23.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1500

Setan Merah Tersungkur di Laga Perdana

0

Manchester | Jurnal Inspirasi

Manchester United tumbang di laga perdana Liga Primer Inggris. Crystal Palace menumbangkan Setan Merah asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut 3-1 di Old Trafford. Namun, kemenangan itu diwarnai kontroversi saat Palace mendapatkan gol kedua dari titik putih.

Victor Lindelof dianggap melakukan handsball, setelah diintervensi oleh VAR. Namun, keputusan wasit itu dinilai tak tepat. “Itu jelas bukan penalti. Saya sudah cukup dengan VAR. Saya senang sudah pensiun. Mereka mengikuti peraturan, tapi mereka membunuh pertandingan,” kata legenda MU Patrice Evra, dikutip dari Sky Sports, Minggu (20/9).

Namun drama bukan hanya terjadi saat keputusan penalti diambil wasit Martin Atkinson. Sebab, penalti yang dieksekusi Jordan Ayew mampu diamankan oleh David de Gea. Tapi, wasit kembali melihat VAR dan menganggap De Gea keluar dari garis, sehingga tendangan harus diulang. Zaha yang jadi eksekutor pun akhirnya menjebol gawang De Gea.

“Itu kasar, sangat kasar. Saya pikir keputusan penalti sangat kasar, dan kemudian (keputusan wasit) sangat kasar pada David (De Gea) yang melakukan penyelamatan fantastis. Dia mungkin hanya keluar garis satu inci, jadi itu ukuran yang sulit dimengerti,” tegas Solskjaer.

**asepss

Khawatir Klaster Baru Covid-19, Tunda Pilkada Masuk Akal

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai desakan penundaan Pilkada Serentak 2020 masuk akal. Pasalnya, kasus positif Covid-19 terus meningkat.

“Covid-19 hinggga kini belum terkendali, bahkan angkanya terus naik drastis. Desakan Pilkada Serentak 2020 ditunda saya kira lebih masuk akal,” ujar Arif Nurul Imam dikutip dari Sindonews, Minggu (20/9/2020).

Arif mengatakan, disebut masuk akal karena jika pilkada digelar sangat potensial menjadi klaster baru penyebaran wabah ini. “Keselamatan masyarakat saya kira perlu menjadi prioritas,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, selain ada 60 calon kepala daerah, kini dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan Pramono Ubaid Tanthowi juga terinfeksi Covid-19 ini. “Desakan pilkada ditunda lebih tepat,” pungkasnya.

Selain Arief Budiman dan Pramono Ubaid, komisioner KPU Evi Novida Ginting sempat positif Covid-19. Kini, Evi Novida Ginting sudah sembuh dari virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Diketahui, salah satu pihak yang mendesak penundaan Pilkada Serentak 2020 adalah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM menilai penundaan Pilkada Serentak 2020 dimungkinkan secara peraturan.

** asepss

Cegah Covid-19, Warga Komplek BBIA Bersihkan Lingkungan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Upaya positif dilakukan warga komplek Balai Besar Industri Agro (BBIA) Cikaret, Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (20/9/2020). Warga komplek di RT 01/RW 11 tersebut melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Kerja bakti ini baru dilakukan lagi sejak pandemi Covid-19 melanda ‘Kota Hujan’.

“Dengan kerja bakti ini kami juga bisa bersilaturahmi yang selama ini terputus karena PSBB (pembatasan sosial berskala besa),” ujar Ketua RW, Aru dalam keterangannya via WhatsApp.

Seperti diketahui, tak hanya protokol kesehatan saja yang perlu dilakukan oleh warga, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu syarat dalam memutus penyebaran Covid-19. Lingkungan yang bersih akan menghindari penyakit termasuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah. “Intinya kalau dengan lingkungan yang bersih, akan terlihat enak dilihat dan dengan kerja bakti kita juga bisa berkumpul bersama-sama,” kata dia

Aru sendiri mengingatkan upaya kerja bakti ini akan memupuk emosional positif warga, dimana warga bisa bahu-membahu atau bergotong royong ketika ada kepentingan bersama. Kerja bakti ini juga diikuti anak remaja dengan Ketua RT Mukhtarudin dan Ketua Remaja Mujiono. Meski kerja bakti menjadi sarana berkumpul, namun warga tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak.

“Kami mengikuti anjuran pemerintah agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan apa yang dilakukan warga menjadi hal penting. Alhamdulillah disini, warga kami terhindari dari virus Corona. Kerja bakti bakal terus dilakukan dan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk saat ini banyaknya sampah cukup mengganggu sehingga perlu dibersihkan,” jelas Aru.

** Budi Satrio

Bangun Laboratorium Penyuluhan, Kementan Siapkan Produk Diseminasi Teknologi untuk Petani

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian unggul merupakan pilar dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Salah satunya melalui pendidikan vokasi.

“Ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi, antara lain yakni karakter dan pengembangan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis. Pendidikan vokasi harus menciptakan generasi milenial yang memiliki karakter seorang petarung, tidak mudah menyerah, dan memiliki jiwa yang tangguh,” ujar Mentan SYL.

Semangat Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencetak SDM unggul terus berlanjut. Diantaranya melalui penyediaan Sarana Prasarana Pembelajaran berupa Laboratorium di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Dalam kesempatan Peresmian Laboratorium Penyuluhan sekaligus Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan UPT di Wilayah Malang, Jawa Timur, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi  didampingi Sekretaris Badan PPSDMP Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Ir. Sumardi Noor, M.Si serta pejabat Eselon 3 dan 4.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam menyiapkan SDM bidang pertanian yang profesional, berjiwa wirausaha dan berdaya saing, Sabtu (19/09/20). Dalam kesempatan itu kepala Badan PPSDMP mengamanatkan agar kegiatan-kegiatan badan SDM yang dilakukan oleh para UPT yang ada di Malang yaitu Polbangtan, BBPP Batu dan BBPP Ketindan ketiga UPT ini harus saling bersinergi dan saling berkoordinasi dengan UPT lainnya di bawah Kementerian Pertanian supaya semua program berjalan lancar, utamanya implementasi program kegiatan Kostratani di Jawa Timur.

Khusus untuk Polbangtan Malang, Prof. Dedi mengakui terdapat modifikasi pada mekanisme pendidikannya seperti melalui daring dan online system di tengah pandemi Covid-19. Untuk menyempurnakan sistem yang telah berjalan, akan segera dilakukan evaluasi agar sistem pembelajaran semakin efektif dan tepat guna.

“Segala yang menjadi kekurangan harus segera diatasi, di tindaklanjuti, meskipun sekarang metode daring tidak kalah efektif dengan metode konvensional,” tuturnya. Selanjutnya, Dedi menyampaikan juga peran laboratorium amat penting bagi pengembangan sektor pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“Laboratorium Penyuluhan itu dapur untuk menghasilkan makanan. Kalau di penyuluhan ini berarti dapur untuk menghasilkan produk-produk penyuluhan dalam berbagai metode. Tapi yang utamanya adalah bagaimana diseminasi teknologi kepada petani, kepada praktisi pertanian, kepada stakeholder. Itu utamanya,” tegas Dedi.

Saat ini, dengan berkembang pesatnya teknologi, salah satu mekanisme penyuluhan tak mesti bertatap muka. “Sekarang penyuluhan harus bisa memanfaatkan sarana IT dengan baik. Nah produk-produk ini yang dihasilkan oleh Laboratorium Penyuluhan itu dan pada saat yang sama laboratorium ini juga bisa buat diseminator,” ujarnya.

Menurutnya diseminasi produk yang dihasilkan dari Laboratorium ini bukan hanya disampaikan kepada khalayak, petani, tapi juga kepada stakeholder yang terkait misalnya perguruan tinggi, dengan pemerintah daerah, dan sesama himpunan profesi. “Sampaikan bahwa kita punya produk ini lho, Kami mempunyai metode penyuluhan sesuai dengan inovasi teknologi. Itu yang bisa disampaikan dengan umpan balik perbaikan-perbaikan metodologi yang kita susun,” tambah Dedi.

Sebagai agen perubahan, Dedi berharap mahasiswa akan memanfaatkan dengan baik produk-produk penyuluhan tersebut. Di sisi lain, ia juga memotivasi mahasiswa agar mampu memformulasikan, memodifikasi metode penyuluhan yang saat ini sudah ada.

“Bahkan mahasiswa nantinya harus mampu melihat kondisi saat ini. Metode penyuluhan yang paling bagus itu seperti apa, karena zaman selalu berubah. Apalagi sekarang ada Covid-19 yang memaksa kita untuk sistemnya virtual, sistem jarak jauh,” papar Dedi.

Ia juga meminta mahasiswa untuk dapat menelurkan inovasi pembaruan dalam metodologi penyuluhan. “Tentu dengan menyeimbangkan efektivitas penyuluhan itu sampai kepada petani. Di saat yang sama, juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan yang saat ini terjadi, khususnya di masa pandemi Covid-19,” tutup Dedi.

Sementara dalam waktu yang bersamaan Sekretaris Badan PPSDMP Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si, mengingatkan berkaitan dengan dibangunnya labolatorium,  tentu akan diikuti oleh  peningkatan /tambahan sarana dan prasarana. Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Untuk mencapai itu, penghapusan sebagai salah satu alur pengelolaan BMN yang harus diperhatikan, agar tercipta neraca keseimbangan Asset.

Dalam Penjelasannya, Munifah menekankan bahwa Persetujuan dari Pengelola, belum menghapus BMN dari daftar barang (belum keluar dari SIMAK BMN) sementara, jika sudah terbit Surat Keputusan Penghapusan BMN (baik karena Pemindahtangan atau sebab lainnya), maka BMN sudah bisa dihapus dari Daftar BMN atau dengan kata lain Penghapusan adalah Siklus Terakhir dari Proses Pengelolaan BMN.

Mekanisme pemusnahan BMN dan kriteria BMN yang dapat dialihkan ke pengelola barang, Munifah menjelaskan bahwa pemusnahan dikhususkan untuk barang-barang yang  tidak lagi dapat digunakan, dimanfaatkan atau dipindahtangankan dan barang-barang yang kalau dijual akan membahayakan masyarakat seperti obat-obatan yang sudah kadaluarsa.

T2S/Wan

Kepengurusan Berakhir, KONI Segera Musorkot

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kepengurusan KONI Kota Bogor periode 2016-2020 akan segeta berakhir. Rencananya, KONI akan melaksanakan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) untuk memilih ketua baru pada 8 November mendatang.

Seperti diketahui, KONI dibawah kepemimpinan Benninu Argoebie berhasil membuat Kontingen Kota Bogor menembus peringkat empat pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018 Kabupaten Bogor, dengan raihan 57 medali emas, 35 perak dan 71 perunggu. Sebelumnya pada perhelatan serupa saat 2014, Kota Hujan berada pada posisi kelima.

Tak heran apabila berbagai pihak kembali mendukung Benninu Argoebie cs untuk melanjutkan kepemimpinannya di KONI Kota Bogor untuk periode kedua. Salah satunya datang dari para legislator, diantaranya Ketua Komisi IV, Ence Setiawan.

Menurutnya, sejak KONI dinahkodai oleh Benninu banyak perubahan signifikan dari mulai meningkatnya prestasi pada Porda, peningkatan kesejahteraan terhadap atlet dan pelatih, serta metode pengelolaan anggaran yang transparan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga (cabor).

“Harus diakui, ada perubahan prestasi olahraga yang signifikan. Begitupun dengan tingkat perhatian  terhadap atlet dan pelatih. Baik dari sisi insentif bulanan, pendidikan hingga pemberian lapangan pekerjaan. Saya pribadi mengapresiasi karena KONI dapat membuka keran kerjasama dengan beberapa universitas untuk memfasilitasi atlet,” ujar Ence kepada wartawan, Sabtu (19/9).

Ence menegaskan, KONI harus terus dikelola secara profesional oleh mereka yang memang ahli di bidangnya. Sehingga ke depannya, organisasi induk semua cabor tidak salah urus, dan berakibat terhadap merosotnya prestasi olahraga Kota Hujan.

“Saya berharap cabor atau pemilik suara tidak salah memilih pemimpin. Sebab, imbasnya bisa sangat fatal. Tetapi, intinya siapapun yang memimpin KONI minimal harus dapat mempertahankan prestasi saat ini atau bahkan meningkatkannya,” ucap Ence.

Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRD Fraksi Gerindra, H. Zaenal Abidin. Menurutnya, KONI mesti dipimpin oleh sosok yang mengerti olahraga karena hanya ptaktisilah yang mengetahui kebutuhan para atlet dan pelatih.

“Jadi segala sesuatu yang tidak dikelola oleh ahlinya, hasilnya takkan baik. Tapi siapapun yang terpilih nantinya, saya yakin itulah yang terbaik,” ucap H. Zaenal.

Lebih lanjut, H. Zaenal pun mengakui, bila komposisi kepengurusan KONI saat ini memberikan kontribusi positif bagi kemajuan olahraga Kota Bogor. Hal itu lantaran, 95 persen pengurus saat ini dihuni oleh para praktisi olahraga. “Saya pribadi cukup mengapresiasi apa yang telah dilakukan dan dicapai oleh KONI saat ini,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Fuji Astono Pimpin Langsung Operasi Yustisi di Ciseeng

0

Ada Pelanggar tak Hapal Pancasila

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Kapolsek Parung Kompol Fuji Anstono memimpin langsung Operasi Yustisi Stasioner dan Mobile malam hari bersama anggotanya dan Pol PP Kecamatan Ciseeng di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Sabtu malam (19/9/2020). 

“Pada malam Minggu ini Polsek Parung bersama Pol PP Kecamatan Ciseeng malakukan Operasi Yustisi Stasioner dan mobile sambil memantau menimarket dan tempat makan ada yang masih buka atau tidak, saat Penerapan PSBB Pra AKB di Kabupaten Bogor,” kata Kompol Fuji Anstono.

Sambung Fuji, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penegakan disiplin Inpres No.6 Tahun 2020 untuk  pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polsek Parung.

“Pada Sabtu malam Minggu ini Operasi Yustisi yang kita tegur ada 30 orang dan disanksi sosial 15 orang, ada yang membaca Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sementara untuk sanksi fisik ada 5 orang mereka semuanya melanggar protokol kesehatan tidak pakai masker, dan menjaga jarak, untuk denda belum kita terapkan,”ujarnya.

Fuji mengatakan saat memberikan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan membacakan Pascasila, masih banyak anak sekolah dan pemuda saat ini yang tak hapal Pancasila. Sehingga harus diulang hingga beberapa kali. “Kaget juga gak tahu mereka gugup atau apa yang jelas tadi ada 6 orang mereka diantaranya pelajaran dan pemuda yang sedang nongkrong tidak menggunakan masker,” bebernya

Fuji lebih lanjut mengatakan, saat mobil mengelilingi jalan haji Usa Kecamatan Ciseeng, ia menghimbau agar warga selalu waspada. “Kita himbau tadi warga tetap waspada untuk selalu bersama-sama menjaga kamtibmas, jika ada yang mencurigakan atau hal apapun segera hubungi petugas,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sejenak Bersama Sekretaris Badan PPSDMP

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Untuk kelangsungan hidup dan geraknya organisasi baik organisasi publik maupun swasta perlu adanya perubahan. Tanpa adanya perubahan, maka dapat dipastikan bahwa usia organisasi tidak akan mampu bertahan langgeng. Perubahan bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis, melainkan tetap dinamis dalam menghadapi perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan peningkatan kesadaran terhadap pelayanan yang berkualitas.

Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si

Tidak semua Sumber Daya Manusia (SDM) memahami dan mengerti tentang pentingnya melakukan perubahan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman terhadap karakter perubahan, apa itu perubahan, mengapa perlu perubahan, dan faktor apa yang mendorong perubahan. Termasuk juga kesiapan untuk melakukan perubahan dan bagaimana mengelola perubahan agar mencapai tujuan.

SDM merupakan kunci utama karena manusia menjadi subjek dan sekaligus menjadi objek perubahan serta mempunyai sifat menolak terhadap adanya perubahan. Oleh karenanya, perubahan SDM dimulai dengan melakukan pengikisan terhadap pola perilaku lama yang cenderung bertahan dengan keadaan yang sudah lama dijalaninya. Setelah itu, secara bertahap ditekankan upaya membuka diri agar bersedia menerima pola pikir baru yang berkembang secara dinamis.

Demikian kata pembuka Srikandi BPPSDMP,  Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si, Beliau adalah Sekretaris Badan PPSDMP yang dijumpai saat mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan PPSDMP sekaligus peresmian labolatorium penyuluhan dan Asrama di Polbangtan Malang, Sabtu (19/09/2020).

Lebihlanjut, Sekretaris Badan, yang akrab dipanggil Munifah, mengatakan  banyak dari kita yang beranggapan bahwa melakukan perubahan itu bagaikan masuk kedalam goa yang gelap gulita. Kita tidak mengetahui apa yang ada di dalamnya, jangan-jangan ada sesuatu yang akan membahayakan.

Berbeda ketika kita berjalan di tempat terang, semuanya akan nampak jelas terlihat. Mungkin saja benda yang ada di tempat yang gelap dan terang sebenanya sama, tetapi kita akan yakin kemana langkah kaki akan diayunkan sehingga terhindar dari bahaya, ketika kita sudah tahu dengan jelas benda tersebut.

Persoalan saat ini, ketika demokratisasi berkembang dan informasi cepat tersaji. Dampaknya, pola manajemen SDM tidak lagi menerapkan pendekatan pressure tapi kemitraan. Dibutuhkan sarana efektif dan mudah untuk menggerakkan pegawai agar kinerjanya optimal yaitu bagaimana kita mengkomunikasikannya.

Dalam sebuah organisasi pasti ada struktur dan itu harus dijadikan acuan untuk bekerja sesuai dengan ahlinya atau tanggungjawabnya. Menjadi atasan dan bawahan tidak bisa dihindari. Tidak mungkin semua orang menjadi atasan, atau seluruhnya bawahan. Kalau itu terjadi, siapa yang mendelegasikan tugas? siapa yang mengkoordinir? Sudah semestinya ada pembagian tugas.

Orang yang dapat menyesuaikan diri tidak akan canggung memfungsikan diri sebagai atasan atau bawahan. Dia tahu kapan berperan menjadi ketua tim, kapan menjadi bagian dari tim. Orang yang “sok” berkuasa, meskipun secara struktur memang berkuasa, di mata anak buah tidak ada harganya. Ia kan selalu dicibir disaat tidak berada di tempat. Bahkan menjadi bahan olok-olok.

Mestinya sebagai manusia dalam sebuah komunitas hendaknya berperilaku sederajad dengan yang lain. Ia mampu berbaur, dan berkomunikasi dengan bahasa bawahan. Memberi solusi saat menemui pekerjaan yang sulit.

Disinilah pentingnya melakukan komunikasi harus mengandung ruh, agar lawan bicara bisa menerima dengan sepenuh hati, masuklah kita ke dalam komunitas yang hendak dituju. Kaitannya dengan hubungan organisasi dan kedinasan. Semua jenis hubungan itu akan dirasakan nikmat, sejuk, dan menyenangkan jika dibangun dari hati ke hati. Karena hubungan dari hati ke hati biasanya mengedepankan kejujuran, keadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian.

Melalui hubungan dari hati ke hati akan melahirkan suasana kasih sayang, saling percaya, sama-sama berusaha menghormati satu dengan yang lain, tidak ada yang berusaha untuk memperoleh kemenangan, pengaruh, atau keuntungan sepihak. Itulah hubungan yang dijalankan dari hati ke hati.

T2S/Wan

Webinar Brokoli Ajak Pelaku Agribisnis Jaring Konsumen dengan Brand Image

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Brand Image atau Citra Merek memiliki kekuatan yang besar untuk menjaring konsumen. Dengan Brand Image yang positif sebuah produk dapat bertahan atau eksis di pasaran  dan tentu dicari konsumennya. Hal tersebut berlaku juga untuk produk agribisnis.

Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Brokoli volume III edisi ke empat  bertajuk  “ Membangun Brand Image Produk Agribisnis, “ yang digelar Pusat Pelatihan Manajmen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Jumat (18/9).

Dr. Ajat Jatnika, M.Sc narasumber, pada kegiatan tersebut mengemukakan ketepatan memilih positioning, brand value dan konsep usaha sebagai bagian dari strategi pemasaran,

 “ Tujuan akhir dari membangun brand image atau citra merek dari produk yang dipasarkan adalah trust konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Produk agribisnis yang dipasarkan akan senantiasa dinantikan konsumennya, “ ungkap Ajat Jatnika.

Kepala Bidang Penyelenggraaan Pelatihan Pertanian PPMKP ini menegaskan  hal penting yang harus dicermati dalam membangun brand image, yaitu nama harus mencerminkan visi dan misi produknya, visualisasi logo yang mampu menggambarkan visi dan misi produknya.

“ Tak kalah penting  bentuk yang  memiliki ciri khas, warna mewakili identitas produk, grafik atau font yang dipilih unik, serta peranan  sebuah jingle yang juga sangat menentukan dalam mengaitkan persepsi brand dengan produk yang dipasarkan, “ lanjut nya.

Dipandu dengan apik oleh   Viera Restuani Adia. S.Ikom, MA widyaiswara ahli muda PPMKP, webinar Brokoli  edisi empat ini menyedot perhatian 107 partisipan dari berbagai instansi dan profesi di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dimotori Kepala PPMKP Ir. Yusral Tahir, M.Agr, ini  tak pernah sepi partisipan. Berbagai inovasi baik dari sisi materi maupun setting acara terus dilakukan. Diantaranya dengan memunculkan tokoh Neng Mia sebagai pembawa baki minuman berkarakter khas.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pelaku usaha tani untuk meningkatkan usaha taninya menjadi skala bisnis.. Kata Mentan pengalaman selama ini menunjukan sector pertanian mampu bertahan dalam kondisi pelambatan perekonomian Indonesia maupun dunia.

Bahkan sector pertanian pula yang mampu menciptakan pertumbuhan positif dalam pembangunan nasional dengan membuka kesempatan kerja.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Dedi mengatakan  sektor pertanian justru menjadi pengaman dalam menghadapi wabah Covid-19. Sebagai negara agrais ditambah dengan jumlah penduduk yang tidak sedkit.Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha dan bisnis di sektor pertanian. Adanya wabah ini justru pertanian harus makin digenjot karena masyarakat sangat membutuhkan panganan yang sehat.

Viera R.A/Regi PPMKP

HADITS HARI INI

0

20 September 2020
02 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ ذَاتَ يَوْمٍ مِنْ الْعَالِيَةِ حَتَّى إِذَا مَرَّ بِمَسْجِدِ بَنِي مُعَاوِيَةَ دَخَلَ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ وَصَلَّيْنَا مَعَهُ وَدَعَا رَبَّهُ طَوِيلًا ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَيْنَا فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا فَأَعْطَانِي ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيهَا و حَدَّثَنَاه ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ أَقْبَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَائِفَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَمَرَّ بِمَسْجِدِ بَنِي مُعَاوِيَةَ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ نُمَيْرٍ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan teksnya milik Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Utsman bin Hakim, telah mengkhabarkan kepadaku Amir bin Sa’ad dari ayahnya, pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari tempat tinggi hingga saat Beliau melintasi masjid bani Mu’awiyah, Beliau masuk lalu shalat dua rakaat, kami shalat bersama Beliau. Beliau berdoa lama sekali kepada Rabbnya, setelah itu Beliau menemui kami. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Aku meminta tiga hal pada Rabbku, Ia mengabulkan dua hal dan menolakku satu hal. Aku meminta Rabbku agar tidak membinasakan ummatku dengan kekeringan, Ia mengabulkannya untukku. Aku meminta-Nya agar tidak membinasakan ummatku dengan banjir, Ia mengabulkannya untukku dan aku meminta-Nya agar tidak membuat penyerangan diantara sesama mereka, lalu Ia menolaknya.

Telah menceritakannya kepada kami Ibnu Abi Umar, telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Utsman bin Hakim Al Anshari, telah mengkhabarkan kepadaku Amir bin Sa’ad dari ayahnya ia pulang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sekelompok sahabat-sahabat Beliau, Beliau melintasi masjid bani Mu’awiyah, seperti hadits Ibnu Numair.

HR Muslim No. 5145.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rektor IPB University Positif Covid-19

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Virus Corona (Covid-19) penyebarannya kian meluas dan bisa memapar siapa saja. Sekarang ini Rektor IPB University Arif Satria dikabarkan positif Covid-19. Civitas akademika IPB University pun dibuat kaget.

Status positif Covid-19 Rektor IPB dinyatakan dalam surat pemberitahuan yang dibuatnya sendiri yang ditujukan pada civitas akademika yang dikirimkan oleh Biro Hukum  dan Humas dalam sebuah keterangan rilis. Dalam keterangan tersebut ia menyatakan kondisinya baik baik saja tanpa ada gejala.

“Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan test swab pada tanggal 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif. Meskipun demikian alhamdulillah pada saat ini saya merasa dalam kondisi fisik yang baik  untuk tetap dapat beraktivitas dan melaksanakan tangungjawab saya selaku rektor melalui koordinasi secara virtual.  Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh.” kata Rektor IPB University Arif Satria dalam keterangan rilis  yang dikeluarkan oleh  Biro Hukum dan Humas IPB, Sabtu (19/9/2020).

Dalam keterangan tersebut meski dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan, tugas rektorat tetap dijalankannya termasuk keputusannya memperpanjang dan memperketat Masa Pembatasan Masuk Kampus, terhitung 14 hari sejak Sabtu, 19 September 2020.

Mengakhiri pemberitahuan terkait status positif Covid-19 yang melekat pada dirinya, Rektor IPB menyampaikan permohonan maaf pada semua kalangan khusunya civitas akademika seraya meminta doa untuk kesehatan dirinya selama menjalani isolasi mandiri.

“Mohon doanya semoga Allah memberi karunia kesehatan, dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi. Saya mengerti dan memahami bahwa hal ini sangat berat bagi kita semua, dan untuk itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” demikian pernyataannya.

** Cepi Kurniawan