Cigudeg l Jurnal Inspirasi
Warga Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg mengeluhkan kondisi Jalan desa yang berlokasi di Kampung Cisarua menuju Kampung Citempuan yang baru 2 minggu dibangun kini sudah rusak lagi.
Salah satu ketua RT di wilayah itu, Gebeng, menyayangkan
keberadaan jalan desa yang belum lama dibangun tetapi hampir di sepanjang jalan
keadaannya sudah rusak lagi.” Padahal jalan itu sangat
dinantikan warga, namun kualitas pengerjaannya terkesan asal-asalan,”
kata Gebeng kepada Jurnal Bogor, baru baru ini.
Lanjut Gebeng membeberkan, bahwa jalan yang baru di aspal
sudah terlihat hancur dan tidak sesuai dengan anggaran sebesar Rp 353.187.750. “Seharusnya
pengerjaannya bisa sepanjang 900 meter, itu malah hanya dibangun 600
meter,” beber Gebeng.
Perlu diketahui, sebut Gebeng, warga desa dari dulu
sangat mendambakan adanya jalan dengan kualitas bagus. “Akses jalan itu
dibuka beberapa tahun lalu, karena warga Kampung Sirna, Cigaling dan Kampung
Cisarua sebelumnya masih terisolir,” kata dia.
Tak hanya itu, beber Gebeng lagi, jalan tersebut baru
satu minggu diaspal namun terlihat sudah banyak yang rusak.” Sebelum
rusaknya bertambah parah, kami harap pihak pemerintah desa untuk segera
memperbaiki jalan tersebut,” harapnya.
Bukan hanya ketua RT, bahkan Sekretaris BPD Desa
Banyuresmi Arip, mempertanyakan transparansi kinerja Kepala Desa
Banyuresmi lantaran dan kurang komunikasi dengan BPD sehingga terkesan tidak
adanya keterbukaan.
Arip yang akrab dipanggil Ucu, mencontohkan seperti bangunan
jalan Cisarua Citempuan. “Tahu tahu sudah muncul. Pihak desa terkesan tertutup
masalahnya informasi sekecil apapun kami tidak mengetahui,” ucap
Ucu.
Padahal, lanjut Ucu, kepala Desa Banyuresmi pada masa
kampanye pernah mengatakan, bersama membangun desa, terutama soal transparansi.
“Nyatanya, jangankan masyarakat, BPD saja tidak tahu,” keluhnya. “Kami
hanya ingin bersinergi untuk membangun desa bareng bareng sesuai bidang dan
tugas fungsinya,” tutup Ucu.
Ketidakpuasan jalan desa juga dikeluhkan staf Desa
Banyuresmi, Iyang. Dia mengaku tidak puas dengan pembangunan jalan desa yang
kini tengah menjadi perbincangan warga. “Kami dari pihak desa juga keberatan
dan menyayangkan dengan pembangunan tersebut sangat kurang bagus. Kami juga
pernah komplain masalah mesin yang waktu itu pake baby roler yang kekuatannya
hanya untuk jalan lingkungan, kami juga kurang puas ini,” ujar Iyang.
Ditempat yang sama Sekretaris Desa Kiki mengatakan, pembangunan
jalan desa yang keluhkan warga sudah dikonsultasikan dengan pihak pemborong. “Bangunan
jalan tersebut belum ada serah terima antara pemborong dengan pemerintah
desa, karena masih garansi pihak pemborong siap untuk
memperbaiki jalan aspal hotmix tersebut,” janjinya.
Menurut Kiki, masalah jalan desa yang sudah mengalami kerusakan sudah disampaikan langsung dan dalam waktu dekat ini pihak pemborong dipastikan untuk segera memperbaikinya.
** Arip Ekon