25.6 C
Bogor
Friday, February 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 16

Puluhan Peserta Ikuti UKT Tarung Derajat Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tarung Derajat (TD) Kota Bogor menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diikuti sebanyak 40 orang di halaman Kantor Bapenda, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Minggu (18/1/2026).

Pelatih Utama TD Kota Bogor, Febby Hendra Benyamin mengatakan bahwa UKT ini merupakan bagian dari pembinaan anak usia dini, terutama kalangan pelajar.

“UKT ini adalah bukti bahwa Tarung Derajat bukan lagi olahraga terbatas untuk dewasa, melakukqan juga anak-anak usia dini,” ujar Febby kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

Sementara itu, salah seorang pelatih TD, Taufik mengatakan bahwa untuk UKT Kurata I diikuti 22 oramg, Kurata II sebanyak sembilan orang, dan Kurata III 13 orang.

“Kurata merupakan tingkatan dalam beladiri Tarung Derajat, terdapat tujuh tingkatan sabuk dalam seni beladiri Tarung Derajat yakni Kurata I hingga VII yang melambangkan penguasaan teknik, keberanian, dan ketangkasan,” ucap pria yang akrab disapa Kang Opik itu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi TD Kota Bogor, Evandy Dahni menegaskan, bila UKT juga membuktikan bahwa regenerasi beladiri Tarung Derajat di ‘Kota Hujan’ terus berjalan.

“Pembinaan dilakukan secara bertahap dan terstruktur sejak usia dini. Disamping sebagai ajang pembinaan secara struktural, yang paling penting dalam UKT ini adalah bagimana peran Tarung Derajat dalam proses turut membangun karakter anak dari usia dini,” katanya.

Dengan demikian, sambung dia, anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak, sebagaimana selalu diajarkan Sang Maha Guru Tarung Derajat, Achmad Derajat (AA Boxer), bahwa beladiri Tarung Derajat bukan sekadar teknik pertarungan fisik, melainkan pembinaan moral dan etika.

“Bagi yang ingin mengenal dan berlatih seni beladiri Tarung Derajat di Kota Bogor dapat mengikuti di Satlat Universitas Pakuan (UNPAK), Satlat Al Ghazaly di Jalan Sumeru, Satlat Samsat Kota Bogor di Jalan Ir. H Djuanda, Satlat IPB, Satlat SMA Rimba Madya, Satlat Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor, dan Satlat GOR Padjajaran untuk latihan gabungan setiap Minggu mulai jam 08.00 WIB,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jalan Rusak Parah di Nanggung Timbulkan Korban Lagi, Warga Desak Perbaikan Total

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Ruas Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung (Jalan Ace Tabrani KM 05) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali menjadi ancaman bagi pengendara. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan kubangan diduga menjadi penyebab kecelakaan yang menimpa seorang warga pada Januari 2026 lalu.

Korban, Ubik Taufik (48) yang akrab disapa Buluk, warga Kebon Awi, mengalami luka serius setelah terjatuh dari sepeda motornya saat berusaha menghindari lubang di jalan tersebut. Ia menderita luka di kaki, tangan, pelipis mata, serta patah tulang iga.

“Iya, akibat terjatuh dari motor karena menghindari jalan berlubang. Sampai sekarang saya belum bisa berjalan karena luka parah di kaki dan tulang iga patah,” ujar Buluk, Jumat (16/1).

Insiden ini seakan mengulang tragedi serupa lima tahun silam. Pada 11 Januari 2021, seorang pengendara dilaporkan meninggal dunia di lokasi yang sama akibat menghindari lubang jalan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi atau Bung Tole, menyayangkan kondisi jalan kabupaten yang dibiarkan rusak berlarut-larut. Menurutnya, perbaikan sebelumnya tidak bertahan lama.

“Cepat rusaknya. Diduga kualitas perencanaan dan konstruksi kurang baik, ditambah pemeliharaan yang tidak memadai,” kata Hamdan. Ia mempertanyakan efektivitas anggaran pemeliharaan jalan yang dinilai tidak berdampak jangka panjang bagi keselamatan.

Selain lubang, Hamdan juga menyoroti bahaya lain di ruas jalan tersebut. Sebelum simpangan Kebon Awi, sebuah guardrail menggelantung akibat longsornya tebing. Terdapat pula satu titik penurunan badan jalan yang nyaris amblas. “Jalannya sudah sempit, sekarang ada penurunan dan rawan amblas. Ini sangat berbahaya kalau dibiarkan,” tegasnya.

Ia mendesak Pemerintah Daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar akses vital ini tidak terus memakan korban.

Menanggapi hal ini, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi, menyatakan bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana pemeliharaan tahun 2026.

“Untuk pemeliharaan tahun 2026 ini akan dilakukan setelah bahan-bahan tersedia dan musim hujan sudah reda,” ujarnya via pesan singkat WhatsApp.

Bobby mengakui tingkat kerusakan jalan saat ini telah melampaui 5 persen. Untuk jangka panjang, pihaknya berencana mengajukan peningkatan jalan dengan betonisasi pada ruas Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung hingga Curugbitung-Malasari, sebagai bagian dari program tahunan Kabupaten Bogor.

** Rahman Efendi

125 Suara Bawa Abdul Rohim Menangkan Pilkades PAW Gunung Picung

0

Pamijahan | Jurnal Bogor
Semangat berdemokrasi warga Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, tak surut oleh guyuran hujan. Mereka tetap memenuhi hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) yang digelar Minggu (18/1/2026). Pilkades ini diadakan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah kepala desa sebelumnya meninggal dunia.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor Desa Gunung Picung ini berjalan tertib dan lancar, diikuti oleh 236 pemilih dari berbagai unsur masyarakat. Dua kandidat memperebutkan kursi kepemimpinan, yaitu Abdul Majid (nomor urut 1) dan Abdul Rohim (nomor urut 2).

Proses demokrasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat sebagai bentuk pengawasan dan dukungan, di antaranya PLT Camat Pamijahan Sarah, Kapolsek Pamijahan Kompol Iwan, Danramil Kapten Mulyana, beserta perangkat kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Kepala Dusun (Kadus).

Setelah melalui pemungutan suara yang kondusif, penghitungan suara pun dilakukan. Hasilnya menunjukkan persaingan yang ketat. Abdul Majid meraih 109 suara, sementara Abdul Rohim unggul dengan perolehan 125 suara. Terdapat 2 surat suara yang dinyatakan tidak sah.

Dengan selisih 16 suara, Abdul Rohim dinyatakan secara sah dan hukum sebagai pemenang Pilkades PAW Desa Gunung Picung. Panitia pemilihan segera mengumumkan hasil tersebut di hadapan seluruh masyarakat yang hadir.

“Alhamdulillah, proses berjalan dengan lancar dan aman. Atas nama panitia, kami nyatakan Abdul Rohim sebagai Kepala Desa Gunung Picung yang baru berdasarkan hasil penghitungan suara yang sah,” ujar salah seorang panitia.

Kemenangan Abdul Rohim ini menandai babak baru kepemimpinan di Desa Gunung Picung. Desa kini telah memiliki pemimpin kembali untuk melanjutkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat setelah beberapa waktu vakum.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan warga. Tugas berat menanti, dan saya berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak membangun Gunung Picung yang lebih baik,” kata Abdul Rohim seusai pengumuman.

** Rahman Efendi

Badan Jalan di Cisarua Jadi Bisnis Parkir Liar

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Pascapembongkaran pedagang kaki lima (PKL) di pintu masuk Pasar Cisarua beberapa waktu lalu masih menyisakan pekerjaan yang perlu dituntaskan. Penataan di area bekas pedagang PKL salurannya kini dikotori oleh sampah yang dibuang secara sembarangan.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah di saluran tersebut seolah dibuang secara sengaja hingga saluran yang seharusnya normal kini menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan akan adanya ancaman banjir di kawasan tersebut.

Selain itu, di lokasi pascapembongkaran kini malah berubah menjadi tempat parkir liar. Puluhan kendaraan roda dua dan empat berjejer di sepanjang jalan itu mengakibatkan badan jalan menjadi sempit. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, yang menugaskan petugas di kawasan itu seolah-olah tutup mata.

“Bisa dilihat langsung, badan jalan menuju ke pasar dijadikan parkir liar oleh oknum. Seharusnya parkir kendaraan yang belanja ke deretan ruko di sana tidak di atas badan jalan, karena menggangu kelancaran lalu lintas, ” ujar Sopian, warga setempat.

Sementara itu dikatakan warga lainnya, kondisi badan jalan menuju pasar yang dijadikan parkir liar tersebut sudah terjadi sejak lama. Warga merasa adanya pembiaran yang dilakukan oleh petugas Dishub.

“Keadaan parkir liar yang menggunakan badan jalan arah ke pasar bukan hal yang baru. Itu sudah terjadi sejak lama. Instansi yang terkait seolah olah membiarkannya. Buktinya hingga saat ini parkir liar itu masih tetap berjalan,” pungkas Subagio.

** Dadang Supriatna

Kolaborasi DLH dan Tohaga Cisarua Perlu Dipertahankan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Unit Ciawi, bersama pihak Pasar Tohaga Cisarua kini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Yakni dalam penanganan sampah pasarnya, pihaknya secara fokus menjalankan pengangkutan sampah dari pasar tradisional ini dilaksanakan sesuai jadwal yang mereka sepakati.

Dengan disiplinnya pengangkutan sampah tersebut, kondisi pasar mengalami perubahan yang cukup signifikan. Gunungan sampah akibat berbagai faktor kini tidak terlihat lagi.

Bukan hanya itu saja, warga atau pengunjung pasar juga merasakan, aroma bau dari sampah yang pada umumnya terjadi di setiap pasar, untuk pasar Cisarua kini tidak tercium bau busuk sampah lagi.

“Sejak beberapa waktu ini, kita perhatikan pengangkutan sampahnya terlihat disiplin. Kita jarang melihat adanya gunungan sampah, kondisi sampah pasarnya sekarang ini wajar wajar saja. Begitu juga, dulu dulu sempat suka tercium bau busuk di kawasan blok A yang berdekatan dengan bak sampah kini tidak tercium lagi, ” tutur Erni, salah seorang pengunjung pasar.

Sementara itu dikatakan Ketua BPD Citeko, dimana pasar itu masuk ke wilayahnya, Ahmad Gozali mengatakan, eksistensi dari DLH untuk pengangkutan sampah ke pasar Cisarua kini tergolong disiplin.

“Yang namanya pekerjaan pasti ada kendalanya, dan daya angkut yang dilakukan oleh pihak DLH untuk sampah di pasar sekarang lumayan baik, tapi itu perlu lebih ditingkatkan. Hingga setelah diangkut, kondisi sampahnya kosong, ” tandasnya.

Berkaitan dengan air limbah dari blok para pedagang sayuran, daging dan ikan, ditambahkan Gozali yang juga sebagai Kasatgas di Pasar Cisarua, air dari blok tersebut sudah diproses melalui Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).

“Semua aliran air dari para pedagang basah dialirkan ke dalam IPAL. Dengan demikian, air bekas dari para pedagang tersebut tidak langsung mengalir ke sungai. Dengan demikian, air yang bersumber dari pasar tidak kotor lagi. Dan mudah mudahan kondisi IPAL-nya berfungsi dengan baik, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Gedung Ambruk, SDN Ciketug Alami Darurat Belajar

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Gedung SDN Ciketug Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor yang ambruk beberapa waktu lalu membuat ratusan siswa mengalami darurat belajar.

Kepala Sekolah SDN Ciketug Mursid menyebut, dari 229 siswa di sekolahnya terpaksa harus  melangsungkan kegiatan belajarnya menjadi dua sift.

“Saat ini kegiatan belajar sangat darurat pascagedung SDN  Ciketug itu ambruk,” jelas Mursid kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/1/2026).

Kini tersisa hanya dua ruang kelas, itu pun kondisi bangunannya sudah tak layak. Tidak ada pilihan lain, dengan terpaksa ruang kelas yang sudah tak layak itu masih digunakan.

Mursid tak habis pikir Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tak merespons meski gedung SDN Ciketug telah diusulkan agar menjadi prioritas pembangunan.

Diakuinya pengajuan pembanguna telah dilayangkan melalui kesekretariatan Disdik Kabupaten Bogor. Namun tetap saja tidak ada kabar baik, hingga terjadi ambruk. Sekolah yang sempat disambangi Disdik melalui Sarpras  beberapa tahun lalu, hingga kini tak kunjung dibangun.

Bahkan penggunaan dana BOS yang untuk perbaikan sekolah tersebut menjadi Mubazir karena pada akhirnya gedung SDN Ciketug ambruk.

 
** Arip Ekon

Serikat Tani Islam Indonesia Gelar Ngaji Pertanian

0

Bogor | Jurnal Bogor
Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menggelar ngaji pertanian secara daring Sabtu (10/1/2026) mengangkat tema “Waste Management di Indonesia dan komparasinya dengan negara lain”.
Sebagai narasumber dalam Ngaji Pertanian STII yang dipandu Firyal Farhan, adalah M Rayhansyah Jasin, B.Soc.Sc, Mahasiswa S2 Hubungan Internasional pada Institut Barcelona d’Estudis Internacionals, Spanyol.
Ketua Umum PB STII periode 2024-2029, H Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM dalam pengantarnya mengatakan pentingnya waste management atau manajemen pengelolaan sampah.
“Karena penting membahas Waste Management, yakni bagaimana pengaturan sampah atau kotoran bisa termenej dengan baik agar tidak menjadi ‘sampah’ tapi bisa memberikan income atau solusi untuk menuju hijau kembali. Dari yang tadinya menjadi beban atau cost bisa menjadi revenue,” kata Fathurrahman Mahfudz dalam pengantar Ngaji Pertanian STII.
Dalam kesempatan tersebut Fathurrahman Mahfudz mengajak untuk membandingkan tata kelola waste management di Indonesia dengan dengan negara-negara yang lain.
Fathurrahman juga menegaskan, merujuk AD-ART, STII tak hanya menyejahterakan petani, tapi juga berupaya bagaimana terus mempertahankan ekosistem kelestarian alam ini terjaga.
“Waste management adalah bagaimana kita menjaga ekosistem di alam yang diamanahkan kepada kita,” kata Fathurrahman Mahfudz menutup pengantarnya.
Narasumber M Rayhansyah Jasin memaparkan pengamatannya terhadap manajemen pengelolaan sampah di Austria dan Spanyol, dua negara yang pernah menjadi tempat domisilinya.
“Masyarakat Austria secara kultur lebih condong seperti masyarakat Jerman, Swiss dan Eropa tengah yang masyarakatnya lebih teratur dan disiplin dalam pengelolaan sampahnya,” papar M Rayhansyah Jasin.
Masyarakat Austria menurut Rayhansyah, sudah terbiasa untuk memilah sampah dalam skala rumah tangga.
“Setiap sampah dibagi menjadi 4 macam, botol kaca dan botol kaleng, sampah plastik, sampah organik dan sampah lain-lain, biasanya sampah yang besar, misal barang-barang elektronik, tidak digabung,” terangnya.
Dijelaskan Rayhansyah, bahwa semua rumah tangga akan menyediakan 3 kantong sampah di rumahnya.n Herry Setiawan

Gerai Kopdes Merah Putih Pasirjaya Mulai Dibangun

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor resmi dimulai. Pekerjaan diawali dengan pengukuran lahan, pembangunan fondasi, serta pemasangan besi cor sebagai struktur dasar bangunan.

Gerai koperasi tersebut dibangun di atas lahan aset desa seluas 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi. Bangunan ini nantinya akan difungsikan sebagai gudang, kantor sekretariat, gerai toko, serta dilengkapi area parkir. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kerja.

Proses pembangunan gerai KDMP akan terus dipantau oleh Babinsa bersama Agro Industri Nasional (Agrinas) yang berada di bawah naungan Danantara, guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Kepala Desa Pasirjaya, Suhanda Hendrawan, menjelaskan bahwa pembangunan dimulai pada Senin, 5 Januari 2026, dengan kegiatan pengukuran lahan oleh Babinsa dan tim Agrinas. Pembangunan fisik dilanjutkan keesokan harinya.

“Pada hari Senin tanggal 5 Januari dilakukan pengukuran, kemudian Selasa tanggal 6 Januari pembangunan langsung dimulai, mulai dari pemasangan pondasi hingga persiapan pembuatan tiang beton sebagai penguat bangunan. Lokasinya berada di Kampung Pasir Jawa, dan lahan ini merupakan aset desa,” ujar Suhanda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/01/26).

Menurutnya, pembangunan gerai KDMP merupakan langkah strategis dalam memperkuat potensi ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan berbagai unit usaha koperasi.

“Jika nanti sudah selesai, gedung ini akan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Usaha yang dijalankan meliputi sektor pertanian, perdagangan, hingga layanan apotek desa,” tambahnya.

Ke depan, gedung KDMP tersebut akan menjadi aset desa dan dikelola sebagai Koperasi Desa Merah Putih Pasirjaya. Masyarakat diharapkan dapat bergabung sebagai anggota koperasi dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Sisa lahan akan kami manfaatkan untuk pembangunan alun-alun desa agar aktivitas koperasi semakin hidup, mulai dari jual beli, simpan pinjam, hingga pameran UMKM. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkasnya. Yudi

Koperasi Desa Merah Putih Cileungsi Sepakat Usaha Kuliner

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Koperasi Desa Merah Putih Desa Cileungsi Kecamatan Cileungsi akan fokus membuka usaha Kuliner Desa Mandiri (KDM) seperti berjualan kopi dan makanan ringan.
Usaha ini ditetapkan bersama dalam musyawarah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Desa Cileungsi, Senin (12/1/2026) malam.
Kepala Desa Cileungsi, Burhanudin mengatakan peresmian KDM sebagai pusat kuliner desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sajian beragam menu makanan dan minuman dengan harga terjangkau, mulai dari nasi bakar, nasi kucing, lontong isi, stick cireng, cireng pastel, roti bakar, kentang goreng, sosis bakar, sate usus, sate ati ampela, sate telur puyuh, mie rebus dan mie goreng, serta berbagai pilihan minuman kopi dan minuman ringan lainnya.
“Kuliner Desa Mandiri ini bukan hanya tempat usaha, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku (UMKM) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dengan harapan bisa berkembang, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Burhan saapan akrab Kades itu saat ditemui awak media kemarin.
Burhan menambahkan, dengan konsep sederhana namun kekinian, KDM diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat, sekaligus pusat ekonomi kreatif desa yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli desa (Pades).
“Mudahan-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini bisa bermanfaat untuk kemajuan desa kita bersama,” tandasnya.n Areinta

Solidarity Squad Restrukturisasi Anggota Wujudkan Organisasi yang Solid Jelang Muswil

0

Depok | Jurnal Bogor
Wujud nyata dalam mensukseskan gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) Pertama pada 24 Januari 2026 yang akan datang nanti, Jane Nadeak, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Solidarity Squad melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada semua jajaran terkait Organisasi melalui Restrukturisasi, mulai dari KSB DPD, Kepala Divisi dan 11 KSB DPC di seluruh kecamatan di wilayah Depok, pada hari selasa, 13 Januari 2026 di Godongijo.

Agenda rakor pada malam ini utamanya adalah  Restrukturisasi Pengurus Organisasi Solidarity Squad baik ditingkat DPD maupun DPC  yang dilaksanakan dengan demokratis sesuai dengan AD/ART Solidarity Squad Indonesia.

“Agenda kita malam ini terutama Rekstruturisasi pengurus Organisasi Solidarity Squad baik ditingkat DPD maupun DPC , Alhamdulillah lancar, tidak ada argumentasi yang berarti, dan kita laksanakan dengan demokratis sesuai dengan AD/ART Solidarity Squad Indonesia,” ujar Jane.

Ia menambahkan, jika kegiatan malam ini sekaligus merupakan bagian dari persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang sudah berjalan sembilan puluh persen tinggal sepuluh persen lagi, yaitu persiapan kroscek data dan juga persiapan detail atau juknis tentang titik kumpul dan dresscode atau seragam kita dan juga kita mau buat yang terbaik untuk Solidarity Squad agar pada Muswil nanti DPD Depok tampil prima dan paripurna serta malam ini kami mendengar aspirasi dari DPC – DPC yang hadir untuk kami rangkum dan tindak lanjuti kedepannya.

Pada waktu yang sama Ferry, atau lebih akrab disapa Bang Ferry selaku Bendahara DPD menegaskan, jika kegiatan malam ini di godongijo lebih kepada tentang AD/ART, Restrukturisasi dan persiapan Muswil dimana pada malam ini DPD sudah mengumpulkan ketua-ketua DPC dan masing-masing Divisi yang mana data dari hasil rekstrukturisasi dan kegiatan malam ini akan segera diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad termasuk jumlah perserta yang akan hadir di Muswil nanti.

“Iya kegiatan kita malam ini di Godongijo lebih kepada AD/ART dan persiapan Muswil, Alhamdulillah semua bisa hadir mulai dari DPD, Ketua-ketua DPC dan masing-masing Divisi, semua data dari hasil rekstrukturisasi dan termasuk jumlah perserta yang akan hadir di Muswil nanti akan segera diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad, mengingat ini Muswil Pertama di Bekasi, kita semua sangat antusias, terutama ibu Jane,” tandasnya.

Dengan akan diselenggarakan agenda besar Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad Jawa Barat nanti, DPD Solidarity Squad Depok berharap dapat menjadikan Solidarity Squad Jawa Barat lebih Solid, Unggul dan menjadi Semangat baru serta dapat dirasakan manfaat keberadaannya ditengah masyarakat luas sebagai organisasi sosial.

(Erwin)