25.7 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1594

Hadits Hari Ini

0

04 Juni 2020
12 Syawal 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَا أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالٍ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَمَّا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِ اللَّهَ قَالَتْ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Ishaq bin Ibrahim, -dan lafadh ini milik Yahya-, mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Jarir dari Manshur dari Hilal dari Farwah bin Naufal Al Asyja’i dia berkata; Saya pernah bertanya kepada Aisyah tentang doa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon kepada Allah Azza wa Jalla. Maka Aisyah menjawab; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa sebagai berikut:

ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA ‘AMILTU WA MIN SYARRI MAA LAM A’MAL. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatan yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan.

HR Muslim No. 4891.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Anggaran 323 Miliar Diawasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bogor menjadi fokus perhatian DPRD Kota Hujan. Hal itu lantaran pemerintah menganggarkan dana fantastis yakni sebesar Rp323 miliar yang bersumber dari APBD setelah memangkas sejumlah kegiatan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara empat instansi terkait yang merupakan ujung tombak penanganan Covid-19 yakni Dinas Sosial (Dinsos) dan RSUD Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan pengadaan Alat Pengaman Diri (APD) secara masing-masing.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran DPRD Kota Bogor bila penanganan Covid-19 akan tumpang tindih. Lantaran di sisi lain pemkot melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerima banyak bantuan berupa dana, sembako hingga APD dari para dermawan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Bogor, Oyok Sukardi mengatakan bahwa hingga kini hanya satu instansi yang telah membeberkan data serapan penanganan Covid-19 kepada DPRD yakni Dinkes dengan total serapan mencapai Rp8 miliar. “Sedangkan BPBD dan Dinsos yang anggarannya pencapai Rp50 miliar belum memberikan rincian penggunaan dana. Begitupun dengan RSUD,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/6).

Kendati demikian, kata Oyok, DPRD mendapat informasi bahwa serapan anggaran penanganan Covid-19 baru mencapai Rp36 hingga Rp38 miliar dari total anggaran Rp323 miliar. “Tapi rincian pastinya kami belum dapat,” ucap politisi Golkar itu.

Oyok menegaskan, pada pekan lalu pihaknya sempat menggelar rapat dengan instansi terkait penanganan Covid-19 untuk menanyakan perihal penggunaan anggaran tersebut. “Sempat rapat, tapi mereka tak bawa data jadi kami pending sampai pekan depan. Kami akan saklek nanti agar instansi terkait membawa data yang dibutuhkan,” katanya.

Pansus I, sambung Oyok, juga akan memanggil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKA). Hal itu bertujuan untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah serapan dana dan berapa bantuan yang diterima dari luar serta bagaimana pendistribusiannya. Kami khawatir ada tumpang tindih,” jelas dia.

Lebih lanjut, Oyok mengaku pesimistis anggaran sebesar Rp323 miliar dapat terserap maksimal. Hal itu berkaca pada kondisi saat ini yang serapannya baru antara Rp36 hingga Rp38 miliar. “Perkiraan saya, maksimal anggaran terserap dua kali lipatnya dari dana yang diserap sekarang,” ucapnya.

Dengan demikian, sambung dia, seharusnya pembangunan atau kegiatan yang masuk dalam skala prioritas masih bisa dikerjakan. “Kalau melihat demikian, harusnya bisa jalan. Tapi kami ingin lihat dulu PSBB diperpanjang atau tidak,” kata Oyok.

Saat disinggung mengenai apakah rencana kerja yang dibuat oleh pemerintah tak terukur. Oyok mengatakan bahwa Pemkot Bogor berdalih hal itu terjadi karena pandemi ini mendadak terjadi. “Makanya kami ingin tahu rincian anggaran dan penggunaannya,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyisiran ulang penggunaan anggaran dan memprioritaskan pengadaan yang ada pada dinas teknis.

“Pengalokasian anggaran Rp323 miliar itu sifatnya menyesuaikan kondisi kedaruratan pandemi Covid-19. Bila sudah lebih kondusif maka anggaran akan dikembalikan ke posisi semula,” jelas Dedie.

Sejauh ini, kata Dedie, proses penyerapan sudah berjalan di Dinkes dan RSUD. “Kalau soal angka silahkan ke intansi langsung. Yang pasti RSUD melakukan pengadaan APD untuk internal sedangkan Dinkes APD untuk RS lain yang menangani Covid-19, puskesmas, rapid test kit dan alat kesehatan penunjang,” jelasnya.

Dedie juga menampik bila ada anggapan rencana kerja pemkot tak terukur dalam penanganan Covid-19. “Saya pikir bukan kurang terukur, tapi alokasi masing-masjng kan punya target yang berbeda. Contoh pengadaan di RSUD tidak bisa utk membantu ke RS lain, sementara Dinkes kan bisa lebih fleksibel,” jelasnya.

Dedie juga menyinggung bahwa Pemkot Bogor akan tetap menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga miskin baru terdampak Covid-19 secara empat tahap. “Dan untuk BTT tentu akan sesuai dengan kondisi atau situasi pasca PSBB,” tandasnya.

n Fredy Kristianto

Tahun Ajaran Baru 13 Juli

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan pelaksanaan sekolah tahun ajaran 2020/2021 di satuan pendidikan SMA/SMK/SLB Jawa Barat (Jabar) akan dimulai pada minggu ketiga Juli 2020 atau Senin (13/7). Hal tersebut sesuai dengan ketetapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dewi Sartika menyatakan, pelaksanaan sekolah tahun ajaran 2020/2021 tetap dengan mekanisme pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal, seperti Surat Edaran Kemendikbud, dan arahan Gugus Tugas Covid-19, baik pusat maupun provinsi.

“Ada dua yang menjadi fokus Disdik Jabar. Pertama adalah bagaimana memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik. Dan yang kedua adalah bagaimana memastikan peserta didik mendapatkan hak pendidikan. Hak pendidikan tetap dipenuhi selama pandemi Covid-19 dengan pembelajaran jarak jauh,” kata Dewi, Rabu (3/6).

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 pusat memutuskan bahwa pembukaan sekolah atau proses belajar mengajar kembali dengan sistem tatap muka hanya dimungkinkan di kawasan zona hijau atau daerah dengan catatan nol kasus Covid-19.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kata Dewi, merekomendasikan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan PJJ setidaknya hingga Desember 2020 sebagai mencegah sebaran Covid-19 pada anak, mengingat anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Dewi mengatakan, hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar terkait level kewaspadaan Covid-19 kabupaten/kota menjadi bahan pertimbangan Disdik Jabar dalam mengambil keputusan. Hasil kajian tersebut menunjukkan tidak ada satupun daerah di Jabar yang berada di level 1 atau zona hijau.

“Pertimbangan terakhir adalah masukan dari Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Dewan Guru, dan Komite Sekolah. Walaupun sekolah berada di zona hijau, tetapi misalnya sarana prasarana, dan keamanan di sekolah itu belum lengkap atau memadai, tidak boleh memaksakan untuk membuka kembali sekolah atau proses belajar secara tatap muka,” ucapnya.

Guna PJJ berjalan optimal, menurut Dewi, Disdik Jabar sudah menumpuh sejumlah upaya. Pertama adalah penguatan guru. Hal itu dilakukan supaya guru mampu memberikan materi pembelajaran secara interaktif. Dengan begitu, peserta didik akan lebih mudah mencerna.

“Yang menjadi tantangan adalah adanya masalah psikologis dari anak. Ketika mereka sekarang harus berada di rumah dalam waktu yang lama,” katanya. “Guru diberikan pelatihan secara daring agar mampu memberikan pembelajaran yang menarik, interaktif, ringan dan tidak terlalu berat,” tambahnya.

Dewi mengatakan, infrastruktur teknologi atau akses internet menjadi tantangan Disdik Jabar dalam penerapan pembelajaran jarak jauh. Sebab di Jabar tidak semua daerah mempunyai akses internet yang baik. Ia menegaskan, ada berbagai upaya yang diambil Disdik Jabar untuk menjawab tantangan tersebut.

“Kemendikbud memberikan pembelajaran melalui TVRI. Kemudian pembelajaran lewat radio. Atau sekolah menyiapkan modul-modul. Di daerah yang sulit akses internet, guru ada yang datang ke rumah peserta didik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Terdapat banyak upaya agar PJJ tetap berjalan baik,” katanya.

Asep Saepudin Sayyev |*

PPDB, Anak Tenaga Kesehatan Diberi Jalur Khusus

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai salah satu bentuk apresiasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan jalur khusus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020-2021 bagi anak para tenaga kesehatan yang kini tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Kebijakan itupun tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Bogor Nomor 421.45-399 Tahun 2020. Dimana salah satu poin pentingnya adalah adanya kuota khusus bagi anak tenaga kesehatan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fachrudin mengatakan bahwa jalur khusus itu diberikan bagi calon siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kendati demikian, kata dia, tetap ada syarat tertentu bagi calon siswa yang masuk. Sebab, kuota yang diberikan hanya dua persen dari total penerimaan siswa baru.

“Pandemi Covid-19 adalah salahsatu dasar, sebab mungkin tenaga kesehatan termasuk sopir ambulance tidak sempat memikirkan kelanjutan sekolah anak. Karena itu walikota membuka jalur khusus sebagai bentuk apresiasi,” ujar  Fachrudin, Rabu (3/6).

Meski ada jalur khusus, calon siswa hanya boleh memilih satu sekolah serta wajib menyertakan surat keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, bila orangtuanya merupakan tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa beberapa jalur PPDB masih diberlakukan. Di antaranya 20 persen kuota jalur afirmasi, lima persen perpindahan tugas orangtua dan anak guru dan 20 persen, jalur prestasi serta zonasi sebesar 53 persen.

“Kalau dilihat dari kuota penerimaannya, jumlah siswa ataupun rombongan belajar, memang terjadi perubahan. Dimana kuota hanya 50 persen dari yang biasa. Jadi kedepannya maksimal hanya akan ada 28-35 siswa dalam satu rombongan belajar,” tandasnya.

n Fredy Kristianto

HJB, Pemkot Bantu 538 Keluarga

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Perayaan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 yang jatuh pada Rabu, 3 Juni 2020 dikemas sederhana. Sebagai bentuk solidaritas di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan bantuan kepada 538 keluarga yang dihimpun melalui program Jaringan Keluarga Asuh Kota (Jaga Asa).

Selain itu di hari lahirnya kota hujan ini, Pemkot Bogor juga memberikan secara simbolis insentif kepada guru ngaji dan RW Siaga Corona yang diserahkan di 68 Kelurahan se-Kota Bogor.

Salah satunya di Aula Kecamatan Bogor Utara. Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin, Kepala BKAD Denny Mulyadi, Camat Bogor Utara Dudi Fitri Susandi dan Lurah Tegal Gundil Yadi Ruyadi secara simbolis memberikannya kepada penerima bantuan.

Dedie berharap bantuan itu bisa bermanfaat bagi penerima di tengah pandemi Covid-19 ini.

Sebelumnya, Rapat Paripurna HJB ke 538 di Kota Bogor digelar di Gedung DPRD Kota Bogor secara terbatas serta menggunakan video streaming. Mereka yang hadir pun menggunakan pakaian adat Sunda.

Diketahui Kota Bogor akan memasuki usia ke 538 pada tanggal 03 Juni 2020. Namun tahun ini terasa berbeda.Karena Tahun Ini Kota Bogor diuji dengan pandemi Covid 19. Tahun ini, Pemkot Bogor mengambil tema “Sahitya Raksa Baraya” yang diambil dari Bahasa Sansekerta dan Sunda.

Sahitya mengandung makna solidaritas atau gotong royong, Raksa mengandung makna menjaga, melindungi, menyayangi, memelihara dan Baraya mengandung makna saudara atau kerabat atau sesama.

Dengan demikian, Sahitya Raksa Baraya dimaknai sebagai solidaritas untuk saling menjaga, memelihara, menyayangi, dan melindungi sesama warga Kota Bogor dengan keimanan dan kebersamaan melawan Covid-19.

n Fredy Kristianto

Bupati: Jadikan Momentum HJB untuk Lebih Peduli Sesama

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 menjadikan momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mendorong semua pihak untuk terus tingkatkan kepedulian antar sesama.

Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor pada HJB ke-538 tahun berbeda dari biasanya. Para anggota dewan, Bupati dan Wakil Bupati Bogor mengunakan pakaian adat Jawa Barat dan mengunakan bahasa Sunda, sementara tamu undangan menyaksikan sidang paripurna tersebut secara virtual di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu (3/6).

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, tema peringatan HJB ke-538 sangat relevan dengan situasi terkini yakni solidaritas untuk kebangkitan Kabupaten Bogor.  “Sejak awal tahun 2020, serangkaian musibah bencana alam seperti banjir bandang dan longsor menimpa sebagian wilayah Kabupaten Bogor. Selanjutnya disusul dengan pandemi wabah Covid-19. Bahkan berdasarkan prediksi BMKG beberapa bulan kedepan kita akan menghadapi kemarau panjang,” tegas Ade Yasin.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat ini mengungkapkan, semua pihak lebih introspeksi diri atas semua fenomena yang melanda khususnya di Bumi Tegar Beriman umumnya di Indonesia. “Ini salah satu momentum untuk melakukan refleksi, sudah sejauh mana upaya kita dalam menghadapi masa sulit ini, sejauhmana kita berkontribusi, serta persiapan apa yang telah kita lakukan untuk menghadapi hari-hari kedepan,” katanya.

Lebih lanjut ibu dua anak ini mengapresiasi semua pihak yang telah menunjukan kontribusinya terhadap situasi di wilayah Bumi Tegar Beriman agar menjadi lebih baik lagi.

“Saya mengucapkan terima kasih serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi dan partisipasi dalam percepatan penanganan Covid 19 di Kabupaten Bogor,” terangnya.

Ia memaparkan, pihaknya meminta untuk semua kalangan untuk tetap melakukan hal yang dapat memutus mata rantai penyebaran virus mematikan yang melanda secara global.

“Perjuangan kita belum selesai. Belum ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Sampai saat ini pun vaksin belum ditemukan, maka yang terbaik yang dapat kita lakukan saat ini adalah bersiap untuk memasuki fase adaptasi kebiasaan baru dan berjuang terus melawan penyebaran Covid 19 dengan menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan hidup kita sehari-hari. Karena protokol kesehatan adalah senjata utama kita dalam perang melawan pandemi,” paparnya.

n Noverando H

SMANTIC Lakukan Sosialisasi PPDB di Era Pandemi

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
KEPALA sekolah SMAN 3 Cibinong, Asep Anwar mengatakan,  SMAN 3 Cibinong sudah sangat siap menggelar PPDB secara online dan daring di era Pandemi Covid-19  yang tengah berlangsung. TaK hanya itu,  SMANTIC juga sudah melakukan sosialisasi kepada para kepala  sekolah SMP yang ada di kawasan Cibinong, Citeureup dan Sukaraja secara daring.

“Kami sudah melakuan sosialisasi PPDB Online secara daring kepada semua sekolah yang ada di kawasan  Cibinong, Citeureup dan Sukaraja. Alhamdulilah pelaksanaan  sosialisas ini disambut secara positif oleh semua kepala  sekolah SMP yang kami lakukan secara  daring,” beber Asep Anwar.

Ia menambahkan, sosialisasi  PPDB online di era Pandemi Covid 19 ini dihadiri juga oleh kepala  Kantor Cabang Dinas ( KCD ) Wilayah 1,  Drs Dadang Sufyan Saifullah.

Dalam daring sosialisasi  PPDB di era Pandemi ini, KCD  Wilayah 1 ,  Drs Dadang Sufyan Saifullah  mengatakan, sesuai amanat Pak Gubernur Jawa Barat,   peserta didik wajib bersekolah dan semua anak bisa  juara. Pada Pandemi  seperti ini PPDB  harus tetap berjalan  walaupun dengan tidak datang langsung ke sekolah karena  kondisi Pandemi Covid-19. “PPDB  dilakukan secara online  dan sosialisasi dengan menggunakan Zoom Meeting,”  tegasnya.

Tak hanya itu, Dadang juga  berpesan  semua tenaga pendidik  dan semua  siswa bisa  harus mengikuti protokoler  Covid 19 dan pola hidup sehat dengan  cara  selalu menggunakan masker ,   selalu cuci tangan, menggunakan Hand Sanitizer. “Kami  juga mohon maaf bila kami tidak  melayani orang tua siswa secara maksimal karena situasi Pandemi saat ini,” tuntasnya.

** Asep Syahmid

Ditengah Pandemi Covid-19, PAT Smantic Berjalan Lancar

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
KENDATI masih dalam suasana Pandemi Covid 19 namun  pelaksanaan Penilaian  Akhir Tahun (PAT)  di SMAN 3 Cibinong atau yang dikenal dengan sebutan SMANTIC berjalan dengan lancar. “Semua proses pelaksanaan PAT yang dilakukan di SMANTIC berjalan dengan lancar dan semua siswa dapat mengikuti PAT dengan fokus,:” ujar Wakasek Bidang Humas, Iwan Kuswandi.

Iwan mengatakan, semua  siswa dari hari pertama PAT hingga saat ini sepertinya tanpa ada gangguan dan mereka bisa mengikuti pelaksanaan PAT  sesuai jadwal yang telah kami lakukan  atau tetapkan tiap harinya.

Tak hanya itu, kata Iwan, dengan situasi New Normal  seperti saat ini para siswa juga sepertinya tidak mengalami hambatan dan mereka sangat enjoy dalam mengerjakan soal soal via online.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMANTIC, Asep Anwar secara tegas membenarkan proses PAT yang dilakukan di SMANTIC saat ini berjalan dengan lancar. “Jauh jauh hari saat mulai ada Pandemi Covid 19, kami terus melakukan komunikasi secara daring kepada para siswa dan juga orang tua siswa terkait PAT dan juga hal hal yang berkaitan dengan perkembangan Pandemi Covid 19,” beber Asep Anwar.

Asep menambahkan, secara keseluruhan semua siswa SMANTIC  dapat  mengikuti PAT secara online dengan tepat waktu. Hingga kemungkinan tidak ada PAT susulan bagi para siswa. 

** Asep Syahmid

Progres Piala Dunia U 20 Tetap Berlanjut

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
PERHELATAN sepakbola akbar, World Cup U 20 tahun 2021 yang akan digelar di Indonesia tetap jadi perhatian serius Dispora Kabupaten Bogor. Pasalnya Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor  termasuk salah satu venue utama dari pesta bola paling akbar di Planet Bumi ini.

Kadispora Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan mengatakan, Pemkab Bogor melalui Dispora Kabupaten Bogor saat ini terus melakukan progres pembenahan Stadion Pakansari untuk menjadi salah satu stadion yang bakal menggelar event Piala Dunia U -20.

“Kami terus melakukan Komunikasi dengan PSSI, Kemenpora dan Kementrian PUPR terkait rehabilitasi Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor dan juga pembangunan Lima Lapangan luar untuk latihan kontestan Piala Dunia U 20,” tegas Bambang Setiawan.

Bambang menambahkan, untuk lima lapangan yang akan digunakan latihan para peserta Piala Dunia U-20 semunya berada di sekitar Cibinong.  “Empat lapangan latihan  akan dibangun di sekitar Stadion Pakansari dan satu lagi Stadion Mini Persikabo.  Alhamdulilah Kementrian PUPR  sudah menayangkan lelang  untuk pembangunan lapangan latihan,” beber Bambang lagi.

Mantan Camat Ciawi ini menegaskan, untuk anggaran pembangunan  lapangan latihan itu berkisar 95,15 Milyar dan semuanya berasal dari anggaran Kementrian PUPR. Disamping itu, kata Bambang,  rehabilitasi  juga akan dilakukan di lapangan dalam Pakansari seperti pembenahan Lampu, Lift, Sound, Rumput , ruang VVIP, Ruang Media, Ruang Ganti Pemain,   dan juga area luar lapangannya .

“Insya Allah semua perbaikan yang akan dilakukan di Stadion Pakansari benar benar berstandar Internasional atau FIFA ,” pungkasnya.

Herdi Sukria , Kepala  UPT Paspor Dispora Kabupaten Bogor membenarkan kalau progres pembangunan lapangan latihan dan juga pembenahan stadion Pakansari memang berjalan terus hingga saat ini. “ Mudah mudahan progres pekerjaannya bisa dilakukan pada tahun 2020  sekarang  ini, tuntas Herdi Sukria.

** Asep Syahmid

Vio Siap Pimpin PESTI Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
POLITISI  PPP Kabupaten Bogor yang saat ini tercatat sebagai anggota  DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova  mengaku siap mengemban amanah jadi orang nomor satu di Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI ) Kabupaten Bogor.

PESTI Kabupaten Bogor sendiri rencananya termasuk cabor baru yang akan jadi anggota KONI Kabupaten Bogor dan akan ambil bagian dalam event Porda Jabar 2022 di Tasuba mendatang. “Insya Allah saya siap mengemban amanah jadi Ketua PESTI Kabupaten Bogor, jika memang semua insan tenis di Bumi Tegar Beriman memberikan amanah kepada saya ,” tegas Vio, julukan Ferry Roveo Chechanova ini.

Vio menambahkan,  kalau memang ia diberikan amanah untuk jadi Ketua PESTI,  ia berharap semua pengurus yang akan Masuk benar benar orang yang paham akan olahraga Soft Tenis. Disamping itu, semua pengurus  harus punya tekad yang sama untuk membesarkan olehraga ini dan juga membesarkan PESTI Kabupaten Bogor bisa berbicara di kancah Jabar,  nasional dan internasional .

“Jujur saja saya bukan orang tenis, tapi kalau memang ini semua amanh saya siap all out untuk membesarkan PESTI Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Sementara itu, Rudy Achdiat dan Sri Agus , inisiator berdirinya cabor Pesti mengatakan,  sangat bangga dengan kesiapan dari Ferry Roveo untuk memangku jabatan orang nomor satu di PESTI Kabupaten Bogor. “Pak Vio orang yang sangat serius untuk mengembangkan olahraga Soft Tenis. Ini akan jadi modal penting bagi PESTI Kabupaten Bogor kedepannya,” beber Rudy Achdiat.

Lebih lanjut, kata Rudy, ia juga tenghah menyusun draft keopengurusan PESTI Kabupaten Bogor ini dan akan segera di bawah ke Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor.

** Asep Syahmid