22.4 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1482

Warga Rekam Pelaku yang Diduga Ranmor

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Melihat gerak gerik yang mencurigakan di jalan sepi kebun kelapa sawit, warga Kampung Cipining, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg menangkap pelaku yang diduga pelaku kriminal pencuri kendaraan bermotor, Kamis siang (1/10).

Penangkapan itu pun direkam oleh warga, tampak satu pelaku dalam sebuah video itu telungkup dengan tangan terikat. Selain warga ada juga polisi dan TNI yang ikut mengamankan pria yang diduga pencuri kendaraan bermotor tersebut.

Menanggapi video itu, dibenarkan Kanitreskrim Polsek Cigudeg Ipda Priyo Sambodo. “Memang bener kita mengamankan seorang laki laki yang diduga maling motor di daerah Legok dan saat ini pelaku diamankan dulu di Polsek Cigudeg,” kata Ipda Priyo saat dikonfirmasi.

Ia juga menjelaskan, bahwa ada informasi pelaku  sebelum tertangkap sempat kabur, namun   tertangkap kembali oleh warga Cipinang. “Saat ini masih diamankan untuk menghindari amukan warga sekitar, dan sedang dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Cigudeg Kompol Yudi Kusyadi membenarkan ada penangkapan terduga pelaku ranmor di wilayah Kampung Cipining. “Benar ada penangkapan, saat ini masih dilakukan proses penyelidikan karena baru dicurigai,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pasar Parung Banyak Ditinggalkan Pedagang

0

n Pengelola Bakal Segera Siapkan Konsep Penataan

Parung | Jurnal Inspirasi

Minat pedagang di Pasar Parung terus menurun. Dari total 1.250 kios yang ada di PD Pasar Tohaga Parung, kini kondisinya masih sepi seperti tak berpenguni. Pasalnya, hanya 18 kios saja yang baru terisi oleh pedagang. “Pedagang lebih minat di pasar swasta yakni pasar swalayan Parung,” kata Kepala Pasar Tohaga Parung Andang Iskandar, Kamis (1/10).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan konsep baru dan menata pasar tersebut untuk menarik minat pedagang bagaimana supaya bisa mengisi kembali kios yang kosong. “Sebenarnya kios sudah terisi, hanya ditinggal begitu saja mungkin karena dulu sempat direhab jadi mereka lebih memilih ke pasar raya milik swasta,” katanya.

Andang juga menambahkan, kedepan pihak pasar akan melakukan penataan buat pedagang yang berjualan ikan dengan menarik binaannya di Pasar Ciseeng serta membuat taman dan cafe supaya pasar tidak kumuh. “Kondisinya kan kumuh, jadi kita akan tata ulang minimal minat pembeli dan pedagang kembali ramai,” tambahnya

Bahkan, ia menuturkan sampai saat ini banyak keluhan dari pedagang dan warga sekitar soal parkir gate yang ingin dibuka umum. Karena, pihak pengelolanya akan habis kontrak pada Desember. “Kami sedang membahas soal parkir gate bersama Camat Parung untuk memikirkan hal tersebut, karena saat ini belum ada rencana parkir gate akan dibuka secara umum,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kopi Daong Tingkatkan Protokol Kesehatan Kepada Pengunjung

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi memperpanjang PSBB tahap IV dari tanggal 1 sampai 27 Oktober akibat Covid-19, pengusaha Kopi Daong yang berada di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, semakin ketat dalam menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung. Itu terlihat dengan adanya peraturan jaga jarak kepada para pengunjung dan disediakannya tempat cuci tangan serta handsanitezer di pintu masuk.

Direktur Kedai Kopi Daong, Eko M. Restoe Boemi mengatakan, usai mendapat informasi terkait perpanjangan PSBB yang dilakukan Pemkab Bogor, pihaknya langsung menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi kepada para pengunjung.  “Kami mengapresiasi kebijakan Pemkab Bogor yang cepat tanggap didalam penanganan penyebaran virus corona,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, memperketat penerapan protokol kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19 terutama yang diakibatkan kontak fisik diantara para pengunjung, mulai diterapkan di Kopi Daong. “Kami himbau kepada para pengunjung agar jaga jarak (physical distancing),” paparnya.

Selain itu, protokol kesehatan di Kopi Daong seperti tempat cuci tangan, handsanitezer dan alat pendeteksi suhu tubuh pengunjung semakin banyak disediakan, mulai dari pintu masuk, di tempat duduk dan di lokasi antre saat memesan menu.

 “Kalau masker, itu kami wajibkan kepada siapa pun. Tidak hanya pengunjung, pegawai kami juga harus menggunakan masker dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelas Eko.

Eko pun mengungkapkan, untuk menghindari kontak fisik pengunjung, pengelola Kopi Daong pun memberlakukan satu pintu. Dimana, bagi para pengunjung yang mau masuk, pintu masuknya berada dibawah persisnya dekat area parkir.

 “Jadi pengunjung yang baru datang dan mau masuk, tidak akan bertabrakan dengan pengunjung yang akan pulang, karena pintunya kita pisahkan,” paparnya.

Eko mengaku, di tengah kondisi sekarang yang belum pulih dari masalah Covid-19, pengelola Kopi Daong membatasi jumlah pengunjung agar tidak terlalu membludak. “Intinya kami mendukung program pemerintah dengan mentaati aturan. Makanya tidak hanya menerapkan protokol kesehatan saja, tetapi jumlah pengunjung juga kami batasi,” imbuhnya.

Sementara, Heni (45), salah seorang pengunjung Kopi Daong mengaku merasa aman ketika datang ke lokasi wisata yang saat ini sedang viral. Karena, mulai dari masuk sampai di tempat duduk Kopi Daong, alat-alat protokol kesehatan banyak tersedia.

 “Kami merasa aman dan tidak takut terkena penyakit. Pengusaha Kopi Daong benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” tukas wanita asal Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi tersebut.

** Dede Suhendar

Alhamdulillah, Jalan Sadeng Pasar-Cisaranten Akhirnya Dibangun

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jalan Sadeng Pasar-Cisaranten, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung yang sudah 11 tahun rusak  akhirnya akan diperbaiki. Sebelumnya, jalan rusak jalur Kecamatan Leuwisadeng itu  sudah berulang kali disampaikan warga yang mengeluhan kondisi jalan tersebut.

Kini, kabar gembira itu muncul dari Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama pekerja dari UPT Jalan dan Jembatan wilayah V Leuwiliang, berikut kontraktor pemenang lelang dari CV. Bumi Putra Persada, Senin (1/10), melakukan pemeriksaan lapangan bersama (PLB) dengan pengukuran jalan yang akan dijadikan target pembangunan.

“Jalan yang diperbaiki itu sepanjang 1,3 kilometer, setelah selesai pengukuran secepatnya akan segera kita mulai,” kata kontraktor dari perusahaan CV.Bumi Putra Persada, Sembiring kepada Jurnal Bogor.

Setelah melalui proses lelang, kata Sembiring,  pembangunan jalan juga dibarengi dengan pembangunan drainase dan TPT. ” PLB juga melibatkan konsultan managemen proyek (KMP) dan pemerintah desa setempat tentu yang mengetahui kondisi wilayahnya,” kata dia.

Menurutnya, pengerjaan bangunan jalan tersebut akan segera dimulai, ia memastikan karena proses sebelumnya telah selesai. “Dalam waktu dekat ini pengerjaan jalan kita mulai,” ucap Sembiring.

Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan mengatakan, pembangunan jalan itu membentang  dari Desa Wangunjaya hingga wilayah kampung Saranten meliputi 11 kampung di dua kecamatan.” Karena warga sudah 11 tahun menunggu, kami harap pembangunan jalan untuk diutamakan kualitas jalan agar kuat,” harapnya.

Sebelumnya, iapun mengaku kewalahan menggunakan uang pribadinya tidak kurang 11 juta melakukan penambalan terdapat jalan yang berlubang. ” Karena  jalan tersebut  90 persen hampir seluruhnya rusak,” ujarnya.

Menurut Aos, sekitar 2.500 jiwa dari 8 kampung warganya biasa menggunakan jalur ini. “Memang jalan itu sudah lama didambakan masyarakat, semoga pengerjaannya  dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” paparnya.

Warga desa setempat, Mulyadin (45) menuturkan, “kita tahu jalan ini sudah lama rusak berat, jalan ini vital sering dilintasi kendaraan roda 4 atau roda 2, jadi kami sangat bersyukur, alhamdulillah  jalan ini bisa dibangun,” kata dia.

** Arip Ekon

Warga Ciletuh Kesal, MNC Land Kembali Didemo

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Proyek MNC Land di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor didemo lagi. Aksi massa warga Kampung Ciletuh, Desa Wates Jaya kali ini, mendapat simpati dari unsur mahasiswa yang tergabung kedalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan ikut turun melakukan orasi di depan pintu masuk MNC Land Lido.

Selain dari PMII Universitas Pakuan, aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB itu, mendapat dukungan dari unsur organisasi masyarakat lain. Pantauan di lokasi demo, aparat kepolisian dari Polsek Cigombong melakukan penjagaan ketat agar aksi warga, mahasiswa dan unsur organisasi yang bergabung berjalan aman dan kondusif.

Namun sayangnya, saat aksi sejumlah pendemo terlihat tidak mengikuti protokol kesehatan, karena tidak menjaga jarak serta ada yang tidak menggunakan masker. Koordinator lapangan (Korlap) aksi massa dari PMII Universitas Pakuan, Muhammad Wahab Sunandar mengatakan, demo sekarang merupakan aksi lanjutan warga Kampung Ciletuh Desa Wates Jaya terhadap pengusaha MNC Land. Karena, selama kurun waktu tujuh tahun warga Ciletuh dibawah bayang-bayang penindasan.

 “Sebelumnya warga sudah melakukan aksi seperti sekarang, tapi hingga saat ini apa yang menjadi tuntutan warga tidak direalisasikan pihak MNC Land,” ungkapnya kepada wartawan usai orasi.

Menurutnya, ada tiga tuntutan warga yang belum direalisasikan pengusaha, yakni menuntut pihak PT MNC Land melakukan ganti rugi atas tanah garapan warga yang belum ada sampai sekarang, mengusut tuntas dugaan manipulasi izin lokasi yang dilakukan PT MNC Land dan menuntut legalisasi pemakaman umum warga Ciletuh.

 “Tiga tuntutan itu yang kita sampaikan di aksi ini. Karena hak warga sudah dirampas oleh pihak MNC,” papar Muhammad yang juga sebagai Ketua PMII Universitas Pakuan.

Muhammad menyatakan, PMII akan terus melakukan pembelaan terhadap warga Kampung Ciletuh yang haknya dirampas dan tertindas. Sehingga, aksi massa akan terus dilaksanakan sampai ada kesepakatan antara warga dengan pihak pengusaha. “Jadi kami akan kawal terus warga sampai apa yang menjadi haknya diberikan pihak MNC,” tegasnya.

Jajang Mulyadi, salah seorang Ketua Rukun Warga (RW) di Kampung Ciletuh, Desa Wates Jaya menegaskan, aksi demo ini sebagai bentuk kekesalan warga terhadap pengusaha. Dengan begitu, warga akan terus melakukan aksi demo apa bila dari pihak MNC Land tidak merealisasikan ketiga tuntutan tersebut.  “Kami sebagai warga pastinya akan terus menuntut hak kepada pengusaha sampai tuntas,” tukasnya.

Saat melakukan aksi massa, pendemo membentangkan spanduk dan membawa poster poto Presiden Amerika, Donald Trump yang sedang berpoto bersama pemilik MNC, Harry Tanoe Sudibyo bertuliskan kata-kata bentuk kekesalan warga.

Tak hanya itu, para pendemo juga membawa dua keranda mayat sebagai bentuk protes terhadap pengusaha MNC Land. Dimana pengusaha akan menggusur tempat pemakaman umum (TPU) warga yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

** Dede Suhendar/Deny

PPMKP Lepas Widyaiswara Masuki Purnabhakti

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor melepas dua pejabat Fungsional Widyaiswara yang telah memasuki masa purnabhakti. Mereka adalah Winarhadi Widyaiswara Ahli Utama dan Nani Sufiyani Widyaiswara Ahli Madya.

“Saya bangga kepada kedua Widyaiswara, yang telah bekerja dengan sangat baik selama 35 tahun di Kementerian Pertanian dan khususnya PPMKP, “ ujar Yusral Tahir Kepala PPMKP yang hadir di Aula Komplek Surya PPMKP, Rabu (30/9).

Yusral Tahir mengaku Ia sudah menganggap Winarhadi dan Nani Sufiani sebagai teman, senior sekaligus tutor bagi dirinya. Lebih lanjut, Kapus menyampaikan  bahwa masa purnabhakti akan dialami setiap ASN pada masanya masing-masing. Oleh karena itu, memasuki masa purnabhakti harus disambut dengan rasa gembira dan bersyukur.

“Sambut masa purnabhakti dengan perasaan gembira dan bersyukur, karena bapak/ibu sampai mencapai titik saat ini dengan masih diberikan kesehatan, diberikan perlindungan dari Tuhan sehingga dapat memasuki purnabhakti tanpa ada halangan sesuatu apa pun,” ucap Yusral

Bahkan Yusral mengharapkan masa purnabhakti bisa menjadi sarana untuk lebih dekat dengan keluarga. “Kami harapkan, masa-masa purnabakti ini bapak/ibu bisa lebih mendekatkan diri dengan keluarga. Tentunya masa-masa yang akan datang adalah waktunya untuk mendekatkan diri pada keluarga,” tambahnya.

Kapus juga menitipkan pesan kepada Widyaiswara PPMKP yang masih bertugas terutama Widyaiswara Muda  bahwa tongkat estafet saat ini masih berjalan. Bagaimana bisa menjadi seorang Widyaiswara yang sukses, berkarakteristik, memiliki banyak informasi dan pengetahuan yang tentunya sangat dibutuhkan untuk mengajar ASN kedepannya.

Dalam kesan dan pesan, Winarhadi menyampaikan kebanggaannya sebagai keluarga PPMKP. Ia menyebut PPMKP merupakan satu-satunya lembaga di Kementerian Pertanian yang dapat mencetak pemimpin-pemimpin hebat melalui pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan.

Sebagai informasi sebelum menjabat sebagai Widyaiswara Ahli Utama di PPMKP Ciawi, Bogor,  Winarhadi sebelumnya telah mencapai puncak jabatan tertinggi sebagai Kepala Biro Kepegawaian di Kementerian pertanian pada periode 2005 – 2010.

Sementara Nani Sufiani pernah menduduki Jabatan sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat  Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertanian. Acara berlangsung haru dihadiri seluruh pejabat fungsional widyaiswara lingkup PPMKP dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Dea/Regi – PPMKP

Akibat Covid-19, Pembangunan di Desa Ciderum Dilaksanakan Tahun 2021

0

Caringin | Jurnal Bogor

Pembangunan infrastruktur menjadi skala prioritas pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2021 di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Hal itu diungkapkan anggota Ketua LPM Desa Ciderum, Didin Saepudin saat kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Ciderum di aula kantor desa, Kamis (1/10).

Dijelaskan Ketua LPM Desa Ciderum, Didin Saepudin, untuk pelaksanaan program kerja Pemerintahan Desa Ciderum tahun 2021, lebih kepada pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan lingkungan (Jaling) dan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta drainase. “Ada tujuh jalan lingkungan yang dilakukan pengaspalan, TPT satu unit dan drainase dua unit,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, program pemberdayaan masyarakat masuk kedalam kegiatan tahun depan, mulai dari pelaksanaan pelatihan kader Posyandu, RT dan RW. Saat ini, kata Ketua LPM yang biasa dipanggil Unuy, masih banyaknya kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Ciderum, menjadi skala prioritas pemerintah desa untuk menuntaskannya.

 “Ada 250 Rutilahu yang diusulkan pemerintah desa. Mudah-mudahan, desa kami mendapatkan bantuan untuk  Rutilahu lebih banyak lagi setiap tahunnya,” ungkap pria yang juga aktif di salah satu partai politik.

Unuy mengungkapkan, program pembangunan di tahun 2021, lebih didominasi usulan program pembangunan tahun 2020. Sebab, program tahun 2020 banyak yang tidak terlaksana. “Karena semua anggaran dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Jadi banyak program pembangunan yang ditunda,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Desa Ciderum, Samsi Rizal mengatakan, tahun 2020 dari jumlah usulan program pembangunan sebanyak sebelas titik kegiatan yang tersebar di sebelas Rukun Warga (RW), semua dilaksanakan di tahun 2021.

 “Ada juga usulan murni di tahun anggaran 2021, yakni pengadaan tempat pembuangan sampah (TPS) dan pembangunan sarana air bersih (SAB) yang keduanya berada di RW 09,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Amien Rais Umumkan Partai Ummat

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi 

Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengumumkan partai politik (parpol) barunya bernama Partai Ummat. Pengumuman itu disampaikan Amien Rais secara resmi secara daring melalui akun Youtube-nya, Amien Rais Official, Kamis (1/10). “Partai Ummat Insya Allah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman,” kata Amien Rais dikutip dari CNN.

Dia menuturkan dalam sejarah umat manusia hanya negara yang mampu melakukan kezaliman kolosal dan sebaliknya, hanya negara yang dapat menegakkan keadilan secara merata. Semua itu disebut Amien tergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa. Apakah membela kepentingan rakyat atau sebaliknya kepentingan konglomerat. “Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan aturan demokratis universal,” ujar dia. 

Sebelumnya, Amien Rais menyatakan parpol barunya ini memiliki semboyan lawan kezaliman dan tegakkan keadilan. Sementara, Islam Rahmatan lil Alamin menjadi asas bagi partai tersebut. Pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) itu mengklaim pembentukan parpol baru ini tak hanya berorientasi pada kekuasaan semata.

Menurutnya, latar belakang pendirian parpol ini dilakukan usai melihat berbagai situasi memprihatinkan kepemimpinan di Indonesia saat ini. Amien Rais menilai, rezim yang sedang berkuasa saat ini jauh dari harapan rakyat. “Semakin jauh atau menjauhi nilai-nilai moral atau etika atau akhlak yang baik dan adiluhung,” kata Amien Rais.

Untuk diketahui, dorongan agar Amien Rais membentuk parpol baru awalnya disampaikan Koordinator Tim Konsolidasi Lapangan Pemenangan Calon Ketua Umum PAN 2020-2025 Mulfachri Harahap, Muhammad Asri Anas pada Maret silam. Ia mengklaim ratusan dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan wilayah (DPW) PAN serta ribuan tokoh di PAN dan tokoh Muhammadiyah mendorong Amien Rais membentuk PAN Reformasi.

“Perlu kami sampaikan kami sudah menerima usulan dari 158 DPD dan DPW serta 1.300 tokoh-tokoh yang pernah terlibat di PAN dan tokoh yang pernah terlibat di era reformasi, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah agar Pak Amien dari pada tidak diperlakukan tidak baik oleh PAN agar membentuk PAN Reformasi,” kata Asri.

Dua pekan berselang, Asri kembali menyampaikan  Amien Rais telah memimpin langsung gerakan pembentukan parpol baru. Menurutnya, pembentukan partai baru dilakukan karena Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya merasa PAN sudah melenceng dari misi awal.

Dalam gerakan ini, kata Asri, telah ada 150 pimpinan di provinsi dan kabupaten/kota yang sudah merapat ke kubu Amien Rais. Amien pun disebut sudah memulai safari politik ke penjuru Nusantara untuk memastikan kekuatan di daerah. “Saat ini memang ada proses konsolidasi ya, memang salah satunya yang memberikan pertimbangan itu adalah Pak Amien Rais,” kata mantan Ketua DPW PAN Sulawesi Barat.

Kabar partai baru sempalan PAN kala itu semakin berhembus kencang usai putra Amien Rais, Hanafi Rais menyatakan mundur sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 pada 5 Mei lalu. Kala itu, dia pun menyatakan mundur dari struktur kepengurusan DPP PAN periode 2020-2025.

Pengunduran diri Hanafi dan rencana pembentukan parpol baru yang dikomandoi Amien Rais ini tak bisa dilepaskan dari Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 10-12 Februari 2020. Kala itu, Zulkifli Hasan yang merupakan calon petahana didapuk menjadi Ketua Umum untuk kedua kalinya usai mengalahkan Mulfachri dalam proses pemungutan suara alias voting. Mulfachri didukung Amien Rais dan bakal menggandeng Hanafi sebagai sekretaris jenderal di PAN jika terpilih.

Opsi nama untuk parpol baru di bawah komando Amien Rais pernah dibocorkan oleh pendiri PAN Muhammad Yunus. Menurutnya, terdapat tiga opsi nama yang masih terus didiskusikan oleh pihaknya dengan Amien Rais. “Ada Partai Amanat Rakyat, Partai Amanat Reformasi, (dan) PAN Reformasi. Belum bulat soal nama partai,” kata Yunus saat itu.

**ass

DKI Izinkan Pasien Positif Covid Isolasi Mandiri di Rumah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Jakarta kini mengizinkan pasien positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya yang menyatakan pasien positif dilarang isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, untuk menjalani isolasi mandiri di rumah, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pasien positif tanpa gejala. “Warga yang ingin melakukan isolasi mandiri di rumah bisa berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat,” kata Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10).

Widyastuti menuturkan jika Gugus Tugas setempat menilai rumah tersebut layak, maka warga atau pasien positif Covid-19 itu dapat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara, jika Gugus Tugas menilai rumah atau fasilitas dalam rumah tersebut tidak layak untuk menjalani isolasi mandiri, maka pasien harus menjalani isolasi di lokasi yang telah disediakan oleh Pemprov DKI.

Ia menegaskan, jika pasien menolak isolasi di lokasi yang disediakan oleh Pemprov, namun rumahnya tidak layak sebagai tempat isolasi, maka pihak berwenang akan menjemput paksa yang bersangkutan.

“Maka petugas kesehatan menginformasikan kepada Gugus Tugas setempat untuk melakukan penjemputan paksa bersama Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait,” ujar Widyastuti.

Selain itu, Ia menekankan, pasien baru bisa menjalani isolasi mandiri di rumah jika telah memenuhi penilaian kelayakan oleh gugus tugas setempat di tingkat kelurahan atau kecamatan. Setelah ditetapkan, pasien atau masyarakat setempat harus mematuhi protokol kesehatan.

Petugas kesehatan juga akan memantau perkembangan pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah secara berkala. Jika kondisi pasien memburuk, akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

“Lurah bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat RT/RW juga mengawasi proses isolasi mandiri tersebut bersama Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait untuk melakukan penegakan hukum bila terjadi pelanggaran,” jelasnya.

Dinkes juga sudah menyusun standar minimal kriteria fasilitas atau rumah yang akan dipakai untuk isolasi mandiri. Setidaknya ada 16 poin yang harus dipenuhi jika pasien ingin menjalani isolasi mandiri di rumah.

Berikut 16 poin standar minimal kriteria fasilitas pribadi atau rumah untuk lokasi isolasi terkendali

1. Persetujuan dari pemilik rumah / fasilitas / penanggung jawab bangunan

2. Rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 RT/RW setempat dan ditetapkan oleh lurah setempat selaku Ketua Gugus Tugas Kelurahan

3. Tidak ada penolakan dari warga setempat

4. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wilayah dapat menjamin pelaksanaan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan

5. Hanya dihuni oleh orang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan

6. Lokasi ruang isolasi terpisah dengan penghuni lainnya

7. Tersedia kamar mandi dalam

8. Cairan dari mulut/hidung atau air kumur, air seni, dan tinja orang yang isolasi mandiri langsung dibuang di wastafel atau lubang air limbah toilet dan dialirkan ke septic tank

9. Untuk peralatan makan, minum, dan peralatan pribadi lainnya yang digunakan oleh orang yang isolasi mandiri harus dicuci sabun/deterjen dan air limbah yang berasal dari cucian dibuang ke saluran pembuangan air limbah

10. Tidak dalam permukiman yang padat dan terdapat jarak lebih dari 2 meter dari rumah lainnya

11. Kamar tidak menggunakan karpet atau permadani

12. Sirkulasi udara berjalan dengan baik dan nyaman

13. Ketersediaan air bersih mengalir yang memadai

14. Adanya jejaring kerja sama dengan Satuan Gugus Tugas (pemangku wilayah, TNI, Polri, dan Puskesmas setempat)

15. Terdapat akses kendaraan roda empat

16. Bangunan dan lokasi aman dari ancaman bahaya lainnya, seperti banjir, kebakaran, maupun tanah longsor.

**ass

MA Persingkat Lagi Hukuman Bagi Koruptor

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Komisi Pemberantasan Korupsi menyerahkan kepada publik atas masifnya pemotongan hukuman koruptor oleh Mahkamah Agung (MA). Cara MA ini menuai kritik langsung dari kalangan pegiat anti korupsi dan KPK.

Teranyar, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dipangkas hukumannya dari 14 tahun menjadi 8 tahun penjara. Anas Urbaningrum merupakan koruptor ke 23 yang hukumannya disunat MA melakui putusan  Peninjauan Kembali (PK). Majelis Hakim, mengabulkan langkah hukum PK terhadap Anas.

“Biar masyarakat saja yang menilai makna rasa keadilan dan semangat pemberantasan korupsi dalam putusan-putusan peninjauan kembali tersebut,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, dikutip dari Viva, Kamis (1/10).

Nawawi mengklaim, lembaga antirasuah telah bekerja sesuai kemampuan. Menurutnya, KPK tidak bisa berbuat apa-apa lagi setelah upaya hukum PK. “PK adalah upaya hukum luar biasa. Tak ada lagi upaya hukum lain yang dapat dilakukan KPK,” kata Nawawi.

Namun, KPK berharap MA segera menyerahkan salinan putusan terhadap koruptor yang hukumannya telah dikurangi pada upaya hukum PK. Sebab, 22 salinan putusan terhadap koruptor lain hingga kini pun belum diserahkan oleh MA.

“Hal yang diharapkan dari Mahkamah Agung sekarang ini hanyalah agar salinan-salinan putusan dari perkara tersebut bisa segera diperoleh KPK,” imbuh Nawawi.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritisi maraknya penyunatan hukuman terpidana kasus korupsi yang dilakukan MA. Menurut peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi pemberantasan korupsi di masa mendatang.

“Nasib pemberantasan korupsi di masa mendatang akan semakin suram jika Mahkamah Agung tetap mempertahankan tren vonis ringan kepada terdakwa kasus korupsi,” kata Kurnia.

** ass