28.2 C
Bogor
Thursday, March 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1656

TPT Ambruk, Pemborong Kabur dan PUPR Bungkam

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Ambruknya TPT di Kampung Parung, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri yang dikerjakan oleh CV. Karya Cipta Mandiri dengan anggaran Rp 619.560.000 diduga terjadi kesalahan kontruksi. Kualitas penyedia jasa pun dipertanyakan. Pasalnya, baru 3 bulan selesai TPT tersebut sudah ambruk dengan ditambah lagi penyedia jasa masih meninggalkan utang kepada toko material setempat dengan jumlah yang cukup besar.

Kepala Desa Bojong Kulur Firman menyayangkan adanya kondisi seperti itu, karena menurutnya lokasi yang dibuat TPT itu bukan lokasi rawan longsor dan besar kemungkinan terjadi kesalahan kontruksi. “Saya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi, ketidakberesan dalam pembangunan TPT membuatnya ambruk,” kata dia, Selasa (10/3).

“Yang jelas masyarakat sangat dirugikan dengan kejadian ini. Saya pun sebagai Kepala Desa sudah melayangkan surat pada Dinas PUPR, namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Yang pasti kontur tanah yang dibuat TPT itu bukan merupakan wilayah yang rawan longsor, jadi besar kemungkinan disini terjadi kesalahan kontruksi,” katanya.

Menurutnya, hal yang lebih memalukan lagi yang dilakukan oleh penyedia jasa CV.Karya Cipta Mandiri masih meninggalkan utang material ke toko bangunan warga sekitar dengan jumlah yang cukup besar. “Sudah saya sampaikan kepada DPUPR, namun belum ada upaya untuk melakukan pelunasan. Oleh karena itu warga memasang spanduk agar diperhatikan  oleh Pemda Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Anggota DPRD Komisi III Achmad Fathoni yang saat itu menyambangi lokasi ambruknya TPT geleng-geleng kepala melihat kondisi lokasi tersebut. Menurutnya DPUR harus segera melakukan tindakan kepada penyedia jasa tersebut apalagi masih dalam masa pemeliharaan.

“Kami minta DPUPR untuk menahan pembayaran untuk pekerjaan ini dan meminta kontraktor untuk memperbaikinya, tapi harus dikaji juga apa penyebab longsor tersebut. Apa pekerjaan sudah sesuai spek dan gambar atau ada faktor lain, sehingga ketahuan apa penyebab ambruknya,” tandanya.

Ia melanjutkan, kalau memang ada kesalahan dalam pelaksanaan, mestinya ini jadi peringatan untuk semua pihak, baik kontraktor maupun pengawas agar kedepannya lebih hati-hati dan bekerja sesuai spek yang ada.

Nay Nur’ain

RSUD Cileungsi Tingkatkan Fasilitas Pelayanan

0

Jonggol |Jurnal Bogor

RSUD Cileungsi terus menambahkan fasilitas demi kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain selalu menjaga lingkungan tetap bersih, juga tingkat pelayanan dengan memenuhi standar semua fasilitas kesehatan dan dokter spesialis. Direktur Utama RSUD Cileungsi Wiwik Wahyuni mengatakan, pihaknya akan mendongkrak pelayanan dan menambah fasilitas agar masyarakat merasa nyaman dan bisa dilakukan pengobatan di satu tempat yaitu RSUD Cileungsi.

“Peningkatan-peningkatan terus kami lakukan, baik dari segi pelayanan juga kesediaan fasilitas dan dokter, walaupun saat ini kami (RSUD Cileungsi-red) masih kurang untuk kesediaan tempat tidur, tapi insya Allah dalam tahun 2020 ini kita ada penambahan untuk tempat tidur hampir 80 unit. Jadi total tempat tidur yang akan kita miliki sekitar 210 unit,” Kata Wiwik kepada Jurnal Bogor di ruangannya, Selasa (10/3).

Dirinya menambahkan, masyarakat saat ini bisa melihat kondisi RSUD yang sekarang bukan sekedar mendengar cerita-cerita tentang kondisi RSUD yang terdahulu. Fasilitas dan keberadaan dokter spesialis yang ada di RSUD Cileungsi kini sangat lengkap dan mumpuni. “Target saya kedepan pada tahun ini ingin meningkatkan status terlebih dahulu. Saat ini status RSUD Cileungsi masih C, insya Allah tahun 2020 ini akan naik menjadi B dengan adanya penambahan fasilitas tempat tidur,” jelasnya.

“Nantinya pada tahun ini akan dilakukan DED untuk penambahan ruang rawat inap, jadi target saya tahun 2021 itu kita sudah punya tempat tidur sebanyak 400 ,itu pun sebetulnya jika kita kalkulasi kan dengan jumlah penduduk dan jumlah rumah sakit yang ada di Bogor Timur ini masih kurang.”

“Jadi saya akan upayakan peningkatan-peningkatan dalam fasilitas dan pelayanan, yang nantinya kita tidak perlu melakukan rujukan-rujukan lagi untuk pasien dan bisa dilakukan secara estafet di satu lokasi disini apalagi hampir 90% pasien di RSUD ini merupakan pengguna BPJS,” pungkas Wiwik.

Nay Nur’ain

Vila Bodong Bertebaran di Pamijahan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Bangunan bodong atau liar di kawasan pariwasata bukan hal yang aneh lagi. Minimnya pengawasan juga jadi salah satu kendala. Yang anehnya lagi para pemilik bangunan atau vila di kawasan pariwisata itu  diduga dimiliki para pejabat atau wakil rakyat yang disinyalir melanggar aturan Perda.

UPT Tata Bangunan wilayah Ciampea Wolter Romsory mengatakan, di kawasan Tanaman Nasional Gunung Salah Endah di Pamijahan itu terdapat beberapa bangunan vila milik beberapa pejabat dan wakil rakyat, baik itu di tingkat kabupaten, dan provinsi ada beberapa yang diduga  menyalahi aturan.

“Nanti saya akan cek, suruh bagian pengawas kebetulan saya disini baru jadi akan mencoba mendata kembali bangunan mana yang tak berizin di kawasan wisata baik itu milik pejabat atau masyarakat biasa tentu mereka harus mematuhi peraturan,” kata Wolter kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara Kanit Pol PP Kecamatan Pamijahan Hari Suhartono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan inventarisasi vila-vila mana yang ada di wilayah Pamijahan karena ada dua yang di Lokapurna dan ada yang Taman Nasional. “Untuk mana yang menyalahi aturan perizinan bangunan itu kewenangannya ada di UPT Tata Bangunan. Dan apabila Tata Bangunan butuh pendampingan kami (Pol PP ) siap untuk melakukan penertiban bagi bangunan yang memang menyalahi aturan,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Cegah Banjir, Warga dan Pemdes Telukpinang Normalisasi Saluran

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Mengantisipasi banjir yang kerap terjadi akibat meluapnya saluran air, puluhan warga Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, bergotongroyong membersihkan saluran tersebut. Kegiatan membersihkan sampah dan sedimentasi di saluran pembuangan itu di mulai pukul 7.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Pantauan di lokasi, bukan hanya laki-laki saja yang turun ke saluran membersihkan sampah dan sedimentasi, tetapi ibu-ibu yang terdiri dari para kader PKK dan Posyandu pun ikut membersihkan saluran air tersebut.

Kepala Desa Telukpinang, Ahmad Rifai mengatakan, kegiatan membersihkan sampah dan sedimentasi ini dilakukan, untuk mencegah terjadinya banjir akibat luapan dari saluran pembuangan ke pemukiman warga yang ada di RT 04/02.

 “Jadi kami di Pemerintah Desa Telukpinang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turun dan bergotongroyong,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kegiatan di Kampung Telukpinang RT 03/03, Selasa (10/3).

Kades Telukpinang yang biasa disapa Ade Tahu menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan bebersih saluran ini, pihaknya dibantu para petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III. “Kami juga minta bantuan petugas irigasi untuk kegiatan normalisasi saluran pembuangan ini dengan melakukan pengerukan,” paparnya.

Pengusaha tahu yang dipercaya memimpin Desa Telukpinang ini menyatakan, pihaknya akan membenahi saluran pembuangan agar tertata lebih baik dan terlihat indah.  “Jadi kami akan sulap saluran pembuangan ini menjadi nyaman dan rapi,” imbuh Ade Tahu.

Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III, Eka Sukarna menjelaskan, aksi bersih-bersih dan normalisasi saluran pembuangan Telukpinang ini, dilaksanakan secara spontanitas antara warga dan pihak Pemdes Telukpinang. Adapun kegiatan yang dilakukan warga beserta pihak Pemdes Telukpinang, sambung Eka, panjangnya mencapai 50-55 hektometer.

“Kami bantu pengadaan karung sebanyak 200 kantong. Karung-karung bantuan dari dinas itu untuk memasukan sampah yang ada di sepanjang saluran pembuangan air,” jelasnya.

Sementara, Lusiana (29), warga Kampung Telukpinang RT 04/02 mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemdes Telukpinang dan para petugas UPT Infrastruktur Irigasi tersebut. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan normalisasi, perkampungan kami tidak lagi kebanjiran saat hujan akibat luapan air di saluran ini,” tukas wanita berparas manis itu. Dede Suhendar

PT. Tirta Fresindo Jaya Cimande Sedot Tenaga Kerja Lokal

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Mayora grup memastikan keberadaan seluruh anak perusahaan harus berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Mulai dari rutin menggelar bakti sosial. Upaya pelestarian lingkungan. Hingga keberadaan pabrik dan anak perusahaan harus bisa menjadi lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Salah satunya di PT. Tirta Fresindo Jaya Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor ini. Keberadaan kami juga harus bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” ujar Industri Relation General Affair (IRGA), PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ), Woko Wahtoto dalam rilis yang diterima Jurnal Bogor, Selasa (10/3).

Woko memaparkan, sejak awal berdiri, PT. Tirta Fresindo Jaya telah menciptakan lapangan kerja untuk area sekitar Cimande sebanyak 400-an orang. Bahkan beberapa tahun terakhir berkembang menjadi 500-an orang. “Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” paparnya.

Sejak 2015 silam, perusahaan telah membuka lapangan kerja untuk 983 orang. Sebanyak  44,15 persen dari Kecamatan Caringin. Angka itu terus meningkat setiap tahunnya dan kini berada di angka 63,38 persen tenaga kerja dari warga Kecamatan Caringin.

Selain menyedot tenaga kerja, Woko memastikan agenda bakti sosial di lingkungan pabrik rutin dilaksanakan. Seperti pengobatan gratis beberapa waktu lalu di Cimande, bekerja sama dengan aparatur desa setempat. “Kita juga pastikan bantuan untuk sarana peribadatan, sumur warga maupun beragam kegiatan sosial lainnya harus berjalan secara berkala,” tukasnya.

Terlebih pada pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon. Soal ini, Woko bahkan mengajak seluruh anak buahnya untuk ikut aktif menjaga lingkungan. “Dengan begitu, keberadaan perusahaan benar-benar terasa manfaatnya bagi semua. Bagi warga dan lingkungan. Di manapun kita berada, kita harus memberi manfaat positif,” imbuhnya.

Bayu |*

Truk Hasil Curian Tabrak Warung Nasi di Jasinga

0

Jasinga | Jurnal Inspirasi

Sebuah mobil  truk bernomor Polisi B 9246 FYP yang diduga hasil curian  menabrak  warung nasi  di Jalan Raya Jasinga Simpang Curug, Desa Curug, Kecamatan Jasinga, Selasa (10/3) pagi pukul 04.00. Mobil berwana kuning itu menurut pemilik warung nasi, Nanang (45) melaju dari arah Rangkas menuju Bogor.

“Kaget saya baru siap -siap sama istri saya untuk membuka warung.  Warung saya udah rusak, sopir udah gak ada,’ kata Nanang kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara Kapolsek Jasinga, AKP Lukito Sadoto membenarkan ikhwal kecelakan tunggal yang melibatkan mobil truk yang diduga hasil curian. Menurut Kapolsek setelah anggota Reskrim melakukan cek ke TKP pengendara tidak ada dan kunci kontak sudah rusak seperti dibobol.

“Tidak ada korban jiwa sementara hasil pemeriksaan disinyalir mobil itu hasil curian kita masih melakukan pendalaman untuk mengejar supir yang kabur. Dan mobil sudah kita amankan di Mako Polsek Jasinga,”pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Kemensos Percepat Penurunan Angka Kemiskinan di Jabar

0

Cianjur | Jurnal Inspirasi

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia termasuk propinsi Jawa Barat. Untuk itu, Menteri Sosial Juliari P Batubara menjelaskan berbagai stimulus diberikan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan tersebut termasuk memberikan bantuan Program Sembako sebesar Rp.1.287.983.150.000 untuk 2.550.001 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Propinsi Jawa Barat.

“Pemerintah telah bertekad agar jumlah penduduk miskin di Indonesia terus berkurang. Bantuan ini merupakah salah satu stimulus untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat,” kata Mensos saat meluncurkan Program Sembako di Cianjur dalam rilis yang diterima Jurnal Bogor, Selasa (10/3).

Data Badan Pusat Statistik mencatat persentase penduduk miskin kembali menurun keangka 9,22% dibulan September 2019 dari sebelumnya 9,41% dibulan Maret 2019. Jika dilihat dari jumlah maka sudah sekitar 360 ribu orang keluar dari jerat kemiskinan dari Maret 2019 ke September 2019.

BPS juga mencatat tingkat kemiskinan di Jawa Barat pada September 2019 sebesar 6,82 persen, berarti terjadi penurunan kembali persentase kemiskinan sebesar 0,09 poin persen dibandingkan posisi Maret 2019 sebesar 6,91 persen.

Berdasarkan jumlah, penduduk miskin pada September 2019 sebesar 3,38 juta orang, mengalami pengurangan mencapai 23,27 ribu orang dibandingkan pada posisi Maret 2019. Atau, selama satu tahun pada periode September 2018-September 2019 penduduk miskin di Jawa Barat turun cukup signifikan mencapai 163,51 ribu orang.

Menurut Mensos hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan kemiskinan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah yang salah satunya adalah Program Sembako dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama bekerja guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” kata mantan ketua Ikatan Motor Besar Indonesia 2 periode tersebut.

Mensos menambahkan program sembako ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang lebih bergizi seimbang dan secara umum Program Sembako ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran mayarakat miskin agar dapat keluar dari garis kemiskinan termasuk kabupaten Cianjur.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama mengatakan Bantuan sosial yang diserahkan dari Kementerian Sosial RI untuk kabupaten Cianjur tahun 2020 sebesar Rp.206.436.875.000. Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Program Keluarga Harapan Reguler sebesar Rp.  101.165.275.000 untuk 129.842 KPM dan Bantuan Program Sembako sebesar Rp.105.271.600.000 untuk 209.612 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di periode Januari, Februari dan Maret 2020.

Disamping itu, kabupaten Cianjur juga mendapatkan bantuan bantuan sosial reguler sebesar Rp.3.150.000.000 tahun 2020. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan Kube untuk 80 Kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 800 KPM senilai Rp.1.600.000.000. Bantuan renovasi rumah untuk 100 Unit RS-Rutilahu senilai Rp.1.500.000.000. Bantuan perbaikan sarana lingkungan 1 Lokasi senilai Rp.50.000.000.

“Penyaluran Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cianjur dilaksanakan melalui kerjasama antara Kementerian Sosial Ditjen Penanganan Fakir Miskin dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta para Tim Koordinasi (TIKOR) di Kabupaten Cianjur,” kata Asep.

Antisipasi Covid-19

Terhitung mulai bulan Maret 2020 ini, Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menambahkan nilai bantuan sosial (bansos) pangan sebesar Rp50.000 per KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Menteri Sosial Juliari P. Batubara meminta kepada KPM Program Sembako, agar segera memberlanjakan uang tersebut, agar dapat menggerakkan perekonomian.

“Mulai bulan Maret ini, kami sudah menambahkan indeks Program Sembako sebesar Rp50.000 per KPM. Dengan demikian, dari semula indeks Program Sembako Rp150.000/KPM/bulan menjadi Rp200.000/KPM/bulan. Saya mohon kepada KPM untuk segera membelanjakan tambahan dana ini, agar menggerakkan perekonomian,” kata Mensos.

Mensos menyatakan, kenaikan nilai bansos per Maret 2020 ini sebagai bagian dari instrumen fiskal untuk ikut mengatasi dampak penyebaran virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian Indonesia.

Pemerintan menyiapkan instrumen fiskal senilai Rp10 triliun, dimana Kementerian Sosial dapat Rp4,56 triliun. Tambahan sembako Rp50.000 ditambakan ke rekening 15,2 juta KPM Program Sembako selama enam bulan ke depan, atau sampai bulan Agustus 2020.

Kebijakan ini ditempuh, kata Mensos Juliari, karena diperkirakan dampak dari penyakit yang disebabkan virus corona itu cukup serius, yakni dikhawatirkan menimbulkan perlambatan perekonomian Indonesia.

Tentu saja, hal ini perlu diantisipasi, agar tingkat konsumsi masyarakat, termasuk KPM penerima bansos, terjaga.

“Ini crash programme , yakni merupakan respon pemerintah untuk menjaga konsumsi di lapisan terbawah agar tidak terganggu oleh perlambatan ekonomi,” kata Mensos Juliari.

Handy Mehonk |*

Setop Blunder Lagi!

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan yang dibatalkan Mahkamah Agung (MA) karena masyarakat melakukan Judicial Review (hak uji materil) harus menjadi pelajaran berharga bagi Presiden Joko Widodo agar tidak sembarangan membuat kebijakan. Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan memang tidak tepat dilakukan oleh pemerintah. Ini lantaran daya beli masyarakat sedang sulit.
“Memang harusnya kenaikan iuran BPJS (Kesehatan) tidak dilakukan di saat daya beli masyarakat sedang tertekan,” ucap Bhima Yudistira, Selasa (10/3).
Dengan adanya penolakan dari MA tersebut kata Bhima, Presiden Jokowi diharapkan untuk tidak lagi sembarangan mengeluarkan kebijakan. Apalagi kebijakan yang mencekik rakyat sehingga mendatangkan gelombang penolakan. “Ini jadi isyarat bahwa pemerintah kalau mau buat kebijakan hati-hati. Jangan blunder ke ekonomi yang sedang kena corona,” tegasnya.
Bhima menambahkan, Presiden Jokowi harus mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan defisit BPJS Kesehatan tanpa membebani rakyat Indonesia. Caranya, kata Bhima, Presiden Jokowi harus membenahi data Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang hingga saat ini belum sinkron.

“Di sisi yang lain perlu dicari jalan keluar terkait masalah defisit BPJS (Kesehatan) tanpa membebani peserta. Kan soal kepatuhan pembayaran masih rendah, kemudian data PBI yang belum sinkron. Itu dulu yang dioptimalkan sebelum mau naikan iuran,” pungkasnya.

Asep Saepudin Sayyev |*

Gempa Sukabumi Terasa ke Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Gempa mengguncang wilayah Sukabumi pada Selasa sore, 10 Maret 2020. Getarannya dilaporkan sampai ke Bogor dan Jakarta. Dikutip dari akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG, gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 5,0, dan terjadi pada pukul 17:18:05 WIB. BMKG kemudian memutakhirkan informasi menjadi M 4,9. Gempa terjadi akibat aktivitas sesar lokal.

Episenter gempa terletak pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 Km arah timur laut Pelabuhan Ratu, Sukabumi dengan kedalaman 10 Km.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault),” kata Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana.

Asep Saepudin Sayyev |*

Bayar Utang Jiwasraya, Citos Dijual Rp3 Triliun

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjamin pembayaran tunggakan polis jatuh tempo para nasabah PT Asuransi Jiwasraya akan mulai dilakukan pada Maret 2020, setelah direstui oleh DPR. Salah satu skema yang akan ditempuh adalah dengan memanfaatkan dana dari penjualan aset perusahaan itu.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Jiwasraya memiliki sejumlah aset yang bisa dimanfaatkan sebagai dana segar untuk membayar polis jatuh tempo tersebut. Terutama, kantor-kantor yang dimilikinya hingga Cilandak Town Square atau biasa disebut Citos.

“Kantor-kantor, Citos dijual juga, tapi kalau Citos mungkin dijual ke pihak swasta kali ya, atau pihak mana yang mau. Karena Citos ini aset yang cukup bagus,” kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Namun, lanjut dia, jika menggunakan skema tersebut tentu prosesnya akan memakan waktu yang lama. Apalagi, aset-aset tertentu nantinya hanya akan dijual kepada sub-holding perusahaan asuransi yang rencananya juga akan dalam waktu dekat akan dibentuk.

“Nanti bisa dibeli oleh sub holding, sehingga uang cash-nya bisa dapat langsung. Kalau enggak nanti kan lama, proses penjualan aset bisa lama. Sekarang kan jual bangunan bisa setahun dua tahun baru laku, apalagi harganya jangan sampai enggak optimal,” tuturnya.

Arya mengaku, pemerintah sudah mulai melakukan penawaran beberapa aset tersebut dan peminatnya cukup banyak. Meski begitu, dia belum bisa merincikan besaran potensi dana yang akan terkumpul melalui skema tersebut.

“Sudah mulai ditawarkan, tapi saya belum tahu pihak mana yang mau. Tapi cukup banyak yang minat. (Citos) ada kemarin yang bilang Rp2–3 triliun,” tegasnya.

Asep Saepudin Sayyev |*