29.7 C
Bogor
Monday, July 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 164

Telkom Priangan Barat Resmikan Ruang Belajar di Ponpes Mazro’atul Ulum Cianjur

0

Sebagai wujud komitmen terhadap kemajuan pendidikan, Telkom Indonesia melalui Telkom Priangan Barat meresmikan ruang belajar baru di Pondok Pesantren Mazro’atul Ulum Citiis, Desa Pagelaran, Cianjur. Bantuan pembangunan ini merupakan bagian dari program Telkom Peduli, di bawah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sebagai bentuk nyata kontribusi Telkom terhadap peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Peresmian dilakukan oleh GM Witel Priangan Barat Dode Suparman, yang hadir bersama dengan Manager SSGS Wahyu Listyaningrum, HOTD Cianjur Setya Wibawa, Off 1 TJSL Indah Yani, serta tim Ranger SRC, Yuda dan Liliek.

Dari pihak pondok pesantren, turut hadir KH. Asep Ismail, S.Pd selaku Ketua Yayasan, KH. Tatang Nurjaman, S.Ag sebagai Sekretaris Yayasan, KH. Zaenal Muttaqin sebagai Ketua Bidang Kepesantrenan, beserta para guru dan santri yang menyambut hangat peresmian tersebut.

Dalam sambutannya, GM Witel Priangan Barat Dode Suparman menyampaikan bahwa pembangunan ruang belajar ini merupakan langkah awal dari kolaborasi jangka panjang yang ingin dibangun bersama lembaga pendidikan berbasis pesantren. “Melalui program Telkom Peduli, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung terciptanya generasi yang cerdas dan siap bersaing di era digital. Ke depan, kami juga membuka peluang magang dan kerja sama lain yang bisa menunjang pengembangan potensi para pelajar”.

Sementara itu, KH. Asep Ismail menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Telkom Indonesia yang dinilai sangat membantu dalam pengembangan fasilitas pendidikan di pesantren. Ia menjelaskan bahwa Mazro’atul Ulum awalnya hanya berfokus pada pendidikan kitab kuning (salafiyah), namun kini mulai membuka jalur pendidikan umum. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Telkom Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata. Ini akan menjadi bagian dari ikhtiar kami dalam mencerdaskan anak bangsa”.

Dengan diresmikannya ruang belajar baru ini, proses belajar-mengajar di Pondok Pesantren Mazro’atul Ulum diharapkan semakin optimal, mendukung santri untuk berkembang dalam ilmu agama sekaligus pengetahuan umum.

Royal Safari Garden Tawarkan Promo Kemerdekaan

0

jurnalinspirasi.co.id – Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Royal Safari Garden menghadirkan rangkaian Kegiatan mulai dari parade satwa dan marching band, promo spesial dan aktivitas seru bertema kebersamaan dan kemeriahan khas 17-an.
Hotel tematik satwa ini mengajak para tamu untuk merayakan momen istimewa ini dengan penuh semangat dan kegembiraan di tengah suasana alam yang asri.
Selama bulan Agustus, tamu bisa menikmati berbagai penawaran menarik, seperti diskon hingga 17 persen untuk makanan dan minuman di beberapa outlet restoran seperti De’savana, Sky Garden, dan Kanoopi Coffee & Eatery. Tamu yang berulang tahun di bulan Agustus juga berhak mendapatkan diskon kamar 17 persen, voucher F&B 20 persen, tiket archery gratis, serta merchandise eksklusif.
Tidak hanya itu, pengunjung bernama “Agus” akan memperoleh diskon 10 persen tanpa minimal transaksi dan free lemon tea di Kanoopi Coffee & Eatery. Tamu yang berulang tahun tepat di tanggal 17 Agustus dan melakukan check-in pada hari yang sama akan mendapatkan kejutan istimewa berupa dekorasi kamar ulang tahun, kue ulang tahun, serta tiket rekreasi dan hadiah lainnya.
Selama tanggal 16 dan 17 Agustus, ada juga kegiatan seru seperti kompetisi makan Giant Pizza saat dinner all you can eat dinner di D’Savanna Restaurant serta Junior Chef Competition di kanoop, lomba membuat pizza untuk anak-anak.
Perayaan kemerdekaan semakin meriah dengan diadakannya berbagai lomba tradisional khas 17-an yang dapat diikuti oleh seluruh keluarga. Mulai dari lomba makan kerupuk, balap karung GP, estafet sarung, joget kertas, hingga lomba tiup gelas plastik dan balap bakiak. Tidak kalah unik, tamu juga dapat mengikuti lomba bersama satwa, seperti mewarnai gambar jerapah langsung di depan jerapah, grooming anjing dan mewarnai gambar anjing, lomba tebak menu kesukaan gajah.
Dengan menggabungkan nilai-nilai edukasi, konservasi, dan hiburan, Royal Safari Garden ingin menghadirkan pengalaman liburan penuh makna yang sekaligus menanamkan semangat kebangsaan. Tepat pada 17 Agustus Royal Safari Garden juga mengadakan upacara bendera serta parade meriah dari marching band dan berbagai satwa
Royal Safari Garden mengajak seluruh tamu untuk ikut meriahkan perayaan kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan, edukatif, dan penuh warna. Mari rayakan Hari Merdeka bersama satwa, alam, dan keluarga tercinta!

“Momentum 17 Agustus adalah saat yang tepat untuk merayakan kebersamaan, mengenang perjuangan, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Di Royal Safari Garden, kami ingin menciptakan pengalaman yang berkesan bagi seluruh tamu, baik yang menginap maupun hanya berkunjung,” jelas Hotel Manager Royal Safari Garden, Dody Saputro.
** Fredy Kristianto

Warga Katulampa RW 10,Protes Penyerobotan dan Penutupan Jalan Umum oleh Oknum Pengusaha

0

jurnalinspirasi.co.id – Bulan Agustus 2025, yang seharusnya diwarnai sukacita Kemerdekaan, Justeru tidak bisa dirasakan oleh Warga RW 10 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor.

Warga Kelurahan Katulampa kedaulatannya dirusak oleh oknum pengusaha yg dilindungi oknum aparat.

Hal Tersebut karena terjadinya penutupan Akses Jalan yang sudah puluhan tahun digunakan oleh Warga, kini diserobot dan ditutup oleh Salah satu Pengusaha di Kota Bogor.

Penutupan jalan tersebut sontak membuat warga marah dan kecewa, karena Jalan yang berada di samping Sekolah Alam Ibnu Hajar tersebut sudah mereka gunakan selama puluhan tahun.

Sugiyono Ketua RW 10 Kelurahan Katulampa bersama warga RW 10, dengan sopan dan santun mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan dengan menyampaikan surat resmi nomor 149/006/RW10/KTL/VIII/2025 tertanggal 26 Agustus 2025 kepada Lurah Katulampa agar diberikan tanggapan serta penguatan oleh aparatur pemerintah agar tidak berpihak kepada Pengusaha yang melakukan penyerobotan tanah yang menjadi Jalan akses warga RW 10 selama ini.

Dalam surat tersebut, Pengurus RW 10 Kelurahan Katulampa menyampaikan bahwa, jalan disamping Sekolah Alam Ibnu Hajar yang memiliki Lebar satu meter tersebut adalah akses umum yang digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari. Sehingga penutupan paksa jalan tersebut menghambat lalu lintas lingkungan dan transportasi warga setempat dan selama ini digunakan sebagai jalan dari RW 10 menuju jalan utama ke akses fasilitas pendidikan, kesehatan dan transportasi umum” Ujar Sugiyono dalam surat yang disampaikan kepada Lurah Katulampa.

Kemudian, Warga juga menyayangkan bahwa penutupan jalan tersebut tanpa sosialisasi dan informasi dari Aparatur Pemerintahan.

Melalui surat tersebut, Ketua RW 10 Kelurahan Katulampa memohon kepada Lurah Katulampa agar menampung aspirasi dan keberatan warga, kemudian membuka kembali akses Jalan di samping Sekolah Alam Ibnu Hajar sebagaimana fungsinya untuk kepentingan umum serta meminta kepada Lurah Katulampa apabila terdapat alasan kuat penutupan jalan tersebut, agar disosialisasikan kepada warga, sehingga tidak dilakukan penutupan secara sepihak.

Agus, selaku Ketua LPM Kelurahan Katulampa ketika diajak warga untuk melihat langsung keadaan dilokasi, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan yang sudah puluhan tahun digunakan oleh warga RW 10 Kelurahan Katulampa. Dan beliau berjanji akan berdiskusi dengan Lurah Katulampa untuk menampung aspirasi warga.

“Sedang menyamakan persepsi dan frekuensi dengan Lurah,” bebernya.

Hasbulloh, Tokoh Masyarakat Bogor Timur, Kota Bogor memberikan perhatian khusus pada proses penutupan Jalan Tersebut.

“Seharusnya aparatur pemerintahan setempat yaitu Lurah, segera responsif terhadap persoalan warga,” ungkapnya.

“Saya mendorong pemerintah kota Bogor baik tingkat Kelurahan, Kecamatan maupun walikota Bogor, jangan abai terhadap persoalan rakyat, apalagi Terkait dengan akses Jalan,” katanya.

** Fredy Kristianto

Sudaryono: Anak Petani Desa yang Terima Bintang Kehormatan dari Istana Negara

0

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono resmi menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Pratama langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa luar biasa Wamentan Sudaryono dalam sektor pertanian nasional. Selama menjabat sebagai Wamentan, ia dinilai berhasil memperkuat program ketahanan pangan nasional, memperluas akses petani terhadap pupuk dan sarana produksi, serta mendorong berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani.

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar ini menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia memaknai penghargaan tersebut sebagai penyemangat untuk terus memajukan sektor pertanian di Indonesia.

“Saya lahir dari keluarga petani. Penghargaan ini saya persembahkan untuk para petani Indonesia yang tidak pernah berhenti bekerja keras memberi makan bangsa,” kata Wamentan Sudaryono usai menghadiri Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025) siang.

Ia menilai anugerah yang diterima sebagai semangat baru untuk melangkah lebih kokoh dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera melalui sektor pertanian.

Pria lulusan National Defence Academy (NDA) Of Japan ini juga menegaskan akan terus memperkuat kerja nyata di lapangan melalui program prioritas pangan strategis, modernisasi pertanian, hingga pengembangan petani muda.

“Ini tidak hanya penghargaan semata. Tapi pendorong bagi kami untuk terus melakukan upaya terbaik untuk mencapai swasembada pangan dan menyejahterakan petani,” pungkasnya. (Restu/BBPMKP)

Mentan Amran Terima Anugerah Bintang Mahaputra Adipurna dari Presiden Prabowo

0

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara pada Senin (25/8/2025).

Tanda kehormatan ini diberikan atas jasa luar biasa dalam bidang pertanian melalui program swasembada pangan, subsidi alat dan benih bagi petani, serta pengendalian impor strategis. Bintang Mahaputera Adipurna adalah kelas pertama dari tanda kehormatan Bintang Mahaputera. Kelas ini merupakan kelas tertinggi dari Bintang Mahaputera.

Mentan Amran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk seluruh petani Indonesia.

“Jadi ini adalah penghargaan bagi petani Indonesia yang diberikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” kata Mentan Amran usai Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara.

Mentan Amran mengatakan penganugerahan tersebut merupakan apresiasi atas kontribusi nyata jajaran insan pertanian dalam mendorong ketahanan pangan nasional, peningkatan produksi pangan strategis, serta keberpihakan pada petani di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Mentan Amran selama ini konsisten menjalankan program-program strategis, mulai dari peningkatan produktivitas pangan, penguatan hilirisasi komoditas, hingga modernisasi pertanian dengan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Beberapa keberhasilan sektor pertanian di antaranya tidak adanya impor beras hingga Agustus 2025 di tengah krisis pangan global. Produksi pangan khususnya padi menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data FAO, USDA, dan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional melonjak dari 30,62 juta ton pada 2024 dan diperkirakan mencapai 33,8–35,6 juta ton pada 2025.

Cadangan beras pemerintah juga mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun, yakni 4,2 juta ton, jauh melampaui stok tahun lalu yang hanya sekitar 1 juta ton.

Dengan diterimanya penghargaan ini, Mentan Amran mengungkapkan komitmen jajaran Kementan untuk terus memperkuat langkah nyata dalam mewujudkan visi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan pangan Indonesia cukup, berdaulat, dan mampu menyejahterakan petani,” ungkap Mentan Amran.

Sebelumnya, Mentan Amran pernah menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, pada November 2020 silam.

Selain itu, atas dedikasinya di bidang pembangunan pertanian, pada tahun 2007, Mentan Amran juga menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

(Restu/BBPMKP)

Sinergi UPT Kementan dan BPDP Dorong Kelembagaan Tangguh, Latih Pekebun Sawit Riau

0

PEKANBARU – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). Salah satunya dengan mendorong penguatan kelembagaan pekebun agar lebih tangguh, mandiri dan berdaya saing.

Komitmen itu diwujudkan lewat Pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan I di Pekanbaru, Riau, 24 Agustus–3 September 2025. Kegiatan ini diikuti 69 peserta dari empat kabupaten sentra sawit: Kuantan Singingi, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.

Dalam pelaksanaan, BPDP menggandeng Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai UPT Kementerian Pertanian yang fokus pada manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan.

Langkah ini sejalan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang kuat, baik teknis maupun kelembagaan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan tantangan pembangunan sawit tak cukup hanya dengan peningkatan produksi.

“Penguatan kelembagaan jadi kunci karena menjadi wadah petani untuk berkembang bersama, membangun jejaring, dan meningkatkan nilai tambah secara kolektif,” ujarnya.

Pelatihan ini membekali peserta dengan materi strategis, mulai dari pengembangan kelembagaan pekebun, manajemen kemitraan, kepemimpinan kelompok, administrasi keuangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, hingga pengelolaan sawit berkelanjutan. Peserta juga melakukan kunjungan lapang ke kelompok tani.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan, Baginda Siagian, menambahkan bahwa dengan penguatan kelembagaan, pekebun bisa lebih efisien, produktif, dan berbagi pengetahuan dengan yang belum ikut pelatihan. Inilah semangat kolektif yang kita bangun.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Inneke Kusumawaty. Menurutnya, kelembagaan yang kuat akan jadi motor kemandirian pekebun, memperluas jejaring usaha, dan meningkatkan nilai tambah. Pelatihan ini, lanjutnya, juga mengasah kepemimpinan, komunikasi, manajemen kelompok, serta semangat wirausaha.

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi menilai pelatihan ini relevan untuk menjawab tantangan produktivitas dan kelembagaan yang masih lemah di Riau sebagai sentra sawit terbesar di Indonesia. Ia berharap peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh agar kelembagaan sawit rakyat makin tangguh dan berkelanjutan.

Kepala Bagian Umum BBPMKP, Sutrisno Sipahutar, menambahkan, yang kita bangun bukan hanya kemampuan teknis, tapi juga kepemimpinan, kerja sama, dan cara mengelola usaha. Dengan begitu, kelembagaan sawit rakyat bisa semakin kuat.

Lewat kolaborasi BPDP dan BBPMKP ini, diharapkan kelembagaan pekebun sawit Riau tumbuh lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan kader-kader pekebun yang mampu menjadi motor penggerak di komunitasnya.

(Restu/BBPMKP)

Pemkot Harusnya Buka Ruang Dialog

0

jurnalinspirasi.co.id – Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat menyampaikan aspirasi di Balaikota Bogor pada Kamis (21/8/2025), dinilai sebagai ekspresi kekecewaan terhadap kepemimpinan Wali Kota Bogor saat ini.

Demisioner Ketua HMI MPO Cabang Bogor 2023–2024, Irfan Yoga, menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dianggap terlalu reaktif dalam menanggapi peristiwa tersebut. Menurutnya, esensi aspirasi mahasiswa tidak semestinya direduksi hanya pada persoalan coretan di dinding.

“Sebagai mahasiswa, saya hanya ingin mengingatkan Pemkot dan Polresta Bogor, ekspresi berupa coretan di dinding bukanlah poin utama dari penyampaian aspirasi. Yang lebih penting adalah bagaimana Pemkot melakukan evaluasi total atas kepemimpinan hari ini, yang memang banyak menuai kritik dari berbagai kalangan,” tegas Irfan.

Irfan menjelaskan, vandalisme dalam sebuah aksi tidak bisa serta-merta dilihat sebagai tindak kriminal. Lebih jauh, ia menilai aksi itu merupakan simbol kekecewaan yang lahir akibat ruang dialog yang tertutup.

“Meskipun cara yang ditempuh mahasiswa bisa dikritisi, Pemkot tetap harus bijak melihat akar masalah yang mendorong lahirnya aksi tersebut. Jika pemerintah hanya menanggapi dari permukaan, maka substansi tuntutan mahasiswa akan semakin kabur,” jelasnya.

Ia mendorong agar Pemkot Bogor lebih membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Menurutnya, dialog terbuka akan menghadirkan solusi konstruktif dan menjadikan mahasiswa mitra kritis yang produktif bagi pembangunan Kota Bogor.

“Seharusnya Pemkot membuka ruang dialog, duduk bersama dengan kawan-kawan mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa bisa menyampaikan keresahannya secara langsung dan konstruktif, tanpa harus melampiaskan melalui coretan di dinding Balaikota,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

BRI Bogor Laporkan Oknum Pekerja ke Aparat Penegak Hukum

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas dengan melaporkan oknum pekerja yang diduga melakukan tindakan fraud kepada pihak berwenang.

Penangkapan terhadap oknum tersebut dilakukan pada awal Agustus 2025 di Bogor oleh aparat penegak hukum.

Pemimpin BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa langkah tegas ini sejalan dengan prinsip Zero Tolerance to Fraud yang diterapkan BRI di seluruh unit kerja.

“BRI tidak akan mentolerir setiap tindakan fraud di lingkungan kerja. Kami telah melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang dan mendukung penuh proses hukum yang berjalan. Tindakan ini adalah wujud komitmen kami menjaga kepercayaan nasabah dan menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Fahmi Hidayat.

BRI memastikan bahwa atas kejadian tersebut tidak ada nasabah yang dirugikan, serta telah memberikan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada oknum yang terlibat.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), memperkuat pengawasan internal, serta mendorong budaya kerja yang profesional dan berintegritas di seluruh lini bisnisnya.

BRI mengapresiasi tindakan cepat dan profesional aparat penegak hukum dalam memproses laporan ini sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

** Fredy Kristianto

GMNI Geruduk Balai Kota, Imbas Peristiwa Galuga dan Utang RSUD

0

jurnalinspirasi.co.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berunjuk rasa di Balai Kota Bogor pada Kamis (21/8/2025).

Unjuk rasa sendiri sempat diwarnai kericuhan lantaran massa ingin menerobos penjagaan aparat untuk masuk ke Balaikota untuk bertemu Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

Aksi saling dorong dengan petugas pun terjadi lantaran tak berhasil menerobos masuk, massa membakar maskot berupa orang-orangan sawah.

Selain itu, massa juga mencoret-coret tembok Balai Kota untuk menyuarakan kekecewaannya terhadap pemerintahan Dedie A Rachim.

Ketua DPC GMNI Kota Bogor Yunandra Soswakil meminta Pemkot bertanggung jawab atas tragedi TPAS Galuga yang merenggut nyawa pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mahasiswa menilai bahwa peristiwa itu merupakan bentuk kegagalan dalam pengelolaan sampah.

“Meninggalnya petugas DLH menunjukan lalainya pemerintah terhadap aspek keselamatan kerja. Nyawa melayang karena kelalaian sistematik,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa GMNI menuntut Pemkot Bogor untuk bertanggung jawab menuntaskan persoalan utang yang terjadi di RSUD Kota Bogor.

Lebih lanjut, kata dia, GMNI akan kembali melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak lagi, apabila tuntutan mereka tak digubris.

** Fredy Kristianto

ASPPHAMI Sukses Gelar PEST Academy 4 dan ASIAN PEST MANAGEMENT ASSOCIATION National Conference 2025

0

jurnalinspirasi.co.id – Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) berhasil menyelenggarakan PEST ACADEMY yang ke-4 di Yogyakarta pada 19 hingga 20 Agustus.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta, termasuk tamu undangan dan sponsor, menjadikannya salah satu konferensi terbesar dalam industri pengendalian hama di Indonesia.

PEST ACADEMY ini mendapat dukungan penuh dari Asian Pest Management Association (APMA), yang ditandai dengan kehadiran sekitar 75 delegasi dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, India, Filipina, dan Sri Lanka.

Mengusung tema “Bisnis Pest Management yang Berkelanjutan,” acara ini menampilkan sesi-sesi yang diisi oleh narasumber berkompeten dari kalangan akademisi, pemerintah, praktisi, dan principal. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran keynote speaker terkemuka dari Amerika Serikat, Prof. Chow-Yang Lee, yang memberikan wawasan mendalam tentang inovasi dan praktik terbaik dalam pengendalian hama.

Jasa pengendalian hama di Indonesia merupakan sektor yang sangat menjanjikan, dengan banyak masyarakat, khususnya kelas menengah atas, yang masih belum sepenuhnya menyadari keberadaan dan manfaat dari layanan ini. ASPPHAMI berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan pengendalian hama, sembari terus memperbaiki kualitas jasa yang diberikan oleh anggotanya.

Dengan semangat menyongsong Indonesia Emas 2045, ASPPHAMI berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan industri pengendalian hama yang profesional dan berkelanjutan.

** Fredy Kristianto