25.7 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1549

Konflik dengan India, China Kirim Pelatih Bela Diri

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
China memberangkatkan 20 orang pelatih bela diri ke dataran tinggi Tibet untuk melatih tentara. Tidak disebutkan apa alasan dibalik keputusan itu, tetapi hal ini terjadi setelah setidaknya 20 tentara India tewas dalam bentrokan dengan pasukan China di perbatasan di dataran tinggi Himalaya. Berdasarkan perjanjian pada 1996, pasukan India dan China dilarang membawa senjata api atau bahan peledak di perbatasan Himalaya.

Dikutip dari BBC, Senin (29/6), China sejauh ini belum mengumumkan tentang jumlah korban di pihaknya, sementara India mengatakan 76 orang tentaranya terluka. Pemberitaan mengenai kehadiran pelatih bela diri bagi tentara China dilaporkan oleh kantor berita resmi China pada 20 Juni, menurut media Hong Kong.

Stasiun televisi CCTV mengatakan 20 pelatih bela diri dari Enbo Fight Club akan bermarkas di ibu kota Tibet, Lhasa, walaupun media China tidak mengonfirmasi apakah individu-individu tersebut akan melatih pasukannya di perbatasan dengan India. China dan India – keduanya memiliki kekuatan nuklir – saling menyalahkan terkait bentrokan di Lembah Galwan di Ladakh pada 15 Juni lalu.

Kawasan tersebut, yang sebagian berupa dataran tinggi dengan iklim yang keras, tidak jauh kawasan Aksai Chin, kawasan sengketa yang diklaim oleh India tetapi dikendalikan China. Terbunuhnya para personel tentara akibat bentrokan itu merupakan kasus kematian pertama pada perjalanan bentrokan kedua pihak dalam hampir setengah abad.

Bagaimanapun, ketegangan lama antara India dan China mengenai LAC (Garis Kendali Aktual), sebutan terhadap perbatasan yang disengketakan kedua negara, meningkat kembali dalam pekan-pekan menjelang insiden kekerasan tersebut.

ASS|*

Fahri Guyon Ancaman Reshuffle Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Ancaman reshuffle terhadap jajaran menterinya di Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo jadi guyonan politikus Fahri Hamzah.  Ultimatum Jokowi malah membuat heran Fahri. Pendiri Partai Gelora itu mempertanyakan kemarahan Jokowi yang baru dimunculkan. Padahal, dari keterangan video yang diunggah Sekretariat Presiden, kemarahan Jokowi itu terjadi pada 18 Juni 2020 saat rapat Kabinet di Istana Negara. Namun, baru diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

Fahri mempertanyakan kenapa jarak marah dan terdengar marah Jokowi soal reshuffle bisa sampai 10 hari. “Berita Hari ini: Presiden marah 18 Juni 2020. Terdengar marah 28 juni 2020. Jarak Marah-Terdengar 10 hari. Apa yang terjadi?,” tulis Fahri di akun Twitternya, @Fahrihamzah yang dikutip dari Vivanews, Senin (29/6). Fahri dalam cuitan berikutnya pun bertanya apakah kemarahan Jokowi mewakili perasaan netizen.

Jokowi sebelumnya menyampaikan kemungkinan adanya kebijakan reshuffle sampai pembubaran lembaga bila dibutuhkan. Menurut dia, situasi saat ini mesti disikapi dengan langkah luar biasa atau extraordinary. Jokowi mengatakan akan melakukan upaya apapun untuk kepentingan 267 juta takyat Indonesia.

“Saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” kata Jokowi dalam video rapat Kabinet tanggal 18 Juni 2020, di Istana Negara, sebagaimana diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu, 28 Juni 2020.

Di video itu, Jokowi berbeda gaya bicaranya. Nada bicara meninggi. Menurutnya, jajaran kabinet Indonesia Maju harus punya satu kesamaan pikiran dan bisa bekerka keras menyangkut kondisi negara saat ini dalam kondisi krisis akibat pandemi Covid-19.

ASS|*

Kandidat Vaksin Mengerucut, AstraZeneca dan Moderna

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Di antara ratusan kandidat vaksin Covid-19, kini mengerucut ada AstraZeneca dan Moderna. Pengembangan vaksin Corona ini semakin gencar dilakukan agar dapat tersedia secepat mungkin mengatasi pandemi. Calon vaksin yang dikembangkan AstraZeneca merupakan vaksin yang dinilai paling maju dalam hal pengembangan.

AstraZeneca dikembangkan perusahaan Inggris, bekerjasama dengan Universitas Oxford. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) Soumya Swaminathan.

Swaminathan mengatakan, kandidat vaksin corona lainnya yang dikembangkan Moderna, perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, dinilainya juga tidak jauh di belakang Astrazeneca. Menurut Swaminathan, dari sekitar 200 kandidat vaksin corona, 15 di antaranya telah memasuki uji klinis. “WHO sedang dalam pembicaraan dengan beberapa produsen asal China seperti Sinovac tentang vaksin potensial,” ujar Swaminathan dikutip dari Kompas, Senin (29/6).

Swaminathan menyerukan agar mempertimbangkan untuk berkolaborasi dalam uji coba vaksin corona, mirip dengan uji coba solidaritas WHO yang sedang berlangsung untuk obat-obatan. “Tapi saya pikir AstraZeneca tentu memiliki cakupan yang lebih global saat ini dalam hal di mana mereka melakukan dan merencanakan uji coba vaksin mereka,” kata Swaminathan.

Pendanaan Koalisi pimpinan WHO melawan pandemi corona meminta bantuan pemerintah dan sektor swasta untuk membantu mengumpulkan dana 31,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 449 triliun dalam 12 bulan ke depan. Dana tersebut untuk mengembangkan dan memberikan tes, perawatan, dan vaksin untuk penyakit tersebut. Anggaran sebanyak 3,4 miliar dollar AS telah dikontribusikan untuk koalisi sampai saat ini, sehingga masih kurang pendanaan 27,9 miliar dollar AS. 

WHO bekerja sama dengan koalisi besar organisasi pengembangan obat, pendanaan dan distribusi di bawah apa yang disebutnya ACT-Accelerator Hub. Inisiatif ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan memberikan 500 juta tes corona dan 245 juta program pengobatan baru untuk penyakit ini ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada pertengahan 2021. WHO juga berharap 2 miliar dosis vaksin, termasuk 1 miliar yang akan dibeli oleh negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, akan tersedia pada akhir tahun 2021.


ASS |*

RUU HIP Bisa Degradasi Pancasila

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Kajian secara secara mendalam setiap pasal yang terkandung dalam draf Rancangan undang Undang haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah dilakukan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Hasilnya, RUU ini justru membahayakan Pancasila.

“Saya sangat pantang untuk berbicara sebelum memahami isinya. Saya sudah mendapat seluruh RUU HIP. Saya baca pasal demi pasal, saya lihat, saya dalami per pasal, saya akhirnya berkesimpulan ada hal yang kalau diloloskan ini membuat terdegradsi Pancasila,” ujar Juru Bicara PA 212, Haikal Hassan dikutip dari Sindonews, Senin (29/6) dalam Bincang Santai Bersama Ustadz Haikal Hassan bertema Wawasan Kebangsaan dan Keislaman Indaonesia dan US yang digelar secara virtual oleh Nusantara Foundation dan dipandu Direktur Jamaica Muslim Center, New York, AS, Imam Shamsi Ali, Minggu (28/6) malam.

Haikal mengatakan, Pancasila adalah sebuah kesepakatan. Dan Indonesia bukan hanya Islam, tapi juga ada Hindu, Budha, Kristen, Katolik, juga Konghucu. Karena itu, demi kesatuan dan persatuan bangsa maka telah terjadi kesepakatan yang final bahwa dalam mendirikan Negara Indonesia, para pendiri bangsa mencontoh apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW yaitu melalui ijtima bersama para pendiri bangsa.

“Jadi ini adalah kesepakatan yang paling benar, ijtihat para ulama dan tokoh nasionalis. Nah kenapa justru ada RUU HIP yang krusial ini,” katanya. 
Menurutnya, jika RUU ini lolos dan disahkan menjadi UU maka kemungkinan akan ada pergeseran Ketuhanan Yang Maha Esa bergeser mengacu pada Pancasila 1 Juni 1945 yang mana sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu berada di nomor 5.

“Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab itu harus berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila Persatuan Indonesia itu juga harus berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila-sila itu harus mengacu sila pertama yang merupakan kalimatut tauhid qulhuallahu ahad,” tuturnya.

Karena itu, dia mengaku heran ketika membaca draf RUU HIP, ternyata isinya kembali pada Pancasila 1 Juni 1945. “Kami tidak mau ini diubah-ubah. Apalagi ada kalimat ketuhanan yang dimaksud adalah ketuhanan yang berkebudayaan, kami tidak terima, masa kebudayaan,” katanya.

Sementara itu, Imam Shamsi Ali sependapat bahwa memang Pancasila sudah final. Maka dia heran karena kini justru ada pihak-pihak yang berkeinginan untuk “mengobok-obok” melalui sebuah RUU. 

“Pancasila ini sudah final, kemudian tiba-tiba ada keinginan mengobok-obok lagi. Yang pasti ketuhanan itu adalah spiritnya. Ketika ketuhanan tercabut maka kita mati suri. Seluruh negara-negara Islam akan berkembang kalau ada keberkahan dari langit,” tuturnya.

Dia mengingatkan bahwa semua orang jangan pernah melupakan sejarah bahwa ketuhanan adalah pondasi bangsa ini. “Maka saya kira (RUU HIP) ini memang sesuatu yang membingungkan,” tuturnya.

ASS|*

Hadits Hari Ini

0

29 Juni 2020
07 Dzul-Qa’dah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَجَعْفَرُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ جَعْفَرٌ حَدَّثَنَا و قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ إِيَادٍ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ تَقُولُونَ بِفَرَحِ رَجُلٍ انْفَلَتَتْ مِنْهُ رَاحِلَتُهُ تَجُرُّ زِمَامَهَا بِأَرْضٍ قَفْرٍ لَيْسَ بِهَا طَعَامٌ وَلَا شَرَابٌ وَعَلَيْهَا لَهُ طَعَامٌ وَشَرَابٌ فَطَلَبَهَا حَتَّى شَقَّ عَلَيْهِ ثُمَّ مَرَّتْ بِجِذْلِ شَجَرَةٍ فَتَعَلَّقَ زِمَامُهَا فَوَجَدَهَا مُتَعَلِّقَةً بِهِ قُلْنَا شَدِيدًا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا وَاللَّهِ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ الرَّجُلِ بِرَاحِلَتِهِ قَالَ جَعْفَرٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادٍ عَنْ أَبِيهِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Ja’far bin Humaid, berkata Ja’far; telah menceritakan kepada kami, dan berkata Yahya; telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Iyad bin Laqith dari Iyad dari Al Barra bin Azib dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Bagaimana pendapat kalian tentang kegembiraan seseorang yang kehilangan hewan tunggangannya ketika dia membawanya ke sebuah padang pasir yang tandus, tidak ada air minun dan tidak ada pula makanan, padahal di atas unta tersebut ada air minum dan makanan. Kemudian ia pun mencarinya hingga sangat kepayahan. Tatkala ia melewati sebatang pohon, dia menemukan hewan tersebut terikat di sana.

Maka kami mengatakan: “Tentu orang itu sangat gembira sekali ya Rasulullah.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hambanya daripada seseorang yang menemukan hewan tunggangannya kembali.

Ja’far berkata; telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Iyad dari bapaknya.

HR Muslim No. 4931.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jokowi Marah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Pihak Istana sengaja merilis video Presiden Joko Widodo marah dalam sidang kabinet paripurna agar diketahui publik. Mulanya, Sidang Kabinet Paripurna itu dihelat tertutup dan sudah 10 hari video itu tersimpan, namun akhirnya diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6). Jokowi meminta para menterinya bekerja lebih keras lagi untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19. Ia menyebut situasi saat sekarang sudah semestinya diatasi dengan langkah-langkah yang luar biasa atau extraordinary. Jokowi bahkan mengultimatum akan reshuffle kabinet, bila itu dibutuhkan.

“Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya,” kata Jokowi dalam video rapat Kabinet tanggal 18 Juni 2020, di Istana Negara, sebagaimana diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

Dalam rapat itu, Jokowi tampak meninggi bicaranya. Ia meminta jajaran kabinetnya mempunyai satu kesamaan pikiran bahwa saat ini dalam situasi krisis. Karena itu ia menegaskan agar para kabinetnya bekerja keras. “Saya betul-betul minta pada bapak ibu dan saudara sekalian mengerti, memahami apa yang tadi saya sampaikan. Kerja keras, dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Jokowi meminta para menterinya tidak takut bila saat mengambil kebijakan untuk masyarakat namun tidak memiliki dasar hukum. Jokowi menyatakan siap buka jalan bagi para menterinya untuk melakukan tindakan extraordinary, seperti Perpes dan Perppu, sehingga Covid-19 bisa benar-benar teratasi di Tanah Air.

“Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dan manajemen krisis. Sekali lagi kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu,” imbuhnya.

ASS |*

Kini, Nasib RUU HIP di Tangan Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Nasib Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) kini di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, DPR tidak bisa melakukan apa-apa tanpa adanya surat presiden (Surpres) tentang penghentian pembahasan RUU HIP dan pencabutan RUU itu dari daftar program legislasi nasional (Prolegnas).

“Ya DPR tidak bisa melakukan apa-apa. DPR hanya menunggu, karena RUU sudah di tangan presiden, kecuali ketika rancangan itu masih ada di DPR belum dikirim ke presiden, DPR bisa mereview melakukan koreksi bisa saja, tetapi karena RUU nya sudah disampaikan ke presiden, bolanya sekarang ada di presiden,” ujar Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf, Minggu (28/6). 

Sekadar diketahui, Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin berjanji akan menghentikan pembahasan RUU HIP. Janji itu disampaikan Aziz Syamsuddin setelah audiensi dengan perwakilan massa Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI penolak RUU HIP pada Rabu 24 Juni 2020.

Terkait hal tersebut, Bukhori Yusuf berpendapat, sebenarnya sederhana untuk menghentikan RUU HIP itu. “Bahwa ketika Pimpinan DPR itu komitmen untuk menghentikan pembahasan RUU HIP dan ingin mencabut dari daftar program legislasi nasional, ya sebenarnya sederhana. Tinggal DPR bersama pemerintah menyepakati dalam rapat di Badan Legislasi, sehingga terjadi perubahan terhadap program legislasi nasional,” jelasnya.

Maka itu, dia menilai Surpres yang meminta penghentian dan pencabutan RUU HIP dari daftar Prolegnas diperlukan. “Kalau Surpres permintaannya itu adalah penghentian dan dicabut dari Prolegnas ya tentu surat tersebut dibacakan di Rapat Paripurna, untuk kemudian ditindaklanjuti,” tandas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Dia melanjutkan, setelah Surpres itu dibacakan di Paripurna maka Baleg DPR menindaklanjutinya dengan rapat bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai perwakilan presiden. “Dalam rapat itu kemudian disepakati untuk kemudian dicabut, lalu setelah itu kemudian dibawa ke Paripurna tentang perubahan dari Prolegnas, prosedurnya seperti itu. Tetapi ketika Paripurna itu ketika menyikapi terhadap Surpres presiden yang seandainya Surpres itu meminta dihentikan dan dicabut dari Prolegnas dan di dalam Paripurna ketika membacakan Surpres itu sendiri adalah Paripurna menyetujui, saya kira tinggal proses formalitas aja,” pungkasnya.

Sementara itu, pPemerintah bersama dengan DPR diminta untuk tegas mencabut RUU HIP dari Prolegnas. Pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, penundaan pembahasan RUU ini justru bisa memicu kemarahan publik yang dikhawatirkan berujung pada konflik horizontal.

“Kalau sekadar ditunda, lalu nanti diubah namanya atau judul undang-undangnya, lalu dibahas lagi oleh DPR maka itu berpotensi terjadi eskalasi konflik ke depan. Jadi ini bukan hanya pertarungan soal elite, tapi ini persoalan konflik horizontal di depan,” ujar Ujang Komarudin, Minggu (28/6).

Potensi ini bisa dilihat dari adanya aksi demonstrasi dan juga pembakaran bendera PDIP. Padahal, saat ini sebenarnya masih dalam kondisi pandemi corona (Covid-19). “Artinya kalau eskalasi saat ini saja sudah ramai begitu, apalagi saat undang-undang ini berjalan. Karena kalau ditunda, suatu saat nanti bisa dibahas lagi. Ini kemungkinan besar akan memicu konflik di kemudian hari,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin bahwa DPR akan menyetop pembahasan RUU HIP, Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) mengatakan, pernyataan menyetop atau menghentikan pembahasan belum cukup. “Pemerintah dan DPR jangan main api. Ini masyarakat sedang marah, sedang geram terkait RUU HIP. Kalau sekadar menyetop, itu kan kalau berhenti bisa maju lagi. Kalau kita mengendarai mobil, stop kan bisa jalan lagi ini mobil. Tapi kalau dibatalkan, dicabut dari prolegnas, ini clear. Artinya mereka tidak akan membahas lagi,” tuturnya.

Dikatakan Ujang, penolakan RUU HIP terjadi di mana-mana. Jangan sampai stabilitas politik yang sudah aman ini dipicu oleh RUU HIP yang kontroversial ini kemudian menjadi konflik horizontal di masyarakat.

ASS |*

Kuliner Dapur Sanguan Eka Jayanti Hadir Saat Pandemi

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Ada saja upaya menambah geliat perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya membuka warung daring bertemakan kuliner yang bertempat di perumahan Ciampea Asri, Desa Benteng Kecamatan Ciampea. Dapur Sanguan ini menyuguhkan mie ayam baso ceker sanguan, oseng mercon sanguan dan kripik usus sanguan.

Kedai yang dirintis saat pandemi itu merupakan milik salah seorang pencipta batik Ciwitan asal Ciampea bernama Eka Hary Jayanti. Menurut Eka, ditengah pandemi seperi ini tentu usaha kuliner merupakan usaha yang cocok karena saat ini pasaran busana turun karena pandemi.

“Saya mencoba membuka kedai atau warung dengan memanfaatkan garasi rumah dan bisa dipesan secara online, ” kata Eka.

Eka menamai Dapur Sanguan karena saat ini nama sanguan merupakan kata yang tak asing ditelinga orang Sunda. “Alhamdulillah karena hari ini usaha busana batik turun drastis dan saya harus tetap menghidupi pekerja jadi saya berinovasi ke usaha kuliner dan alhamdulillah cukup diminati warga sekitar Ciampea, ” kata Eka.

Ia pun mengatakan selain secara online penjualannya, para pembeli pun ada yang datang langsung ke kedainya. “Tapi tetap kami terapkan protokol kesehatan guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

** Cepi Kurniawan

Masuki Transisi New Normal, Muspika Nanggung Perkuat Kampung Tangguh

0

Nanggunga l Jurnal Inspirasi
Memasuki masa transisi menjelang new normal, Muspika Kecamatan Nanggung melakukan launching dengan dibentuknya Kampung Tangguh Lodaya di dua desa, yakni Desa Malasari dan Kalongliud. Hal ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Camat Nanggung Ae Saefulloh mengatakan,  Kampung Tangguh Lodaya sebagai garda terdepan dalam menekan angka dan melawan penyebaran Covid-19. “Dengan kesepakatan komitmen bersama memasuki transisi new normal, kami telah menyiapkan protokol di semua lini untuk menghadapi masa transisi ini,” jelas Camat Ae kepada Jurnal Bogor, kemarin.

“Tugas ini tidak mudah, namun harus dilakukan mengingat warga  harus melanjutkan kehidupan mereka untuk mencari nafkah,” kata Ae.

Menurutnya, sangat perlu untuk mendirikan Kampung Tangguh Lodaya untuk mempersiapkan diri menghadapi new normal yang akan datang.” Bagaimanapun dampak Covid ini diperkirakan akan berkepanjangan maka itu harus diperkuat juga terutama dari sisi kekuatan pangan di masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ae, Mupika Nanggung dengan para kepala desa tetap berkomitmen berusaha dalam mencegah penularan Covid-19. ” Dengan adanya Kampung Tangguh Lodaya merupakan upaya mendukung usaha pertanian masyarakat di bidang pangan serta mengaktifkan kembali program siskamling.”

“Mengahadapi new normal itu adanya kehidupan baru dan sesuai protokol kesehatan mau tidak mau  kita semua harus melakukan itu untuk antisipasi kedepan sehingga new normal itu bisa dijalankan,” paparnya.

Kepala Desa Kalong Liud sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) se- Kecamatan Nanggunga Jani Nurzaman menyatakan, Kampung Tangguh Lodaya ini adalah program kepedulian masyarakat tentang pencegahan  wabah Covid-19.

Menurut Jani, masyarakat peduli tentang pencegahan Covid-19 diantaranya melakukan siskamling dan meningkatkan produktivitas pangan agar waraga masyarakat  tidak terlalu terimbas dan masih bisa melakukan altivitas hariannya. “Masyarakat  tetap budidaya ikan dan akvitas pertanian tetap berjalan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, launching Kampung Kangguh Lodaya ini diinisiasi Kapolres Bogor dan baru bisa dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Malasari tepatnya di Kampung Kopo, sedangkan untuk wilayah Desa Kalongliud berlangsung di Kampung Bongas. “Pak Kapolres  ingin sekali  meningkatkan lagi kewaspadaan dari individunya masing masing dalam rangka pencegahan Covid-19,” tandas Jani.

** Arip Ekon.

Rhoma Tetap Hadir dan Nyanyi pada Acara Sunatan di Pamijahan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi
Sempat dikabarkan batal konser, namun Raja Dangdut Rhoma Irama tetap hadir memenuhi undangan warga di acara khitanan di Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Minggu (28/6).  Meskipun pada acara itu datang sebagai tamu undangan dan tidak bersama kru Soneta Group, Rhoma tetap menyanyi dan membawakan beberapa lagu.

Hadirnya Rhoma seolah tak menggubris imbauan Pemkab Bogor yang tak menginginkan ada keramaian. Namun pihak kepolisian mengelak karena hadirnya Rhoma itu tidak dengan Soneta Group. “Mereka ke undangan karena dengan sohibul hajat teman lama, terus mereka nyumbang lagu tapi tidak ada konser besar,” kata Kapolsek Cibungbulang Kompol Ade Yusuf kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ade menjelaskan, pihak kepolisian berpatokan ke Maklumat Kapolri yang sudah dicabut soal keramainan dan diperbolehkan menggelar kegiatan massal. “Di panggung juga bukan Soneta karena memang yang punya acara dengan Rhoma sahabat lama tapi meskipun begitu kami tetap melakukan pengamanan kewajiban SOP wilayah hukum Polsek Cibungbulang,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Poll PP Kecamatan Pamijahan Hary mengatakan, bahwa Rhoma datang bukan untuk konser, namun hadir sebagai tamu undangan. “Disaat hadir mungkin tuan rumah meminta sambutan satu buah lagu di hadapan masyarakat sekitar,” kata Hary

“Karena yang mengiringinya juga bukan tim Soneta, dan kita ada sedikit mis, yang ramainya kan dari awal Rhoma akan membawa tim sampai ada Rita Sugiarto, dan kita memberikan imbauan tembusan ke pimpinan dan Gugus Tugas Covid-19,” ucapnya.

Hary menambahkan, pada acara itu juga ada pagelaran wayang golek, dan hal itu diakuinya diluar dugaan. Namun pihaknya tetap melakukan pantauan menggunakan baju bebas, khawatir ketika ada pelarangan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. “Semuanya dilaporkan ke pimpinan. Diawal, kami tidak pernah menerbitkan izin keramaian, kecamatan dan Polsek juga, jadi kami anggap acara ini tidak akan terjadi, bahkan tak dilaporkan kegiatan lain dari pihak hajatan, sekarang pun kita tak menurunkan anggota, hanya pakaian sipil,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihaknya tidak mengira acara tersebut dan pihak tuan rumah tidak menjelaskan. “Bukan berarti ada kelalaian. Dari pantauan Rhoma hanya membawakan dua lagu saja, karena ketika Rhoma menggelar konser dan tetap bernyanyi, itu sudah menyalahi aturan sendiri yang dijelaskan ketika di media sosialnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan