26.1 C
Bogor
Friday, February 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 14

MUI Caringin Dikukuhkan, Diminta Aktif Berantas Judi dan Prostitusi Online

0

Caringin | Jurnal Bogor
Majelis Ulama Desa (MUD) se-Kecamatan Caringin bersama kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Caringin resmi dikukuhkan oleh MUI Kabupaten Bogor.

Dalam pengukuhan tersebut, MUI diminta berperan aktif memberantas praktik judi online dan prostitusi online yang marak di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Pengukuhan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja (Muker) MUI Kecamatan Caringin masa khidmat 2026–2031 ini digelar di Tjapung Resort, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Rabu (21/1/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor H. Irvan Awaludin, Camat Caringin Ramdan Firdaus, Kapolsek Caringin AKP Jajang, Danramil Ciawi–Caringin Mayor Inf. Budi Racmat, serta para kepala desa se-Kecamatan Caringin.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, H. Irvan Awaludin, menyampaikan bahwa MUI Kecamatan Caringin menjadi satu-satunya MUI kecamatan di Kabupaten Bogor yang telah memiliki kendaraan operasional.

“MUI Caringin ini luar biasa karena satu-satunya MUI kecamatan yang memiliki kendaraan operasional. Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap MUI Desa semakin giat menjalankan tugas amar makruf nahi mungkar,” ujarnya kepada wartawan di sela kegiatan.

Ia menyoroti maraknya persoalan sosial di kalangan anak muda, mulai dari pinjaman online, judi online, hingga prostitusi berbasis aplikasi. Bahkan, menurutnya, praktik tersebut kerap dilakukan secara terbuka tanpa rasa malu.

“Masalah judi online dan prostitusi online kini menjadi penyakit sosial yang serius. Ini menjadi tugas kita bersama, terutama MUI Desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, fenomena masyarakat yang lebih mementingkan tampilan dan popularitas di media sosial membuat tantangan MUI semakin berat. Oleh karena itu, peran majelis taklim dan pengajian dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman keagamaan, termasuk terkait kesehatan, pendidikan, serta bahaya judi dan prostitusi online.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kecamatan Caringin KH. Entis Sutisna menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi yang telah dibangun akan mempermudah tugas MUI, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

“Pemberantasan judi online dan prostitusi bukan hanya tugas MUI, tetapi tanggung jawab semua pihak. Namun MUI sudah pasti menjadi garda terdepan,” katanya.

Camat Caringin Ramdan Firdaus dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI dan MUD yang telah dikukuhkan. Ia mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara MUI dengan pemerintah kecamatan dan desa.

“Kami mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan sinergitas dalam membangun masyarakat di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kepedulian sebagian warga terhadap kebersihan lingkungan serta masih adanya angka putus sekolah. Menurutnya, imbauan yang disampaikan tokoh agama melalui pendekatan keagamaan dinilai lebih efektif dibandingkan imbauan pemerintah semata.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pembangunan dapat terus meningkat,” pungkasnya.

** Yudi

Hujan Lebat Berpotensi Landa Bogor, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

0

Bogor | Jurnal Bogor
Hujan lebat diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat menyampaikan, pada pagi hari (07.00–13.00 WIB) berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Pangandaran, Rabu (21/1/2026).

Sementara itu, pada siang hingga sore hari (13.00–19.00 WIB), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Sedangkan hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Pada malam hari (19.00–01.00 WIB), cuaca umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan pada dini hari (01.00–07.00 WIB), cuaca masih berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten Indramayu.

BMKG juga mencatat suhu udara berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 60–98 persen, serta arah angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5–50 kilometer per jam.

BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat terjadi dari pagi hingga malam hari di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, mengantisipasi kemungkinan genangan air, banjir, longsor, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.

** Yudi

Tirta Kahuripan Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatra

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor yang menyebabkan terganggunya akses air bersih dan sanitasi.

Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan berbagai pihak terkait, bantuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berupa sarana logistik hingga sembako dan alat penjernih air portable untuk mendukung penanganan darurat di lokasi bencana.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad menyampaikan bahwa partisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus wujud solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana alam di Indonesia.

“Ada 13 desa dan kecamatan yang sudah menerima bantuan logistik dan sembako dengan nilai total bantuan sebesar Rp. 107.500.000,- dan juga 30 unit alat penjernih air portable berkapasitas 25 liter/menit yang akan didistribusikan ke rumah sakit, pesantren, dapur umum dan tempat pengungsian lainnya.” ujar Abdul Somad.

Fokus utama bantuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan diarahkan pada pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, mengingat air merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial dalam kondisi bencana.

“Sebagai perusahaan penyedia jasa layanan air minum, kami memahami bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak saat terjadi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.

Untuk diketahui, di musim penghujan tahun ini wilayah Kabupaten Bogor masuk ke dalam status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah Provinsi Jawa Barat. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pengaliran air bersih, terutama akibat tingginya kekeruhan air baku dan longsor yang memutus pipa distribusi air bersih milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Oleh karena itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengimbau kepada seluruh pelanggan agar turut serta melakukan langkah antisipatif, antara lain dengan menyiapkan cadangan air bersih di rumah melalui penampungan air, serta menggunakan air secara bijak terutama saat proses normalisasi pengaliran dilakukan.

Pelanggan juga diharapkan aktif memantau informasi terkait ganguan pengaliran melalui aplikasi myKahuripan, website (www.tirtakahuripan.co.id) dan media sosial resmi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan pengaliran di wilayah masing-masing melalui kanal pengaduan yang telah disediakan (Call Center 1500-862 atau WhatsApp 0821-1996-9008).
Dengan semangat kepedulian dan kesiapsiagaan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi pelangganya, sekaligus berperan aktif dalam aksi kemanusiaan di tingkat nasional.

**rls/yev

Pengukuran Sertifikat Gratis Masih Terus Berlanjut

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Melalui program bantuan keuangan pusat, sejumlah desa yang ada di Kabupaten Bogor, kini warganya sedang mendapat pelayanan untuk pembuatan sertifikat tanah miliknya. Melalui PTSL bagi desa yang sudah ditunjuk oleh pemerintah untuk menjalankan program tersebut, kini mereka sedang mendapatkan pelayanan dari tim desa setempat.

Pantauan di beberapa desa di Kecamatan Megamendung dan Cisarua, hingga saat ini pengukuran masih terus berlangsung. Banyak bidang tanah milik warga membuat petugas ukur dari BPN yang didampingi petugas desa harus ekstra kerja keras. Mereka memastikan batas-batas tanah antara warga yang satu dengan yang lainnya, petugas harus sabar dan agar tepat saat pengukuran masing-masing pemilik tanah harus ada di tempat.

“Pengukuran memakan waktu yang tidak sebentar, kadang saat hendak diukur pemilik tanah atau warganya tidak ada di tempat. Dengan demikian, petugas harus bolak balik ke lokasi. Ini perlu dilakukan guna tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Terkait pembuatan sertifikat ini, dilakukan secara gratis. Karena program tersebut merupakan program dari pemerintah melalui bantuan keuangan, ” ujar Kusnadi, Kepala Desa Kuta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu kendala lain saat pengukuran yakni persoalan pertanahan satu per satu bermunculan. Persengketaan antara pemilik tanah, khususnya tanah dari warisan cukup mendominasi. Hal ini menyebabkan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintahan desa.

“Adanya pembuatan sertifikat ini persengketaan tanah antara warga yang satu dengan yang lainnya pada bermunculan. Untuk melanjutkannya, mereka yang bersengketa harus dibereskan terlebih dahulu, ” pungkas Omen.

** Dadang Supriatna

Curah Hujan Tinggi, Petani Sayuran Menjerit

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Akibat curah hujan yang cukup tinggi yang turun di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mengakibatkan para petani sayuran banyak yang mengalami kerugian atau gagal panen. Khususnya para petani kol, kubis, cesim dan beberapa jenis tabanan sayuran lainnya karena tidak tahan oleh tingginya curah hujan.

Pantauan di beberapa lokasi lahan pertanian milik warga, misalnya Kosim, ia mengaku kewalahan menghadapi musim hujan tahun ini.

Tanaman kol, pakcoy juga terung tidak bisa dipanen secara maksimal. Hama ulat dan pembusukan akibat cuaca dingin membuat sayuran itu mati sebelum waktu panen. Untuk menghindari kerugian yang fatal, mereka kini memanen sayurannya dengan mempercepat waktu panen.

“Musim hujan bagi petani dengan sistem di alam terbuka banyak sekali risikonya. Kegagalan panen akibat pembusukan dan hama ulat sayuran yang kita tanam merupakan risiko yang benar-benar harus kita hadapi. Tidak sedikit disaat cuaca seperti ini, banyak petani yang menahan diri untuk aktivitas pertaniannya, ” ujar Kosim, petani asal Garut.

Dampak dari rendahnya hasil panen, sejumlah jenis sayuran kini mengalami kenaikan harga. Khususnya untuk cabai, tomat dan beberapa jenis sayuran lainnya harganya mengalami kenaikan 50 persen dari harga biasa.

“Jika sekarang ini memiliki buah cabai yang bagus, petani tersebut akan mengalami keuntungan yang besar. Harga cabai keriting di pasaran mencapai 70 ribu per kilo gramnya, ” imbuh dia.

Untuk mengantisipasi supaya para petani itu tetap memiliki penghasilan, tidak sedikit mereka yang menunda dulu lahan pertaniannya. Jadi tukang bangunan sementara adalah satu satunya jalan usaha untuk mendapatkan penghasilan.

“Sudah satu bulan ini saya bekerja menjadi tukang bangunan. lahan pertaniannya kita tunda dulu, nanti kalau sudah cuacanya membaik, baru kita bercocok tanam lagi, ” tutur Mulyadi.

** Dadang Supriatna

Hujan Deras Sebabkan Longsor Jalan Kabupaten di Cijeruk

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyebabkan longsor pada ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor. Longsor terjadi dengan panjang sekitar 6 meter dan tinggi tebing mencapai 5 meter, sehingga mempersempit akses jalan penghubung Kampung Cibalung–Cipaok–Lengis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Cijeruk bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor segera melakukan penanganan awal dengan memasang rambu peringatan lalu lintas di sekitar lokasi longsor guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Camat Cijeruk, M. Sobar Mansoer, mengatakan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Cibalung, RT 02 RW 02. Setelah menerima laporan dari pemerintah desa, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada PUPR Kabupaten Bogor.

“Sebagai penanganan awal, kami bersama PUPR memasang guardrail, terpal penutup tebing, serta rambu peringatan untuk mencegah terjadinya longsor susulan,” ujar Sobar, Selasa (20/01/26).

Ia juga meminta agar kendaraan bertonase berat, khususnya truk bermuatan besar, untuk sementara tidak melintasi jalur tersebut demi mengurangi beban jalan yang berpotensi memicu longsor lanjutan.

“Kami mengimbau pemerintah desa untuk memasang spanduk larangan bagi truk bermuatan berat agar tidak melewati jalur ini, demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Selain itu, Sobar mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat bulan Januari merupakan puncak musim hujan dan wilayah Kecamatan Cijeruk termasuk daerah rawan bencana longsor.

“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Kecamatan Cijeruk siap siaga 24 jam dan akan segera menindaklanjuti setiap laporan kebencanaan yang masuk,” pungkasnya.

** Yudi

Tiang Listrik di Badan Jalan Puncak Kerap Menelan Korban

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Keberadaan tiang listrik di badan Jalan raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, tepatnya di dekat SPBU Kopo Kecamatan Cisarua, cukup membahayakan bagi para pengendara.

Tiga hari yang lalu pengendara sepeda motor asal Cianjur mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik tersebut. Pengendara bernama Supardi asal Cilaku, itu terpaksa harus dilarikan ke RSUD Ciawi untuk menjalani perawatan luka di bagian kakinya.

“Sering tiang listrik itu menelan korban kecelakaan, khususnya para pengendara sepeda motor. Kejadian kecelakaan rata-rata pada malam hari. Terlebih jika terjadi antrean mobil ke arah atas, kondisi tersebut merupakan waktu yang rawan. Pengendara sepeda motor guna menghindari kemacetan mereka mengambil jalur kiri yang akhirnya terjebak oleh tiang listrik tersebut hingga terjadi kecelakaan dengan menabrak tiang listriknya, ” tutur Agus, warga Kopo.

Untuk menghindari lebih banyaknya terjadi kecelakaan, warga dan para pengendara meminta supaya pihak PLN Cipayung memindahkan tiang listriknya.

“Tadinya tiang listrik itu berada di daerah milik jalan tidak berdiri di badan jalan. Karena dilakukan pelebaran jalan beberapa waktu silam, akhirnya kini tiang listrik tersebut berada di posisi 1,5 meter di badan jalan, ” imbuh Agus.

Dikatakan tokoh Cisarua, pihak PLN seharusnya mengikuti program pemerintah yang melakukan pelebaran jalan raya Puncak pada waktu itu.

“Setiap ada pelebaran jalan di wilayah Puncak, pihak PLN selalu membiarkan tiang listrik selalu menjadi masalah. Kegiatan pelebaran jalan tidak diikuti dengan pemindahan tiang listriknya. Yang akhirnya kini cukup membahayakan bagi para pengendara. Jika hal itu dibiarkan, korban kecelakaan akibat tiang listrik akan terus bertambah, ” pungkas Heru.

** Dadang Supriatna

Manfaatkan Aliran Sungai, Cimanggu II Ciptakan Role Model Baru Perikanan

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Cimanggu II bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, melakukan pengecekan aliran sungai untuk dijadikan budidaya ikan air tawar. Upaya ini untuk menciptakan ekonomi kreatif untuk menggali potensi desa dengan konsep ecovillage yang menjadi salah satu role model dalam memanfaatan aliran sungai di Desa Cimanggu II, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Tim kelompok (Katim) Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Yuyun Yuningsih mengatakan, program ecovillage ini diharapkan menjadi role model baru di lingkungan masyarakat.

“Iya memanfaatkan sungai-sungai menjadi sumber air yang tidak dimanfaatkan, karena masih banyak sumber-sumber air yang bagus,” ujarnya, Selasa (20/01/25).

Menurutnya, kegiatan monitoring ini selain mengecek lokasi sungai juga melihat ketersediaan air.

“Disini meskipun kemarau tapi tidak sampai kering, masih bisa mengairi,” bebernya.

Ia mengatakan bahwa, selain pemberian bibit ikan, nantinya masyarakat bisa menikmati hasil dalam program ecovillage.

“Ecovillage ini mau kita dibangun untuk di tahun 2026 untuk memanfaatkan perairan di lingkungan masyarakat. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan sumber air tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cimanggu II, Edi Sukarya mengatakan bahwa program ecovillage menjadi role model baru dalam dunia perikanan di wilayahnya.

“Tentunya dengan program ini kami bisa lebih optimalkan sektor perikan di wilayah kami,” ujarnya.

Ia mengatakan, wilayahnya memiliki beberapa titik mata air yang nantinya bisa dijadikan lokasi ecovillage.

“Sungai wilayah kami memiliki beberapa mata air dan tentunya dengan program ini nantinya bisa mengoptimalisasikan aliran sungai menjadi sumber mata pencarian masyarakat,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Cigudeg Kirimkan Tim Futsal Berlaga di PCNU Cup 2026

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor menggelar Fun Futsal PCNU Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Futsal Karadenan Square.

Momentum tersebut dijadikan ajang silaturahmi sekaligus mempererat sinergi antarorganisasi kepemudaan dan keagamaan di Kabupaten Bogor.

Pada turnamen itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cigudeg bersama Karang Taruna (Katar) bersinergi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cigudeg dengan mengirimkan tim futsal terbaiknya hasil seleksi dari wilayah Cigudeg.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Cigudeg yang belum lama terpilih, Wawan Dharmawan, mengatakan bahwa keikutsertaan KNPI pada PCNU Cup bukan semata-mata soal kompetisi, melainkan sebagai wadah membangun kebersamaan dan memperkuat peran pemuda melalui kegiatan positif.

“KNPI Kecamatan Cigudeg berkomitmen mengirimkan tim futsal terbaik sebagai bentuk partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan PCNU Cup. Ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga momentum silaturahmi, kebersamaan, dan mempererat sinergi antarorganisasi di Cigudeg,” ujar Wawan, Senin (20/1/2026).

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda Cigudeg siap berkontribusi secara positif, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik daerah dan organisasi,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, sinergi antara KNPI, Karang Taruna, dan MWC NU diharapkan mampu melahirkan semangat kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dalam mendorong kegiatan kepemudaan yang sehat, sportif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

** Arip Ekon

Milad ke-13 Ponpes Safinatul Qodiri: Menebar Sejuk, Merajut Persatuan dari Jombang Rawa Lele

0

Tangerang Selatan I Jurnal Bogor
Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Bahrus Syafa’ah, Jalan SDN Inpres, Gg. Dzikir, Kp. Rawa Lele, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (15/1/2026) malam. Ratusan jamaah tampak memadati area Lapangan Bahrus Syafa’ah Jombang Rawa Lele, untuk menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-13 Pondok Pesantren Safinatul Qodiri.

Mengangkat tema besar “Dengan Hati Merangkul Umat, Merajut Kebersamaan”, perhelatan akbar ini menjadi magnet bagi para pencari ilmu dan keberkahan. Hadirnya tokoh-tokoh ulama kharismatik menambah kental nuansa spiritual dalam acara yang berlangsung hingga tengah malam tersebut.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Safinatul Qodiri, Aminuddin, S.Sos., M.M., mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang pesantren ini.

Menurutnya, usia 13 tahun bukanlah sekadar angka, melainkan bukti konsistensi dalam syiar Islam.

“Alhamdulillah, tahun ini mencapai usia yang ke-13 tahun. Usia yang cukup matang dalam perjuangan menegakkan agamanya Allah SWT,” ujar Aminuddin di sela-sela acara.

“Besar harapan kami, perhelatan ini dapat menghadirkan suasana rukun, baik intern umat Islam maupun antarumat beragama. Kerukunan adalah pondasi utama menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya.

Filosofi Angka dan Pertolongan Allah

Puncak acara diisi dengan pesan menyentuh dari sang pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Safinatul Qodiri, Abuya Kyai Habib Umar Bin Abdul Hadi Al-As’Ary. Dalam sambutannya, beliau membedah makna mendalam di balik angka-angka perjalanan pesantren yang sarat akan filosofi spiritual.

Beliau memaparkan bahwa perjalanan dakwahnya dimulai di Pondok Pucung selama 10 tahun sejak 2008, kemudian dilanjutkan di Jombang Rawa Lele selama 7 tahun. Total 17 tahun perjalanan ini dimaknai sebagai pengingat akan 17 rakaat dalam salat lima waktu.

“Di Rawa Lele ini sudah 7 tahun. Dalam bahasa Jawa, tujuh itu Pitu, yang artinya Pitulunge (pertolongan) Gusti Allah SWT,” tutur Abuya Kyai Habib Umar dengan nada teduh.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa hitungan 13 tahun berdirinya yayasan (sejak 2013) juga memiliki korelasi dengan hitungan Jawa ‘Jumat Pon’ yang berjumlah 13. Dalam tradisi perhitungan Jawa, angka 13 ini bertemu pada fase ‘Bejo’ (Sandang, Pangan, Bejo, Loro, Pati) atau keberuntungan.

“Perjalanan 7 tahun di Rawa Lele adalah ‘Pitu’, simbol Pitulunge (pertolongan) Gusti Allah. Dengan semangat merangkul umat melalui hati, kita rajut kembali kebersamaan untuk menjaga persatuan negeri,” tandas Abuya Kyai Habib Umar.

Oase Kerukunan di Tengah Masyarakat

Tak hanya menjadi ajang doa bersama, Harlah ke-13 ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara ulama, umaro (pemerintah), dan masyarakat. Kehadiran berbagai pejabat instansi pemerintah dan tokoh masyarakat menunjukkan bahwa Ponpes Safinatul Qodiri telah menjadi pengejawantahan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.

Turut hadir memberikan tausiyah, Pengasuh PP. Nurussalam & Walisongo, Tuban, Jawa Timur, KH. Abraham Naja MN. S.H., M.H (Gus Naja) serta Sultan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja. Kehadiran para tokoh ini mempertegas misi pesantren untuk merangkul umat dengan cinta tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Melalui momentum Harlah ini, Ponpes Safinatul Qodiri mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai wadah pemersatu bangsa yang berangkat dari hati.

** Wawan Hermawanto