28 C
Bogor
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1512

UPT Beralasan, Pembangunan Biah-Saimun Terkendala Covid-19

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

UPT Pengairan Wilayah IV Ciampea menyatakan belum dilakukannya pembangunan perbaikan  bendungan Biah-Saimum karena pandemi Covid-19. Hal itu dikatakan pihak UPT menanggapi desakan Kades Cibuntu Ahmad Yani soal usulan bendungan yang mengaliri 3 desa yaitu Cibuntu, Cicadas, dan Bojong Rangkas tak kunjung dibangun.

“Sudah masuk program di dinas. Bahkan untuk Saimun masuk dianggaran DAK,  harusnya  tahun 2020 memang pengerjaannya, tapi karena program DAK dialihkan untuk Covid-19 jadi belum bisa dikerjakan tahun ini,” katanya Kepala UPT Pengairan wilayah IV Ciampea, Rudi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sebelumnya Kepala Desa Cibuntu Ahmad Yani kesal  usulan soal pembangunan  bendungan Biah -Saimum tidak digubris oleh pihak UPT Pengairan wilaya IV Ciampea. Pasalnya sudah beberapa kali usul sampai saat ini bendungan itu tidak juga ada perbaikan.

“Bendungan itu hingga saat ini tak kunjung juga diperbaiki padahal sudah sekitar satu tahun rusak, saya sudah pegel ngusulkan terus. Hingga saat ini tidak ada respon untuk perbaikan karena itu rusaknya cukup parah,” kata Kades Cibuntu Ahmad Yani.

** Cepi Kurniawan

Tak Semua Murid Punya Gadget, Belajar Sistem Daring Dianggap Dipaksakan

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Pemerintah memberlakukan kegiatan belajar mengajar  sistem daring dengan belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Namun masalahnya, tak semua murid memiliki gadget, handphone (hp) android atau fasilitas lain yang mumpuni seperti laptop atau komputer yang terhubung dengan internet.

Salah satunya terjadi di SMPN  1 Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng. Orangtua murid, Yamin (37) mengaku bingung semenjak berlangsungnya  kegiatan belajar sistim daring dengan menggunakan teknologi jaringan internet. Pasalnya, hingga sekarang dia belum bisa membelikan hp untuk belajar sang anak lantaran keterbatasan biaya.

Yamin merupakan warga asal Kampung Pasirgintung, Desa Batutulis, Kecamatan Nangggung yang berprofesi sebagai tukang ronce bunga melati di Rawa Belong, Jakarta Barat. Kini kedaan usahanya  lagi sepi, bahkan ia akan menjual sepedanya yang nantinya hasil uangnya bakal dibelikan sebuah  gadget. “Semenjak diterapkan belajar online harus menggunakan gadget, anak kami sudah ketinggalan pelajaran karena ketiadaan hp yang mumpuni,” kata Yamin, kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/7)

Sementara Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Leuwisadeng Dedi Aryadi membenarkan sekarang ini sesuai instruksi pemerintah  kegiatan belajar mengajar memang  harus menggunakan sistem online,  maka itu mau tidak mau meski  dengan segala kekurangan kegiatan belajar ini harus dijalankan.

Menurutnya, yang jadi masalah sampai hari ini kata dia, ketika ada orang tua murid yang tidak mampu dan itu jadi pemikiran pihak sekolah. “Sebenarnya gimana caranya pemerintah yang mikir kalau mau melaksanakan belajar online, pemerintah harus menyediakan fasilitasnya,” kata dia.

“Atau misalnya siswa sudah mempunyai handphone, tetapi sebaliknya tidak punya kuota internet. Pastinya pemerintah untuk pemberian hp ke sejumlah siswa juga tidak akan dilakukan karena akan menanggung biayanya yang pasti membengkak. Nah, masalah internetnya juga bagaimana,” tukas Dedi.

Dedi melanjutkan, kegiatan belajar sistem online harus dievaluasi karena terkesan dipaksakan. “Itu tadi bagi orang tua siswa yang mampu tidak masalah, tapi banyak juga dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.”

Di SMPN 1 Leuwisadeng sendiri kata dia, kurang lebih seribu siswa, dan diangka 50 persen yang belum memiliki fasilitas belajar online seperti memiliki gadget, sehingga kegiatan belajar mengajar di rumah pun terkendala. “Apalagi daerah pelosok yang bisa tak dijangkau jaringan internet tentu ini menjadi kesulitan untuk mengikuti pembelajaran sistem daring ini” paparnya.

“Di satu sisi kami juga sebagai orang tua tidak mau melihat anak-anak  terpapar virus Covid- 19, tapi idealnya harus ada kombinasi paling tidak ada pertemuan dengan  siswa, karena materi pelajaran tidak  bisa disampaikan secara online juga dan ada yang harus disampaikan secara langsung,” pungkasnya.

Tak haya sekolah SMPN 1 Leuwisadeng saja,  termasuk  sekolah favorit yakni Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al- Munawwar yang berlokasi di Kampung Pakapuran, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung. Dari jumlah siswa secara keseluruhan tergolong dari ekonomi mampu, namun ditengah pandemi yang telah melumpuhkan  sektor perekonomian dan merambah ke pendidikan, informasi yang dihimpun Jurnal Bogor dari sejumlah siswa SDIT Al- Munawwar masih ada beberapa orang tua murid yang masih belum memiliki  gadget sebagai penunjang fasilitas belajar.

Hal ini dibenarkan, oleh salah satu tenaga pengajar sekolah Al – Munawwar,  Suherni. Dia mengaku, belajar per zona sistem daring  selain adanya kesulitan  dengan tidak setabilnya jaringan internet, juga berdampak terhadap KBM yang jadi kurang maksimal.

Tak hanya SDIT, termasuk  orang tua siswa TK Al- Munawwar juga ada yang belum  memiliki gadget sehingga kesulitan ketika mengikuti pelajaran sistem daring. “Ada 1 atau 2 orang tua siswa yang  belum memiliki gadget,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor  Nurodin  menyatakan, ditengah merebaknya Covid- 19, pemerintah harus berkomitmen menjaga penyebaran virus Covid 19 ini agar tidak menjalar kemana-mana. “Namun harus dipikirkan juga implikasi ke semua kegiatan sendi-sendi kehidupan seperti pendidikan,” kata dia.

Di sisi lain juga ada persoalan yang menimbulkan pro kontra  dengan pembelajaran sistem online karena masyarakat masih banyak tinggal di daearah terpencil  yang tidak ada sinyal serta alat komunikasi yang terbatas. “Itu menjadi persoalan mudah-mudahan kedepan hal hal ini juga menjadi perhatian serius dari pemerintah,” jelasnya.

Menurutnya, sebetulnya kondisi ini tidak diinginkan, anak-anak sekolah  memiliki waktu yang terbatas, dan interaksi yang dibatasi. “Tapi dari sisi positif kita pun harus melihat bahwa ini sebagian upaya pemerintah untuk menyelamaatkan rakyatnya,” imbuhnya. “Kalau bicara kekurangan tentu kekurangan di sana sini karena era digitalisasi ini belum menyeluruh menyentuh warga, juga perlu beradaptasi dengan sistem digital,” tutupnya.

** Arip Ekon

KSM Rahayu Buat Drainase Vertikal

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Cegah banjir dan kekeringan, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rahayu, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas membangun enam titik drainase vertikal di dua RW. Ketua KSM Rahayu, Afsoni Wardi mengatakan, tujuan dibuatnya drainase di pemukiman warga untuk menampung air hujan agar tak semua mengalir ke selokan dan sungai.

“Hal ini nantinya mengurangi beban drainase untuk menampung air sehingga tidak terjadi luapan. Ketika musim kemarau, sumur warga juga tidak mengalami kekeringan,” kata Afsoni Wardi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Untuk pembangunan sambung Soni, sapaanya, drainase vertikal tahap pertama di Desa Ciomas Rahayu sebanyak enam titik yang tersebar di RW 08 dan 01. “Anggran pembangunan drainase vertikal tahap pertama sebanyak enam titik senilai Rp 38 juta yang bersumber dari program PUPR Kabupaten Bogor,” ujar Soni.

Soni menambahkan, untuk pembangunan drainase vertikal dikerjakan oleh KSM Rahayu yang terdiri dari unsur LPM, tokoh masyarakat dan Pemdes Ciomas Rahayu. Setelah pembangunan drainase vertikal tahap pertama tuntas, rencananya ada lagi pembangunan drainase vertikal tahap kedua sebanyak sembilan titik yang tersebar di lima RW.

“Untuk pembangunan tahap kedua, rencananya bakal terealisasi di bulan Agustus 2020. Kita berharap dengan adanya drainase vertical pemukiman warga tidak lagi kebanjiran karena luapan air hujan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Akabri 89 Bedah Rumah Ibu Nanih yang tak Layak Huni

0

Tamansari | Jurnal Inspirasi

Akabri 89 terus melakukan upaya membantu masyarakat dengan melaksanakan Program Tali Asih kepada Ibu Nanih (70), warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor dengan program bedah rumah tidak layak huni, Kamis (23/7).

Kakor Binmas Irjen Pol Risyapudin Nursin didampingi Brigjen TNI Djoko Andoko Direktur Pendidikan Akademi TNI bersama Akabri 89 (Altar 89)  memimpin pemberian tali asih sebagai wujud nyata membantu masyarakat pra sejahtera.

Tidak hanya itu, Irjen Risyapudin juga memberikan bibit tanaman palawija dan benih ikan untuk dikelola dan dibudidaya oleh masyarakat Desa Sukakayu guna membantu ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara Dirdik Akademi TNI, Brigjen TNI DJoko Andoko mengatakan, pembangunan rumah tidak layak huni ini tidak sengaja. Saat itu Alumni Akabri 89 sedang membagikan bantuan paket sembako untuk warga masyarakat Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari. Di sana pihaknya mendapatkan informasi ada salah seorang rumah janda tua berusia 70 tahun yang kondisi rumah sudah tidak layak untuk dihuni karena rusak parah.

“Kami pun saat itu langsung melihat kondisi rumah Ibu Nanih dan memang kondisinya cukup memprihatinkan. Dari sana Akabri 89 bersepakat untuk melakukan bedah rumah ibu Nanih dan Alhamdulillah kita serahterimakan dengan tanda pemberian kunci kepada Ibu Nanih dengan beberapa perlengkapan seperti meja makan, kompor gas, tempat tidur dan lemari,”kata Djoko Andoko.

Kegiatan peduli sesama kata dia akan terus dilakukan dan bukan hanya saat pandemi Covid-19 saja, namun sudah menjadi program rutin Akabri 89 sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. “Kita juga akan terus lakukan demi masyarakat di berbagai daerah lain yang masih membutuhkan uluran tangan kita,” katanya.

Sementara Nanih (70) mengaku tak menyangka  rumahnya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Akabri 89 yang telah peduli terhadap dirinya. “Alhamdulillah sekarang gak bocor lagi kalau hujan terimakasih bapak -bapak (Akabri 89) telah membuat rumah saya layak untuk ditempati,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu juga turut hadir Camat Tamansari, unsur Forkopimda, TNI, dan sejumlah pejabat Baharkam Mabes Polri yang selanjutnya rombongan melakukan kunjungan ke Kampung Tangguh Kecamatan Tamansari yang dibentuk sebagai upaya menerapkan disiplin saat Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan protokol kesehatan di lingkungan warga.

** Cepi Kurniawan

Penyuluh Ajak Petani di Bogor Kembangkan Minyak Atsiri

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor agroindustri potensial yang dapat menjadi andalan bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa. Data statistik ekspor – impor dunia menunjukan bahwa konsumsi minyak atsiri dan turunannya naik sekitar 10% dari tahun ke tahun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh perkembangan kebutuhan untuk untuk berbagai industri, di antaranya adalah industri flavor dan fragrance, farmasi, makanan, rokok, aromaterapi, industri pengendalian hama, serangga dan lain-lainnya. 

Febriyantika, Staf Pelaksana  Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bogor menuturkan sebagian Kabupaten Bogor berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri. Para petani di Kabupaten Bogor telah mengembangkan tanaman yang merupakan bahan baku minyak atsiri yaitu cengkeh dan pala.

 “Berdasarkan data statistik perkebunan Kabupaten Bogor tahun 2019 luas lahan tanaman pala 1,779,83 hektar dan cengkeh 1,884,01 hektar, “ ungkapnya dalam acara Agri Info Siang Radio Pertanian Ciawi (RPC), Selasa (21/7).

Permintaan pasar minyak atsiri semakin meningkat baik didalam maupun luar negeri. Yang paling banyak diminati kata Febriyantika, adalah minyak atsiri yang dihasilkan dari berbagai tanaman seperti pala, nilam, sereh wangi, lada, cengkeh, kayumanis, melati, cendana, kenanga kemukus, kayuputih dan lain – lain. “Dengan tingginya peminat minyak atsiri ini, membuat peluang usaha minyak atsiri masih menguntungkan untuk dicoba,“ ujarnya.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini TPHP mendorong petani untuk juga menjadi pengrajin minyak atsiri. “Selama ini kan petani hanya memasok bahan baku. Untuk menambah nilai ekonomi produknya kami mendorong mereka untuk juga menjadi pengrajin,” ucapnya.

Sebagian besar produk minyak atsiri di Kabupaten Bogor yang dihasilkan oleh petani  dengan menggunakan alat penyuling yang sederhana, sehingga mutu minyak menjadi rendah. Untuk itu   Pemda memfasilitasi petani dengan peralatan yang baik agar dapat menghasilkan minyak atsiri berkualitas baik. Bantuan yang diberikan berupa hibah bangunan dan peralatan pengolah atsiri. Selain itu bantuan inipun bertujuan  untuk meningkatkan minat petani dalam memproduksi atsiri.

“Mereka menggunakan drum bekas atau alat plat besi dan pipa ledeng untuk membuat alat penyuling.  Bahan–bahan tersebut mudah berkarat dan menyebabkan warna minyak menjadi gelap sehingga mutu minyak menjadi rendah,” kata Febriyantika.

Karena merupakan komoditas ekspor harga minyak atsiri cukup tinggi. Misalnya minyak atsiri sereh wangi dan mintak atsiri cengkeh sekitar 150,000 per liter, minyak atsiri pala 500,000 per liter. Namun harga ini dipengaruhi oleh kualitas.. Bila minyak atsiri yang dihasilkan berkualitas baik, maka harga jualpun akan sangatlah baik. Untuk itu Febriyantika mengingatkan agar petani menjaga kualitas minyak atsiri dengan menggunakan bahan baku yang bermutu baik dan memperhatikan cara dan alat untuk mendapatkan minyak atsiri.

“Misalnya untuk minyak pala untuk keperluan penyulingan biji pala dipanen waktu buahnya masih muda yaitu umur sekitar lima bulan karena kadar minyak atsirinya masih tinggi, “ tuturnya.

Adapun manfaat dari minyak pala kata Febriyantika bisa digunakan sebagai aromatherapy untuk relaksasi dan sebagai antiseptik. Hilirisasi industri untuk produk pertanian unggulan dan potensial merupakan fokus kerja Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpo. Mentan mengatakan hilirisasi industri produk hasil pertanian perlu untuk dilakukan mengingat Indonesia kaya akan sumber daya alam.

Tanaman obat, minyak atsiri serta rempah-rempah, merupakan komoditas potensial Indonesia untuk ekspor. Ekspor minyak atsiri Indonesia trennya tumbuh 3,79% dari 2014-2018. Pada tahun 2018 saja ekspor minyak atsiri Indonesia menurut Kementerian Perdagangan mencapai US$ 199,3 juta.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan sektor pertanian di daerah memiliki kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Bidang usaha pertanian tidak hanya meliputi sektor hulu saja, melainkan sampai ke hilir. Ia menegaskan sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm terutama pasca panen dan olahannya untuk menaikkan nilai pertanian.

Regi/PPMKP

Korea Selatan Alami Resesi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Korea Selatan masuk ke jurang resesi. Ekonomi Korsel mengalami kontraksi di kuartal II 2020 ini. Dikutip dari CNBC dari laman Trading Economics, PDB secara kuartalan pada kuartal-II 2020 turun 3,3%. Sebelumnya di kuartal-I, ekonomi turun 1,3%.

Ekonomi terbesar keempat di dunia ini memasuki resesi teknis dengan kontraksi terburuk sejak 1998. Ekspor barang dan jasa di mana ekonomi yang bergantung, anjlok 16,6%, terburuk sejak kuartal terakhir 1963. Sementara secara tahunan, PDB negara ini di kuartal-II minus 2,9% dari periode yang sama tahun lalu. Namun YoY, ekonomi masih tumbuh di kuartal-I 1,4%.

Sebelumnya, Bank sentral Korea Selatan menunjukkan data ekonomi terbaru negara itu. Di mana ekonomi K-pop mengalami penyusutan di kuartal pertama 2020.

Pandemi Corona (Covid-19 memukul permintaan konsumen dan aktivitas ekonomi. Diberitakan AFP, Bank of Korea (BOK) memaparkan ekonomi terbesar ke-12 di dunia itu berkontraksi atau tumbuh -1,3% pada Januari-Maret jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (QoQ).

Namun data tersebut sedikit lebih baik dari perkiraan sebelumnya, di mana kontraksi triwulanan diperkirakan -1,4%. Meski demikian, ini adalah data PDB terburuk sejak krisis keuangan global 2008.

Konsumsi swasta juga turun 6,5%. BOK menjelaskan ini diakibatkan pengeluaran untuk barang dan jasa menurun. BOK memperkirakan pekan lalu bahwa ekonomi akan berkontraksi atau tumbuh -0,2% (YoY) 2020). Ramalan ini juga membuat BOK memangkas suku bunga ke rekor terendah.

Dana Moneter Internasional (IMF) sudah memperkirakan ekonomi Korsel bakal menyusut di 2020. Bahkan hingga 1,2% (YoY). IMF juga memperkirakan ekonomi dunia akan mengalami kontraksi atau tumbuh -3% tahun ini. Bahkan menyebut, bakal resesi terburuk sejak “Depresi Hebat” karena pandemi tersebut.

Korsel merupakan salah satu negara dengan penyebaran wabah awal virus corona terburuk di luar daratan China di awal 2020 lalu. Meskipun demikian, pemerintah Korsel tidak pernah memberlakukan aturan kuncian (lockdown) wajib secara nasional.

Negeri ginseng tersebut hanya menerapkan pengetesan massal kepada warganya dan memberlakukan aturan jarak sosial yang ketat. Korsel termasuk negara yang berhasil mengendalikan COVID-19.

Menurut data Worldometers, Korsel pada bulan lalu berada di posisi ke-50 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Di mana ada  11.541 kasus terjangkit, 272 kasus kematian, dan 10.446 pasien berhasil sembuh.

ASS |*

Bupati Jember Dimakzulkan DPRD

0

Jember | Jurnal Inspirasi

Dinilai mengabaikan hak interpelasi dan angket, DPRD Kabupaten Jember sepakat mengusulkan pemberhentian (pemakzulan) Bupati Jember, Faida dalam rapat paripurna, Rabu (22/7). “Keberadaan bupati sudah tidak diinginkan oleh DPRD Jember selaku wakil rakyat,” kata Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi usai rapat paripurna hak menyatakan pendapat di DPRD Jember dikutip dari CNN, Kamis (23/7).

Syauqi menyatakan hak menyatakan pendapat merupakan tindak lanjut dari dua hak yang sudah dilakukan oleh DPRD Jember. Menurutnya rekomendasi dewan saat melayangkan hak interpelasi dan angket diabaikan Faida. “Kami menganggap bupati telah melanggar sumpah jabatan, melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga DPRD bersikap melalui hak menyatakan pendapat kompak bahwa bupati dimakzulkan,” ujarnya.

Politikus PKB Jember itu menyadari DPRD secara administratif tidak bisa memberhentikan bupati. Menurutnya yang bisa memecat adalah Menteri Dalam Negeri melalui fatwa Mahkamah Agung. “Kami akan meminta fatwa kepada Mahkamah Agung, sehingga kami akan meminta fatwa MA terkait keputusan paripurna itu,” katanya.

Sementara itu, Faida tidak hadir dalam rapat paripurna hak menyatakan pendapat. Namun, ia mengirimkan jawaban secara tertulis pendapatnya perihal usul hak menyatakan pendapat DPRD Jember sebanyak 21 halaman.

Dalam surat jawaban itu, ada tiga poin yang disampaikan Faida yakni perihal konsekuensi hasil rapat koordinasi dan asistensi penyelesaian permasalahan pemerintahan di Jember yang melibatkan kepala daerah dan DPRD.

Kemudian pemenuhan aspek prosedural/aspek formil usul hak menyatakan pendapat oleh DPRD Jember, dan pendapat bupati Jember perihal materi yang menjadi alasan pengajuan hak menyatakan pendapat DPRD Jember.

“Hak menyatakan pendapat bukanlah hak yang sifatnya bebas, melainkan hak yang dalam pelaksanaannya terikat kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur penggunaan hak tersebut,” kata Faida.

Faida menyebut hak menyatakan pendapat diatur dalam Pasal 78 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

Bleid tersebut tertulis pengusulan hak menyatakan pendapat disertai dengan dokumen yang memuat paling sedikit, materi dan alasan pengajuan usulan pendapat serta materi hasil pelaksanaan hak interpelasi dan atau hak angket.

“Surat DPRD Jember yang kami terima tak memiliki lampiran dokumen materi dan alasan pengajuan usulan pendapat seperti yang diatur dalam aturan tersebut,” ujarnya.

Dalam surat jawaban tersebut, Faida mengaku telah melakukan semua rekomendasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan mencabut belasan keputusan bupati dan mengembalikan para pejabat yang diangkat dalam jabatan pada 3 Januari 2018.

Faida sempat berencana menghadiri rapat paripurna hak menyatakan pendapat melalui video conference. Namun, 45 anggota DPRD Jember yang hadir dalam rapat menolak usulan video conference tersebut dan memintanya hadir secara fisik.

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jember (AMJ) mendukung DPRD Jember menggunakan hak menyatakan pendapat dengan menggelar demonstrasi di bundaran DPRD Jember.

Aksi massa yang dipimpin K.H. Syaiful Rijal (Gus Syef) berkumpul di lapangan Talangsari. Mereka berjalan menuju bundaran DPRD Kabupaten Jember dengan membawa sejumlah poster yang berisi kecaman terhadap Faida.

“Kami sangat mendukung sepenuhnya DPRD Kabupaten Jember menjalankan hak menyatakan pendapat untuk memakzulkan Bupati Jember Faida,” kata koordinator aksi, Kustiono Musri.

Menurut Kustiono, penggunaan dua hak konstitusi DPRD Kabupaten Jember, yakni hak interpelasi dan hak angket, tidak membuat Faida berbenah untuk memperbaiki hubungan dengan lembaga legislatif sebagai mitranya dalam menjalankan pemerintahan.

“Faktanya Pemkab Jember di bawah kendali Bupati Faida justru makin berjalan sendiri dan mengabaikan eksistensi lembaga legislatif tersebut,” ujarnya.

Kustiono menjelaskan persyaratan untuk membahas APBD 2020 agar bupati mematuhi dan menjalankan terlebih dahulu perubahan KSOTK sesuai dengan Surat Mendagri dan Gubernur Jawa Timur tak juga dijalankan sehingga Perda APBD 2020 makin mustahil disepakati bersama.

“Makin parah dengan adanya pandemi Covid-19 karena perencanaan anggaran penggunaan APBD yang hanya berdasarkan peraturan bupati praktis tanpa peran DPRD sama sekali, bahkan dewan tidak diberi tembusan terkait dengan anggaran dana Covid-19,” katanya.

Kustiono menyebut banyak fakta keburukan, kegagalan, pelanggaran, dan segala karut-marut sejak kepemimpinan Faida. Apalagi, BPK memberikan disclaimer atau tidak menyatakan pendapat terhadap pengelolaan keuangan APBD 2019.

“Dengan demikian, kami menilai kepemimpinan Bupati Faida dinilai telah gagal menjalankan amanat rakyat untuk mengelola triliunan rupiah uang negara semata-mata demi kesejahteraan rakyat Jember,” ujarnya.

Polisi melakukan pengamanan secara ketat terhadap aksi unjuk rasa dengan memberi kawat berduri sepanjang Gedung DPRD Jember agar massa tidak masuk ke dalam gedung dewan. Sekitar 1.000 personel gabungan Polri dan TNI mengamankan pelaksanaan sidang paripurna hak menyatakan pendapat sekaligus demonstrasi masyarakat di DPRD Jember.

ASS |*

‘Klepon Tak Islami’ Penegak Hukum Diminta Turun Tangan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut angkat suara soal unggahan ‘Kue Klepon Tidak Islami’ yang berujung viral di media sosial. Aparat penegak hukum diminta MUI mengusut tuntas pengunggah dan penyebar.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am menilai unggahan meme klepon itu termasuk berita bohong hingga memancing keributan dan permusuhan atas dasar Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas pengunggah dan penyebar unggahan di media sosial karena secara nyata telah menyebabkan kegaduhan,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh dikutip dari CNN, Kamis (23/7).

Unggahan ini awalnya muncul dalam bentuk foto kue klepon pada Senin (20/7) malam. Dalam keterangannya menyebut bahwa kue klepon tidak Islami dan harus ditinggalkan. Padahal kue tersebut halal.

Asrorun menilai, unggahan soal klepon itu berpotensi melecehkan ajaran agama. Ia meminta masyarakat tak terprovokasi dengan komentar-komentar miring terutama seputar agama dalam perdebatan soal itu. “Tidak terprovokasi dan terjebak pada komentar-komentar yang melecehkan ajaran agama atau membangun stigma buruk terhadap agama,” katanya.

Dari hasil penelusuran pakar media sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi, unggahan itu berawal dari Facebook yang kemudian naik di Twitter dari akun @zsumarsono. Ismail menilai, perdebatan kue klepon yang terjadi di media sosial ini merupakan sisa-sisa dari persaingan Pilpres 2019. Menurutnya, perdebatan terjadi antarkedua kelompok tersebut.

Isu itu dianggap menyentuh dan mengangkat isu-isu atau karakter sensitif dan khas dari salah satu kelompok. “Residu pilpres tampaknya masih sangat kuat. Perolehan suara yang tak jauh terpaut bedanya, jelas membuat dua cluster pro-kontra yang relatif seimbang pendukungnya. Ini tentu tidak mudah untuk dileburkan tanpa upaya serius. Setiap saat siap untuk saling ‘serang’,” ucap Ismail melalui akun Twitternya.

Hasil analisis Ismail menunjukkan bagi yang senang dengan isu kue klepon akan membuat unggahan dengan kata kunci ‘kadrun’. Mereka percaya kelompok kadrun adalah kelompok yang membuat isu ini.

Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, foto klepon yang diunggah itu adalah hasil stok foto yang sudah tersebar di web. Penelusuran melalui Google menghasilkan satu foto yang sama digunakan di Pinterest.

Ismail juga menemukan sejumlah akun yang mencoba mencari kebenaran soal unggahan foto klepon tersebut. Analisis Drone Emprit ini mengambil data dari Online News, Twitter, Facebook Page, dan Instagram dengan data paling banyak diperoleh dari Twitter.

Sebelumnya Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring ikut buka suara. Tifatul menduga ada upaya pengalihan isu dengan hebohnya isu klepon bukan jajanan Islami tersebut. Hal ini disampaikannya dalam cuitan yang diunggah ke Twitter, Rabu (22/7). “Apakah ‘kelepon’ ini semacam pengalihan isu pihak-pihak tertentu yang sedang marak akhir-akhir ini?” tanya Tifatul.

Ia melanjutkan, “Kira-kira apa ya isu yang mau ‘ditutupi’ dan ‘dialihkan’ dengan isu ‘kelepon’ ini? Ada yang bisa jawab? Koq saya jadi kepo.” Dalam cuitan sebelumnya, Tifatul juga merasa munculnya isu klepon bukan jajanan Islami mirip propaganda PKI memojokkan Islam dan ulama. “Dilihat modusnya, isu “Kelepon Islami” itu persis cara propaganda pki memojokkan Islam & Ulama dari zaman baheula,” ujarnya.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini mengatakan bahwa seolah konten tersebut dibuat kalangan Islam, padahal pihak komunis yang memproduksinya. Tujuannya, kata Tifatul, agar bisa mengolok dan membully Islam dan ulama.

Setelah pernyataan itu diunggah ke Twitter, Tifatul mengaku banyak warganet yang justru marah-marah kepada dirinya. Ia heran dan meminta publik untuk membaca kembali sejarah pembantaian ulama tahun 1948. “Heran dengan yang marah-marah di posting ini. Apa mereka mau sembunyikan sejarah NKRI?” kata Tifatul.

“Coba baca sejarah, bagaimana PKI saat itu memfitnah agar ada alasan membantai Ulama & Santri. Ini mirip dengan modus ‘Isu Kelepon’ kan? Walau dulu lebih sadis & kejam,” imbuhnya.

Menurut Tifatul, dulu PKI memfitnah santri dan ulama kemudian disebar masif oleh kadernya. Pada akhirnya, ulama dan Santri dibantai. “Sekarang: Bikin konten Isu Kelepon –> Dibuzzer masif pertama oleh kalangan ‘yg kita tahu siapa’ –> Islam diolok-olok & dibully oleh ‘mereka-mereka juga’. Bisa lihat pola yang sama kan?” tulis Tifatul.

Untuk diketahui, munculnya isu klepon bukan jajanan Islami mulai ramai diperbincangkan warganet dan menjadi trending topik Indonesia di Twitter, Selasa (21/7).

Gambar klepon yang tersebar di sosial media memiliki narasi seperti berikut. “Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami.”

Masih belum jelas darimana dan siapa pembuat gambar tersebut. Namun, di bagian bawah tertulis nama “Abu Ikhwan Azis”.Kemudian banyak tokoh politik dan publik figur yang mengomentari isu tersebut.

ASS |*

Hadits Hari Ini

0

23 Juli 2020
02 Dzul-Hijjah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمِ بْنُ دِينَارٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ لَيْسَ فِيهَا عَلَمٌ لِأَحَدٍ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad dari Muhammad bin Ja’far bin Abu Katsir, telah menceritakan kepadaku Abu Hazim bin Dinar dari Sahl bin Sa’d dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Pada hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tanpa ada tanda bagi siapapun di atasnya.

HR Muslim No. 4998.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Liverpool Happy Ending di Anfield

0

Liverpool | Jurnal Inspiasi

Liverpool mengakhiri laga terakhir Liga Primer Inggris di Stadion Anfield dengan hasil yang memuaskan usai mengalahkan Chelsea 5-3, Kamis (23/7) dini hari WIB. Kemenangan ini terasa spesial mengingat pasca pertandingan Si Merah menerima trofi juara musim 2019/2020.

Liverpool tampaknya tidak menemui hambatan yang berarti selama berhadapan melawan Chelsea. Buktinya, tuan rumah mampu unggul cepat 3-1 di babak pertama.

Pesta kemenangan Liverpool ditandai lewat gol yang dicetak Naby Keita di menit 32. Selanjutnya giliran Trent Alexander-Arnold yang memperlebar kedudukan menjadi 2-0 pada menit 38.

Selang enam menit kemudian, giliran Georginio Wijnaldum yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir tersebut tercatat sebagai pemain pertama Liverpool di era Liga Primer dengan mencetak double-double sebanyak dua kali.

Itu berkaitan dengan torehan gol dan assistnya. Di musim 2017/2018, Salah membukukan 32 gol dan 10 assist dan musim ini tradisi itu masih terjaga dengan torehan 19 gol serta 10 assist. 

Pada laga sebelum turun minum, Chelsea mampu memperkecil kedudukan menjadi 3-1 lewat gol yang dicetak Olivier Giroud. Ini merupakan kali pertama The Blues kebobolan tiga gol di interval pertama selama dilatih Frank Lampard di Liga Inggris. 

Di babak kedua, Roberto Firmino menambah penderitaan Chelsea setelah umpan Trent Alexander-Arnold dikonversikan dengan baik oleh pemain berpaspor Brasil tersebut pada menit 55.

Selang enam menit kemudian, Tammy Abraham memperkecil kedudukan menjadi 4-2. Chelsea, yang mengincar tiket Liga Champions musim depan mencoba menekan lini pertahanan Liverpool, namun Pulisic baru bisa membobol gawang Alisson di menit 73.

Skor kembali berubah menjadi 4-3. Alih-alih mencari gol penyeimbang, Chelsea justru kebobolan untuk kelima kalinya. Adalah Alex Oxlade-Chamberlain, yang mengakhiri pesta kemenangan Liverpool di Anfield.

Hingga pertandingan usai skor 5-3 untuk kemenangan Liverpool tak berubah. Setelah peluit panjang dibunyikan, seluruh pemain Liverpool tetap berada di lapangan mengikuti seremoni penyerahan trofi juara Liga Inggris musim ini.

ASS |*