31.5 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1419

Proyek DPT Jalan Cigombong Dinilai Rawan Amblas

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Pembangunan Dinding Penahan Tebing (DPT) di ruas Jalan Cigombong-Palasari batas Kota Bogor, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor disoal. Sebab, proyek yang dikerjakan CV Purnabri dengan biaya dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor, sebesar 853 juta lebih itu, dinilai rawan amblas.

Sudrajat, pengguna jalan saat melintas di lokasi pembangunan DPT menilai, proyek yang dikerjakan CV Purnabri dengan Konsultan Pengawas PT Winaguna Sarana Teknik, rawan amblas. Itu karena, pihak pelaksana menggunakan bahan material tanah untuk pemadatan.

 “Kalau padat sih tidak terlalu kuatir amblas, tapi ini terlihat asal saja,” ungkapnya kepada wartawan.

Harusnya, lanjut Sudrajat, pihak pelaksana memperhatikan kualitas pengerjaan, karena yang dikerjakan itu DPT dengan ketinggian cukup tinggi.

 “Bila pengerjaan nya asal, takutnya DPT yang sudah dibangun ambruk dan menimbun rumah warga,” papar warga Cimande tersebut.

Sudrajat menyayangkan dengan tidak adanya teguran dari konsultan pengawas selaku pengawas dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan selama 100 hari kalender itu.

 “Jika itu membahayakan dan merugikan banyak orang, tugas pengawas menegur pelaksana,” imbuhnya.

Sementara, saat ke lokasi proyek pembangunan DPT, tidak ada satu pun pekerja yang sedang melaksanakan pengerjaan. Bahkan, bahan material proyek pun masih berserakan di sekitar bahu jalan alternatif menuju Kota Bogor tersebut.

** Dede Suhendar

Prokes Diabaikan, Cafe Bamboo Diduga Belum Kantongi Izin

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, sudah menerapkan aturan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), namun itu terkesan diabaikan sejumlah pengusaha resto dan cafe.

Seperti terlihat di lokasi Live Music Cafe Bamboo di Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Cafe yang belum lama ini buka, ramai dikunjungi pengunjung yang notabene kalangan anak muda, namun tidak menerapkan protokol kesehatan.

Dari pantauan, pengunjung banyak yang tidak menggunakan masker dan rawan kontak fisik. Selain Itu, Cafe Bamboo yang berlokasi di ruas Jalan Cibedug-Citapen, diduga belum kantongi perizinan dari pemerintah.

Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Ciawi, Rudi Fahrudin mengaku belum mengetahui keberadaan Cafe Bamboo di Desa Jambu Luwuk. Alasannya, karena belum ada laporan dari pengusaha cafe tersebut.

 “Kalau ke kami belum ada laporan, silahkan saja tanya ke pengawas tata bangunan,” ungkapnya kepada wartawan.

Rudi menjelaskan, belum adanya pendataan terhadap pengusaha cafe, lantaran saat ini Pemerintah Kecamatan Ciawi sedang fokus persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades).  “Jadi belum melakukan pendataan. Kami masih fokus di Pilkades enam desa,” imbuhnya.

Salah seorang staf Desa Jambu Luwuk yang namanya tidak mau disebutkan mengungkapkan, keberadaan Cafe Bamboo belum ada izin dari pemerintah desa. “Pengusaha belum pernah ada ke kantor desa. Jadi saya rasa belum ada izin,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pantia Pilkades Parakan Jaya Optimis Semua Tahapan Berjalan Lancar

0

Kemang  | Jurnal Inspirasi

Panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, terus matangkan semua tahapan demi tahapan sebelum hari pemilihan. Panitia optimistis semua tahapan bisa dilaksanakan sesuai peraturan.

Ketua Panitia Pilkades Desa Parakan Jaya, Sasmito mengatakan, tahapan dari pendaftaran, verfikasi data calon dan tahapan dari bakal calon menjadi calon sudah dilaksanakan, dan saat ini tahapan penetapan daftar pemilih sementara (DPS) menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

“Besok kita undang untuk penentuan DPT. Jumlah pemilih dari data awal Disdukcapil sebanyak 7.774, dan data yang terkumpul saat ini sebanyak 7.764 orang. Berkurang mungkin sudah ada yang meninggal atau ada yang sudah pindah,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Masih kata Sasmito, dirinya juga akan melantik KPPS yang akan bertugas di tiga TPS.  Masing-masing TPS akan dijaga 15 anggota KPPS. Dirinya berharap semua tahapan demi tahapan bisa dilaksanakan dengan baik sesuai aturan.

“Karena kami masih sibuk mempersiapkan DPT jadi kami belum melantik KPPS supaya mereka tidak berpihak pada salah satu calon atau harus netral. Sekali lagi saya minta doanya kepada masyarakat. Ya namanya isu-isu wajar saja karena di Desa Parakan Jaya hanya diikuti dua calon. Saya tidak henti-hentinya meminta doa kepada semua untuk dilancarkan hajat Pilkades Parakan Jaya,” tukasnya.

** Cepi Kurniawan

Meski tak Melapor, Polsek Kemang Tetap Selidiki Kebakaran

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pascaterbakarnya bangunan perkantoran dan mes karyawan di pabrik pengolahan bahan baku obat nyamuk di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat malam (20/11) hingga Senin pagi (23/11), pihak pabrik belum melaporkan kejadian kebakaran itu. Namun meski demikian, pihak kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan dan pengembangan atas kabakaran itu.

“Belum ada laporan sampai Senin pagi ini dari pihak perusahaan atau pabrik terkait kebakaran di pabrik pengolahan bahan baku obat nyamuk itu. Namun kami (kepolisian) tetap melakukan penyelidikan atas kebakaran di pabrik itu,”kata Kapolsek Kemang, Kompol Agus Suyandi.

Agus menegaskan, pihak kepolisian meski tidak ada laporan dari pihak pabrik tetap melakukan penyelidikan dan pengembangan. “Untuk hasil penyelidikan sementara pabrik itu akibat korsleting listrik,” kata Agus.

Sementara pihak pabrik, Emus mengatakan, pihaknya masih merapikan bangunan pascaterbakar beberapa hari yang lalu. “Kami masih merapikan bangunan yang terbakar belum sempat melaporkan kejadian ini,” kata Emus.

Emus mengatakan bangunan yang hangus terbakar antara lain perkantoran dan mes karyawan. “Untuk uang gaji karyawan yang juga terbakar sedang kami upayakan untuk ditukar ke BI (Bank Indonesia) mudah mudahan bisa kalau tidak semuanya separuh yang rusaknya tidak terlalu parah,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tak Kunjung Terima Bansos, Puluhan KPM Geruduk Kantor Desa Banyuwangi

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Puluhan warga di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mempertanyakan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos dengan mendatangi kantor Desa Banyuwangi, Senin (23/11). Mereka mengaku sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak menerima BST sejak Maret hingga sekarang.

Maryana Firmansyah mewakili aspirasi KPM mengatakan, dirinya mengecek via daring datanya itu keluar dan mereka berhak mendapatkan bantuan dari Kemensos, tetapi setelah dicek didesa itu tidak ada. Jadi warga kan penasaran nih, jadi dicek di google keluar hasilnya, bahwa orang tersebut berhak mendapatkan, BST,” ungkapnya.

“Inikan kan datanya ada. ini kan keluarga terdaftar sebagai penerima BST Kemensos ada misalnya atas nama Dayat sesuai data,” lanjut Maryana sambil menunjukan secreenshot data KPM yang sudah dicetak atas nama Dayat.

“Kenyataannya ini nggak, ini kan satu kampung saja, kalo dihitung satu desa itu banyak, ratusan lah, kalo dihitung satu desa,” katanya.

Maryana meminta keinginan dari warga semuanya ingin diselesaikan semuanya, sebab yang namanya hak masyarakat tetap harus dikeluarkan. “Itukan ada tahapannya, dari tahap 1 sampai tahap 8, dari bulan Maret sampai saat ini,” kata dia

PJS Kepala Desa Banyuwangi TB Mahpudin, memaparkan bahwa BST  Kemensos, dari awal sudah ada sosialisasi, bahwa BST ini tidak boleh diberikan kepada yang sudah mendapat bantuan, baik itu Banprop, PKH maupun lainnya.

“Itu tidak boleh (diberikan) karena telah terjadi tumpang tindih, untuk yang tumpang tindih itu kan kita alihkan, ternyata yang sekarang tidak semuanya dapat. Jadi yang menjadi permasalahan kemarin udah kalo semuanya tidak mau ya silahkan sehingga resikonya kan yang ada di kita.”

“Semuanya sudah kita jelaskan, semuanya sudah ngerti dan kita sudah sepakat dengan para pengurus  RT, RW dan semuanya sudah oke. Tetapi setelah adanya kaitan pilkades ini ada yang mendongkrak, sebetulnya semuanya sudah sepakat cuma sekarang dengan adanya unsur politis.”

“Hasil dari musyawarah barusan kita memberikan kepada mereka, yang mempunyai catatan itu,  jadi resikonya ada di dia. Sebetulnya baru bulan ini, kalo dulu mah nggak kan,” ujarnya.

Masih kata dia, bahwa yang datang ke kantor desa tidak semuanya datang dengan membawa catatan sebagai KPM penerima BST.

“Jadi ini mah  dengan adanya politik di pilkades. Padahal saya mah di pilkades netral kan,  KPM BST Kemensos sebanyak 716,” pungkasnya.

**Arip Ekon

Jalan Belum Digunakan Sudah Ada yang Retak

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Peningkatan jalan Citeureup-Sukamakmur meskipun belum digunakan sudah ada yang retak.  Jalan beton yang dikerjakan oleh PT. Rehulina Pinta Jaya memakan anggaran sebesar Rp 5.272.673.000 dengan  masa waktu kerja 90 hari.

Tedi, masyarakat yang melintas mengatakan, pekerjaan jalan ini terbilang lamban karena mulai kerja 21 September tapi sekarang kondisinya baru dikerjakan beberapa meter saja, sudah tampak banyak yang retak dan pecah padahal belum dilintasi oleh kendaraan.

“Aneh sih anggaran 5 miliar tapi kualitas betonnya belum dipakai udah retak dan pecah,” kata Tedi, Senin (23/11).

Ia menambahkan, sebagian badan jalan yang sudah dibeton dan sebelumnya digali untuk dilebarkan hanya sebagian yang dilakukan pemadatan. Sedangkan sebagiannya cuma diuruk dengan batu kali yang kemudian diguyur LC (lapisan dasar) sebelum dilakukan pengerasan oleh beton.

“Saya cuma memperhatikan saja memang saya awam, tapi kenapa bagian pinggir jalan yang masing-masing 30 cm digali kemudian hanya sebagian yang dipadatkan kembali, yang lainnya cuma diuruk sama batu kali belah kemudian diguyur lapisan dasar sebelum akhirnya dibeton,” kata Tedi.

Saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, pelaksana proyek selalu tidak ada ditempat, dan saat ditanya kepada pekerja juga tidak ada yang tahu. “Suka dateng tapi saya tidak tau namanya,” kata pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

** Nay Nur’ain

Asesor Ruminansia BBPP Batu Sambangi Kabupaten Bone

0

Bone | Jurnal Inspirasi

Pertanian telah menjadi tiang utama kegiatan ekonomi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Produksi tanaman pangan terutama padi selalu surplus. Kabupaten Bone merupakan kabupaten yang terluas di Sulawesi Selatan. Tak heran jika luas lahan pertaniannya pun luas sehingga menjadikan Bone sebagai produsen beras tertinggi di Sulawesi Selatan dan menempati tingkat ketujuh di tingkat nasional.

Oleh karena itu tidak mengherankan kalau Kabupaten Bone termasuk dalam lumbung beras Nasional, tidak berhenti disitu Kabupaten Bone disebut juga sebagai Kota beradat.

Disamping sektor pertanian, kabupaten Bone juga memiliki potensi besar pada sektor peternakan khususnya ternak ruminansia, dan tidak menutup kemungkinan kabupaten Bone menjadi salah satu kabupaten dengan lumbung ternak terbesar.

Hal ini dibuktikan dengan kesungguhan pemerintah daerah yang setiap tahunnya mengalokasikan anggaran pengadaan sapi yang sangat besar.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone, drh. Aris Handoko saat pembukaan sertifikasi Inseminasi Buatan (IB) dihadiri, Ketua DPRD Kabupaten Bone dan Ketua Komisi 2, lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian, Kepala BBPP Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, serta para asesor drh. Widya Ayu prasdiwi, drh. Hardi. SST, MM Eko Fendi Baskoro, SST, MM, dan drh. Guritno, Senin (23/11).

Dalam sambutannya drh. Aris Handoko mengatakan Kabupaten Bone didukung oleh 27 Kecamatan dan 372 Desa Kelurahan. Sektor pertanian, peternakan dan perikanan menjadi pendukung ekonomi masyarakat kabupaten Bone, untuk sektor peternakan menunjang sapi 457.048 ekor angka populasi tertinggi ketiga nasional, angka kelahiran 25.000 ekor/thn, angka kelahiran kawin alam.35.000 ekor/tahun, angka pengeluaran bibit sapi potong 30.000.ekor/tahun.

Sementara jumlah insiminator sebanyak 124 orang yang terdiri dari 112 ASN, 4 orang TNI, 4 orang anggota Polri dan lebihnya adalah kader kader kelompok. Lebih lanjut, Aris mengatakan jika kita mencermati masyarakat Bone, disuasana pandemi Covid-19 ini, masyarakat peternak dan masyatakat petani pada umumnya tidak terlalu merasakan dampak, karena komoditas sapi tidak pernah surut, pasarnya jelas dan harga pun tidak pernah turun.

Dengan hadirnya inseminator ditengah tengah masyarakat telah mendorong percepatan produktivitas ternak sapi, Perubahan pola pikir, dan perubahan pola pemeliharaan ternak sapi diseluruh wilayah Kabupaten Bone. Gairah dan semangat budidaya ternak sapi secara kawin suntik sudah menjadi kebutuhan sehingga motto setitik sperma sejuta harapan benar adanya.

Untuk itu para insiminator patut diberikan apresiasi sebagai pahlawan pahlawan pembangunan. Pemerintah senantiasa mendukung penuh kegiatan-kegiatan  terkait kemajuan sektor peternakan dan upaya upaya peningkatan sumber daya para petugas peternakan dalam pelayanan di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengatakan bahwa tugas dari BBPP Batu yaitu melaksanakan dan mengembangkan teknik pelatihan teknis, fungsional, dan kewirausahaan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur.

Sedangkan fungsi dari BBPP Batu diantaranya adalah melaksanakan pelatihan teknis maupun  fungsional, melaksanakan pelatihan kewirausahaan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur, pelaksanakan pengembangan teknik pelatihan di bidang persusuan dan teknologi hasil ternak, melaksanakan pengembangan teknik pelatihan  di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur.

Lalu melakukan penyusunan bahan Standar Kompetensi Kerja (SKK) pelatihan teknis, fungsional, dan kewirausahaan di bidang peternakan, pelaksanaan penyusunan paket pembelajaran dan media teknis, fungsional, dan kewirausahaan di bidang peternakan. Tentu ini menjadi momen penting agar kedepan jalinan kerjasama antara BBPP Batu dan Kabupaten Bone semakin kuat.

** T2S/Wan

Januari 2021, Pembelajaran di Sekolah Dibuka

0

Dinas Pendidikan Siapkan Tim Monev

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan pemerintah daerah untuk memulai kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh zona mulai Januari 2021. Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Entis Sutisna

Nadiem menegaskan, keputusan pembukaan sekolah tatap muka usai hampir 8 bulan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah. “Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil atau kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” kata Nadiem.

Ia pun menegaskan, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun, sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, segera membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang akan bertugas memantau pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang akan dimulai Januari 2021 mendatang.

“Kami merespon rencana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan keleluasan kepada daerah, untuk memberlakukan KBM tatap muka Januari 2021 mendatang, makanya dalam waktu dekat ini, kami bentuk Tim Monev,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, Minggu (22/11).

Entis mengatakan, tugas Tim Monev itu memantau penerapan protokol kesehatan (Prokes) di semua sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD sampai SMP, sementara untuk tingkat SMA/SMK dan Madrasah Aliyah ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Agama (Kemenag).

“Kita juga sudah menyusun skema dan teknis penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP bahkan lembaga pendidikan yang dinaungi oleh Kemenag dan KCD SMA/SMK Kabupaten Bogor, dan sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar mantan Camat Ciampea ini.

Entis menjelaskan, KBM tatap muka, kemungkinan siswa yang masuk tidak semua, seperti waktu normal, tapi akan dibagi atau digilir, misalnya dalam satu kelas ada 36 siswa, pelaksanaan pembelajarannya akan dibagi tiga.

“Ini kita lakukan untuk mencegah penularan Covid -19, semua yang terlibat dalam pembelajaran pun dari mulai tenaga pendidikan, kependidikan sampai siswa wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti menggenakan masker dan pelindung wajah,” tutupnya.

** Noverando H

DLH Resmikan BUMDes Gerbang Emas

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Bogor meresmikan bank sampah Gerakan Bangun Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dibawah naungan Pemerintah Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung.

“Dengan diresmikannya lahan yang dijadikan tempat bank sampah  tentu saja kami mensupport, dan memfasilitasi demi terwujudnya program ekonomi di masyarakat.” Tinggal kami mengawal untuk kemandirian BUMdes hingga nanti tercapai target,” kata Kepala Desa Nanggung, Muhamad Sodik, kepada wartawan, kemarin

“Pihak DLH meresmikan BUMDes Gerbang Emas  kita akan kawal terkait kemandirian BUMDes mudah-mudah bisa mencapai target. Sejauh mana mereka mensosialisasikan keberadaan dan fungsi dari BUMDes ini,” ucapnya.

Menurutnya keberadaan BUMDes dan bank sampah ini harus memberikan edukasi  dimasyarakat. “Tujuannya untuk berupaya memberikan perubahan karakter masyarakat demi tercapai apa yang diharapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengelolaan bank sampah ini, selain dikelola BUMDes, pihaknya juga melibatkan para pengurus RT, RW di masing masing wilayah. “Agar semua bisa merasakan dari program bank sampah baik itu karang taruna, tokoh masyarakat semua ikut terlibat,” tukasnya.

“Agar sosialisasi ini bisa terserap hingga ke tingkat bawah   pihaknya membuka unit di tingkat  RT, maka itu saat ini yang  butuhkan gerobak motor untuk pengangkut sampah.  Adanya gerobak tersebut agar lebih efisien dan bisa mengangkut sampah kemudian bisa langsung di pilah dilokasi,” tandasnya.

Sementara sampah-sampah yang telah dipilah bisa dijual ke agen-agen lokal setempat, ketika kuota sampahnya lebih banyak dan  memungkinkan, bisa dijual ke agen tingkat Kabupaten Bogor. “Untuk itu, kedepan ada harapan dan bertujuan untuk daur ulang dengan ada mesin dan teknologinya,” kata dia.

“Kami harap ketika program tersebut sudah bisa mendaur ulang sampah sendiri, akan tetapi untuk ke hal seperti itu kami butuh mesin dan tekniknya. Sementara ini dilihat dulu sejauh mana tingkat pencapaiannya, karena pihak desa juga saat ini belum bisa memberikan permodalan, sementara ini modal yang digunakan secara mandiri dari BUMDes,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Komisi IV Akan Tinjau Proyek SMPN 2 Caringin

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Lambatnya pelaksanaan proyek pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, akan ditinjau anggota dewan yang duduk di Komisi IV.

Wakil rakyat yang membidangi pendidikan itu, berjanji akan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke lokasi proyek yang dilaksanakan PT Indi Daya Karya di Desa Pasir Muncang tersebut.  “Saya akan datang lakukan Kunker,” kata Ridwan Muhibi, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Untuk melakukan kunjungan, lanjut Bibih panggilan akrab Ridwan Muhibi, terlebih dulu dirinya akan komunikasikan dengan anggota dewan lainnya yang ada di Komisi IV.  “Kalau tidak ada agenda lain, Senin (hari ini,red) kami akan ke lokasi proyek,” ungkapnya.

Kunjungan yang akan dilakukan anggota komisinya, sambung Bibih, kaitan dengan terhambatnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 2 Caringin tersebut.  “Bila pembangunan gedungnya tidak selesai, itukan bisa menghambat KBM. Jadi kaitannya bukan soal proyek fisik, tapi dari pemanfaatan nya,” jelas politisi Partai Golkar.

Dari pantauan di lokasi, proyek pembangunan UGB SMPN 2 Caringin yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor, sebesar 2,6 miliar lebih dengan pelaksana PT Indi Daya Karya dan Konsultan Pengawas CV Samudra Hayati, baru tahap pemasangan tiang pondasi.

Padahal, dari keterangan Budiansyah Hanafi, penanggungjawab pelaksana proyek PT Indi Daya Karya, untuk proyek yang dikerjakannya yakni, dua unit ruang kelas, satu unit kantor dua lantai dan pembangunan mushola.

 “Setiap unit bangunan ada WC, mulai WC kantor, mushola dan ruang kelas. Sesuai rencana, pembangunannya dengan cara didak dua lantai,” tukasnya.

** Dede Suhendar