30.3 C
Bogor
Sunday, August 31, 2025

Buy now

spot_img
Home Blog Page 18

Website SPMB SD Tahap I Sempat Down

jurnalinspirasi.co.id – Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahap 1 di Kota Bogor resmi dibuka hari ini, Senin (16/6/2025).

Proses pendaftaran akan berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Rabu, 18 Juni 2025 secara daring melalui laman resmi SPMB milik Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Namun, hari pertama pelaksanaan tidak berjalan mulus. Banyak orang tua murid mengeluhkan sulitnya mengakses situs web pendaftaran akibat website yang sempat down. Situs tidak bisa dibuka atau memuat halaman dengan sangat lambat, terutama sejak pagi hari saat pendaftaran resmi dibuka.

Menanggapi keluhan tersebut,
Kepala Bidang SD Disdik Kota Bogor, Rini menjelaskan bahwa gangguan terjadi karena lonjakan akses secara bersamaan yang membuat server kewalahan.

“Oke, jadi pagi ini pembukaan kita pukul 8. Web normal, tahu-tahu memang down pukul 9-an lah ya. Down agak lama memang, sampai 10:30-an”, ujar Rini kepada wartawan, Senin (16/6/2025).

Menurut dia, Disdik bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pengembang sistem dan pihak penyedia layanan ASNET.

“Pihak pengembang langsung koordinasi dengan ASNET. Solusi cepatnya tadi, dimungkinkan pendaftar ke sekolah cek berkas manual dulu, kemudian baru input. Tapi sekarang sudah normal kok dari tadi, 10:30 udah bisa diakses,” jelasnya.

Terkait sistem pendaftaran, Rini menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara online. Tidak ada jalur pendaftaran offline. Namun, setelah mengisi data secara daring, orang tua tetap diwajibkan datang ke sekolah untuk menyerahkan dan memverifikasi berkas secara langsung.

“Offline tidak ada. Tapi memang setelah orangtua daftar via online, membawa berkas ke sekolah untuk verifikasi keasliannya.” lanjut Rini.

Meski sistem sempat mengalami gangguan, Rini memastikan tidak ada perubahan durasi waktu pendaftaran. Hal ini karena pendaftaran dibuka 24 jam selama tiga hari.

“Kalau waktu sih nggak (diperpanjang), karena kita buka pendaftaran online itu 24 jam selama 3 hari. Kalau dari jam 8 sampai jam 2 itu hanya untuk validasi berkas.” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua murid agar tidak panik apabila kembali mengalami kendala teknis.

“Hubungin ke pihak sekolah saja, confirm ke sekolah yang dituju, sekolah pasti bantu. Tadi server-nya kaget karena aksesnya kan langsung gitu. Tapi sekarang udah normal,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Kota Bogor Targetkan Juara Umum MTQ Tingkat Jabar

jurnalinspirasi.co.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan semangat dan motivasi kepada para kafilah yang akan mewakili Kota Bogor dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2025 di Soreang, Kabupaten Bandung.

Dedie menegaskan bahwa pemerintah kota akan memberikan bonus khusus jika para peserta berhasil mengantarkan Kota Bogor menjadi juara umum.

“Tentu harapannya, karena selama ini kontingen Kota Bogor selalu meraih posisi-posisi yang baik, tadi saya mengingatkan agar prestasi itu bisa terus dipertahankan. Jadi, di MTQH 2025 ini saya berharap kita bisa menjadi juara umum atau minimal masuk tiga besar,” ujar Dedie, Minggu (15/6/2025).

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang terhubung dengan pesantren dan sekolah-sekolah. Menurutnya, pendekatan tersebut sangat efektif untuk menemukan dan mengasah bakat-bakat terpendam qori dan qoriah masa depan.

“Tradisi prestasi Kota Bogor ini tidak boleh dilupakan atau ditinggalkan. Harus terus dibina dan ditingkatkan agar kita bisa terus menempati posisi yang prestisius di setiap gelaran MTQ,” tambah Dedie.

Lebih lanjut, Dedie menyampaikan bahwa pemberian penghargaan dan apresiasi di bidang keagamaan adalah hal penting, karena pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga menyangkut pembangunan manusia seutuhnya.

“Kita ingin melahirkan manusia-manusia yang menjadi teladan. Qori dan qoriah yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tapi juga memiliki akhlak yang mulia. Inilah cita-cita membangun kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, sebuah kota yang masyarakatnya mencintai Al-Qur’an dan hadits, serta mewarnai pembangunan dengan nilai-nilai agama,” pungkasnya.

** Ferdy Kristianto

Acungkan Airsoft Gun ke Pemotor, Koboi Jalanan Diringkus Polisi

jurnalinspirasi.co.id – Pria berinisial DF diringkus polisi lantaran mengacungkan airsoft gun ke pengendara di Jalan Raya KH. Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal.

Pelaku yang berkendara dengan ugal-ugalan, sempat melakukan kejar-kejaran dengan polisi.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi, mengatakan bahwa pelaku ditangkap pada Sabtu (14/6/2025) malam.

“Ditangkap tim Raimas yang sedang patroli. DF adalah karyawan swasta,” ujar AKP Aji, Minggu (15/6/2025).

Menurut dia, pelaku ditangkap setelah mengendarai mobil secara ugal-ugalan di jalan raya pada Sabtu (14/6/2025) pukul 23.30 WIB. Bahkan, pelaku sempat menodongkan senjata ke sejumlah pemotor.

“Ketika patroli anggota melihat ada mobil yang ugal-ugalan dan mengacungkan seperti senjata ke arah pengendara motor,” tegasnya.

Kemudian, sambung dia, petugas melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan pelaku.

“Jadi pelaku bersama barangbukti Airsoft gun jenis HS dibawa ke Mako Polresta Bogor Kota,” jelsnya.

Semetara itu, Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus mengatakan bahwa motif pelaku lantaran kesal akibat tidak diberi jalan ketika berkendara.

“Pelaku tersinggung dengan pengguna jalan yang menggunakan motor, tidak mau memberikan jalan pada saat diklakson,” tegasnya.

Kata dia, pelaku sengaja mengacungkan airsoft gun untuk menakut-nakuti pemotor yang dianggap menghalanginya.

** Fredy Kristianto

Kajian Risiko Bencana Rampung, BPBD Sarankan Bangun Rusun di Tiap Kecamatan

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah merampungkan kajian risiko bencana,sebagai langkah awal untuk melakukan mitigasi.

“Setelah nanti di-SK-kan, bakal dibuat rencana kontijensi dan rencana operasi. Ada delapan bencana yang rawan terjadi di Kota Bogor. Di antaranya banjir lintasan, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan angin kencang adalah peristiwa yang sering terjadi,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Hidayatulloh kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut dia, wilayah yang dilewati Sungai Ciliwung dan Cisadane adalah daerah rawan longsor dan banjir bandang.

“Atas dasar kondisi itulah kami membuat kajian tersebut, sebagai bagian upaya untuk keberhasilan penanggulangan bencana fataliti khusus,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Dayat itupun menyarankan agar Pemkot Bogor melalui dinas terkait untuk membangun minimal satu rumah susun (rusun) di semua kecamatan. Hal itu bertujuan untuk merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Sudah tidak dimungkinkan membangun rumah deret karena keterbatasan lahan. Karena itu rusun adalah salah satu solusi,” katanya.

Dayat mengatakan bahwa Bogor Selatan adalah wilayah paling rawan longsor lantaran topografi dan jenis tanah.

“Bogor Barat, Tengah, dan Utara pun rawan bencana,” kata mantan Camat Bogor Selatan itu.

Lebih lanjut, Dayat menyebut bahwa berdasarkan data yang dihimpun BPBD sejak Januari hingga Mei, sudah terjadi 418 bencana di Kota Bogor.

“Bencana didominasi tanah longsor 139 kejadian, pohon tumbang 92 kejadian, angin kencang 91 peristiwa, dan rumah ambruk 91. Sisanya banjir lintasan. Dengan jumlah korban jiwa sebanyak dua krang akibat longsor,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Dedie Kantungi Tiga Besar Calon Sekda Kota Bogor

jurnalinspirasi.co.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim telah menerima tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor dari panitia seleksi (Pansel) yang diketuai oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

“Saya tentu menghormati langkah-langkah yang diambil oleh tim asesmen, termasuk juga apa yang kemudian dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Wakil Wali Kota Bogor,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).

Dedie Rachim menambahkan, dari tiga nama yang masuk akan dijadikan pertimbangan untuk kemudian nanti diputuskan.

Sesuai tahapan proses seleksi, Dedie Rachim dijadwalkan akan lebih dulu melakukan interview atau wawancara terlebih dahulu kepada tiga nama yang ada.

“Hasilnya tentu beberapa hari setelah itu. Karena banyak hal, banyak pertimbangan, dan saya harus bertanya ke berbagai pihak. Kriteria tentang kompetensi, kredibilitas, dan lain-lain yang masih menjadi pertimbangan, sampai saya putuskan satu nama yang akan menjadi Sekda Kota Bogor,” ucapnya.

Tiga nama yang akan mengikuti wawancara, yaitu Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Denny Mulyadi; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sri Nowo Retno; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Eko Prabowo, yang berdasarkan kompilasi penilaian baik dari Provinsi Jawa Barat ataupun dari Kota Bogor.

Di lokasi terpisah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan bahwa proses seleksi Sekda melalui Manajemen Talenta merupakan proses panjang pengembangan Sistem Merit di Kota Bogor.

Hal ini, lanjut Herry, bisa dilakukan karena sistem Merit Kota Bogor sudah mendapat predikat sangat baik.

“Para kandidat merupakan Calon Suksesi yang memiliki kompetensi dan kinerja tinggi sebagaimana data pada Manajemen Talenta,” ungkap Herry dari keterangan tertulis yang diterima, Kamis (12/6/2025).

Proses seleksi Sekda Kota Bogor ini juga sudah memenuhi standar, mulai dari asesmen metode kompleks yang mengukur kemampuan teknis, manajerial, dan sosial-kultural, sampai dengan proses penulisan makalah dan wawancara oleh Pansel.

“Komposisi Pansel yang diketuai oleh wakil wali kota juga sudah memenuhi persyaratan yang terdiri dari profesional/akademisi, Assesor Utama, maupun Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Sehingga hasil dari proses ini sudah memenuhi asas Akuntabilitas, Transparansi, dan Keadilan,” tandasnya.

Berikut rekam jejak jabatan ketiga calon Sekda Kota Bogor

H Eko Prabowo, AP., M.Si.

  • Lurah Menteng 1998
  • Lurah Situ Gede 2003
  • Kasubag Agama 2006
  • Kabag Sosial 2008
  • Kabag Kemasyarakatan 2009 s/d 2011
  • Kabag Keuangan 2011
  • Inspektur 2012
  • Inspektur Kota Bogor 2012
  • Kepala Dinas KUKM 2016
  • Plt Kasatpol PP 2014
  • Kasatpol PP 2014
  • Kepala Dispora 2017
  • Kepala Dishub 2020 s/d 2022
  • Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat 2023

H Denny Mulyadi S.E

  • Kasubag TU PIMP Bagian Umum 2001
  • Kasubag TU PIMP Bagian RT 2002
  • Kasubag Bina Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan 2002
  • Kasi Bina Usaha Perdagangan Disperindagkop 2005
  • Kasi Penanaman Modal Disperindagkop 2005
  • Kasi Penyusunan Program, Pengembangan, Analisa dan Evaluasi 2005
  • Kabid Pendapatan Asli Daerah 2007
  • Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah 2009
  • Kepala Dinas Pendapatan Daerah 2011
  • Kabag Pengendalian Program 2011
  • Kepala Dinas Pendapatan Daerah 2011
  • Kepala BPPTPM 2014
  • Kepala DPMPTSP 2017
  • Kepala BKAD 2020 sampai dengan sekarang

dr Sri Nowo Retno

  • Kasubsi Kesehatan Khusus dan Farmasi 1999
  • Kepala UPTD Puskesmas Metro 2001
  • Kepala Seksi Pencegahan dan Farmasi 2003
  • Kepala Seksi Pelayanan Dasar 2004
  • Kepala UPTD Puskesmas Bogor Timur 2008
  • Kepala Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan 2009
  • Ka. Subsi Rumah Sakit 2010
  • Kepala Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan Dinkes 2011
  • Kepala Bidang Penunjang Medik RSUD Kota Bogor 2014
  • Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor 2017
  • Sekretaris Dinkes Kota Bogor 2020
  • Kepala Dinkes Kota Bogor 2020 sampai dengan sekarang.

** Fredy Kristianto

Akhir Pekan Ini, Bakal Sekda Kota Bogor Diwawancara

jurnalinspirasi.co.id -;Proses pemilihan bakal Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor kini telah memasuki tahap akhir.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa tahapan seleksi telah dilakukan secara objektif oleh dua tim kepanitiaan, masing-masing di tingkat Kota Bogor dan di Provinsi Jawa Barat.

“Untuk asesment sekda sudah dilakukan di dua tim kepanitiaan. Yang pertama di Kota Bogor, yang kedua di Jawa Barat, di provinsi. Kami akan menerima kira-kira nama-nama yang memang memenuhi persyaratan untuk diajukan, diusulkan menjadi sekda Kota Bogor,” ujar Dedie saat ditemui wartawan, Rabu (11/6).

Kendati demikian, Dedie mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja kandidat yang masuk ke dalam tiga besar calon sekda.

Namun, ia telah menjadwalkan proses wawancara akhir pada akhir pekan ini.

“Saya sampai dengan hari ini belum tahu, karena ada tim asesmen. Tetapi saya sudah menjadwalkan, kalau tidak salah, hari Jumat atau Sabtu nanti ada wawancara dari 7, nanti ada 3 besar. Dan saya belum tahu siapa-siapa saja, tinggal nanti besok atau lusa saya akan lihat, dan nanti saya akan laksanakan wawancara,” jelasnya.

Menurut Dedie, seluruh proses seleksi sejauh ini berlangsung secara transparan dan objektif, dengan mengacu pada berbagai indikator penilaian.

“Jadi semuanya saya pikir sudah cukup objektif, dan itu merujuk kepada berbagai pertimbangan-pertimbangan. Nanti akan saya coba analisis lebih dalam, kemudian tentu akan diputuskan siapa kira-kira yang terbaik,” katanya.

Lebih lanjut, Dedie mengaku bahwa belum menerima daftar resmi tiga besar dari panitia seleksi.

“Saya belum terima sekarang. Ya tentu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, saya melihat juga kan dari hasil penilaian, kan ada banyak poin-poin penilaian, tentu itu akan jadi pertimbangan buat saya,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Ranmor Lintas Wilayah Didor Polisi

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Bogor Kota mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang selama ini meresahkan warga.

Sebanyak tiga tersangka berhasil diamankan dalam operasi tersebut. Bahkan, satu di antaranya dihadiahi timah panas lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi mengatakan, satu dari tiga pelaku yang diringkus, terpaksa harus menerima timah panas dari petugas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap.

Ketiga tersangka yang diamankan yakni berinisial AM di wilayah Sindangbarang, AA di Bogor Selatan, dan AS di Provinsi Banten.

“Para pelaku merupakan bagian dari sindikat curanmor yang telah beraksi di lebih dari 50 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, bahkan hingga ke Jakarta,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/6/2025).

Ia menerangkan, kasus ini juga mengungkap pola kerja para pelaku. Mereka beraksi secara berkelompok dengan membagi peran sebagai pemantau dan eksekutor (pemetik).

Menurut dia, aksi para pelaku dilakukan secara sistematis pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB. Target utama adalah sepeda motor yang terparkir di halaman rumah atau area permukiman terbuka.

“Pelaku merusak kunci kontak kendaraan menggunakan kunci palsu atau kunci leter T yang telah dipersiapkan sebelumnya,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif kejahatan ini diketahui untuk mendukung gaya hidup (life style) para pelaku. Sasaran utama mereka adalah kendaraan bermotor yang diparkir tanpa pengamanan tambahan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya berbagai jenis kunci motor, kunci letter T, dan 53 kendaraan roda dua.

Kini, ketiganya ditahan di Polresta Bogor Kota dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu, AKP Aji Riznaldi Nugroho menyerahkan satu unit kendaraan bermotor kepada salah seorang korban yang telah kehilangan motornya selama delapan bulan.

Motor tersebut sebelumnya dicuri di rumah korban yang beralamat di Jalan Jambu Diva, Cilebut, Bogor, Jawa Barat.

“Alhamdulillah motor ditemukan dan pelaku ditangkap oleh polisi. Awalnya saya dihubungi oleh pihak Polresta Bogor Kota, tapi saya enggak angkat karena nomornya tidak dikenal,” ujar Maya, korban pencurian.

Kata dia, motornya hilang pada September 2024 lalu saat terparkir di teras rumah.

Ia memperkirakan kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. “Begitu saya keluar lihat ke teras, motor sudah nggak ada,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Relokasi Pedagang Pasar Bogor Dilakukan Bertahap

jurnal inspirasi.co.id – relokasi pedagang Pasar Bogor resmi dimulai secara bertahap. Para pedagang kini mulai dipindahkan ke dua lokasi berbeda sesuai dengan jenis dagangan.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ), Jenal Abidin, mengatakan bahwa proses ini merupakan bagian dari penataan wilayah di pusat kota.

“Intinya kita bertahap lah, kita bertahap memindahkan, merelokasi para pedagang Pasar Bogor ke dua pasar. Produk basahnya ke Jambu Dua, produk keringnya masuk ke Pasar Sukasari,” ujar Jenal Abidin kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut dia, sejauh ini antusiasme pedagang cukup tinggi. Seperti di Pasar Jambu Dua, tercatat sudah sekitar 180 pedagang dari Pasar Bogor yang melakukan pemesanan tempat, bahkan sebagian sudah memberikan uang muka (DP) untuk kios dan los yang tersedia.

“Sementara untuk di Sukasari, informasi terakhir per hari ini sudah ada 120 pedagang yang masuk. Jadi kita coba berjalan,” tambahnya.

Jenal menjelaskan, relokasi sempat tertunda karena pertimbangan koordinasi dan menjaga kondusivitas. Namun ia berharap dalam waktu sebulan ke depan proses pemindahan bisa berlangsung lancar.

“Mudah-mudahan sebulan ke depan ini sudah mulai. Kami dari Perumda Pasar pun membuka ruang bagi para pedagang untuk berkomunikasi dengan kami. Apa yang diusulkan pedagang akan jadi salah satu pertimbangan kami dan juga pimpinan, untuk menentukan fungsi baru dari Pasar Bogor nantinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Jenal, relokasi ini merupakan bagian dari upaya besar menata kawasan Pasar Bogor, Plaza Bogor, dan wilayah Suryakancana agar menjadi lebih tertib dan nyaman.

“Dalam rangka proses penataan wilayah di Kota Bogor, terutama di wilayah Pasar Bogor. Jadi nanti tidak ada lagi pasar kumuh. Sebagian lokasi Pasar Bogor akan kita jadikan pasar bersih, pusat oleh-oleh terbesar di Bogor, atau pasar tematik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sesuai hasil kajian HBU (Highest and Best Use), kawasan Pasar Bogor dinilai ideal untuk dikembangkan menjadi area multifungsi.

“Pasar Bogor cocok untuk menjadi empat tempat: parkir, convention hall, pasar tematik, dan hotel. Satu lagi, untuk pasar bersih. Jadi nanti ketika terminal dibangun, semuanya bisa terintegrasi. Nuansanya juga akan berbeda. Kita tidak menghilangkan fungsi, tapi justru menguatkan dan menata ulang,” katanya.

** Ferdy Kristianto

Dewan Ingatkan Wali Kota tak Sembarang Pilih Sekda

jurnalinspirasi.co.id – Rangkaian proses seleksi bakal Sekretaris Daerah (Sekda) sedang ditempuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Diketahui, terdapat tujuh nama yang mengikuti proses tersebut. Yakni, Kepala Dinas Kesehatan, Sri Nowo Retno, Aspemkesra, Eko Prabowo, Kepala BKAD, Deni Mulyadi, Kepala Dispora, Taufik Hidayat, Kepala Disperumkim, Juniarti Estiningsih, Asisten Administrasi Umum, Rakhmawati, dan Pj Sekda, Hanafi.

Anggota Fraksi Aswaja DPRD Kota Bogor, Jatirin menyebut bahwa sekda haruslah sosok yang mampu menerjemahkan visi misi kepala daerah, dan membuat terobosan baru untuk membangun daerah dan menciptakan good governance.

“Harus bisa memberikan support terhadap OPD agar dapat menghilangkan ego sektoral,” ujar Jatirin, Selasa (10/6/2025).

Selain itu, kata dia, kepala daerah harus bisa memilih sosok bakal sekda yang memiliki kapasitas dan kapabilitas.

“Jangan memilih orang berdasarkan kedekatan. Harus punya kapasitas dan kapabilitas, serta track record yang baik. Intinya jangan sembarang memilih sekda,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, kata Jatirin, sekda nantinya harus bisa mendorong OPD yang berhubungan dengan PAD agar bisa memaksimalkan pendapatan.

“PAD bukan lagi target tapi lebih kepada potensi. Mesti inovatif jangan sampai pengulangan kegiatan setiap tahun. Misalnya membuat kajian RTLH berapa yang dibutuhkan Kota Bogor per tahun dan kemampuan anggaran. Sehingga kalau dirasa nggak mampu bisa mencari solusi anggaran,” tutur dia.

Atau dengan kata lain, sambungnya, sekda harus bisa meningkatkan kinerja OPD. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi keluhan tidak ada anggaran.

“Sekda juga mesti mampu menjembatani kepentingan kepala daerah. Harus fleksibel,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Siapakah Sekda ‘Selera’ Dedie?

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan serangkaian proses bakal Sekretaris Daerah (Sekda) baru yang definitif.

Proses menuju pengangkatan Sekda ini merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.

Dalam regulasi tersebut merupakan perubahan atau revisi dari aturan yang lama, Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Pemerintah.

Kemudian, acuan regulasi pusat yang baru itu di-breakdown kembali dalam Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 800/Kep.525–BKPSDM/2023 tentang Penetapan Pemetaan Talenta dan Kelompok Rencana Suksesi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bogor.

Serta Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor800/Kep.160 – BKPSDM/2025 tentang Tahapan Penetapan Rencana Suksesi Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Sekretaris Daerah.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (JM) mengatakan bahwa ada perbedaan pencalonan sekda di tahun ini. Dimana semua calon dipilih atas identifikasi dan manajemen talenta yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor.

Dari hasil pemetaan, pembinaan, dan pengembangan pegawai tersebut ditunjuklah tujuh orang sebagai kandidat calon suksesor atau sekda.

JM menjelaskan, ketujuh calon yang menduduki Kotak 9 ASN dan telah memenuhi persyaratan itu dilakukan pemetaan dan penilaian rekam jejak dengan sejumlah komponen.

Seperti Nilai Talenta 30 persen, Pengelolaan Anggaran 30 persen, Masa Jabatan dalam JPT (eselon II) 15 persen, Nilai Reformasi Birokrasi (RB) Perangkat Daerah 15 persen, dan Riwayat Jabatan dalam JPT (eselon II) 10 persen.

“Tujuh orang ini memenuhi syarat usia dan telah memiliki sertifikat kelulusan PKN/Diklat PIM II. Serta memenuhi lima indikator atau komponen tersebut dengan nilai di atas 80,” ujar JM, Senin (9/6/2025).

Sebagai informasi, ketujuh nama tersebut ialah Kepala Dinas Kesehatan, Sri Nowo Retno, Aspemkesra, Eko Prabowo, Kepala BKAD, Deni Mulyadi, Kepala Dispora, Taufik Hidayat, Kepala Disperumkim, Juniarti Estiningsih, Asisten Administrasi Umum, Rakhmawati, dan Pj Sekda, Hanafi.

kata dia, ketujuh nama tersebut mengikuti uji kompetensi manajerial dan sosiokultural pada assessment center BKD Provinsi Jawa Barat pada pertengahan Mei lalu.

Usai itu, ada pula uji kompetensi teknis yang terdiri dari dua tahapan, yakni seleksi penulisan makalah serta pemaparan dan wawancara.

Penulisan makalah dilakukan secara lansung dan dihadiri seluruh anggota Tim Penilai Kelompok Suksesor atau panitia seleksi (pansel).

Hasil proses seleksi penulisan makalah serta pemaparan dan wawancara selesai serta assesment provinsi yang dilakukan, akan menghasilkan tiga nama suksesor terbaik.

“Tiga nama calon suksesor tersebut kemudian dilaporkan kepada pak wali dan nanti akan dilaporkan hasil pelaksanaan seleksi tersebut kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memberikan rekomendasi terkait dengan penilaian seleksi Sekda dan Wali Kota Bogor akan memilih satu nama calon suksesor untuk diangkat menjadi Sekda Kota Bogor.

“Setelah itu, Pak Wali mengajukan rekomendasi untuk dilaksanakan pengangkatan dan pelantikan Sekda Kota Bogor kepada provinsi dan Kementerian Dalam Negeri,” ucap JM.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat sudah ada tiga nama terbaik untuk dilaporkan kepada Wali Kota Bogor.

“Tim Penilai Kelompok Suksesor (pansel) semua objektif dan bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Dan Insyaallah dalam minggu ini sudah ada tiga nama terbaik untuk kemudian dilaporkan kepada wali kota,” tandasnya.**

Fredy Kristianto