26.3 C
Bogor
Thursday, March 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 15

Ramadhan Peduli 2026, Iluni Rimba Madya Santuni dan Cukur Rambut Gratis Ratusan Anak Yatim Piatu

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Sekitar 100 anak yatim piatu mengikuti kegiatan santunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni (Iluni) SMA Rimba Madya 95 ,96 dan alumni SDN Cibalagung 1 tahun 89 di aula Kantor Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/2/2026).

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan cukur rambut gratis untuk anak yatim piatu tersebut.

Camat Ciomas Drs Tirta Juwarta, M.Si mengatakan kegiatan dengan tema Ramadhan Peduli 2026 bekerjasama dengan Ikatan Alumni SMA Rimba Madya 95 ,96 dan SDN Cibalagung 1 angkatan 89.

Ketua Panitia Acara Ramadhan peduli 2026 Dayat juga menjelaskan, santunan dan cukur rambut terhadap anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian.

“Sekitar 100 anak dari wilayah Kecamatan Ciomas,” jelasnya.

Kegiatan ini juga tidak hanya kata dia bekerjasama dengan Elpa Salon. “Kami siapkan sekitar 2 pencukur rambut yang ahli untuk mencukur anak-anak itu, dan ada sekitar 40 anak yatim piatu yang ikut berpartisipasi dalam cukuran rambut gratis ini,” imbuhnya.

Kegiatan yang cukup unik ini memang baru pertama kali dan antusiasme masyarakat juga cukup tinggi.

Salah seorang anak warga Ciomas Fikri yang ikut dicukur, mengaku senang bisa ikut cukur rambut gratis ditemani ibunya Dewi, ia hadir sejak pukul 13.00 siang.

“Senang bisa dicukur rambut gratis disini,” katanya sambil tertawa. Hampir semua anak yang mengikuti cukur rambut gratis itu tersenyum bahagia.

** Wawan Hermawanto

Yayasan Alemar Watanmiah Bersama Muspika Kecamatan Tamansari Bagikan 600 Nasi Kotak

0

Tamansari –Yayasan Alemar Watanmiah bersama Muspika Kecamatan Tamansari membagikan sebanyak 600 nasi kotak untuk berbuka puasa kepada masyarakat dan para pengguna jalan di Jalan Kapten Yusup Kebonjati, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan sosial tersebut melibatkan jajaran staf kecamatan serta Satuan Polisi Pamong Praja dan anggota Polsek Tamansari yang turut membantu proses pembagian ratusan nasi kotak kepada pengguna jalan yang melintas.

Sekretaris Kecamatan Tamansari, Teguh Sugiarto, mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kecamatan bersama unsur Muspika terhadap masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah kecamatan, Muspika, dan unsur masyarakat,” ujar Teguh.

Sementara itu, perwakilan dari Yayasan Elamr Watanmiah menyampaikan bahwa pembagian nasi kotak merupakan bagian dari program rutin yayasan dalam rangka menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus hadir dan berbagi manfaat bagi masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang penuh berkah,” ungkap perwakilan yayasan.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, dengan antusiasme masyarakat pengguna jalan yang cukup tinggi menerima paket nasi kotak untuk berbuka puasa. Yudi

SPPG Cipelang Cijeruk Tebar 200 Paket Takjil di Jalan Raya Cihideung

0

Cijeruk | Jurnal Bogor — Jajaran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipelang Cijeruk 1 dan 2 menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada para pengguna jalan di Jalan Raya Cihideung, wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut disambut antusias oleh para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. Sebanyak 200 paket takjil dibagikan langsung oleh tim dapur SPPG kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Kepala SPPG Cipelang Cijeruk 1, Akbar Rizal Hendrawan, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian sekaligus ungkapan rasa syukur keluarga besar SPPG kepada masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, aksi sosial tersebut tidak hanya dilakukan pada momentum Ramadan, namun juga rutin digelar melalui kegiatan Jumat Berkah bagi warga di lingkungan sekitar.

“Hari ini kami membagikan 200 paket takjil kepada para pengguna Jalan Raya Cihideung. Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujar Akbar, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Akbar, kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara pengelola dapur SPPG dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hal senada disampaikan Kepala Dapur SPPG Cipelang Cijeruk 2, Ahmad Candra Prakasa. Ia menegaskan, pembagian takjil merupakan inisiatif bersama seluruh tim dapur sebagai wujud kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Ramadan adalah bulan berbagi dan penuh ampunan. Kami ingin hadir bukan hanya dalam pelayanan pemenuhan gizi melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat membantu dan memberikan kebahagiaan bagi para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan menjelang berbuka puasa,” tuturnya.

Selama kegiatan berlangsung, pembagian takjil dilakukan secara tertib dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Aparat setempat turut membantu mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan serta memastikan kegiatan berjalan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Dapur SPPG Cipelang Cijeruk 1 dan 2 menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai kepedulian sosial serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat. Momentum Ramadan 1447 Hijriah diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat. Yudi

Cafe Daun Diduga Lakukan Kejahatan Lingkungan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Gencarnya aksi penanaman pohon oleh Bupati Bogor bersama jajaran di kawasan Puncak ternyata belum sejalan dengan penegakan aturan terhadap bangunan liar. Salah satu kasus mencolok adalah keberadaan The Daun Cafe, bangunan permanen yang berdiri tanpa Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dan diduga melakukan pelanggaran ganda hingga cacat hukum perizinan.

Berdasarkan data pertanahan, lokasi The Daun Cafe berada pada koordinat 6.660902°S, 106.940293°E dengan dua Nomor Identifikasi Bidang (NIB) seluas total 40.000 meter persegi berstatus Hak Milik.

Secara administratif, kafe ini masuk wilayah Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dengan kepemilikan lahan merujuk pada dua sertifikat hak milik. Namun, promosi di media sosial menyebut alamat kafe berada di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua. Informasi yang beredar menyebut pengurusan izin dilakukan oleh oknum Sekdes dan pejabat Kecamatan Cisarua pada 2024, di era Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menunjukkan lokasi tersebut merupakan kawasan pertanian dengan kode kawasan 32040000. Artinya, pendirian bangunan komersial berupa kafe di lokasi ini berpotensi melanggar ketentuan tata ruang.

Mengacu pada UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pelanggaran tata ruang dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana. Pasal 69 menyebut ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda hingga Rp500 juta bagi pihak yang mengubah fungsi ruang tanpa izin.

Jika pelanggaran menimbulkan kerusakan lingkungan atau kerugian besar, ancaman pidana dapat ditingkatkan.

Selain PBG, setiap usaha di kawasan rawan seperti Puncak wajib memiliki izin lingkungan, minimal Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Proses evaluasi tidak akan disetujui jika lokasi usaha berada di zona yang salah. Pejabat penerbit izin juga dapat dijerat hukum jika terbukti lalai atau sengaja menerbitkan izin di lokasi yang tidak sesuai peruntukan.

Kepala UPT Penataan Bangunan Wilayah II Ciawi, Agung Termedi, mengonfirmasi pihaknya telah menindaklanjuti temuan di lapangan.

“Kami sudah tegur dan dilimpahkan ke dinas. Tinggal menunggu dari Satpol PP,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Camat Megamendung, Ridwan, menegaskan kafe tersebut belum memiliki izin resmi.

“Sampai saat ini Kafe The Daun belum mengantongi perizinan dari pemerintah,” katanya, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, Trantib Kecamatan Megamendung akan melakukan pengecekan terkait lokasi dan pajak.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen The Daun Cafe belum memberikan tanggapan resmi. Namun, melalui akun Instagram @thedaunofficial, mereka mengumumkan penutupan sementara pada 18–25 Februari 2026 dan kembali beroperasi 26 Februari 2026 untuk menyambut bulan suci Ramadan.

** Dadang Supriatna

MBG di Nanggung Kembali Disorot, Untuk Dua Hari Paket MBG Dinilai tak Sesuai

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Program MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali disorot dan mendapat keritikan pedas dari penerima manfaat. Kali ini beredar di medsos yang mengaku salah satu wali murid di SDN Pasir Peuteuy, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung.

Dalam unggahan videonya mengatakan, “Ibu ibu mamih mamih kita sental sentil nih, MBG SDN Pasir Peuteuy Desa Nanggung Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, untuk dapur MBG-nya berada Desa Parakanmuncang Kecamatan Nanggung

Dapur MBG Parakanmuncang 003. Semoga yang kerja didapur ini vidionya lewat diberanda kalian ya. Paket MBG ini buat dua harian loh, buat dua harian.

Dengan memperlihatkan menu MBG yang diterimanya pisang, kukus kentang, kue, susu milku kemasan botol, terus apalagi ini hampas kelapa atau apa? karena lagi puasa jadi belum bisa dicicipi.

MBG ini buat dua hari, coba di hitung paling berapa duit, pisang satu semua serba satu, ini teh buat dua harian.?

Kalau buat dua harian, berarti pisang susu termasuk menu lainnya dimakannya setengah atau sepotong gitu?

MBG buat dua harian, seperti susu diminumnya seharinya setengah gitu, ini makanan bergizi

Semoga video ini lewat beranda kalian yang bekerja di Dapur SPPG Parakanmuncang 003 terimakasih.”

Sebelumnya diwartakan, Setelah banyak keluhan terkait menu MBG yang disajikan di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran dinilai tak mencerminkan prinsip nilai gizi seimbang, pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhammad meminta pihak pengelola MBG atau SPPG menggelar audensi.

Audiensi ini mendesak dan harus melibatkan ahli gizi serta para pengelola dapur MBG. Jadi harus digelar audensi segera,” kata Fikri Muhammad kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/2/2026).

“Ayo kita cek satu per satu dapur MBG itu, apakah pengelolaannya sudah memenuhi syarat, apakah sesuai standar kesehatan kah?,” tanya Fikri lagi.

Audensi ini, menurut Fikri sebagai evaluasi perbaikan agar sajian menu MBG bagi penerima manfaat mengedapan kualitas prinsip gizi yang seimbang.

Evaluasi tentu untuk perbaikan, sebab program MBG yang dibiayai anggaran negara itu tidak gratis.

Penerima manfaat pada program MBG, itu tidak gratis, anggarannya darim negara yang bersumber dari uang pajak rakyat.

“Untuk itu, kami sebagai masyarakat berhak mengkritik salah satu program MBG di Kecamatan Nanggung yang terkesan asal-asalan itu,” tandasnya.

Apalagi sebagai orang tua murid di sekolah, menjadi bagian dari penerima manfaat program MBG,

“Jadi, kami tau kualitas menu MBG yang diterima di sekolah.”

Untuk itu, ketika program MBG tidak adanya perbaikan terutama tidak mengedepankan pada kualitas menu MBG, dipastikan kami harus turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa,” tegasya.

** Arip Ekon

Komisi I DPRD Provinsi Banten Kunjungi Telkom Witel Priangan Barat, Bahas Peran Telkom Group dalam Penguatan Digital Governance

0

Bogor –Telkom Witel Priangan Barat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Provinsi Banten pada Senin (23/2) di Ruang Rapat Siliwangi. Kunjungan ini menjadi momentum dialog strategis terkait peran Telkom Group dalam mendukung penguatan infrastruktur dan transformasi digital pemerintahan.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Dode Suparman, selaku General Manager Witel Priangan Barat, yang memaparkan profil Telkom Group serta gambaran wilayah kerja Witel Priangan Barat. Dalam paparannya, GM menjelaskan posisi Telkom sebagai BUMN telekomunikasi yang memiliki portofolio lengkap mulai dari digital connectivity, digital platform, hingga digital service, yang mendukung ekosistem Smart Living, Smart Economy, Smart Governance, dan Smart Society.

GM Witel Priangan Barat juga memaparkan profil wilayah, termasuk cakupan 7 Telkom Daerah (Telda), customer base SME dan Government, serta kesiapan infrastruktur jaringan. Saat ini Witel Priangan Barat memiliki kapasitas produksi 811.358 dengan tingkat utilisasi 60,34%, serta dukungan 14 Account Manager dan 43 mitra kerja dalam mendukung layanan pelanggan. Dalam sesi materi, Telkom turut memaparkan portofolio layanan digital connectivity seperti ASTINET, SD-WAN, VPN IP, Metro-E, High Speed Internet (HSI), serta Wifi Managed Service (WMS), yang telah banyak dimanfaatkan oleh instansi pemerintahan dan sektor publik.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, H. Pinan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas paparan dan kesiapan Telkom dalam mendukung penguatan konektivitas dan transformasi digital pemerintahan daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Telkom Group dalam mewujudkan layanan publik yang semakin efektif dan terintegrasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, serta peninjauan fasilitas operasional termasuk kunjungan ke ruang WOC. Melalui kunjungan ini, Telkom Witel Priangan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda digitalisasi pemerintahan melalui solusi yang andal, aman, dan terintegrasi di wilayah kerja Regional II.

*(Cc)

Indibiz Telkom Priangan Barat Gelar Pelatihan Kurikulum Storytelling dan Mini Bazar UMKM

0

Bogor – Indibiz Telkom Priangan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelaku UMKM melalui kegiatan Pelatihan Kurikulum Storytelling: Kunci Sukses di Media Sosial yang dirangkaikan dengan Mini Bazar UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Februari 2026 di Ruang Index Lt. G, Gedung Telkom Bogor.

Pelatihan ini bertujuan membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan membangun narasi yang kuat dan autentik di media sosial. Dalam era digital saat ini, storytelling menjadi strategi penting untuk meningkatkan engagement, membangun kepercayaan pelanggan, serta mendorong peningkatan penjualan.

Acara dibuka dengan sambutan dari PGS Manager Shared Service & General Support, Rizky Praditya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UMKM perlu terus beradaptasi dengan perkembangan digital, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga dari cara menyampaikan cerita dan nilai di balik produk tersebut kepada pelanggan.

“Storytelling bukan sekadar promosi, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan audiensnya. Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memperluas pasar,” ujarnya.

Selain sesi pelatihan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Mini Bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, hingga produk kreatif lainnya. Mini bazar ini menjadi wadah praktik langsung bagi peserta untuk menerapkan strategi promosi dan storytelling yang telah dipelajari.

Melalui kegiatan ini, Indibiz melalui Telkom Priangan Barat berharap para pelaku UMKM semakin siap bersaing di pasar digital dan mampu memanfaatkan media sosial secara optimal sebagai sarana pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

(**/Cc)

Yusfitriadi Sebut Ada Indikasi Pecah Kongsi Dedie – JM

0

Bogor | Jurnal Bogor

Founder Lembaga Survei Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi menyebut adanya gejala pecah kongsi antara Dedie Rachim – Jenal Mutaqin (JM) dalam setahun kepemimpinan mereka.

Yusfitriadi mengatakan bahwa indikasi itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan pihaknya terhadap kinerja Dedie A Rachim sebagai wali kota dan JM sebagai wakil wali kota yang dilaksanakan pada 10 hingga 15 Februari lalu, yang melibatkan 800 responden dengan metode pengumpulan data secara wawancara langsung.

Menurut Yus, berdasarkan hasil survei tingkat keluasan publik terhadap kinerja Dedie A Rachim sebagai wali kota sebesar 46,75 persen. Sedangkan kinerja JM mendapat nilai lebih tinggi dari publik, yakni 51,75 persen.

Keberhasilan JM, tak terlepas dari langkahnya mengambil peran eksternal dengan sering muncul di hadapan publik. Misalnya, dia mengaspal jalan yang bolong dengan uang pribadj, hingga terlibat langsung mengurai kemacetan.

Seharusnya, kata Yus, wakil wali kota fokus dalam pembenahan internal. Namun, ia menduga langkah mengambil peran eksternal lantaran tak diberi porsi di dalam.

“Kinerja JM terlihat lebih tinggi, karena publik sering melihat yang bersangkutan muncul di luar atau mengambil peran eksternal, yang harusnya fokus ke internal,” ujar Yusfitriadi kepada wartawan.

Sedangkan dedie, kata dia, lebih terlihat hadir di kegiatan seremonial. Sehingga peran wakil wali kota terlihat lebih kuat di mata publik.

“JM muncul di grass root, dan Dedie banyak muncul di level seremonial saja,” tegas Yusfitriadi.

Kata Yus, terdapat tiga indikator yang menyebabkan munculnya indikasi pecah kongsi. Pertama, diduga ada penguasaan di seluruh lini oleh wali kota, yang harusnya mesti ada pembagian peran, termasuk kepada sekretaris daerah.

Kedua, sambung dia, JM lebih sering tampil di pubilk. Padahal, seharusnya ia fokus pada pembenahan internal. Sedangkan yang ketiga, adanya orientasi politik dari keduanya.

“Seperti diketahui, Dedie sekarang adalah Ketua DPD PAN, sedangkan JM adalah kader partai Gerindra yang partainya punya potensi berkuasa di Kota Bogor,” jelasnya.

Yus menuturkan bahwa indikator ketiga itu mencuat tak terlepas juga dari hasil survei LS Vinus yang menempatkan Gerindra sebagai partai peringkat pertama dengan persentase 14,12 persen.

Sedangkan PAN ada di posisi ketujuh dengan persentase 3,50 persen. Sementara partai penguasa parlemen saat ini PKS berada di pos ketiga, yakni 7,50 persen.

Lebih lanjut, kata dia, akan menjadi masalah besar apabila pecah kongsi benar-benar terjadi. Apalagi, kalau DPRD juga ikut terbelah.

“Sekarang tinggal dewan mau seperti apa? Apakah akan ngeblok, atau masa bodoh dengan situasi saat ini,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Masih banyak pihak di dalam negeri yang mengecam keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) untuk memperjuangkan perdamaian di Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Di antara para pengkritik bahkan ada yang mendesak agar Presiden Prabowo Subianto angkat kaki dari BoP.

Para pengkritik biasanya menyebut bahwa BoP merupakan institusi yang bekerja di luar sistem internasional atau dengan kata lain tanpa mandat dari PBB.

Padahal, sebaliknya, Board of Peace adalah instrumen yang dilahirkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang ditandatangani pada November 2025 lalu.

“Bila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi jelas bagi kita bahwa BoP dijiwai oleh proposal perdamaian yang disampaikan berbagai negara untuk tidak hanya menciptakan perdamaian di Gaza tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Teguh mengatakan, di dalam Resolusi DK PBB 2803 itu disebutkan bahwa reformasi Otoritas Palestina dan pembangunan kembali Gaza akan menjadi jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, juga akan dibangun dialog antara Israel dan Palestina untuk menyepakati cakrawala politik untuk hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

“Point ini sejalan dengan salah satu prinsip emas Dasasila Bandung, peaceful coexistance, atau hidup berdampingan secara damai,” ujar Teguh lagi.

Dasasila Bandung yang disebutnya adalah hasil dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga mengatakan, pihak Palestina sendiri menyadari dan menghormati berbagai upaya yang dilakukan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan negara itu dalam berbagai forum internasional, termasuk di BoP.

“Dukungan Indonesia untuk Palestina tidak perlu diragukan. Pihak Palestina pun tahu dan sangat menghormati posisi dan strategi perjuangan Indonesia,” kata dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Teguh mencontohkan, pertemuan pejabat baru Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari dengan sejumlah tokoh dan pejabat Indonesia belakangan ini memperlihatkan kepercayaan Palestina pada langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengimbau teman-teman yang masih mencurigai BoP dan posisi Indonesia di dalamnya agar membaca lagi dengan teliti Resolusi DK PBB 2803. Kritik adalah hal yang kita perlukan untuk mengingatkan. Tetapi agar tidak melebar dan mengganggu objektivitas, sebaiknya kritik disampaikan dalam kerangka yang pasti. Kita sama-sama baca lagi Resolusi itu dengan teliti,” demikian Teguh Santosa.n Herry Setiawan

Horeee! Saatnya Mudik Gratis, 40 Bus Disiapkan Pemkab Bogor dari Stadion Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan seluruh armada bus untuk program mudik gratis telah disiapkan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan akan diberangkatkan dari Stadion Pakansari.

Rudy Susmanto saat ditemui Jurnal Bogor Jum’at (27/22026) menjelaskan, sebanyak kurang lebih 40 unit bus disiapkan untuk arus mudik dan 15 unit bus untuk arus balik.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga berkolaborasi dengan Polres Bogor serta sejumlah pihak swasta dalam pelaksanaannya.

Setiap bus memiliki kapasitas 55 penumpang, sehingga untuk arus mudik dengan 40 unit bus dapat mengangkut sekitar 2.200 orang dalam satu kali pemberangkatan.

Sementara untuk arus balik, 15 unit bus yang disiapkan mampu mengangkut sekitar 825 orang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menambahkan bahwa pendaftaran mudik gratis dibuka mulai Kamis, 26 Februari 2026. Tautan pendaftaran akan dibagikan melalui akun Instagram resmi @dishub.bogorkab maupun situs resmi Dishub Kabupaten Bogor.

Selain tanpa biaya, seluruh armada yang digunakan dipastikan laik jalan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik.

Penulis: Leonita