28 C
Bogor
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1432

Polsek Nanggung Kembalikan Motor Warga yang Sempat Hilang

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Anggota Satreskrim Polsek Nanggung mengembalikan motor curian kepada korban yang berhasil ditemukan. Sebelumnya korban melaporkan kehilangan motor di Polsek Nanggung pada Senin (2/11) lalu.

Menurut Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hermawan, korban Dewi Santosawilia (43), warga Kampung Pasirahad RT 02 RW 07, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung  telah melaporkan motornya yang dibawa kabur pencuri.

Satu unit sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam bernomor polisi  F 3532 FDF telah hilang di Kampung  Legokhonje RT 03 RW 03 Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Minggu (1/11).

Kejadiannya saat korban sedang main di Kampung Legokhonje RT 03 RW 03, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung. “Dengan keadaan motor terparkir, tidak lama Dewi Santosawilia keluar motor sudah hilang dan dibawa kabur pencuri,” terang Kapolsek Nanggung kepada wartawan, Kamis (12/11)

Lanjut ia mengatakan, setelah korban melapor, satu pekan lebih pihaknya berupaya melakukan pencarian kemudian informasi didapat bahwa motor tidak bertuan yang sedang terparkir di Alfamidi wilayah Gadok dan keberadaanya  telah diamankan petugas kepolisian dari Mapolsek Ciawi.

Setelah itu, kata Iptu Dedi anggota Polsek Nanggung melakukan pengecekan terhadap sepeda motor tersebut. Setelah dicek bahwa kendaraan bermotor tersebut sesuai milik warga yang telah melaporkan kehilangan di Polsek Nanggung. “Motor itu akhirnya kita bawa kemudian diserahkan kembali kepada pemiliknya,” ujarnya.

Dengan kembalinya motor yang telah selama satu pekan lebih hilang, mengaku sangat senang. “Saya sangat apresiasi kepada  kepolisian dari Mapolsek Nanggung atas kinerja yang begitu sigap,” kata Dewi Santosawilia.

“Terima kasih kepada petugas Polsek Nanggung atas telah ditemukan kembali motor saya lagi. Alhamdullilah motor kembali ketemu dan ini masih rezeki saya,” tandasnya penuh syukur.

** Arip Ekon

Pelatihan Konvensional Tranformasi ke Blended Learning

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Salah satu sektor utama penggerak pembangunan perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia yang andal, maju, modern dan mampu berdaya saing. Sebagai faktor penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah institusi. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan.

Sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari populasi penduduk yang terus meningkat, ketersediaan lahan yang semakin berkurang, perubahan iklim, produksi dan produktivitas tanaman yang menurun, SDM pertanian yang terbatas, sampai pada masalah kesejahteraan petani.

Kementerian Pertanian melalui berbagai terobosan programnya terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini dilakukan untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.

Sesuai arahan program Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Pertanian kita harus mandiri dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan.

Kepala BPPSDMP, Kementan Prof. Dedi Nursyamsi, regenerasi dalam sektor pertanian sudah harus dilakukan.“Saat ini, petani di Indonesia berjumlah sekitar 33 juta orang. Dari jumlah itu, hanya sekitar 30% petani yang usianya kurang dari 40 tahun atau disebut sebagai petani milenial,” jelas Dedi.”

Sedangkan sisanya, sekitar lebih dari 70% masuk kategori tua. Sehingga 5 tahun hingga 10 tahun mendatang, banyak petani kita yang masuk fase tidak produktif. Makanya regenerasi mutlak dilakukan mulai saat ini juga,” katanya Dedi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengatakan sejalan dengan masih mewabahnya Copid-19 regenerasi petani tidak boleh surut dan berhenti tetapi harus tetap mencetak generasi milenial melalui pendidikan vokasi, yang selama ini dilakukan secara tatamuka, kemudian kombinasi antara tatapmuka dan on line. Dalam pelaksanaannya generasi milenial tidak sebatas diberikan pengetahuan berupa teori onlaine saja, tetapi juga diperkaya dengan praktik langsung baik di Balai maupun didunia usaha.

Lebihlanjut Wasis mengatakan sebagai pengejawantahan dari kebijakan Kementan dalam upaya melahirkan dan menumbuhan petani pengusaha milenial sudah ditempuh diantaranya  melalui Pelatihan  Vokasi Pengolahan Susu Bagi Petani Milenial Secara  Blended Learning.

** T2S/Wan

Kepala BPPSDMP Ajak Atase Pertanian Beri Masukan Peluang Ekspor Komoditas Pertanian Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan ) Dedi Nursyamsi mengajak Atase pertanian terus memberikan masukan terkait peluang – peluang ekspor yang ada dinegara- negara dimana mereka menjalankan tugas sebagai duta pertanian diluar negeri.

Hal ini disampaikannya saat membuka program webinar Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online) yang kembali digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Rabu (11/11).

“ Informasi pasar menjadi variabel pendukung ekspor. Untuk informasi pasar ini Atase pertanian memegang peran penting untuk menyampaikannya kepada kita, guna mendukung program GraTiEks “ ujar Ka.Badan.

Berbicara dari ruang Agriculture Operation Room (AOR) BPPSDMP di Jakarta Dedi mengatakan informasi pasar merupakan variabel pendukung ekspor selain kualitas, produktivitas dan continuitas. Karena  fokus selalu pada outcome, peningkatan produktivitas dan produksi distribusi dan pemasaran sering terlupakan. Padahal pemasaranlah yang dapat mendrive dan menentukan keberhasilan dari ekspor komoditas pertanian.

Tidak hanya itu, petani, praktisi dan eksportir di Indonesia juga membutuhkan bimbingan dari para Atase pertanian terkait kualitas produk yang seperti apa yang dapat menembus pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang dan negara – negara Eropa.

“ Bimbingan ini sangat diperlukan oleh petani dari para atase untuk mensupport para praktisi dan eksportir kita untuk menggenjot ekspor, “ tegasnya.

Dedi yakin jika pemasaran bagus, ekspor bagus, maka akan menarik sektor hulu yakni peningkatan produktivitas, produksi, pendapatan petani dan kesejahteraan petani.

Untuk itu Ia menyambut baik webinar Brokoli PPMKP Ciawi-Bogor, yang membahas peluang ekspor ke berbagai negara. Ia berharap para Atase Pertanian yang menjadi narasumber  dapat memberikan pencerahan mengenai komoditas – komoditas pertanian Indonesia yang potensial diekspor ke negara bersangkutan.

“ Bagaimana caranya, komoditas dan requirementsnya seperti apa, tinggal diklopkan dengan barang – barang kita, jumlahnya, kualitasnya, tempatnya dan sebagainya, “ ucapnya.

Ia berpesan agar memalui webinar Brokoli dapat dihasilkan terobosan – terobosan untuk terus menggenjot ekspor produk pertanian Indonesia ke berbagai negara.

Webinar Brokoli PPMKP yang helat mulai 11 – 20 November  mengambil tema Peluang Pasar Komoditas Pertanian Indonesia Mendukung GraTiEks. (Gerakan Tiga Kali Ekspor).

GraTiEks merupakan program jangka panjang Kementan sebagai pendobrak kerja luar biasa dalam peningkatan ekspor Indonesia selama empat tahun ke depan.

Program ini juga biasa disebut sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo menyampaikan, bahwa gerakan tersebut merupakan gerakan bersama untuk mengoptimalkan potensi pertanian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri serta memenuhi pasar internasional.

** Regi/PPMKP

Hasil Hubungan Gelap, Asisten Rumah Tangga Buang Janin Bayi Berusia 6 Bulan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Unit Reserse Kriminal Polsek Bogor Utara berhasil membekuk wanita berinisial ES (33) yang diduga melakukan aborsi dan membuang janin bayi perempuan berusia 6 bulan di Jalan Prakarya RT 01/RW 06, Komplek PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada Kamis (12/11/2020).

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ilot Juanda mengatakan bahwa ES merupakan warga Cigudeg, Kabupaten Bogor ditangkap pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah majikannya di kawasan komplek PDK. “ES ini bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ia berhasil ditangkap berkat rekaman CCTV di sekitar area pembuangan bayi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/11/2020) sore.

Kompol Ilot melanjutkan, setelah mendapatkan rekaman CCTV, pihaknya lantas berkoordinasi dengan Binmas, RT dan RW untuk mengidentifikasi pelaku. “Alhamdullilah kurang dari 24 jam pelaku bisa ditangkap,” ucapnya.

Menurut Kompol Ilot, janin bayi naas tersebut diduga merupakan hasil dari hubungan gelap dengan pacarnya yang berinisial RHT, yang saat ini masih buron.

“ES sudah menjalin hubungan dengan pacarnya selama lima bulan dimulai sejak Januari hingga Mei 2020. Jadi selama pacaran mereka kerap melakukan hubungan suami istri di rumah kontrakan RHT di daerah Cojeruk, Kabupaten Bogor. Setiap hari Minggu, pacarnya selalu jemput ES ke rumah kontraknnya di Ciparigi,” jelas Ilot.

Kemudian, kata dia, setelah lima bulan berpacaran ES mengakhiri hubungannya dengan RHT. Namun, pada Juli 2020, pelaku baru menyadari bahwa ia hamil. Tetapi, hal itu tak diberitahukan kepada RHT.

“Lantas pada November, Sabtu (7/11) sekitar pukul 08.00 WIB. ES merasakan sakit perut hebat, dan meminta ayahnya untuk membelikan obat lambung. Kemudian ayahnya membelikan obat lambung tersebut dan ES meminumnya sekitar 1sendok makan,” jelasnya.

Kemudian, pada pukul 11.00 WIB, ES merasa mulas-mulas dan ia langsung ke kamar mandi. “Lantas saat di toilet tiba-tiba bayi itu keluar. Lalu ES mengangkat janin itu dan membersihkannya. Dia bersalin tanpa dibantu dan diketahui oleh siapapun,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, janin itu langsung dibungkus dengan plastik dan ditaruh dalam lemari baju ES selama tiga hari. “Baru pada Selasa (10/11), ES membuang janin bayi tersebut di selokan Komplek PDK Ciparigi dan ditemukan oleh warga keesokan harinya,” ungkapnya.

Kendati berdasarkan pengakuan ES janin itu keluar dengan sendirinya. Namun, hingga kini polisi masih melakukan pendalaman. “Masih didalami, apakah janin itu keluar sendiri dengan meminum obat, atau ada bantuan orang lain,” jelasnya.

Kompol Ilot menambahkan, ES dijerat dengan Undang Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Dalam pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan, tersangka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” tukasnya.

Fredy Kristianto

LPKSM Panser Laporkan Debt Collector ke Polisi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

LPKSM dan LBH Panser yang berkantor di komplek Perumahan Budi Agung Jalan Perdana Raya X Nomor 5, Kelurahan Sukadamai, Tanah Sareal, Kota Bogor, melaporkan sekelompok debt collector ke polisi. LPKSM dan LBH Panser melaporkan debt collector tersebut agar masyarakat mendapat pelajaran.

“Memang tidak mudah mempertahankan hak, akan tetapi apabila ada pihak-pihak dengan kapasitas meragukan dan mencoba merampas hak masyarakat, maka pilihannya adalah mempertahankan sampai mati dan juru sita yang sah secara hukum adalah juru sita pengadilan yang membawa putusan sita dari pengadilan,” ujar Ketua LPKSM dan LBH Panser Andi Surya dalam keterangannya, Kamis (12/11).

Mengenai kronologis kejadian, sekelompok debt collector itu datang bergerombol ke kantor LPKSM dan LBH Panser, Rabu (11/11), sekitar pukul 17.00 WIB. Menggunakan 2 mobil dengan jumlah sekitar 8 orang, 6 orang masuk ke kantor dan 2 orang menunggu di luar. Mereka mengatasnamakan kepanjangan tangan dari U Finance dan Verena Finance berdasarkan surat kuasa yang mereka tunjukan ke Ketua LPKSM Panser Andi Surya.

Mereka meminta kendaraan milik konsumen yang menunggak, namun permintaan itu ditolak oleh Ketua LPKSM Panser Andi Surya. Argumen mereka mentok hingga mengamuk dan memukul ketua LPKSM Panser, walau hanya pemukulan ringan, Ketua Panser memutuskan melaporkan ke polisi yakni Polsek Tanah Sareal. Pihak polisi menyarankan agar visum di RSUD Kota Bogor dan BAP oleh unit Reskrim.

“Perbuatan mereka melewati batas kewajaran dan melanggar hukum,” jelas Andi Surya.

Kini, debt collector tersebut dicari pertanggungjawaban atas dasar laporan LPKSM dan LBH Panser. Mereka disangkakan Pasal 170 KUHP yakni Barangsiapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

** ass

Dukungan Terus Ngalir, Deden Diana Janji Ciampea Bakal Maju

0

Ciampea | Jurnal Bogor

PEMILIHAN kepala desa (Pilkades) serentak di 88 desa menyisakan waktu satu bulanan lagi, di Kecamatan Ciampea, tepatnya di Desa Ciampea, baik panitia dan calon makin sibuk mempersiapkan hajatan politik enam tahunan itu. Di Desa Ciampea, ada tiga calon yang bertarung, salah satunya Deden Diana.

“Sosok Deden Diana yang akrab disapa Kang Dian itu sudah popular di masyarakat kiprah dan pengbadiannya untuk masyarakat Ciampea sudah ada jejak, sehingga beliau layak menjadi orang nomor

satu di Desa Ciampea,” kata Muhamad Hanan, tokoh masyarakat setempat kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/11).

Mantan ketua Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Ciampea itu, optimis pada pemugutan suara yang akan dilaksanakan 20 Desember mendatang, Deden Diana akan tampil jadi jawara dengan mengumpulkan suara terbanyak.

“Tim saat ini sedang gerak mensosialisasikan program-program Kang Dian yang akan dilaksanakan ketika terpilih menjadi kepala Desa Ciampea, apalagi program yang dirancang itu sangat relevan kondisi Desa Ciampea sekarang,” ujar mantan guru ini.

Sementara itu Deden Diana menegaskan, dirinya maju di Pilkades Ciampea, karena ingin memberi darma bhaktinya untuk memajukan Ciampea, sekaligus meneruskan perjuangan almarhum orangtuanya. “Di Pilkades ini saya mengusung jargon Jujur, Amanah, Merakyat (JUARA),” katanya.

Deden pun bertekad membangun masyarakat yang mandiri, religius dan toleransi antar umat beragama. Dan juga dengan merangkul kaum milenial mengajak untuk mejadi pemilih yang cerdas.

“Saya juga akan menyelenggarakan pemerintahan desa yang bersih, demokrasi dan terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta bentuk-bentuk pelanggaran lainnya, dan sasaran utama dengan merangkul pemuda dan kaum milenial,” tegasnya.

Selain itu, Deden pun berjanji akan meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat secara menyeluruh juga akan ditingkatkan. Secara merata tak hanya pelayanan saja namun sektor pendidikan, kebudayaan dan kesehatan serta infrastruktur tetap menjadi tujuan pembenahan.

“Termasuk pengembangan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi desa dan transformasi digital administrasi, administrasi pelayanan publik dan data kependudukan pun akan ditata kelola dengan baik,” tutupnya.

Handy Mehonk

Youtube Down Pagi Ini, Video tak Bisa Diakses

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Media sosial Youtube dilaporkan mengalami gangguan pada Kamis (12/11), pagi ini. Banyak dari pengguna melaporkan, video yang ada di platform tersebut tidak bisa diputar. Beberapa netizen mengatakan sempat mengira jaringan internet yang bermasalah sebelum menyadari ternyata situs Youtube yang tak bisa memutar video.

Dari pantauan Jurnal Inspirasi pada situs DownDetector, Youtube down sekitar pukul 06.49. YouTube sempat dilaporkan tumbang di beberapa wilayah di dunia, termasuk Indonesia sekitar pukul 07.04 WIB.

Saat Youtube tak bisa digunakan, terdapat lebih dari 280 ribu laporan mengenai masalah ini. Netizen berbondong bondong mengeluhkan masalah ini. Khusus Indonesia, laporan banyak berasal dari wilayah sekitar Jakarta.

Pengguna juga ramai mengicaukan tagar  #YouTubeDOWN di twitter. Namun demikian, akun @teamYouTube di twitter menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengetahui masalah ini dan sedang melakukan perbaikan.

“Jika kamu mengalami masalah saat menonton vidoe di YouTube sekarang, maka kamu tidak sendirian. Tim kami sudah menyadari permasalahan ini dan kami sedang mencoba memperbaikinya. Kami akan terus memberikan informasi selanjutnya,” tulis @TeamYouTube.

** Ilham Sadjali [MG/UIK-Jb]

Kejujuran Suku Baduy Dinodai Sindikat Pemalsu Madu

0

Serang | Jurnal Inspirasi

Nama suku Baduy dicatut pemalsu madu setelah Polda Banten membongkar produksi madu palsu di daerah Jakarta. Madu abal-abal itu kemudian dibungkus sedemikian rupa, hingga terlihat alami dan memiliki corak khas Lebak, Banten. Setidaknya ada tiga tersangka yang ditangkap, yakni MS (47) pemilik rumah produksi, TM (35) pembuat madu, dan AS (24) sebagai pemasar. 

Para pelaku menjual madunya seharga Rp24 ribu per liter. Kemudian oleh pengepul dijual ke pengecer seharga Rp70 ribu. Sampai ke masyarakat, harganya mencapai Rp200 ribu per liter.

Pemerhati adat Baduy, Uday Syuhada, meminta pihak kepolisian bisa mengungkap otak intelektualnya.

“Kita tahu Baduy itu unik, mereka terkenal sebagai masyarakat yang penuh kejujuran, sederhana. Kearifan lokal ini yang dimanfaatkan oleh jaringan itu sebagai pemasar, itulah yang diambil oleh oknum yang tergabung dalam sindikat madu palsu tersebut. Penegak hukum mengambil aktor intelektualnya, jangan mengorbankan masyarakat adat Kanekes yang selama ini hidupnya bersahaja,” kata pemerhati Budaya Baduy, Uday Syuhada di Kota Serang, Banten dikutip dari Sindonews, Kamis (12/11).

Menurut Uday, banyak anak muda Baduy Luar dieksploitasi oleh sindikat pemalsu madu, untuk memasarkannya melalui media sosial dan dijual secara tradisional, dengan berjalan kaki atau bertemu langsung dengan pelanggannya.

Diperlukan upaya serius kepolisian untuk membongkar sindikat pemalsu madu yang memanfaatkan suku asli Banten tersebut.

“Saya ingin mendorong Polda (Banten) menegakkan hukum seadil-adilnya, komunitas adat Baduy sebagai local wisdom-nya harus kita selamatkan. Karena Baduy dalam hal ini menjadi korban, dalam sindikat pemalsuan madu tersebut. Tentu masyarakat Baduy Luar yang dieksploitasi oleh pihak lain,” terangnya.

Menurutnya, sebelum madu palsu masuk ke Suku Baduy, anak mudanya masih rajin menggarap ladang. Namun kehidupan remajanya berubah, semenjak madu abal-abal masuk.

Perubahan orientasi hidup ini dikarenakan gencarnya sindikat pemalsu madu membujuk rayu generasi penerus suku asli Banten itu untuk memasarkannya, dengan memanfaatkan kejujuran dan keramahtamahannya.

“Bayangkan mereka yang biasanya menemani orangtuanya ke ladang, berhuma, tetapi dengan iming-iming mencari uang dengan mudah, dengan menjual madu tersebut melalui medsosnya, tentu orientasinya berubah, banyak anak muda Baduy ini enggan pergi ke ladang,” tuturnya.

** ass

Pasar Bogor Jadi Sasaran Razia Masker

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Razia masker dilakukan di Pasar Bogor di Jl. Roda  Tengah RT 02 RW 07, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Hal ini dikatakan petugas saat melakukan apel gabungan, Rabu (11/11). Upaya ini dilakukan menindaklanjuti pandemi Covid-19 yang belum usai di ‘Kota Hujan’.

Dikutip dari laporan Kasat Sabhara Polresta Bogor Kota, Kompol H.Otang Sulaeman, S.H, tim gabungan terdiri dari Sabhara Polresta Bogor Kota, Satpol PP dan TNI tersebut dilaksanakan dalam rangka penegakan Perwali Kota Bogor tentang penggunaan masker saat pandemi Covid-19 agar virus tidak merajalela di Kota Bogor dan wabah bisa dihentikan sehingga tidak ada lagi korban akibat virus ini.

Kasat Sabhara Polresta Kota Bogor melaporkan, sebanyak 24 pelanggar yang tidak memakai masker dengan sanksi sosial 15 orang dan membayar denda sebanyak 9 orang dengan denda 50.000 per orang, serta ada pemberian masker kepada pelanggar sebanyak 20 orang.

“Masyarakat masih tidak disiplin mangkanya dari polisi, dari TNI membantu Pemda untuk mendisiplinkan warganya yang masih tidak disiplin, harapannya supaya masyarakat lebih disiplin jangan hanya seenaknya demi menjaga keselamatan diri dan orang lain,” ujar Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota, IPDA Rachmat Gumilar di Polresta Bogor, Rabu (11/11).

Sementara razia  tersebut mengerahkan 12 personil anggota Dalmas Polresta Bogor, 15 personil Sat Pol PP Kota Bogor, 2 personil anggota Koramil Bogor Tengah, 2 personil anggota Den Pom Kota Bogor, dan 7 personil PD. Pasar Pakuan Jaya.

** Eliyani [MG\UIK-Jb]

PSBMK di Kota Bogor Diperpanjang Lagi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) hingga dua pekan ke depan, terhktung sejak mulai Rabu (11/11) hingga 24 November 2020 mendatang.

Kepada wartawan, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa perpanjangan dilakukan lantaran Kota Hujan masih berada di zona oranye (risiko sedang) penularan corona atau Covid-19.

Menurut dia, tidak ada yang berbeda dengan penerapan PSBMK sebelumnya yang mengatur beberapa hal. Diantaranya, jam operasional dine in atau makan di tempat untuk kafe, restoran, rumah makan, dan sejenisnya dikembalikan hingga pukul 21.00 WIB.

“Jadi tak ada ketentuan baru, masih sama dengan perpanjangan PSMKB kemarin,” ujar Dedie, Rabu (11/11).

Kata dia, apabila melihat angka positif dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Penyebabnya adalahhasil swab dan tracing yang semakin masif. “Karena swab masif dan tracing juga akhirnya ada kenaikan,” katanya

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pada Rabu (11/11) terjadi penambahan 48 kasus positif, sehingga totalnya menjadi 8.634. Dari angka tersebut, mereka yang masih dinyatakan sakit ada sekitar 472 pasien.

** Fredy Kristianto