31.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1438

Heboh! Anggaran Proyek Gapura Capai Rp1 M

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengucurkan dana sebesar Rp73 miliar bagi Kota Bogor. Anggaran tersebut masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor pariwisata.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor pun telah mensplit sebagian anggaran tersebut kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membangun sarana prasarana pendukung. Salah satunya adalah pembangunan gapura pada pintu masuk di beberapa titik lokasi wisata.

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan gapura tersebut pun cukup fantastis, yakni sebesar Rp1 miliar. Hal itupun dibenarkan oleh Kepala Disparbud, Atep Budiman. Menurutnya, dana tersebut sudah dialokasikan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

“Anggaran untuk pembangunan gapura ada di Disperumkim. Usulan awal memang dari kami, tetapi kajian teknis dan lapangan ada pada OPD tersebut,” ujar Atep kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Menurut dia, ada sekitar enam titik lokasi wisata yang akan dibangunkan gapura. Salah satunya adalah ecowisata di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan. Kata Atep, biaya pembangunan gapura dimulai dari Rp30 juta hingga Rp100 juta.

“Tergantung dari ornamen dan luas jalan menuju ke kawasan tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Disperumkim. Yang pasti dari anggaran Rp1 miliar, masih ada sisanya,” jelas mantan Camat Bogor Utara itu.

Atep menuturkan bahwa dana yang disalurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut memang diperuntukan untuk membangkitkan sektor pariwisata yang anjlok saat pandemi Covid-19.

“Ya, jadi dari dana itu ada yang disalurkan ke hotel dan restoran, serta untuk pembangunan sarana prasarana menuju destinasi wisata,” ungkap dia.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, Endah Purwanti mengaku bingung dan aneh mengapa anggaran pembangunan gapura bisa mencapai Rp1 miliar.

“Ya, memang agak aneh seperti main-main,” ucapnya.

Seharusnya, kata Endah, anggaran tersebut dialokasikan kepada pelaku UMKM untuk pembuatan suvenir atau oleh-oleh khas Kota Hujan.

“Lebih baik dialokasikan ke UMKM, agar mereka bisa membuat suvenir untuk kemudian dipasarkan di hotel serta restoran,” katanya.

Endah menyatakan, dari anggaran Rp73 miliar tersebut displit ke beberapa OPD seperti Disperumkim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disparbud, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Jadi split anggaran itu dilakukan agar serapan lebih cepat. Itu keterangan dari Disparbud, saat kami rapat kerja terkait fungsi pengawasannya,” imbuh politisi PKS ini.

Nantinya OPD teknis seperti Disperumkim dan Dinas PUPR akan membangun sarana prasarana pendukung pariwisata. Di antaranya untuk pembuatan jogging track sebesar Rp200 juta, pembuatan akses jalan ke delapan titik wisata Rp1,4 miliar, taman Rp1 miliar.

“Okelah kalau bangun jogging track Rp200 juta, karena banyak dipakai orang. Tapi kalau gapura Rp1 miliar bingung juga. Gapura itu kan penting nggak penting,” jelasnya.

Endah mengatakan, dari total anggaran PEN itu, 70 persennya dialokasikan bagi hotel dan restoran sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada.

“Terutama bagi hotel dan restoran yang kontribusi PAD besar,” tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan rapat terakhir dengan Disparbud dari 700 hotel dan restoran, hanya 100 yang memenuhi persyaratan.

“Dan sejauh ini baru ada 60 hotel dan restoran yang mengajukan. Jadi dana yang diterima hotel cukup besar bisa satu hotel dapat Rp2 miliar,” jelasnya.

Sedangkan sisa 30 persennya dikelola OPD, dengan tujuan agar serapan anggarannya dapat maksimal.

“Sekarang DPRD tinggal fokus kepada fungsi pengawasan. Saran saya harus dibuat tim, yang bekerja sesuai dengan tupoksi komisi masing-masing. Memang agak berat pengawasannya,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Akses ke Sukajaya Masih Buruk

0

Jalan Masih Berlumpur dan Menyulitkan Pengendara

Sukajaya | Jurnal Inspirasi

Hampir satu tahun pasca bencana longsor yang melanda tiga Kecamatan di Bogor Barat ternyata belum kunjung ada perbaikan. Salah satunya akses menuju Kecamatan Sukajaya masih tanah. Bahkan kalau hujan warga sekitar tidak bisa beraktivitas.

Salah satu Guru SDN 3 Cileuksa, Lia Kosmiati mengaku, meskipun bisa menggunakan sepeda motor, tapi harus kerja keras karena melawan tanah yang berlumpur sehingga membuat laju kendaraan lambat.

“Sebelum bencana bisa ditempuh 45 menit, tapi sekarang 1 jam lebih, apalagi nanti kalau sudah masuk sekolah gimana ceritanya karena jalan masih berlumpur,” keluhnya baru baru ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari dapil 5, Nurodin menjelaskan, pihaknya terus melakukan upaya agar perbaikan infrastruktur pasca bencana cepat terealisasi.

“Memang rencananya Pemkab akan menggelontorkan anggaran untuk perbaikan pada 2021, tapi kalau melihat kondisi saat ini cukup prihatin jalan berlumpur jika hujan turun,” jelasnya.

Mantan Kades Kiarasari tersebut, mengungkapkan, sudah merekomendasikan jalan dan jembatan pasca bencana ditambah anggarannya dan lebih maksimal.

“Tentunya saya berharap Pemkab Bogor segera memberikan kontribusi terhadap proses pasca bencana terutama jalan paling utama,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

UPT Wilayah IV Monitoring Pembangunan Jalan di Cibening

0

Pamijhan | Jurnal Inspirasi

Unit Pelaksana Teknis Infrastruktur Jalan dan Jembatan  kelas A wilayah IV tengah melakukan monitoring pembangunan  jalan di Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan yang dikerjakan pihak pemborong. “Kita sudah melakukan beberapa titik pembangunan di wilayah UPT empat hari ini kita sudah sesuai target, cuma untuk di lapangan belum keliatan kendala,” kata Kepala UPT Wilayah IV Bondan Triyana kepada wartawan, kemarin.

Terkait pembangunan jalan pintas di persimpangan Cibening, ia  mengaku, memang kondisi jalan ini sangat krodit sekali dan perlu penanganan sehingga pada tahun 2019 diusulkan dan 2020 dapat terlaksana.

“Jalan ini kita buat untuk memotong dua lajur supaya arah dari atas bisa sekaligus, kalau sebelumnya harus dua kali parkir dan sebaliknya bisa lewat sini dan menjadi pertigaan,” ucapnya.

Bahkan, ia menuturkan, beberapa kali survey selama tiga Minggu kemacetan sangat krodit tentunya dengan dibangunkan jalan ini dapat lebih lancar.

“Kalau lebar 9 meter dengan panjang sekitar 20 sampai 30 meter, cukup strategis dan vital jalan tersebut,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pemdes Sukamulya Telusuri Kabar Dilepasnya Buaya ke Kali Cisadane

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin masih melakukan penelusuran perihal dilepasnya buaya ke kali Cisadane membuat masyarakat yang dekat dengan bantaran kali resah. Padahal buaya tersebut sempat tertangkap oleh warga dibantu muspika Kecamatan Rumpin.

Menanggapi hal ini anggota BPD Desa Sukamulya Damyati menjelaskan, perihal pembuangan buaya yang sempat tertangkap berada di wilayah RW 02 dan tidak tahu kapan dilepasnya tepatnya di kali Cisadane.

“Dari pemdes belum tahu, tapi sudah viral di media sosial tentang buaya dilepas kembali, hanya pembuangan tidak tahu dimana, dan belum ada koordinasi dengan pemdes,” jelasnya saat ditemui, kemarin.

Ia juga mengaku, dengan dilepasnya buaya tersebut warga resah dan cemas namun sudah terlanjur dan akhirnya warga tidak bisa berbuat apa-apa dan pemdes pun tak tahu waktunya kapan pembuangannya.

“Setahu saya kali Cisadane hanya digunakan buat mancing, dipakai bebersih, bahkan ngambil air ke Cisadane bagi warga yang dekat bantaran kali,”cetusnya

Bahkan, ia menguturkan, warga yang rumahnya paling terdekat pasti sedikit resah, tapi ini sudah terjadi, hanya pemdes menghimbau agar lebih hati-hati saja.

“Setahu saya tidak ada penangkaran buaya baik di wilayah desa maupun daerah lain di Kabupaten Bogor,” kata Damyati.

Sementara menurut Ues warga Kampung Leuwiranje mengatakan, warga merasa resah, apalagi pada siang hari melihat buaya tersebut muncul kembali dan hendak naik ke darat.

“Warga berharap buaya tersebut segera ditangkap khawatir karena banyak anak kecil dan juga warga sering sesekali beraktivitas di kali Cisadane itu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Anggota LPM dan TPK Batutulis Mengundurkan Diri

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Sejumah anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) beserta para anggota Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung dikabarkan melakukan pengunduran diri, baru baru ini.

Menurut Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Nanggung Jani Nurjaman, secara teknis LPMD diatur oleh Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2011 tentang organisasi lembaga kemasyarakatan yang mana LPMD itu bersama pemerintah desa dan BPD ikut dalam perencanaan pembangunan desa, tapi bukan bertindak sebagai pelaksana pembangunan.

“Kalau lembaga pelaksanaan pembangunan itu adalah TPK dan TPK tersebut adalah Lembaga Ad-hoc,” kata Jani, kemarin.

Jani menjelaskan, masalah LPM dan TPK tersebut tentunya masing-masing sudah diberikan tupoksi sesuai regulasi yang ada. “Bukan hanya sebatas pembangunan fisik saja, tapi pembangunan secara komprehensif sesuai dengan kebutuhan desa berdasarkan hasil Musrenbangdes,  baik itu pembinaan kemasyarakatan ataupun pemberdayaan masyarakat LPM ini seyogyanya harus ikut andil di dalam perencanaan,” paparnya.

Jani berpendapat, miskomunikasi seperti yang terjadi antara Kepala Desa Batutulis dengan LPM juga TPK tersebut itu hal yang manusiawi. “Karena masing-masing individu punya persepsi masing-masing. Tapi kalo semua mengarah kepada aturan yang ada itu tidak akan terjadi miskomunikasi menurut pendapat saya. Intinya pahami regulasi. Apa sih tupoksinya,” ujarnya.

Masih kata Jani, organisasi yang ada di desa merupakan kebutuhan desa tentunya setelah pembentukan organisasi tersebut setiap Lembaga Kemasyarakatan di desa harus tahu tugas pokok dan fungsinya agar tidak gagal paham dan tumpang tindih pekerjaan.

Jani berpesan, bahwa segala sesuatu itu harus kembali kepada musyawarah, karena sebesar apapun permasalahan jika ditempuh melalui musyawarah akan selesai dan tidak terjadi miskomunikasi berkepanjangan.

” Karena memajukan desa adalah kewajiban bersama, terutama semua stakeholder  yang ada di desa mempunyai peranan penting  sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” pungkasnya.

**  Arip Ekon

Didukung 45 Cabor, Benninu Kembali Pimpin KONI

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bakal calon Ketua Umum KONI Kota Bogor, Reflianosa mendatangi Sekretariat KONI pada Rabu (4/11/2020). Kedatangan mantan Sekretaris Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Hujan itu bukan untuk mengembalikan formulir pendaftaran, namun untuk memastikan bila semua cabang olahraga (cabor) sudah memberikan dukungan kepada calon incumbent Benninu Argoebie.

“Saya sudah keliling melobi ke-46 cabang olahraga (cabor), dan ternyata 45 diantaranya sudah memberikan dukungan kepada incumbent,” ujar Reflianosa kepada wartawan.

Menurut dia, surat dukungan 45 cabor terhadap Benninu Argoebie sudah terkonfirmasi langsung oleh Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua KONI, Yudi Wahyudi. “Saya tanyakan soal itu (surat dukungan), ternyata memang benar,” ucapnya.

Mantan Bendahara DPD Partai Golkar itupun menyatakan, dengan adanya dukungan dari 45 cabor, ia meyakini bahwa bakal calon Ketua KONI yang lain pun tidak akan mengantungi surat dukungan. “Kalau sudah begini saya yakin, yang lain pun nasibnya seperti saya. Tidak akan dapat dukungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, walaupun Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) baru akan dilaksanakan pada Minggu (8/11), namun dapat dipastikan kursi ketua KONI akan tetap diduduki oleh Benninu Argoebie. “Ya, kalau sudah seperti ini jadinya akan aklamasi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua KONI, Yudi Wahyudi mengatakan bahwa hingga Rabu (4/11/2020) atau hari terakhir batas pengembalian formulir, hanya satu orang yang mengembalikan berkas, yakni Benninu Argoebie.

“Jadi hanya Pak Benninu saja yang mengembalikan berkas formulir pendaftaran,” ucap Yudi.

Seperti diketahui, saat pendaftaran bakal calon ketua terdapat empat orang yang mendaftar sebagai ketua, yakni Benninu Argoebie, Yopy Doroh (wartawan senior), Reflianosa dan Andri Saleh Amarald (Ketua Pengcab E-Sport Kota Bogor).

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa Benninu Argoebie akan kembali memimpin KONI secara aklamasi untuk periode 2020-2024.

Fredy Kristianto

Puluhan Babi Hutan Acak-acak Lahan Pertanian

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Warga Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung  dibuat resah oleh kehadiran kawanan puluhan  babi hutan yang merusak sawah mereka  belum lama ini. Kerusakan kawasan pertanian yang diakibatkan oleh serangan babi hutan itu membuat petani ketakutan karena tak tanggung-tanggung babi hutan itu datang dengan jumlah yang cukup banyak.

“Jumlahnya sekitar puluhan babi yang merusak lahan petani disini,” kata ketua Kelompok Tani Sejahtera Jasaharja, Ata Atmawijaya kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/11).

Setiap  tahunnya, ketika menjelang panen kata dia, sawahnya kerap dirusak sekelompok babi hutan. “Jelas kalau begini terus petani yang dirugikan,” keluh Ata.

Ata menerangkan, areal pertanian  blok Pasirpurut di Desa Nanggung seluas 75 hektare yang meliputi RW 07 dan RW 08  yang selalu menjadi sasaran babi hutan. ” Sekarang ini sawah yang dirusak sekitar seribu meter, bisa jadi babi hutan itu datang kemudian merusak pertanian lainnya,” terang Ata.

Ata menyebutkan, setiap babi itu  datang saat padi yang tidak lama lagi akan segera dipanen. “Kalau tidak ditembak mah dipastikan babi hutan itu bisa datang  jumlahnya yang terus bertambah,” paparnya.

Masalah babi hutan yang sering merusak   lahan pertanian warga petani, itu sudah dilaporkan ke pihak pemerintah desa.” Kami harap pemerintah bisa koordiniasi dengan pihak kepolisiaan dan TNI untuk berupaya membasmi hama babi hutan yang sering merugikan petani,” harapnya.

Sementara bukan hanya babi hutan saja, tambah staf Desa Nanggung Andri Nirahmat, termasuk kawanan monyet dari kawasan Perhutani Cipadas sering merusak  kebun milik warga. ” Belum lama ini tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah menangkap 217 ekor monyet berbuntut panjang untuk dibawa ke Sukabumi yakni, tempat penangkaran binatang,” ungkapnya.

Komandan Koramil 2125 Nanggung Kapten Caj Sumingyo menanggapi perihal keluhan petani. “Secara teritorial  kami tampung informasi yang dikeluhkan warga petani dengan adanya kawanan babi hutan yang merusak lahan warga petani. Masalah ini kami koordinaasikan dengan muspika dan pihak Perhutani, kira-kira langkah apa yang akan diambil untuk mengusir hama babi hutan tersebut,” jelasnya.

** Arip Ekon

Bangkai Bus Transjakarta Harus Bersih Akhir Desember

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Bangkai bus Transjakarta yang sempat teronggok  di sebuah lahan di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga pada akhir Desember  sudah  tidak boleh berada di lokasi tersebut. Pasalnya, sampai saat ini pihak pemilik tak pernah meminta izin ke kecamatan dan desa setempat. Bahkan, adanya aktivitas pemotongan bus Transjakarta itu yang besinya akan dibawa ke Surabaya itu sebelumnya tak ada izin aparatur setempat.

“Jadi ketika sampai ke lokasi memang tidak ada kegiatan pembakaran hanya ada pengangkutan saja, hal ini buat memastikan agar akhir Desember sudah tidak ada aktivitas lagi,” kata Kasi Trantib Pol PP Dramaga Ahmad Jayadi, Rabu (4/10).

Ia juga menegaskan karena tak ada koordinasi dan izin, pihak kecamatan meminta untuk segera mengosongkan lokasi ini dan dibersihkan dari bangkai bus yang sudah tak terpakai.

“Jadi kami mendatangi lokasi ini untuk memberitahukan agar pemilik lahan untuk tidak menggunakan lahan sebagai tempat penyimpanan bangkai bus karena telah melanggar ketertiban sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, penjaga lokasi penyimpanan bus, Rahmat menambahkan saat ini bus tersebut dilakukan pemotongan yang selanjutnya dibawa ke pemilik dari pemenang tendernya.

“Kalau disini saya hanya sebagai penjaga saja tapi yang jelas keberadaan bus ini karena awalnya asap sempat dikeluhkan dan sekarang sudah mulai dibersihkan,” kata Rahmat mengakhiri.

** Cepi Kurniawan

Kerupuk Kulit Asal Dramaga Rambah Luar Jabodetabek

0

Harga Grosir, Kualitas Bahan dan Rasa Terjaga

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Kerupuk kulit renyah dan enak produk UMKM asal Cibanteng Proyek, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor ini telah merambah ke luar Jabodetabek. Sang pemilik usaha, Kholil memproduksi 15 ton kulit sapi setiap bulannya yang menghasilkan 4,5 ton kerupuk kulit siap jual. Kulit sapi diambilnya dari 4 tempat penjagalan yaitu Leuwiliang, Canari, Bubulak dan Parung.

“Selain disini dan Jabodetabek, kerupuk kulit kami pasok keluar daerah juga karena ada selisih harga,” ujar Kholil kepada Jurnal Bogor di tempat produksinya, Rabu (4/11).

Kholil menyediakan dua jenis kerupuk kulit yaitu yang setengah jadi yakni kerupuk kulitnya perlu digoreng lagi dan kerupuk kulit yang sudah jadi dan siap dimakan dengan varian rasa original dan yang sudah diberi bumbu. Jika di Jabodetabek harga per kilogramnya paling tinggi Rp 90 ribu, maka di luar Jabodetabek harganya bisa diatas Rp 100 ribu.

“Jika ada yang berani bayar lebih mahal kenapa tidak kita pasok. Produk kami memang dijaga kualitasnya, kalau yang lain hanya mengejar kerupuk tampak mengembang tapi cepat gembos. Nah, disini kualitas bahan dan rasa kerupuk kami jaga, serta bebas bahan kimia,” ujarnya.

Selain itu, kerupuk produksinya dia jual juga dengan harga grosir dengan harapan jika ada yang menjualnya lagi masih bisa mendapatkan untung. Di Bogor, kerupuk kulit yang diproduksi sejak tahun 2000 ini tak diragukan lagi eksistensinya dan tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini. Kerupuknya bisa dijadikan cemilan, penambah citarasa soto dan lain sebagainya.

Selain membuat kerupuk kulit, Kholil juga menjual dompet, tas, sandal dan jaket yang terbuat dari kulit. Pembuatannya dilakukan bersama mitra kerjanya yang dipasok ke toko-toko. Informasi mengenai kerupuk kulit dan produk berbahan kulit lainnya, 0812 1015 1414 atau 08777 0677 990.

** Asep Saepudin Sayyev

Sisa 100 Suara Elektoral Diperebutkan Trump dan Biden

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Dua kandidat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat petahana Donald Trump dan calon Partai Demokrat, Joe Biden, kini hanya tinggal memperebutkan sekitar 100 suara elektoral supaya lolos ke Gedung Putih.

Menurut sistem pemilihan presiden Elektoral, keduanya memperebutkan 538 suara untuk bisa menjadi presiden AS. Dikutip dari CNN, Rabu (4/11) pukul 13.44 WIB, Biden meraih 220 suara elektoral. Sedangkan Trump mendapatkan 213 suara elektoral.

Jika mengacu pada penghitungan itu, keduanya kini tinggal memperebutkan 105 suara elektoral dari seluruh negara bagian. Sedangkan menurut perhitungan sementara versi Associated Press, Biden meraih 224 suara elektoral. Sedangkan Trump mendapatkan 213 suara elektoral.

Dari penghitungan itu, Biden dan Trump kini tinggal memperebutkan 101 suara elektoral yang tersisa.

Pemenang dalam Pilpres AS ditentukan melalui Electoral College di masing-masing negara bagian dengan memakai sistem “winner-takes-all“.

Dalam Electoral College, masing-masing negara bagian diwakili oleh sejumlah pemilih. Semakin luas suatu wilayah, semakin tinggi pula jumlah perwakilannya. Sistem ini dilakukan setelah “popular vote” selesai dilakukan.

Paslon dinyatakan menang apabila ia memperoleh minimal 270 suara dari total 538 suara elektoral. Oleh karena itu, sistem Electoral College membuat capres di AS dapat memenangkan popular vote, tetapi berpotensi kalah dalam Pilpres.

Enam negara bagian yang menjadi rebutan antara Trump dan Biden adalah California, Texas, New York, Florida, Illinois, dan Pennsylvania.

** ass