22.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1475

Bapopsi Jawa Barat Kukuhkan 97 Pengurus Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi   

Sebanyak 97  pengurus Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia ( Bapopsi ) Kabupaten Bogor secara resmi akan dikukuhkan oleh Ketua  Bapopsi Jawa Barat , Drs, H, Dadang Abdulrahman, M, Si  atau yang mewakilinya.   

Dedi Budi Sumardi

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan,  Dedi Budi Sumardi, secara  tegas mengatakan, pelantikan pengurus Bapopsi Kabupaten Bogor ini diadakan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2020) pagi.

Dedi mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke Bapopsi Jawa Barat terkait pelantikan tersebut. “Namun kita tidak tahu siapa yang akan datang dari Jawa Baratnya. Mudah mudahan Ketua Bapopsi Jabar bisa hadir dan ini sesuai rencana dan keinginan,” tegas Dedi Budi Sumardi, Selasa (6/10/2020).   

Lebih lanjut, Dedi,  selain akan dihadiri Ketua Umum Bapopsi Jabar, pelantikan Bapopsi Bumi Tegar Beriman juga akan dihadiri Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Kadispora Jabar, Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor,  Perwakilan Forkopimda Kabupaten Bogor,  Direksi  BUMD se Kabupaten  Bogor,  SKPD  Terkait, Ketua Umum PGRI Kabupaten Bogor , Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor , Ketua Umum FORMI Kabupaten Bogor  dll.  

Terkait  soal pelaksanaan aturan  Protokol Kesehatan yang akan diterapkan dalam Pelantikan ini,  pihaknya  telah menyiapkan denah atau skema pelantikan yang mengacu pada Protokol  kesehatan di masa Pandemi.

“Maksimal undangan hanya 150  orang saja. Sementara yang dilantik hanya perwakilan pengurus inti  dan  maju kedepan untuk prosesi pelantikan.  Pengurus yang lain duduk di kursi yang telah disediakan,” tegas Dedi Budi Sumardi.

Sekretaris Panitia Pelantikan Bapopsi Kabupaten Bogor, Doris Sundari secara tegas membenarkan mekanisme pelantikan Bapopsi Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2020) pagi akan melakukan aturan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat.

“Mudah mudahan semua proses pelantikan akan berjalan dengan cepat dan lancar ,” ucap Doris Sundari, Selasa ( 6/10) di sela-sela acara Gladi Bersih.

Disamping itu, kata Doris,  disela sela acara pelantikan pengurus Bapopsi nanti akan diputar tayangan video penampilan para  atlet pelajar Kabupaten Bogor  yang meraih prestasi di berbagai ajang olahraga.

** Asep Syahmid

BIN Semprotkan Disinfektan di Fasilitas Umum

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Tingginya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor, menjadi alasan Badan Intelijen Negara (BIN) gencar melakukan aksi penyemprotan disinfektan di fasilitas umum. Melalui Tim Velox, BIN menyasar tempat umum seperti sekolah, kampus, masjid, terminal, dan tempat lainnya yang banyak ditempati dan didatangi masyarakat.

Juru Bicara Tim Velox BIN, Abdul Razzaq menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan pihaknya untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Awalnya kegiatan ini kita lakukan di Jakarta. Namun angka kasus positif Covid-19 terus meningkat hingga ke daerah penyangga seperti Kabupaten Bogor ini. Sehingga ini terus kami kembangkan ke luar Jakarta,” katanya, kepada wartawan, Selasa (6/10).

Di Kabupaten Bogor, BIN telah menyasar beberapa sarana pendidikan seperti sekolah dan kampus. Di hari pertama melakukan kegiatan pada Senin (5/10), BIN mendatangi Kampus Universitas Juanda Ciawi. Lalu kemarin, kegiatannya bergeser ke SMK Negeri 1 Cibinong.

Kata Razzaq, selain penyemprotan disinfektan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aturan pra adaptasi kebiasaan baru yang kini tengah digaungkan pemerintah,” jelasnya.

Sementara, Kepala SMK Negeri 1 Cibinong, Cucu Salman mengatakan, langkah BIN merupakan langkah yang tepat dilakukan. Apalagi, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor cukup lah tinggi. Dari segi pendidikan, langkah BIN ini menurutnya akan mampu mengurangi penularan. Sehingga, kegiatan belajar mengajar tatap muka yang sudah lama vakum, harapannya bisa segera teratasi.

“Ini langkah pencegahan yang baik. Apalagi dilakukan masif. Kami harap tidak hanya menyasar sekolah kami, tapi juga tempat yang lain,” kata Cucu.

** Cepi Kurniawan

Aliansi Mapala Bogor Kecam DPR

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Aliansi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Bogor mengecam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait pegesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang melalui rapat paripurna, Senin (5/10). Aliansi Mapala pun mengelar aksi di wilayah dengan memasang spanduk kekecewaan di jembatan Leuwiliang, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Selasa sore (6/10).

“Kami mengecam pengesahan RUU Omnimbus Law karena sangat mempersulit pekerja di seluruh Indonesia salah satu pelemahan dan mengancam pengangguran tinggi,” kata korlap aksi Muhamad Djedjen Syukrilah kepada wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan, semangat untuk mendatangkan invesntor asing yang digagas oleh Presiden Joko Widodo sejak awal menjabat, dinilai memiliki kendala terutama dalam bidang regulasi.

“Pemerintah hanya merubah nama RUU menjadi Cipta Kerja guna menghindari singkatan ‘cilaka.’ Selebihnya, watak dan muatan RUU yang sudah menjadi UU masih sama kapitalistik dan sama sekali tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Mapala dengan semangat dalam menjaga serta melestarikan lingkungan dan segala sumber daya Indonesia masih terus dipegang teguh.

“Sikap yang diambil oleh kawan kawan Mapala mengenai RUU celaka ini dinilai tidak selaras dengan kode etik pecinta alam. Dengan ini kami Aliansi Mapala Bogor bergerak melaksanakan aksi bentang bendera penolakan UU Cipta Lapangan Kerja,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Batutulis Roboh

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Hujan deras disertai angin kencang merobohkan dua unit rumah milik Liwaldi (47), warga Kampung Pondok Bujang RT 01 RW 07, dan rumah atas nama Ipip (35), warga asal Kampung Cibokor RT05 RW 06, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung.

Ketua RW 06 Kampung Cibokor, Ace Sudrajat membenarkan peristiwa yang mengakibatkan rumah milik warganya ambruk. ” Keadaan rumah korban memang sudah tak layak huni, sehingga berpotensi terjadinya ambruk,” kata Ace kepada wartawan, Selasa (6/10).

Sebelum kejadian, pesan Ace, sudah disarankan  agar rumahnya jangan di tempati dulu karena khawatir sewaktu bisa terjadi roboh.” Tetapi selang beberap hari benar saja itu terjadi, karena kondisi rumah tersebut keadaannya sudah rusak parah,”  jelas Ace.

Memang menurut Ace meski sudah disarankan lantaran segala keterbatasan, pemilik rumah mau tinggal dimana lagi. ” Tidak terjadi apa apa (tidak ada korban jiwa),  karena keluarga sedang berada diluar,” terangnya.

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10) petang sekitar pukul 17: 30 WIB. Ipip, bapak satu anak ini, begitupun sang Istri dalam keadaan  sedang mengandung tampak sangat memprihatinkan karena harus kehilangan rumah yang  biasa ia tempati.

Sebelum kejadian, Ipip bersama sang istri dan mertuanya sedang memasak, namun terdengar suara pada bangunan rumah ditambah teriakan warga menyarankan harus keluar rumah lantaran  rumah tersebut  terjadi ambruk. ” Terkaget kaget kami langsung keluar  menyelamatkan diri. Waktu kejadian, anak sedang berada di rumah neneknya,” ungkap Ipip.

Sejumlah warga sekitar langsung bergotong royong membantu memindahkan seluruh isi barang milik korban ke rumah orang tuanya. Mengingat kondisi rumahnya tidak layak untuk ditempati, untuk sementara waktu Ipip dan keluarganya tinggal di rumah orang tuanya.

Sementara Kepala Dusun mengaku kejadian tersebut secara tiba tiba, bangunan rumah milik Waldi roboh dihantam hempasan angin kencang. Namun rumah Waldi masih bisa ditempati, karena kerusakannya tidak separah rumah Ipip.

** Arip Ekon

Program Rutilahu, Rumah Reyot di Batutulis Dipugar

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Sebanyak 10 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung secara keseluruhan 90 persen rampung dibangun. Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna mengatakan, penerima bantuan Rutilahu tersebut mayoritas rehab berat. ” Bantuan program rehab rumah dari Pemkab Bogor sudah direalisasikan,” ujar Ade kepada wartawan, Selasa (6/10).

Ade melanjutkan, Rutilahu tersebut tersebar di setiap wilayah RW. “Pelaksanaannya kami memprioritaskan rumah yang memang kondisinya rusak berat. Bagi yang belum dapat bantuan, mohon untuk bersabar karena jumlah kuota Rutilahu sangat sedikit tidak sebanding dengan data base yang ada,” jelas Kades.

Menurutnya, untuk menjawab persoalan sosial di masyarakat, dia berharap tahun depan jumlah kuota penerima Rutilahu bisa bertambah.

Ketua LPM Desa Batutulis Erwin mengaku, sampai saat ini Rutilahu yang ada di wilayah Batutulis masih banyak karena data basenya masih cukup tinggi. ” Ya, masih banyak sekitar ratusan Rutilahu,” terang Erwin.

Agar proses pengerjaannya berjalan dengan baik, pihaknya akan terus meninjau pembangunan Rutilahu yang proses pengerjaannya hanya 1 rumah lagi. ” Mudah-mudahan dengan adanya program bantuan ini bisa membantu warga yang membutuhkan. Kami akan memantau proses pembangunannya sampai selesai,” pungkasnya.

Penerima manfaat Rutilahu Ibu Benjamin, warga RT 02 RW 01 Kampung Pasirgintung mengaku senang. Begitu juga dengan Ibu Jamsi, warga RT 01 RW 05 Kampung Panjaungan. “Bantuan ini sangat membantu karena rumah yang ditempati jadi tak khawatir lagi. Rumah reyot jadi kokoh lagi,” kata dia.

** Arip Ekon

Bendungan Peres Mangkrak

0

n Hasil Panen Padi Petani Jelek

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Mangkraknya bangunan bendungan Peres yang terletak di Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 Desa Batutulis,  Kecamatan Nanggung mengakibatkan pasokan air untuk lahan pertanian khususnya ke areal  Blok Sawahlega seluas 60 hektare di wilayah Desa Kalong 1 dengan Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng jadi terhambat.

Sekretaris Desa Kalong 1 Yayat Supriatna mengatakan, bangunan bendungan Peres awal dibangun pada Oktober hingga pertengahan Januari 2019. Namun hingga sekarang belum ada pembangunan lanjutan. ” Lahan pertanian kekeringan karena tidak adanya pasokan air,” kata Yayat kepada Jurnal Bogor, Selasa (6/10).

Terhambatnya air irigasi ke areal persawahan semakin parah menyusul pasokan air yang kian menipis seiring belum adanya pembangunan lanjutan bendungan Peres.” Selama berjalan pembangunan, berapa kali jebol karena gerusan air, kalau tidak salah  anggaran pembangunan bendungan itu senilai 2,1 miliar,” tutur Yayat. 

Kini, kekeringan sudah terjadi di seluruh wilayah pesawahan di dua desa. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu produksi padi karena gagal panen. ” Warga petani sejauh ini masih menanam padi, meski  hanya mengandalkan pasokan air hujan,” ujar Yayat.

Sementara pesawahan yang terancam dilanda kekeringan akibat kerusakan irigasi yakni pesawahan di wilayah Desa Kalongliud dan Hambaro seluas 45 hektare karena Bendungan Cibongas di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung rusak. Lalu pesawahan Blok Sawahlandeuh yang tergabung Kelompok Tani Sejahtera seluas 15 hektare sama sekali belum adanya bangunan irigasi. Serta pesawahan di wilayah Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiang seluas 200 hektare karena kerusakan irigasi kali Cigatet di Kampung Parungpanjang, Desa Leuwiliang.

Menyikapi adanya kerusakan irigasi, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor H. Usep Saefullah dari Fraksi PAN (bukan Usep Supratman, Ketua Komisi I dari PPP seperti diberita sebelumnya-red), meminta dinas terkait untuk segera menjawab persoalan irigasi yang sudah lama jebol seperti di Kampung Parungpanjang, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang.

Dia meminta irigasi yang jebol itu untuk segera dilakukan  penanganan, karena pemanfaatannya sangat besar untuk mengairi kepasawahan warga petani sekitar 200 hektare di 13 RW diwilayah Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang.

Usep Saefullah prihatin, karena sumber air bagi warga petani merupakan hal penting untuk menopang kebutuhan ketahanan pangan.” Saat ini irigasi yang jebol itu belum ada tindakan, padahal dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, ketahanan pangan wajib kita jaga dan terus dilakukan penguatan,” bebernya.

Sebelumnya Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wil. IV, Ruddy Supandi mengemukakan, bahwa kerusakan irigasi  kali Cigatet yang bersumber dari saluran air Kali Cianten sudah disurvei dan dilaporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk bendungan Peres  hingga sekarang belum ada lagi tindak lanjut pengerjaan. “Untuk kelanjutan kegiatan bendungan Peres sudah teranggarkan di perubahan anggaran ABT tahun 2020. Pengerjaannya sama kontraktor, tapi penujukan langsung,  karena PL-nya jadi terbagi 2 kontraktor,” kata dia.

** Arip Ekon

Bekas Adukan Pembuatan Saluran Air Dinilai Bahayakan Pengguna Jalan

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan pembangunan saluran air disamping masjid Nurul Iman Kampung Anyar, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg meninggalkan bekas adukan yang membahayakan para pengguna jalan. Selain debu yang berterbangan, juga sisa adukan yang ditinggalkan begitu saja di badan jalan.

Menurut warga sekitar Karim, yang ditemui di lokasi menyatakan, bahwa pembangunan baru diselesaikan  dengan meninggalkan bekas. “Kami khawatir kalau itu dibiarkan bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal, ditambah debunya bisa mengganggu pandangan,” kata dia.

Camat Cigudeg Pardi menyampaikan pihaknya akan segera menegur pihak pemborong, karena banyak aduan dari masyarakat karena ada saja korban yang terjatuh. ia pun menyampaikan pengerjaan saluran air itu bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena memang jalan yang dikerjakan adalah Jalan provinsi.

“Apalagi pernah kejadian beberapa kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya material-material yang tatacara penempatannya kurang rapi. Pada prinsipnya kita selaku aparatur pemerintah tentunya walaupun bukan menjadi kewenangan kita tetapi kita tetap peduli terhadap lingkungan, nanti akan kita tugaskan Kasie Trantib untuk memberikan teguran atau mungkin arahan-arahan agar kejadian kecelakaan tidak terulang lagi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kades Kemang Ajak Angkat Ekonomi Masyarakat Desa dengan UMKM

0

Kemang   | Jurnal Inspirasi

Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat strategis bagi perekonomian daerah dan nasional. Pasalnya, sektor UMKM mampu menyerap tenaga kerja, dan terbukti meningkatkan potensi desa.

Di lingkup yang lebih kecil seperti di Desa, Kepala Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Entang Suana menilai, sektor UMKM juga mampu mensejahterakan masyarakat desa.

“Sekarang ini era pemberdayaan masyarakat. Jadi perlu pelaku UMKM yang tangguh dan berdaya saing, sehingga mampu mengangkat ekonomi masyarakat dan juga bisa menyerap tenaga kerja,” kata Entang saat memberi kata sambutan pada acara kegiatan pembentukan UMKM Desa Kemang, Selasa (06/10).

Entang menambahkan, pemerintah desa berperan penting dalam pengembangan sektor UMKM. Perlu dukungan dari kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) untuk memacu pelaku UMKM untuk dapat lebih maju lagi.

“Sengaja kami kumpulkan dan kami bentuk UMKM Desa Kemang, pertama kami dengar dulu apa kendala selama ini, kendala mereka dari marketing pemasaran dan pelatihan, untuk modal saat ini masih menggunakan modal sendiri, kedepanya akan kami bentuk koprasi dan hasil produk mereka akan masuk ke BumDes,” kata Entang.

Masih kata Entang yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bogor. Di Desa Kemang banyak sekali potensi yang bisa digali bagi UMKM, seperti di bidang pertanian dan perikanan, ada juga di bidang indrustri seperti pembuatan sepatu.

“Banyak sekali, belum UMKM di bidang makanan, masyarakat tinggal fokus dan kami bantu dalam pelatihan dan pemasaran, saya yakin UMKM bisa mengangkat ekonomi masyarakat desa kemang,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Jalan Cikopo Selatan Mulai Dikerjakan, PUPR Wilayah Ciawi Lakukan Pemantauan

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Ditengah sulitnya perekonomian masyarakat akibat Covid-19 yang hingga kini belum berlalu, warga yang berada di sepanjang jalan alternatif Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung merasa gembira adanya perbaikan badan jalan yang selama ini mengalami kerusakan. Paling tidak, adanya perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer, dari Desa Sukagalih hingga di Desa Kopo, Kecamatn Cisarua, akan membuat nyaman lalulintas di kawasan tersebut.

“Memang sejak lama kita selaku warga disini memgharapkan jalan yang rusak berat ini diperbaiki. Karena dengan kondisi jalan yang hancur berdampak kerugian bagi masyarakat dan para pengendara. Tidak sedikit, akibat jalan yang hancur di kawasan Kampung Doyong, Desa Sukagalih para pengendara mengalami kecelakaan.

Yang terjadi, kendaraan rusak dan kesakitan bagi mereka yang mengalaminya. Untuk hal ini, kita mengapresiasi terhadap langkah Pemkab Bogor melalui pemborongnya mulai melakukan pekerjaan di lokasi,” ujar Aldi (50) warga setempat.

Sementa itu terkait kegiatan perbaikan jalan Cikopo Selatan ini, Kepala PUPR Unit wilayah Ciawi, Eko Sulustianto ST mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap kinerja yang dilakukan pemborong.

“Semua kegiatan perbaikan jalan milik Kabupaten Bogor, khususnya yang berada di wilayah kerja kami, itu dilakukan pengawasan secara ketat. Melalui para petugas kita yang tersebar di masing-masing wilayah kerjanya, mereka secara aktif berkomunikasi memberikan laporan harian dari lapangan. Mudah mudahan cuaca bersahabat hingga kegiatan pekejaan yang dilakukan pihak pemborong tidak mendapat hambatan,” ujar Eko.

Yang terpantau di lokasi, puluhan pekerja kini tengah melakukan penggalian disisi badan jalan. Para pekerja terlihat nyaman mengingat kondisi lalulintas dijalur tersebut sangat lenggang akibat PSBB yang kini diperpanjang hingga 27 Oktober mendatang.

Dadang S

Sharing Knowledge And Experience Widyaiswara PPMKP Bahas Model Belajar ELC

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Cara belajar melalui pengalaman atau dikenal juga dengan siklus belajar lewat pengalaman Experiential Learning Cycle (ELC) tepat diterapkan dalam proses pelatihan, di samping aktivitas belajar lainnya seperti halnya  kegiatan belajar pada pendidikan formal. Demikian disampaikan Rodhyah, Widyaiswara Utama Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi-Bogor, dalam  Sharing Knowledge and Experience  ELC, Selasa (6/10).

Ia melanjutkan pada dasarnya semua orang bila ingin berubah menjadi lebih baik tentunya harus melalui proses belajar. “ELC adalah proses yang sangat alami. Belajar yang paling tepat, ya dengan mengalami. Tidak hanya mendengar dan atau melihat saja. Cara belajar ini dimulai dengan peserta melakukan sesuatu untuk memperoleh pengalaman, mendiskusikan/menulis pengalaman, menggali dan mengembangkan prinsip serta melaksanakan kemudian menerapkan prinsip dan kembali ke tahap memperoleh pengalaman kembali, “ ujarnya.

Ditegaskannya penerapan cara belajar ini harus didukung pemahaman makna yang mendalam tentang learning,  bahwa pada hakikatnya manusia perlu belajar seumur hidup. Kemudian kemampuan  memilih dan menggunakan metode – metode  pembelajaran secara tepat, selaras dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, memahami pentingnya motivasi dalam proses pembelajaran dan menerapkannya serta   memahami Fungsi – fungsi fasilitator.

Dalam model pembelajaran ELC seorang Fasilitaor dituntut mampu mengajar dengan hati. Dengan cara ini akan membangun empati sehingga akan memunculkan kesadaran bahwa proses dalam belajar itu penting. Ia menggambarkan hal ini dengan sebuah quote “Teaching is  a work of heart”. 

“Quote tersebut memiliki makna sangat dalam. Sayangnya ini berbanding terbalik dengan fenomena saat ini dimana dalam proses pembelajaran target itu menjadi fokus utama sementara prosesnya terabaikan,“ ungkapnya.

Lebih lanjut ditekankan bahwa widyaiswara harus mempersiapkan fisik dan mental agar dapat bekerja dengan hati sehingga dapat membantu peserta menjadi dewasa dan merubah perilakunya.

“Untuk mewujudkan dampak pembelajaran sampai pada perubahan perilaku melalui siklus ELC diantaranya Experiental, Processing, Generalizing dan Applying diawali dengan Climate Setting untuk mengetahui kesiapan dari peserta didik mengikuti pembelajaran kemudian Goal Clarification merupakan kesepakatan untuk tujuan yang intinya ada kemauan untuk belajar apa dengan cara bagaimana sehingga menjadi kesepakatan bersama dan terakhir Closure yaitu membangun motivasi untuk mau mengimplementasikan hasil pembelajaran, ” tuturnya.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia untuk optimalisasi sektor pertanian ke depan dan widyaiswara menjadi bagian penting dalam mewujudkannya.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi. Dedi mengatakan bahwa semua SDM pertanian harus meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. Sebab tidak ada artinya teknologi  yang  canggih dan hebat bila tidak dibarengi dengan SDM yang mendukung.

Viera RA/Regi PPMKP