24.6 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1521

Yayasan Borces Dinyatakan Bersalah Dirikan Bangunan di Lahan LP2B

0

Kemang | Jurnal Inspirasi
Berdasar hasil sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor, Yayasan Bogor Center Ashokal Hajar (BOASH) atau Borcess dinyatakan bersalah karena mendirikan sejumlah bangunan dan waterpark yang berada di perbatasan Desa Bantarjaya dan Bantarsari tanpa izin dan dikenakan denda Rp 50 juta.

Sejumlah bangunan dan waterpark tersebut berdiri di Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) atau berada di lahan basah sesuai Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol-PP Kabupaten Bogor, Joko Widodo mengatakan berdasar keputusan hakim Borcess dikenakan denda maksimum sesuai Perda Nomer 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum (Tibum).

“Hakim memberikan denda maksimal yaitu sebesar Rp. 50 Juta, tentu kami merasa puas dengan kinerja penyidik Satpol PP karena dapat meyakinkan hakim,” kata pria yang akrab disapa Jokowi kepada wartawan kemarin

Untuk itu, sambung Jokowi meminta pihak Yayasan menunda sementara proses pembangunan sebelum Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diselesaikan. Untuk denda, Jokowi mengatakan hari ini pihak Borcess sudah membayarkan dendanya ke Satpol PP. “Dendanya sudah dibayarkan hari ini, diserahkan ke Kejari disetor ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara Wakil Yayasan BOASH, Marulloh mengakui kesalahan yang dilakukan pihaknya dan siap membayarkan denda. “Untuk melanjutkan proses perizinan, kita harus mencari lahan pengganti. Karena lahan yang digunakan merupakan LP2B. Tapi kita belum tahu, yang masuk LP2B luasannya berapa,” ungkapnya.

** Cepi Kurniawan

Wabup Tinjau Lokasi Lahan RSUD Bogor Utara

0

Parung | Jurnal Inspirasi
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meninjau lokasi lahan yang bakal dipakai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor Utara di Kampung Cogreg, Desa Cogreg, Kecamatan Parung. “Saya ingin melihat langsung terhadap keseriusan sampai mana eksistingnya rencana RSUD Bogor Utara,” kata Iwan ketika meninjau, Kamis (15/7).

Iwan menjelaskan, sampai saat ini tahapan DED dan masterplan sudah beres dan setelah itu baru dikeluarkan secara legalitas usulan bantuan ke Provinsi Jawa Barat. “Kalau status lahan sudah clear. Karena sejak awal pihak pengembang sudah melakukan berbagai rekayasa juga, ada untung dan ruginya. Bahkan keuntungannya mereka lokasi ini akan menjadi tempat ramai, dan kita mintanya bagian depan, supaya tidak mengganggu mereka juga,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini pihaknya melihat dulu, baik lokasi dan mengecek status lahannya. Karena  yang namanya bangunan kata dia, bukan seperti di hutan dan masterplannya sebagai panduan kedepannya.

“DED untuk bangunan sudah, dan sarana lainnya kita lihat dulu, karena utamanya bangunan RSUD Utara dulu sehingga tidak melanggar tata ruang dan tak mengganggu estetika wilayah,” tambahnya.

Bahkan, ia menegaskan, jangan sampai ketika pembangunan rumah sakit menjadi keuntungan sesaat beberapa pihak. Karena rumah sakit itu harus ada pengembangan kedepannya. “Ketika sudah rampung semuanya, tinggal tahapan pembangunan dan fasilitas penunjang lainnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kepala Desa Punya Kewenangan Penuh Rombak Perangkat Desa

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi
Keberadaan perangkat desa sering menjadi polemik terhadap proses pengangkatan dan pemberhentiannya  mengingat jumlah perangkat desa yang terbatas. Menurut Hadi Sutardi, Kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, kepala desa  memiliki kewenangan dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa.

“Tidak perlu melakukan pergantian, para perangkat desa hingga saat ini masih dapat bekerjasama dengan kepala desa untuk bekerjasama membantu  menjalankan roda pemerintahan desa. Dari penilaian yang sudah dilakukan  belum ada kesalahan yang fatal yang dilakukan  oleh perangkat desa,” tambahnya.

Lanjutnya, perangkat desa sama dengan ASN dimana sudah digaji oleh APBN,  maka dari itu proses pemberhentian perangkat desa pun ada aturannya walaupun sepenuhnya merupakan hak preogratif kepala desa.

“Jika staf desa melanggar seperti absensi yang buruk, tidak bekerja sesuai tupoksi, melakukan pelanggaran yang memanfaatkan jabatannya di desa, mungkin layak untuk diganti, tapi untuk Desa Sukamanah sendiri semua staf yang membantu saya melancarkan pekerjaan di desa sudah bekerja sesuai topuksi masing-masing,” katanya.

** Nay Nur’ain

Dua Pengunjung Alas Bandawasa Nyaris Tewas Dikeroyok Warga

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi
Dua pengunjung yang hendak berwisata ke Bukit Alas Bandawasa menjadi korban penganiayaan secara berkelompok di Jalan Blok Cisaat, Kampung Loji RT 01/09 Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kamis (16/7) dini hari. Satu diantara kedua korban yang merupakan warga Ciawi, Kabupaten Bogor itu, nyaris tewas akibat luka tusukan senjata tajam sehingga harus dilarikan ke RSUD Ciawi.

Kapolsek Cijeruk, Kompol Nurahim, membenarkan kejadian penganiayaan tersebut. Sehingga, saat ini pihaknya masih memburu pelaku.  “Masih dalam penyelidikan, sementara para saksi sudah dimintai keterangan dan barang bukti berupa pisau Kujang telah diamankan,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Pengeroyokan terhadap warga yang berkunjung ke Bukit Alas Bandawasa oleh warga itu pun dibenarkan Kepala Desa Pasirjaya, Suhamda Hendrawan. Namun dirinya tidak mengetahui persis kejadian tersebut.

 “Persisnya belum tahu karena saya dapat informasi dari kepolisian. Korbannya wisatawan yang mau berkunjung ke situ. Malam itu juga korban dibawa ke puskesmas dan rumah sakit,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Plt Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Namun terkait kembali ramainya lokasi saat ini, pihaknya telah menutup kawasan wisata Alas Bandaswasa itu sejak lama.

 “Terkait persoalan pengeroyokan saya masih menunggu informasi dari penyidik Polsek. Lokasi Alas Bandawasa, sejak diberlakukan PSBB, atas dasar musyawarah Muspika sudah ditutup sesuai dengan aturan PSBB, dan sudah dilaporkan kepada pimpinan,” akunya.

Menurut keterangan para saksi, dua korban pengeroyokan itu yakni Aldi (29) dan Ugum (25) bersama tujuh temannya  main ke Bukit Alas Bandawasa di Desa Pasir Jaya menggunakan kendaraan roda dua. Mereka yang seluruhnya merupakan warga Ciawi berangkat pada Rabu malam.

Pada Kamis pukul 00.00 WIB, para pemuda tersebut tiba di pos penjagaan tiket masuk wisata Bukit Alas Bandawasa. “Bang maaf saya mau masuk, masuknya per orang berapa duit?” ujar salah satu rekan korban, NN kepada petugas jaga tiket.

Namun karena telah penuh, petugas tersebut menolak para pemuda tersebut masuk. Dengan nada keras, rekan korban tersebut setengah memaksa petugas untuk membolehkan mereka masuk. “Pengen masuk sekarang berapapun harga tiketnya saya bayar,” ketusnya.

Karena merasa membutuhkan penjagaan lebih, petugas tersebut memanggil rekan-rekannya sebanyak kurang lebih 20 orang. Saat bergegas pulang, salah satu rekan korban yang lain melontarkan perkataan yang membuat tersinggung pelaku yang juga turut menjaga pos tersebut.

Bersama rekan-rekannya, pelaku mengejar korban dan rombongannya menggunakan sepeda motor sambil mengacungkan senjata tajam jenis pisau. Di lokasi kejadian, tepatnya pinggir jalan Blok Cisaat Kampung Loji, Ugum terjatuh dari sepeda motor. Melihat Ugum terjatuh, Aldi, korban tertusuk kembali dan mencoba melerai Ugum yang tengah dikeroyok pelalu dan rekannya dan saat itulah Aldi tertusuk.

 “Tolong saya tertusuk” teriak Aldi sambil mengedarai sepeda motor sendiri meminta tolong. Bersama rekannya, Aldi lari ke pemukiman warga untuk meminta pertolongan sebelum Aldi dilarikan ke RSUD Ciawi. Sementara, Ugum dibawa ke Puskesmas Cigombong untuk penanganan medis dan dilakukan visum.

** Dede Suhendar

Belum Diperbaiki, Warga Protes Kerusakan Jalan Pasir Ipis Garehong

0

Leuwiliang I Jurnal Inspirasi
Jalan Pasir Ipis Garehong yang berstatus jalan milik Kabupaten Bogor kondisinya rusak berat. Selama bertahun-tahun, jalan rusak tersebut belum diperbaiki sehingga menyebabkan banyaknya penguna jalan yang terjatuh karena rawan kecelakaan.

Kepala Desa Karacak, Hj Onas pun sudah meminta jalan yang melalui Desa Karacak, Karyasari, Puraseda serta Desa Purasari itu agar segera dibangun. “Karena masyarakat sudah tidak nyaman yang sudah lama sekali jalan tersebut sudah rusak parah, saya memohon kepada Dinas PUPR segera direalisasikan di tahun ini,” kata dia, baru baru ini.

Tak hanya itu, termasuk kepala Desa Puraseda Awan pun berharap tahun ini jalan tersebut dapat segera dibangun.” Mengingat banyaknya laporan ke desa lantaran para pemotor yang yang jatuh di lokasi jalan yang rusak parah dan berlubang. Bahkan di Desa Puraseda masyarakat ada swadaya menyumbang split dan beskos di titik lubang sangat besar, mudah-mudahan kami berharap sebagai kepada desa dan masyarakat meminta tahun ini harus direalisasikan untuk perbaikan jalan yang melintasi 4 desa tersebut,” lanjut dia.

“Kalau tahun ini tidak direalisasikan jangan salahkan kami kalau masyarakat menanam pohon pisang dan ternak kolam lele di jalan itu,” tandasnya.

Jalan ini juga merupakan akses menuju Pelabuhan Ratu melalui jalur Leuwiliang menuju ke Sukabumi yang menurut informasi rencananya akan dikerjakan di tahun ini 2020. Kepala UPT Jalan dan jembatan kelas A wilayah V Leuwiliang, Zaitun Nur Azizah menyebutkan, peningkatan jalan Leuwiliang Pasir Ipis – Garehong dari Sta- 6 sampai Sta- 11, dan Sta12 sampai 17 yang meliputi  Desa Karacak, Karyasari, Puraseda dan Purasari dengan anggaran 23 miliar yang bersumber dari dana Provinsi Jawa barat.

Menurut Zaitun, untuk pemeliharaan jalan Kabupaten Bogor sendiri ada 22 ruas jalan yang harus dipelihara secara kontruksi. ” Kita harus mengikuti dari pusat gak bisa 22 harus dapat semua, bisa jadi gak semua dapat untuk pemeliharaannya,” imbuhnya.

“Di sesuaikan dengan jadwal dari pusat konstruksi pemenang lelang dan kalau bahan sudah turun baru kita jadwalkan ruas mana saja yang harus dikerjakan. Jadi kita mengikuti jadwal dari pusat,” paparnya.

Zaetun menambahkan, untuk proyek ruas jalan Pasir Ppis Garehong akan dikerjakan di tahun 2020 dan untuk pemeliharaan merupakan tugas UPT. “Ruas jalan Kabupaten Bogor pasti kita akan kerjakan untuk penambalannya,” tambahnya.

“Jadi pada intinya pasti akan dikerjakan kita nunggu dari UPL untuk pemenang tender pengadaan barang kita tungggu akhir bulan Juli ini mudah-mudahan sudah ada pemenangnya,” tutupnya.

** Arip Ekon

Cegah Penularan Covid-19, Pedagang dan Pengunjung Pasar Cigudeg Rapid Test

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi
Ratusan  pedagang dan pengunjung Pasar Tohaga Cigudeg menjalani rapid dan swab test, Kamis (15/7). Kegiatan ini untuk mencegah penularan Covid-19. “Respon masyarakat  baik pengunjung pasar maupun para pedagang yang ikut menjalani rapid dan swab test terbilang cukup antusias,” kata Camat Cigudeg, Acep Sajidin kepada wartawan, kemarin.

“Kegiatan ini melibatkan pihak Satgas Covid-19 tingkat Kabupaten Bogor dan pihak Puskesmas serta Muspika Cigudeg. Kami sebagai tuan rumah atau Ketua Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Cigudeg tentu memfasilitasi agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik”.

“Kemarin informasi dari kabupatennya mendadak, tetapi langsung  kita sosialisasikan meski  waktunya sangat sempit. Untuk peserta rapid test sekitar 300 untuk  swab test ini sekitar 150 peserta,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di klaster pasar yang biasa tempat berkumpul dan berkerumun para  pedagang dan pembeli. “Yang  mana di klaster pasar ini sangat susah untuk menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya.

Setelah menjalani rapid test, Acep  berharap yang mengikuti rapid atau swab test hasilnya non reaktif sehingga Kecamatan Cigudeg yang sekarang masih di Zona Kuning. “Mudah-mudahan bisa bertahan sampai Covid berakhir,” harapnya.

Selain di Pasar Cigudeg, rapid dan swab test juga masih akan dilaksanakan  di pasar tradisional pada pekan depan yakni di Pasar Tohaga Jasinga.

Ditempat yang sama, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Dr Dedy Syarif yang merupakan  Kepala Bidang Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit (P2P dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, mengatakan, pada prinsipnya Bupati menginstruksikan pasar yang ada di kabupaten bogor itu hampir 30 pasar dan beberapa pasar yang memang diidentifikasi secara berkala. “Sesuai kondisi saat ini, secara bertahap  kita akan melakukan rapid test di setiap pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, karena memang pandemi saat ini  tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir, namun yang pasti kata dia, PSBB parsial atau proporsional saat ini melakukan pelacakan dan rapid test. “Sudah 10 pasar tradisional telah dilaksanakannya kegiatan rapid test. Hal ini Ibu Bupati memerintahkan kita  sebagai gugus tugas untuk melakukan pemeriksaan dan bergerak ke pasar-pasar yang ada di wilayah kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Kepala unit PD Pasar Tohaga Cigudeg, Wawan menyambut baik kegiatan rapid tes yang berlangsung  di area pasar. “Kami juga melakukan sosialisasi protokoler di lingkungan pasar dengan menyampaikan melalui surat edaran dan pengeras suara yang tentu saja sudah kami lakukan,” kata dia.

** Arip Ekon

Wisata Murah Bendungan Cihud Jadi Daya Tarik Warga

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Untuk memanfaatkan bendungan yang mulanya tak terurus, Pemerintah Desa Desa Cihideungudik, Kecamatan Ciampea, bersama Pemuda Karang Taruna  menyulap bendungan itu menjadi objek wisata alam bekerjasama dengan pihak pengairan.

Bendungan Wirakarya itu berada di Kampung Ciproy  RW 10, Desa Cihideungudik yang dijadikan tempat wisata bagi warga. Bendungan Wirakarya yang terkenal dengan sebutan Bendungan Ciproy itu sudah ada sejak 1968.  Di bendungan ini juga pernah dijadikan perkemahan yang dihadiri  7.000 peserta anggota Pramuka  dari berbagai negara.

Bendungan yang dialiri Sungai Cihideung itu mengairi area persawahan di tiga desa, yakni Desa Cihideungudik, Cihideunghilir dan Desa Cibanteng.

Ketua Karang Taruna Cihidengudik, Galih, mengaku kaget melihat antusias warga yang tinggi untuk wisata ke Bendungan Ciproy. Sampai-sampai saat weekend, jumlahnya bisa mencapai ratusan pengunjung.

“Ini sebenarnya belum resmi dibuka, masih tahap pembangunan. Jadi kami hanya memungut biaya Rp2.000 untuk servis kebersihan dan jasa pengelolaan area,” kata Galih kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ke depannya, bendungan ini akan dijadikan pusat kemah dengan menyediakan wahana menarik. “Kalau sudah ada Perdes (Peraturan Desa, red), ini akan menjadi wahana menarik untuk mengembalikan wisata ini seperti awal mula bumi perkemahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cihideungudik Deni mengaku pihaknya sudah memiliki konsep matang untuk menjadikan desanya menjadi percontohan dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Cihideungudik.

“Kami punya salah satu Bendungan Ciproy yang belum termanfaatkan maksimal, baru sekadar sarana pengairan pertanian di sini. Setelah dikelola dengan baik, terbukti saat ini mulai banyak pengunjung dari luar desa kami ke bendungan ini,” katanya.

Di awal pembentukan konsep wisata bendungan tidak mudah. Sebab, keadaan lingkungan bendungan yang tidak terawat menjadi tantangan awal. Dengan tekad kuat dan semangat gotong-royong semua elemen, lingkungan bendungan hingga para wisatawan yang hadir pun nyaman dan betah menghabiskan waktu luang di sini.

“Terbukti hari ini, saat weekend pengunjung yang ke sini bisa mencapai ribuan orang yang bisa kita hitung dari tiket yang terjual. Pungutan dari tiket kami gunakan untuk mengelola kebersihan dan perbaikan sarana prasarana di sini untuk kenyamanan pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Di beberapa titik sudah terlihat sarana pendukung di antaranya MCK, spot selfie, spot UMKM, sarana karaoke dan wahana air. “Alhamdulillah kami sudah bangun MCK, spot selfie, wahana bermain air, saung-saung asri. bahkan masyarakat sekitar kami sediakan spot UMKM untuk mereka berjualan agar membantu ekonomi mereka. Memang masih banyak perbaikan-perbaikan di sana-sini agar lebih menunjang sisi wisata tempat itu, terutama akses jalan,” bebernya.

Deni juga berharap dukungan dari berbagai lini pemangku kebijakan agar konsepnya bisa tercapai dan menjadikan Desa Cihideungudik menjadi salah satu wilayah penyumbang PAD untuk Kabupaten Bogor.

“Konsep ini membantu menambah PAD Kabupaten Bogor dari sektor pariwisata. Sudah pernah ada yang ke sini perwakilan dari Dinas Pariwisata dan juga asosiasi pariwisata. Kami juga tunggu dukungan mereka, dari sisi kebijakan maupun akses pendanaan. Pokoknya bendungan ini adalah langkah awal, masih banyak potensi di Desa Cihideungudik yang akan saya gali dan kembangkan,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Warga Ciampea Dapat Paket Sembako yang Disalurkan Kopassus

0

Ciampea | Junal Inspirasi
Setelah sebelumnya dilakukan simbolis bantuan paket sembako  Kemensos yang disalurkan oleh  Batalyon 14 Grup 1 Kopassus yang diberikan langsung Dan-Grup 1  Kopassus dan Dan-yon 14 beberapa waktu lalu, kini Pemerintah Desa Ciampea, Kamis (16/7)  menyalurkan bantuan paket sembako tersebut kepada warga di Desa Ciampea yang terdampak Covid-19.

“Alhamdulillah  bantuan paket sembako berisi beras, gula, minyak, dan yang lainya, karena saya belum pernah sebelumnya dapat bantuan paket sembako dan baru kali ini sangat seneng,” kata warga Desa Ciampea, Marni kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Kepala Desa Ciampea Maman Suparman mengatakan, penyaluran paket sembako dari Kementerian Sosial melalui Batalyon 14 Grup 1 Kopassus sebanyak 1,857 paket. Pihak desa sendiri saat pembagian menerapkan protokol Kesehatan, menyemprotkan handsanitizer  kepada penerima serta mewajibkan memakai masker.

“Bantuan ini untuk warga masyarakat Desa Ciampea yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Alhamdulillah saya ucapkan kepada Batalyon 14 Grup 1 Kopassus yang telah memperhatikan warga masyarakat Desa Ciampea,” ujar Maman.

Dia bersyukur kepada Allah SWT karena seluruh warga masyarakat Desa Ciampea telah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Saya berharap bantuan dari Kopassus Batalyon 14 ini terus menerus atau continue setiap bulannya,” tukas Kades.

Sementara itu ditempat yang sama  Camat Ciampea  Chaerudin Pelani turut berterimakasih kepada  Batalyon 14 Grup 1 Kopassus  yang telah memperhatikan warga masyarakat yang terdampak Covid-19  dengan memberikan bantuan kurang lebih 3.000 paket sembako untuk tiga desa di Kecamatan Ciampea. “Untuk Kecamatan Ciampea, ada tiga desa yang mendapatkan bantuan ini. Terimakasih kepada Kopassus,” pungkas Camat Ciampea.

** Cepi Kurniawan

Bebas Corona, Kecamatan Kemang Jadi Zona Hijau

0

Kemang | Jurnal Inspirasi
Kecamatan Kemang yang sebelumnya menjadi wilayah Zona Merah karena ada yang terpapar positif Covid-19, berubah menjadi zona kuning karena yang terpapar sembuh dari Covid-19. Kini, hanya ada yang PDP dan ODP. Pemerintah Kecamatan Kemang sendiri intens memutus penyebaran Covid-19 sehingga akhirnya per 15 Juli 2020 Gugus Tugas Kabupaten Bogor merilis Kemang menjadi Zona Hijau.

“Alhamdulillah sekarang saat ini per tanggal 15 Juli 2020 Gugus Tugas Kabupaten Bogor merilis Kemang sudah nenjadi Zona Hijau, ini berkat dukungan masyarakat Kemang akan kepedulian untuk memutus penyebaran Covid-19,” kata Plt Camat Kemang Ria Marlisa Aritonang kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ria sapaannya mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Kemang untuk terus memantuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan serta menjaga jarak ketika bepergian keluar.

“Kami pun tak henti hentinya melakukan sosialiasi di beberap titik keramaian yang ada di wilayah Kecamata Kemang,” ujarnya.

Seperti yang dilakukan saat ini, sambung Ria, pihaknya bersama jajaran Polsek, Koramil, Pol PP dan Puskemas setiap pagi selalu melakukan sosialisasi dan himbaun kepada masyarakat yang berolahraga setiap akhir pekan. “Dan juga melakukan monev di beberapa tempat hiburan untuk tidak buka saat pandemi seperti ini,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan Zona Hijau ini sampai Covid-19 benar-benar sudah tidak ada lagi. “Mari kita bersama-sama saling mengingatkan dan bersama-sama melawan Covid-19,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pilkades Serentak Dipastikan Diundur

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak yang seharusnya dilaksanakan November 2020 diprediksi bakal diundur menjadi awal tahun 2021. Hal tersebut disebutkan salah seorang pejabat Pemkab karena Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang terdampak Covid-19.

Informasi tersebut dibenarkan Sekretaris Desa Citeko, Firmansyah. Buktinya belum adanya langkah-langkah tugas yang dijalankan oleh para pejabat desa di tempatnya bertugas. “Hingga kini belum ada program kerja persiapan pilkades yang seharusnya dilaksanakan November 2020 ini. Dan kami mendapat kabar, pilkades serentak itu akan diundur di Januari 2021. Informasi itu belum secara tertulis kepada desa yang akan melaksanakan pilkades. Namun hal ini seiring dengan fokus terhadap upaya penanganan Covid-19, informasi itu masuk diakal,” ujar Firman.

Sementara itu akan adanya kemunduran jadual pilkades, membuat para bakal calon yang baru, kian memiliki peluang untuk terus mendapatkan dukungan. Ditengah pandemik Covid ini, beberapa bakal calon di desa desa yang akan melaksanakan pilkades, secara rutin menyambangi masyarakat ke setiap sudut desanya.

Adapun di wilayah Puncak, terdapat desa-desa yang akan melaksanakan pilkades serentak antara lain, di Kecamatan Cisarua terdapat satu desa, yakni Desa Citeko. Sementara itu di Kecamatan Megamendung terdapat 3 desa yaitu Desa Sukakarya, Gadog dan Desa Megamendung.

** Dadang. S