26.3 C
Bogor
Thursday, March 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 16

SPPG di Nanggung Akui Teledor, 4 Ribu Telur untuk Penuhi 4 Sekolah

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Setelah mencuatnya paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikomplain wali murid akibat salah satu telur yang belum matang yang dikirim ke 4 sekolah di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kepala SPPG di Desa Parakanmuncang M.Raihan Kafi mengaku, teledor saat proses pengelolaan menu MBG berlangsung salah satunya telur.

Sebanyak empat ribu telur dimasak untuk memenuhi pengiriman paket MBG ke sekolah SDN Bandasari, SDN Pasirsari, SDN Nanggung termasuk SMPN 1 Nanggung.

Untuk proses pengelolaan menu MBG lainnya tidak ada masalah. Namun, selama berlangsungnya telur itu direbus kelupaan untuk dicek. Untuk memastikan matang tidaknya, seharusnya terlebih dulu satu telur itu dikupas, ini tidak, hingga telur yang direbus yang langsung dikirim itu setengah matang pada akhirnya mendapat komplain dari wali murid penerima MBG.

“Dengan begitu, atas kekurangan ini kami mohon maaf terutama pada penerima manfaat atau wali murid.” kata ketua SPPG M Raihan Kafi kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/2/2026)

“Ini menjadi introspeksi serta evaluasi, agar MBG yang kami kelola kedepan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Gedung Kelembagaan Sukamanah Jadi Kebanggaan Warga

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Keberadaan gedung kelembagaan di Desa Sukamanah, Megamendung, Kabupaten Bogor yang sudah terintegrasi kini menjadi kebanggaan warga. Gedung yang memiliki 3 lantai dengan fasilitas yang lengkap tersebut kini benar-benar aktif.

Setiap kelembagaan desa, seperti BPD, karang taruna, PKK dan lembaga lainnya mengoptimalkan ruang yang disediakan sesuai kelembagaannya.

Yang terpantau di setiap pagi, anak=anak PAUD dan Posyandu sangat mendominasi aktivitas disana. Ibu-ibu menunggu anaknya belajar terlihat nyaman.

“Ya kita Desa Sukamanah harus bersyukur dan bangga memiliki gedung tiga lantai ini. Anak kami yang belajar di PAUD terasa nyaman. Pagar pelindung di gerbang menjadikan kita tidak was-was terserempet kendaraan, ” tutur Neni.

Sementara Kepala Desa Sukamanah Hj. Irmayani, S.H, menjelaskan berdirinya gedung tersebut memiliki historis yang melekat diingatannya. Proses pembangunannya berlangsung saat pandemi Covid-19 melanda.

“Berdirinya gedung tersebut disaat kita sedang diserang pandemi Covid. Tetapi dengan rasa tanggung jawab kepada masyarakat gedung tersebut harus terselesaikan. Dan alhamdulillah, setahun yang lalu gedung yang diberi nama Gedung Kelembagaan Terintegrasi itu kini sudah dimanfaatkan oleh semua kelembagaan Desa Sukamanah, ” ujar Kades Irmayani.

Sesuai moto klanjut dia, Desa Sukamanah itu ‘meureunah’ yang semua kelembagaan di desa itu harus tertata dengan baik.

“Moto Desa Sukamanah itu meureunah yang berarti harus tepat. Sesuai moto ini, semua kelembagaan ada di gedung tersebut. Anak-anak PAUD dengan rutinitas Posyandu disana selalu terawasi. Dengan demikian, perkembang anak-anak dimasa pertumbuhannya, baik itu untuk pendidikannya juga kesehatannya, tidak terlepas dari pantauan kami, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Korban Bencana Masih Tunggu Bantuan Pemkab

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang sempat menerjang kawasan Puncak beberapa bulan lalu, dan sempat membuat kerusakan sebagian rumah warga di setiap desa, kini warga yang rumahnya rusak tersebut masih menanti perbaikan dan menunggu dana bantuan darurat dari Pemkab Bogor.

Hasil penelusuran di beberapa desa, rata-rata data yang rumahnya rusak masuk ke kategori penerima bantuan sebanyak dua unit dari setiap desa.

Kaur Kesra Desa Sukagalih, Ubaedillah menjelaskan, di desanya tercatat ada dua rumah yang rusak akibat bencana dan masuk kategori penerima Dana Tanggap Darurat (DTD).

“Ada dua unit rumah milik warga yang rusak akibat terkena bencana longsor. Kedua rumah tersebut, kerusakannya masuk ke penerima DTD. Tetapi hingga saat kni, bantuan itu belum juga turun. Untuk hal ini, warga diminta untuk bersabar, ” tutur Ubaidillah.

Untuk mencegah bencana tanah longsor lanjut dia, beberapa waktu lalu Pemerintah Desa Sukagalih melakukan penanaman berbagai jenis macam pohon. Mulai dari pohon pinus, kayumanis, dan berbagai jenis pohon lainnya sudah tertanam di lahan-lahan yang kritis seperti di tebing-tebing dan di pinggiran sungai atau kali.

“Daerah daerah yang rawan longsor sudah ditanami oleh berbagai jenis pohon. Dan pohon-pohon tersebut kita rawat supaya nantinya bisa berfungsi sebagai penahan tanah, ” pungkas dia.

** Dadang Supriatna

Perang Petasan Meresahkan, Warga Sayangkan Petasan Dijual Bebas

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Di bulan puasa kali ini, keberadaan petasan jenis granat yang dibakar sumbunya dan dilempar lalu meledak cukup keras kini bisa didapatkan dengan mudah. Anak-anak tinggal pergi ke padat atau ke tukang kembang api, mereka bisa mendapatkannya. Dengan mudah dan bebasnya menyulut petasan jenis ini, suasana setelah buka puasa di wilayah Megamendung dan Cisarua udaranya bau mesiu dari petasan yang dibakar anak-anak.

Bahkan di beberapa desa, seperti di Desa Gadog, Cipayung Datar dan desa lainnya di wilayah Kecamatan Cisarua, perang petasan usai shalat tarawih kini menjadi kebiasaan. Dengan kondisi tersebut, tidak jarang ibu-ibu yang pulang tarawih merasa ketakutan.

“Ini berbahaya sekali, anak anak suka perang petasan setelah bubar shalat tarawih. Kita yang baru bubar saat pulang menuju rumah menjadi ketakutan. Anak-anak saling lempar petasan yang bersuara keras, ” tutur Rodiah.

Bukan hanya meresahkan lingkungan saja suara petasan tersebut. Tetapi membahayakan sekali bagi anak anak kecil sebagai penggunanya. Dengan kondisi ini, warga berharap pihak kepolisian jangan melakukan pembiaran terhadap para pedagang petasan.

“Mudah sekali anak kecil mendapatkan petasan ini. Mereka minta uang buat jajan, padahal dibelikan petasan, ini sangat berbahaya sekali. Kita minta polsek-polsek Megamendung dan Cisarua untuk melakukan tindakan. Jangan sampai perang petasan menjadi tradisi di setiap bulan puasa,” pungkas Ardi.

** Dadang Supriatna

Poktan Berkah Jaya Gotong-royong Perbaiki Irigasi

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Para petani di Kelompok Tani (Poktan) Berkah Jaya di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan gotong-royong memperbaiki saluran irigasi yang jebol.

Mereka menyekat saluran irigasi agar air mengairi ke lahan pertanian dengan menggunakan gedebong pisang dan karung yang berisi material tanah.

“Karena belum tersentuh pembangunan, maka para petani kerap memperbaiki irigasi itu,” kata salah satu petani bunga sedap malam, Amir Hamzah kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/2/2026).

Saat berjibaku memperbaiki irigasi, Amir Hamzah yang akrab disapa Guntur itu menyebut, belum dibangunnya irigasi tersebut para petani yang tengah menggarap lahan pertananian itu dibuat kewalahan.

Agak kewalahan juga kalau pasokan air untuk lahan pertanian itu minim akibat sekatan air dari sumber irigasi jebol.

Salah satu ketua RT di Desa Batutulis Asep Suryana menerangkan, belum tersentuhnya pembangunan irigasi untuk mengairi lahan pertanian produktif di Blok Lame area Sawah Minggu sejauh ini masih menantikan adanya pembangunan irigasi tersebut.

“Sekitar 1,5 kilometer, sumber-sumber air irigasi yang tidak jauh dari situs Prasasti Jambu Batutulis,” jelasnya.

Asep Suryana yang merupakan pegiat lingkungan menuturkan, karena sumber air menjadi dasar kebutuhan petani, diharapkan PT Antam bisa membantu untuk dibangunnya irigasi tersebut.

Sebelumnya PT Antam telah memberikan bantuan fasilitas pertanian termasuk bermacam pupuk bagi warga petani bunga sedap malam.

“Bentuk dukungan jalannya disektor pertanian, untuk itu bantuan alat pertanian dari PT Antam bagi petani tentu sangat bermanfaat,” jelasnya.

Sementara, manajer CSR PT Antam TBK, UBPE Pongkor Arif Rahman Saleh, merespons keinginan warga petani diBatutulis untuk adanya pembangunan irigasi tersebut.

** Arip Ekon

Telkomsel Siapkan Layanan hingga Keandalan Jaringan Selama Ramadan dan Lebaran 2026

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Dalam rangka menyambut Ramadan dan Lebaran tahun 2026, Telkomsel menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas layanan dan keandalan jaringan.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menyatakan pada Ramadan tahun ini, fokus perusahaan adalah hadir melayani sepenuh hati di setiap langkah pelanggan. 

“Kami sudah siapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun pelanggan butuh lewat kehadiran ragam penawaran yang istimewa, sampai tingkatkan keandalan jaringan agar setiap pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk, bersilaturahmi dengan lancar, dan menikmati momen Ramadan yang lebih bermakna,” kata Stanislaus di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Telkomsel memproyeksikan puncak payload nasional sekitar 70,85 Petabyte (PB) meningkat sekitar 11,1% dibanding hari normal pada periode musiman Ramadan dan Idulfitri tahun ini, seiring aktivitas digital pelanggan di berbagai kategori aplikasi seperti video streaming, komunikasi, games, belanja online, dan media sosial. 

Kenaikan jumlah pelanggan tertinggi diprediksi ada di regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Di samping itu, Telkomsel juga telah mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas (Points of Interest/POI) lintas kategori untuk area khusus/keramaian, transportasi, rute mudik, residensial, dan tempat ibadah.

Lalu, menerapkan Autonomous Network berbasis AI untuk pemantauan end-to-end 24/7 seperti deteksi dini, diagnosis, hingga perbaikan otomatis, 15 Posko Siaga Network untuk menjaga kualitas layanan.

Kemudian, menyiagakan 45 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) di lokasi dengan potensi kepadatan tinggi, guna memastikan kapasitas dan kualitas sinyal tetap prima, serta melaksanakan drive test sepanjang kurang lebih 18.406 km  guna memastikan cakupan dan kualitas layanan suara dan data aman memadai.

Adapun untuk memastikan kemudahan akses bantuan dan layanan, Telkomsel mengoperasikan 43 Posko Telkomsel Siaga (15 Posko Flagship dan 28 Posko Reguler) selama 19 Februari – 31 Maret 2026. Pelanggan dapat melakukan aktivasi dan isi ulang berbagai produk Telkomsel, mengakses layanan migrasi kartu SIM/eSIM, memperoleh bantuan layanan MyTelkomsel, sampai menukarkan Telkomsel POIN.

Ragam Penawaran Khusus untuk Ramadan

Telkomsel juga telah menyiapkan pilihan paket spesial bagi pelanggan SIMPATI (Seru Sahur, Seru Ngabuburit, Seru Mudik, Seru Nonton, Surprise Deal), bagi pelanggan Halo (Halo Meaningful Deals, RoaMAX Umroh), dan bagi pelanggan by.U (Paket SOTR – Sahur On The Road, Paket Gas Pushrank, Ucoin Ramadan).

Untuk konektivitas rumah/keluarga, ada promo IndiHome (Promo Installation Fee, Promo Higher Speed), paket Orbit (Orbit Promo Ramadan, Paket Sahur & Ngabuburit), serta penawaran EZnet (Promo Installation Fee). Pelanggan juga bisa membantu mereka yang membutuhkan untuk mudik ke kampung halaman dengan mendonasikan sejumlah Telkomsel Poin melalui program loyalty Mudik Hepi.

“Apa pun kebutuhannya, baik jadi teman sahur dan ngabuburit, kumpul bersama keluarga, berbagi kebaikan, berangkat mudik, sampai rayakan kemenangan, Telkomsel siap mendampingi,” tambah Susatyo.

Selain itu, Ramadan Corner juga hadir di MyTelkomsel untuk menemani pelanggan Jalani Ramadan Sepenuh Hati. Mulai dari sedekah hingga jadwal ibadah, Ramadan Corner juga dilengkapi fitur Kirim Parsel dan Peta Mudik yang terhubung dengan Posko Siaga Telkomsel. DR

Pemkab Bogor Gelar GPM Istimewa, Bantu Warga Akses Sembako Murah dan Berkualitas di Bulan Ramadhan

0

Cibinong | JurnalBogor

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis (26/2).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Sutriana, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan arahan Bupati Bogor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.

Pada tahun 2026, GPM Istimewa direncanakan akan dilaksanakan sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah digelar kurang lebih tujuh kali. Selain itu, masing-masing kecamatan juga ditargetkan melaksanakan GPM sebanyak 11 kali dalam satu tahun. Jika ditotal, hingga akhir tahun pelaksanaan GPM diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500-an kali kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“GPM Istimewa dilaksanakan jelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya. Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan besaran kurang lebih Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

Pada GPM Istimewa kali ini, kegiatan diikuti lebih dari 750 warga. Adapun stok yang disediakan antara lain beras sebanyak 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, aneka cabai 80 kilogram, serta aneka bawang 80 kilogram.

“Dalam pelaksanaannya, GPM tidak menggunakan sistem paket. Warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pembatasan jumlah pembelian guna pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu,” terang Sutriana.

Salah satu warga, Eka, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, GPM ini sangat membantu masyarakat, terutama karena harga sembako lebih murah dibandingkan di supermarket maupun di pasaran.

“Terima kasih pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ujar Eka.

Eka berharap kedepan jumlah sembako yang disediakan dapat diperbanyak dan pelaksanaannya diperluas ke lebih banyak wilayah, serta diadakan secara rutin setiap bulan. Menurutnya, tingginya antusiasme warga terlihat dari antrian yang mencapai ratusan orang hingga stok cepat habis.

Rencananya hingga menjelang Idul Fitri, GPM Istimewa akan dilaksanakan sebanyak lima hingga tujuh kali, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Bogor yang merasakan manfaatnya. DR

Sekolah Swasta Siap Menyukseskan SPMB 2026 Kota Bogor

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) setiap tahun selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Di berbagai daerah, momen ini kerap menjadi titik krusial, bahkan tak jarang memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat. Antrean panjang, kekhawatiran orang tua, hingga perdebatan soal daya tampung dan zonasi/domisili menjadi cerita yang berulang. Namun di tengah dinamika tersebut, secercah optimisme muncul dari Kota Bogor.

Pada 25 Februari 2025, suasana Aula Dinas Pendidikan Kota Bogor tampak berbeda. Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bogor menggelar sosialisasi regulasi SPMB Tahun 2026. Kegiatan ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang dialog yang hangat dan konstruktif antara pengelola sekolah swasta, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Puluhan pengurus yayasan serta kepala sekolah swasta dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK hadir dengan semangat yang sama: ingin menjadi bagian dari solusi.

BMPS Kota Bogor menyadari bahwa pendidikan yang bermutu tidak bisa dibangun secara parsial. Diperlukan kemitraan yang kuat dan sinergis. Karena itu, dalam kegiatan tersebut BMPS menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kota Bogor serta Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Kehadiran unsur pemerintah dan badan penjamin mutu pendidikan menunjukkan bahwa pelibatan sekolah swasta dalam SPMB bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata.

Dalam paparannya, Dr. Ahmad Furqon, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 akan mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk dalam hal daya tampung dan pelibatan sekolah swasta. Lebih dari itu, Pemerintah Kota Bogor menyiapkan sekitar 2.000 beasiswa bagi murid yang bersekolah di SMP/MTs swasta dengan nilai bantuan sebesar Rp3.000.000 per tahun. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi sekolah swasta sekaligus memberikan pesan kuat kepada masyarakat bahwa sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah. Narasumber dari BPMP Provinsi Jawa Barat, Nurbani menyampaikan terkait analisis daya tampung, sedangkan Idris Apandi menyampaikan pelibatan sekolah swasta pada SPMB.

Tak hanya soal bantuan finansial, Dinas Pendidikan juga telah menetapkan kriteria sekolah swasta yang dapat menjadi mitra dalam SPMB, misalnya memiliki akreditasi A atau B. Kebijakan ini memperlihatkan upaya menjaga mutu sekaligus membangun kepercayaan publik. Pemerintah Kota Bogor tampak ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tercecer dari layanan pendidikan hanya karena persoalan pilihan sekolah.

Namun di balik berbagai kebijakan progresif tersebut, tantangan kultural masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memiliki pola pikir “negeri minded”. Sekolah negeri dianggap lebih bergengsi, sekaligus lebih terjangkau karena tidak memungut biaya. Paradigma “sekolah favorit” dan “nonfavorit” pun masih melekat kuat.

Akibatnya, sekolah negeri tertentu mengalami lonjakan pendaftar, sementara sekolah lain, termasuk sebagian sekolah swasta harus berjuang keras menarik minat calon murid. Padahal, pemerintah kini mengusung semangat “pendidikan bermutu untuk semua”. Artinya, setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan berkualitas di mana pun ia belajar. Label negeri atau swasta semestinya tidak lagi menjadi simbol disparitas mutu.

Di sisi lain, realitas sekolah swasta sendiri memang beragam. Ada sekolah swasta yang sudah mapan sering disebut sebagai sekolah “elit” yang bahkan jauh hari telah penuh pendaftar. Orang tua tidak ragu langsung mendaftarkan anaknya tanpa menunggu pengumuman SPMB di sekolah negeri. Sekolah-sekolah ini relatif stabil dan memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat.

Namun ada pula sekolah swasta yang lebih kecil kerap disebut sekolah “alit” yang harus berjuang keras setiap tahun ajaran baru. Mereka menanti limpahan pendaftar dari sekolah negeri, berharap masih ada murid yang mempercayakan pendidikannya kepada mereka. Dalam beberapa kasus, jumlah murid yang minim berdampak serius: guru honorer terpaksa dirumahkan, bahkan sekolah harus tutup karena tidak mampu bertahan.

Kondisi ini sempat semakin berat ketika pada tahun 2025 sejumlah pemerintah daerah memberikan diskresi penambahan jumlah murid di sekolah negeri. Kebijakan tersebut, meski dimaksudkan untuk menampung lebih banyak peserta didik, secara tidak langsung membuat banyak sekolah swasta kekurangan murid. Inilah realitas yang tidak bisa diabaikan.

Namun, alih-alih memandang sekolah negeri sebagai kompetitor, sekolah swasta di Kota Bogor memilih perspektif yang lebih konstruktif. Mereka menegaskan bahwa sekolah swasta adalah mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan secara historis, jauh sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, sekolah-sekolah swasta seperti Taman Siswa, Muhammadiyah, atau NU, atau yang lainnya telah lebih dahulu hadir dan berkontribusi membangun tradisi pendidikan di tanah air.

Spirit kemitraan inilah yang menguat dalam forum sosialisasi tersebut. Para pengelola sekolah swasta menyambut baik pelibatan mereka dalam SPMB 2026. Mereka merasa diakui sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Lebih dari sekadar pelengkap, sekolah swasta ingin diposisikan sebagai mitra sejajar yang memiliki tanggung jawab dan peran strategis.

Optimisme itu terasa nyata. Ada keyakinan bahwa melalui kolaborasi yang transparan dan berintegritas, SPMB 2026 di Kota Bogor dapat berjalan lebih adil dan manusiawi. Analisis daya tampung dilakukan secara cermat. Mekanisme pelaksanaan dirancang dengan mempertimbangkan semua pemangku kepentingan. Dan yang terpenting, orientasinya tetap pada kepentingan terbaik bagi anak.

Di tengah perubahan kebijakan dan dinamika sosial, satu hal yang perlu terus digaungkan adalah kepercayaan. Kepercayaan bahwa setiap sekolah, baik negeri maupun swasta memiliki komitmen memberikan layanan terbaik. Kepercayaan bahwa pemerintah hadir bukan untuk membeda-bedakan, tetapi untuk memastikan akses dan mutu pendidikan merata. Dan kepercayaan bahwa kolaborasi lebih kuat daripada kompetisi.

SPMB 2026 di Kota Bogor bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah momentum membangun paradigma baru: pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Ketika sekolah swasta dilibatkan secara bermakna, ketika pemerintah membuka ruang dialog dan dukungan konkret, serta ketika masyarakat mulai melihat mutu tanpa sekat label, maka cita-cita “pendidikan bermutu untuk semua” bukan lagi sekadar slogan.

Sekolah swasta Kota Bogor telah menyatakan kesiapan. Kini, dengan semangat kemitraan dan optimisme kolektif, SPMB 2026 diharapkan menjadi langkah maju menuju sistem penerimaan murid baru yang berintegritas, berkeadilan, dan benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak bangsa.

Oleh Idris Apandi, Widyaprada BBPMP Jawa Barat

Kota Bogor Sabet Predikat Kota Menuju Bersih

0

Kota Bogor kembali menorehkan prestasi. Kali ini, berhasil menyabet predikat Kota Menuju Bersih dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Wilayah ini menjadi salah satu dari 12 kota se-Indonesia yang meraih predikat serupa.

Penghargaan predikat Kota Menuju Bersih diterima langsung Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rabu (25/2/2026).

Rakornas ini bertujuan untuk mendorong akselerasi percepatan penyelesaian sampah secara masif dari hulu ke hilir. Mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)’, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan darurat sampah di Indonesia sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Selain itu, dalam rakornas ini juga penyerahan penghargaan kinerja pengelolaan sampah kepada Kabupaten/Kota. Dalam momentum ini, Kota Bogor berhasil meraih Predikat Kota Menuju Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Dedie Rachim menuturkan bahwa Kota Bogor masuk kategori Kota Menuju Bersih bersama 12 Kota dan 22 Kabupaten se-Indonesia. Perubahan kategori pada Kota/Kabupaten Bersih atau Kotor Tahun 2026 disiapkan dalam rangka persiapan penilaian sejenis Adipura pada tahun berikutnya.

“Namun demikian, penilaian ini hampir setara dengan Piala Adipura yang sudah kita kenal sebelumnya. Hanya Kota Bogor bersama 12 Kota lain yang menerima penghargaan dari 98 Kota se-Indonesia,” ucap Dedie Rachim.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa 34 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia yang telah meninggalkan praktik open dumping. Sementara itu, 66 persen TPA lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, yaitu controlled landfill bahkan sanitary landfill.

Transformasi menuju controlled landfill dan sanitary landfill dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Selain mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara, sistem ini juga memungkinkan pengendalian lindi serta gas metana secara lebih aman dan terukur.

Sambut dan Doa Bersama

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto disambut oleh pasukan kuning dan jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Dalam kesempatan tersebut mereka yang hadir melaksanakan doa bersama secara khidmat atas hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025. Doa bersama ini dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Dede Supriatna.

Dedie Rachim mengatakan bahwa hasil penilaian ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan memerlukan perjuangan serta komitmen.

“Alhamdulillah, Kota Bogor masih dianugerahi sebuah penghargaan dalam bentuk predikat Bogor Menuju Kota Bersih. Ini adalah langkah yang telah diambil dengan penuh keringat, darah, dan air mata, dan Alhamdulillah sekarang bisa berhasil,” ujarnya di Plaza Balai Kota Bogor.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan langkah awal menuju waste to energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Melalui PSEL ini, Kota Bogor tidak hanya melakukan penanganan di hilir melalui pengolahan sampah dari rumah tangga, perkantoran, horeka, industri, dan sektor lain yang menghasilkan timbulan sampah, tetapi juga melakukan penyiapan di hulu untuk membuang sisa hasil pemilahan yang akan dikelola melalui PSEL.

“Ini adalah pekerjaan rumah besar ke depan. Meski pekerjaan ini tidak mudah, saya sangat yakin seluruh warga Kota Bogor mendukung. Warga Kota Bogor ingin kotanya bersih. Oleh karena itu, mari kita bantu ke depan agar terus meraih penghargaan seperti ini. Kita mulai pemilahan dari rumah, kemudian kita bantu dengan TPS3R dan bank sampah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses pengelolaan sampah di Kota Bogor telah melalui proses panjang dan sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor dalam penanganan sampah.

Cleansheet Indonesia Raih Penghargaan Inovasi Dampak Sosial Terbaik 2026

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor — Gerakan kebersihan berbasis partisipasi masyarakat yang digagas Cleansheet Indonesia (PT Cita Indonesia Bersih) meraih pengakuan nasional dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year 2026. Pada acara yang digelar di Grand Studio Metro TV, Selasa (25/2/2026), Cleansheet dianugerahi penghargaan “Excellence in Social Impact Innovation 2026”.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dihqon Nadaamist, Founder & CEO Cleansheet Indonesia, di hadapan para pemimpin perusahaan, tokoh nasional, serta perwakilan lembaga dan komunitas dari berbagai sektor.

Dewan juri menilai Cleansheet Indonesia berhasil membangun gerakan sosial yang konsisten dan berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam aksi kebersihan dan pemberdayaan.

Berbeda dengan pendekatan jasa kebersihan konvensional, Cleansheet mengintegrasikan standar profesional dengan gerakan sosial berbasis komunitas, sehingga kebersihan menjadi pintu masuk bagi perubahan sosial yang lebih luas.

Cleansheet dinilai mampu menciptakan perubahan sosial melalui program kebersihan yang melibatkan masyarakat, relawan, serta kolaborasi lintas komunitas secara rutin dan terstruktur.

Adapun beberapa poin utama yang menjadi pertimbangan dewan juri, antara lain:

Konsistensi pelaksanaan program kebersihan berbasis partisipasi masyarakat.

Model pemberdayaan tenaga kerja mikro yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi aktif dengan institusi pendidikan dan komunitas lokal.

Dampak sosial yang terukur, khususnya dalam peningkatan kesadaran kebersihan dan penciptaan lapangan kerja.

Pendekatan tersebut dinilai sebagai bentuk inovasi sosial yang konkret, karena tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dihqon Nadaamist menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Cleansheet lahir dari keyakinan bahwa kebersihan adalah sebuah gerakan, bukan sekadar layanan. Berawal dari pengalaman pribadi membersihkan rumah dosen untuk memperoleh penghasilan tambahan, sekaligus membantu teman-teman yang membutuhkan, Cleansheet akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna membuka lebih banyak lapangan kerja serta menjaga keberlanjutan pendidikan bagi para rangers Cleansheet. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh tim, relawan, dan mitra yang selama ini bergerak bersama kami,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Penghargaan “Excellence in Social Impact Innovation 2026” dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year 2026 menjadi momentum strategis bagi Cleansheet untuk memperluas ekspansi nasional, sekaligus memperkuat komitmen sebagai operator kebersihan institusi pendidikan berbasis dampak sosial terdepan di Indonesia.

Ke depan, Cleansheet Indonesia berkomitmen untuk memperluas jangkauan gerakan kebersihan berbasis partisipasi masyarakat ke lebih banyak institusi pendidikan dan wilayah di Indonesia, dengan tetap menjaga standar profesional serta keberlanjutan dampak sosial. Yudi