30.1 C
Bogor
Sunday, July 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 140

Tak Hanya di Perkotaan, Bupati Bogor Genjot Pembangunan Infrastuktur Hingga Perbatasan Timur Kabupaten Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata di berbagai wilayah. Kali ini, upaya pembangunan tersebut semakin meluas hingga ke wilayah timur Kabupaten Bogor, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan.

Beragam proyek strategis tengah dilaksanakan, meliputi pembangunan dan peningkatan Jalan Sukamakmur–Arca yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Jalan Puncak Dua Sukawangi, Jalan Lingkar Singajaya–Cibodas, serta Jalan Cibucil Sukamaju dan Jalan Poj Perum Asabri di Kecamatan Jonggol.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pembuatan drainase Jonggol–Sukamakmur, pembangunan Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari, serta rekonstruksi Jalan Weninggalih–Balekambang di Kecamatan Jonggol. 

Proyek-proyek tersebut menjadi bagian penting dari program percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bogor yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Bupati Bogor ingin seluruh masyarakat, merasakan manfaat pembangunan secara merata, Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang lebih luas.

Dengan terus bergeraknya pembangunan infrastruktur di wilayah timur, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur terus meluas hingga ke wilayah timur Kabupaten Bogor. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung percepatan pembangunan demi kemajuan Kabupaten Bogor,” tandasnya. (*)

Pemkab Bogor Bersama Ditjen Bea Cukai Jabar dan Forkopimda Musnahkan 1,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Kerugian Negara Rp1,4 Miliar

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jawa Barat, Finari Manan dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor memusnahkan lebih dari 1,8 juta batang rokok ilegal dan sejumlah minuman keras (miras) hasil penindakan. 

Total nilai barang yang dihancurkan diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp1,4 miliar. Kegiatan dilaksanakan di area Stadion Pakansari, Cibinong, dikutip lewat kanal resmi Pemkab Bogor, Selasa (21/10).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang kuat antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jawa Barat, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas, Organisasi Kemasyarakatan, dan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi ini bertujuan utama melindungi masyarakat dan generasi muda Bogor. Upaya pemerintah belum mencapai titik sempurna.

“Memang langkah-langkah yang kami ambil belum sempurna, belum tuntas semuanya. Kalau kita ingin tuntas, kita ingin selesai, kuncinya satu, bukan hanya pemerintah, tetapi butuh dukungan dan peran serta aktif dari seluruh masyarakat,” tandas Rudy Susmanto.

Rudy menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil dari operasi yang berkelanjutan, bukan hanya satu kejadian. Penindakan tersebut menyasar dua komoditas utama, toko-toko yang menjual minuman beralkohol tanpa izin dan toko-toko yang menjual rokok tanpa cukai.

“Pemusnahan barang bukti ini bukan dari satu kejadian operasi, tapi dari beberapa kali pemeriksaan dan penindakan. Di Kabupaten Bogor, untuk minuman beralkohol, kami tidak mengeluarkan izin secara bebas. Dan terkait rokok tanpa cukai, tentu kita punya semangat yang sama untuk memberantasnya,” jelas Rudy.

Bupati Rudy mengungkapkan, semangat penindakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, semangat Menteri Keuangan, adalah melakukan langkah-langkah yang sama, dan kita berjuang bersama-sama, menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Yang terpenting adalah, kita juga melindungi generasi-generasi muda kita, masyarakat Kabupaten Bogor, membangun bangsa dari wilayah masing-masing, dari Bogor untuk Indonesia,” ungkap Rudy Susmanto.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jawa Barat, Finari Manan membeberkan, hari ini, kita menyaksikan pemusnahan sebanyak 1.887.812 batang rokok ilegal, sejumlah minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal, dan juga tembakau iris. Ini adalah wujud nyata sinergi dan kolaborasi bersama.

“Total barang yang dimusnahkan pada hari ini diperkirakan bernilai kurang lebih Rp2,8 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp1,4 miliar,” beber Finari..

Menurutnya, penindakan Khusus untuk Kabupaten Bogor, penindakan rokok ilegal yang telah kami lakukan sepanjang tahun 2025 sudah mencapai sekitar 10 juta batang rokok. Secara keseluruhan di Jawa Barat, Bea Cukai menargetkan penindakan sebesar 78,5 juta batang rokok ilegal.

“Sampai dengan hari ini, realisasi penindakan kita sudah mencapai 78 juta batang. Perkiraan kita, sampai Desember 2025 nanti, total penindakan bisa mencapai kurang lebih 90 juta batang,” ujar Finari.

Ia menuturkan, rokok-rokok ini umumnya rokok lokal yang kami cegah saat melintas dari Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jadi, perlu kami tegaskan bahwa Kabupaten Bogor atau Jawa Barat bukan tempat produksi, tetapi merupakan tempat perlintasan dan pemasaran.

“Peredaran rokok ilegal marak karena harganya yang murah, yang memicu konsumen beralih dari rokok legal. Pemasaran rokok ilegal ini ditemukan di toko-toko dan warung-warung, dengan daerah rawan meliputi Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Bandung,” tuturnya.

Finari menghimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran rokok ilegal. Sesuai Pasal 54 Undang-Undang Cukai, setiap pihak yang mengedarkan, menimbun, membeli, bahkan mengkonsumsi rokok ilegal, dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara paling lama 1 tahun sampai 5 tahun atau denda Rp200 juta sampai Rp5 miliar.(*) DR

Wujud Rasa Syukur, RSUD Raden Mohamad Noh Nur Gelar Pengajian dan Santuni Yatim

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka memperkuat nilai spiritual serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan kerja, keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar kegiatan pengajian bertema “Syukur Bi Ni’mah atas Umur yang Barokah” di Masjid Hj. Fatimah RSUD R. Moh. Noh Nur, pada Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan nikmat Allah SWT, sekaligus momentum untuk berbagi kebahagiaan melalui santunan anak yatim.

Hadir mewakili manajemen rumah sakit, Anang Sujana, S.KM., M.KM., selaku Plt. Wakil Direktur Administrasi RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, serta mengajak seluruh pegawai untuk menanamkan nilai syukur dan semangat berbagi dalam setiap langkah pelayanan.

“Kegiatan ini menjadi cermin rasa syukur kita atas nikmat yang Allah berikan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, insya Allah pelayanan kita kepada masyarakat akan semakin bernilai ibadah dan penuh berkah,” ujarnya.

Tausiah dalam kegiatan ini disampaikan oleh K.H. Ilham Kholid, Pimpinan Pondok Pesantren Nurussalam, Sadeng, yang memberikan pesan mendalam tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah, menjaga keikhlasan dalam bekerja, serta memanfaatkan usia dengan amal kebaikan.

Dalam ceramahnya menegaskan bahwa keberkahan hidup lahir dari hati yang penuh syukur dan dari amal yang membawa manfaat bagi orang lain.

Suasana pengajian berlangsung khidmat dan hangat. Seluruh peserta mengikuti dzikir dan doa bersama, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar RSUD.

Salah satu perwakilan anak yatim turut menyampaikan rasa terima kasih dan doa bagi seluruh keluarga besar rumah sakit.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu di RSUD R. Moh. Noh Nur. Kami senang bisa ikut acara ini. Semoga semuanya diberi umur panjang, kesehatan, dan rezeki yang barokah,” ungkapnya penuh haru.

Melalui kegiatan “Syukur Bi Ni’mah atas Umur yang Barokah” ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan, kuat dalam nilai spiritual, dan hadir membawa manfaat bagi masyarakat.

(yev/rls)

Beri Ketenangan, RSUD Raden Mohamad Noh Nur Ajak Keluarga Pasien Doa dan Dzikir

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memberikan ketenangan batin bagi keluarga pasien, Tim Pelayanan Rohani RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang mengadakan kegiatan Doa dan Dzikir Bersama Keluarga Pasien, bertempat di Masjid Hj. Fatimah RSUD R. Moh. Noh Nur.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh keluarga pasien dari ruang rawat inap serta unit intensif seperti ICU, NICU, dan PICU. Acara diawali dengan tausiah yang disampaikan oleh Anoegrah Sutrisna, perwakilan dari Tim Pelayanan Rohani RSUD R. Moh. Noh Nur. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian kesehatan, serta mengingatkan bahwa setiap doa dan usaha yang tulus akan selalu mendapat jalan terbaik dari Allah SWT.

Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Yosep Andriana, juga perwakilan dari Tim Pelayanan Rohani RSUD R. Moh. Noh Nur. Dzikir dan doa yang dibaca bersama keluarga pasien berlangsung penuh kekhusyukan, menghadirkan suasana yang menenangkan serta memberikan semangat spiritual bagi keluarga dalam mendampingi anggota keluarganya yang tengah berjuang untuk sembuh.

Salah satu keluarga pasien turut menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut.

“Kami merasa lebih tenang setelah mengikuti doa dan dzikir ini. Ada ketenangan hati dan kekuatan baru untuk terus mendampingi keluarga yang dirawat. Terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelayanan Rohani atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan di lingkungan rumah sakit. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RSUD R. Moh. Noh Nur dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan keseimbangan mental dan spiritual pasien serta keluarganya.

Dengan suasana yang hangat dan penuh makna, kegiatan Doa dan Dzikir Bersama ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus mempererat silaturahmi antara rumah sakit dan masyarakat.

(yev/rls)

Damai KLH dan Pengusaha, AMBS Tetap Lakukan Pengawasan Lingkungan Puncak

0

jurnalinspirasi.co.id – Rujuknya para pengusaha pariwisata yang ditindak oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang sempat menjadi konsumsi publik kini sudah memasuki tahap penyelesaian.

Melunaknya KLH setelah adanya desakan dari Aliansi Masayarakat Bogor Selatan (AMBS) yang terus menyuarakan terhadap kinerja KLH yang dinilai mengancam terhadap kelangsungan mata pencaharian para pekerja di tempat tempat wisata yang ditindak oleh KLH.

“Beberapa hari lalu Kementerian Lingkungan Hidup sudah mengundang para pengusaha yang disegel tersebut. Berbagai ketentuan yang diperintahkan KLH kepada pengusaha, yakni menjaga kelestarian wilayah Puncak itu harus dipatuhi. Dalam pertemuan antara pengusaha dan pihak KLH adalah mencabut sangsi yang selama ini diterapkan oleh pihak KLH. Meskipun demikian, kita selalu warga Puncak akan tetap melakukan  pengawasan dan menjaga lingkungan Puncak tidak semakin rusak,” tandas Ketua AMBS Muksin.

Kata juga mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh H. Mulyadi anggota DPRI dari Fraksi Gerinda yang terjun ke tengah-tengah masyarakat dalam agenda resepnya beberapa waktu yang lalu.

Bahkan, H. Mulyadi meminta kepada menteri LH Faisol Nurofiq  supaya berpihak kepada para pekerja yang kondisinya terancam di PHK.

“Adanya langkah H. Mulyadi terhadap KLH itu sangat berdampak. Dan sekarang para pekerja kembali bisa bernapas lega. Dan kita meminta kepada PTPN Regional satu dan dua untuk bisa menjaga kebunnya dari hal-hal yang sifatnya akan merusak alam di Puncak. Terkait segel-segel yang dipasang oleh KLH tersebut secara bertahap segel-segel itu akan segera dicabut. Hanya satu tujuan, AMBS akan terus melakukan pengawalan dan pengawasan untuk keselamatan alam Puncak dan nasib para pekerja,” pungkas Muhksin.

(Dadang Supriatna)

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Program MBG di Sukajaya

0

jurnalinspirasi.co.id – Personil Polsek Cigudeg- Polres Bogor Bripka Asep dan anggota Koramil 0621-18  Cigudeg Kopka Donald melaksanakan monitoring program makan bergizi (MBG), Senin (20/10/2025).

Kedua anggota TNI dan Polri yang merupakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Desa Sukajaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor turun langsung hal ini memastikan makanan yang distribusikan dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

Program MBG bagi sekolah SMAN 1 Sukajaya 625 dan SMPN 1 Sukajaya 566 siswa  tercatat sebanyak 1.161penerima paket makanan bergizi.

Kehadiranya  di lapangan selain distribusi MBG tepat sasaran, tetapi ini bentuk pengawasan dan makanan yang diberikan dipastikan telah sesuai standar kesehatan.

“Agar kualitas makanan yang diberikan  sesuai standar gizi apa yang sudah ditentukan,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Sukajaya Bripka Asep kepada Jurnal Bogor.

Lanjut dikatakannya, kolaborasi ini sebagai bentuk jalinan kerjasama antara pemerintah penyedia MBG begitu juga pihak sekolah sama mengawasi agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Dengan begitu, diharapkan program MBG tersebut dapat  memberikan dampak positif terutama bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sukajaya,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Ponpes Darul Iptida Nanggung Ludes Terbakar, Pemdes Parakanmuncang Minta Bantuan ke Antam

0

jurnalinspirasi.co.id – Bangunan  Pondok Pesantren Darul Iptida di Kampung Blok Paris di Desa Parakanmuncang,  Nanggung, Kabupaten Bogor ludes terbakar.

Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin menjelaskan, Ponpes Darul Iptida yang dibangun menggunakan material kayu dan bambu membuat api mudah membesar membakar bangunan.

Informasi dari lingkungan pesantren, sebelumnya tidak ada yang mengetahui api muncul hingga cepat membesar dan memporakporandakan ponpes tersebut.

Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik, sejumlah santri dan masyarakat bergerak cepat memadamkan kobaran api tersebut hingga Satpol PP, Babinsa dan pihak kepolisian mendatangi lokasi ponpes.

“Bangunan yang terbakar itu yang biasa digunakan santri atau yang biasa disebut kobong,” ujar Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada Jurnal Bogor, Senin (20/10/2025).

Kades menjelaskan, kejadian tersebut  sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan perbaikan ponpes yang terbakar dimana kerugian ditaksir puluhan juta.

“Sekarang ini bagaimana caranya agar fasilitas keagamaan pondok bisa dibangun lagi. Termasuk akan mengajukan bantuan perbaikan ke PT Antam. Dari musibah kebakaran yang menimpa pondok pesantren, kami akan mengajukan bantuan ke PT Antam,” jelasnya.

Babinsa Desa Parakanmuncang Serda Supriadi juga menginformasikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Diketahui api itu muncul dari atap kobong, warga sekitar dan para santri langsung berjibaku memadamkan kobaran api menggunakan air seadanya.

(Arip Ekon)

ACRA 2025: Musik, Seni, dan Solidaritas dalam Semangat “Food for Everyone”

0

Jurnal Bogor – Unit Kegiatan Mahasiswa MAX!! (Music Agriculture X-Pression!!) IPB University kembali menghadirkan program unggulannya, ACRA (Art Collaboration and Revolutionary Action), sebagai wadah kolaborasi seni, musik, dan kepedulian sosial. Tahun ini, ACRA 2025 mengusung tema “Food for Everyone” yang menyoroti isu kemanusiaan, kesetaraan, serta keadilan sosial.

Ketua panitia ACRA 2025, Farhan Dinata, mengatakan bahwa tema tersebut melambangkan semangat kebersamaan dan solidaritas lintas batas.

“Makanan dipilih sebagai simbol dari kebutuhan dasar manusia yang mampu menyatukan siapa pun tanpa memandang latar belakang, sebagaimana musik yang menjembatani perbedaan. Melalui tema ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh ‘sajian kehidupan’ yang layak,” ujar Farhan, Senin (20/10/25).

ACRA bukan sekadar ajang pertunjukan musik, tetapi juga gerakan sosial yang memadukan seni, kemanusiaan, dan solidaritas. Kegiatan ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kepedulian terhadap isu sosial melalui musik dan karya kreatif.

Pelaksanaan ACRA 2025 terdiri dari empat rangkaian kegiatan utama yang dirancang untuk menggandeng masyarakat luas dan menanamkan nilai sosial di setiap kegiatannya.

Rangkaian pertama, ACRA Pre-Event 1, berupa mini concert hasil kolaborasi UKM MAX!! dengan Indonesian Green Action Forum LC IPB, organisasi mahasiswa yang fokus pada isu lingkungan. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk peduli terhadap kelestarian alam melalui edukasi pengelolaan sampah organik dan non-organik, serta praktik daur ulang menjadi produk bermanfaat.

Rangkaian kedua, Band Competition, menjadi ajang bagi musisi muda menyalurkan kreativitas sekaligus menyuarakan kepedulian sosial melalui musik. Pemenang kompetisi ini akan tampil di acara puncak ACRA 2025.

Selanjutnya, ACRA Pre-Event 2 menghadirkan kegiatan sosial berupa kunjungan ke Panti Asuhan Bina Harapan Bogor. UKM MAX!! memperkenalkan musik kepada anak-anak panti dan memberi kesempatan mereka tampil dalam pertunjukan angklung sebagai simbol kebersamaan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penggalangan donasi bekerja sama dengan Komunitas Panti Goceng, yang hasilnya diserahkan pada malam puncak ACRA.

Sebagai penutup, ACRA Main Event 2025 akan dikemas dalam bentuk Charity Concert dengan menghadirkan Kunto Aji dan Perunggu sebagai guest star. Kedua musisi ini dikenal lewat karya yang sarat pesan kemanusiaan. Selain itu, UKM MAX!! juga akan tampil membawakan pertunjukan musik kolaboratif yang merepresentasikan semangat mahasiswa IPB University.

Melalui ACRA 2025, UKM MAX!! berupaya menunjukkan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan menyuarakan kepedulian sosial.

“ACRA bukan sekadar festival musik, melainkan gerakan kemanusiaan berbasis seni. Kami ingin setiap nada menjadi seruan untuk kemanusiaan, dan setiap karya menjadi langkah menuju dunia yang lebih adil dan peduli,” tutup Farhan. Yudi

Bupati Bogor Lantik 25 Pejabat Administrator dan Pengawas, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kembali melantik serta mengambil sumpah jabatan terhadap 25 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lobi Utama Sudirman, Kantor BKPSDM Kabupaten Bogor, Senin (20/10/25).

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya konkret Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan profesionalitas aparatur, serta memantapkan kualitas pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Ia juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi.

“Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Bupati Rudy.

Selanjutnya,, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan, pelantikan ini dilakukan untuk menuntaskan rekomendasi penempatan pejabat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dari total 25 pejabat yang dilantik, terdapat dua camat baru yakni Camat Gunung Sindur dan Camat Ciseeng, serta sejumlah sekretaris, kepala bidang, dan kepala UPT di berbagai perangkat daerah.

“Hari ini kita sudah melantik 25 pejabat yang memang sudah direkomendasikan. Ini bagian dari penyegaran agar organisasi tetap dinamis dan siap menghadapi tantangan tahun depan,” imbuhnya. (*)

Pemkab Bogor Raih Mandaya Awards 2025, Bukti Keseriusan Tangani Kemiskinan Lintas Sektor

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Mandaya Awards 2025 kategori Kabupaten. Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Bogor dalam menanggulangi kemiskinan secara lintas sektor melalui beragam program pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Bogor, di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10).

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas konsistensi Pemkab Bogor dalam menjalankan berbagai inovasi penanganan kemiskinan yang terintegrasi antara pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Program-program yang kami jalankan tidak hanya fokus pada satu sektor, tapi melibatkan banyak pihak dan lintas bidang. Dari pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi, penanganan stunting, hingga penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana semuanya berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” ungkap Ajat.

Menurutnya, prestasi ini tidak telepas dari sukesi lima Aspek Utama Penanganan Kemiskinan Lintas Sektor di Kabupaten Bogor, antara lain Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dengan memberikan bantuan keuangan khusus infrastruktur kepada seluruh desa yang dilaksanakan secara padat karya.

Sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa. Program ini menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput dengan perputaran uang di desa mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun. Kemudian program Gotasmil (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Ibu Hamil KEK) dengan menggerakkan kepedulian lintas elemen mulai dari pelaku usaha hingga pejabat pemerintahan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi ibu hamil berisiko melalui partisipasi langsung dan sukarela.

Lalu ada Beasiswa Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan pendidikan bagi 1.200 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan S1 sebagai investasi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan.

Selanjutnya, program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin, melalui dukungan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan di sektor perikanan dan peternakan, program ini membantu masyarakat miskin agar mampu mandiri dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Dan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Melalui Pokmas, dengan memberikan hunian layak bagi korban bencana melalui mekanisme swakelola tipe IV, dimana masyarakat sendiri terlibat langsung dalam proses pembangunan. Selain menciptakan lapangan kerja, program ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan gotong royong antarwarga.

Selain lima aspek utama tersebut, Pemkab Bogor juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan lain, seperti perbaikan rutilahu, pengelolaan air bersih dan sanitasi, kampung ramah lingkungan, pelatihan wirausaha baru, pengembangan desa wisata, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dalam KKN tematik kemiskinan dan stunting.

Ajat Rochmat Jatnika menegaskan, seluruh program tersebut merupakan wujud konkret komitmen Pemkab Bogor untuk memastikan penanganan kemiskinan dilakukan secara berkelanjutan, inklusif, dan kolaboratif.

“Kami berupaya agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penghargaan Mandaya Awards ini bukan akhir, tapi motivasi untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor demi Bogor yang maju, berdaya, dan sejahtera,” tutupnya. (*)