29.7 C
Bogor
Monday, July 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 165

Zero Stunting: KKN UIKA Kelompok 30 Edukasi Bahaya Pernikahan Dini

0

Lagi dan lagi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kelompok 30 sukses melaksanakan program kerjanya. Kali ini, pada Kamis (21/8/2025), mereka menggelar talkshow bertema “Stop Pernikahan Dini sebagai Awal Pencegahan Stunting”.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Warga Kelurahan Puspanegara kecamatan Citereup ini menghadirkan warga sekitar sebagai peserta. Tujuannya, memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, salah satunya dengan menekan angka pernikahan dini.

Dalam paparannya, Cindy Puspa selaku pemateri menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah anak, melainkan tanggung jawab bersama. Ia menjelaskan, faktor usia dan kesiapan mental remaja juga berperan besar dalam mencegah terjadinya stunting.

“Zaman sekarang banyak orang tua yang merasa malu jika anaknya belum menikah, padahal kesiapan mental itu sangat penting. Jika anak dipaksa menikah di usia muda, risiko munculnya stres, depresi, hingga kecemasan bisa terjadi, dan hal ini turut memicu stunting pada generasi berikutnya,” jelas Cindy.

Melalui kegiatan ini, KKN UIKA kelompok 30 berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menunda pernikahan dini dan mempersiapkan generasi muda dengan baik.

-fira uika/wan

Perkuat Serbukatif di Sekolah, Inovasi yang Digagas Yantie Rachim

0

Kota Bogor memperkuat inovasi pendidikan berbasis karakter melalui Aksi dan Implementasi Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif) yang digelar di Ballroom Hotel Pajajaran Suite Jalan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Kamis (21/8/2025).

Sejak pertama kali digagas pada tahun 2019, Serbukatif lahir dari kegelisahan sederhana yaitu bagaimana agar anak-anak terbiasa menggunakan kata-kata baik dalam keseharian mereka.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa gerakan Serbukatif merupakan metode sederhana, namun efektif dalam memperkuat pendidikan karakter.

Untain positif yang termaktub di berbagai mata pelajaran sebagai pengingat bagi guru, siswa, dan orang tua.

“Seribu kata positif ini menjadi pembelajaran di sekolah, kita tempelkan di semua mata pelajaran sebagai pengingat kepada para guru, orangtua, dan siswa bahwa bukan hanya masalah akademis saja yang penting dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga sikap, perilaku, ucapan dan perkataan menjadi bagian dari kita untuk berusaha membangun karakter yang baik,” ucap Dedie Rachim.

Dedie Rachim menambahkan, bahwa sejak awal digagas, Serbukatif sudah diujicobakan di 80 sekolah dan mendapat tanggapan positif.

Oleh karena itu, kini program Serbukatif akan dikelola ke Dinas Pendidikan (Disdik) agar benar-benar melembaga dalam sistem pembelajaran Kota Bogor.

“Tujuannya agar tidak perlu menjadi mata pelajaran baru, atau masuk di dalam kurikulum, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kita membangun karakter dan pikiran yang sehat, perkataan yang baik, serta jiwa dan semangat yang kuat untuk bisa membangun generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus penggagas Serbukatif, Yantie Rachim, menyampaikan awal mula gerakan ini berasal dari kekhawatiran ia dengan generasi muda yang makin terpapar gadget, game online, dan bahasa kasar.

“Kita tidak melarang mereka untuk bermain game atau lainnya, tapi program ini dibentuk untuk menguatkan mereka agar tidak berkata yang negatif. Jadi kita harus menguatkan mereka dengan perkataan yang positif karena kita bukan hanya membangun manusia saja tapi juga membangun karakter dan adab ke depannya,” jelas Yantie Rachim.

Yantie Rachim juga menyampaikan bahwa dalam implementasi program Serbukatif, ia memilih duta Serbukatif dari tiap kecamatan yang berasal dari murid Sekolah Dasar (SD). Duta ini nantinya akan menjadi pelopor sekaligus pelapor yang menjaga teman-temannya dalam berkata negatif.

Kehadiran Serbukatif juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Perwakilan dari Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Helga Kurnia, menyebut gerakan ini patut ditiru daerah lain.

“Saya terpukau melihat Serbukatif di Kota Bogor, ini sebuah inovasi yang patut ditiru oleh daerah lain. Gerakan ini bisa berkembang lebih luas, misal dibuat buku lalu guru-guru bisa ikut menulis dan memperkaya gerakan ini,” katanya.

Ia menyampaikan harapannya agar program Serbukatif semakin banyak yang mengikuti di sekolah dan terus digunakan sampai ke rumahnya masing-masing sehingga pendidikan di Kota Bogor akan semakin maju.

Dukungan juga datang dari berbagai kalangan. Komisioner dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, Geri, menilai Serbukatif sebagai jawaban atas kekhawatiran anak-anak yang kian terikat dengan gadget pasca pandemi.

“Dengan Serbukatif, anak-anak dibiasakan untuk mengucapkan hal-hal positif. Orangtua juga harus mencontohkan, karena pola asuh sangat mempengaruhi,” ujarnya.

Para guru dan kepala sekolah pun turut merasakan dampak nyata dari gerakan ini.
Kepala Sekolah SD Kedung Halang 5, Sumarna menuturkan bahwa di sekolahnya ada Taman Serbukatif yang diresmikan oleh Yantie Rachim. Taman itu kemudian dijadikan sebagai sarana edukasi, dimana anak-anak diminta untuk menulis kata-kata positif disana setiap hari mereka melewati taman itu.

“Serbukatif ini memberi pengaruh besar bagi sekolah kami. Satu edukasi yang kami lakukan, ketika salah seorang anak berkata negatif atau kasar, kami akan membawanya ke taman itu dan anak harus membaca tulisan yang ada disitu agar mereka ingat kata positif yang telah mereka tuliskan,” jelasnya.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor, Siti Amalia, juga menyampaikan perubahan yang ia rasakan ketika menerapkan program Serbukatif dalam pembelajarannya.

“Saya mengamati perubahan anak-anak dari SD ke SMP, dan memang benar bahwa kita harus menanamkan kata-kata positif di diri mereka. Karena menurut saya, pengaruh gadget itu sangat luar biasa dan Serbukatif hadir untuk mengingatkan kita akan kata positif yang harus kita lakukan,” ucap Siti.

Begitu pula guru dari SDN Cipaku Perumda, Widia Ningrum Sari, menyebut bahwa anak-anak pramuka di sekolahnya bahkan membuat video seribu kata positif dan kini menjadi duta Serbukatif.

“Dengan adanya aksi serbukatif ini menjadikan SDN Cipaku Perumda itu sekolah yang berkata-kata positif, karena dengan satu kata positif ternyata bisa membuat seribu kata kebaikan,” katanya.

Kebanggaan juga dirasakan langsung oleh para siswa yang terpilih sebagai Duta Serbukatif. Siswa SDN Gunung Batu 1, Raden Zara Moira yang terpilih sebagai Duta Serbukatif Kecamatan Bogor Barat menyampaikan rasa bangganya karena bisa terpilih menjadi Duta Serbukatif. Ia mengatakan bahwa kata positif favoritnya adalah semangat.

“Kalau semangat, kita jadi lebih antusias belajar. Aku mau mengajak teman-teman untuk jangan ngomong kasar, selalu sopan, dan hormat pada guru maupun orang yang lebih tua,” ujar Zara.

Sementara rekannya, Arjuna Maylodhra Barlian Sudarwis, mengatakan bahwa kata positif favoritnya adalah percaya diri.

“Kata positif yang paling bagus menurutku adalah percaya diri, karena percaya diri itu artinya percaya pada kemampuan diri kita sendiri. Sebagai duta, aku juga harus berkata sopan dan menghormati guru,” ucapnya.

Selain itu, turut dikukuhkan pula para Duta Serbukatif 2025 dari lima wilayah lainnya. Dari Bogor Utara, terpilih Muhammad Faeyza Shakil dan Syadiva Ghitapaty Wirasa dari SDN Banjarjati 9. Sementara Bogor Timur diwakili oleh Zahir Mukti Al Zein dan Jihan Assyfatu Hasna dari SDN Katulampa 1.

Bogor Tengah menghadirkan dua putra-putri terbaiknya, yakni Georgio Gabe Butarbutar dan Gabriela Aulia Rahardjo dari SD Regina Pacis. Dari Tanah Sareal, Jagat Bagja Purwamardika bersama Shakura Sanum Kaisala dari SDN Kebon Pedes 3. Sedangkan dari Bogor Selatan diwakili oleh Haidar Madani dan Nafisa Syawalia Nur Hamid dari SDN Cipaku Perumda.

Tidak hanya itu, Kota Bogor juga menetapkan dua siswa sebagai Duta Serbukatif tingkat kota, yakni Georgio Gabe Butarbutar dari SD Regina Pacis dan Aisha Gwyneth Thahirah dari SDN Gunung Gede.

Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ini juga memberikan penghargaan untuk nominasi video terbaik. Empat sekolah berhasil meraih gelar tersebut yaitu yaitu SDN Kebon Pedes, SDN Kampung Sawah, SDN Sukadamai 2, dan SDN Kedung Halang 5.

Cetak Pemimpin Birokrasi Inovatif dan Solutif, Kementan Gelar PKA Angkatan X

0

Ciawi — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X yang resmi dibuka secara daring pada Rabu (20/8).

Berbeda dari sekadar forum pembelajaran, pelatihan ini berfokus pada penguatan manajemen kinerja, agar para peserta mampu membangun kepemimpinan yang berkarakter, berlandaskan nilai-nilai Pancasila, serta mendorong tata kelola birokrasi yang efektif dan akuntabel.

Pelatihan ini melibatkan peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah. Kehadiran lintas lembaga ini memperluas perspektif sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam membangun pemimpin birokrasi yang responsif terhadap tuntutan zaman.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai arahannya menegaskan bahwa birokrasi ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu memimpin unit kerja, tetapi juga memastikan kinerja nyata yang berkontribusi pada pembangunan nasional. “Pemimpin birokrasi harus hadir sebagai penggerak perubahan dengan orientasi hasil yang jelas bagi masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa PKA merupakan ruang strategis untuk mencetak pemimpin birokrasi berorientasi kinerja. “PKA membekali peserta dengan kompetensi manajemen kinerja agar mampu mengaktualisasikan kepemimpinan yang solutif dan profesional sesuai bidang tugasnya,” jelasnya.

Kepala Bagian Umum Sutrisno Sipahutar yang hadir mewakili Kepala BBPMKP menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membentuk karakter pemimpin transformatif.
“Kami berharap peserta mampu mengimplementasikan praktik terbaik manajemen kinerja dalam aksi perubahan nyata di unit kerja masing-masing,” ujarnya.

PKA Angkatan X akan berlangsung selama 91 hari kerja dengan kombinasi pembelajaran daring dan klasikal. Agenda pembelajaran terdiri dari kepemimpinan pancasila dan nasionalisme, kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, hingga aktualisasi kepemimpinan melalui studi lapangan dan aksi perubahan.

Dengan melibatkan peserta lintas kementerian/lembaga, PKA Angkatan X diharapkan mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang berorientasi kinerja, transformatif, dan kolaboratif sebagai bagian dari reformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang unggul.

(Restu/BBPMKP)

Perkuat Kompetensi Garda Depan Pengadaan, UPT Pelatihan Kementan Latih PPK Tipe C Batch I

0

CIAWI – Tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan dan akuntabel menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan anggaran negara tepat sasaran. Menyadari peran strategis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai garda depan dalam proses tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) dengan Biro Umum dan Pengadaan, Sekretariat Jenderal Kementan menyelenggarakan Pelatihan PBJP Tipe C Batch 1.

Pelatihan yang digelar sejak 4 Agustus 2025 ini resmi ditutup pada Rabu, (20/08) di Komplek Bumi BBPMKP. Pelatihan ini menjadi ruang pembekalan bagi PPK agar mampu mengelola pengadaan standar secara profesional, mulai dari perencanaan hingga pengendalian kontrak, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip efisiensi, transparansi, dan integritas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai arahannya menegaskan pentingnya tata kelola pengadaan yang bersih, transparan, dan profesional. Hal ini menjadi fondasi dalam percepatan pembangunan pertanian nasional.

“Pengadaan harus menjadi instrumen untuk memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung program prioritas. Di sinilah peran PPK sangat vital,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa peningkatan kapasitas PPK merupakan bagian dari strategi penguatan SDM aparatur.

“Kompetensi teknis PPK menjadi kunci dalam menjamin proses pengadaan berjalan tepat sasaran. Pelatihan ini kami dorong agar menghasilkan pejabat pengadaan yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga berintegritas dan profesional,” jelasnya.

Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Barang dan Jasa, Simon PP Simanjuntak, yang hadir secara daring mewakili Kepala Biro Umum dan Pengadaan, menegaskan bahwa peran PPK adalah garda depan pengadaan di Kementan.

“PPK Tipe C berhadapan langsung dengan proses pengadaan sehari-hari. Karena itu, kejelian, kepatuhan terhadap regulasi, serta integritas menjadi kunci. Pelatihan ini diharapkan melahirkan PPK yang benar-benar siap mengawal akuntabilitas pengadaan,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Kepala BBPMKP Sutrisno Sipahutar selaku Kepala Bagian Umum menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting bagi BBPMKP sebagai penyelenggara teknis.

“Kami mendukung penuh penguatan kapasitas aparatur Kementan. Harapannya, peserta mampu membawa pulang bukan hanya pengetahuan teknis, tetapi juga nilai integritas dan profesionalisme dalam setiap proses pengadaan,” ujar Sutrisno.

Pelatihan berlangsung dengan pola blended learning selama 46 Jam Pelajaran, diikuti 52 peserta dari berbagai unit kerja lingkup Kementan. Materi mencakup perencanaan pengadaan, pengelolaan kontrak, hingga evaluasi akhir, dengan fasilitator bersertifikat dari LKPP.

Melalui pelatihan ini, Kementan berharap hadirnya PPK yang siap mengawal proses pengadaan secara profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai wujud nyata tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi hasil.

(Restu/BBPMKP)

80 Tahun Merdeka Wujudkan Bangsa yang Adil, Makmur dan Sejahtera

0

Lapangan Sempur, pada Minggu pagi 17 Agustus 2025 menjadi saksi upacara penaikan bendera merah putih dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia. Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, diikuti peserta dari berbagai instansi pemerintah.

Suasana upacara berlangsung khidmat saat detik-detik pengibaran bendera. Seluruh peserta upacara memberikan penghormatan penuh kepada sang saka merah putih. Kehadiran warga sebagai penonton turut menyemarakkan momen peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80.

Wali Kota Dedie A. Rachim menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan langkah-langkah nyata yang mendekatkan visi dan misi bangsa. Republik Indonesia saat ini berusia 80 tahun, dan tengah giat membangun di era modern.

“Kemerdekaan harus diisi dengan langkah-langkah nyata untuk menjadikan bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Dedie.

Dedie menambahkan, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Kedua hal ini harus berjalan seiring agar Indonesia mampu menjadi bangsa maju, bersaing secara global, dan dihargai oleh bangsa-bangsa lain.

“Seluruh pihak harus ikut terus berkontribusi dalam pembangunan kota dan bangsa sesuai peran masing-masing, agar cita-cita Indonesia maju dapat terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, warga Kota Bogor memadati Tugu Kujang untuk mengikuti doa bersama lintas agama dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Merah Putih (FM), yang rutin digelar setiap tahun untuk memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air.

Acara yang berlangsung pada Minggu, 17 Agustus 2025, ini dihadiri berbagai pejabat Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat yang sejak subuh hadir. Mereka berdiri berjejer sambil menyimak doa yang dipimpin para tokoh lintas agama.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan program-program pemerintah pusat dan daerah menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045. Langkah-langkah itu mencakup penyediaan makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan masyarakat secara tepat sasaran, hingga pengembangan Koperasi Merah Putih, sehingga warga dapat berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Wali Kota berharap doa yang dipanjatkan para tokoh lintas agama memberikan keberkahan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya Kota Bogor yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Doa ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah semangat utama dalam membangun kota dan bangsa,” ujarnya.

Sedangkan pada upacara penurunan bendera merah putih tingkat Kota Bogor berlangsung khidmat, Minggu (17/8) di Lapangan Sempur. Sejumlah masyarakat juga turut andil mengikuti rangkaian acara tersebut.

Upacara penurunan bendera merah putih dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dia pun turut mengapresiasi atas keterlibatan warga dalam momen sakral tersebut.

“Tadi saya melihat di belakang pasukan acara ada warga yang berkunjung ke Sempur ikut hormat juga. Itu yang membuat saya sedikit terharu,” kata Jenal.

Jenal memandang, upacara penurunan ataupun kenaikan bendera merah putih sama pentingnya. Bagi Jenal keduanya memiliki makna serupa, yakni menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.

Bendera merah putih disebut Jenal mesti menjadi sebuah kebanggaan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh warganya untuk tetap memasang bendera sepanjang bulan Agustus.

“Kalau penurunan ini lebih ke seremonialnya. Lebih acara budaya setiap tahunnya. Tetapi untuk bendera-bendera yang ada di rumah harus tetap terpasang,” jelas Jenal usai memimpin upacara.

Kalau bisa, Jenal menyarankan untuk mencuci bendera ketika terlihat kusam. Kemudian dipasang kembali, untuk dibiarkan berkibar. Langkah ini dipandang menjadi praktek kecintaan para warga kepada bangsa.

Jenal menjamin, meski momen 17 Agustus sudah berlalu, penaikan dan penurunan bendera di pusat kota akan terus berlanjut. Misalnya di Tugu Kujang dan di Lapangan Sempur.

“Saya harap langkah ini juga bisa dilakukan sampai ke tingkat RT atau kampung. Di rumah-rumah warga saya harap tetap terpasanglah (bendera) kalau bisa seterusnya, kalau kotor cuci,” kata Jenal.

Malam Puncak HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Tari India Memukau Warga Nusaloka XIV.5

0

Tangsel, Warga Nusa Loka XIV.5 Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan menikmati penampilan Pentas Seni di Malam Puncak, pada Minggu, 17 Agustus 2025. Malam bersejarah itu merupakan momen warga menikmati penampilan para remaja RT 01/07 sekaligus penyerahan hadiah aneka lomba 17 Agustus.

Untuk pertama kali, Tari India memukau warga yang hadir di Malam Puncak itu. Tari yang berjudul Apsara Aali itu muncul setelah pembacaan puisi berjudul Karawang Bekasi oleh Kaisa Afkari Tamami.

Memang, hubungan seni Indonesia dan India sudah terjalin lebih dari 1.000 tahun lamanya. Sebagai bukti otentik seni kedua negara ini pun masih bisa dinikmati hingga saat ini. Misalnya, arsitektur candi, cerita wayang, film hingga seni tari. Cerita Ramayana sangat popular, bahkan menjadi salah satu program seni dalam pertukaran budaya Indonesia India.

Kembali ke aksi panggung Tari India di Malam Puncak, dua penari, Trishanthia Lavina Dewi dan Keisha Ayaru Munir begitu anggun. Mereka terlihat percaya diri di atas pentas walaupun persiapan singkat dalam Waktu bisa dihitung jari.

Namun kolaborasi kedua penari yang menggunakan pakaian sari India berwarna merah dan putih itu patut diacungi jempol terutama dalam memikat penonton.

“Kenapa kok, sebentar banget narinya,” celetuk penonton.

Puisi dan Lagu Perjuangan

Aksi gemilang pun terlihat dari penampilan pengisi acara lainnya. Kaisa Afkari Tamami membawakan puisi tema perjuangan dengan apik. Penjiwaan dan aksi panggung siswi SD Kelas 5 ini mampu menghipnotis penonton.

Begitu juga dengan Kannia Mararetha O. Siburian yang melantunkan lagu perjuangan berjudul Berkibarlah Bendera Negeriku ciptaan Ibu Sud.

Lengkingan suara merdu Kania membuat sorot mata pengunjung tertuju pada dirinya, seolah tak ingin tertinggal sedetik pun. Panggung Aula RT 01 yang sederhana pun seakan megah dengan performa remaja penuh bakat itu. Malam Puncak itu dihadiri tokoh masyarakat dan ketua RT di lingkungan RW 07 Nusa Loka XIV.5.

Malam Puncak pun terasa hangat dengan pemberian door prize menarik untuk warga. Setidaknya hampir 30 hadiah menarik diberikan kepada warga yang beruntung malam itu.

Di tambah sang juara dari Lomba khas 17 Agustusan, mulai dari lomba kelereng, masukkan pinsil dalam botol dan makan es krim. Perlombaan terbagi menjadi tiga kategori, yakni untuk anak-anak usia 5 sampai 10 tahun dan 11 sampai 15 tahun.

Plus kategori orang tua, ibu dan bapak yakni perlombaan memukul air dalam balon dan lomba makan pisang yang digantung dengan benang terhubung ke jempol kaki.

Ketua RT 01 Sun Hok sangat takjub dengan respons warga dan peserta yang begitu antusias pada Malam Puncak dan juga saat perlombaan. Semula dirinya sempat sedikit khawatir.

“Semula saya dagdigdug sudah jam setengah empat kok belum ada pesertanya. Setengah jam kemudian mulai berdatangan ke lapangan,” ujar Sun Hok.

Tokoh masyarakat RT 01 Chairil Anwar memberikan apresiasi terhadap Ketua Panitia Ibu Citra dan timnya serta pengurus RT serta donator. Dirinya berharap kegiatan perlombaan serta pentas seni di Malam Puncak ini bisa Kembali bergulir dengan konsep dan persiapan yang lebih matang.

“Mungkin kedepannya kita persiapkan betul acara ini, sehingga bisa memberikan wadah pada adik-adik yang berbakat,” ujar Pak Ujang, panggilan akrab Chairil Anwar.( Wawan Hermawanto)

Mug Bisa Jadi Pilihan! Sangat Cocok untuk Promosi Produk

0

Ketika mempertimbangkan promosi produk untuk bisnis anda, penting untuk memilih item yang akan meninggalkan kesan abadi pada audiens. Salah satu item yang secara konsisten memberikan hasil yang luar biasa adalah mug untuk merchandise. Sederhana, praktis, dan dihargai secara luas, mug adalah cara yang sangat baik untuk mempromosikan merek.

Sebagai Media Promosi Usaha Bisa jadi Daya Tarik Pelanggan,
Mug Bogor Hadir Bisa jadi Pilihan Sarana Promosi Bisnis AndaMug Bogor, Mug Souvenir Kualitas Tinggi
“Mug yang didesain dengan baik dapat secara signifikan meningkatkan visibilitas merek Anda,” kata Nana, Owner Mug Bogor yang berlokasi di Jalan Yudistira I No.23A, Perum Indraprasta II Bantarjati, RT 01/RW 14, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor kepada Jurnalbogor, Selasa (19/8/2025).

“Selain mug ada juga produk lainnya seperti tumbler, payung, jam dinding, plakat, kaos, goodybag dan lain-lain,” ungkap Nana.

Berikut adalah beberapa tips desain yang perlu dipertimbangkan:

Tetap Sederhana dan Sesuai Merek
Saat mendesain mug Anda untuk barang dagangan, pastikan desainnya sederhana dan jelas. Hindari mengacaukan mug dengan teks atau gambar yang berlebihan.

Pilih Bahan Berkualitas Tinggi
Kualitas mug itu sendiri memainkan peran penting dalam nilai yang dirasakan. Semakin baik kualitas mug, semakin besar kemungkinan penerima akan terus menggunakannya.

Pertimbangkan Gaya Mug
Miliki gaya mug yang berbeda dan pikirkan untuk menawarkan berbagai gaya mug, seperti mug standar, mug untuk bepergian, atau pilihan yang ramah lingkungan.

Dampak Abadi dari Mug untuk Merchandise
Mug untuk Merchandise adalah cara yang efektif, hemat biaya, dan praktis untuk meningkatkan visibilitas merek Anda. Dengan umurnya yang panjang dan penggunaan sehari-hari, mug memberikan eksposur yang berkelanjutan, baik diberikan sebagai hadiah perusahaan, digunakan di acara-acara, atau dijual secara online.
(Wawan Hermawanto)

Rasa Haru yang Berkibar Bersama Merah Putih di Negeri Perantauan, Thailand

0

Songkhla, Thailand – Ada rasa haru sekaligus bangga ketika langkah pertama saya menapaki halaman Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Songkhla. Hari itu, untuk pertama kalinya dalam hidup, saya berkesempatan mengikuti upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di negeri perantauan, tepatnya di Selatan Thailand. Negara yang kini menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.

Sebagai perantau yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Thailand, kesempatan ini begitu berharga dan tentu tidak ingin begitu saja saya lewatkan.

Thailand bagi saya bukan sekadar negara tetangga, tetapi juga negeri yang membuka banyak pintu rezeki, keberkahan, serta pengalaman hidup yang tidak ternilai.

Merasakan upacara benders di tanah asing menghadirkan getaran yang berheda: haru, pilu, sekaligus bangga.

Suasana semakin hangat ketika saya berkesempatan menjumpai teman-teman dari beragam wilayah di Indonesia. Beberapa mereka ada yang datang dari Makassar, Kalimantan, Sulawesi, Bandung, Bogor, Lombok, Medan, dan berbagai daerah lainnya. Kami saling berbincang, bertukar cerita dan berbagi pengalaman ketika berada di Thailand.

Walau baru saja bertemu, rasa kebersamaan terasa begitu bermakna, seakan kami adalah saudara karib yang sudah lama mengenal.

Topik Perbincangan pun berlangsung begitu hangat, mulai dari kerinduan terhadap lingkungan dan budaya tanah air, kekaguman akan keindahan Thailand, hingga kisah adaptasi serta perjuangan untuk bisa sampai ke negeri perantauan. Tak sedikit pula yang mengungkapkan keinginannya untuk menetap lebih lama di Thailand.

Bagi saya, momen ini bagaikan recharge energy mengisi ulang energi, dan menyegarkan kembali semangat atau tenaga yang sudah beberapa bulan ini terkikis.

Bertemu wajah-wajah sebangsa di negeri orang tentunya membawa semangat baru.

Satu hal kata pembangkit semangat yang selalu saya dapatkan dari orang-orang yang selalu pergi ke luar negeri, dan tentunya menjadi pegangan dan pengingat untuk diri saya sendiri: “Semakin jauh kaki berpijak dari tanah air, semakin dalam pula rasa cinta, rindu, dan bangga terhadap negara Indonesia.”

Ternyata wujud rasa kalimat itu terjadi pada dalam diri ini, seperti mimpi namun nyata, saya bisa melangkah dan bertahan sejauh ini.

Upacara bendera di Songkhla meninggalkan jejak mendalam dalam ingatan. Sesaat, batin saya bergumam dan melirih: mungkinkah suatu hari nanti saya akan kembali merasakan perayaan HUT RI—namun di halaman Istana Kepresidenan?

Dirgahayu Republik Indonesiaku tercinta yang ke-80!

Semoga cita, doa, dan harapan bangsa ini senantiasa terkabul, serta selalu diridai dengan keberkahan. Aamiin!

Penulis: Annisa Putri Sihabudin
(Mahasiswi KKN Internasional Thailand – UIKA Bogor Program Studi Dakwah Komunikasi dan Penyiaran Islam)

PP Safinatul Qodiri Turut Hadir Dalam Manaqib Dzikir Akbar di At-Taufiq Ciucing Garut

0

GARUT— Pendiri & Pengasuh Pondok Pesantren Safinatul Qodiri–Jombang Rawa Lele, Tangerang Selatan, Habib Umar Bin Abdul Hadi Al-As’ary beserta rombongan para santri menghadiri Dzikir Akbar dan doa bersama manaqib Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani RA yang di selenggarakan oleh Pondok Pesantren At-Taufiq, Ciucing, Kabupaten Garut, pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Kegiatan rutin tahunan ini menjadi ajang muhasabah dan penguatan spiritual bagi santri, alumni, serta warga sekitar yang hadir sejak pagi.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tawassul, tilawah manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani RA, serta rangkaian dzikir dan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan kelapangan rezeki. Suasana khidmat terasa sepanjang rangkaian, ditandai lantunan sholawat dan doa yang dipimpin oleh Kyai Habib Umar Bin Abdul Hadi Al-As’ary.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Hadir dalam kesempatan itu Lurah, Camat, dan perangkat desa setempat, perwakilan dari 14 DKM masjid wilayah sekitar, Majelis Taklim Bersatu, serta Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Hj. Imas Aan Ubudiyah, S.Pd. Kehadiran para tokoh pemerintahan, masyarakat, dan legislatif ini menjadi bentuk sinergi dalam menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Pendiri Yayasan Pondok Pesantren At-Taufiq, Alm. Kyai Haji Abdul Fatah Ma’sum yang saat ini diteruskan oleh anaknya Ibu Nyai Hj. Ade menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Dzikir Akbar dan manaqib ini bukan hanya sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah islamiyah antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah. Kami berharap tradisi ini terus hidup dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

Pihak pesantren menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah, tokoh masyarakat, dan aparat setempat yang turut membantu kelancaran acara.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Hj. Imas Aan Ubudiyah menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan keagamaan di masyarakat.

“Saya merasa bahagia bisa hadir di tengah jamaah Pondok Pesantren At-Taufiq. Tradisi manaqib ini perlu terus dilestarikan karena menjadi sumber kekuatan moral, spiritual, sekaligus perekat sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut perwakilan panitia, manaqib menjadi agenda tetap pesantren setiap tahun sebagai upaya menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas ala Ahlussunnah wal Jamaah. Selain mengikat silaturahmi antar-santri dan alumni, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan warga sekitar pesantren.

Rangkaian diakhiri dengan doa penutup dan ramah tamah. Dalam kesempatan tersebut, Pendiri & Pengasuh Pondok Pesantren Safinatul Qodiri–Jombang Rawa Lele, Kyai Habib Umar Bin Abdul Hadi Al-As’ary memberikan sorban kepada 11 orang, yang terdiri dari santri, pengurus, dan jamaah yang hadir, terutama warga sekitar pesantren. Pemberian sorban ini dimaknai sebagai simbol keberkahan, penghargaan, dan doa agar penerimanya istiqamah dalam berkhidmat kepada agama dan masyarakat. (Wawan Hermawanto)

Tour ke Jepang Bareng Wisata Raja Cuma Rp24 Jutaan

0

Liburan ke Jepang semakin diminati wisatawan Indonesia, terutama yang ingin menikmati perjalanan eksklusif tanpa harus mengikuti jadwal ketat rombongan tour biasa. Private tour Jepang menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan, fleksibilitas, dan pengalaman lebih personal.

Dibandingkan dengan open trip Jepang, private tour menawarkan kebebasan penuh dalam menentukan itinerary dan layanan yang lebih premium.

“Jepang masih menjadi destinasi favorit bagi banyak wisatawan Indonesia. Keindahan bunga sakura, budaya unik, kuliner lezat, hingga wisata alam yang menarik menjadikan Jepang sebagai pilihan utama untuk liburan,” ungkap Fajar Tresnawan, owner Wisata Raja saat dijumpai disela sela olahraga pagi di lapangan Sempur, Bogor, Sabtu (16/08/2025).

Menurut Fajar, Jepang memiliki tiga kota yang masuk dalam rute emas atau golden route wisata yaitu Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Bagi wisatawan yang pertama kali ke Jepang, wajib mengunjungi ketiga kota tersebut. “Kalau sudah bolak-balik Jepang, bisa eksplor daerah lain,” tuturnya.

Ketiga kota ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari budaya tradisional hingga kehidupan modern Jepang. Fajar menyarankan untuk menyiapkan waktu minimal satu minggu saat berkunjung ke Jepang supaya bisa jalan-jalan ke tiga kota golden route.

“Kalau kurang dari seminggu, enggak bakal bisa eksplor tiga destinasi tadi,” katanya

Dengan durasi penerbangan Jakarta-Jepang sekitar tujuh hingga delapan jam sekali jalan, waktu liburan yang cukup akan membuat perjalanan lebih efisien dan nyaman. Jepang dikenal sebagai destinasi dengan biaya perjalanan yang cukup tinggi.

Fajar menyebutkan bahwa budget liburan di Jepang selama satu minggu berkisar Rp 30 jutaan, berdasarkan kisaran biaya paket tur Jepang. Namun, angka ini bisa berbeda jika wisatawan memilih untuk berpergian ala backpacker tanpa membeli paket tour. Saat ini, harga tiket pesawat Jakarta-Jepang lebih kurang Rp 6-8 juta untuk sekali jalan. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan anggaran dengan baik sebelum berangkat.

Wisata ke Jepang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan dengan perencanaan yang baik. Bila anda berminat liburan ke jepang kata Fajar, travelnya memberikan harga terbaik bagi yang ingin berlibur ke Jepang di mulai dari harga spesial Rp 24.900.000 bersama Travel Wisata Raja yang berada di Perumahan Bogor Baru, Komplek Duta Pakuan Blok C III No.23 Tegal Lega Bogor Tengah, Kota Bogor.

Ayo, nikmati Japan The Classic Golden Route selama 6 hari 5 malam dan bayangkan serunya eksplore kota-kota cantik seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka sambil menikmati keindahan daerah pedesaan di Jepang. Start dari Jakarta dengan Jadwal keberangkatan pada 13 November 2025 atau 4 Desember 2025.
(Wawan Hermawanto)