25.2 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1427

Pertahankan Produksi, Light Trap Jadi Jurus Petani Pandeglang Halau Hama Terbang

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Hama adalah hewan yang biasanya menyerang atau menggangu tanaman, sehingga tanaman tersebut tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Hama pada tanaman padi  jika tidak segera ditangani, petani akan membuat petani mengalami kerugian besar karena menurunnya produksi bahkan gagal panen.

Guna menghindari hal ini petani di kelompok tani Melati di desa Sinarjaya kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang Banten didampingi penyuluh dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (PPOPT) memasang lampu perangkap hama (Light Trap).

Hilman Jayadiningrat POPT Kecamatan Mandalawangi mengatakan alatnya dibuat manual dari kayu.  Cara kerja lampu perangkap hama (Light Trap) memerangkap hama yang bisa terbang dan tertarik dengan cahaya khusus di malam hari. Kemampuan jangkawan light trap tergantung besarnya kekuatan lampu dan sekarang alat dipasang  pada luasan lahan 10 ha.

 ” Cahayanya yang terang saat malam hari menarik hama yang umumnya serangga, masuk ke dalam perangkap. 25 watt bisa mencakup 2-3 ha dan jika lampu sampai 100watt akan menjangkau  5-6 ha, “ jelasnya.

Diungkapkan Hilman, light trap jadi alat yang diakui petani padi sebagai alat yang ampuh mengurangi serangan hama terbang seperti walangsangit, wereng dan imago penggerek batang.

Keuntungan menggunakan alat ini bagi petani akan mengurangi penggunaan pestisida kimia sehingga padi lebih aman dikonsumsi dan sehat. Dari sisi produksi juga dapat mempertahankan potensi hasil.

“ Usia tanaman saat ini 50 – 75 hst. Potensi hasil 7,5-8 ton /ha, jika yang terperangkap seperti wereng dan walang sangit serta imago penggerek batang jelas akan mempertahankan potensi hasil pertanian khususnya padi,” ungkapnya.

Pemasangan alat ini oleh petani terkendala pada instalasi listrik dan lampu yang mahal. Petani merasa perlu bantuan instalasi listrik dan lampu yang cukup terang.

untuk menjaga dan mengamankan produksi pangan nasional.Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah memerintahkan kepada semua jajaran Kementan untuk terus mengawal dan menuntaskan masalah-masalah pertanian seperti hama dan serangan penyakit dengan langkah konkret berupa pendampingan kepada petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menuturkan pertanian cukup rawan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Hama bisa merusak tanaman dan membuat petani gagal panen. Oleh karena itu petani, penyuluh dan POPT harus mengantisipasinya segera.

** Regi/PPMKP

Kota Bogor Belum Aman dari Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat. Bahkan hingga kini sudah mencapai 538 orang. Wali Kota Bima Arya pun menegaskan bahwa Kota Hujan belum aman dari ancama virus corona. “Belum aman, angka positif masih naik terus. Sekarang capai 40 per hari. Bila dilihat sejak 22 Oktober sampai 12 November, ada 538 kasus positif,” ujar Bima.

Menurut dia, 12 persen dari keseluruhan angka itu disebabkan akibat libur panjang beberapa waktu lalu. Sedangkan 40 persen diantaranya dari orang yang liburan dalam kota. “Kemudian orang-orang yang keluar kota, rekreasi. Ada juga yang karena silaturahmi dengan keluarga. Jadi itu menyumbang kasus positif,” ungkapnya.

Ia pun memprediksi angka positif akan terus naik sebagai dampak dari libur panjang. “Memang libur panjang menyebabkan lonjakan kasus,” ucapnya.

Bima menegaskan, hal itu seyogyannya dijadikan pelajaran bagi masyarakat, termasuk pemerintah dalam menelurkan kebijakan. Sebaiknya, kata dia, perlu adanya batasan waktu libur panjang dan cuti bersama melalui kesepakatan bersama antar menteri.

“Lebih baik libur panjang dikaji kembali. Tempat hiburan dan wisata mesti diperketat. Sebab protokol kesehatan banyak diabaikan, dan itu menyumbang angka positif,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengatakan lonjakan kasus positif terjadi satu sampai dua pekan terakhir. Bahkan pada Sabtu (14/11) tercarat ada 296 kasus baru. “Jadi pada Sabtu (14/11) saja ada 49 orang positif,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

Calon Internal Direksi Perumda Tirta Pakuan Didukung Fraksi PPP

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dukungan terhadap calon direksi Perumda Tirta Pakuan yang berasal dari internal semakin menguat. Kali ini dukungan tersebut datang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor. Ketua Fraksi PPP, Zaenul Mutaqin (ZM) mengatakan, pemilihan direksi Perumda Tirta Pakuan ini merupakan hak prerogatif walikota yang mekanismenya melalui seleksi. Namun, pihaknya berharap direksi Perumda Tirta Pakuan itu berasal dari internal.

“Kami berharap direksi ini dari internal, karena sosok dari internal itu yang tahu seluk-beluk perjalanan Tirta Pakuan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga dari eksternal, tapi kembali lagi kepada hasil seleksi dan kewenangan Walikota untuk menentukan itu,” ujar ZM.

Menurut dia, Tirta Pakuan saat ini sudah Perusahaan Umum Daerah yang ada di Kota Bogor, sehingga siapa pun nanti yang akan menjadi direktur utama, direktur umum dan direktur teknik, tentunya harus orang-orang yang kompeten dan kapabel, terutama urusan bisnis air minum. 

“Jadi, orientasi bisnisnya harus lebih kuat di samping pelayanan, kalau urusan teknik sudah pasti itu harus orang dalam yang mengerti,” ujarnya. 

Ia menilai, sejauh ini Tirta Pakuan sudah baik, mulai dari pelayanan hingga keuangan, kemudian juga berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah prestasi juga sudah diraih selama ini baik di tingkat provinsi hingga nasional. Tentunya direksi yang nanti terpilih, merupakan orang orang yang mampu memimpin perusahaam agar menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

“Tapi masih ada target-target Tirta Pakuan yang memang belum bisa tercapai dan itu harus difokuskan kembali oleh direksi yang akan datang,” tandasnya.

Terpisah, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon direksi dan dewan pengawas (dewas) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sudah dilaksanakan sejak 10 hingga 13 November. Hasil UKK akan diumumkan pada 17 November 2020. 

“Alhamdulilah secara keseluruhan rata rata kemampuannya sama, dan tinggal menimbang-nimbang dari para calon direksi maupun dewas untuk dipilih memimpin Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, agar mampu membawa kemajuan yang lebih berarti bagi perusahaan dan Kota Bogor,” kata Ketua Pansel direksi dan dewas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Mengenai kriteria untuk direksi kedepan, Dedie mengungkapkan, bahwa direksi harus memiliki integritas, kapasitas mencukupi dan berpengalaman, sehingga bisa membawa Perumda Tirta Pakuan menuju kemajuan yang lebih tinggi, karena capaian kemarin cukup bagus dan baik, dimana Perumda Tirta Pakuan masuk kedalam 5 besar di nasional.

Dengan banyaknya calon internal yang mengikuti seleksi direksi ini, tambah Dedie, merupakan proses regenerasi dan kaderisasi yang berjalan baik di Perumda Tirta Pakuan. Mayoritas dari internal yang mendaftar sangat bagus dan memberikan bukti bahwa kinerja karyawan di Perumda Tirta Pakuan sangat baik.

** Fredy Kristianto

Kota Bogor Miliki Eduwisata di Kampung Ciharahas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus menggenjot dan menggali potensi pariwisata di ‘Kota Hujan’. Salah satunya dengan membuat kampung tematik sebagai destinasi wisata baru untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), pasca pandemi Covid-19.

Diantaranya adalah mengembangkan Kampung Ciharahas, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan sebagai destinasi eduwisata. Dalam pengembangannya Pemkot Bogor akan memanfaatkan alam untuk memikat para wisatawan datang ke kawasan Mulyaharja.

Kepala Disparbud Atep Budiman mengatakan, pengembangan potensi wisata alam di Kampung ciharahas sangat cocok karena memang masyarakat sedang menggemari wisata alam, seperti jargon dari Kementerian Pariwisata sehat, bersih, aman, nyaman indah dan pembangunan yang berkelanjutan.

Atep menyatakan, ketertarikan Pemkot Bogor untuk mengemas dan mengembangkan wilayah ini sebagai pariwisata alam lantaran nuansa alam yang kental, dimana daerah ini menjadi titik tertinggi di Kota Bogor.

“Kami juga sudah sering mengajak influencer untuk membantu mempromosikan daerah ini, kami sedang mempersiapkan diri menyambut potensi wisata di Ciharahas,” ujar Atep.

Sejak beberapa tahun lalu, daerah ini sering dijadikan tempat kunjungan oleh para pelajar, mahasiswa dan turis dari luar negeri. “Sudah ada wisatwan menginap mulai dari tiga hari sampai sepekan, mereka tak menginap di hotel, tapi menginap di rumah warga, karena memang ada warga yang menyewakan rumahnya sebagai home stay,” kata Atep.

Kampung Ciharas nantinya akan dibuat menjadi Kampung Sunda, dimana para wisatawan dapat menikmati kuliner khas Sunda, budaya, permainan tradisional, dan menyaksikan kebiasaan masyarakat Sunda asli sehari-hari. “Rumah-rumah disana nanti akan dikonsep menjadi rumah khas Sunda, makanannya juga demikian, tetapi penyajiannya akan dibuat sebaik mungkin dan higienis,” jelasnya.

Tak hanya itu, wisatawan yang datang ke daerah tersebut juga dapat belajar bagaimana cara menanam padi dan memanennya. Sebab di Kampung Ciharashas, masih terdapat lahan pertanian sekitar 23 hektare. Dimana, 3,5 hektare diantaranya merupakan lahan padi organik.

Kampung Ciharas juga merupakan destinasi wisata yang cocok bagi para penggemar tracking ke area perbukitan dan trail runner. Pada kilometer pertama, trek mulai menanjak. Namun peserta cukup dimanjakan dengan ilalang dan pemandangan Kota Bogor dari ketinggian. Terlebih, panorama Gunung Salak.

Mendekati titik akhir usai melalui berbagai trek yang menanjak, menurun terjal, jembatan bambu, jalan setapak dan sesekali melintasi pemukiman warga, akhirnya mereka mulai disuguhkan dengan hamparan persawahan yang hijau. 

Di sini mereka dijamu berbagai minuman dan makanan khas, seperti bajigur, aneka rebusan, nasi liwet hingga durian khas Bogor Selatan. Menu nasi liwet yang disajikan warga setempat cukup beragam, mulai dari tumis jantung pisang, pepes tahu, teri, jengkol, cungkring, dan lain sebagainya.

Saat ini, kata Atep, Disparbud tengah mengupayakan sarana prasarana penunjang. “Kami menargetkan untuk dapat mendatangkan turis mancanegara. Makanya perlu ada beberapa standar yang mesti kita perhatikan. Kita juga akan inventarisir apa saja yang perlu kita intervensi, untuk bisa mendukung dan mempromosikan ini,” ungkapnya.

Untuk anggaran, masih kata Atep, sebenarnya tahun ini sudah kita siapkan Rp2 miliar untuk ini, dan seharusnya pembangunan infrastruktur sudah dilakukan di tahun ini. Namun, karena pandemi harus dilakukan refocusing penanganan Covid-19.

** Fredy Kristianto

Minol Dibahas Akan Dilarang

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Badan Legislasi tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Isi dari draft RUU itu menyebutkan pelarangan produksi, penjualan hingga konsumsi minuman beralkohol (minol) dengan beberapa pengecualian. Para pengusaha produsen, importir dan distributor menyatakan menolak pembentukan RUU tersebut.

Namun pengusul dan masyarakat yang pro lainnya, menyetujui karena minol lebih banyak dampak buruknya dibanding positifnya. RUU Minol ini diusulkan oleh 21 anggota DPR RI yang berasal dari tiga fraksi yakni PPP, PKS, serta Gerindra. Hal tersebut diketahui dari dokumen penjelasan pengusul RUU Minuman Beralkohol yang diunggah di situs resmi DPR.

Sedangkan beleid RUU ini berisi 7 bab dan mencakup 24 pasal. Salah satu isi dari beleid itu menjadi kontroversi dan dibahas banyak khalayak, khususnya larangan minuman beralkohol. Intinya, jika UU ini diteken, semua proses produksi, mengedarkan, sampai mengkonsumsi akan dilarang. Aturan ini tertuang pada bab II pasal 5,6 dan 7 yang berbunyi:

“Setiap orang dilarang memproduksi Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, Minuman Beralkohol tradisional, dan Minuman Beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4,” bunyi pasal 5 tersebut.

Selanjutnya, dalam pasal 6 dijelaskan bahwa setiap orang dilarang memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, Minuman Beralkohol tradisional, dan Minuman Beralkohol campuran atau racikan. Sedangkan pasal 7 dijelaskan larangan bagi orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut.

Namun demikian, larangan Minuman Beralkohol masih dikecualikan untuk waktu-waktu tertentu seperti untuk kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan oleh perundang-undangan. Aturan ini tertuang dalam pasal 8.

Sedangkan mengenai sanksi mulai dari 3 bulan penjara sampai 10 tahun penjara dengan nominal mulai dari Rp. 20 juta hingga Rp. 1 miliar. Diketahui, dalam pasal 4 menyebutkan minuman beralkohol mengandung etanol yang merupakan bahan psikoaktif yang dapat menurunkan kesadaran tinggi bagi orang yang mengkonsumsi.

Proses pembuatan minuman ini melalui proses panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kadar alkohol yang tinggi dalam minuman bisa berakibat gangguan pada kesehatan.

Daftar Jenis Minol yang Dilarang Dalam RUU Minol:

1. Bir

Minuman ini terbuat dari hasil fermentasi biji-bijian yang berasal dari beras, jagung, gandum. Bir merupakan minuman keras yang kadar alkohol rendah mulai dari 4 hingga 6 persen.

2. Rum

Rum merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari hasil fermentasi dari air tebu yang memiliki kadar alkohol sebesar 37.5 persen.

3. Wiski

Wiski merupakan minuman yang berasal dari fermentasi jagung yang memiliki tingkat alkohol 40 hingga 50 persen.

4. Vodka

Vodka terbuat dari biji-bijian yang telah difermentasi seperti gandum hitam dan jagung. Vodka termasuk minuman yang memiliki kadar alkohol mulai dari 35 hingga 60 persen.

5. Wine

Wine merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari hasil fermentasi buah anggur. Fermentasi wine ini dilakukan sangat lama untuk menghasilkan minuman yang berkualitas. Kandungan alkohol pada minuman ini mulai dari 8 hingga 14 persen.

6. Tequila

Minuman asal Meksiko ini dibuat dari fermentasi tanaman yang bernama agave yang memiliki kadar alkohol sekitar 40 persen.

7. Sake

Sake merupakan minuman yang berasal dari anggur ini memiliki kadar alkohol sekitar 16 persen.

8. Soju

Minuman ini merupakan minuman yang memiliki kadar alkohol sebanyak 20 hingga 40 persen. Minuman ini merupakan minuman yang mirip dengan Vodka dan Sake.

9. Tuak dan Ciu

Tuak merupakan minuman yang berasal dari nira yang telah di fermentasi dan ciu berasal dari singkong yang telah difermentasi. Minuman ini memiliki kadar alkohol yang berbeda-beda disesuaikan dengan jarak waktu fermentasinya.

**ass

Atani Roma: Sebelum Ekspor Petani Wajib Tahu Karakteristik Konsumen Italia

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Petani dan pengusaha pertanian yang akan memasukan produk kepasar Italia terlebih dahulu harus mengenali karakteristik konsumen Italia. “ Tak kenal maka tak sayang, jadi wajib bagi petani dan pengusaha pertanian yang akan memasukan produknya ke Italia mengenali karakteristik konsumen di Italia, “ ujar Ida Ayu Ratih Atase Pertanian KBRI Roma, dalam acara webinar Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online) beberapa hari lalu.

Webinar Brokoli adalah sebuah program sharing knowledge besutan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor yang saat ini sudah memasuki volume 5 dengan tema Promosi dan Peluang Komoditas Indonesia Mendukung GraTiEks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor).

Seperti negara – negara Eropa lain, kata Ida Ayu Ratih  Italia sangat mengutamakan keamanan pangan. Selain itu mereka menyukai produk yang jelas asal – usulnya dan aspek keberlanjutannya serta mereka menyukai special story behind product.

Karakteristik konsumen Italia yang lain ialah mereka menginginkan produk – produk yang jelas asal – usulnya dan aspek keberlanjutannya. Mereka juga lebih prefer produk yang made in Italy.

“ Disini banyak produk yang mereka impor tetapi diracik kembali, kemudian memunculkan nama yang Italy seperti Cappucino. Padahal bahan – bahannya dari negara lain, “ ungkapnya.

Kemudian lanjut Ida Ayu Ratih, masyarakat Italia menginginkan produk dengan kualitas tinggi tapi harga kompetitif. “ Inilah tantangannya, bagaimana harganya seekonomis mungkin dan kualitas sebaik mungkin, “ tuturnya.

Kata Ida Ayu Ratih produk – produk yang diekspor ke Italia wajib memenuhi standar – standar produk yang berlaku di Uni Eropa. Keamanannya, sertifikasinya dan global GAP (Good Agriculture Practises), fair trade, kemasan dan labelingnya.

Yang tak kalah penting lagi adalah kontinuitasnya. Jangan sampai pengiriman pertama taste bagus, kedua, ketiga semakin menurun. Hal ini membuat produk kehilangan trust konsumen. Padahal produk itu nomor satu terbaik bila dibanding dengan produk yang sama dari negara lain. 

 “ Jadi kontinuitasnya yang harus dijaga, bagaimana pengiriman dari yang pertama sampai selanjutnya tastenya itu harus sama, bahkan lebih baik lagi, terapkan 3K yakni,kuantitas,  kualitas dan kontinuitas “ ucapnya.

Disinggung mengenai peluang komoditas, Ia mengatakan singkong Indonesia memiliki peluang mengisi pasar ekspor Italia. Harga singkong dinegara ini mencapai dua euro per kilogram.

Di Italia banyak migran dari Afrika, Asia. Singkong merupakan komoditas yang dikenal di Afrika dan Asia sehingga pasti dicari. Selain singkong rempah – rempah juga merupakan komoditas yang diminati.

“ Produk pertanian Indonesia asal memenuhi segala peraturan Uni Eropa dan ada demandnya disini (Italia) itu luar biasa bisa masuk kesini.

Misalnya singkong. Kalau di Indonesia termasuk komoditas yang harganya terjangkau kalau disini lumayan mahal, harga perkilogram mencapai dua euro atau kalau dirupiahkan dengan kurs satu euro Rp. 17.000, harganya adalah 34 ribu rupiah, “ bebernya.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan garda terdepan pendukung ekspor komoditas pertanian adalah petani dan penyuluh.  Tujuannya, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (GraTiEks) didukung kekuatan seluruh pelaku pembangunan pertanian, hulu ke hilir (on farm dan off farm) untuk peluang jutaan lapangan kerja.

Mendukung hal tersebut  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi memastikan bahwa BPPSDMP akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GraTiEks.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. “Mereka tergolong unggul, rata-rata berusia di bawah 40 tahun sebagai tumpuan masa depan pertanian Indonesia,” ungkap dia.

** Regi/PPMKP

HADITS HARI INI

0

16 November 2020
30 Rabi’ul Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا صَخْرٌ يَعْنِي ابْنَ جُوَيْرِيَةَ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرَانِي فِي الْمَنَامِ أَتَسَوَّكُ بِسِوَاكٍ فَجَذَبَنِي رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ الْآخَرِ فَنَاوَلْتُ السِّوَاكَ الْأَصْغَرَ مِنْهُمَا فَقِيلَ لِي كَبِّرْ فَدَفَعْتُهُ إِلَى الْأَكْبَرِ

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdhami, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Shakhr bin Juwairiyah dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Aku bermimpi bersiwak, lalu ada dua orang menghelaku, salah satunya lebih tua dari yang lain. Lalu aku memberikan siwak pada yang lebih muda dari keduanya, kemudian dikatakan padaku: “Berikan pada yang lebih tua”. Lalu aku menyerahkannya pada yang lebih tua.

HR Muslim No. 5324

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rehat, Goweser Topass Hadir di Hayu Gowes Ka Boxies

0

Bogor | Jurnal Bogor

Setelah Go-Rengan, kembali Boxies kedatangan tamu dari komunitas Topass (Tekun Olahraga Pasti Sehat Selalu ) Cycling Club Bogor. Topass merupakan komunitas sepeda tertua di Kota Bogor yang sudah cukup lama berdiri sejak tahun 1993.

Puluhan goweser rehat sejenak di boxies untuk berkeliling  komplek mall beserta tenant-tenant yang ada didalamnya dan area outdoor boxies yang instagrammable. Tidak lupa mereka juga berkunjung ke BoxZoo yang bisa dijadikan referensi tempat wisata untuk keluarga.


Meskipun mayoritas anggota Topass sudah tidak muda lagi tetapi semangat berolahraga mereka masih sangat kuat. “Kegiatan Hayu Ka Boxies ini sangat positif dan di Bogor baru ada mall yang menyediakan pit stop sepeda seperti ini, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Hadianto Ketua Topass Cycling Club Bogor.


Dalam kunjungan ini, para anggota Topass pun mengabadikannya dengan berfoto-foto di boxies terutama di depan mobil kuno yang menjadi salah satu ikon Boxies 123 Mall . 
Pada kesempatan kali ini, Owner Boxies 123 Mall Anton Suleiman turut hadir dan beramah tamah bersama para anggota Topass. 


“Silahkan para pesepeda mampir ke Boxies sesering mungkin karena mall Boxies merupakan mall yang ramah terhadap pesepeda, dilain waktu ajak juga keluarga, teman dan handai taulan untuk berekreasi dan berbelanja di Boxies”, tutup General Manager Boxies 123 Mall Hadi Widjaja. 

Handy Mehonk | **

Ingin Tahu Pola Pemberdayaan Masyarakat

0

10 Aleg Dapil I Kunjungi P4M Tajur

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pusat Penelitian Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Jumát (13/11) lalu disambangi 10 anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) I, diantaranya Rudy Susmanto, Kukuh Sri Widodo, Agus Salim, Ade Sanjaya, Fakrul Rizal, Teguh Widodo, Arif Abdi, KH. Agus Salim, Ferry Roveo Checanova dan Robinton Sitorus.

“Kami datang kesini (P4M) yang dikelola Indocement ini untuk mengetahui pola pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan perusahaan sebagai realisasi dari tanggungjawab sosial kepada warga sekitar,”kata  Rudy Susmanto, mewakili sembilan rekannya, dikonfirmasi, Minggu (15/11).

Rudy, mengapresiasi, kepedulian Indocement dalam pelestarian budaya, seni tradisional sampai pelestarian lingkungan, salah satunya membina Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di Cigeger, Citeureup. “KRL di Cigeger itu mendapatkan CSR dari Indocement serta Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal (Kemendes DT) dan untuk mewujudkan kampung hijau atau go green. Ini tidak mudah karena banyak tantangannya, tapi Indocement bersama elemen masyarakat di Ceger bisa melakukannya,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut Rudy, menjelaskan, Indocement konsisten melaksanakan  pemberdayaan masyarakat 12 desa binaan melalui program tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR kepada warga sekitar yang tentunya tidak mudah, karena banyak tantangannya.

“Pola pelaksanaan CSR berkelanjutan yang dilaksanakan Indocement sangat menarik bagi kami (DPRD-red) dan ini menjadi role model atau contoh bagi perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Bogor dalam membangun hubungan harmonis antara, swasta, negara dan  warga,” ujarnya.

Deputy General Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Soegito C. Kurniawan, menegaskan, Indocement selalu membina hubungan harmonis dengan warga sekitar dan itu dilaksanakan di semua pabrik, baik di Bogor, Palimanan Cirebon, Tarjun, Kalimantan Selatan.

“Warga bagi kami (perusahaan-red) itu mitra strategis, makanya di kami ada divisi khusus yang menangani hubungan antara perusahaan dengan warga dan pemerintah desa yang ada di sekitar perusahaan. Nah, kalau di Kabupaten Bogor, jumlah desa yang kita bina sebagai mitra ada 12 di tiga kecamatan, yakni Citeureup, Klapanunggal dan Gunungputeri,” katanya.

CSRS Division Indoment Gadang Wardono, memaparkan, pemberdayaan warga sekitar yang dilakukan  perusahaan mencakup beberapa sektor, diantaranya pelestarian lingkungan, pendidikan, pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, pembangunan infrastruktur, sosial dan olahraga.

“Nah, untuk olahraga, beberapa pekan lalu Indocement bersama Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) meresmikan tebing ‘Lidah si Jegger’ yang ada di zona penyangga tambang di Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, sebagai spot resmi panjat tebing alam,” katanya.

Gadang, lebih lanjut menjelaskan, P4M merupakan tempat untuk melatih keterampilan warga dari 12 binaan dari mulai cara bertani, beternak sampai pemberdayaan pelaku UMKM. “Di P4M ini, kami rutin melatih warga yang memiliki minat bertani serta beternak baik domba maupun sapi lengkap dengan penyuluhnya yang merupakan orang-orang kompeten,” tutupnya.

** Mochamad Yusuf

Ditengah Pandemi Covid-19, FORSIM PPC Santuni Ratusan Anak Yatim

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, Forum Silaturahmi Musyawarah Pedagang Pasar Ciawi (FORSIM PPC) masih tetap bisa melaksanakan aksi sosial dengan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim.

Kegiatan yang menjadi agenda dua tahun sekali FORSIM PPC itu, sekaligus sebagai rangkaian dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bertempat di area lantai atas Pasar Ciawi, Minggu (15/11).

Ketua FORSIM PPC, Edi Setiawan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar sesama pedagang. Dimana, merupakan agenda yang dalam dua tahun sekali sering dilaksanakan.

 “Setiap dua tahun sekali kita punya agenda ini, namun karena sekarang kondisinya sedang pandemi, maka kita rubah kegiatannya melalui acara santunan anak yatim,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, untuk mensiasati terlaksananya kegiatan ini dan tidak terjadi kerumunan, FORSIM PPC mengikuti aturan  protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

 “Kita jaga protokol kesehatan, adapun untuk jumlah anak yatim sendiri kurang lebih ada 220 orang. Dan kita bagikan secara simbolis kepada yang berhak, selebihnya akan langsung dibagikan ke tiap penerima dengan mendatangi rumahnya masing-masing,” ungkap Edi.

Untuk sumber dana, lanjut Edi, didapat dari sejumlah donatur tetap dan para pedagang Pasar Ciawi. “Kita sangat berterima kasih pada donatur yang telah berpartisifasi dalam kegiatan ini,” paparnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Haris Setiawan memberikan apresiasi luar biasa atas apa yang dilakukan pihak FORSIM PPC. Mengingat, hal itu merupakan kegiatan yang sangat baik.

 “Tidak hanya sekedar tradisi, tapi juga kegiatan ini ada sesuatu hal yang harus dilestarikan. Tadi kan ada dua acara  memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan pemberian santunan anak yatim,” jelasnya.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan FORSIM PPC sebagai bentuk kepedulian dari para pedagang yang tidak hanya mengejar keuntungan saja. Namun, ada sisi sosial luar biasa yang diperlihatkan dalam bentuk peduli terhadap anak yatim.

 “Jangan dijadikan sebagai tradisi saja, tapi jadikan pula sebagai ibadah untuk mendapat keberkahan Allah SWT,” tegasnya.

Selain di Ciawi, kegiatan serupa juga sering dilakukan di pasar lainnya, namun pelaksanaannya berbeda – beda dengan kata lain di pisah. Misalnya, ada yang memperingati Maulid Nabi atau santunan saja.

 “Saya berharap, semoga dengan kegiatan ini bisa terjalin silaturahmi yang lebih erat diantara para pedagang dan pengelola pasar,” imbuh Haris.

Selain Dirut, hadir juga Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Doni Jatnika dan undangan lainnya.

** Dede Suhendar