Ciampea | Jurnal Inspirasi
Untuk memanfaatkan bendungan yang mulanya tak terurus, Pemerintah Desa Desa Cihideungudik, Kecamatan Ciampea, bersama Pemuda Karang Taruna menyulap bendungan itu menjadi objek wisata alam bekerjasama dengan pihak pengairan.
Bendungan Wirakarya itu berada di Kampung Ciproy RW 10, Desa Cihideungudik yang dijadikan
tempat wisata bagi warga. Bendungan Wirakarya yang terkenal dengan sebutan Bendungan
Ciproy itu sudah ada sejak 1968. Di bendungan
ini juga pernah dijadikan perkemahan yang dihadiri 7.000 peserta anggota Pramuka dari berbagai negara.
Bendungan yang dialiri Sungai Cihideung itu mengairi area
persawahan di tiga desa, yakni Desa Cihideungudik, Cihideunghilir dan Desa
Cibanteng.
Ketua Karang Taruna Cihidengudik, Galih, mengaku kaget
melihat antusias warga yang tinggi untuk wisata ke Bendungan Ciproy.
Sampai-sampai saat weekend, jumlahnya bisa mencapai ratusan pengunjung.
“Ini sebenarnya belum resmi dibuka, masih tahap
pembangunan. Jadi kami hanya memungut biaya Rp2.000 untuk servis kebersihan dan
jasa pengelolaan area,” kata Galih kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Ke depannya, bendungan ini akan dijadikan pusat kemah
dengan menyediakan wahana menarik. “Kalau sudah ada Perdes (Peraturan Desa,
red), ini akan menjadi wahana menarik untuk mengembalikan wisata ini seperti
awal mula bumi perkemahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cihideungudik Deni mengaku
pihaknya sudah memiliki konsep matang untuk menjadikan desanya menjadi percontohan
dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Cihideungudik.
“Kami punya salah satu Bendungan Ciproy yang belum
termanfaatkan maksimal, baru sekadar sarana pengairan pertanian di sini.
Setelah dikelola dengan baik, terbukti saat ini mulai banyak pengunjung dari
luar desa kami ke bendungan ini,” katanya.
Di awal pembentukan konsep wisata bendungan tidak mudah.
Sebab, keadaan lingkungan bendungan yang tidak terawat menjadi tantangan awal. Dengan
tekad kuat dan semangat gotong-royong semua elemen, lingkungan bendungan hingga
para wisatawan yang hadir pun nyaman dan betah menghabiskan waktu luang di
sini.
“Terbukti hari ini, saat weekend pengunjung yang ke sini
bisa mencapai ribuan orang yang bisa kita hitung dari tiket yang terjual.
Pungutan dari tiket kami gunakan untuk mengelola kebersihan dan perbaikan
sarana prasarana di sini untuk kenyamanan pengunjung yang datang,” ungkapnya.
Di beberapa titik sudah terlihat sarana pendukung di
antaranya MCK, spot selfie, spot UMKM, sarana karaoke dan wahana air. “Alhamdulillah
kami sudah bangun MCK, spot selfie, wahana bermain air, saung-saung asri.
bahkan masyarakat sekitar kami sediakan spot UMKM untuk mereka berjualan agar
membantu ekonomi mereka. Memang masih banyak perbaikan-perbaikan di sana-sini
agar lebih menunjang sisi wisata tempat itu, terutama akses jalan,” bebernya.
Deni juga berharap dukungan dari berbagai lini pemangku
kebijakan agar konsepnya bisa tercapai dan menjadikan Desa Cihideungudik
menjadi salah satu wilayah penyumbang PAD untuk Kabupaten Bogor.
“Konsep ini membantu menambah PAD Kabupaten Bogor dari sektor pariwisata. Sudah pernah ada yang ke sini perwakilan dari Dinas Pariwisata dan juga asosiasi pariwisata. Kami juga tunggu dukungan mereka, dari sisi kebijakan maupun akses pendanaan. Pokoknya bendungan ini adalah langkah awal, masih banyak potensi di Desa Cihideungudik yang akan saya gali dan kembangkan,” pungkasnya.
** Cepi Kurniawan