31.4 C
Bogor
Sunday, July 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 139

Peringati Hari Santri, Rudy Susmanto Sampaikan Pesan Santri Harus Berilmu, Berakhlak, Dan Berdaya

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan pesan Menteri Agama Republik Indonesia agar santri harus berilmu, berakhlak, dan berdaya. Pesan tersebut disampaikan Rudy saat memimpin upacara peringatan Hari Santri tahun 2025, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/10).

Hari santri tahun 2025 mengusung tema “mengawal indonesia merdeka menuju peradaban dunia.” Ini tema yang sangat tepat. Tema ini mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman.

Upacara diikuti para santri perwakilan Pondok Pesantren se-Kabupaten Bogor beserta jajaran ASN Pemkab Bogor. Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Bogor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, beserta para alim ulama, pimpinan pondok pesantren.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan amanat Menteri Agama, bahwa hari Santri Harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman,” kata Rudy.

Rudy melanjutkan, bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Terus berjuang bersama untuk mengawal indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

“Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tandas Rudy Susmanto. (*)

PJU Mati di Jalur Pisang–Ciapus Dikeluhkan Warga Tamansari

0

Jurnal Bogor – Warga Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Pisang menuju perempatan Ciapus yang sudah lama tidak berfungsi.

Minimnya penerangan membuat kawasan tersebut gelap gulita saat malam hari dan dinilai berbahaya bagi pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor serta pejalan kaki. Selain itu, warga khawatir kondisi itu dapat dimanfaatkan oleh pelaku tindak kejahatan.

Salah satu warga Rahman mengatakan, lampu PJU tidak nyala, hanya lampu rumah warga saja yang menyala. Saya khawatir rawan kejahatan.

“Iya, beberapa bulan lampu penerangan jalan ini tidak berfungsi. Kami berharap instansi terkait segera memperbaikinya, karena jalan ini rawan kejahatan dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Rahman, warga setempat, Rabu (22/10/2025).

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti permasalahan tersebut agar kenyamanan dan keamanan masyarakat saat melintas pada malam hari dapat terjaga. Yudi.

Terkait Anggaran Bankeu 1,5 Miliar untuk Desa, Sastra Winara: Kita Hitung Ulang

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara akan membahas kembali terkait program Bupati Bogor, dana Bantuan Keuangan Desa (Bankeu) menjadi 1,5 miliar.

Hal tersebut diungkapkan setelah Kabupaten Bogor mengalami pemangkasan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp623 miliar atau sekitar 22,9 persen dari total anggaran yang diterima sebelumnya

Sastra menyebut, bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor terlebih dahulu untuk di hitung ulang.

“Nanti, insyaallah awal bulan depan kita akan membahas APBD Kabupaten Bogor anggaran tahun 2026,” ujarnya kepada, Rabu (22/10/25).

Namun, Sastra Winara juga mengatakan, bahwa dirinya belum bisa memastikan program Bupati Bogor, Bankeu desa senilai 1,5 miliar itu bisa dilaksankan.

“Apakah 1,5 miliar itu masih memungkinkan untuk dilaksanakan, kalau iya nanti kita akan hitung dan bahas bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut, akibat dari pemangkasan dana TKD, semuanya terkena dampak termasuk program prioritas.

“Tentunya semua akan ada dampak, makanya kita penyusunan kedepan untuk 2026 skala priritas itu,btetep kita menginginkan adanya perbaikan di kesehatan, pendidikan, dan pembangunan,” ungkapnya.

“Dari desa juga di kedepankan, seperti infrastruktur di desa itu sendiri, itu yang kira-kira jadi prioritas kita,” lanjutnya.

Namun, kata Ajat, pihaknya harus meninta persetujuan kepada DPRD Kabupaten Bogor terkait program Bankeu untuk desa senilai 1,5 miliar.

“Kita harus mendapat persetujuan dari DPRD, tapi program itu tetep ada, apakah itu 1,5 miliar atau satu miliar kalau memang sangat turunnya cukup banyak,” tutupnya.

(**)

Menteri Hanif Janji Cabut Sanksi KSO di Puncak

0

Jurnal Bogor – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq memastikan akan segera mencabut sanksi administratif terhadap belasan Kerja Sama Operasional (KSO) usaha ekowisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagaimana yang disampaikan langsung dalam audiensi bersama Anggota DPR RI Mulyadi serta perwakilan pengusaha dan masyarakat Bogor Selatan, Sabtu (18/10/2025) di Jakarta.

Langkah tersebut merupakan bentuk perhatian menteri LH terhadap aspirasi masyarakat dan dunia usaha di Bogor yang selama ini terdampak oleh kebijakan penghentian sementara kegiatan ekowisata.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendukung investasi di Kabupaten Bogor, selama selaras dengan pelestarian lingkungan. Kami mendorong para pelaku usaha untuk melakukan penanaman pohon, penataan limpasan air, dan langkah nyata agar tidak terjadi banjir di kawasan Puncak,” ujar Hanif.

Menteri LH juga menegaskan bahwa KLH tidak menutup usaha, melainkan melakukan penghentian sementara untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan lingkungan. “Kami tidak menutup usaha, hanya menghentikan sementara untuk mendorong pembenahan dan kesadaran bahwa ekonomi harus memperhatikan daya dukung lingkungan,” lanjutnya.

Menteri LH mengharapkan kolaborasi yang efektif antara penggiat usaha dan kementerian dalam menjaga lingkungan bersama, serta menginstruksikan para pengusaha KSO untuk segera melaporkan langkah penataan lingkungan yang telah dilakukan dan mengarahkan PTPN membenahi perizinan sesuai ketentuan undang-undang.

Perihal izin, Menteri LH juga mengarahkan para pihak pengusaha untuk memberikan laporan terkait penataan lingkungan yang sudah dilakukan dan mengarahkan PTPN untuk segera membenahi perizinan sesuai undang-undang yang berlaku.

Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Menteri LH dalam memberikan kepastian pencabutan sanksi dalam waktu dekat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan lingkungan secara proporsional.

Anggota DPR RI Mulyadi memberikan apresiasi tinggi atas sikap cepat dan terbuka Menteri LH dan jajaran KLH dalam merespons aspirasi masyarakat Bogor.

Mulyadi juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri LH yang telah mendengar suara rakyat dan bersedia untuk segera mencabut sanksi demi kepastian usaha yang selaras dengan keberlangsungan lingkungan hidup dan mendukung kolaborasi hijau di kawasan Puncak.

“Saya mengapresiasi aksi cepat Bapak Menteri dan KLH yang akan memberikan kepastian pencabutan sanksi sebelum akhir bulan ini. Ini langkah nyata pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menunjukkan bahwa penegakan lingkungan bisa berjalan berdampingan dengan investasi,” ujar Mulyadi.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap pelaku usaha agar mampu menerapkan praktik ekowisata berkelanjutan, yang bukan hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga keseimbangan alam di kawasan Puncak.

Suara senada datang dari Ketua Masyarakat Adat Puncak (MAP), Chaidir Rusly atau akrab disapa Mang Iding. Dengan nada optimistis, ia mengingatkan semua pihak agar menjaga momentum baik ini.

“Kita perlu menjaga kelestarian alam Puncak sekaligus menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Karena itu, kami berharap ada kepastian dan langkah konkret dari KLH. Masyarakat Puncak akan terus mendukung dan mengawal agar komitmen yang disampaikan Menteri LH bisa ditepati secepat mungkin.” tegasnya

Keputusan ini menegaskan posisi KLH sebagai lembaga yang pro-investasi dan pro-rakyat, tanpa mengabaikan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan semangat kolaborasi, KLH berupaya menjadikan kawasan Puncak Bogor sebagai model ekowisata berkelanjutan yang inklusif, produktif, dan ramah lingkungan.

** Fredy Kristianto | *

Siswa SMP IT BBS Ukir Prestasi di Berbagai Ajang Olahraga

0

Jurnal Bogor – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa dan siswi SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS). Dalam sepekan terakhir, mereka berhasil meraih sejumlah gelar juara di berbagai cabang olahraga tingkat daerah hingga nasional.

Beragam capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lingkungan pendidikan di SMP IT BBS turut mendukung pengembangan potensi siswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga dan karakter.

Adapun daftar prestasi yang diraih siswa-siswi SMP IT BBS antara lain:

  1. Juara 1 Boxing kelas 55 kg yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor atas nama Al Muqaddim Adham Agasatya.
  2. Juara 3 Kejuaraan Taekwondo Internasional Piala Panglima TNI di Jakarta atas nama Athaya Kayla Sora.
  3. Juara 2 dan Juara 3 Panahan kategori Barebow, masing-masing diraih oleh Muhammad Ali Baharuddin dan Najya Saffa Raihanah.
  4. Juara 1 putra dan putri cabang handball pada kejuaraan BHC-2.
  5. Juara 2 putra dan putri handball pada ajang Bogor Open Champions X Hari.

Kepala Sekolah SMP IT BBS, Syabar Suwardiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas deretan prestasi yang dicapai para siswa.

“Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi sekolah. Prestasi ini menjadi bukti kerja keras para siswa, guru, dan pelatih dalam membangun semangat juang dan kedisiplinan. Kami berharap pencapaian ini dapat dipertahankan dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya, Selasa (21/10/25).

Syabar menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pembinaan dan latihan yang terarah serta dukungan lingkungan sekolah yang positif.

“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem belajar yang seimbang antara akademik, spiritual, dan pengembangan bakat,” tambahnya.

Dalam waktu relatif singkat sejak berdirinya, SMP IT BBS telah menempatkan diri sebagai salah satu sekolah yang konsisten mencetak prestasi di berbagai bidang, sekaligus menjadi wadah bagi tumbuhnya generasi muda berprestasi, disiplin, dan berakhlak mulia. Yudi

Pemkab Bogor Tutup Mata, SDN Rimba Kencana Rusak Berat

0

jurnalinspirasi.co.id – Meski telah disurvei beberapa tahun lalu, SDN Rimba Kencana yang rusak berat itu tak kunjung dibangun. Sekolah SDN Rimba Kencana  berada di pelosok kampung yang jauh dari keramaian kota  di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kini luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kepala Sekolah SDN Rimba Kencana  Suryana Kusmayadi membenarkan, sekolah SDN Rimba Kencana telah mengalami kerusakan yang cukup berat.

“Sudah lama mengalami kerusakan, namun  belum juga dibangun. Apalagi kondisi SDN Rimba Kencana saat ini sangat memprihatinkan,” kata kepala SDN Rimba Kencana Suryana Kusmayadi saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (21/10/2025).

Suryana menerangkan, pada tahun 2022 SDN Rimba Kencana sempet disurvei oleh pihak terkait namun setelah itu tidak  ada kabarnya lagi. Sampai saat ini kondisi SDN Rimba Kencana cukup parah lantaran belum juga dibangun Pemkab Bogor.

“Setelah disurvei waktu itu, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” paparnya.

Tak hanya SDN Rimba Kencana, sebelumnya diberitakan SDN Cisarua 01 Nanggung, Kabupaten Bogor  kondisi bangunan sekolahnya juga nyaris ambruk.

Kepala Sekolah SDN Cisarua 01 Yedih mengaku setelah ambruknya SDN Nangela di Desa Nanggung, ia juga khawatir bangunan sekolahnya yang sudah tua itu sewaktu-waktu bisa ambruk.

“Satu ruangan sudah sangat tua, khawatir  bisa ambruk juga seperti di SDN Nangela waktu itu,” kata Yedih kepada Jurnal Bogor, Senin (8/9/2025).

Kekhawatirannya memang cukup beralasan dimana usia sekolah sejak dibangun tahun 1982 belum pernah dibangun lagi dan hanya saja pernah rehab ringan saja. Kini sejumlah guru dihantui ketakutan karena usia bangunan sekolah yang menahan beban berat genteng itu bisa saja seketika ambruk.

Pihak sekolah juga mengakui jaringan listrik  sudah diputus, sebab pihak sekolah tak mau mengambil risiko ketika sewaktu-waktu sekolah itu ambruk. Disaat hujan dan genteng bocor pun, sejumlah guru tak ada yang berani  memperbaikinya .

“Tak ada yang berani memperbaiki, karena kondisi bangunan sekolah yang sudah tua itu membahayakan. Serta adanya keterbatasan ruangan, terpaksa kegiatan belajar terbagi dua sift,” ungkap Yedih.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera membangun sekolah yang nyaris ambruk itu, karena tidak menutup kemungkinan sekolah yang dibangun 1982 itu  bisa saja terjadi ambruk.

(Arip Ekon)

Antam Respons Ponpes yang Terbakar, Pemdes Parakan Muncang Segera Ajukan Perbaikan

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Antam Tbk, UBPE Pongkor menyatakan akan membantu Pondok Pesantren Darul Iptida yang terbakar di Kampung Blok Paris di Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin (20/10/2025).

“Setelah dicek, Antam siap membantu ponpes yang hangus terbakar,” kata Manajer CSR PT Antam Arif Rahman Shaleh saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (21/10/2025).

Terbakarnya pondok pesantren yang biasa digunakan para santri itu, Antam meminta  pihak desa segera untuk mengajukan perbaikan.

“Karena pondok pesantren yang terbakar itu merupakan fasilitas untuk kegiatan keagamaan, untuk itu Kepala Desa segera mengajukan untuk perbaikan ke PT Antam,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, bangunan  Ponpes Darul Iptida ludes terbakar. Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin menjelaskan, Ponpes Darul Iptida yang dibangun menggunakan material kayu dan bambu membuat api mudah membesar membakar bangunan.

Informasi dari lingkungan pesantren, sebelumnya tidak ada yang mengetahui api muncul hingga cepat membesar dan memporakporandakan ponpes tersebut.

Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik, sejumlah santri dan masyarakat bergerak cepat memadamkan kobaran api tersebut hingga Satpol PP, Babinsa dan pihak kepolisian mendatangi lokasi ponpes.

“Bangunan yang terbakar itu yang biasa digunakan santri atau yang biasa disebut kobong,” ujar Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada Jurnal Bogor, Senin (20/10/2025).

Kades menjelaskan, kejadian tersebut  sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan perbaikan ponpes yang terbakar dimana kerugian ditaksir puluhan juta.

“Sekarang ini bagaimana caranya agar fasilitas keagamaan pondok bisa dibangun lagi. Termasuk akan mengajukan bantuan perbaikan ke PT Antam. Dari musibah kebakaran yang menimpa pondok pesantren, kami akan mengajukan bantuan ke PT Antam,” jelasnya.

(Arip Ekon)

Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental

0

Kesehatan mental warga Kota Bogor menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Tak heran bila TP PKK Kota Bogor gencar menyosialisasikan kesadaran kesehatan mental, khususnya bagi anak-anak dan remaja melalui peran orangtua, dalam hal ini ibu. Seperti apa?

Isu kesehatan mental masih belum banyak tersosialisasi di masyarakat. Empati terhadap penderita gangguan mental sering terabaikan, berbeda dengan perhatian yang lebih mudah diberikan kepada mereka yang sakit secara fisik.

Terlebih saat ini, banyak orang lebih peduli pada kondisi fisik, tetapi kurang memberi perhatian saat seseorang mengalami gangguan mental. Untuk menjawab tantangan itu, program TP PKK Kota Bogor memberikan wadah ekspresi kreatif bagi remaja.

Namun lebih penting dari itu, yakni mengajak ibu-ibu di Kota Bogor untuk kembali gemar membaca dan menulis. Aktivitas ini dipandang dapat memberikan output yang baik untuk tumbuh kembang anak saat memberikan pengasuhan. Terlebih saat ini, anak-anak saat ini terkontaminasi konten negatif di media sosial yang merusakan mental anak-anak dan remaja.

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim berpandangan aktivitas membaca dan menulis belakangan ini sudah mulai banyak ditinggalkan. Masifnya kemajuan teknologi dan informasi disebut jadi salah satu pemicunya.

“Sekarang hampir semua orang beralih ke smartphone. Budaya baca yang ada tidak lagi di buku, tapi di media sosial, sebagai Bunda Literasi, saya berusaha menumbuhkan kembali minat membaca dan menulis yang sudah agak bergeser,” ujar Yantie.

Budaya membaca akan banyak masuk pengetahuan dan wawasan dalam memori. Ini bisa menjadi cerita yang baik untuk bisa disampaikan kepada anak dan cucu. Baiknya, aktivitas ini ditularkan pula kepada mereka.

“Apalagi ibu-ibu PKK yang memang dekat dengan masyarakat. Harus bisa mengalokasikan waktu untuk membaca Alquran maupun buku apapun, sehingga bisa memberikan dampak positif,” terang Yantie.

Aktivitas membaca perlu diiringi dengan tulisan-tulisan. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan ruang ekspresi pada diri sendiri. Serta berguna untuk menjaga kondisi emosional.

“Menulis juga dapat menjadi sarana evaluasi diri ketika membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah dibuat. Jika tulisan berisi nilai-nilai kehidupan, pengalaman, dan kebijaksanaan ini akan berguna untuk generasi berikutnya,” bebernya.

Program kesehatan mental PKK berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi, pemberdayaan kader sebagai ujung tombak, serta dukungan psikologis bagi keluarga dan remaja. Program ini terintegrasi dalam Program Pokok PKK, terutama pada program Kesehatan, namun juga meluas ke program lain seperti Penghayatan dan Pengamalan Pancasila serta Pendidikan dan Keterampilan.

Dirinya mengajak seluruh kader untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam setiap kegiatan agar PKK dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Yantie Rachim menjelaskan pada kegiatan evaluasi 10 Program Pokok PKK terdapat beberapa kategori utama yang menjadi fokus penilaian, antara lain Tertib Administrasi, P4 dan Gotong Royong, Galeri Pelangi, Aku Hatinya PKK, serta Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Menurutnya, melalui kegiatan ini Yantie Rachim dapat menilai berbagai capaian dan kendala yang dihadapi di lapangan untuk kemudian dijadikan dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan.

Bentuk dan Tujuan Program Kesehatan Mental PKK

  1. Peningkatan kesadaran dan edukasi: Melalui penyuluhan, seminar, dan lokakarya, PKK mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda masalah mental, dan menumbuhkan lingkungan yang empatik.
  2. Pemberdayaan kader: PKK melatih kader untuk menjadi sumber daya manusia yang mampu meningkatkan kesehatan mental masyarakat, termasuk dalam pencegahan dampak masalah seperti pasca pandemi.
  3. Dukungan untuk remaja: Melibatkan psikolog klinis untuk memberikan edukasi dan menjadi ruang aman bagi remaja untuk berbagi masalah, serta mencegah perundungan (bullying).
  4. Fokus pada keluarga: PKK menekankan peran keluarga dalam membentuk karakter dan kesehatan mental anak. Ada juga program yang memberdayakan perempuan dan meningkatkan ekonomi keluarga untuk mendukung kesehatan mental.
  5. Terintegrasi dengan program pokok PKK: Meskipun tidak selalu tertera sebagai “program kesehatan mental” secara spesifik, program ini masuk dalam kerangka kerja Program Pokok PKK, seperti:
  • Kesehatan: Menjangkau edukasi kesehatan mental.oPendidikan dan Keterampilan: Menggabungkan edukasi kesehatan mental dalam sosialisasi di sekolah.
  • Penghayatan dan Pengamalan Pancasila: Termasuk pembinaan karakter keluarga dan anak, yang berkaitan erat dengan kesehatan mental. Manfaat
  • A.Membantu masyarakat memahami pentingnya kesehatan mental setara dengan kesehatan fisik.
    • B.Menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan mendukung, baik di keluarga, sekolah, maupun komunitas.
    • C.Memberikan solusi untuk masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan kasus tragis akibat tekanan sosial.

Alumni SSJ (sekolah sepak bola Jawa Barat) TAHUN 1988 1992, yg pernah memperkuat PSB Bogor pada jamannya Gelar Reuni dan silaturahmi

0

Karawang |Jurnalbogor Pemain sepak bola profesional jebolan SSJ menggelar pertandingan reuni di lapangan STADION singa perbangsa,Karawang , Sabtu (09/10/2025).


Pertandingan ini digelar sebab beberapa pemain yang dulu jebolan PSB mengadakan Silaturahmi yang di organise oleh Kang Rahmat sebagai sosok yang seslau antusias terhadap tiap pertandingan

Wajah pemain Alumni PSB seperti Irmawan.(nano karno), Barnas(Dian yudiantara) tampak terlihat dalam gim saat alumni PSB menggelar sparing Silaturahmi di Karawang.

Selain itu, mantan pemain PSB Mindrajat. yang kini Tinggal di Karawang serta beberapa mantan pemain yang juga pernah merasakan atmosfer liga profesional seperti Irmawan dan lain-lain, antusias terlibat dalam reuni kali ini. Bahkan jebolan PSB yang pernah merumput di jamannya juga turut hadir.

“Kebetulan saya pas Silaturahmi, lalu teman-teman semasa di SSJ ngajak reunian. Saya senang bertemu dan bisa kembali main bola bersama teman-teman,” kata Wahyuna Bugusta kepada Jurnalbogor ( Wawan Hermawanto)

Pengganti Paul Bonehead dalam Tur Dunia OASIS Live’25

0

jurnalinspirasi.co.id – Gitaris OASIS Paul Bonehead Arthurs tidak bisa mengikuti tur dunia OASIS karena kesehatannya. OASIS pun langsung mengumumkan gitaris additional untuk menggantikan posisi Paul. 

Dia adalah Mike Moore, yang pernah menjadi bagian dari proyek solo Liam Gallagher sejak 2017. Moore akan manggung bareng OASIS dibeberapa kota termasuk Tokyo, Melbourbe dan Sydney. dikutip dari laman times indonesia.

Pengumuman Mike Moore ini membuat penggemar makin bersemangat. Karena Moore bukan ‘orang baru’ bagi OASIS. 

Demikian dengan Paul Bonehead yang sangat mendukung Mike Moore sebagai penggantinya. Dia juga meminta maaf pada penggemar karena tidak bisa ikut dalam tur duni OASIS Live’25. 

Diketahui, Paul Bonehead tengah berjuang melawan kanker prostat. Ia minta doa penggemar agar dirinya bisa sembuh dan bisa tampil maksimal. “Jika semuanya berjalan dengan lancar, dan kesehatan ku kembali saya berjanji akan tampil untuk tur di Amerika Selatan,” terangnya. 

Tur OASIS live’25 menjadi ajang reuni band asal Inggris itu. Tur dibuka pada dimulai 4 Juli 2025 di Cardiff, mencakup konser di berbagai negara hingga 23 November 2025, dengan jadwal terakhir di Sao Paulo, Brasil. Tur ini akan mengunjungi Inggris, Irlandia, Amerika Utara (Kanada, AS), Meksiko, Korea Selatan, Jepang, Australia, Argentina, dan Chili. Tur ini berakhir di São Paulo, Brasil, pada 22-23 November. ded