Bogor | Jurnal Inspirasi
Geliat pariwisata Kota Bogor di masa normal baru sepertinya akan segera dimulai. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke The Jungle Waterpark Bogor wahana air di kawasan Bogor Selatan itu kabarnya akan segara dibuka di bulan Juli ini. Sebelumnya wahana air ini sempat ditutup sejak akhir Maret 2020 sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19.
General Manager The Jungle Firanto mengatakan pihaknya berencana untuk membuka kembali wahana wisata tersebut pada 18 Juli 2020. Secara prinsip The Jungle sudah pasti akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokoler pencegahan Covid-19. Sejumlah persiapan sedang dilakukan menjelang akan kembali dibukanya wahana wisata tersebut .
“Kita siap dengan berbagai prosedur standar kesehatan yang dianjurkan oleh satgas Covid Kota Bogor, baik untuk karyawan maupun pengunjung,” jelas Firanto melalui siaran tertulisnya.
Firanto menambahkan, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh managemen The Jungle diantaranya pembersihan kolam dan memastikan tingkat klorin sesuai standar, pemeliharaan area wahana, penyiapan perlengkapan protokol covid-19, dan tentu saja sejumlah rencana promosi pada saat buka nanti.
Jumlah pengunjung akan dibatasi 50% dari kapasitas. Untuk standar protokol kesehatan The Jungle akan memberlakukan tes suhu badan kepada setiap pengunjung, pembatasan jarak saat di kolam atau di luar kolam, menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, himbauan penggunaan masker diluar kolam. Para petugas juga dilengkapi dengan perlengkapan masker, face shield dan sarung tangan.
Di area wahana The Jungle juga memasang berbagai himbauan kesehatan, tempat cuci tangan, sabun cuci tangan, pembatas jarak, tempat sampah khusus pembuangan masker, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Pada awal pembukaan ini The Jungle akan mematok tiket masuk dengan harga khusus Rp. 30.000 / orang setiap hari kecuali Jumat, dimana di hari Jumat akan tutup operasional untuk melakukan general maintanance.
Handy Mehonk | **
Hore, The Jungle Waterpark Buka Kembali
ASB Desak Kejaksaan Usut Otak Korupsi Dana BOS
Bogor | Jurnal Inspirasi
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor saat ini tengah menggarap kasus dugaan korupsi dana BOS tahun 2017, 2018 dan 2019 pada kegiatan UTS, UAS, dan kenaikan kelas, serta ujian sekolah pada SD se-Kota Hujan.
Korp Adhyaksa pun telah menetapkan JRR yang merupakan kontraktor sebagai tersangka dalam perkara dugaan rasuah yang merugikan keuangan negara sebesar Rp17.189.919.828.
Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mendesak kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, ia menilai bahwa dana BOS seharusnya digunakan untuk menunjang aktivitas belajar, khususnya bagi siswa miskin.
Menurut dia, lantaran dana BOS yang berasal dari dari pemerintah pusat. Sehingga DPRD tak dapat memberi banyak intervensi, pengawasan serta kontrol terhadap penggunaanya.
“Tetapi kita terus berupaya mendorong agar dana BOS di Kota Bogor ini dipergunakan sebaik-nya dan lebih transparan,” jelasnya, Kamis (16/7/2020).
Ia berharap, bila dana BOS dapat dimanfaatkan lebih maksimal untuk menunjang fasilitas sekolah di Kota Bogor. Jangan sampai, dana pendidikan untuk mencerdaskan generasi muda bangsa malah diselewengkan.
“Pendidikan ini menjadi poros penentu kemajuan negara ini. Semua harus mendapatkan hak yang sama. Kan sudah diatur dalam Undang-Undang,” katanya.
Sementara itu, Advokat dari Kantor Hukum Arsywendo and Partner, Dwi Arsywendo mengatakan bahwa tindak pidana korupsi adalah kejahatan terstruktur, yang tidak hanya melibatkan satu pihak saja. Sehingga, akan terasa janggal apabila kejaksaan hanya menetapkan seorang tersangka.
“Masa kerugian sampai Rp17 miliar lebih tersangkanya hanya satu. Coba kejari melihat dari hulu hingga ke hilir,” kata Dwi.
Dwi berharap, Korp Adhyaksa segera menungkap kasus itu secara terang benderang, dan membongkar siapa aktor intelektual dibalik perkara tersebut, agar memberikan rasa keadilan bagi publik. “Mesti dibongka siapa dalangnya. Kejaksaan dalam menangani kasus ini jangan tebang pilih,” ucapnya.
Fredy Kristianto
Ancaman Resesi Bayangi Ekonomi RI
Bogor | Jurnal Inspirasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai bersikap realistis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang saat ini dalam situasi krisis akibat pandemi corona (Covid-19). Jokowi bahkan menyebut, harapan Indonesia untuk keluar dari situasi ini hanya ada di kuartal III.
Hal ini dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para gubernur mengenai percepatan penyerapan APBD 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor. “Kita harus berani berbuat sesuatu untuk ini diungkit ke atas lagi. Momentumnya adalah di bulan Juli, Agustus, September. Kuartal tiga. Momentumnya ada di situ,” kata Jokowi, seperti dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet, Jumat (17/7).
“Kalau kita enggak bisa mengungkit di kuartal ketiga, jangan berharap kuartal keempat akan bisa. Sudah. Harapan kita hanya ada di kuartal ketiga. Juli, Agustus, dan September.”
Jokowi tak memungkiri bahwa Indonesia saat ini memasuki situasi yang luar biasa sulit lantaran harus berhadapan masalah ekonomi dan kesehatan. Maka dari itu, Jokowi meminta seluruh pihak dapat mengendalikan situasi ini.
“Jangan sampai tidak terkendali. Enggak bisa kita ngegas yang hanya ekonominya saja, enggak bisa. Ya Covid-19-nya juga nanti malah naik ke mana-mana. Enggak bisa. Dua-duanya ini harus betul-betul di gas dan remnya betul,” jelasnya.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 akan mencatatkan minus yang cukup tinggi. Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi jatuh di -4,3%. “Dari hitungan pagi tadi yang saya terima, mungkin kita bisa minus ke 4,3%,” kata Jokowi.
Bahkan, sambung Jokowi, apabila Indonesia kala itu memutuskan untuk mengambil kebijakan lockdown, bukan tidak mungkin angka pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih parah dibandingkan proyeksi saat ini. “Saya enggak bisa bayangin, kalau kita dulu lockdown gitu, mungkin bisa minus 17%,” tegas Jokowi.
Sebelumnya, kabar ini telah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ekonomi kuartal II diperkirakan negatif 4,3% atau lebih dalam dari proyeksi sebelumnya yakni minus 3,8%.
“Kalau resesi yang terjadi di Singapura karena mereka negara sangat tergantung pada international trade dan dengan berbagai langkah melakukan PSBB mereka namanya circuit brake, maka seluruh kegiatannya menjadi terhenti ditambah lingkungan globalnya sangat melemah,” tegas Sri Mulyani yang ditemui di Gedung DPR.
Dijelaskan Sri Mulyani, perekonomian dari Singapura bergantung kepada ekonomi global. Karena ekspornya lebih dari 100%. “Sehingga ekonomi dia kecil maka domestic demand-nya tidak bisa men-subtitusi. Oleh karena itu penurunan dari Singapura sangat besar, karena memang tidak terjadi perdagangan internasional yang selama ini menjadi engine of growth-nya.”
Bagaimana dengan Indonesia dengan kondisi seperti ini. “Kita tentu waspadai, karena bagaimana pun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor, hari ini pemerintah menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk men-subtitusi pelemahan di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,” tuturnya.
Sri Mulyani menambahkan, APBN tidak bisa berjalan sendiri, untuk itu pemerintah menggalakkan supaya sektor perbankan segara pulih.
“Makanya kita menggunakan penempatan dana pemerintah di perbankan dengan suku bunga rendah, kita meluncurkan kredit yang diberikan jaminan sehingga antara bank dan korporasi terutama UMKM mereka segera pulih kembali, karena itu salah satu darah dari perekonomian, mesinnya supaya bisa jalan lagi,” jelasnya.
ASS|**
Kenali Gejala Awal Diabetes Melitus
Bogor | Jurnal Inspirasi
Diabetes termasuk penyakit mematikan yang ditandai dengan sejumlah gejala awal yang bisa diketahui sejak dini bagi penderitanya. Diabetes menjadi salah satu penyakit yang umum dialami banyak orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sebanyak 422 juta orang di dunia menderita diabetes.
Diabetes terjadi saat kadar gula dalam darah melonjak drastis. Jika tak dikontrol dengan baik, diabetes dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang bisa mengancam nyawa. Diabetes juga dikenal sebagai faktor risiko paling umum dari penyakit jantung.
Banyak orang tak menyadari penyakit diabetes tipe-2 yang dideritanya. Pasalnya, gejala diabetes muncul tidak secara spesifik pada setiap orang. Berikut beberapa gejala awal diabetes tipe-2 yang perlu Anda cermati dikutip dari CNN, Jumat (17/7).
1. Sering buang air kecil
Saat kadar gula darah tinggi, ginjal mencoba mengeluarkan kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah. Hal ini dapat menyebabkan seseorang buang air kecil dengan lebih sering, terutama di malam hari.
2. Rasa haus meningkat
Sering buang air kecil menyebabkan tubuh kehilangan air tambahan. Seiring waktu, kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi yang membuat seseorang merasa lebih haus dari biasanya.
3. Selalu merasa lapar
Penderita diabetes sering kali tak mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Sistem pencernaan memecah makanan menjadi glukosa, yang digunakan tubuh sebagai bahan bakar. Pada penderita diabetes, glukosa tak cukup bergerak dari alirah darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, orang dengan diabetes tipe-2 kerap merasa lapar.
4. Merasa lelah
Diabetes tipe-2 bisa berdampak pada tingkat energi dan menimbulkan rasa lelah pada penderitanya. Kelelahan terjadi akibat glukosa yang tak cukup bergerak ke seluruh tubuh.
5. Penglihatan buram
Kelebihan gula darah dapat merusak pembuluh darah kecil di mata yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata. Jika tak ditangani, kerusakan pada pembuluh darah ini bisa menjadi lebih parah dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.
6. Luka sembuh dalam waktu lama
Tingginya kadar gula dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini pada gilirannya dapat mengganggu sirkulasi darah. Akibatnya, setiap luka yang muncul membutuhkan waktu lama untuk sembuh, bahkan hingga hitungan pekan atau bulan. Penyembuhan luka yang lama juga dapat meningkatkan risiko infeksi.
7. Kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada tangan dan kaki
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf. Pada orang dengan diabetes tipe-2, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa sakit atau sensasi mati rasa pada tangan dan kaki. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah neuropati, yang dapat memburuk dari waktu ke waktu dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani.
8. Bercak kulit gelap
Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga bisa menandakan risiko diabetes. Bercak gelap yang terasa lembut ini dikenal dengan istilah medis acathosis nigricans.
9. Infeksi ragi dan rasa gatal
Kelebihan gula darah menyediakan makanan untuk ragi, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi ragi umumnya terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap seperti mulut, area genital, dan ketiak.
Rasa gatal pada area yang terkena menjadi salah satu gejala awal diabetes. Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami kulit yang terbakar, timbulnya kemerahan, dan rasa pegal pada area terkena.
ASS|*
Nasib Setien di Ujung Tanduk
Barcelona | Jurnal Inspirasi
Pelatih Barcelona Quique Setien tak yakin walau sebelumnya mendapatkan jaminan akan terus menukangi Barca. Setien merasa nasibnya kini di ujung tanduk menyusul kegagalan Barcelona merebut gelar LaLiga Spanyol musim 2019/2020.
Setien tak hanya ragu apakah masih dipercaya manajemen Blaugarana sampai musim depan, untuk mendampingi Lionel Messi Cs di Liga Champions saja dirinya tak berani menjamin. Mantan pelatih Real Betis itu tak berani berspekulasi mengingat dalam sepak bola semuanya bisa terjadi begitu cepat.
Kegagalan Barcelona makin terasa setelah kalah dari Osasuna di Camp Nou, Jumat (17/7) dini hari WIB. Di sisi lain, Real Madrid yang selama ini jadi rival abadi berpesta pora setelah sukses menggulingkan Villarreal sekaligus mengunci gelar liga untuk ke-34.
Lalu apa yang dilakukan Setien setelah ini? Apakah dia akan rehat sejenak dan selanjutnya mempersiapkan tim guna tampil di leg kedua babak 16 Besar Liga Champions menghadapi Napoli? “Saya harap begitu, tetapi saya tidak tahu,” katanya dilansir Marca.
Meraih sukses di Liga Champions kini jadi satu-satunya harapan Setien dan Barcelona. Meski tidak mudah, tapi semua itu harus mereka hadapi. Sebelumnya Messi sudah mengritik permainan Barcelona yang dianggapnya tak akan berhasil lolos ke perempat final kalau semangat juang yang ditunjukkan seperti di liga. “Saya setuju dengan Messi tentang beberapa hal, dengan kritik diri,” kata Setien.
Pertanyaan besar selanjutnya muncul, apakah Setien tetap masih melatih Barcelona bulan depan? Setien tak berani menjawab. Ia hanya mengatakan kalau peluang Barca tetap terbuka di Liga Champions.
“Saya yang paling bertanggung jawab. Saya diberdayakan dan diberi energi, tentu saja. Saya yakin bahwa kami akan menjadi tim yang berbeda, dengan sikap mental penuh dan bahwa kami akan menghadapi Liga Champions dengan jaminan maksimal.”
“Sampai saat itu saya bisa mengendalikan, sisanya saya tidak bisa mengendalikannya. Saya sudah menjalani situasi ini,” paparnya.
ASS |**
Hadits Hari Ini
17 Juli 2020
25 Dzul-Qa’dah 1441 H
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتَوَائِيِّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مُحْرِزٍ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِابْنِ عُمَرَ كَيْفَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي النَّجْوَى قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ يُدْنَى الْمُؤْمِنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى يَضَعَ عَلَيْهِ كَنَفَهُ فَيُقَرِّرُهُ بِذُنُوبِهِ فَيَقُولُ هَلْ تَعْرِفُ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَعْرِفُ قَالَ فَإِنِّي قَدْ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا وَإِنِّي أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ فَيُعْطَى صَحِيفَةَ حَسَنَاتِهِ وَأَمَّا الْكُفَّارُ وَالْمُنَافِقُونَ فَيُنَادَى بِهِمْ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim dari Hisyam Ad Dastawa’i dari Qatadah dari Shafwan bin Muhriz dia berkata; Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar:
“Bagaimana kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang pernyataan Allah dengan berbisik ?.” Ibnu Umar menjawab: Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Pada hari kiamat orang mukmin akan dihadapkan kepada Allah Azza wa Jalla dengan sangat dekat sekali hingga tubuhnya menyentuh Allah. Setelah itu, Allah akan memberikan pengukuhan atas dosa-dosanya. Kemudian Allah akan bertanya:
“Apakah kamu tahu dosamu ?.” Orang mukmin itu menjawab: “Ya Tuhanku. Saya tahu dosa saya.” Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku telah menyembunyikannya untukmu ketika di dunia dan pada hari ini Aku telah mengampunimu.
“Lalu orang mukmin itu diberi catatan amal baiknya. Sementara orang-orang kafir dan munafik akan di panggil dengan suara yang keras di hadapan semua makhluk: “Mereka inilah orang-orang yang telah mendustakan Allah Azza wa Jalla.”
HR Muslim No. 4972
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alasan Sakit, Brigjen Prasetijo tak Hadir Saat Dicopot dari Jabatannya
Jakarta | Jurnal Inspirasi
Mabes Polri menggelar acara pelepasan jabatan Brigadir Jenderal Polisi, Prasetijo Utomo dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) Bareskrim Polri. Acara digelar di aula Bareskrim Polri, Kamis (16/7). Namun, dalam acara itu, Prasetijo tidak hadir di lokasi dengan alasan sakit.
Upacara penyerahan jabatan lantas dilakukan oleh perwakilan dari pejabat Karo Korwas. Upacara juga dihadiri Staf Biro Korwas dan PJU Bareskrim. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memimpin upacara tersebut.
Sebelumnya diberitakan, buntut menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra, Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.
Dalam surat telegram yang dikeluarkan Polri, Prasetijo menjadi pati Yanma Polri dalam rangka pemeriksaan. Prasetijo pun ditahan selama 14 hari lamanya per Rabu 15 Juli 2020 di sel khusus di Propam Polri. Penahanan dilakukan karena Propam hendak mengusut lebih jauh adanya keterlibatan oknum polisi lain selain Prasetijo.
Diketahui, Djoko Tjandra mendaftar PK atas kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Sidang pertamanya dilangsungkan pada Senin, 29 Juni 2020. Namun, Djoko tidak hadir dalam sidang perdananya karena alasan sedang sakit.
DJoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak yang mengakibatkan terjadinya pergantian kreditur (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung.
Kejaksaan pernah menahan Joko Tjandra pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatannya bukan pidana melainkan perdata.
Kejaksaan mengajukan PK terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008. Majelis hakim memvonis Djoko Tjandra dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta. Uang milik Joko di Bank Bali Rp546,166 miliar pun dirampas negara. Dia juga sempat dikabarkan berada di Papua Nugini pada 2009. Lalu dalam beberapa waktu lalu, dikabarkan sudah di Indonesia hampir tiga bulan lamanya.
Usai pencopotan jabatan Brigadir Jenderal Polisi, Prasetijo Utomo,, publik dikejutkan dengan dokumen surat bebas Corona (ovid-19) untuk Djoko Tjandra yang diterbitkan oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri beredar di media sosial. Polri mengatakan Pusdokkes akan turut diperiksa terkait surat bebas Corona itu. “Nanti ikut dimintai keterangan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.
ASS|**
Pemerintah-DPR Sepakat, RUU HIP Jadi RUU BPIP
Jakarta | Jurnal Inspirasi
Pemerintah dan DPR secara resmi mengubah pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat Mahfud menemui Ketua DPR RI Puan Maharani. Mahfud didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna H Laoly, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Mahfud menyatakan mewakili Presiden Joko Widodo mengirim surat ke DPR terkait sikap resmi pemerintah soal RUU HIP. “Saya membawa surat presiden berisi tiga dokumen, satu surat resmi presiden kepada ibu, lalu ada dua lampiran lain yang terkait dengan RUU BPIP,” kata Mahfud di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7). “Saya serahkan secara resmi,” kata Mahfud.
Puan menerima surat yang dibawa oleh Mahfud. Dia mengatakan RUU HIP akan berubah nama menjadi RUU BPIP. “Pada kesempatan kali ini kami menerima wakil pemerintah atau utusan presiden yang dipimpin Menko Polhukam untuk menyerahkan konsep BPIP. Sebagai masukan ke DPR untuk membahas dan menampung konsep yang akan dibahas bersama masyakarat,” kata Puan. “Subtansi yang ada di perpres mengatur BPIP diperkuat RUU BPIP,” tandas Puan.
Mahfud menyatakan pemerintah menolak dua poin isi RUU HIP. Pertama, soal absennya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme sebagai konsiderans atau pertimbangan RUU. Kedua, ketentuan soal Trisila dan Ekasila. Menurutnya, penolakan dua poin itu merespons protes dari masyarakat.
Selama ini sejumlah ormas keagamaan meminta RUU HIP dicabut karena dianggap mendegradasi Pancasila dan tak mencantumkan pelarangan soal komunisme. Selain itu, berkembang opini di masyarakat bahwa prinsip Trisila dan Ekasila akan menghilangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Sementara pada Kamis (16/7) juga, dua kelompok massa menggelar unjuk rasa di depan Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat. Salah satu kelompok dari sejumlah ormas Islam menolak RUU HIP. Sementara kelompok lainnya berasal dari kalangan buruh dan mahasiswa menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan pihaknya tak mengesahkan RUU HIP dalam Rapat Paripurnai. Dasco meminta tak ada pihak yang melempar isu provokatif dalam aksi tersebut.
“Pemerintah tidak menyetujui pembahasan RUU HIP yang membahas ideologi pancasila, sebagai gantinya pemerintah mengusulkan RUU BPIP yang mengatur lembaga yang bertugas untuk mensosialisasikan Pancasila yang sudah final,” kata Dasco.
ASS |*
Penyiram Novel Dijatuhi Hukuman 2 dan 1,5 Tahun
Jakarta | Jurnal Inspirasi
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette, terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. “Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa tersebut selama 2 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Djuyamto membacakan amar putusan di PN Jakarta Utara, Kamis (16/7).
Majelis hakim menilai Rahmat terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terencana kepada Novel. Dalam melakukan perbuatannya Rahmat dibantu Ronny Bugis yang mengendarai sepeda motor. Rahmat selaku penyiram air keras terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sementara untuk Ronny Bugis, hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara. Ronny dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan penganiayaan terencana. Vonis kepada Rahmat dan Ronny ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut pidana satu tahun penjara. Sebelumnya Rahmat Kadir didakwa bersama-sama Ronny Bugis melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka juga didakwa dengan dakwaan subsidair Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP serta lebih subsidair Pasal 351 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Aksi penyiraman kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam selepas salat subuh di Masjid Al-Ikhsan dekat rumahnya. Air keras itu melukai mata penyidik senior KPK itu. Merujuk surat dakwaan JPU, Rahmat bersama Ronny tiba di sekitar Masjid Al-Ikhsan sekitar pukul 04.00 WIB. Rahmat lantas membuka ikatan plastik warna hitam yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam gelas.
Sedangkan Ronny duduk di atas sepeda motor mengamati setiap orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan, termasuk Novel. Sekitar 05.10 WIB, Rahmat dan Ronny, melihat Novel berjalan keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju rumahnya.
Rahmat langsung meminta Ronny mengendarai motor secara pelan-pelan mendekati Novel sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat. Ketika posisi sejajar, Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat tersebut ke bagian kepala dan badan Novel.
Novel lantas menjalani perawatan insentif di salah satu rumah sakit di Singapura. Mata kiri Novel mengalami kerusakan hingga tak bisa melihat saat ini. Sementara mata kanan masih berfungsi meski tak seperti sedia kala.
Polri langsung mengusut kasus penyiraman air keras ke Novel. Korps Bhayangkara membutuhkan waktu dua tahun lebih mengungkap kasus tersebut. Bahkan, Presiden Joko Widodo beberapa kali turun tangan meminta Kapolri menangkap pelaku penyiraman.
Polisi baru menangkap kedua pelaku, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis pada akhir Desember 2019 lalu. Namun, masyarakat termasuk Novel meragukan dua orang yang ditangkap itu pelaku penyiraman.
Terbaru, Novel berpendapat sebaiknya para terdakwa dibebaskan karena banyak kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan. “Bila tidak ada kualifikasi bukti yang memadai maka harus dibebaskan. Jangan sampai wajah hukum semakin rusak dengan banyaknya kejanggalan/ masalah dalam proses hukum ini,” kata Novel.
ASS |*
Bogor Siapkan Transportasi Berbasis Rel
Bogor | Jurnal Inspirasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan transportasi berbasis rel atau trem. Pemkot pun sudah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) atas perubahan kedua Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perda Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.
“Seperti sudah disampikan beberapa waktu lalu bahwa menang trem ini melengkapi keseluruhan sistem transportasi di Kota Bogor,” ujar Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim kepada wartawan, Kamis (16/7).
Menurut dia, DPRD menyambut baik pengajuan raperda untuk menjadi payung hukum trem. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yakni mengenai pembiayaan dan proses pembangunan trem. “Raperda transportasi ini dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” kata dia.
Selain keseriusan dalam membuat payung hukum. Ia mengaku sudah melakukan pembahasan tindak lanjut untuk Feasibility Study (FS) bersama PT Iroda Mitra hingga Colas Rail. Walau dipastikan akan ada kemunduran hasil final FS lantaran pandemi Covid-19. “Kami perpanjang sampai Desember. Kemudian mereka akan presentasikan secara menyeluruh tentang trem,” papar Dedie.
Dedie menyatakan bahwa FS telah memiliki banyak kemajuan kajian. Termasuk, menyiapkan sistem kerjasama pembiayaan hingga koridor yang akan dibangun. Kata dia, payung hukum dan FS trem untuk menyambut Light Rail Transit (LRT) yang berujung di Baranangsiang, Kota Bogor. Sebab, pemeritah pusat telah mengaturnya dalam Peraturan Presiden (Peres) Nomor 49 Tahun 2017 Perubahan Kedua atas Perpes Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Dan Bekasi.
Lebih lanjut, kata Dedie, pemerintah ingin memastikan LRT dapat dikelola dengan baik. Jangan sampai, kebijakan pusat tak direspon daerah. “Tidak mungkin pemeritah pusat merencanakan kita nggak. Jadi harus betul-betul sesuaikan substansinya,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO Iroda Mitra, Mirza Whibowo Soenarto menegaskan bawa pihaknya akan terus menjadwalkan laporan progres FS. Ia juga mengaku sudah mendapat hasil kajian yang lebih signifikan.
Colas Rail merekomendasikan agar menggunakan trem baru ketimbang hibah dari Utrecht, Belanda. Diperkirakan untuk memboyongbbeberapa unit trem dibutuhkanbbiaya sebesar Rp1,5 triliun.
Kata dia, pendanaan trem memang tinggi. Tetapi, ia berjanji bakal mengupayakan bantuan dari pusat. Sementara untuk progres kajian, sambungnya, telah mencapai 60 persen. “Desember kami akan serahkan proposal. Parameternya sudah ada, tinggal penyesuaian,” tandasnya.
** Fredy Kristianto

