24.1 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1448

Warga Minta Perbaiki Jalan Ciandong-Palasari yang Rusak

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Pengendara roda dua maupun roda empat mengeluh ketika melewati jalan Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk. Pasalnya jalan tersebut rusak alias banyak berlobang. Warga khawatir setiap pengendara melewati jalan tersebut dapat menimbulkan kecelakaan.

Jaelani, warga kampung Palasari, RW 01 Desa Tanjungsari menjelaskan, jalan Desa Tajurhalang terbilang rusak parah. Padahal setiap hari para pengendara motor maupun roda empat berlalu lalang, namun melihat kondisi jalan seperti akan rawan kecelakaan. Kondisi jalan berlubang besar-besar terutama di kampung Ciandong, Desa Tajurhalang dan jalan Palasari Desa Tanjungsari jalan rusak parah.

“Kondisi jalan banyak berlubang ada di dua desa diantaranya jalan Tajurhalang dan jalan Palasari, jika dibiarkan terlalu lama khawatir ada kecelakaan, apalagi pengendara pada saat melintas malam hari,” paparnya.

Dengan adanya kondisi akses jalan tersebut kata Jaelani, apalagi di musim penghujan wargapun terkadang malas mau keluar untuk mengais rezeki ke pasar. “Saya mengharapkan segera adanya perbaikan jalan berlubang agar memperlancar mobilisasi juga perekonomian warga,” ungkapnya.

Selain itupun kata Jaelani, jarak sekitar 10 meter dari kantor Desa Tajurhalang adanya tebingan jalan longsor. Lokasi longsor tersebut sekarang dijadikan tempat pembuangan sampah, sehingga setiap hari yang melintas jalan itu menghirup bau tidak sedap.

“Tebingan terkena longsor malah sering dijadikan pembuangan sampah, makanya saya berharap Dinas PUPR segera memperbaiki jalan tersebut. Selain perbaikan jalan berlobang juga tebingan jalan agar tidak dipakai pembuangan sampah,” pungkasnya.

** Deny

Warga Lemah Duhur Akan Terima Bantuan Sembako

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berupa sembako di Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin akan segera dibagikan kepada Keluarga Penerima Mamfaat (KPM). Namun bansos berupa sembako belum bisa direalisasikan ke KPM, pasalnya masih menungu bantuan satu lagi yang belum cair yakni bantuan tunai berupa uang.

“Pihak pemerintah desa mau memberikan sembako langsung ke semua KPM ingin sekalian dengan bantuan uangnya, makanya sekarang bantuan disimpan dulu menungu dana tunai dari pemerintah provinsi untuk warga,” ungkap Kades Lemah Duhur, Ujang Najmudin.

Datangnya bantuan sosial sembako dari mulai Rabu (21/10), namun jika sembako disalurkan langsung tentunya warga pasti mempertanykan masalah bantuan tunainya. “Saya tidak mau ada suara sumbang dari warga ketika sembako dibagikan, karena si penerima manfaat bantuan pasti mempertanyakan uangnya, jadi mendingan nunggu sekalian sama uangnya, ” jelasnya.

Lebih lanjut kades katakan, kisaran dana tunai bantuan dari pemerintah provinsi untuk warga sekarang belum mengetahui secara pasti berapa per orang menerimanya.  “Untuk nominal uang per orangnya yang akan diterima oleh masing masing si penerima manfaat, saya  belum bisa memastikan, ” paparnya.

Kades menjelaskan, kemasan sembako untuk setiap KPM tadinya memakai dus sekarang berbeda sangat rapi. Sembako memakai tas bertalikan putih, semua itu agar KPM lebih nyaman menerimanya. Untuk tahap awal penerima bansos dari Pemerintah Provinsi Jabar, warga Lemah Duhur kebagian kuota 57 orang, tahap kedua 92 orang dan ketiga ada peningkatan signifikan 885 orang.

“Alhamdulillah pemerintah sudah memberikan bantuan terhadap warga, apalagi disaat kondisi seperti ini, kemungkinan bantuan ini sangat dibutuhkan sekali oleh KPM,” pungkasnya.

** Deny

DOB Ditangan Jokowi

0

Wacana Ibu Kota Bogor Barat di Cigudeg, Leuwiliang dan Rumpin

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wacana Pemekaran Kabupaten Bogor yakni Bogor Barat menjadi Kabupaten Bogor Barat, secara administrasi sudah rampung. Namun sampai saat ini moratorium soal daerah otonomi baru (DOB) Bogor Barat belum juga dicabut Presiden Joko Widodo. Wacana ibu kota pun kini terus berkembang menyusul banyaknya persepsi pemilihan ibu kota Kabupaten Bogor Barat tersebut.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanuddin mengatakan penentuan ibu kota  itu seyogyanya harus ditentukan sesuai titik orbitasi (titik tengah) dan sepenuhnya kewenangan pemerintah. Meskipun usulan DOB itu usulan dan aspirasi masyarakat. “Kalau wilayah pemekaran itu aspirasi masyarakat tapi kalau sudah menentukan  ibu kota aspirasi bobotnya di pemerintah yang harus punya kewenangan,” kata Burhanuddin.

Ia mengatakan, sejauh ini memang yang sudah muncul sejak awal soal calon Ibu Kota Bogor Barat yaitu Cigudeg dan Leuwiliang. Sedangkan untuk Rumpin muncul karena permintaan Bupati dan belum tentu disana juga.

“Karena Pemda juga tidak sembarang dan Pemda sudanh minta bantuan dari ITB untuk mengkaji titik mana saja yang sudah diusulkan untuk menjadi ibu kota,” pungkasnya.

Sekda lebih lanjut mengatakan, meskipun secara administrasi DOB Bogor Barat sudah selesai. Namun tampaknya masih jauh dari harapan untuk dilakukan pemekaran.

“Karena setahu saya fokus Pak Jokowi membuat jalan-jalan poros, yang kedua membangun pulau terluar dan fokus pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Bangunan Ada yang Rapuh, Orangtua Siswa Diminta Menyumbang

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

SMAN 1 Ciampea di Kampung Cibadak, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor meminta sumbangan pembangunan kepada orangtua siswa yang saat ini menurut pihak sekolah sebagian bangunan sudah rapuh. Humas SMAN 1 Ciampea, Dewi tidak menampik informasi surat penyataan sumbangan yang disampaikan kepada orang tua siswa saat rapat komite beberapa waktu lalu di sekolah.

“Betul ada surat pernyataan, tapi itu surat pernyataan bentuknya bukan paksaan, tapi menyatakan semampunya berapa orang tua siswa bisa menyumbangnya  tidak ada paksaan dari pihak sekolah,” kata Dewi, Senin (26/10).

Dewi mengatakan dana tersebut untuk renovasi sekolah seperti musolah, dan ruang lab yang sudah rapuh. Selain itu juga dana yang terkumpul digunakan untuk pemagaran sekolah karena banyaknya kera yang turun dari atas Gunung Kapur.

“Mengingat sekolah ini berada dibawah Gunung Kapur kera -kera kadang turun untuk mencari makanan,” kata Dewi.

Sementara alasan mengambil sumbangan dari orang tua karena bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar tidak mencukupi dan sumbangan itu dibolehkan oleh pemerintah asalkan jangan iuran.

“Hanya sekian persen tapi itu tidak cukup, makanya kita minta sumbangan dan itu pun melalui rapat bersama komite, ada orang tua yang setuju dan ada juga tidak, intinya kami tidak memaksa,” kata Dewi.

Sementara itu salah seorang tua siswa WY (45), warga Bojong Rangkas mengaku saat rapat di sekolah untuk mengambil raport, namun tiba -tiba ada surat pernyataan tersebut.

“Saya sudah tandatangan, sumbangan untuk pembangunan atau renovasi musolah dan pemagaran kata pihak sekolah,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Didampingi Dua Tokoh Olahraga, Benninu Daftar Calon Ketua KONI

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Benninu Argoebie didampingi dua tokoh olahraga Kota Bogor, yakni Oma Suhendar dan Ketua Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Tjetjep Soelaeman mendatangi Sekretariat KONI Kota Bogor di kawasan GOR Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (26/10/2020).

Kedatangan mereka tak lain untuk mendaftar dan mengambil berkas pendaftaran Ketua KONI periode 2020-2024 bagi Benninu Argoebie, yang merupakan petahana.

“Jadi kedatangan saya kesini (Sekretariat KONI) untuk mengambil formulir pendaftaran. Insya Allah dalam waktu dekat akan dikembalikan beserta surar dukungan yang sah dari cabang olahraga (cabor),” ujar Benninu kepada wartawan.

Benn berharap, langkah tersebut adalah awalan untuk pengembangan prestasi olahraga Kota Bogor kedepan. Terutama dalan menyongsong Porda Jawa Barat 2022 di Tasikmalaya, Subang dan Bandung Barat. Selain itu, untuk mempersiapkan Kota Hujan sebagai tuan rumah Porda 2026 mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi awalan bagi pengembangan prestasi olahraga Kota Bogor,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan, Yudi Wahyudi mengatakan bahwa pada hari pertama pembukaan pendaftaran, baru satu orang yang mengambil formulir, yakni Benninu Argoebie.

“Sementara ini baru satu orang. Beliau mengambil formulir pendaftaran, surat pernyataan pencalonan diri, daftar riwayat hidup, formulir visi misi dan pedoman tata cara pendaftaran,” kata Yudi.

Ia menegaskan, nantinya berkas-berkas tersebut paling lambat dikembalikan pada 4 November 2020 maksimal pukul 16.00 WIB. “Penyerahan juga harus dibarengi dengan pengembalian surat dukungan dari cabor,” ungkapnya.

Yudi menambahkan, surat dukungan minimal harus memiliki 10 dukungan cabor yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris masing-masing. “Kalau tak ditandatangani oleh ketua serta sekretaris, dianggap tidak sah,” imbuhnya.

Penutupan pendaftaran bursa calon Ketua KONI, akan ditutup pada 3 November 2020 mendatang.

Fredy Kristianto

HADITS HARI INI

0

26 Oktober 2020
09 Rabi’ul Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ حَرْمَلَةَ بْنِ عِمْرَانَ التُّجِيبِيَّ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَوْفٍ وَهُوَ حَلِيفُ بَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيٍّ وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِي بِجِزْيَتِهَا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ صَالَحَ أَهْلَ الْبَحْرَيْنِ وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ الْعَلَاءَ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ فَقَدِمَ أَبُو عُبَيْدَةَ بِمَالٍ مِنْ الْبَحْرَيْنِ فَسَمِعَتْ الْأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَوَافَوْا صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ فَتَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ مِنْ الْبَحْرَيْنِ فَقَالُوا أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ جَمِيعًا عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ كِلَاهُمَا عَنْ الزُّهْرِيِّ بِإِسْنَادِ يُونُسَ وَمِثْلِ حَدِيثِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ صَالِحٍ وَتُلْهِيَكُمْ كَمَا أَلْهَتْهُمْ

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya bin Abdullah bin Harmalah bin Imran At Tujibi, telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahab, telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair bahwa Al Miswar bin Makhramah, telah mengkhabarkan kepadanya bahwa Amru bin Auf sekutu bagi Amir bin Lu’ai, turut serta dalam perang Badar bersama Rasulullah, telah mengkhabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Abu Ubaidah bin Al Jarrah ke Bahrain membawa jizyahnya dan Rasulullah membuat perjanjian damai dengan penduduk Bahrain, Beliau mengangkat Al Ala’ bin Al Hadlrami sebagai pemimpin mereka. Lalu Abu Ubaidah datang membawa harta dari Bahrain dan kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah, lalu mereka shalat fajar bersama Rasulullah, seusai shalat Rasulullah bergegas lalu mereka menghadang Beliau, Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam tersenyum saat melihat mereka, setelah itu Beliau bersabda:

Aku kira kalian mendengar bahwa Abu Ubaidah datang membawa sesuatu.

Mereka berkata:
“Benar, wahai Rasulullah”.
Beliau bersabda:

Bergembiralah dan berharaplah apa yang menggembirakan kalian, demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan pada kalian, tapi aku takut dunia dibentangkan untuk kalian seperti halnya dibentangkan pada orang sebelum kalian, lalu kalian memperlombakannya sebagaimana mereka memperlombakannya, lalu ia membinasakan kalian seperti halnya mereka.

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Hulwani dan Abdu bin Humaid, semuanya dari Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad, telah menceritakan kepada kami ayahku dari Shalih. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Al Yaman, telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib keduanya dari Az Zuhri dengan sanad Yunus seperti haditsnya, hanya saja disebutkan dalam hadits Shalih:
“Dan melalaikan kalian sebagaimana telah melalaikan mereka”.

HR Muslim No. 5261

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Produk Prancis Mulai Diboikot

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Umat Islam di seluruh dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Islam dan Muslim. Negara di Timur Tengah telah mulai melakukan pemboikotan Boikot seperti di Kuwait dan Qatar. Beberapa postingan di media sosial menunjukkan para pekerja mengeluarkan keju olahan Kiri dan Babybel Prancis dari rak supermarket di Kuwait. Pekan Budaya Prancis, yang merupakan acara tahunan Prancis-Qatar, juga dikabarkan akan ditunda tanpa batas waktu.

Di Doha, para pekerja di jaringan supermarket Al Meera mulai mengeluarkan selai St. Dalfour buatan Prancis dan ragi Saf-Instant dari rak mereka. Al Meera bersaing dengan jaringan supermarket Prancis, Monoprix dan Carrefour untuk mendapatkan pangsa pasar di sektor grosir Qatar yang menguntungkan.

Al Meera dan operator grosir lainnya, Souq Al Baladi, merilis pernyataan pada Jumat malam, mengatakan bahwa mereka akan menarik produk Prancis dari toko sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mereka juga menyebut komentar Macron sebagai pemicu tindakan pemboikotan mereka.

Nayef Falah Mubarak Al-Hajraf, Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk menyebut bahwa kata-kata Macron tidak bertanggung jawab dan dapat meningkatkan penyebaran budaya kebencian. Melalui Twitter resminya, Universitas Qatar juga menyinggung penyalahgunaan yang disengaja terhadap Islam dan simbol-simbolnya.

Lembaga Islam Mesir, al-Azhar juga turut mengecam pernyataan rasis presiden bernama lengkap Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron itu. Para sarjana Universitas Al Azhar menyebut pernyataan Macron bertentangan dengan esensi Islam yang sebenarnya. Kecaman juga datang dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (24/10), mengatakan bahwa presiden Prancis membutuhkan “pemeriksaan mental.”

“Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini, pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental,” kata Erdogan dalam pidatonya yang dikutip TRT World, Minggu (25/10).

Di hari yang sama, Kementerian Luar negeri Yordania mengatakan pihaknya mengutuk segala bentuk publikasi karikatur Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi dan upaya diskriminatif dan menyesatkan yang berusaha menghubungkan Islam dengan terorisme.

Partai oposisi Front Aksi Islam Yordania juga meminta Presiden Prancis untuk meminta maaf atas komentarnya dan mendesak warga kerajaan untuk memboikot barang-barang Prancis.

Sebelumnya pada Rabu (21/10), Macron menuduh Muslim melakukan separatisme dan bersumpah untuk tidak menyerah pada kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Komentar ini muncul sebagai tanggapan atas pembunuhan Samuel Paty, seorang guru berusia 47 tahun, yang diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 40 kilometer barat laut Paris, setelah guru tersebut memperlihatkan kartun Nabi Muhammad didepan murid-muridnya.

Padahal kartun itu telah melecehkan Nabi Muhammad dan dikecam umat Islam di seluruh dunia. Pemuka Islam di Prancis tidak membenarkan kasus pembunuhan itu, tapi tidak juga membebaskan prilaku pelecehan terhadap Nabi Muhammad.

** ass

Banjir Masih Landa Bogor

0

Kolam Retensi Dianggap Bukan Solusi

Bogor | Jurnal Inspirasi

Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bogor pada Sabtu (24/10) sore, mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Bogor Utara terdampak bencana banjir. Jamal warga RT 2 RW 4 Kelurahan Cibuluh mengatakan, di wilayah tempat tinggalnya hujan deras mulai  turun sekitar pukul 17.30 WIB. Dan usai magrib air meluap kepemukiman warga hingga pukul 24.00 WIB.

“Air itu, mulai masuk rumah sekitar habis magrib, di rumah saya sekitar 50 centimeter, kalau yang didekat danau ketinggiannya satu meter lebih,” kata Jamal sambil membersihkan lumpur sisa banjir di rumahnya, Minggu (25/10).

Menurut Jamal, kolam retensi yang dibangun pemerintah dan digadang-gadang sebagai solusi banjir itu ternyata salah, karena justru setelah kolam dibangun kolam retensi, banjir yang biasa dialaminya malah semakin parah. “Kolam retensi itu bukan solusi, tapi justru menjadi petaka bagi kami,” ucapnya.

Terjadinya banjir semakin parah itu lanjut Jamal, karena lokasi kali dan pemukiman lebih rendah dari danau yang dibangun pemerintah dua tahun lalu dan menghabiskan duit rakyat miliaran rupiah itu. “Sebelum ada danau, banjir gak pernah separah ini, air masuk ke rumah warga paling tinggi semata kaki, tapi sekarang sangat parah, banjir bisa semeter lebih,” ungkapnya.

Sementara ditempat berbeda, Jay warga RT 1, RW 5 Kelurahan Tanah Baru yang lokasinya satu aliran Kali Cibuluh, mulai terendam bajir sekitar Pukul 20.00 WIB. “Banjir disini akibat terjedi penyumbatan air yang seharusnya  masuk ke kolam retensi. Air dari Ciluwar mentok di jembatan dan balik lagi ke sini. Disini di RT 1,3,4 dan 5 ada sekitar 100 rumah yang terendam,” jelasnya.

Dikonfirmasi Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengaku, pihaknya dan jajaran terus berjibaku mengatasi warga yang terkena banjir. Menurutnya, di Ciluar terdapat sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) dan di Cibuluh ada sekitar 60 KK yang terdampak bencana banjir. “Karena ini banjir lintasan jadi tidak lama dan secara umum rumah warga tetap bisa dihuni, hanya memang warga harus membersihkannya,” kata Marse saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppnya.

Kata dia, di Bogor Utara terdapat 6 titik yang terkena musibah tersebut. Diantaranya, Tegal Gundil RW 16, Tanah baru RW 05, Tanah Baru RW 09, Cibuluh RW 05, Ciluar RW 04 dan Kedung Halang RW 09. “Dengan total KK yang terdampak mencapai 590 KK. Untuk rumah ada sekitar 550,” katanya.

Yang terparah, kata Marse, adalah Tegal Gundil RW 16, dimana ketinggian muka air mencapai 125 cm. “Yang paling parah di daerah itu. KK yang terdampak ada 80,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Marse, pihaknya terus berkoordinasi, agar kedepan pintu air Ciluar supaya dibuka sehingga air terbagi yang nantinya masuk ke wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Selain itu, ia mengaku bakal menyurati Dinas PUPR, agar segera dibangunkan tembok penahan air. “Hasil survei ada sekitar enam titik, saya akan surati Dinas PUPR supaya dibangunkan tembok penahan air,” jelas dia

Bahkan, ia pun akan memanggil beberapa kelurahan, yang wulayahnya dilalui kali, pemanggilan tersebut supaya para lurah mendata sejumlah bangunan yang berada dipinggir sungau

“Ini baru praduga, dari hasil pemantauan kami ada sekitar 60 bangunan yang memang dibangun dipinggir kali, jadi tidak jelas alas haknya, yang sebenarnya tidak boleh membangun apalagi digubakan untuk tempat tinggal,” jelasnya.

Untuk bangunan-bangunan liar yang berada dibibir kali lanjut dia, nantinya menjadi keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogir apakah nanti dibongkar atau direlokasi. “Yang pasti saya akan tindak lanjuti dengan mengirimkan surat laporan ke Pak Walikota,” tandasnya.

Kejadian tersebut mendapat perhatian serius Anggota DPRD dari Fraksi PPP Akhmad Saepul Bakhri (ASV). Ia bersama tim langsung terjun ke lokasi untuk membantu warga dan memberikan bantuan sembako.

ASB juga mempertanyakan, fungsi kolam retensi yang dinilainya kurang matang secara perencanaan, sehingga menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

“Setiap pembangunan harus melalui perencanaan yang matang, sehingga fungsi atau manfaat bangunan itu menjadi solusi, buka  sebaliknya. Kalau kolam retensi ini malah menjadi petaka bagi warga,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa untuk menangani banjir di Bogor Utara tak cukup hanya dengan kolam retensi, melainkan mesti adanya normalisasi saluran dan kesadaran warga untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

“Karena tidak mungkin air limpahan itu tidak disiapkan saluran airnya. Saya minta wilayah terdampak memetakan apakah benar masih ada pengembang perumahan yg menutup saluran sehingga menimbulkan titik banjir di beberapa tempat. Bila ada pwlanggaran, akan ditindak,” tegas Dedie.

Ia menambahkan bahwa titik lainnya yang terkena bencana banjir parah adalah Griya Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal. Penyebabnya, sambung Dedie, lantaran PKL di Jalan KH. Sholeh Iskandar mendirikan bangunan diatas drainase. “Saat bangunan mereka roboh langsung menutup saluran air. “Idealnya tidak ada lagi orang mendirikan bangunan di sempadan sungai, saluran air dan irigasi.

“Ada 17 rumah yang terkena dampak. Dalam waktu dekat PKL Sholeh Iskandar akan kami bongkar. Mereka membuang sampahnya di saluran air, dan hal itu sudah sempat terjadi di Lawang Saketeng,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Banjir di Griya, Drainase Tertutup Longsoran

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor Bima Arya memantau titik banjir di permukiman Griya Cimanggu Indah, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (25/10). Banjir di kawasan ini disebabkan longsor yang menutup saluran drainase.

Alat berat pun diturunkan untuk mengurai sumbatan drainase, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga melakukan evakuasi warga di 17 rumah yang terdampak dengan perahu karet. Sementara Dinas Sosial Kota Bogor pun menurunkan bantuan berupa natura bagi warga terdampak. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berusaha melakukan penanganan secara maksimal dengan pompa apung.

Bima Arya yang tiba di lokasi memimpin langsung penanganan banjir di kawasan tersebut. Bima Arya juga sempat mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

“Ada bangunan liar yang longsor kemudian puing-puingnya itu menutupi saluran air. Sudah ketemu titiknya tapi kita sedang usahakan agar dipercepat dilakukan normalisasi. Sekarang masih dikerjakan. Karena itu longsor dan mampet makanya air tidak bisa mengalir. Petugas masih berusaha mengurainya,” ungkap Bima Arya di lokasi.

Menurut Bima, ada 17 rumah yang terdampak. Sebagian sudah dievakuasi oleh petugas, sementara sisanya masih bertahan di lantai dua rumah tersebut. “Terus kita pantau. Yang penting sekarang percepatan pengerjaan di situ dan dibantu untuk memindahkan barang-barangnya. Saya minta untuk diperhatikan naturanya (bantuan kebutuhan warga), obat-obatan, makanan dan lain-lain,” jelas Bima.

“Saya perintahkan juga itu bangunan yang diatas ditertibkan oleh Satpol PP, karena indikasinya penyebab utamannya bagunan liar itu yang kemudian menyebabkan longsor,” tandasnya.

Sejauh ini, kata Bima, berdasarkan identifikasi BPBD hujan deras yang mengguyur sejak kemarin sore membuat banjir di 14 titik. “Saat ini teridentifikasi 14 titik. Menurut BMKG intensitas hujan masih cukup tinggi dalam minggu-minggu ini. Antisipasi saya perintahkan Dinas PUPR dan para Camat di wilayah untuk memastikan normalisasi saluran-saluran kolam retensi, atau danau-danau yang kemungkinan bisa meluber, yang kedua bangunan-bangunan liar juga diawasi agar warga waspada. Kedua jalur komunikasinya standby,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Warga yang Terdampak Banjir Diberikan Bantuan Sembako

0

ASB dan GMPI Beri Bantuan di Cibuluh, Bantarjati dan Tanah Baru

S

Bogor | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) bersama Gerakan Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) mendistribusikan ratusan paket sembako kepada warga yang terkena dampak bencana banjir pada beberapa titik di Kecamatan Bogor Utara, Minggu (25/10).

“Kami mendistribusikan sekitar 300 paket sembako, diantaranya di Cibuluh, Bantarjati dan Tanah Baru,” kata ASB kepada wartawan.

Menurut dia, bantuan tersebut adalah salah satu cara untuk membantu pemerintah dalam menangani kebutuhan warga pasca bencana. “Hal yang paling dibutuhkan warga pasca bencana adalah bantuan makanan dan obat-obatan,” ujar ASB.

Menurut dia, pemerintah seharusnya membentuk tim khusus yang bertugas menangani masalah pasca bencana, sehingga segala kebutuhan warga dapat langsung diinventarisir dan bisa cepat didistribusikan. “Baiknya pemerintah segera membuat tim itu. Sebab, selama ini kebutuhan warga, tidak cepat dikirim,” ucap ASB.

Selain itu, ASB pun meminta agar Pemkot Bogor melalui aparatur wilayah memetakan penyebab utama banjir di beberapa kawasan seperti Tanah Baru, Cibuluh dan Ciluar. “Harus segera dicari akar permasalahan. Sebab, pemerintah sendiri sudah membangun kolam retensi di Cibuluh,” ungkapnya.

Iapun meminta Pemkot Bogor segera mengambil langkah konkret terkait penanganan banjir di kawasan Bogor Utara. Kata ASB, bila keberadaan kolam retensi dinilai kurang maksimal, pemerintah mesti mengupayakan cara lain. Namun, sambungnya, perencanaan pembangunannya mesti matang.

“Mestinya dengan adanya kolam retensi bencana banjir bisa ditangani. Tapi ini tidak, artinya ada yang salah dalam perencanaan. Boleh pemkot bikin alternatif lain, tapi perencanaan mesti matang,” tandasnya.

** Fredy Kristianto