30.4 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1422

Realisasikan Kampung Atlet, Pemkot Bogor dan KONI Minta Bantuan Jabar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal mengajukan bantuan anggaran sebesar Rp298 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk membangun Kampung Atlet di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

Pemkot sendiri telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar di tanah eks TPA Kayumanis, yang nantinya akan dibangun wisma atlet, lapangan tembak, indoor stadium, aquatic stadium, dan fasilitas lainnya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Sekretaris Daerah Syarifah Sofiah dan KONI telah bertemu dengan Dispora Jawa Barat untuk membahas perihal rencana pembangunan tersebut. Namun, ada beberapa persyaratan yang mesti ditempuh, diantaranya kejelasan alas hak lahan serta Detail Engineerimg Design (DED).

“Kalau persyaratan itu sudah lengkap. Tinggal dimasukan permohonan ke dalam sistem informasi pengajuan kegiatan Pemprov Jabar pada Juni 2021 mendatang, agar dapat dicairkan pada 2022,” ucap Rudy kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Rudy menegaskan, anggaran sebesar Rp298 miliar itu sudah termasuk dengan interior yang ada di dalam masing-masing bangunan. “Jadi dengan uang segitu, semuanya sudah selesai. Termasuk interior,” katanya.

Ia menyatakan bahwa saat ini Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor tengah memroses sertifikat atas lahan eks TPA Kayumanis. “Masih diproses sertifkatnya. KONI sendiri diminta segera menyiapkan DED,” ungkap Rudy.

Pemkot, sambung Rudy, telah menyiapkan solusi lain apabila Pemprov Jabar tak mengabulkan permohonan bantuan secara keseluruhan.

“Solusi lainnya adalah meminta bantuan dana ke Bapenas. Atau bila tidak, nanti Dispora Jabar akan membangun indoor stadium, aquatic stadium dibangun pusat. Sedangkan sisanya memakai dana Corporate Social Resposibillity (CSR),” jelasnya.

Namun, kata dia, pada intinya Pemprov Jabar sangat mendukung keinginan Pemkot Bogor. Sebab, apabila sarana olahraga dibangun di Kayumanis, maka Jabar pun akan ikut terfasilitasi.

“Apalagi mereka (Pemprov Jabar) meminta agar Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLPD) juga dibangun di Kayumanis,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie mengatakan bahwa pihaknya siap untuk all out agar pembangunan Kampung Atlet dapat rampung pada 2024 mendatang. Salah satunya dengan menyiapkan DED sesuai dengan instruksi Dispora Jabar.

“Jadi pada 2021 kita akan buat perencanaannya. Fasilitas di dalamnya akan menyesuaikan apakah terbuka atau tertutup. Kita juga bakal menggelar pertemuan lagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memulai langkah membangun Kampung Atlet,” tutur Benninu.

Benninu juga mengaku sangat mengapresiasi langkah cepat Sektetaris Daerah Syarifah Sofiah dan OPD terkait yang menjalankan amanat Wali Kota Bima Arya untuk merealisasikan mega proyek tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali, Ibu Sekda dan OPD terkait, yang bergerak cepat. Sebab, Pak Wali sudah mengamanatkan agar pembangunan Kampung Atlet segera berjalan,” tuntasnya.

Fredy Kristianto

BBPP Sudah Lakukan Prokes, Olahraga Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Pandemi Copid-19 tinggal hitungan hari lagi akan berumur satu tahun. Belum ada tanda-tanda yang secara signifikan menunjukkan abnormalitas ini akan berangsur-angsur pulih. Adaptasi baru mau tidak mau perlu dihadapi dengan menumbuhkan sikap kepemimpinan pada diri masing masing individu dengan mendisiplinkan diri membawa diri kita dan keluarga untuk selamat secara fisik dan psikologis. Lebih luas lagi dapat membawa masyarakat kedalam tujuan tersebut dan membuat masa pandemi benar-benar berakhir.

Di tengah pandemi Corona yang masih ada di sekitar kita, tiap orang tentu berharap bisa terhindar dari infeksi Covid-19, termasuk dengan meningkatkan imun tubuh agar tetap sehat. Tapi, bagaimana caranya?.

Kalau kita menyimak dari para pakar kesehatan, olahraga sangat dianjurkan sebagai salah satu cara agar bisa tetap sehat, termasuk dalam hal ini untuk meningkatkan imun atau sistem kekebalan tubuh. Tentunya, cara lain juga termasuk asupan makan makanan bergizi, mengurangi stres, serta istirahat yang cukup.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengatakan protokol- protokol kesehatan (prokes) lain sudah dilaksanakan seperti penyemprotan ruang kerja, ruang kelas, lobby, laboratorium, teras gedung serta tempat-tempat lainnya termasuk juga penyediaan hand sanitizer, pemberian multivitamin sebagai penambah daya tahan tubuh pegawai, penyediaan masker bagi pegawai yang masuk kerja.

Tindakan pencegahan lainnya akan terus kita upayakan dalam rangka menjaga kesehatan seluruh Pegawai sehingga target  yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan optimal.

Lebih lanjut Wasis mengatakan selama masa pandemi Covid-19, menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat merupakan poin penting. Karena, pegawai yang memiliki sistem imunitas lemah cenderung lebih mudah terpapar virus maupun berbagai macam penyakit. Untuk itu kita terus bergerak dan bergerak, sektor pertanian tidak boleh berhenti hanya karena adanya Covid-19.

** T2S/Wan

HADITS HARI INI

0

20 November 2020
04 Rabi’ul Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ قُرَّةَ بْنِ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَقْبَلْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعِي رَجُلَانِ مِنْ الْأَشْعَرِيِّينَ فَقُلْتُ مَا عَمِلْتُ أَنَّهُمَا يَطْلُبَانِ الْعَمَلَ فَقَالَ لَنْ أَوْ لَا نَسْتَعْمِلُ عَلَى عَمَلِنَا مَنْ أَرَادَهُ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Qurrah bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada saya Humaid bin Hilal, telah menceritakan kepada kami Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata: Aku menghadap menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama dua orang suku Al Asyariyyin, aku bertanya:
“Apa yang harus aku lakukan bila keduanya mengharapkan pekerjaan dariku ?”.
Beliau bersabda:

Sekali-kali jangan atau janganlah engkau memperkerjakan dalam urusan kita ini orang yang berambisi menginginkannya.

HR Bukhari No. 2101

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Warga Sukaasih Bikin Kompos dari Sampah Rumah Tangga

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Bermacam cara bisa  dilakukan untuk melestarikan alam dengan penanganan lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu caranya memanfaatkan sampah rumah tangga organik dan sampah non-organik kemudian diolah dijadikan pupuk kompos.

Seperti yang dilakukan Paguyuban warga Sukaasih RT 01 RW 03 di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang. Hampir dua tahun ini  bergerak di bidang kebersihan dan penataan lingkungan. Sampah-sampah rumahan yang menggunung diolah dengan cara dibakar diatas tungku yang kemudian menjadi pupuk kompos.

“Berawal dari keprihatinan, karena sampah-sampah warga semakin hari bertambah banyak dan tidak bisa di buang ke TPA Galuga lantaran akses jalan tak bisa dijangkau roda empat,” kata penggagas pembuat pupuk organik, Deki Kosasih kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/11).

Deki Kosasih yang merupakan anggota polisi berpangkat Beripka yang bertugas di Mapolsek Leuwiliang itu mengajak warga lainnya untuk membersihkan lingkungan dan ada nilai plus yaitu pupuk. “Sebelum proses pembakaran, terlebih dahulu sampah tersebut dipilah dengan sampah non organik,” kata dia.

Proses pembakaran sampah selama 2 atau 3 jam dengan menggunakam kayu bakar, setelah jadi  bias digunakam sebagai pupuk perkebunan dan tanaman yang ada di pekarangan rumah warga. “Sebagian pekarangan rumah warga yang ditanami bunga atau sayur mayur dengan menggunakan pupuk kompos hasil buatan masyarakat ini hasilnya cukup bagus,” kata Deki.

Dewasa ini, tidak dapat dimungkiri lagi bahwa sampah rumah tangga termasuk ke dalam masalah yang belum terselesaikan secara efektif. “Maka itu kedepan program pembuatan pupuk kompos bakal dibuatnya menjadi  bank sampah dengan cara dipilah yang bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.

Pengelola sampah dan pupuk kompos organik lainnya, Enjang (68) mengatakan, sampah sampah yang tidak tertampung  dikumpulkan kemudian diangkut masukan ke bangunan tungku untuk dilakukan pembakaran. ” Bangunan tungku awal dikerjakan secara swadaya, karena manfaatnya positif akhirnya pak H Anton Sukartono Surato dari DPR RI membantu kelanjutan pembangunan melalui pak Dede Candra dari DPC partai Demokrat Kabupaten Bogor,” ucapnya.

“Semoga  pembuatan pupuk kompos organik tentunya bisa mengedukasi masyarakat secara luas agar lebih bijak memafaatkan sampah-sampah rumah tangga dalam mendukung program kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Puskesmas Ciomas Tangani Pendampingan Pasien ODGJ oleh Dokter Spesialis Kejiwaan

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Pelayanan dan pendampingan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) tidak hanya berada di rumah sakit saja, namun juga ada di Puskesmas, salah satunya di Puskesmas Ciomas. Psikiater atau dokter spesialis kejiwaan Puskesmas Ciomas, dr. Yuniar, P.K,Sp.Kj (K), mengatakan bahwa pelayanan ini salah satu program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang sudah berlangsung sejak Desember 2019 lalu.

Program tersebut diadakan setiap triwulan sekali atau setiap tiga bulan sekali. Dengan adanya program di Puskesmas Ciomas ini, untuk memberi pelayanan dan pendampingan psikiater kepada pasien ODGJ, sekaligus untuk menjembatani hasil riset pada akhir tahun lalu. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dipersiapkan pukul 08.00 WIB dan berlangsung dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.

“Jadi, seperti yang kita ketahui bahwa angka ODGJ di Bogor sudah cukup tinggi dan tidak semua selesai di rumah sakit. Butuh keberlangsungan pengobatan, terapi, karena pengobatan ini berjangka panjang. Dengan kondisi (pandemi) yang sekarang ini menumpuk di rumah sakit juga tidak sehat, padahal sebetulnya pasien ODGJ sudah bisa ditangani di Puskesmas,” ujar dr. Yuniar, P.K,Sp.Kj (K), Kamis (19/11).

“Program kegiatan ini juga sudah sejak Desember 2019, yang seharusnya sampai bulan April 2020 tapi kita terakhir di bulan Februari karena terjeda pandemi. Jadi kegiatan yang terlewat pada awal tahun itu di pindahkan ke akhir tahun sekarang ini. Sebetulnya kami turun per triwulan, bukan per bulan seperti sekarang ini. Namun karena pandemi dan kita mengejar target, akhirnya yang triwulan ini dikebutkan menjadi per bulan,” jelasnya.

Selain itu, akses yang sulit juga membuat tergeraknya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memudahkan masyarakat atau pasien ODGJ agar dapat mendatangi pusat pelayanan yang tepat dan terdekat.

“Di beberapa daerah juga memiliki akses yang sulit, mengambil obat harus ke kota dengan jarak yang jauh, jadi banyak orang membutuhkan obat namun pengobatannya tidak tuntas. Maka dibuatlah program psikiater yang berada di Kota Bogor maupun di Kabupaten Bogor, diberikan jatah untuk bisa mendampingi puskesmas-puskesmas, terutama diprioritaskan kepada Puskesmas yang memiliki pasien ODGJ lebih dari 50 orang per wilayah. Jadi, dengan seperti itu kita dapat mengetahui permasalahan di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, terdapat kader-kader PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) dan IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat) yang hadir pada program tersebut. Di antaranya yaitu Neng Jalu dan Anita. Mereka dari Kabupaten Bogor yang dipercayai mendampingi di Kecamatan Ciomas, dan telah lama mendampingi PDM (Penyandang Disabilitas Mental). Mereka pun mengungkapkan, salah satu tujuan program ini untuk menerbar semangat dan kesembuhan pasien.

“Saya mendampingi PDM ini sudah 3 tahun, dan hari ini kebetulan ada pendampingan kesehatan jiwa disini (Puskesmas Ciomas). Hari ini hanya 8 pasien, biasanya banyak, mungkin tidak hadir karna tadi sudah saya coba hubungi. Jadwal kami lakukan setiap bulan sekali dari Dinas Kesehatan. Tujuan dan harapan kami dengan diadakannya pelayanan ini, (maaf) untuk kesembuhan mereka, untuk memberikan semangat, karena apa yang sudah kami dampingi terhadap PDM ini alhamdulillah bisa sembuh.”

“Selain itu, mereka juga bisa mandiri kembali. Tahun 2018 pun kami se-Kabupaten Bogor berhasil mengajukan bantuan UEP (Usaha Ekonomi Produktif) dari program Kemensos. Jadi, mereka (pasien PDM) yang sudah sembuh kami ajukan dan mendapatkan modal untuk membangun usaha. Dan alhamdulillah, untuk di Kecamatan Ciomas ini kami berhasil mendampingi 3 orang yang mendapatkan UEP,” ujar Neng Jalu.

Tidak hanya itu, salah satu pengurus RW pun turut hadir mendampingi pasien ODGJ. Ia pun menyambut baik dan berharap agar pasien bisa mandiri karena akses yang mudah dan lebih dekat.

“Kebetulan saya juga kader di dua Posyandu, sekaligus sebagai ibu RW. Kita sebagai kader semua dilibatkan agar sama-sama tahu segala permasalahan yang ada di RW kita. Dengan begini, mudah-mudahan pasien bisa mandiri, sehingga kedepannya kita tidak harus jauh-jauh mendampingi berobat ke daerah Bogor Kota. Disana juga pasti mengantri dari pagi hari, kalo disini tidak harus mengantri lama,” ujar Ecin, RW 04 Ciapus, Kota Batu.

** M. Fadhil Mauludi [MG/UIK-Jb]

Penanganan Covid-19, Pemkab Gandeng Yayasan Artha Graha Peduli

0

Dirikan Pusat Isolasi Covid-19 Cibogo

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Kegalauan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap kurangnya tempat isolasi darurat pasien Covid-19, akhirnya terjawab sudah. Hal itu setelah Pemkab menandatangani perjanjian kerjasama dengan Yayasan Artha Graha Peduli, tentang pemanfaatan Pusdiklat AGP-SGA Cibogo sebagai tempat isolasi darurat pasien Covid-19.

Kerjasama tersebut ditandatangani Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan dan Sekretaris Yayasan Artha Graha Peduli, Veni Vanessa Halim di Pusdiklat AGP-SGA Cibogo Kecamatan Megamendung, Kamis (19/11).

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, saat ini masih terus berjuang menahan laju penyebaran Covid-19. Pemkab sedang menerapkan PSBB Pra AKB yang mengatur berbagai aktivitas masyarakat ditengah pandemi.

 “Penanganan terpadu antara pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Bogor bahkan sampai desa serta didukung oleh lapisan masyarakat baik dunia usaha, swasta dan berbagai kalangan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Iwan mengungkapkan, pendirian Pusat Isolasi Covid-19 Cibogo, selain untuk memenuhi kebutuhan ruang isolasi juga sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terhadap pasien Covid-19 dengan konfirmasi OTG.

Pusat Isolasi Covid-19 Cibogo ini dibagi tiga bagian gedung dengan kapasitas total 66 tempat tidur pasien dan 21 tempat tidur untuk tenaga kesehatan, dilengkapi fasilitas MCK, tempat olahraga dan tenda dapur umum.

 “Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Yayasan Artha Graha Peduli serta semua pihak yang telah berjuang dalam upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor,” papar Wakil Bupati Bogor.

Sementara Veni Vanessa Halim menyatakan, kerjasama ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat dan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Tetapi Yayasan Artha Graha Peduli lebih fokus kepada mereka yang OTG.

 “Semoga saja Covid-19 ini bisa cepat selesai. Dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat,” ujarnya.

Veni menjelaskan, Yayasan Artha Graha Peduli hanya menyediakan fasilitas tempat saja. Sedangkan untuk alat dan medis semua dari pemerintah.

** Dede Suhendar

Pascakerumunan Massa, Warga Dua Desa Dites Swab

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Pascaaksi massa saat penjemputan Habib Rizieq Shihab di pintu Tol Gadog, Kecamatan Ciawi beberapa hari lalu, warga di dua desa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dilakukan tes swab oleh petugas Gugus Covid-19. Kegiatan pengambilan sempel darah itu, sebagai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran TNI dan Polri dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Ketua Harian Gugus Covid-19 Kabupaten Bogor, Berhanudin mengungkapkan, kegiatan tes swab saat ini, dilakukan secara serentak di dua desa yang ada di Kecamatan Megamendung. Alasan dilakukannya swab, karena dua desa di wilayah Megamendung yang notabene menjadi basis massa Habib Rizieq Shihab sehingga khawatir terpapar virus Corona.

 “Kedua desa itu yakni, warga Desa Sukagalih dan Kuta,” ungkapnya kepada wartawan saat melakukan tes swab terhadap warga yang ada di Desa Sukagalih, di lapang bola Leumah Nendeut.

Tes swab yang dilakukan Pemkab Bogor dengan menurunkan tim medis dari Dinas Kesehatan, kata Burhanudin, sebagai upaya tim gugus tugas Covid-19 dalam mencegah penyebaran virus corona di warga.

 “Apalagi sebelumnya telah terjadi kerumunan massa di sekitar Gadog persisnya didepan Masjid Harakatul Jannah enam hari lalu,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor.

Diungkapkan Sekda, saat ini Pemkab Bogor sudah mengeluarkan peraturan daerah (Perda) tentang Covid-19. Yang mana didalam Perda itu ada aturan terkait jumlah kerumunan massa.  “Sekarang ini bulan Maulid, jadi banyak kegiatan yang mengundang kerumunan massa. Di Perda itu sudah diatur, di masa pandemi Covid-19, kerumunan massa hanya boleh berjumlah 150 orang,” paparnya.

Burhanudin menghimbau agar warga memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) dengan tetap menjalankan 3M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. “Saya berpesan kepada warga agar tetap menjaga kesehatan dengan terus merapkan Prokes. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan, siapa lagi,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Sukagalih, Alamsyah Sudarman mengaku kegiatan tes swab yang dilaksanakan di wilayahnya ini sudah disosialisasikan kepada semua warga.  “Targetnya sih sebanyak-banyaknya, tapi kita upayakan sekitar 1000 warga. Dan yang perlu diketahui, warga Sukagalih pada saat ada kerumunan massa di Gadog, sedang di rumah dan bekerja sebagai kuli di kebun,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Kades Kadumanggu Jelaskan Ada Miskomunikasi dengan Pasiter

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Keberadaan beberapa pengusaha penggali diduga Ilegal yang disinyalir ikut mendompleng program Karya bhakti TNI di bukit Hambalang masih berpolemik. Kades Kadumanggu, Adi Wijaya pun memberikan penjelasan perihal miskomunikasi dengan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0621 Kabupaten Bogor.

Adi Wijaya mengatakan, kedatangan dirinya ke Desa Hambalang bukan untuk membicarakan perihal pengusaha swasta, namun karena ada miskomunikasi antara Kadumanggu dengan Pasiter. “Saya Adi Wijaya selaku Kepala Desa Kadumanggu menjelaskan bahwasanya kedatangan saya tempo hari ke Hambalang pada dasarnya miskom dengan pihak Kodim Pasiter Kapten Andika, Kodim meminta informasi terkait adanya galian swasta yang masuk ke dalam jalur dan bisa beroperasi dalam waktu 24 jam,” jelas Adi dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor via WhatsApp, Kamis (19/11).

“Saya disitu hanya menegaskan bahwasanya belum ada pihak swasta yang meminta ijin melalui desa dan kalau pun nantinya ada, saya kembalikan lagi kepada masyarakat saya untuk perijinannya apakah masyarakat mengijinkan atau tidak, keputusan ada di masyarakat saya,” katanya.

Lanjut Adi, terkait galian swasta yang ada di Hambalang bisa langsung ditanyakan kepada pemerintah Desa Hambalang. “Karena kami Desa Kadumanggu belum kedatangan dari pihak penggali swasta ke kantor desa kami,” jelasnya.

Adi juga menjadikan Kades Hambalang sebagai penanggung jawab keberadaan penggali swasta. Sekedar diketahui, akibat penggalian itu, armada pengangkut tanah menumpuk hingga mengakibatkan Jalan Raya Citeureup-Babakan Madang rentan dipenuhi tanah merah dan mobil dump truck yang terparkir di sepanjang jalan itu menyebabkan kemacetan.

** Nay Nur’ain

Irigasi Blok Landeuh Akhirnya Dibangun

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sejahtera di Kampung Pasirgintung Atas, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung kini bisa tersenyum lebar karena dalam waktu dekat ini irigasi untuk mengairi Blok Landeh seluas 15 hektare akan segera dibangun.

Kepala Sub Bagian UPT Insfrastruktur dan Irigasi Wilayah V Yudi menyatakan, pihaknya telah melakukan survei lokasi dengan Pengecekan Luar Biasa (PLB) yang melibatkan pelaksana kegiatan, konsultan dan Pemerintah Desa Batutulis. “Setelah dilakukan PLB tidak lama lagi dilakukan pengerjaan irigasi,” kata Yudi kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/11).

Yudi menerangkan, pembangunan irigasi itu bersumber dari Alokasi Bantuan Tambahan (ABT) APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp200 juta. “Kami harap selama kegiatan pengerjaan pihak pelakasana harus tepat waktu dan sesuai gambar,” harapnya.

Agar bisa bertahan lama, kata Yudi kualitas bangunannya harus diperhatikan. Menurutnya pembangunan irigasi yang menggunakan ABT ada sembilan titik yang tersebar di setiap wilayah. “Di wilayah UPT V kegiatan serupa salah satunya di Pasirgintung Batutulis, Pangkaljaya, serta Desa Hambaro termasuk di Jasinga juga ada,” sebutnya.

Sementara pelaksana dari CV  Rajawali Jaya Sakti, Emelia menyatakan bahwa pembangunan irigasi yang bersumber dari saluran air kali Cimanaracun  out untuk mengairi sawah warga. “Kita utamakan dari kualitas bangunan. Pemanfaatan irigasi ini untuk kepentingan petani, tentu kita utamakan kualitasnya,” tandasnya.

Tak hanya itu, Emelia menambahkan, dari  sisi pemberdayaan masyarajat pihaknya juga memprioritaskan dengan melibatkan  tenaga kerja maupun  tukang dari warga setempat. “Sebelum pelaksanaan kami koordinasikan dengan Pemdes setempat,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Kompok Tani Sejahtera, Rozak mengungkapkan, ketiadaan irigasi sejumlah petani yang menggarap sawah di areal Blok Landeuh sering dilanda kekeringan.” Bangunan irigasi untuk mengatasi kekeringan sangat diperlukan  karena pemanfaatannya bisa  meningkatkan produktifitas hasil pertanian,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Terungkap! Terdakwa Korupsi BOS Sawer Duit Rp9,8 Miliar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak enam Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana BOS 2016, 2017 dan 2018 disebut membagi-bagikan dana sebesar Rp9,8 miliar dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak setelah disepakati oleh Taufan Hermawan selaku Ketua K3S Kota Bogor bersama para terdakwa, H Gunarto, Basor, Dedi S, M Wahyu, Subadri dan Dede M Ilyas.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Cakra Yudha mengatakan bahwa perkara itu bermula saat 211 SD di Kota Bogor menerima dana BOS pada 2017 senilai Rp69 miliar lebih, 2018 Rp70 miliar lebih dan 2019 Rp67 miliar lebih.

Dana tersebut salah satunya dipakai untuk pengadaan naskah soal ujian. Saat itu, terdakwa JR Risnanto yang merupakan kontraktor meminta menjadi rekanan penyedia penggandaan naskah soal ujian sekolah dasar se-Kota Bogor 2017 senilai Rp,22 miliar lebih.

“Taufan Hermawan, almarhum, selaku Ketua K3S Kota Bogor 2017-2020 menyampaikan pada JR Risnanto bahwa dari harga yang nantinya akan dimuat dalam kontrak kerjasama, tidak seluruhnya dibayarkan, tetapi bakal ada potongan untuk operasional sekolah,” ujar Cakra usai sidang di PN Tipikor Bandung, Rabu (18/11/2020).

Kata dia, pengadaan soal ujian dikoordinir oleh ‎Taufan Hermawan bersama-sama K3S tiap kecamatan, mengenai soal ujian UTS semester genap, UKK semester genap, try out I hingga III pada semester genap. Kemudian, ujian sekolah semester genap, UTS semester ganjil dan UAS semester ganjil selama 2017-2018-2019 bagi sebagian besar SD Negeri yang menguras biaya hingga Rp22 miliar dari dana BOS.

“JR Risnanto melainkan hanya Rp12 miliar lebih. Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp 9,8 miliar lebih,” ungkapnya.

Kemudian selisih anggaran itu dibagikan ke sejumlah pihak. Dengan rincian tahun anggaran 2017-2019 yakni Taufik Hermawan menerima dan bertanggung jawab atas dana Rp2,5 miliar lebih, Gunarto‎ sebesar Rp399 juta lebih, H Basor sebesar Rp236 juta lebih, Dedi S sebesar Rp349 juta lebih, M Wahyu sebesar Rp255 juta lebih.

Lantas, kata dia, Subadri Rp389 juta lebih, Dede M Ilyas Rp349 juta lebih dan seluruh kepala sekolah yang turut mengikuti pengadaan soal yang dikoordinir pengurus K3S Kota Bogor menerima dana Rp4 miliar lebih.

Lebih lanjut, sambung dia, berdasarkan audit Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat anggaran yang dikeluarkan Rp22 miliar lebih untuk pengadaan naskah soal selama 2017-2019 dikurangi penghitungan nilai wajar sebesar Rp4,9 miliar lebih.

“Hasil audit Inspektorat Jenderal Kemendikbud menentukan kerugian negara dalam pengadaan naskah soal ujian selama 2017 hingga 2019 sebesar Rp17,1 miliar lebih.

Diketahui, enam Ketua K3S yang menjadi terdakwa itu adalah H Gunarto, mantan Kepala SD Ciluar II Kecamatan Bogor Utara, H Basor PNS guru, ‎Dedi selaku Kepala SD Negeri Gunung Batu I, M Wahyu Kepala SDN Panaragan I Kecamatan Bogor Tengah, Subadri Kepala SDN Bondongan Kecamatan Bogor Selatan dan Dede M Ilyas selaku Kepala SDN Bangka III Kecamatan Bogor Timur.

Fredy Kristianto