24.6 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1425

Anies Bandingkan Kerumunan Habib Rizieq dengan Pilkada Serentak

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Perihal kerumunan massa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan telah bekerja berdasarkan peraturan yang ada dalam melakukan tindakan pencegahan di acara Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Ketika kita mendengar kabar ada sebuah kegiatan, maka secara proaktif mengingatkan tentang ketentuan yang ada. Jadi kalau kemarin Wali Kota Jakarta Pusat mengirimkan surat, mengingatkan bahwa ada ketentuan yang harus ditaati dalam kegiatan-kegiatan,” kata Anies, Selasa (17/11).

Dia pun membandingkan apa yang dilakukannya dengan daerah-daerah lain, khususnya yang menggelar pilkada serentak. Pengecekan wilayah mana di Indonesia yang melakukan pengiriman surat mengingatkan secara proaktif bila terjadi potensi pengumpulan bisa membuktikan apakan aturan itu ditegakkan. 

“Anda lihat pilkada di seluruh Indonesia sedang berlangsung. Adakah surat (resmi) mengingatkan penyelenggara tentang pentingnya menaati protokol kesehatan?” katanya. 

Ketika terjadi pelanggaran atas protokol kesehatan, kata Anies, maka pelanggaran itu harus  ditindak sesegera mungkin. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Pemprov DKI Jakarta menegakkan aturan. Artinya, kata Anies, yang melanggar ya harus ditindak.

“Kita bisa saksikan di berbagai tempat, ada aktivitas-aktivitas kerumunan, apakah kemudian dilakukan tindakan? Jakarta memilih untuk melakukan tindakan,” ujarnya. 

Jadi, Anies kembali menegaskan, yang dikerjakan Pemrov sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada. Dan itulah fungsi dari pemerintah. Pemerintah menjalankan sesuai dengan ketentuan.

“Ketentuannya diatur di mana? Ada Peraturan Gubernur dan itu yang menjadi rujukan,” katanya.

** ass

Pelajar Tolak Magang Tanpa Upah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Demonstrasi dilakukan elemen buruh dan pelajar di depan gedung DPR dan Kemendikbud, Selasa (17/11). Federasi Pelajar Jakarta (Fijar) menuntut pelajar maupun mahasiswa yang melakukan magang di perusahaan mendapatkan upah. Unjuk rasa elemen ini bergabung dengan massa buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Komite Revolusi Pendidikan Indonesia (KRPI) yang melakukan demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPR RI pindah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka menolak liberalisasi pendidikan.

“Kami tidak mau praktik magang tanpa upah. Sebab pelajar yang magang juga dipekerjakan dengan tugas yang sama,” kata anggota Fijar saat berorasi di depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (17/11).

Unjuk rasa yang digelar Fijar bersama sejumlah elemen buruh di Kemendikbud tersebut untuk memperingati Hari Pelajar Internasional yang jatuh hari ini. Sedikitnya 500 pelajar dan buruh terlibat dalam unjuk rasa tersebut.

Menurut siswi SMA negeri di kawasan Jakarta Barat ini, pelajar maupun mahasiswa yang magang tidak jarang diberi beban tugas yang sama dengan karyawan suatu perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang memanfaatkan tenaga pelajar maupun mahasiswa magang tanpa bayaran. “Tenaga magang harus juga diberikan upah,” kata dia lagi.

Selain itu, siswi kelas XI ini mengkritik kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang mengeluarkan gagasan link and match. Kebijakan itu Nadiem buat agar adanya kesinambungan antara pendidikan dan dunia usaha.

Menurut dia, kebijakan tersebut hanya mengarahkan pelajar menjadi pekerja dan menyesuaikan kebutuhan dunia usaha yang siap pakai. “Kita menjadi pekerja lalu pelajar ini harus tetap tunduk dan patuh. Mendengar dan mencatat.”

Nadiem pun, kata dia, mengeluarkan kebijakan yang hanya membuat pelajar terkunci. Sebab Nadiem mengeluarkan surat edaran yang isinya melarang pelajar dan mahasiswa ikut unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami dibilang untuk jangan demonstrasi. Tapi nggak ada yang nanya? Kenapa kita nggak boleh demonstrasi. Karena sejak dulu kita ditanamkan untuk mendengar, mencatat, patuh, tidak untuk melawan dan kritis,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat imbauan agar perguruan tinggi menyosialisasikan Omnibus Law Undang-undang atau UU Cipta Kerja.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, mengkonfirmasi surat tersebut. “Betul surat edaran dari Dirjen Dikti,” kata Nizam ketika dikonfirmasi, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Ada beberapa poin dalam surat imbauan bernomor 1035/E/KM/2020 tertanggal 9 Oktober 2020 ini. Surat itu memuat perihal ‘Imbauan pembelajaran secara daring dan sosialisasi UU Cipta Kerja’. Layang ditujukan kepada para pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Memperhatikan situasi akhir-akhir ini yang kurang kondusif untuk pembelajaran, terutama terkait dengan tanggapan atas akan diterbitkannya Undang-undang (UU) Cipta Kerja, dengan ini kami mohon Pimpinan Perguruan Tinggi untuk melaksanakan hal-hal berikut,” demikian tertulis dalam pembukaan surat itu.

Imbauan agar mahasiswa tak melakukan unjuk rasa tertuang pada poin 4. Kemendikbud menyinggung alasan keselamatan dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Kemudian pada poin 5, Kemendikbud meminta kampus melakukan sosialisasi UU Cipta Kerja. Kementerian pimpinan Nadiem Makarim ini meminta perguruan tinggi mendorong kajian-kajian akademis obyektif atas UU tersebut.

** ass

IPW Nilai Polri ‘Mendua’

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pihak kepolisian mendapat sorotan Indonesia Police Watch (IPW) yang menilai bahwa pencopotan dua Kapolda terkait kerumunan massa di wilayah hukumnya menunjukkan bahwa terdapat sikap ‘mendua’ di tubuh Polri dalam menjaga protokol kesehatan. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahradi dicopot dari jabatannya usai terjadi pelnggaran protokol kesahatan dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan Pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab.

“Memang sejak berkembangnya pandemi Covid-19, Polri sudah bersikap mendua dalam menjaga protokol kesehatan. Padahal, Kapolri telah mengeluarkan ketentuan agar jajaran Polri bersikap tegas,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Selasa (17/11).

Menurut Neta, pencopotan dua Kapolda itu harus bisa menjadi stimulus agar Polri memiliki satu sikap dalam menanggapi pelanggaran protokol kesehatan di masyarakat. Sehingga, kata dia, tidak ada kecemburuan sosial yang muncul di masyarakat akibat tindakan polisi yang tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Dari kasus ini muncul opini di masyarakat bahwa polisi hanya berani pada masyarakat yang tidak punya pengaruh dan takut pada figur-figur yang berpengaruh,” ucap Neta.

Menurutnya, Nana dan Rudy memang terlihat seolah tak mau mengambil risiko dengan bertindak tegas terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Rizieq Shihab sepulangnya ke Indonesia pada Selasa (10/11). “Dalam kasus Rizieq dimana massa dan pendukungnya cukup banyak. Padahal, apa yang dilakukan polisi itu bisa dinilai masyarakat sebagai tindakan tajam ke bawah, tumpul ke atas,” kata dia lagi.

Sebelumnya, pimpinan FPI Rizieq Shihab  menggelar acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya, di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11). Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar kemudian dicopot karena dianggap tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan.

Selain itu, Kapolri turut memutasi Kombes Heru Novianto dari jabatan Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan AKBP Roland Ronaldy dari jabatan Kapolres Bogor.

** ass

Nikita Mirzani Disebut Dalang Kasus Penganiayaan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Di tengah perseteruan antara artis Nikita Mirzani dan ulama pendukung Habib Rizieq Shihab, karena pernyataan Nikita yang menghina Habib Rizieq, muncul sosok mantan pacar Nikita, yakni Kiki The Potters. Dalam unggahannya di media sosial, vokalis band The Potters ini mengungkapkan jejak kejahatan yang diduga dilakukan oleh Nikita.

Salah satu yang disinggungnya ialah soal kasus pemukulan terhadal Isa Zega di Kalibata City Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Kiki, Nikitalah yang menjadi dalang pemukulan terhadap Iza Zega yang biasa disapa Mmai Zega.

Hal tersebut ia ketahui berdasarkan dua pelaku pemukulan yang telah ditangkap pihak kepolisian, yakni Devi dan Barney. “Para eksekutor tadinya tidak mau mengakui bahwa ada yang menyuruh, karena dipikirnya sang otak pelaku, berharap si Nikita mau membiayai mereka setelah mereka tertangkap,” kata Kiki di media sosialnya, Selasa (17/11).

Namun demikian, lanjut Kiki, kedua pelaku justru seakan dilupakan Nikita. “Mereka buka suara dan dikeluarkanlah bukti-bukti semua. Apa kata pengakuan si pelaku? Kata pelaku, kami sudah begini, dia enggak mau nengokin, kirim makanan saja engak, mereka buka suara dan memberikan bukti,” lanjutnya.

Akan tetapi, pria yang pernah menjadi kekasih Nikita saat awal mula kariernya sebagai public figure itu enggan membeberkan bukti-bukti yang dimaksud. “Saya tidak tolol, yang nanti memberikan bukti biar kepolisian. Saya tidak mau mendahului kepolisian,” tegasnya.

Yang jelas, kata dia, ada kesepakatan antara Nikita dengan para pelaku pemukulan bahwa bila eksekusi pemukulan berhasil, maka pelaku disebut akan diberikan sejumlah uang sebanyak Rp 20 juta.

“Dapet 20 (juta rupiah), ditransfer separuh. Setelah video (pemukulan) dikirim (ke Nikita) baru ditambahin lagi 10 (juta rupiah). Eksekusi mami zega. Ini bukan settingan, ini murni terjadi, pengakuannya langsung bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

** ass

Dinsos Respon Kondisi Rumah Upi Koordinasikan dengan TKSK

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor merespon perihal adanya seorang  janda tua yang bernama Upi berusia 60 tahun di Kampung Baru RT 04 RW 01, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung  setelah bercerai dengan suami selama 33 tahun kini hidup sebatang kara.

Dinsos menyatakan telah melakukan pengecekan melalui tim IPSM melakukan survei dengan mendatangi tempat tinggal janda  tersebut. “Memang benar kondisi rumah bagian depan dan samping rumah ambruk karena atap rumah lapuk juga usia rumah sudah tua sehingga perlunya tiang penopang,” kata Kepala Dinsos Mustakim kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/11).

Menurutnya, dengan kondisi ini walaupun tidak terlalu rusak berat perlu adanya bantuan untuk perbaikan rumah. “Selain itu ibu Upi hanya tinggal  bersama anaknya yang sudah lama menderita sakit TB tulang  sehingga perlu pengobatan serius,” tukasnya.

“Hal ini kami koordinasikan juga dengan tim Tenaga Kesehatan Sosial Kecamatan (TKSK) di wilayah  Nanggung. Kita berupaya untuk membantunya, yang  bersangkutan saya bantu mudah-mudahan ada solusi,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, keseharian ibu dua anak ini sudah hampir dua tahun memelihara kambing milik orang lain yang kemudian hasilnya akan ia gunakan untuk memperbaiki rumahnya yang nyaris roboh. “Sudah satu tahun, rumah yang kami tempati pada bagian kamar depan dua kali terjadi ambruk. Karena tidak punya biaya hingga sekarang rumah yang ambruk itu belum kami diperbaiki,” kata Upi.

** Arip Ekon

Warga Pariuk Minta Pemkab Serius Tangani Relokasi

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jelang memasuki akhir 2020, sejumlah korban bencana pergeseran tanah di Kampung Pariuk RW 07 Dusun 03, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, masih belum mendapat kepastian relokasi. Warga Pariuk mengaku sudah kesal karena lamanya menunggu relokasi yang tak kunjung dimulai.

“Kejadian pergeseran tanah di Kampung Pariuk terjadi tahun 2016, jadi sudah cukup lama warga menunggu,” kata Kepala Dusun 3 H Deden Mulyawidanta kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/11).

Padahal, kata H Deden, warga sudah siap direlokasi karena keadaannya sudah mengkhawatirkan. Bahkan diperparah musibah pada awal tahun Januari lalu yang kembali menerjang warga kampung Pariuk. “Keinginan warga untuk direlokasi kini semakin kuat, karena mereka sudah tak nyaman dan dihantui ketakutan,” kata dia.

Tercatat sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) korban pergeseran tanah di Kampung Pariuk, berikut korban musibah banjir tahunan dari luapan kali Cidurian, sebanyak 5 rumah dibantaran kali tersebut tepatnya di Kampung Kadu Kandel dengan radius tidak jauh dari Kampung Pariuk juga meminta untuk dipindahkan ketempat yang lebih aman. ” Total ada 51 di dua kampung meminta kepastian kapan bangunan relokasi segera dimulai,” ungkapnya.

“Kalau saya katakan Pemkab Bogor dalam menangani permasalahan bencana alam dinilai lambat, inikan kejadiannya sudah lama sebelum adanya Covid- 19 Kampung Pariuk 2016 sudah diterjang bencana alam pergeseran tanah,” paparnya.

Dampak dari bencana itu, hampir seluruhnya rumah warga retak-retak dan mengalami kerusakan. “Maka itu warga sering mempertanyakan datang ke desa kapan bangunan rumah relokasi dikerjakan,”  kata dia lagi.

Warga sudah hampir bosan dilakukan pendataan tetapi tanggapan serius dari pemerintah sampai sekarang tidak ada.” Kami sudah bosan rumah rumah warga kami difofo didata,  namun pelaksanaan relokasi sampai sekarang juga belum dilakukan,” keluh ketua RT setempat, Ili.

Menurut Ili, kalau terus dibiarkan warga di kampung Pariuk bisa bahaya apalagi keberadaan rumah- rumah yang sangat berdekatan  dibibir tebing dengan keadaan curam sekitar sedalam 120 meter.” Petugas mulai BPBD, PMI serta pihak lainnya sudah cek lokasi tapi, ya begitu sampai kiwari  belum ada tindak lanjutnya,” tuturnya.

Sementara, salah satu warga korban pergeseran tanah di Kampung Pariuk  yang rumahnya berdekatan dengan bibir tebing, Nenah (42) mengaku ketakutan pasca musibah bencana alam  terjadi beberapa tahun lalu.

Ditambah adanya longsor persisnya didepan rumahnya. “Waktu kami melihat sendiri bencana longsor kemudian kami langsung lari keluar. Sambil menggendong kedua anak yang masih kecil kecil kami langsung keluar,” imbuhnya.

“Sampai sekarang  masih merasa  was was apalagi disaat hujan besar, mau siang mau malam ketika ada hujan mah kami sekeluarga pasti pindah ke rumah sodara,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Wajah Baru, Novotel Bogor Lebih Segar dan Nyaman

0

Bogor | Jurnal Bogor

Belum lama ini, setelah melalui beberapa bulan yang terbilang sangat sulit dampak dari pandemic Covid-19, sejumlah sektor bisnis tak terkecuali perhotelan menjadi bagian terdampak.

Namun, hal itu tak mematahkan semangat bagi Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center hotel yang berlokasi di Golf Estate Bogor Raya, Sukaraja, Kabupaten Bogor yang menggelar kegiatan reopening dengan wajah barunya pada akhir pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, hotel berskala menengah ke atas ini merupakan hotel bintang lima dengan fasilitas terlengkap saat ini. Pihak Novotel meyakinkan pengalaman baru dan kenyamanan akomodasi baik untuk kalangan pebisnis maupun wisawatan yang berkunjung ke Kota Hujan ini.

“Kami dengan bangga memperkenalkan kembali wajah baru Novotel Bogor Golf Resort sebagai tujuan wisata dengan pertumbuhan tercepat di wilayah ini. Renovasi yang sudah dilakukan sejak tahun lalu itu tak menghalangi meski di tengah pandemi saat ini dan ini adalah suatu keputusan tepat setelah banguan yang sudah 23 tahun belum diperbaiki kembali,” ujar General Manager Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center, Charles Choi kepada awak media dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meyakini aksesbilitas dan pertumbuhan ekonomi di Bogor yang membuat jaringan bisnis Novotel berkembang. “Kami Optimis dengan dibukanya kembali hotel kami akan mendapatkan sambutan hangat dari tamu setia dan memperkokoh geliat perhotelan di Bogor,” imbuhnya.

Marketing Communication (Marcomm) Manager Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center, Lady Yulian Putri menambahkan, pihak hotel mempertegas komitmennya untuk menerapkan secara ketat protokol kesehatan pencegah Covid-19.

Lady menjelaskan, fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru yang saat ini dilakukan memang rawan karena mulai adanya pelonggaran. Meski begitu kami tegaskan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat tak hanya kepada tamu saja, tapi kepada seluruh karyawan hotel.

“Hotel kami telah disertifikasi dengan ALLSAFE, kami membuka kembali wajah baru hotel kami dan tetap berkomitmen untuk menjaga para tamu dan tim kami agar tetap aman dan terjamin. Di seluruh jaringan global kami, hotel Novotel telah menerapkan langkah-langkah kebersihan dan sanitasi yang ditingkatkan, dijamin oleh label Pencegahan dan Kebersihan ALLSAFE,” imbuh Lady.

Novotel Bogor Resort tempat peristirahatan  sejati dari jantung kota Jakarta dan dapat dijangkau hanya dalam 50 menit dari kota. Terletak di kaki pegunungan dan udara segar yang menyenangkan membuat hotel ini menjadi salah satu hotel liburan terpopuler di Bogor, Indonesia. Hanya 30 menit berkendara ke Puncak.

Novotel Bogor Hotel dikelilingi oleh 5 hektare taman tropis yang indah, terletak di Bogor Raya Golf Estate yang tenang dan berdekatan dengan lapangan golf 18 lubang paling bergengsi di daerah itu. Hotel ini memiliki pusat konvensi dengan 20 ruang serbaguna dan 2 ballroom dengan total ruang pertemuan seluas 1400 meter persegi, hal ini bersama dengan kemungkinan adanya area taman yang luas menjadikan Novotel Bogor tempat yang ideal untuk pertemuan, jamuan makan, dan pernikahan.

Hotel ini menawarkan 2 buah restoran, diantaranya Capriccio Mediterranian Restaurant, 1 lounge bar, dengan fasilitas resort yang lengkap, seperti free web corner, free WiFi, outdoor swimming pool, pool bar, indoor kids club, outdoor children playground, lapangan tenis, panahan, fitness , dan spa. Novotel Bogor Hotel adalah resor indah untuk liburan sempurna Anda untuk keluarga, acara perjamuan, dan acara sosial.

Handy Mehonk | **

Kebakaran Landa Pabrik Limbah Oli di Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kebakaran melanda pabrik limbah oli di Desa Gunung putri, Kecamatan Gunung putri, Kabupaten Bogor, Senin (16/11) malam. Menurut Mulyana dari Damkar Ciomas, kejadian sekitar pukul 23.35 WIB hingga api berhasil dipadamkan pukul 01.32 WIB dinihari setelah berkobar selama 90 menit.

Kapolsek Gunung Putri AKP Andry Fran Ferdyawan membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan kronologisnya. ‘’Berawal dari empat karyawan yang sedang memindahkan oli dari mobil tangki 24 ke mobil tangki 16, kemudian disebabkan korsleting mesin pompa alkon lalu menjalar membakar oli yang ada di mobil tangki tersebut,’’ jelasnya, Selasa (17/11).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, akan tetapi perusahaan mengalami kerugian hingga Rp1 miliar. Sementara itu, Suria, salah satu staf pabrik tersebut mengatakan, beberapa mesin dan material hangus terbakar, begitu juga dengan satu unit mobil perusahaan dilalap si jago merah.

** Naning Nuralia [MG/UIK-Jb]

Pembangunan SMPN 2 Caringin Dipastikan Molor

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Proyek pembangunan unit gedung baru (UGB) sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 2 Caringin, Kabupaten Bogor, yang dikerjakan PT Indi Daya Karya dipastikan tidak akan selesai tepat waktu atau molor. Sebab, proyek yang didanai anggaran pengeluaran belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor sebesar 2,6 miliar lebih itu, saat ini belum mencapai 50 persen.

Budiansyah Hanafi, penanggungjawab pelaksana proyek PT Indi Daya Karya mengakui, jika progres pembangunan proyek UGB SMPN 2 Caringin yang dikerjakan pihaknya, masih dibawah 50 persen.

Selain karena faktor alam yang saat ini masuk di musim hujan, kata Budi panggilan singkatnya, ada persoalan lainnya yang membuat pengerjaan proyek masih dalam tahap pemasangan tiang beton. “Pada saat turun SPK, ada 10 hari proyek belum bisa kita mulai pembangunannya,” ungkap penanggungjawab proyek kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Budi menjelaskan, saat ini untuk progres pembangunan masih minus 18 persen dari perhitungan target pelaksanaan. “Itu perhitungan pada Minggu lalu, mungkin sekarang sudah bertambah progresnya. Nanti saya akan tanyakan lagi ke konsultan pengawas,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan proyek pembangunan UGB SMPN 2 Caringin, sambungnya, dua unit ruang kelas, satu unit kantor dua lantai dan pembangunan mushola. “Setiap unit bangunan ada WC, mulai WC kantor, mushola dan ruang kelas. Sesuai rencana, pembangunannya dengan cara di dak dua lantai,” papar Budi.

Budi mengungkapkan, agar pengerjaan pembangunan sesuai tepat waktu yakni sampai tanggal 22 Desember sesuai persetujuan kontrak, pihaknya melakukan pengerjaan hingga malam hari. “Tidak hanya jam kerja saja yang kita tambah, tapi pekerja nya pun kita tambah menjadi 40 orang,” ujarnya.

Dijelaskan Budi, setelah selesai pengecoran tiang pondasi, pekerjaan dilanjutkan dengan melaksanakan pengerjaan lantai dan dinding. “Yang lama itu finishing, bisa mencapai 40 persen dan butuh waktu lama. Makanya sebisa mungkin kita selesaikan pengecoran tiang pondasi, atap dan lantai,” imbuhnya.

Sementara, saat ke lokasi tidak ada petugas dari konsultan pengawas yang dimenangkan CV Samudra Hayati. “Konsultan pengawas kebetulan belum datang,” tukas pelaksana proyek bagian administrasi yang namanya tidak mau disebutkan.

** Dede Suhendar

Empat Penggali Diduga Ilegal Ikut Dompleng Program TNI

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Empat penggali yang diduga liar ikut mendompleng program Karya Bhakti Skala Besar TNI di bukit Hambalang. Mereka disinyalir bisa masuk ke lokasi dengan sepengetahuan pemerintah desa setempat.

Sebelumnya, Kapten Infanteri Andika sebagai Pasiter Program Karya Bhakti TNI tersebut mengaku tidak mengetahui dan tidak mau dilibatkan perihal adanya penggali diluar program TNI yang ikut andil memanfaatkan program tersebut.

“Saat kekisruhan itu, saya langsung turun ke lapangan karena adanya laporan bahwa ada armada masuk ke lokasi untuk mengambil tanah diluar armada TNI, karena armada kami dilengkapi tulisan dan kartu tanda pengenal, hingga pada akhirnya kita berhentikan mobil tersebut dan menurunkan kembali tanah yang ada di mobil truck tersebut,” jelas Andika.

Ia melanjutkan, pekerjaan Karya Bhakti Skala Besar TNI ini hanya tinggal beberapa hari lagi selesai, dan disaat pertemuan dengan masyarakat pun sudah mengetahui bahwa hanya membuka jalur 1,1 kilometer dan itu hanya sepanjang jalan saja, jika yang sebelah kiri dan kanan itu diluar program TNI

“Silakan langsung komfirmasi dengan Kepala Desa Hambalang dan Kadumanggu karena setelah kami (TNI) memberikan penjelasan kepada masyarakat, mereka kembali melakukan pertemuan dengan para penggali pengusaha swasta, dan itu diluar sepengetahuan kami,” pungkasnya.

Saat di komfirmasi perihal keterangan yang diberikan Pasiter tentang pertemuan yang dilakukan dengan para pengusaha galian tanah, Kades Kadumanggu Adi Wijaya tidak merespon.

** Nay Nur’ain