panen sesuai harga yang telah ditetapkan. Langkah ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada tengkulak, meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.

(bbpmkp)

Tengkulak Terapkan Harga Suka-Suka, Petani di Klapanunggal Bogor Berharap Bulog Segera Turun Tangan

0

Jurnal Inspirasi – Harga gabah di wilayah Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor saat ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.

Gabah Kering Panen (GKP) dihargai Rp5.000 per kilogram, sementara Gabah Kering Giling (GKG) dihargai Rp7.000 perkilogram. Meskipun hasil panen cukup baik, kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi para petani.

Enin, salah satu petani di Desa Ligarmukti, menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini Bulog harus segera turun tangan agar para petani tidak bergantung pada pembelian yang dilakukan tengkulak.

“Alhamdulillah, padi hasil panen kami memang cukup bagus. Tapi kalo soal penyerapan bulog, itu yang tidak ada. Bulog tidak datang sehingga petani mengandalkan tengkulak sebagai pihak yang menyerap,” ujar Enin, Rabu, 15 Januari 2025.

Enin menjelaskan bahwa para petani terpaksa menjual hasil panennya melalui tengkulak karena kebutuhan modal dan juga kebutuhan sehari-hari yang sangat mendesak.

“Tapi ya mereka suka-suka kalau kasih harga. Karena itu petani betul-betul berharap bulog segera datang dan mau melakukan penyerapan. Jangan sampai, gabah yang sudah kami olah malah terbuang sia-sia dan dibeli murah,” katanya.

“Bulog harus segera datang ke desa, jadi kami di lapangan harus mengandalkan tengkulak,” tambahnya.

Akibat tidak adanya penyerapan pemerintah, kata Enin sebagian petani terpaksa harus menyimpan gabah-gabahnya dengan waktu yang cukup lama.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mendukung petani, supaya harga bisa lebih menguntungkan,” tambahnya.

Sebagai informasi, produktivitas padi di Desa Ligarmukti tercatat mencapai 5,4 ton per hektare. Dengan luas tanam sebesar 1 hektare, potensi hasil panen diperkirakan mencapai kurang lebih 5 ton. Namun, kondisi cuaca dan serangan hama menjadi tantangan yang memengaruhi potensi panen maksimal.

Petani di wilayah Desa Ligarmukti berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah konkret dalam mendukung harga gabah yang lebih stabil dan menguntungkan. Selain itu, kehadiran Bulog secara langsung di lapangan diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan memberikan harga yang lebih baik bagi para petani.

(bbpmkp)

Penanaman Pohon Kementerian LH di Gunung Mas Dapat Dukungan Ketua Dewan

0

Jurnal Inspirasi – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mendukung langkah Pemerintah Daerah yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Agrowisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (16/1/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bogor sebagai lokasi penanaman pohon bersama.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap komitmen pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Sebagai ketua DPRD saya mendukung komitmen kuat pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup,” kata Sastra Winara, Kamis(16/1/2025).

“Melalui legislatif, kita akan mendorong Pemkab Bogor siap mendukung penuh program ini, terutama dalam menjaga kelestarian hutan di kawasan 0 Km Ciliwung, yang akan memberikan dampak positif bagi Jakarta dan sekitarnya,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor.

Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan bumi dengan melibatkan semua pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan global seperti perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Krisis lingkungan global memerlukan kerja sama lintas sektor. Upaya seperti ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang dapat membawa dampak besar bagi keberlanjutan bumi,” ungkap Hanif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Cisarua yang memiliki peran strategis sebagai daerah resapan air dan sumber daya alam yang penting bagi wilayah Jabodetabek.

Penanaman pohon di kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi lingkungan dan mendorong aksi nyata lainnya untuk menghadapi perubahan iklim.

(aga)

Dewan Ultimatum Pemkot Susun Skenario Pendanaan Biskita

0

jurnalinspirasi.co.id – Nasib Biskita Trans Pakuan di ujung tanduk mendapatkan sorotan tajam dari DPRD Kota Bogor, pasca Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bahwa pemerintah pusat tidak akan lagi memperpanjang subsidi.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy pun memberikan tekanan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor agar segera menyiapkan skenario pendanaan program Biskita.

Hal tersebut bertujuan agar masyarakat mendapatkan kepastian terkait keberlanjutan program Biskita.

“Semua skenario, kajian teknokrat dan sistem pelayanan harus segera disiapkan. Pemerintah pusat sudah mengeluarkan pernyataan dan kita harus bersiap,” kata Rusli, Rabu (15/1/2025).

Rusli mengingatkan kepada Dishub agar dalam penyusunan kajian dan perencanaan harus mengacu kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang ada.

Rusli pun menjelaskan didalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2023 terutama ayat (1) pasal 91, mengamanatkan pemerintah Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau.

Sehingga keberadaan Biskita dianggap sudah sesuai dengan amanat Perda. Hanya saja Rusli menganggap perlu adanya optimalisasi seperti memastikan integrasi kendaraan antar koridor dan menyelaraskan dengan program rerouting angkot yang sudah eksisting.

“Kalau memang tidak bisa menyusun, tinggal mencontek saja ke Jakarta terkait pengelolaan Trans Jakarta. Jika ada hal-hal yang bagus untuk ditiru kan tidak salah juga. Yang penting masyarakat terlayani kebutuhan dasarnya,” tegas Rusli.

Lebih lanjut, Rusli pun meminta Dishub Kota Bogor agar kembali menggandeng Organda Kota Bogor dalam menyiapkan operasional Biskita. Hal tersebut bertujuan agar semua badan hukum transportasi yang ada di Kota Bogor ikut terlibat, sehingga tidak ada konflik horizontal yang terjadi, sekaligus memperlancar proses perencanaan transportasi di Kota Bogor.

“Jadi semua pemilik angkot, koperasi, badan hukum transportasi ikut terlibat. Ini program yang baik dan membutuhkan dukungan semua pihak, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan perlu merangkul semua stakeholder,” ujar Rusli.

Masalah transportasi di Kota Bogor dinilai oleh Rusli seperti penyakit yang sudah menyebar ke semua organ tubuh. Sebab, jika berkaca ke perencanaan transportasi Kota Bogor 10 tahun ke belakang, tidak ada program yang berjalan dengan baik. Semuanya manis diawal tetapi menguap entah kemana di akhir perjalanan.

Ia tidak mau program Biskita yang sudah diperjuangkan bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor harus menghilang tanpa jejak seperti program Trans Pakuan yang diinisiasi oleh PDTJ.

Sehingga ia berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih, Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin mau membenahi persoalan transportasi dengan cara memasukkan program-program komprehensif kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“RPJPD kan sudah ada, didalamnya berbunyi bahwa penataan transportasi membutuhkan Rencana Induk Transportasi. Semoga program-program penataan transportasi bisa dituangkan didalam RPJMD nantinya,” kata Rusli.

Terakhir, Rusli mengapresiasi PJ Wali Kota Bogor yang selama ini berkordinasi dengan DPRD untuk memastikan keberlanjutan program Biskita. Hal tersebut dapat terlihat dengan sudah dianggarkannya Rp10 miliar melalui APBD 2025 dan akan ditambahkan Rp11 miliar di APBD Perubahan 2025 jika program Biskita bisa terlaksana dengan baik.

“Tentu kami selalu mendukung Pemkot Bogor dari sisi anggaran, asalkan sekua kajian dan perencanaan sudah matang. Semoga Biskita yang sudah dirindukan oleh masyarakat bisa kembali mengaspal dan kami dari DPRD akan memastikan hal tersebut,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Memasuki Masa Panen, Petani Sukabumi Justru Resah. Apa Pasalnya?

0

Jurnal Inspirasi – Memasuki awal Januari, musim panen seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi para petani. Namun, harapan untuk meraih keuntungan justru terasa jauh dari kenyataan. Para petani di Sukabumi justru diliputi keresahan.

Pasalnya, di beberapa wilayah, harga gabah di tingkat petani anjlok hingga Rp5.000 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Sejumlah petani mengaku terpaksa menjual hasil panen mereka ke tengkulak dengan harga murah karena kebutuhan mendesak, seperti biaya produksi dan cicilan. Sementara itu, gudang Bulog di daerah terpantau belum aktif menyerap gabah, dengan alasan kapasitas penyimpanan yang penuh.

Jujum, seorang petani dari Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengungkapkan kesulitannya.

“Kami terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga Rp5.000 per kilogram karena modal kami terbatas dan terikat utang. Tidak ada pilihan lain, sementara sawah kami seluas 172,2 hektar terus membutuhkan biaya operasional,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin, 13 Januari 2025.

Hal yang sama diungkapkan Sajati, petani dari Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja. Ia juga mengeluhkan harga gabah yang hanya berkisar Rp5.000 per kilogram. Ia berharap Bulog bisa turun membeli gabah sesuai HPP.

“Harga gabah kami hanya Rp5.000 per kilogram, apalagi hujan saat panen membuat kualitas gabah menurun. Kami butuh dukungan agar gabah kami dihargai lebih layak,” kata Sajati yang mengelola sawah seluas 70 hektar.

Keluhan lain datang dari Ade Suhendar, petani asal Desa Pasir Halang, Kecamatan Sukaraja.

“Tanpa fasilitas pasca-panen, kami selalu menerima harga yang ditentukan tengkulak. Gabah saya dihargai Rp5.100 per kilogram, padahal itu jauh dari standar,” jelas Ade.

Situasi ini menambah beban bagi petani yang telah bekerja keras mengolah sawah selama berbulan-bulan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan gabah hasil panen dapat diserap dengan harga yang layak dan memberikan dukungan berupa fasilitas pasca-panen untuk mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

(bbpmkp)

Februari, Pemkot Bogor Lelangkan Program Biskita

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan akan dilelangkan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor pada Februari 2025 mendatang.

“Berdasarkan hasil telaahan program BTS akan dilelangkan oleh PBJ lantaran tak memungkinkan menggunakan skema penunjukan langsung,” ujar Marse kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).

Menurut dia, setelah ada pemenang pengoperasian Biskita Trans Pakuan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar.

“Sambil persiapan dan kepastian kementrian, mudah-mudahanan bisa Februari dilelangkan. Ya seadanya anggaran, beroperasi cuma sekitar enam bulan,” kata Marse.

Marse menegaskan, dengan menggunakan mekanisme lelang, perusahaan manapun dapat mengikuti tender selama memenuhi persyaratan administrasi.

“Siapa saja bisa ikut, asal memenuhi persyaratan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) batal melanjutkan subsidi bagi program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan.

Padahal, sebelumya BPTJ digembar gemborkan akan kembali melanjutkan subsidi layanan angkutan umum perkotaan melalui skema BTS.

Batalnya kelanjutan subsidi BTS tertuang dalam surat pemberitahuan kepada Pj Wali Kota Bogor nomor AJ.005/BPTJ/2025 tertanggal 10 Januari 2025, yang ditandatangani oleh PLT Kepala BPTJ, Suharto.

Dalam surat tersebut, BPTJ berdalih batal melanjutkan subsidi lantaran adanya rasionalisasi anggaran pada Kemenhub.

Kendati demikian, pada surat itu BPTJ tetap meminta pemerintah daerah untuk menjalankan program BTS sesuai Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Daerah tahun 2025.

** Fredy Kristianto

BPTJ Angkat Tangan Soal Biskita, Ini Penjelasannya

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menegaskan bahwa terhitung mulai 1 Januari 2025 pengelolaan layanan BISKITA Trans Pakuan di Kota Bogor tetap beralih ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Diketahui, proses pengalihan ini sebagaimana surat kesanggupan pelimpahan subsidi angkutan umum dengan skema BTS di Kota Bogor Tahun 2025 dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor kepada BPTJ pada 25 Juni 2024 lalu.

Layanan Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor yang diluncurkan sejak November 2021 merupakan program subsidi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota Bogor melalui mekanisme BTS (Buy The Service).

Program ini bersifat stimulus dimana pada akhirnya diharapkan Pemkot Bogor dapat mengambil alih pengelolalaan dari pusat.

Plt. Kepala BPTJ, Suharto, menyampaikan bahwa upaya untuk proses hand over juga sudah dilakukan sejak tahun 2023 lalu.

“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah Kota Bogor untuk segera mempersiapkan proses pengalihan layanan ini. Tapi karena waktu itu Pemkot Bogor belum siap dan waktu yang tidak memungkinkan untuk proses pengalihan akhirnya kami kembali memperpanjang hingga Tahun 2024. Dan pada tahun lalu, Kota Bogor sudah menyatakan kesiapannya untuk mengelola BISKITA dengan mengalokasikan sebesar 10 Miliar. Artinya pengalihan ini memang tidak dilakukan sepihak dan tidak mendadak namun ada proses yang dilakukan cukup panjang”, ungkap Suharto.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan selaku pembina telah memberikan contoh bagaimana mengelola penyediaan layanan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau atau disebut pilot project, yang tentunya ada batas waktu.

Apabila merujuk regulasi yang ada, sudah disebutkan ada pembagian kewenangan yang jelas. Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 138-139 contohnya, disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya angkutan umum yang aman, nyaman dan terjangkau.

Sementara dalam PP 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2024, mengamanatkan agar pajak kendaraan bermotor minimalnya 10 persennya digunakan untuk peningkatan moda dan sarana transportasi umum.

“Oleh karena itu, kami berharap Kota Bogor dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung keberlanjutan layanan angkutan umum massal secara bertahap,” kata Suharto.

Suharto juga menjelaskan bahwa untuk saat ini terdapat kebijakan rasionalisasi anggaran di seluruh lingkungan pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan sejumlah program dan kegiatan di Kementerian Perhubungan.

Dengan adanya rasionalisasi anggaran tersebut tidak mungkin lagi pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk program subsidi Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan dengan Skema Pembelian Layanan (BTS) di Kota Bogor.

** Fredy Kristianto