25.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1617

Kades Cisarua Tahan Dana Pembangunan

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Dana Desa tahap satu tahun 2020 ini sudah dikucurkan ke setiap desa, termasuk ke desa-desa yang ada di Kecamatan Cisarua dan Megamendung. Tetapi, meskipun dana untuk pembangunan itu sudah diterima oleh setiap desa, hanya beberapa desa saja yang sudah menerapkan keuangan DD tersebut. Untuk Kecamatan Cisarua, baru Desa Cilember yang terlihat melaksanakan pembangunan di desanya. Yakni pembangunan tembok penahan tebing dan beberapa kegiatan pembangunan lainnya.

“Sudah kami terapkan DD tahap satu, karena semuanya sudah terprogramkan,” kata Kepala Desa Cilember, Suhendi Hopenier.

Sementara itu desa yang lainnya hingga kini masih banyak yang mengendapkan uang DD di bank. Alasan para Kepala Desa menahan DD untuk diterapkan ke fisik pembangunan, mereka masih memantau situasi perkembangan wabah virus korona. “Dana desa itu belum diterapkan, kami masih terfokus dan  memantau perkembangan virus Corona,” ujar Kepala Desa Leuwimalang, Yayan Nuriyana, melalui pesan singkatnya.

Sedangkan di desa lain di Kecamatan Megamendung, desa yang sudah menerapkan anggaran DD baru tiga desa, yakni Desa Sukagalih, Sukakarya dan Desa Sukamanah. Desa desa lainnya masih menahan anggaran untuk pembangunan itu.

Beberapa pengamat menilai, penahanan keuangan DD oleh beberapa desa, merupakan hal yang kurang tepat. Karena, di anggaran DD itu memiliki nilai padat karya untuk masysrakat. “Gubernur Jabar pernah mengemukakan ditengah pandemik Covid 19 ini masyarakat bisa bekerja melalui padat karya dengan menjalankan program pembangunan di anggaran DD,” ujar Suhendar, salah seorang warga yang terus memantau program DD.

** Dadang Supriatna

Kontrakan AA Dibersihkan, Temukan Ijazah Perempuan

0

Parung Panjang | Jurnal Inspirasi

Setelah warga sempat mencium bau bangkai yang diduga ada makam didalam kontrakan milik pelaku AA (37) di perumahan Griya Parungpanjang, kali ini warga membersihkan barang-barang didampingi pihak Polsek Parungpanjang menemukan sebuah ijazah milik salah satu mahasiswa lulusan universitas di Jakarta.

“Iya benar hari ini warga dibantu dengan anggota Polsek Parungpanjang melakukan bebersih kontrakan pelaku, dan barang-barang yang sudah tidak terpakai kita bakar semua,” kata Ketua RT 03, RW 4 Perumahan Griya Parungpanjang, Saban saat dikonfirmasi, kemarin.

Saban juga menjelaskan, aksi tersebut dilakukan untuk lebih bersih dan asri karena sementara kontrakan tida dihuni dan akan ada pemeriksaan dari tim forensik Polres Bogor. “Ini kegiatan pada pagi, dan arahan langsung dari Polsek, biar ketika orang lewat jadi bersih, untuk penemuan barang berharga tidak ada, hanya gerobak tak terpakai kita keluarkan semua, sementara seperti mobil dan motor sudah diamankan oleh Polsek parungpanjang,” jelasnya

Hal lain diungkapkan Ketua RW 04 Perum Griya Parung Panjang Busono mengatakan kabar tersebut tercuat setelah saksi korban (SM) yang merupakan istri sirih memberi keterangan kepada penyidik unit reskrim polsek Parungpanjang, terkait jasad perempuan yang di kuburkan didalam rumah tersebut.

“Saat itu menurut keterangan korban SM kepada polisi, makam berada di halaman belakang rumah pelaku AA,” kata Busono.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kapolsek Parungpanjang Kompol Nundun Radiaman tidak menjawab sambungan telepon termasuk pesan singkat melalui Whatsapp. Menurut informasi, dari RS Polri dan Polres mau membongkar lokasi yang diduga kuburan perempuan. Bahkan, pada waktu bebersih, warga menemukan ijazah atas nama perempuan, KTP atas nama perempuan lain juga. Kondisi ini semakin memperluas informasi awal yang hanya ada kasus penyekapan istri sirinya kini mengarah ke yang lain.

** Cepi Kurniawan

PO Bus di Parung Belum Terima Surat Edaran

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Meskipun Menteri Perhubungan Budi  Karya Suhadi melonggarkan transportasi di tengah Pandemi covid 19. Namun pada kenyataannya  di lapangan edaran itu belum ada. Seperti para  pemilik Agen  PO Tranportasi Bus Angkutan kota antar provinsi di ful Bus Parung yang mengaku belum menerima edaran mekanisme  pernyataan Menhub itu.

“Belum menerima  edarannya seperti apa. Tapi yang saya dengar angkutan terbatas jadi sebenarnya sama saja, tidak ada kelonggaran yang gimana gitu bukti  sampai saat ini ful Bus Parung   masih sepi,” kata  Sartimin, pemilik Agen PO Bus ful Parung, kemarin.

Ia meminta pemerintah adil dan jangan hanya kereta dan pesawat  dibebaskan untuk  beroperasi. Tapi, Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dilarang. “Dengan adanya pelarangan kami hampir 1,5 bulan tidak ada pemasukan. Karena armada dikandangkan, apalagi  sampai saat ini belum juga ada bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

** Cepi Kurniawan

Pedagang Musiman di Pasar Cikereteg Dipungut Ratusan Ribu

0

Caringin|Jurnal Inspirasi

Alih-alih memanfaatkan potensi selama bulan Ramadan, Unit Pasar Cikereteg, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, memungut biaya kepada pedagang musiman yang berjualan di lokasi pasar tersebut. Bahkan, untuk satu lapak, para pedagang diminta uang sebesar Rp.300.000. Baih, pedagang musiman yang berjualan bahan makanan takjil mengatakan, untuk biaya pendaftaran setiap pedagang yang akan berjualan di minta sebesar Rp.300.000 oleh pihak pasar.

 “Kalau dua lapak atau tempat, berarti kami membayar Rp.600.000,” ungkapnya kepada wartawan.

Selain uang pendaftaran awal, lanjut warga Desa Ciderum itu, setiap hari para pedagang musiman pun diminta biaya kebersihan dan lainnya, yakni sebesar 5000 rupiah.

“Mau rame atau sepi, petugas pasar minta uang harian itu,” ujar Baih yang tempat jualannya berada di pintu masuk pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.

Sementara, Kepala Unit Pasar Cikereteg, Tinah Hastinah membenarkan adanya pungutan biaya pendaftaran bagi para pedagang musiman sebesar itu. Alasannya, biaya ratusan ribu yang diberikan para pedagang untuk disetorkan ke pusat atau PD Pasar Tohaga.

 “Ini bagian dari potensi pasar selama puasa. Dan perintah langsung dari pusat agar memanfaatkan potensi itu,” akunya saat dihubungi melalui pesan singkat Watchapp nya.

Namun, Kepala Unit Pasar Cikereteg enggan memberikan keterangan secara rinci terkait jumlah para pedagang musiman yang ada. Dari pantauan, saat ini jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang ada didepan pasar maupun di sepanjang Jalan Cikereteg, terlihat semakin menjamur. Bahkan, maraknya para PKL membuat arus lalulintas di jalan alternatif menuju Ciawi hingga Puncak Cisarua itu, kerap terjadi kemacetan panjang.

“Bagaimana tidak macet, pedagang berjualan di bahu jalan. Apalagi di depan Pasar Cikereteg, lapak-lapak para PKL sampai ke jalan,” papar Baharudin, salah seorang sopir ojek Cikereteg.

Baharudin pun mengaku heran dengan maraknya PKL, tetapi tidak pernah ada tindakan tegas dari pihak pemerintah, baik kecamatan, desa maupun PD Pasar Tohaga yang merupakan pengelola pasar tradisional tersebut.

“Terkesan ada pembiaran. Padahal sebelumnya pernah dilakukan pembongkaran terhadap bangunan yang ada di sepanjang jalan ini, karena melanggar garis sempadan jalan (GSJ) dan garis sempadan sungai (GSS),” tukasnya.

** Dede Suhendar

Karang Taruna Parung Berbagi Takjil dan Baksos untuk Guru Ngaji

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna Desa Parung, Kecamatan Parung terus melakukan kegiatan sosial saat Ramadhan dan ditengah Pandemi Covid-19. Dengan kepedulian sesama anggota karang taruna, Sabtu (9/5). Karang Taruna Desa Parung melakukan kegiatan berbagi takjil ke para pengendara yang melintasi di Jalan raya Parung dan membagikan sembako bagi guru ngaji yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Dan juga dalam kegiatan itu tidak hanya membagikan takjil  dan baksos untuk guru ngaji kami juga memberikan 100 masker bagi pengendara yang melintas tidak menggunakan masker,”kata Wakil Ketua Karang Taruna Desa Parung, Muhamad Yabun Safei kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dalam kegiatan itu juga para anggota karang taruna diimbau untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menggunakan masker saat pandemi ini. “Agar masyarakat mematuhi imbaun pemerintah tentang pentingnya menggunakan masker agar penyebaran Covid-19 ini segera berakhir,” kata Yabun.

Lebih lanjut Yabun mengatakan kegiatan karang taruna Desa Parung sebelum untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Seperti kegiatan penyemprotan dinsifektan bersama pemerintah desa dan juga pembagian masker dan  handsanitizer,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Dinilai Kurang Transparan, Kades Sadengkolot Disoal

0

Leuwisadeng| Jurnal Inspirasi

Pengerjaan drainase di Kampung Cimandirasa, RT 03 RW 02 Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwilisadeng disoal warga. Kali ini ketua RW di wilayah Desa Sadengkolot, Soleh mempertanyakan pengerjaan jalan aspal hotmix yang tidak disertai papan informasi kegiatan. “Hotmix jalan di Kampung Sukarakyat RT 04 RW 05 terkesan tertutup karena pengerjaan yang  sedang dikerjakan ini tidak menggunakan papan kegiatan,” kata Soleh, kepada wartawan, kemarin.

Soleh mengungkapkan,  pembangunan jalan desa ini dibangun dari anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2020, namun dirinya tidak mengetahui seberapa besar anggarannya.” Ini dari Dana Desa (DD) tahap pertama, namun kami tidak tahu volume, serta besaran anggarannya,” keluhnya.

Bahkan pengerjaan pun diduga diborongkan, lanjut  Soleh, lantaran pekerja dari warga pribumi sendiri hanya 2 orang yang dilibatkan. “Untuk pekerja  lainnya kami tidak mengenal,” jelasnya.

Soleh pun menambahkan bahkan di tempat pengerjaannya tidak ada mandor atau yang mengawasi jalannya pembangunan tersebut. ”Tidak ada mandor, tidak ada yang mengawasi,” singkatnya.

Bukan hanya ketua RW setempat yang mempersoalkan, termasuk anggota BPD Buhori, Desa Sadengkolot menyayangkan ikhwal kinerja Kepala Desa Sadengklot yang dinilai kuranga transparan.

Buhori menerangkan, mengenai adanya anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama 2020 sebelumnya kepala desa tidak mengajak musyawarah, baik ke LPM maupun ke pihak BPD terkait apa yang akan menjadi program pembangunan desa. “Kami BPD serta LPM sangat kecewa karena kurang diajak musyawarah,” papar Buhori.

“Kami tidak tahu berapa besaran anggarannya dana desa tahap pertama ini. Bahkan kami juga tidak tahu seberapa titik yang dibangun karena tidak ada musyawarah sebelumnya dengan BPD maupun LPM,” beber Buhori.

** Arip Ekon

BIF dan JBB Mulai Salurkan Beras untuk Guru Ngaji

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Dampak pandemic Covid-19 begitu dahysat, kehidupan masyarakat mulai terombang ambing terutama resiko ekonomi yang dirasakan masyarakat paling bawah, salah satunya guru ngaji di kampung-kampung yang luput dari bantuan pemerintah. Melihat kondisi tersebut, beberapa tokoh muda Bogor yang tergabung dalam Bogor Idea Forum (BIF) tergerak untuk membantu para guru ngaji tersebut dengan mengadakan kegiatan bertajuk Beras untuk Guru Ngaji.

“Wabah Covid-19 memang cukup memukul berbagai sektor kehidupan masyarakat, kami melihat ada ruang kosong yang belum tersentuh dari program jejaring social yang dilakukan pemerintah, untuk itu kami coba menutup ruang kosong itu dengan memberikan bantuan kepada para guru ngaji di kampung-kampung,” kata Penggagas Gerakan Beras untuk Guru Ngaji, Ade Irawan.

Gerakan beras untuk guru ngaji ini, tambah dia, merupakan gerakan kemanusiaan yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat yang tergerak untuk ikut mendonasikan bantuan pengumpulan beras.

“Alhamdulillah, banyak teman-teman yang merespon kegiatan ini dan mereka mendonasikan bantuannya, mulai dari masyarakat umum, Balawa dan tim Bogor Gercep serta bantuan dari temen-teman jurnalis Bogor Barat (JBB) juga, dan hari ini kita salurkan untuk guru ngaji di Desa Wargajaya Kecamatan Cigudeg,” imbuhnya.

Sedangkan, salah satu tokoh masyarakat Bogor Asep Wahyuwijaya mengungkapan, kegiatan ini patut diapresiasi ditengah kondisi masyarakat yang terdampak Covid-19 ada beberapa elemen masyarakat yang memang secara ekonomi tidak terakses program jejaring social tentu ini menjadi ruang kosong yang harus diperhatikan juga elemen masyarakat lainnya.

“Ruang kosong itu, kini diisi oleh tokoh muda bogor melalui program Beras untuk guru ngaji. Dan saya yakin, temen-teman bisa mengakses guru-uru ngaji dikampung-kampung yang belum tersentuh program bantuan dari pihak manapun,” kata Asep Wahyuwijaya yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Sementara itu, Perwakilan Jurnalis Bogor Barat (JBB) Iman Abdurahman mengatakan, para jurnalis khususnya yang tergabung di JBB  mensuport kegiatan ini, karena memang sangat membantu masyarakat terutama para guru ngaji yang secara ekonomi cukup memprihatinkan.

“Kita support dengan ikut membantu program ini, dan kami juga mendapat bantuan dari Bogor Gercep, semoga kegiatan ini bisa membantu para guru ngaji ditengah menghadapi dampak virus corona ini,” kata Iman.

** Cepi Kurniawan

Imam Motor Peduli Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

0

Cileungsi |  Jurnal Inspirasi

Ditengah situasi perekonomian yang makin menurun akibat dampak dari pandemi Covid-19, termasuk  di Kecamatan Cileungsi, karena Kecamatan Cileungsi adalah salah satu yang sudah masuk dalam zona merah dalam penyebaran virus Corona. Hal ini membuat Imam Mizfaruddin, owner dari salah satu shoroom yang berada di Kecamatan Cileungsi mengadakan baksos untuk membantu warga masyarakat yang terdampak.

Menurut Imam, kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat dari wabah virus Covid-19. “Alhamdulilah ditengah situasi yang serba sulit ini kita masih bisa berbagi, setidaknya bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pandemi Covid-19, terlebih di bulan Ramadhan seperti sekarang,”terang imam.

Terpisah, Yudi salah satu warga yang menerima bantuan sembako menuturkan, kegiatan ini patut dicontoh oleh semua pengusaha agar  tidak ragu untuk berbagi sebagian dari hartanya. “Ini patut dicontoh oleh pelaku usaha lain, dibalik susahnya warga, para pengusaha peduli karena masih ada yang lebih susah seperti kami ini, saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bos Imam Motor yang telah peduli terhadap kami, semoga situasi ini cepat berlalu,” kata dia.

** Nay Nur’ain

Muhamadiyah Gunung Putri Berbagi 1000 Takjil Ramadhan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Gunung Putri bersama Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi III Fraksi PKS H.Achmad Fathoni, ST menggelar kegiatan dengan tema “Ramadhan Berbagi 1000 Takjil dan Sembako” di jalan depan komplek Persyarikatan Muhammadiyah Kecamatan Gunung Putri, Sabtu (09/05).

Kegiatan berbagi 1000 takjil tersebut turut pula diikuti oleh Ortom Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Lazismu dan pimpinan cabang Aisyiyah Gunung Putri. Dora Bernadisman mengatakan, kegiatan berbagi 1000 paket takjil dan sembako merupakan kepedulian Muhammadiyah Gunung Putri terhadap masyarakat sekitar agar sedikit membantu meringankan beban masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 di Indonesia ini.

“Bantuan ini dikumpulkan oleh para Donatur melalui LazisMu Gunung Putri, sasaran penerima takjil adalah masyarakat yang melintas di depan Komplek Persyarikatan Muhammadiyah Gunung Putri dan warga yang masih beraktivitas saat waktu buka puasa,” katanya.

Sementara Achmad Fathoni menyatakan selamat kepada Muhammadiyah Gunung Putri, Angkatan Muhammadiyah Gunung Putri dan Aisyiyah Gunung Putri yang mengadakan kegiatan Ramadhan berbagi 1000 paket takjil. “Saya kagum terhadap teman-temen Muhammadiyah Gunung Putri yang selalu berdakwah dengan amal kebaikan. Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seruan dan ucapan, semua semua unsur yang terlibat dalam kegiatan ini diberikan keistikomahan dan keberkahan yang insya Allah senantiasa selalu siap bersinergi,apalagi dalam kondisi saat ini kita berada di tengah-tengah Pandemi Covid-19,”pungkas Achmad Fathoni.

Senada, Ketua Lazismu Gunung Putri, Tri Haryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan penyampaian amanah dari para donatur yang telah menitipkan donasinya melalui LazisMu Gunung Putri sehingga dapat sedikit membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh donatur dan partisipan yang telah membantu mensukseskan acara ini, alhamdulilah kegiatan Ramadhan Berbagi 1000 Takjil dan Sembako berjalan dengan lancar dan selesai sebelum waktu berbuka puasa, semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal ibadah untuk kita semua, aamiin,” pungkas Tri mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Pemdes Tugu Selatan Lakukan Penyekatan Jalur Mudik

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan aparat kepolisian Polsek Cisarua, melakukan penyekatan jalur untuk para pemudik dari arah Jakarta menuju Bandung di lokasi rest area Gunung Mas, Rabu (6/5). Kegiatan yang merupakan implementasi dari pencegahan Virus Corona itu, dilakukan hingga akhir bulan Ramadhan.

Kepala Desa Tugu Selatan, Eko Windiyana mengatakan, kegiatan penyekatan ini bagian dari kepedulian Pemdes Tugu Selatan dalam melakukan pencegahan Covid-19.  “Makanya dalam pelaksanaan penyekatan, kami bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan aparat kepolisian serta para pengiat lingkungan yang ada di wilayah Cisarua,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, wilayah Tugu Selatan merupakan jalur alternatif bagi para pemudik yang berasal dari Bogor atau Jakarta menuju Bandung. Sehingga, pihaknya mempersempit jalur tikus yang kerap dilalui pemudik dengan cara melakukan penyekatan. “Kalau ada kendaraan baik roda dua maupun empat yang kelihatan seperti mau mudik, kami periksa dan diminta untuk memutar arah kembali,” ujar Eko.

Selain penyekatan, lanjut Eko, kegiatan yang dilaksanakan setiap sore, sebagai upaya pihaknya untuk mencegah warga yang akan melakukan ngabuburit ke kawasan wisata Gunung Mas atau Puncak.

 “Setiap sore di jalur ini ramai para pengendara roda dua maupun empat yang melakukan ngabuburit. Makanya, melalui kegiatan ini kami larang warga untuk ngabuburit tersebut,” paparnya.

Dalam pelaksanaan penyekatan, Pemdes Tugu Selatan juga membagikan alat pelindung diri (APD) berupa masker bagi para pengguna jalan yang berkendara tapi tidak menggunakannya. “Selama kami lakukan penyekatan, sudah ribuan masker kami bagikan kepada warga maupun penguna jalan yang tidak menggunakan salah satu APD itu,” jelas Eko.

Untuk mendapat kan masker, sambung Eko, Pemdes Tugu Selatan memberdayakan masyarakat yang selama ini bergerak di Usaha Kecil Menengah (UKM).  “Kami alokasikan Dana Desa (DD) tahap pertama untuk pembuatan masker. Semua pembuatan masker kami serahkan kepada warga Tugu Selatan yang memiliki UKM,” imbuhnya.

Eko berharap, kegiatan yang dilakukan pihaknya ini bisa mencegah penyebaran virus corona, terutama terhadap warga Desa Tugu Selatan maupun warga di Kecamatan Cisarua. Dalam kesempatan itu, aktivis pengerak lingkungan yang mengatasnamakan Puncak Ngahiji membagikan makanan untuk buka puasa atau takjil dan sembako berupa beras.

“Selain ikut penyekatan, kami yang tergabung kedalam Puncak Ngahiji memberikan takjil kepada warga atau pengguna jalan,” tukas Azet Basuni, penggurus Puncak Ngahiji.

** Dede Suhendar