25.7 C
Bogor
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1430

Habib Rizieq Datangi Markaz Syariah di Megamendung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mendatangi Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11). Habib Rizieq disambut ribuan jamaah hingga arus lalu lintas ke arah Puncak dan sebaliknya dilakukan rekayasa lalulintas oleh Polres Bogor. Habib Rizieq datang melalui Jalan Pasir Muncang.

“Hari ini ramai, tapi alhamdulillah bisa tertib. Jadi barusan Habib Rizieq lewat dan sudah memasuki ke arah Markaz Syariah. Kami menunggu situasi ke depan,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy di Megamendung, Kabupaten Bogor dikutip dari RMOL, Jumat (13/11).

Dalam pantauan Roland, kepadatan massa simpatisan Habib Rizieq hanya ada di sekitaran Jalan Pasir Angin, Gadog. “Enggak ada (di tempat lain), hanya di sini saja. Sekitaran Pasir Angin,” tuturnya.

Sejak Kamis (12/11) malam, sekitar 600 hingga 700 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Brimob disiagakan untuk pengamanan arus lalu lintas menuju Markaz Syariah.

Di lokasi yang sama, Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Dicky Anggi Pranata mengatakan pihaknya akan melakukan kegiatan pengamanan dari sebelum hingga setelah kegiatan Habib Rizieq dan jamaahnya berlangsung. “Jadi kegiatan pengamanan itu dari sebelum, saat, sampai setelah kegiatan,” ujar Dicky.

Sementara setelah Habib Rizieq melewati Simpang Gadog menuju pondok pesantrennya, arus lalu lintas di Simpang Gadog masih padat. Tepatnya di depan Vimala Hills. Sementara itu, kendaraan dari Exit Tol Gadog menuju kawasan Puncak baru bisa memasuki ke Simpang Gadog pada pukul 10.15 WIB. Sedangkan, arus lalu lintas dari Puncak menuju Jakarta terpantau lancar.

** ass

Bawa Satu Pesan, Aliansi BEM Se-Bogor Kembali Gelar Aksi di Tugu Kujang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Bogor kembali menggelar aksi pernyataan sikap untuk Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor di Tugu Kujang Kota Bogor, tepatnya di Jalan Padjajaran Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (12/11).

Berawal dari keresahan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan Pemkot dan Pemkab, Aliansi BEM se-Bogor, yang dinilainya masih ada yang belum berpihak ke masyarakat. Dalam orasinya koordinator BEM SE-Bogor M. Aditya Abdurahman mengatakan, ‘’4 skala prioritas yang di permasalahkan yakni, meningkatkan perekonomian daerah melalui perluasan sektor UMKM, kebijakan pemerintah kota maupun kabupaten selaras dengan kepentingan masyarakat, pengintegrasian transportasi di daerah agar dipermudah serta terciptanya ketertiban lalu lintas.”

‘’Dengan waktu 5 X 24 jam tidak ada kejelasan dan perubahan dari pemerintah, kami Aliansi BEM se-Bogor akan menggelar kembali aksi dengan tuntutan yang sama,’’ tandas Aditya.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan solusi atas kebijakan yang dibuat. Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan ‘BEM SE-Bogor membawa pesan untuk Pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten’.

Para mahasiswa tersebut tergabung dari 22 kampus di Kota dan Kabupaten Bogor tersebut menyatakan akan terus berkontribusi dan berpartisifasi aktif untuk mengawal kebijakan pemerintah agar selaras dengan kepentingan masyarakat Bogor.

** Naning Nuralia [MG/UIK-Jb]

Puskesmas Ciomas Serukan Tepuk Tangan Serentak 56 Detik

0


Ciomas | Jurnal Inspirasi

Puskesmas Ciomas memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 di tengah pandemi Covid-19 dengan. membagikan masker gratis kepada masyarakat dan seruan tepuk tangan serentak 56 detik, Kamis (12/11). “Peringatan (HKN) ini masing-masing dilakukan dengan cara dan versi yang berbeda pada tahun ke tahun. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi, tentu jelas berbeda namun tetap diselenggarakan via online (virtual),” ujar Bagian Tata Usaha Puskesmas Ciomas, Khoirul Ummah.

Seperti diketahui, pada tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat” dan sub tema “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19”.

Kemenkes RI melalui akun Instagram mengajak masyarakat untuk meluangkan waktu pada Kamis, 12 November 2020 pukul 12.00 WIB untuk bertepuk tangan bersama secara serentak selama 56 detik. “Satukan tekad menuju Indonesia sehat. Dengan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, kita berjuang bersama dan masih terus berjuang. Kini saatnya kita satukan tekad dan semangat untuk Indonesia sehat, berikan tepuk tangan kita untuk seluruh pejuang Covid-19, untuk kita semua.” demikian keterangan unggahan akun Instagram @kemenkes_ri.

Sementara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Puskesmas Ciomas mempersiapkan kegiatan pelaksanaan pada pagi hari pukul 07.00 WIB, dan berlangsung dimulai pukul 09.00 via Zoom. Lalu, dilangsungkan dengan pembagian 1.250 masker gratis kepada masyarakat setempat. Dan tepat pada pukul 12.00 WIB dilanjut dengan melakukan tepuk tangan serentak selama 56 detik. Segenap jajaran kesehatan lainnya beserta seluruh lapisan masyarakat memperingati kegiatan HKN ini dengan seksama.

“Disini (Puskesmas Ciomas) acara pembukaan dimulai pagi hari bersama Dinas Kesehatan. Untuk apel peringatan HKN sudah dipersiapkan, dan kegiatan pelaksanaan dilakukan via Zoom. Seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Swasta, semuanya melakukan pembukaan acara HKN ke-56 pada hari ini. Dilanjutkan dengan pembagian 1.250 masker gratis kepada masyarakat wilayah kerja, pasien dan pengunjung . Setelah itu, kita melakukan tepuk tangan serentak selama 56 detik yang diawali dan diakhiri dengan bunyi sirine. Lalu, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.” ujar Khoirul Ummah.

Dia berharap diselenggarakannya kegiatan HKN ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana pentingnya hidup sehat, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. “Sesuai dengan visi puskesmas disini, yaitu membuat masyarakat wilayah kerja puskesmas ini mandiri untuk hidup sehat. Harus tau apa itu sehat, bagaimana menjaga kesehatan, dan harus kemana jika ia mengalami gangguan kesehatan, terlebih di masa pandemi sekarang ini. Itulah yang kami harapkan,” ungkapnya.

** M. Fadhil Mauludi [MG/UIK-Jb]

Artikel diatas ada perbaikan konten perubahan dari https://jurnalinspirasi.co.id/2020/11/13/puskesmas-ciomas-serukan-tepuk-tangan-serentak-56-detik/

Terinspirasi dari Berlian, PT MODENA Gandeng Christian Sugiono Luncurkan Water Heater Mewah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Sebagai salah satu pemimpin pasar home appliances di Indonesia, PT. MODENA Indonesia resmi meluncurkan inovasi terbaru dari lini produk water heater atau pemanas air.

Mengambil inspirasi dari kemewahan diamond cut, seri Limited Edition Water Heater by Christian Sugiono ini merupakan bentuk komitmen MODENA untuk memadukan tampilan elegan dengan fitur-fitur terkini dan terbaik pada peralatan rumah tangga.

Uniknya, kali ini, MODENA menggandeng Christian Sugiono, seorang public figure dengan segudang prestasi yang sudah tidak diragukan lagi untuk berkolaborasi dalam proses pengembangan dan desain produk.

Christian terlibat secara aktif dalam proses pengembangan desain water heater ini, mulai dari diskusi dengan tim pengembangan produk, sampai tercetuslah ide desain yang terinspirasi dari diamond cut ini.

“Inspirasi desain berlian dan sosok Christian Sugiono merupakan perpaduan sempurna sebagai representasi kemewahan produk inovasi terkini dari MODENA. Ini sangat sesuai untuk masyarakat urban penganut gaya hidup sehat yang juga memiliki concern terhadap estetika interior rumah, termasuk area kamar mandi,” tukas Bagus Y. Prastowo, Direktur MODENA Indonesia.

Menurut Bagus, dipilihnya Christian Sugiono untuk kolaborasi ini adalah karena prestasinya sebagai seorang aktor papan atas di Indonesia, serta gaya dan penampilannya yang dianggap sesuai untuk mewakili MODENA. Kombinasi inilah yang juga ingin ditonjolkan MODENA melalui limited edition water heater terbaru mereka.

“MODENA ingin mengubah paradigma masyarakat Indonesia mengenai water heater yang selama ini hanya dianggap sebagai sebuah alat atau pelengkap pada interior kamar mandi. Seri limited edition tidak hanya memiliki fungsi yang mumpuni, melainkan juga desain yang mewah untuk mempercantik tampilan ruangan,” lanjut Bagus.

Peluncuran water heater edisi terbatas ini dilakukan MODENA dengan cara yang tidak biasa. Diluncurkan dalam sebuah acara yang bertajuk Luxury In Style, produk ini secara resmi diperkenalkan di atas sebuah yacht yang berlayar mengitari Teluk Jakarta di momen matahari tenggelam.

Tentunya, MODENA menaati seluruh protokol kesehatan COVID-19 dalam seluruh rangkaian acara seperti physical distancing, penggunaan masker dan face shield dan penyediaan hand sanitizer.

Diperkenalkan oleh Munarko selaku Product Marketing Manager PT. MODENA Indonesia, keunikan produk ini terletak pada diamond cut design pada bagian depan. Motif berlian ditambahkan pada permukaan berwarna abu-abu untuk menimbulkan kesan mewah dan berkelas.

Tanda tangan Christian Sugiono dibubuhkan di area tengah sebagai karakteristik khusus dan simbol kolaborasi antara MODENA dan Christian.

Keistimewaan water heater terbaru dari MODENA bukan hanya berasal dari penampilan semata. Teknologi dan fitur canggih selalu melekat pada produk-produk MODENA sebagai wujud inovasi tanpa henti, tidak terkecuali pada seri limited edition ini.

Fitur-fitur ini sekaligus merupakan konsistensi MODENA untuk mendukung pola hidup sehat dan menciptakan tempat tinggal keluarga yang lebih cerdas.

Limited Edition Water Heater by Christian Sugiono sudah dilengkapi dengan Ion Ag+ Antibacterial yang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, sementara teknologi Anti-Rust Magnihealth+ akan menetralisi kandungan korosif dalam air untuk mencegah terjadinya karat. Dua fitur ini membantu menciptakan air yang lebih higienis dan bersih.

Selain sisi kesehatan, sisi keamanan juga mendapatkan perhatian khusus dengan dipasangnya sistem pengaman Electric Safety yang akan secara otomatis memutus aliran listrik bila terjadi kebocoran arus. Konsumen dijamin aman dari bahaya tersengat listrik maupun konsleting.

Tabung air juga dilapisi dengan Porcelain Enamel sehingga tidak bersentuhan langsung dengan air, memastikan tabung air lebih tahan lama dengan jaminan kebocoran hingga 10 tahun.

Seri water heater terbaru dari MODENA ini memiliki dua varian, yakni gas dan elektrik. GI 0652 CS adalah gas water heater yang dapat beroperasi dengan air bertekanan rendah, sementara untuk varian elektrik memiliki tiga pilihan tipe dengan ukuran dan kapasitas air yang berbeda.

ES 10 CS memiliki ukuran paling kecil dan kapasitas sebesar 10L. ES 15 CS berukuran sedikit lebih besar dengan kapasitas 15L dan ES 30 CS merupakan yang terbesar dengan kapasitas 30L.

Munarko menyatakan bahwa hadirnya dua varian water heater di seri terbaru ini merupakan upaya MODENA untuk menjangkau konsumen secara lebih luas dengan cara menghadirkan pilihan energi yang dapat digunakan.

“Kami ingin memberikan pilihan bagi masyarakat Indonesia. Konsumen dapat memilih varian gas atau elektrik sesuai dengan preferensi mereka karena keduanya hemat energi. Konsumen tidak perlu khawatir untuk menjadikan Limited Edition Water Heater by Christian Sugiono sebagai pilihan untuk rumah masa kini,” tutup Munarko.

Sementara itu, produk MODENA di Bogor bisa di dapat di toko SB elektronik (Ko Ahen) – PS Anyar, Super Surya – PGB, Kiki elektrik – Surken dan di toko-toko traditional serta modern elektronik area Bogor.

Fredy Kristianto | *

PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) ke-56 TINGKAT KOTA BOGOR TAHUN 2020

0

“SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT” BERJUANG BERSAMA MELAWAN PANDEMI COVID 19

“Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat “, merupakan tema HKN pada tahun ini. Tema ini merupakan salah satu seruan kepada seluruh tenaga kesehatan dan seluruh komponen masyarakat untuk terus bertekad menyelamtkan bangsa dalam pandemic covid 19. Jaga Diri Keluarga , keluarga, dan masyarakat , Selamatkan bangsa dari Pandemi Covid 19 merupakan sub tema yang mempunyai arti mengajak seluruh masyarakat ar tidak putus asa dan kendor dalam menjada kesehatan diri serta selalu melaksanakan protocol kesehatan.

Peringatan HKN ke-56 tahun 2020, dilaksanakan di tengah bencana kesehatan yang telah merenggut ribuan jiwa masyarakat termasuk tenaga Kesehatan,  dan menjadi sebuah kenyataan yang memprihatinkan.. Pandemi ini telah dirasakan pengaruhnya telah berdampak terhadap aspek Kesehatan, sosial dan ekonomi, serta terganggunya pelayanan di berbagai bidang. Pembatasan mobilitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Cepat atau lambatnya penurunan angka penularan virus corona ditentukan oleh kemauan masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang ditandai oleh sikap dan perilaku sehat seseorang dalam melakukan aktivitasnya

Perjuangan menyelamatkan bangsa dari belenggu COVID-19 masih panjang dan membutuhkan kerja keras. Ikhtiar yang harus dilakukan adalah berusaha untuk melindungi diri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita dengan, menerapkan protokol kesehatan. Transmisi atau penularan di masa adaptasi kebiasaan baru akan terus terjadi selama masyarakat tidak mau menerapkan perilaku pencegahan COVID-19

Selanjutnya Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN) ke-56 Tingkat Kota Bogor akan dilaksanakan rangkaian kegiatan yang akan melibatkan seluruh insan kesehatan di kota Bogor, sehingga  kami sangat mengharapkan semua insan kesehatan bahu membahu memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan dirasakan langsung oleh masyarakat kota Bogor.

 Rangkaian Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di kota Bogor adalah sebabai berikut:

  1. Upacara Peringatan HKN melalui Virtual

Upacara dilaksanakan pada tanggal 12 Nopember secara virtual dengan Kementrian Kesehatan RI. Kegiatan dilanjutkan dengan upacara virtual sekaligus lanunching kegiatan “ GEMA (Gerakan Masyarakat) yang melibatkan seluruh RS, Puskesmas dan organisasi profesi kesehatan se-Kota Bogor. Tepat pada pukul 12.00 WIB dilakukan “Gerakan Tepuk Tangan Bersama 56 detik”  sebagi symbol pengahargaan kepada Tenaga kesehatan yang telah. berjuang dan Masyarakat yang telah melaksanakan Protokol Kesehatan untuk mencegah Covid 19

  • Pengabdian Masyarakat

Semua RS , puskesmas dan Organisasi Profesi Kesehatan diwajibkan melakukan kegiatan Pengabdian masyarakat dengan melakukan upaya-upaya promotif dan edukatif  maupun deteksi dini yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat baik di dalam gedung maupun luar gedung selama bulan Nopember 2020 . Kegiatan dapat berupa: pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker, penyuluhan ke masyarakat,seminar, dll.

  • Kampanye GEMA (Gerakan Masyarakat) 3M

Kegiatan kampanye masif ke masyarakat yang akan dilaksanakan secara serentak di wilayah kota Bogor dengan melibatkan seluruh institusi kesehatan, lintas sector dan komponen masyarakat diluar bidang kesehatan selama Nopember 2020. Masing-masing diinstansi akan mendapatkan bantuan masker dari Kementrian Kesehatan RI yang telah didistribusikan ke Dinas Kesehatan Kota Bogor. Masing-masing institusi diperbolehkan membuat masker sendiri .

  • Penyebarluasan informasi melalui media

Semua intansi kesehatan diwajibkan menyebarluaskan informasi terkait peringatan HKN baik melalui media cetak ( spanduk, umbul-umbul,dll) maupun media yang lainnya selama bulan Nopember 2020.

Meskipun HKN tahun ini dilaksanakan dalam kondisi yang memprihatinkan, harapan kita semua menjadi momentum untuk mengubah perilaku masyarakat dan mendorong penguatan upaya kesehatan promotif dan preventif. Implementasinya harus melibatkan peran aktif lintas sektor, perguruan tinggi, ormas, swasta, termasuk media massa. Sehingga dapat membangun masyarakat Kota Bogor yang produktif dan aman COVID-19 di era adaptasi kebiasaan baru.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan memudahkan itikad baik kita dalam mewujudkan masyarakat Indonesia dan masyarakat Kota Bogor yang lebih sehat.

Salam Sehat, Sehat Indonesia ! Bersyukur

 Oleh:

Erny Yuniarti, SKM

Kasi.Infokes dan Humas.

Opsi Mempailitkan PDJT Mencuat, Begini Tanggapan Agus Suprapto

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perubahan status Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) saat ini segera dimatangkan oleh DPRD Kota Bogor, setelah sebelumnya sudah disetujui dengan adanya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pada Rapat Paripurna, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini pun muncul usulan dari DPRD untuk mempailitkan terlebih dahulu PDJT, daripada mengubah statusnya menjadi Perumda. Hal itu lantaran dalam laporan neraca keuangan, PDJT terus menerus merugi.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PDJT, Agus Suprapto mengatakan bahwa berdasarkan kajian Bagian Ekonomi Pemkot Bogor tidak ada opsi untuk mempailitkan PDJT. Sebab, perubahan status ini hanya untuk mengubah nomenklatur sesuai Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD.

“Di dalam UU dan perpres disebut bahwa bentuk BUMD ada dua, yakni Perumda dan Perusahaan Perseoran Daerah (Perseroda). Ini hanya perubahan nomenklatur, tidak ada hubungan dengan mempailitkan,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Menurut Agus, perubahan status menjadi perumda dipilih lantaran bentuk badan hukum itu masih mengakomodir sisi pelayanan. Berbeda dengan perseroda yang fokus terhadap profit oriented.

“Ini hanya soal mengubah nomenklatur. Jadi kalaupun berubah status, belum tentu PDJT akan meminta penyertaan modal daerah. Karena sampai saat ini masih dalam tahap kajian investasi. Dan apabila meminta modal tentunya, harus diperdakan lagi,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, mempailitkan bukanlah pilihan pemkot, tetapi pemerintah menginginkan agar PDJT tetap eksis. Caranya dengan merestrukturisasi organisasi manajemen, modal keuangan dan protofolio bisnis.

“Hal-hal itu yang akan ditata,. Bila berjalan baik, baru proses selanjutnya. Kalau layak dikembangkan, ya dikembangkan,” katanya.

Agus menegaskan, untuk mengeksiskan PDJT tidak selamanya membutuhkan suntikan modal, bila kerjasama dengan pihak swasta berjalan. Sebab, PDJT tak hanya berkutat pada sektor angkutan, tetapi juga bisa menjadi management bus company seperti Trans Jakarta.

“Cara menghidupi PDJT tak hanya dari karcis, tetapi bisa dari bengkel atau pengelolaan parkir. Jadi salah bila penyertaan modal digunakan untuk operasional. Yang benar itu untuk investasi,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan itu.

Lebih lanjut, kata Agus, pihaknya juga sudah menyiapkan opsi pengembangan PDJT dengan menggandeng PPD dalam membuka koridor baru, pengelolaan SPBU dan perbengkelan dengan menggandeng swasta.

Sebelumnya, Ketua Pansus Perubahan Status PDJT, Shendy Pratama mengatakan bahwa pihaknya membuka opsi untuk mempailitkan perusahaan pelat merah itu daripada merubah status perusahaan.

Menurut dia, berdasarkan naskah akademis yang diterima, terdapat kalimat yang menyatakan bahwa neraca keuangan PDJT terus menerus merugi. Dengan demikian opsi pailit menjadi salahbsatu langkah yang dapat dilakukan

“Kami akan menelaah mengenai neraca keuangan dan bagaimana kerugian yang diderita,” ucapnya.

Shendy menjelaskan, raperda yang sudah diloloskan oleh Badan Pembuat Peraturan Daerah ini tidak hanya merubah badan usaha saja. Namun, raperda ini bisa menjadi pintu masuk bagi persoalan-persoalan lainnya di kemudian hari.

“Kondisi PDJT saat ini dalam kategori sakit kronis. Dewan juga akan menggandeng akademisi membuat naskah akademis untuk melihat peluang apakah bisa atau tidaknya diloloskannya raperda ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sambung dia, PDJT bakal mempunyai kewenangan lebih dalam mengelola usaha. Tetapi, apabila melihat kondisi, sama saja mengakhiri PDJT.

“Harus menelaah dengan seksama 109 pasal yang tertuang di dalam Raperda PDJT. Sehingga tak perlu menunggu sampai penyertaan modal. Pemkot ingin juga memasukan PSO atau subsidi public service obligation,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Mahasiswa Turun ke Jalan Sosialisasi Protokol Kesehatan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Bogor, Kamis (12/11). Wilayah yang menjadi lokasi sosialisasi tersebut yakni Jalan Mayor Oking dan pedestrian Kebun Raya Bogor.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Satuan Gugus Tugas (Satgas)  penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IV dan universitas yang ada di Kota Bogor.

Hasil penanggulangan yang belum maksimal, dinilai menjadi latar belakang kegiatan ini dilakukan kembali dan perlu melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaannya. “Melihat penanggulangan pandemik masih belum sesuai harapan kita, dan juga hasil penelitian banyak diantara masyarakat merasa yakin tidak terkena Covid-19 walaupun tidak melakukan pencegahan. Mayoritas masyarakatnya dari kalangan muda,” ujar Humaira Anggie, dosen pendamping lapangan (DPL).

Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Tujuannya di sini kita melihat apakah masyarakat masih mematuhi protokol atau tidak, kemudian memperhatikan kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatannya,” jelas Ramdan Alfiana, ketua duta perubahan perilaku.

Menurut Ramdan, masyarakat meresponpositif sosialisasi yang dilakukan. Namun terdapat beberapa rumah makan yang menolak adanya edukasi yang akan dilakukan. Hasil sosialisasi akan dilaporkan oleh mahasiswa melalui aplikasi monitoring perubahan perilaku yang disediakan oleh Satgas Nasional.

Peserta dalam kegiatan ini ialah mahasiswa semester 3 dan 5 berjumlah 15 orang yang juga merupakan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Himpunan Mahasiswa (HIMA) FIKES UIKA. “Sebelum turun kami menyiapkan semuanya terlebih dahulu, teknisnya, apa yang akan disampaikan, lokasinya, dan membuat media yang akan dipakai,” tambah Ramdan.

Hanin, salah satu peserta mengaku bahwa ia merasa sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Senang bisa sosialisasi mengingatkan bahwa penyakit ini memang ada dan bukan sebuah konspirasi seperti kabar yang beredar di masyarakat,” tambah Hanin.

“Harapannya semoga masyarakat memiliki daya lenting, kembali pulih walau kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Dan semoga mahasiswa yang berpartisipasi nantinya tidak langsung menjustifikasi masyarakat susah diarahkan melainkan turut merasakan kesulitan masyarakat dan melakukan upaya preventif,” tutup Anggie.

** Naning Nuralia [MG/UIK-Jb]

Indef Apresiasi Sektor Pertanian tetap Tumbuh di Kuartal III

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Tauhid mengapresiasi  tumbuhnya sektor pertanian nasional di kuartal III tahun 2020 hingga mencapai 2,15 persen. Menurut Tauhid, angka tersebut memiliki nilai yang sangat luar biasa karena disaat bersamaan sektor lainya tengah dalam kondisi menurun.

“Saya kira ini hal yang sangat positif di tengah sektor-sektor lainnya tumbuh negatif meskipun belum normal sepenuhnya,” ujar Tauhid, baru – baru ini.

Tauhid mengatakan, semua capian positif ini jika dilihat secara tahunan (y on y) maupun secara kuartalan (q to q) selalu didukung oleh banyaknya permintaan kebutuhan pada komoditas hortikultura dan perkebunan baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

“Sektor pertanian selalu didukung permintaan yang lebih stabil, terutama pada komoditas hortikultura dan perkebunan, baik pasar dalam negeri maupun ekspor,” katanya.

Meski demikian, Tauhid meminta agar pemerintah segera membenahi dan memperbaiki kondisi kontraksi pada sub sektor peternakan dan perikanan yang turun akibat melemahnya permintaan sektor hotel, restoran dan rumah makan.

“Yang jelas perlu upaya kerja keras lagi mengingat triwulan II tahun 2020 pertumbuhan YonY sudah 2,19%. Kontribusi khususnya dari subsektor tanaman pangan yang meskipun tetap positif di tengah panen raya kedua tanaman padi namun mengalami gejala penurunan permintaan seiring melemahnya daya beli,” katanya.

Menyambung apa yang disampaikan Ahmad Tauhid, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa kegiatan panen raya padi kedua yang masih berlangsung di sejumlah daerah merupakan kontribusi utama atas tumbuhnya sektor pertanian di kuartal III. Selain itu, ada juga pertumbuhan pada subsektor hortikultura yang dibarengi dengan peningkatan permintaan buah dan sayur.

“Dari perkebunan ada komoditas kakao, karet, cengkeh, tembakau yang berkontribusi. Pertumbuhan ini juga dipicu oleh serapan KUR Pertanian yang terus berjalan dengan baik,” katanya.

Di samping itu, lanjut Kuntoro, BPS juga mencatat bahwa nilai ekspor pertanian pada periode Januari-September 2020 mencapai US$ 2,82 miliar atau meningkat sebesar 9,7 persen jika dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya US$ 2,57 miliar.

“Untuk  nilai ekspor olahan pertanian pada periode yang sama juga meningkat sebesar US$ 18,47 miliar atau 5,97 persen jika dibanding tahun lalu yang hanya US$ 17,43 miliar,” katanya.

Kuntoro mengatakan, peningkatan yang terjadi juga memiliki dampak besar pada naikknya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Juni-September masing-masing sebesar 101,66 dan 101,74, dimana angka keduanya lebih besar dari 100.

Dengan angka tersebut, Kuntoro memastikan bahwa Kementan mampu memenuhi kebutuhan beras hingga akhir tahun mendatang. Kondisi ini dapat terlihat dari jumlah produksi beras Januari-September tahun 2020 yang mencapai 26,06 juta ton.

“Bahkan menurut rilis BPS diperkirakan sampai akhir Desember 2020 produksi beras akan mencapai 31,63 juta ton atau meningkat lebih dari 1 persen jika dibanding tahun sebelumnya. Dengan angka produksi tersebut maka akan ada stok di akhir tahun sebesar 7,4 juta ton,” tutupnya.

** PPMKP Ciawi-Bogor

HADITS HARI INI

0

13 November 2020
27 Rabi’ul Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi’ berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengkhabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.

HR Muslim No. 5314

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Puskesmas Ciomas Serukan Tepuk Tangan Serentak 56 Detik

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Puskesmas Ciomas memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 di tengah pandemi Covid-19 dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat dan seruan tepuk tangan serentak 56 detik, Kamis (12/11). “Peringatan (HKN) ini masing-masing dilakukan dengan cara dan versi yang berbeda pada tahun ke tahun. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi, namun tetap diselenggarakan via online (virtual),” ujar Bagian Tata Usaha Puskesmas Ciomas, Khoirul Ummah.

Seperti diketahui, pada 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat” dan sub tema “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19”.

Kemenkes RI melalui akun Instagram mengajak masyarakat meluangkan waktu pada Kamis, 12 November 2020 pukul 12.00 WIB untuk bertepuk tangan bersama secara serentak selama 56 detik. “Satukan tekad menuju Indonesia sehat. Dengan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, kita berjuang bersama dan masih terus berjuang. Kini saatnya kita satukan tekad dan semangat untuk Indonesia sehat, berikan tepuk tangan kita untuk seluruh pejuang Covid-19, untuk kita semua.” demikian keterangan unggahan akun Instagram @kemenkes_ri.

Sementara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan di Puskesmas Ciomas mulai berlangsung pada pagi hari pukul 07.00 WIB. Lalu, pada pukul 10.00 WIB dilangsungkan dengan pembagian 750 masker gratis kepada masyarakat wilayah kerja, pasien dan pengunjung. Dan tepat pada pukul 12.00 WIB dilanjut dengan melakukan tepuk tangan serentak selama 56 detik. Segenap jajaran kesehatan lainnya beserta seluruh lapisan masyarakat memperingati kegiatan HKN ini dengan seksama.

“Disini (Puskesmas Ciomas) sekitar pukul 7 pagi acara pembukaan dimulai bersama dinas kesehatan. Seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Klinik Swasta, semuanya melakukan pembukaan acara HKN ke-56 pada hari ini. Momen pembagian 750 masker kepada masyarakat wilayah kerja, pasien dan pengunjung sekitar jam 10. Sebagai simboliknya jam 12 siang, kita melakukan tepuk tangan serentak selama 56 detik diikuti dengan bunyi sirine. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama.” ujar Khoirul Ummah.

Dia berharap diselenggarakannya kegiatan HKN ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana pentingnya hidup sehat, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. “Sesuai dengan visi dan misi puskesmas disini, yaitu membuat masyarakat di dalam wilayah kerja puskesmas ini mandiri untuk hidup sehat. Harus tau apa itu sehat, bagaimana menjaga kesehatan, dan harus kemana jika ia mengalami gangguan kesehatan, terlebih di masa pandemi sekarang ini. Itulah yang kami harapkan,” ungkapnya.


** M. Fadhil Mauludi [MG/UIK-Jb]