26.8 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1624

Soal Tarawih, Mahfud MD Diingatkan MUI

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Menkopolhukam, Mahfud MD kembali membuat pernyataan blunder terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di bulan Ramadhan. Sejumlah pihak menyebut Mahfud MD tak paham agama. “Menjauhi atau menghindari masalah, menghindari penyakit tepatnya menghindari Covid-19 itu lebih penting daripada kita meraih pahala yang sifatnya sunah, misalnya shalat Tarawih bersama di masjid,” kata Mahfud dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Kantor Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Pengurus MUI Pusat, Anton Tabah, mengkritisi pernyataan Mahfud MD tersebut. Menurut dia, tak seharusnya seorang pejabat negara berbicara tanpa mengetahui landasan dan punya pemahaman yang benar. “Islam agama paling sempurna dan detail. Melarang umatnya bicara kalau belum tahu ilmunya. Alloh berfirman, ‘Jangan berkata tanpa ilmu karena pendenaranmu penglihatanmu pemahamanmu tentang sesuatu akan disidang di sisi Allah’ (QS.17/36),” ucap Anton Tabah.

Anton menegaskan, jika kurang faham tentang sesuatu apalagi masalah agama jangan buat kesimpulan. Karena itu bisa berbahaya. “Ini menunjukkan dia (Mahfud) belum faham agama kalau bicara agama. Mencegah wabah penyakit itu juga sunah, itu ajaran langsung Nabi Muhamad SAW. Ada di Hadits Bukhari dan Muslim, dll,” tambah Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat tersebut.

“Bahkan ilmuwan-ilmuwan nonmuslim dari AS dan Eropa akui cegah wabah dan cara hadapi wabah itu ajaran asli Nabi Muhamad tidak ada di agama lain,” lanjut mantan petinggi Polri ini. Jadi, tambah Anton, mencegah wabah itu sunah yang diprioritaskan bisa menjadi wajib.

Anton pun mengingatkan Mahfud untuk belajar agama lebih giat lagi agar tak salah kata. “Ini tugas sesama Muslim, apalagi saya lebih senior di HMI maupun di ICMI,” ucap Anton.

Pernyataan Anton ini tak lepas dari blunder yang tak hanya kali ini diucapkan Mahfud. Sebab, belum lama ini mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga pernah menyatakan ‘haram ikuti sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW.

Anton kembali mengingatkan bahwa kesalahan masalah ilmu dunia paling dihukum di dunia. Tetapi kalau kesalahan masalah ilmu agama bisa dihukum di dunia dan di akhirat. “Hati-hati. Mari jaga lisan kita, pasti selamat dan manfaat,” pungkasnya.

Yev|*

Geng Motor Berkeliaran di Tanah Baru Meresahkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pada beberapa hari terakhir ini, warga di sekitar jalan Pangeran Sogiri, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, dihantui rasa takut dan tidak nyaman karena keberadaan geng motor yang berkeliaran di wilayah tersebut.

Masalahnya, geng motor tersebut sering melintas dengan membawa senjata tajam. Seperti pada kejadian Sabtu malam (25/4/2020), sekitar pukul 00:30 WIB. Mendapat laporan keberadaan geng motor itu, warga lantas berusaha mengusirnya. “Iya adanya geng motor itu sangat membuat kami resah,” ujar Acip, salah seorang tokoh warga setempat.

“Kami sangat berharap aparat menambah jam patroli di wilayah kami,” pintanya.

Anwar

Hadits Hari Ini

0

26 April 2020
03 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Mukhallad, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Hazim dari Sahal radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dalam Surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada hari Kiamat tidak akan ada orang yang masuk ke Surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka: Mana para shaimun, maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut.

HR Bukhari No. 1763.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hasil Swab, 51 Tenaga Medis RSUD Negatif Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Spesimen swab milik 51 orang tenaga kesehatan RSUD Kota Bogor dinyatakan negatif Covid-19 usai melewati uji diagnostik di laboratorium Collaborative Research Center milik Institut Pertanian Bogor (IPB). Para petugas medis ini pun bisa kembali bertugas melayani warga.

Kepastian hasil negatif ini pun disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir, Jumat (24/4/2020) malam, usai melaksanakan shalat tarawih di kediamannya.

“Sebelumnya 26 hasil sudah keluar, tadi habis tarawih saya mendapatkan hasil tambahan yang 25 lagi. Jadi, total swab 51 tenaga kesehatan hasilnya sudah keluar semua. Alhamdulillah semuanya negatif,” ungkap Ilham.

Dengan hasil tersebut, lanjut Ilham, 51 tenaga kesehatan tersebut bisa langsung bekerja kembali melayani pasien di RSUD Kota Bogor. “Selanjutnya mereka kembali masuk kerja karena kita butuh tenaga mereka,” jelasnya.

“Hasil reaktif pada rapid bukan berarti positif. Itu titik tekannya. Jadi itu tidak bisa dijadikan sebagai diagnosa, tetapi sebagai tracing. Tracing itu penjaringan untuk kemudian dilakukan swab. Kami kan punya 1.000 pegawai, harus kami jaring karena tiap hari berhadapan di zona pelayanan Covid. Makanya harus dilakukan tracing itu. Dan terbukti kan Alhamdulillah hasilnya negatif semua swabnya,” tambahnya.

Sebelumnya, informasi lainnya yang diklarifikasi Ilham adalah terkait RSUD Kota Bogor. Menurut dia, RSUD Kota Bogor direncanakan sebagai rumah sakit khusus bagi perawatan pasien Covid-19. “Klarifikasi tutup rawat jalan yang dimaksud adalah sesuai dengan surat edaran Kemenkes, yaitu membatasi poli rawat jalan non-covid sementara pada beberapa layanan,” ujar Ilham.

Meski demikian, kata Ilham, jika RSUD Kota Bogor sudah ditetapkan sebagai RS khusus Covid pun, masih ada empat layanan yang beroperasi melayani warga. “Yang harus tetap berjalan adalah layanan bagi pasien hemodialisa, pasien hemato onkologi (kanker), pasien kronis yang tidak boleh putus obat dan pasien kegawatdaruratan,” terang dia.

Fredy Kristianto

Penyuluh dan Duta Petani Milenial Andalan Kementan Untuk Menggerakan Perekonomian Lokal

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap penuh pada Duta Petani Milenial dan penyuluh, untuk secara massif menggenjot pangan lokal di seluruh tanah air, guna menggerakan perekonomian lokal.

“ Ayo kita gerakan secara massif di seluruh tanah air genjot produksi pangan lokal kita untuk menggantikan pangan impor, untuk menggerakan perekonomian lokal, “ serunya.

Ia pun mengajak Duta Petani Milenial untuk membantu distribusi pangan lokal melalui start up, online system dan aplikasi – aplikasi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama wabah Covid 19.

Ia melihat hal ini sudah dilakukan di Pulau Jawa, selanjutnya Ia berharap ini bisa dilakukan diseluruh pelosok nusantara.

“ Penyuluh dan Petani bergerak bersama membantu penyediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, “ ucapnya dalam acara Mentan Sapa Petani, bertema Pangan Lokal Lawan Covid 19, Jum’at (24/4).

Untuk mengantisipasi sulitnya impor pangan karena dunia dilanda wabah Covid 19, Ia menyerukan untuk mulai mensubtitusi tepung terigu dengan tepung singkong dan umbi – umbian lain.

“ Karena Covid 19 negara – negara diseluruh dunia mengunci produk pangannya, sehingga kedepan impor tidak akan mudah bagi kita, karena itu kita harus menyiapkan pangan lokal sebagai pengganti komoditas impor, “ ujarnya.

Tidak hanya terigu, Iapun menyerukan mengganti gula pasir dengan gula kelapa atau gula aren. Selain itu komoditas lain seperti bawang putih diharapkan juga menggunakan varietas lokal.

“ Ganti komoditas – komoditas impor dengan lokal, gula pasir dengan gula kelapa atau gula aren, ganti bawang putih dengan varietas lokal, mari kita kembangkan, dengan menggenjot varietas lokal sebanyak – banyaknya, “ serunya.

Indonesia memiliki empon – empon yang merupakan warisan nenek moyang. Empon – empon ini diyakini bisa meningkatkan imunitas dan kesehatan sehingga bisa mencegah terkena Covid 19.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan Indonesia dikenal sebagai negara kaya penghasil pangan lokal dengan keanekaragaman sumber pangan yang sangat besar. Untuk itu Mentan Syahrul mengajak masyarakat untuk mencintai pangan lokal.

“Kita harus membiasakan diri mengkonsumsi pola makan yang sehat dengan pangan lokal yang baik, kita bisa karena terbiasa, kebiasaan ini juga saya terapkan ke diri sendiri, memang harus dipaksa sedikit, tapi pasti bisa, mulai dari diri sendiri dulu” ungkapnya.

Syahrul menambahkan mencintai pangan lokal, juga sama artinya dengan mencintai petani Indonesia.

RG/PPMKP

Hadits Hari Ini

0


25 April 2020
02 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Hannad menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman memberitahukan kepada kami dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Atha’ dari Zaid bin Khalid Al Juhani, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu.

HR Tirmidzi No. 807 dan Ibnu Majah No. 1746.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kunjungi Sentra Beras Banten, Mentan Panen Raya Naik Combine Harvester

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Melihat potensi pertanian di Pandeglang cukup besar, Mentan meyakini bulan Mei hingga selesai Ramadhan ketersediaan pasokan pangan akan tetap terkendali Untuk itu Ia berjanji akan menginstruksikan beberapa Direktorat Jendral (Ditjen) untuk meluncurkan program guna mendukung peningkatan produktifitas pangan di Pandeglang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen padi Inbrida varietas Ciherang di lahan seluas 250 Ha milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Kamis (23/4).
Turut hadir mendampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku Penanggung jawab (PJ) Pendampingan Provinsi Banten dan PJ Pendampingan Kabupaten Pandeglang Heri Suliyanto.
Di area yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini Mentan didampingi Bupati Pandeglang Irma Narulita turut menaiki dan mengemudkan Combine Harvester (CH).

“ Dirjen Sapras bisa bantu untuk pengadaan combine dan pembiayaan, melalui kredit lunak untuk pengembangan pertanian,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Mentan Syahrul menyerahkan bantuan berupa benih jagung hibrida, mesin pasca panen power thresher, sarana dan prasarana, dan bantuan pembiayaan KUR sebesar Rp10 miliar, ongkos pengolahan lahan dan mengunjungi lokasi penggilingan padi/Rice Miling Unit (RMU) swadaya di Desa Mekarsari yang berkapsitas giling 8 – 10 ton/hari.

Dalam sambutannya Bupati Pandeglang menyampaikan, luas tanam Kabupaten Pandeglang pada Oktober – Maret (2019 – 2020) lahan padi sawah seluas 68,104 ha terdiri dari 57,762 ha padi sawah dan 10,342 ha padi gogo tersebar di 35 Kecamatan 326 Desa Kabupaten Pandeglang. Pada periode tanam Januari – Maret, pada Maret luas panen 20,895 ha, produksi 117,212 ton GKP setara 63,397 ton beras, dan April luas panen 14,573 ha produksi 84,639 ton GKP setara 45,397 ton beras dan Mei akan panen seluas 13,466 ha, produksi 77,177 ton GKP atau setara beras 48,621 ton dengan harga GKP panen manual (gebot) Rp. 3,500 – 3,800/kg dan hasil panen dengan combine Rp. 4,200 – 4,500/kg.

“ Pandeglang merupakan sentra utama penghasil beras Provinsi Banten dengan kontribusi mencapai 35% dan 1% untuk produksi nasional, Hasil periode tanam Januari – Maret puncaknya pada Maret dan akan terus panen sampai dengan Mei, “ terangnya.
Pada kesempatan terpisah Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menuturkan pada saat ini Kementan sedang berjibaku untuk memenuhi ketersediaan pangan 11 Komoditas. Karena pencegah utama COVID- 19 adalah pangan.

“ Kalau kita berbicara pangan maka semua kita dapat, kehidupan,kesehatan,dan sosial politik. Dengan adanya pangan penderitaan dan wabah sebesar apapun kita bisa bertahan bahkan bisa melawan dan bangkit dengan cepat. Adanya aktifitas pertanian, berarti ada keamanan masyarakat. Jika tidak ada pertanian dan pangan kehidupan selesai, “ ungkap Dedi.

RG/PPMKP

P4S Fatimah Az Zahra Pelihara Ayam di Perkotaan Tanpa Bau

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Isyu pangan sehat mulai diangkat dan banyak dikampanyekan di Indonesia. Mengutip Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk menghadapi masalah kebutuhan pangan di masa depan, ia menyarankan agar masyarakat mengubah perilaku konsumsi menjadi lebih bijak, lebih sehat dan tidak membuang makanan. Para milenial terutama sudah mulai concern terhadap isu pangan, terutama dalam hal pola makan sehat, dan hal – hal yang terkait dengan food loss dan food waste. Untuk itu menurut Mentan diperlukan pemikiran dan kerja keras semua pihak.

“Masalah pangan itu bukan hanya masalah pemerintah, tetapi masalah kita semua. Jadi saya mengajak semua masyarakat terutama para generasi milenial untuk ikut mencari, yuk kita sama-
sama cari solusi, untuk Indonesia yang lebih baik,” terang Syahrul

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan di tengah wabah Covid-19 ini terbuka peluang bagi pelaku sektor pertanian, khususnya para petani. Peluang ini yang perlu dimanfaatkan para petani untuk meningkatkan kesejahteraannya.

“Petani harus bisa memanfaatkan peluang pertanian ditengah pandemi Covid-19 ini, terutama para petani milenial. Karena virus covid-19 ini otomatis aktivitas impor akan mandeg. Ini peluang buat petani kita untuk meningkatkan produksinya dan olahannya terutama dalam 11 komoditas pangan seperti padi, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai merah, dan sebagainya. Masyarakat akan lebih banyak konsumsi produk lokal dan tentunya yang sehat,” ujar Dedi.

Makanan sehat kini menjadi trend dimasyarakat. Tingginya kesadaran hidup sehat memancing orang – orang untuk berlomba menghasilkan produk sehat. Sebut saja Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Fatimah Az Zahra di Desa Krasakageng Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. P4S yang dikelola Sabar Iman ini sudah selama setahun terakhir mengembangkan ayam pedaging dan ayam petelur sehat.

“Ayam pedaging kami memiliki keunggulan tidak bau anyir, berwarna pink segar dan walaupun dimasak tanpa bumbu dan tanpa minyak rasanya sudah sangat lezat, “ ujar Sabar, Jum’at (24/4).

Selain itu dari hasil uji lab, ayam yang dihasilkannya tidak mengandung cholesterol dan nol antibiotik dengan protein tinggi, lemak rendah, mengandung Omega3, Omega6 dan Omega9. Sementara untuk petelur menghasilkan telur lezat, tdk bau amis/anyir, kuning telur bisa dicubit, albumin sangat tebal, meski ditaruh dekat tempat sampah tdk dikerubuti semut dan lalat. Bahkan telur ini aman dikonsumsi dengan cangkangnya. Kata dia untuk menghasilkan ayam sehat Ia melakukan inovasi dengan treatment khusus yakni meningkatkan metabolisme ayam dengan ekstrak enzyme. Dengan treatment ini feses jadi tidak berbau sehingga tidak mengganggu lingkungan dan populasipun tak perlu banyak.

“ untuk skala rumahan cukup 10 – 20 ekor. 10 ekor hanya membutuhkan tempat satu meter persegi ,20 ekor dua meter persegi dan seterusnya, sehingga Ibu rumahtangga yang tinggal diperkotaan bisa mencoba memelihara karena kotorannya tidak bau dan cara beternaknyapun sangat mudah,” ujarnya.

Dengan banyaknya masyarakat terutama para ibu rumah tangga memelihara ayam sehat dan mengolahnya diharapkan ikut membantu program pemerintah dalam kemandirian pangan.
Ayam sehat ala rumahan yang dipelihara memiliki kualitas yang lebih sehat dibanding hasil peternakan biasa. Ia yakin dipasaran akan banyak peminat dan mudah bersaing. Saat ini Sabar sudah membuka kedai olahan ayam sehat ala rumahan bekerjasama dengan Kelompok Tani penghasil beras organik tak jauh dari lokasi P4S.

RG/PPMKP

ASB Pertanyakan Transparansi Anggaran Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Anggaran penanganan Covid-19 hingga kini tak kunjung dipaparkan secara gamblang oleh Tim Anggara Pemerintah Daerah (TAPD) kepada DPRD.

Kamis (23/4/2020), DPRD pun terpaksa harus membatalkan rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor. Hal itu lantaran Ketua TAPD Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat tak bisa menjawab rincian data penanganan corona yang diminta dewa.

Ade memaparkan besaran anggaran yang akan digeser. Yaitu untuk anggaran Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) sebesar Rp39 miliar dan untuk bantuan kesehatan sebesar Rp306 miliar.

“Pada pukul 15.00 WIB nanti laporan ini akan kami ajukan ke pusat, karena kalau telat nanti DAU kita kepotong semua,” ujar Ade Sarip.

Ade menuturkan bahwa penerima bantuan di Kota Bogor ada sekitar 231 ribu keluarga dengan pembagian dari DTKS 71 ribu keluarga, lalu kewajiban Pemkot sebanyak 21 ribu keluarga, sedangkan 49 ribu keluarga dari pusat dan sisanya berasal dari provinsi.

“Alhamdulillah bagi kami selesai, seluruh anggaran untuk penanganan Covid-19 dialihkan ke pos anggaran bantuan tak terduga (BTT). Saya minta dialihkan anggaranya dari Bansos, agar tak tercecer,” tandasnya.

Anggaran BTT Pemkot Bogor sebelumnya sebesar Rp115 miliar, dengan adanya penambahan alokasi anggaran jaring pengaman sosial (JPS) ke BTT, sehingga anggaranya bertambah menjadi Rp154 miliar. Dengan pengalihan pengalokasian ke BTT, kata dia, tentunya penggunaan anggaranya akan semakin mudah.

“Tidak harus ada tim asistensi, dan lelang terlebih dahulu. Cukup diriview oleh Inspektorat Kota Bogor saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ade menyatakan bahwa penyaluran JPS di Kota Bogor akan disalurkan sebelum akhir April tahun 2020. “Tanggal 27 bulan ini kita akan salurkan bantuan yang di cover dari APBD Kota Bogor,” ungkapnya.

Anggaran penanganan Covid-19, Pemkot Bogor menyiapkan sebesar Rp350 miliar, dengan rincian JPS sebesar Rp39,323 miliar, dampak ekonomi sebesar Rp4,437 miliar, dan anggaran yang disiapkan untuk bidang kesehatan paling besar yakni Rp306,238 miliar.

Terpisah, Anggota Banggar DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mempertanyakan rincian anggaran tersebut. Ia mengatakan jika dalam pengajuan anggaran penanganan Covid-19 harus disertai rincian dari TAPD.

Hal itu lantaran adanya perbedaan anggaran JPS dan bidang kesehatan sangat signifikan perbedaanya. ASB ini menjelaskan di Kabupaten Bogor saja, untuk JPS sebesar Rp193 miliar dan bidang kesehatan sebesar Rp191 miliar.

Kemudian, di Kota Bandung untuk anggaran JPS sebesar Rp200 miliar dan bidang kesehatannya Rp80 miliar.

“Ini ada keganjilan ini. Saya pikir memang seharusnya ada perincian. JPS ini kan yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat, tapi kenapa anggarannya kecil. Jangan sampai dijadikan proyek aji mumpung,” katanya.

Fredy Kristianto

Paket Bantuan Ada yang tak Layak Konsumsi

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Di sejumlah daerah, bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Corona Covid-19 masih jadi persoalan. Salah satunya yang dialami warga RW 13, Perumahan Alam Sanggar Indah, Desa Citapen, Kecamatan Cigampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan paket sembako yang diterima warga disebut tak layak konsumsi. Bantuan itu didistribusikan Pemkab Bandung Barat. Paket sembako itu di antaranya beras 10 kg, kentang 1 kg, tomat 1 kg, buah pir 1 kg. Lalu, telur 500 gram, mie instan 12 bungkus, minyak 2 liter, dan ayam potong 1 kg.

Ketua RW 13, Adi Hardianto menjelaskan, pihaknya mendapatkan jatah lima dus sembako. Namun, untuk kondisi ayam potong berada dalam kondisi busuk. 

Bahkan, kata dia, darah ayam tersebut mengkontaminasi beras yang mengakibatkan mengeluarkan bau tak sedap. “Iya betul kami terima sembako dalam kondisi tak layak konsumsi. Seperti ayam yang sudah busuk dan baunya tak sedap. Ini bisa menimbulkan penyakit. Beras juga kondisinya sama,” ujar Adi Jumat (24/4).

Dengan demikian, pihaknya memastikan tidak akan menyebarkan bantuan ayam potong tak layak itu. Kata dia, sikap ini bukan bermaksud menolak rezeki. “Intinya kami enggak nolak rezeki. Tapi kalau kondisinya seperti ini (busuk), mau dibagikan juga kami bingung,” katanya.

Dia menambahkan, bantuan yang didapatkan warganya juga tidak sesuai yang diajukan. Pihaknya mengajukan 497 Kepala keluarga yang diajukan. Tapi, hanya 47 paket sembako yang dikirimkan. 

“Jelas tidak sesuai. Dari 60 RT di 1 desa, hanya dapat 47 paket sembako dalam 1 dus. Kita siasati untuk setiap dus itu dijadikan 4 paket sembako. Biar lebih banyak warga membutuhkan yang kebagian sembako,” katanya.

Kabupaten Bandung Barat masuk daerah Bandung Raya yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat. Selain Kabupaten Bandung Barat, ada Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Sumedang. Kebijakan PSBB itu mulai berlaku sejak Rabu, 22 April 2020 sampai 5 Mei 2020. Upaya ini sebagai cara untuk meredam penularan virus Corona Covid-19.

Yev | *