31.5 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1389

Pemdes Nanggung Jemput Bola Bagikan BLT ke Belasan Penderita Penyakit Menahun

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Belasan warga desa dari berbagai wilayah kampung dengan keadaan menderita penyakit menahun didatangi aparatur  Pemerintah  Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung. Kedatangan mereka melakukan jemput bola dengan membagikan  Bantuan Langsung Tunai yang bersumber Dana Desa (BLT- DD).

Penyaluran  BLT tahap ketiga itu untuk 197 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). ” Dalam penyaluran tersebut kami utamakan bagi warga yang dalam keadaan sakit, apalagi kondisi penyakitnya sudah menahun,” kata Kepala Desa Nanggung, Muhamad Sodik kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Pihaknya  mengantarkan langsung kepada KPM yang kondisinya yang sakit kronis. ” KPM yang tidak bisa hadir karena keadaan sakit yang dideritanya, apalagi bagi warga keadaannya stroke,  ya kami antar langsung ke rumahnya untuk diberikan haknya,” ujarnya.

Sodik menyebutkan, terbilang cukup banyak warganya yang menderita penyakit menahun. “Ada belasan warga  menderita penyakit berat yang mendapatkan bantuan BLT DD,” tukasnya.

Bantuan tersebut diatur dan diarahkan kepada penerima yang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, baik pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat, maupun dari Kabupaten Bogor. “Hal itu dilakukan meminimalisir adanya bantuan ganda,” ucapnya.

BLT Dana Desa, kata Sodik untuk alokasi tiga bulan dengan nominal 900 ribu rupiah. ” Kepada seluruh warga yang menerima bantuan BLT-DD agar benar-benar memanfaatkan sesuai kebutuhan,” pintanya.

Menurutnya, wabah virus Corona atau Covid-19 hingga kini masih berlangsung akibatnya berdampak  terhadap pembangunan desa banyak tertunda. ” Mudah-mudahan Covid-19 segera berlalu, sehingga Pemdes bisa lebih fokus ke pembangunan,” ungkapnya.

** Arip Ekon

Okupansi Hotel di Puncak Turun Signifikan

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Di masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan keluarnya larangan bagi masyarakat untuk merayakan tahun baru oleh pemerintah pusat dan Pemkab Kabupaten Bogor, sangat berpengaruh terhadap okupansi hotel yang ada di kawasan wisata Puncak, Cisarua.

Bahkan, jelang Natal dan Tahun Baru 2021, reservasi hotel masih diangka sekitar 30 persen. Boboy Ruswandi, Sekjen PHRI Kabupaten Bogor menjelaskan, penurunan tingkat okupansi ini tentunya didasari beberapa faktor, salah satu yang paling berpengaruh adalah pandemi Covid-19 dan kebijkan pemerintah yang melarang diadakannya perayaan Nataru.

“Semua pengelola hotel sudah memprediksi jika tahun ini bakalan menurun, ditambah adanya kebijakan pemerintah,” ujarnya kepada wartawan.

Menurunnya tingkat hunian pada Natal dan Tahun Baru, terjadi sejak beberapa tahun kebelakang. Untuk tahun lalu, persisnya dua pekan menjelang pergantian tahun, para pelaku usaha hotel hanya baru menerima reservasi diangka 40 persen. “Artinya, tahun lalu dan sekarang tidak jauh berbeda,” ungkap Boboy.

Yang berbeda dengan tahun ini, lanjutnya, kalau dulu semua hotel tingkat huniannya hampir rata, dan sekarang hanya beberapa hotel saja yang sudah mendapat bookingan. “Karena sekarang ada beberapa aturan-aturan yang berhubungan dengan protokol kesehatan harus dijalankan,” papar Boboy.

Meski begitu, Boboy masih berharap, peningkatan hunian akan terjadi di malam tahun baru. “Terkadang dua hari menjelang pergantian malam tahun baru akan ada peningkatan hunian,” jelasnya.

Sementara, marketing manager Hotel Garbera, Lenty mengungkapkan, hunia hotel menjelang Natal dan Tahun Baru kali ini masih dibawah yang diharapkan. Ditambah, kebijakan pemerintah juga yang mengakibatkan okupansi menjadi turun. “Lihat saja nanti,” imbuhnya.

Penutupan jalan raya Puncak saat memasuki malam tahun baru, dinilai sangat berdampak juga terhadap hunian, apalagi bagi hotel kelas melati. Kalau hotel kelas melati biasanya akan ramai saat menjelang malam tahun barunya. Berbeda, dengan hotel bintang yang terkadang sudah mendapat booking dari jauh hari sebelumnya.

** Dede Suhendar

Dewan Geleng Kepala Terkait Peningkatan Jalan Cileungsi Kidul-Gandoang

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Maraknya pekerjaan peningkatan jalan yang terkesan asal jadi dan seolah mengabaikan spek dan waktu yang ditetapkan dalam lelang membuat anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 dari Fraksi PPP Ferry Roveo Chechanova geleng-geleng kepala dengan kualitas penyedia jasa yang mengabaikan kualitas sehingga betonisasi jalan tidak maksimal.

Tak hanya satu, tapi terdapat beberapa peningkatan jalan yang terkesan asal jadi dan disinyalir tidak akan selesai tepat waktu, salah satunya peningkatan jalan Cileungsi Kidul-Gandoang yang dikerjakan oleh CV. Mutiara Gemilang seolah mengabaikan spek sehingga membuat beton patah dan retak dibagian tengah.

Kepada Jurnal Bogor, Ferry Roveo Chechanova PPP mengatakan, terkait adanya beton yang patah dan ada yang retak di ruas jalan, pihak perusahaan atau CV diminta harus memperbaikinya sebelum pekerjaan itu diserahterimakan. “Walaupun ada masa pemeliharaan tetap harus diperbaiki saat ini,” kata Vio biasa disapa, Senin (21/12)

Lanjutnya, jika tidak diperbaiki saat ini atau memperbaiki menunggu masa pemeliharaan dikhawatirkan nanti saat jalan tersebut dipergunakan oleh masyarakat hingga kerusakan retak dan patahnya semakin bertambah banyak, dan harus ada perhatian khusus dari UPT dan Dinas PUPR terkait pekerjaan yang masih belum rapi diakhir masa pekerjaannya.

“Supaya saat jalan tersebut diserahterimakan dan digunakan masyarakat tidak cepat rusak dan bermanfaat buat masyarakat dan pengguna jalan tersebut,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Terpilih, Cecep Kampanyekan Jumat Bersih

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Setelah menang dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Cibatok 1 Kecamatan Cibungbulang, Cecep Haerudin langsung susun progam andalan sesuai yang dikampanyekan yakni Jumat bersih dan menyapa masyarakat sekitar menyerap aspirasi di lingkungannya.

“Yang jelas menjadi kepala desa salah satu amanah dari masyarakat tentunya perlu dilakukan dengan ikhlas dan menerima semua masukan sebagai bahan perubahan di Desa Cibatok 1,” katanya ketika ditemui di kediamannya, Senin (21/12).

Pria yang disapa Are tersebut menjelaskan, selain menyusun program lima tahun kedepan, beberapa aspirasi warga tengah dilakukan salah satunya pengadaan lapangan sepak bola sebagai sarana olahraga.

“Selain itu, saya pun punya program rutin yakni sunatan door to door kepada warga sekitar yang memang sudah berjalan sebelum saya mencalonkan diri sebagai kepala Desa,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya pun bakal menggelar syukuran kemenangan dengan memberikan santunan ke anak yatim se Desa Cibatok 1 sebagai wujud syukur atas pencapaian yang diraih pada Pilkades 2020.

“Saya pun bakal sapa warga lagi melalui pengajian bapak dan ibu serta  melakukan sholat berjamaah keliling yang memang masuk program saya sebagai Kepala Desa Cibatok 1,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Cegah Penyebaran Covid-19, Katar, Destana dan Pemdes Tegal Lakukan Penyemprotan

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna dan Destana  bersama Pemerintah Desa Tegal, Kecamatan Kemang terus melakukan upaya pencegahan Covid-19 di wilayah Desa Tegal. Kepala Desa Tegal Kasim Sunardi mengatakan, kegiatan itu terus dilakukan untuk  mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang lebih meluas di wilayahnya terutama di lingkungan perumahan.

“Di Tegal banyak perumahan dan ada yang terkonfimasi sehingga kami menginstruksikan ketua RT, katar, dan Destana untuk terjun melakukan penyemprotan disinfektan secara masif,” kata Kades Tegal Kasim Sunardi, Senin (21/12).

Ia pun terus mengingakant kepada warganya untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk selalu memakai masker. “Alhamdulillah tadi juga kita sekalian penyemprotan sudah dibagikan beberapa masker dari desa,” kata Kades.

Sementara itu  Wakil Ketua Karang Taruna Desa Tegal Suhanda mengatakan, untuk penyemprotan difokuskan di lokasi perumahan. “Karena warga perumahan  banyak pendatang dan mereka bekerja di luar Bogor. Apalagi di perumahan Candraloka terkonfirmasi ada terpapar Covid satu meninggal, BIP 4  orang 1 meninggal, Beranda 2 Ganesha 2 orang,” kata Suhada.

Dengan memakai APD karang taruna dan Destana melakukan penyemprotan di kantor pos, sarana olahraga, sarana ibadah, dan  pemukiman warga,” katanya.

Andul, sapaanya mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan yakni menerapkan 3 M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

** Cepi Kurniawan

Pascapilkada Kasus Covid-19 Terus Bertambah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Klaster Pilkada muncul sepekan setelah pemilihan kepala daerah berlangsung. Indikasinya terjadi penambahan kasus virus corona (Covid-19) yang membentuk klaster di beberapa wilayah di Indonesia. Di Banten, satuan tugas penanganan Covid-19 menyebut klaster pilkada terjadi di empat wilayah yang melaksanakan pesta demokrasi, yaitu Kabupaten Serang, Tangerang Selatan, Cilegon, dan Pandeglang. Kemudian di Purbalingga, Jawa Tengah, pasangan calon, tim sukses, hingga petugas pemilu terpapar virus corona.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia menyebut salah satu penyebab terciptanya klaster pilkada akibat lemahnya penelusuran kontak yang dilakukan di tengah perhelatan pesta demokrasi yang memicu kerumunan massa.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pelaksanaan pilkada di masa pandemi tidak memunculkan klaster baru Covid-19. “Alhamdulilah belum ada kasus bahwa kerumunan pilkada itu menjadi klaster baru. Apakah Covid-19 itu masih ada? Masih,” kata Mahfud.

Pada 9 Desember lalu, Indonesia melaksanakan pemungutan suara pemilihan 279 kepala daerah di tengah wabah virus corona. Dampaknya, tercipta klaster virus corona di beberapa daerah yang melaksanakan pilkada, seperti di Banten dan Jawa Tengah.

Di Banten, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan klaster pilkada muncul di empat daerah yang melaksanakan pemilu, yaitu Kabupaten Serang, Tangerang Selatan, Cilegon, dan Pandeglang. “Kabupaten Serang minggu ini zona merah, hal ini dampak dari dominasi kasus positif dari klaster pilkada,” kata Ati Pramudji Astuti.

Ati menambahkan, klaster pilkada itu diprediksi terjadi bukan hanya saat proses pemungutan suara, namun juga di tahapan sebelumnya seperti deklarasi, pendaftaran maupun kampanye yang menyebabkan kerumunan massa. “Pilkada kan ada prosesnya, bukan hanya waktu pencoblosan saja,” ujar Ati.

Berdasarkan data percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, terdapat tiga daerah di Banten yang masuk dalam kategori berisiko tinggi zona merah, yaitu Serang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang. Total kasus di Banten (17/12), kasus positif berjumlah 16.157, dengan kesembuhan 13.277 dan meninggal 478 orang. Sementara itu, di Purbalingga, klaster pilkada meluas yang menyebabkan dua anggota tim sukses pasangan calon meninggal, calon bupati terinfeksi, dan juga petugas pemilu.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, Badrul Munir, mengatakan terdapat sembilan anggota pengawas yang positif virus corona.

“Kemudian digantikan oleh staf dari pengawas di tingkat desa, kelurahan atau kecamatan karena keterbatasan waktu untuk merekrut yg baru. Jadi temuan itu di bagian perekrutan, bukan tahapan pemilu yang berjalan, misalkan kampanye, pendaftaran, atau perhitungan suara,” kata Badrul.

“Klaster pilkada di Banten, kami parameternya masih bingung. Sepanjang pilkada, kami tidak menemukan peristiwa penularan atau jatuhnya korban di tahapan pilkada, seperti kampanye, pemungutan atau perhitungan suara,” tambah Badrul.

Senada dengan itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banten, Mashudi, baru mendengar adanya klaster pilkada di wilayahnya. “Kalau memang benar, saya tidak tahu di mana karena dari proses pendaftaran dan kampanye itu sudah lama sekali. Memang benar angka positif di Banten meningkat, tapi apa karena pilkada? Saya belum tahu,” kata Mashudi.

Ia mengatakan kini KPUD Banten tengah melakukan tes ulang Covid-19 kepada jajarannya usia pelaksanaan pilkada sebagai prosedur wajib dilaksanakan. “Kami telah bekerja keras memastikan dan meminimalisir kemungkinan potensi penyelenggara kita di bawah tertular,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, di lebih dari 9.000 tempat pemungutan suara (TPS) di Banten, para petugas telah menjalankan peraturan yang ditetapkan seperti menggunakan alat pelindung diri (APD). Kemudian, menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, dan masker wajah.

Berdasarkan hasil investigasi Ombudsman RI di 207 TPS yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia yang menyelenggarakan pilkada, 99% APD telah tersedia – berbeda dari temuan sebelumnya pada 2 Desember lalu, dimana 72% dari 31 KPUD kabupaten atau kota belum menyalurkan APD kepada panitia pemilihan.

“1% itu karena tidak tersedia kantong plastik, tempat sampah dan sarung tangan karet,” kata Kepala Keasistenan Analis Pencegahan Maladministrasi Ombudsman, Pramulya Kurniawan.

Pramulya melanjutkan, 96% mutu kualitas APD dalam kondisi baik. “4% nya kondisi buruk seperti ember tempat cuci tangan bocor, thermo gun tidak berfungsi,” katanya.

Lalu, dari 207 TPS, Sebagian besar telah menerapkan protokol kesehatan, baik dari pembatasan jumlah pemilih, pengaturan waktu kehadiran, jaga jarak, ketersedian cuci tangan, hingga pemakaian APD petugas.

“Hasil ini menunjukan bahwa KPU telah menjalankan tindakan korektif dari Ombudsman RI yaitu memastikan dan mengupayakan pendistribusian kelengkapan APD hingga sektor TPS,” tambahnya.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, mengatakan munculnya klaster pilkada disebabkan oleh lemahnya penelusuran kontak (contact tracing) yang dilakukan.

“Kesalahan terbesar itu pada contact tracing di Indonesia yang sekarang sudah menurun dari 20-30 pada April menjadi hanya 10 dalam satu kasus, jadi bayangkan betapa menurunnya,” kata Yunis.

Akibatnya, kata Yunis, kemungkinan yang terinfeksi berinteraksi dengan orang lain sangat besar di tengah kerumunan massa dalam pelaksanaan pilkada.

“Kedua, pedoman Menkes tidak memeriksa pada kontak tanpa gejala, sehingga OTG tidak bisa ditangkap dengan pedoman itu. Akhirnya, orang terinfeksi, apalagi tanpa gejala berkeluyuran dan besar kemungkinan tercipta klaster pilkada,” ujarnya.

Dengan penelusuran kontak yang baik dapat memutus penyebaran. “Contact tracing tidak dilaksanakan, ibarat telur setengah matang, jadi gampang hancur, kena semuanya,” katanya.

Penurunan penelusuran kontak kata Yunis disebabkan peningkatan kasus yang luar biasa tanpa diimbangi oleh jumlah petugas, “dan juga itu perlu dana banyak makanya tidak masif dilakukan,” katanya.

Berdasarkan data percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia (17/12), total kasus positif meningkat 7.354 dibanding kemarin menjadi total 643.508 dengan jumlah kematian 19.390 jiwa. Sementara untuk yang sembuh berjumlah 526.979 orang. Jumlah kasus sekarang meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan dengan 4 September 2020 lalu saat pendaftaran calon pilkada dibuka yang berjumlah sekitar 180 ribu kasus.

** ass

BBPP Batu Kembali Lakukan Rapid Tes Covid-19

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Cara baru dalam menjalankan aktivitas hidup ditengah pandemi covid-19 yang belum menjauh dari lingkungan kita, misalnya kebiasaan dalam beraktifitas dengan mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Tidak dapat dipungkiri masa pandemi, mulai dari lapisan bawah sampai lapisan atas merasakan dampaknya.
Dampak buruk yang terjadi selain merenggut nyawa adalah ketidakstabilan ekonomi, pengaruh terhadap psikologis seperti meningkatnya tingkat kecemasan masyarakat , peningkatan masalah sosial dan munculnya masalah sosial baru.

Sesuai arahan Kepala Negara yang menegaskan bahwa hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dan menjadi pesimistis. Justru kondisi ini merupakan titik tolak menuju tatanan kehidupan baru. Masyarakat untuk dapat beraktivitas sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hampir semua Kementerian turut serta dalam menangani masalah ini termasuk Kementerian Pertanian, terus berkomitmen dalam penangan Copid-19.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi juga menegaskan, untuk keseluruhan pegawai di lingkup BPPSDMP agar secara rutin memantau kondisi kesehatannya dengan melakukan tes cepat dan bila sangat diperlukan juga dilakukan tes Swab.

dr. Evi Diyah Ambarwati, dokter umum dari Rumah Sakit dr. Etty Asharto, mengatakan Rapid test adalah metode pemeriksaan / tes secara cepat didapatkan hasilnya. Pemeriksaan ini menggunakan alat catridge untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Tes ini dijalankan dalam rangka menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dengan mengambil sampel darah dari kapiler (jari) atau dari vena.

Rapid test juga sering disebut sebagai tes serologis. Dalam hal diagnosis Covid-19, rapid test digunakan sebagai skrining awal. Proses untuk mengetahui hasil tes ini sangat cepat, bisa hanya dalam waktu 10 – 15 Menit.

Rapid tes untuk deteksi virus SARS Co-2 saat ini ada yang bisa mendeteksi antibodi dan ada yang bisa antigennya . Rapid tes yang untuk mendeteksi antibodi tidak dapat mendeteksi pada awal sakit, karena mungkin belum terbentuk antibodi atau  kadar antibodinya masih rendah.

Sehingga bila hasil pemeriksaan non reaktif, harus diulang lagi pada hari 7 – 14 hari kemudian untuk memastikan apakah yang bersangkutan  benar tidak mengandung virus dalam tubuhnya. Terutama bila yang bersangkutan ada riwayat terpapar virus SARS Cov-2.

Berkaitan dengan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, dalam sebuah perbincangan mengatakan pandemi Copid-19 tinggal beberapa hari lagi akan berumur satu tahun. Belum ada tanda-tanda yang secara signifikan menunjukkan abnormalitas ini akan berangsur-angsur pulih.

Adaptasi baru, mau tidak mau perlu dihadapi dengan menumbuhkan sikap kepemimpinan. Membawa diri kita dan keluarga untuk selamat secara fisik dan psikologis. Lebih luas lagi dapat membawa masyarakat kedalam tujuan tersebut dan membuat masa pandemi benar-benar berakhir. Untuk itu, kita lakukan kembali tes serologi, Senin 21/112/2020. Walaupun protol-protokol lain sudah dilaksanakan seperti penyemprotan ruang kerja, ruang kelas, lobby, laboratorium, teras gedung serta tempat-tempat lainnya termasuk juga penyediaan hand sanitizer, pemberian multivitamin sebagai penambah daya tahan tubuh pegawai, penyediaan masker bagi pegawai yang masuk kerja.

Tindakan pencegahan lainnya akan terus diupayakan BBPP Batu dalam rangka menjaga kesehatan seluruh pegawai sehingga target yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan optimal.

Lebihlanjut pria kelahiran Klaten 56 tahun silam, menyampaikan bahwa vaksin dan obat covid-19 sedang dalam proses. Oleh karenanya, kita wajib mengikuti protokol kesehatan, antara lain memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga menjaga kesehatan diri. Selanjutnya Rapid tes atau Swab PCR tes secara mandiri juga dirasa perlu dilakukan untuk mengontrol kondisi kesehatan kita terhadap di masa pandemi ini. Demikian pungkas Wasis.

** T2S/Wan

HADITS HARI INI

0

21 Desember 2020
06 Jumadil Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلَانِ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَرَجُلٌ مِنْ الْيَهُودِ قَالَ الْمُسْلِمُ وَالَّذِي اصْطَفَى مُحَمَّدًا عَلَى الْعَالَمِينَ فَقَالَ الْيَهُودِيُّ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَى الْعَالَمِينَ فَرَفَعَ الْمُسْلِمُ يَدَهُ عِنْدَ ذَلِكَ فَلَطَمَ وَجْهَ الْيَهُودِيِّ فَذَهَبَ الْيَهُودِيُّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ بِمَا كَانَ مِنْ أَمْرِهِ وَأَمْرِ الْمُسْلِمِ فَدَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمَ فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُخَيِّرُونِي عَلَى مُوسَى فَإِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَصْعَقُ مَعَهُمْ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُفِيقُ فَإِذَا مُوسَى بَاطِشٌ جَانِبَ الْعَرْشِ فَلَا أَدْرِي أَكَانَ فِيمَنْ صَعِقَ فَأَفَاقَ قَبْلِي أَوْ كَانَ مِمَّنْ اسْتَثْنَى اللَّهُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza’ah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dan Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Ada dua orang laki-laki yang sedang saling mencaci, yang satunya seorang Muslim dan satunya lagi orang Yahudi. Berkata, laki-laki Muslim:
“Demi Dzat yang telah memilih Muhammad untuk seluruh alam”.
Dan berkata, laki-laki Yahudi:
“Demi Dzat yang telah memilih Musa untuk seluruh alam”.
Seketika itu laki-laki muslim mengangkat tangannya dan menampar wajah orang Yahudi itu. Maka orang Yahudi itu pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengabarkan peristiwa yang terjadi antara dirinya dan orang Muslim itu.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil orang Muslim itu dan bertanya tentang kejadian itu, lalu orang Muslim itu memberitahukan Beliau. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah kamu lebihkan aku terhadap Musa, karena nanti saat seluruh manusia dimatikan pada hari qiyamat, aku pun akan dimatikan bersama mereka dan akulah orang yang pertama kali dibangkitkan (dihidupkan), namun saat itu aku melihat Musa sedang berpegangan di sisi ‘Arsy. Aku tidak tahu apakah dia termasuk orang yang dimatikan lalu bangkit lebih dahulu daripada aku, atau dia termasuk diantara orang-orang yang dikecualikan (tidak dimatikan).

HR Bukhari No. 2234.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Korlap Aksi 1812 Sebut Ada Penyusup

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Koordinator Lapangan Akasi 1812, Rijal Kobar, membantah anggotanya menyabet anggota polisi yang membubarkan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, dengan senjata tajam. Dia menegaskan selama ini para peserta aksi tidak diperbolehkan membawa senjata jenis apapun. “Saya yakinkan itu tidak mungkin peserta aksi karena kami melarang bentuk senjata apapun juga,” kata Rijal, Minggu (20/12).

Tak hanya itu, dia juga membantah kalau pendemo itu minum-minuman air keras dan membawa ganja saat dalam kegiatan tersebut.

“Saya sudah tahu, saya kan baca di media. Media saya baca dan mendengar. Tidak mungkin lah saya bilang. Masa ada orang mau aksi dia mabok, masa dia demo aksi, dia bawa senjata tajam, gitu loh,” katanya.

Ia merasa yakin bahwa yang melakukan aksi dari kelompok yang dinamakan NKRI maupun dari anggota Front Pembela Islam patuh terhadap aturan yang berlaku. “Dia tidak mungkin bawa senjata tajam, minum-minuman keras apalagi narkoba,” katanya.

Lalu, dia mengklaim bahwa yang melakukan itu adalah penyusup bukan yang masuk dalam aksi tersebut. Dalam pekara itu, Rijal siap dipanggil polisi karena sebagai warga negara yang baik. “Selama saya dipanggil menurut prosedur hukum, saya akan datang. Saya akan datang dan saya akan menjelaskan kepada pihak apparat. Nah, saya belum dapat undangannya sampai saat ini,” ujarnya.

Dua anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya menderita luka sabetan senjata tajam di bagian tangan saat membubarkan massa yang mengikuti demo 1812 di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat 18 Desember 2020. Satu polisi tersebut menderita luka sabetan di bagian pundak dan satu lagi luka di bagian tangan.

Tak hanya itu, polisi juga menangkap 155 orang dari massa aksi 1812 yang dilakukan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat, 18 Desember 2020. Dari massa yang ditangkap, kepolisian menemukan narkotika jenis ganja yang dibawa oleh salah satu peserta demo.

** ass

Duit Korupsi Bansos Diduga Mengalir ke PDIP

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Tim khusus Menteri Sosial Juliari Batubara diduga menampung fee dari perusahaan yang ditunjuk untuk mengadakan bantuan sosial bahan kebutuhan pokok. Mereka menunjuk perusahaan yang belum lama berdiri sebagai pemenang. Paket bantuan itu disebut-sebut dikuasai sejumlah politikus dan pejabat negara. Duit suap disinyalir mengalir kepada calon kepala daerah dari PDIP.

KPK menyita duit Rp 14,5 miliar dalam OTT pejabat Kemensos, Sabtu, 5 Desember 2020 lalu. Pemberian fulus itu diduga bertujuan agar Juliari dan anak buahnya memilih perusahaan Ardian dan Harry sebagai vendor penyedia bansos di kawasan Jabodetabek. Ardian dan Harry menjadi tersangka pemberi suap, sedangkan Juliari dan dua anak buahnya, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, menjadi tersangka penerima suap.

Dari pengusaha ini, Juliari diduga telah menerima suap senilai Rp 17 miliar. Duit ini dipungut dari pemotongan dana bantuan sosial sebesar Rp 10 ribu dari paket bahan pokok seharga Rp 300 ribu. Selama delapan bulan ini, sudah 23,708 juta paket atau total senilai Rp 6,464 triliun yang disalurkan. “Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko,” ujar Ketua KPK Firli.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menengarai duit suap untuk Mensos Juliari Batubara digunakan untuk membiayai keperluan pribadinya. Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan duit itu dikelola oleh dua orang kepercayaan Juliari bernama Eko dan Shelvy. “Untuk membayar berbagai keperluan pribadi JPB (Juliari Peter Batubara),” ujar Firli.

Dikutip dari Tempo, duit itu terindikasi digunakan untuk membayar sewa jet pribadi yang digunakan Juliari saat bertandang ke luar kota. Biaya sewa pesawat itu berkisar Rp 40 juta per jam. Juliari menggunakan pesawat carteran itu saat berkunjung antara lain ke Kendal, Jawa Tengah; Medan; Bali; dan Malang, Jawa Timur.

Tak hanya untuk membayar jet pribadi, duit suap diduga juga mengalir buat memenangkan calon kepala daerah dari PDIP dalam pilkada yang digelar 9 Desember lalu. Dua penegak hukum yang mengetahui aliran duit Juliari bercerita, pada Selasa, 3 November lalu, sekitar pukul 10.40, Juliari pergi ke Semarang dengan menyewa jet pribadi. Setelah itu, dia menempuh perjalanan darat selama 45 menit ke Kabupaten Kendal. Di Gudang Bulog di Kaliwungu, Juliari menyalurkan bantuan sosial beras.

Menurut dua penegak hukum yang sama, seusai acara itu, Juliari diduga bertemu dengan salah satu anggota staf Ketua PDIP Puan Maharani berinisial L. Dalam pertemuan itulah duit miliaran rupiah diserahkan kepada perempuan tersebut. Sebelum menjadi menteri, Juliari terpilih sebagai anggota DPR RI (PDIP) dari daerah pemilihan Jawa Tengah I, yang meliputi Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Kendal. Berkunjung ke daerah, Juliari kerap mengajak anggota stafnya, Adi Wahyono. Dua penegak hukum itu mengatakan Adi selalu membawa tas berisi uang tunai.

Kuasa hukum Juliari, Maqdir Ismail, belum bisa memberi tanggapan soal upeti yang diduga diterima dan disalurkan kliennya. “Mohon maaf, saya tidak bisa menjawab pertanyaan karena saya belum bisa berkomunikasi dengan Pak Juliari P. Batubara,” kata Maqdir. Adapun Puan Maharani belum memberikan tanggapan perihal ini. 

Selain itu, nama PT Sritex sebagai penyedia tas bansos disebut merupakan rekomendasi putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Kementerian Sosial memesan tas bantuan sosial kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex sebanyak 10 juta kantong. Padahal, semula, pengadaan tas itu akan diprioritaskan kepada usaha kecil-menengah.

** ass