Polisi menindaklanjuti pascapembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di kolong Fly Over Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (9/2) lalu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Untuk terus menjaga agar tidak menjamurnya lapak PKL, Polsek Cileungsi, Koramil Cileungsi, Muspika Cileungsi, KNPI Cileungsi serta seluruh organisasi masyarakat (ormas) mengadakan aksi bersih-bersih sampah.
Kapolsek Cileungsi Kompol. Andri Alam Wijaya, SH, SIK, MM memberikan pernyataan tegas terhadap para oknum yang nantinya berani mengelola atau mengkondisikan para pedagang agar bisa membuka lapak PKL dikolong Fly Over Cileungsi akan di tindak tegas dan diproses hukum.
“Sampai ada laporan akan kami proses siapa pun pemainnya, saya tidak akan pernah pandang bulu. Ini untuk kebaikan kita bersama. Nanti kalo ada laporan pengambilan iuran serta pemerasan terhadap para Pedagang Kaki Lima untuk bisa berjualan lagi disini, akan kami proses dan kami tangkap,” ucap Kapolsek, Selasa (16/2).
Selain itu, Kompol Andri pun menyoroti adanya pengadaan listrik yang diduga ilegal dan terindikasi pencurian listrik. “Saya heran ini, kok di bawah kolong jembatan ada listrik penerangan. Kita juga akan selidiki terkait ini. Kalo ada oknum-oknum, ini juga pencurian aset negara. Ini kita akan tindak tegas,” pungkasnya. Nay Nur’ain
Bupati Bogor, Ade Yasin membenarkan adanya penghentian dan pembubaran pesta perayaan ulang tahun Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cisarua. Namun orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu menyatakan, pesta perayaan ulang tahun yang di laksanakan di Villa pribadi milik Rahmat Effendi di RT 03/03, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua beberapa waktu lalu, tidak melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Kalau dilihat dari luas vilanya, itu sudah sesuai protokol kesehatan, karena undangan kurang dari 50 persen. Hanya saja bentuk kegiatan silaturahmi lalu kumpul-kumpul membuat kerumunan. Sehingga acara tersebut dibubarkan petugas,” ujar Ade Yasin, Selasa (16/2) kepada wartawan.
Informasi yang diterima Ade Yasin, perayaan pesta ulang tahun Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Bekasi. Laporan itu diterima Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cisarua, dari warga setelah melihat banyaknya kendaraan yang terparkir di villa milik orang nomor satu di Kota Bekasi itu.
“Tidak ada sanksi ya. Hanya kami bubarkan saja. Karena sifatnya berkumpul, kalau jumlah peserta undangan itu kurang dari 50 persen dari kapasitas vila,” ungkap Ade Yasin.
Diberitakan sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cisarua membubarkan perayaan ulang tahun Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang digelar di villa pribadinya di Desa Cibeureum, belum lama ini. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cisarua, Deni Humaedi membenarkan ada acara perayaan ulang tahun yang digelar pada Rabu (3/2) malam.
“Saya sampaikan secara persuasif dan di sana juga kooperatif, sampai di situ. Setelah itu dari sana acaranya berhenti, bubar. Saya artinya mohon maaf menyampaikan aturan, enggak ada keributan atau saya diadang atau seperti apa, enggak ada ketegangan, kericuhan,” jelasnya.
Bhayangkari cabang Bogor dari Mapolsek Nanggung melakukan pembagian sembako kepada warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Selasa (16/2). “Hari ini kami melaksanakan giat Bhayangkari Peduli dengan memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Nanggung.” Ini merupakan dukungan kami sebagai bhayangkari untuk saling membantu,” kata Ketua Bhayangkari Ranting Nanggung Rini Dedi Hermawan di ruangan ranting Bhayangkari Polsek Nanggung kepada wartawan, kemarin.
Kegiatan ini salah satu program Bhayangkari cabang Bogor dengan sasarannya adalah warga kurang mampu dan pembagiannya dilakukan langsung ke rumah penerimanya. “Dengan melibatkan Bhabinkamtibmas paket sembako diberikan langsung kepada keluarga penerima manfaat.”
“Sebanyak 10 paket sembako untuk warga yang terbagi di dua wilayah Desa Parakanmuncang dengan Desa Batutulis. Semoga bisa bermanfaat apalagi dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, program ini akan terus berlanjut bahkan bisa lebih banyak lagi jumlah warga yang diberikan bantuan dari Bhayangkari peduli. “Tentu akan berjenjang kedepannya sebagai salah satu upaya perhatian kepada warga kurang mampu,” tuturnya.
Sementara salah penerima bantua sembako, warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04 Desa Batutulis, Asimi (55) mengaku bersyukur ditengah himpitan ekonomi ada bantuan yang diterimanya. “Kami mewakili pemerima bantuan yang lainnya, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolsek Nanggung dan Ibu Ketua Bhayangkari serta Bhabinmas yang sudah hadir dan membantu memberikan bantuan sembako,” pungkasnya.
Rumah milik Jamsari (50) warga Kampung Cihiris RT 01, RW 01 Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung hangus terbakar. Menurut keterangan Sekretaris Desa Cisarua Ali Akbar, kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk itu diduga akibat korsleting listrik. Rumah yang ludes terbakar tersebut dihuni dua kepala keluarga dengan 7 jiwa.
“Korban kebakaran terpaksa mengungsi ke rumah tetangga,” papar Ali Akbar kepada wartawan, Selasa (16/2).
Kebakaran yang terjadi tiga hari lalu itu menurut Ali, menyisakan keprihatinan karena korban mengaku kesulitan membangun rumahnya kembali setelah rumahnya hangus terbakar. “Masalah ini sudah kami sampaikan ke pihak terkait melalui Kecamatan Nanggung,” ujarnya.
“Setahui kami, semenjak terjadinya musibah kebakaran pada waktu Minggu jelang sore hingga sekarang belum ada bantuan dari pihak manapun. Bantuan dari manapun belum ada, padahal bantuan sangat diperlukan saat ini berupa sandang maupun pangan. Karena ludes terbakar termasuk pakaian seragam sekolah anak-anak,” kata dia.
Ali menerangkan, waktu musibah kebakaran terjadi kobaran api begitu cepat meludeskan seisi rumah. Warga pun menggunakan alat seadanya langsung memadamkan kobaran api tersebut. “Warga bahu membahu berupaya memadamkan, sehingga kobaran api tidak sampai menjalar ke rumah warga lainnya,” terang Ali.
Beruntung tak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini, tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Maraknya pedagang kaki lima (PKL) mulai dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ciawi, Desa Banjarwaru maupun Desa Banjarwangi hingga Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, membuat kesal para pengguna jalan. Sebab, keberadaan para PKL yang didominasi pedagang makanan dan buah-buahan hingga sayuran itu, mengakibatkan kemacetan di Jalan Alternatif Banjarwaru-Cibedug menuju Tapos, Desa Citapen.
Aab, warga Desa Jambu Luwuk mengaku kesal dengan banyak nya PKL yang berjualan di sepanjang jalur alternatif mulai dari Desa Banjarwaru dan Banjarwangi hingga Desa Cibedug tersebut. “Hampir setiap hari kami terjebak macet. Apalagi kalau sore, yang beli banyak sampai menghalangi jalan,” ungkapnya kepada wartawan.
Menurutnya, para pedagang yang setiap hari berjualan di bahu jalan itu, tidak hanya warga setempat, melainkan lebih didominasi warga luar wilayah Ciawi. “Kalau dibandingkan dengan warga pribumi, PKL ini lebih banyak warga luar wilayah,” ujar Aab.
Namun, Aab mengaku heran terhadap keberadaan para PKL itu. Meski sudah jelas melanggar aturan dan mengganggu aktivitas warga terutama pengguna jalan, namun tidak ada tindakan sama sekali dari aparat pemerintah, baik Pemerintah Kecamatan (Pencam) Ciawi ataupun dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Terkesan ada pembiaran dan indikasinya memang di pelihara,” tegasnya.
Keluhan sama juga diungkapkan Edi, warga Citapen yang merasa dirugikan dengan banyaknya PKL di sepanjang bahu jalan alternatif tersebut. “Parahnya lagi sekarang jumlahnya semakin bertambah banyak saja,” paparnya.
Edi berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap para PKL yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Tibum. Karena, mereka (PKL,red) mencari rezekinya di tempat yang salah. “Saya harapkan ada penertiban agar jalur ini tidak setiap hari macet,” imbuhnya.
Anugerah Kebudayaan diterima Wali Kota Bogor dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Jakarta beberapa waktu lalu. Selain Bima Arya, terdapat 9 wali kota dan bupati yang juga menerima anugerah. Kesepuluh pemimpin daerah tersebut dinilai PWI memiliki strategi, kinerja, dan kekuatan masing-masing dalam pemajuan kebudayaan daerahnya, baik sebelum maupun pada saat pandemi covid-19.
“Mereka telah merawat warisan masa lalu, kemudian memanfaatkan, mengembangkan dan melindungi budaya masyarakatnya, dengan berbagai regulasi,” kata Yusuf Susilo Hartono, Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Selain itu lanjutnya, mereka dinilai mampu mengembangkan dengan mengemas degan cara masa kini, termasuk di dalamnya menggunakan teknologi dan media sosial. Dengan demikian budaya lokal bisa menyumbangkan warna pada kebudayaan nasional sekaligus global.
Anugerah diberikan setelah panitia yang terdiri dari para para wartawan senior, penulis, budayawan dan akademisi, serta pekerja seni-budaya, menilai proposal dan video yang diajukan serta presentasi yang disampaikan sebelumnya oleh masing-masing calon penerima anugerah. Penghargaan ini merupakan apresiasi insan pers terhadap para bupati dan wali kota yang peduli terhadap kebudayaan dan literasi media.
Kota Bogor mengajukan proposal berjudul Sahitya Raksa Baraya untuk menyesuaikan tema yang ditetapkan panitia. Sahitya mengandung makna solidaritas atau gotong royong. Raksa berarti menjaga, melindungi, menyayangi, memelihara dan Baraya berarti saudara, kerabat atau sesama. Sehingga Sahitya Raksa Baraya dimaknai sebagai solidaritas untuk saling menjaga, memelihara, menyayangi, dan melindungi sesama warga.
Di dalam proposalnya, Bima Arya mengungkapkan antara lain tentang adanya berbagai jenis perayaan yang berlangsung di Kota Bogor yang diperingati masyarakat. Perayaan itu bukanlah sekadar kegiatan kebudayaan, kesenian atau pertunjukan. Namun semua itu adalah warisan nilai-nilai dan semangat kebersamaan dalam keberagaman yang selalu dijaga dari satu masa ke masa. Kebersamaan dalam keberagaman itulah pondasi yang memperkuat Kota Bogor, memperkuat capaian infrastruktur maupun capaian prestasi.
Bima Arya
Warisan budaya yang dipelihara, mencakup juga berbagai bentuk seni dan kegiatan budaya yang hidup di masyarakat dengan berbagai jenis kegiatannya. Seperti Helaran Seni Budaya pada puncak peringatan Hari Jadi Bogor. Lomba Kaulinan Tradisional Sunda berupa kegiatan edukatif mengajak anak-anak mengenal dan memainkan berbagai jenis permainan tradisional. Begitupun Rebo Nyunda, yang menjadi upaya melestarikan cara berpakaian Sunda di masyarakat.
Selanjutnya Cap Go Meh yang diselenggarakan dengan tajuk Bogor Street Festifal. Tidak hanya menampilkan seni barongsai, melainkan juga berbagai jenis seni pertunjukan dari berbagai daerah. Berikutnya Festival Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk memupuk semangat nasionalisme masyarakat.
Pemeliharaan kebudayaan juga termasuk memelihara situs-situs bersejarah seperti berbagai bangunan dan gedung-gedung tua. Kekayaan warisan budaya itu menjadikan Kota Bogor bergabung di dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Pada tahun 2021, Kota Bogor terpilih dan ditetapkan sebagai tuan rumah Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia.
Penataan kawasan Pecinan Jalan Suryakencana yang berumur 3 abad, merupakan bagian dari cara memaknai Bogor sebagai Kota Pusaka. Begitu pula dengan penataan kawasan Empang sebagai Kampung Arab dan kawasan Situs Batu Tulis serta Saung Eling yang mewakili identitas alam dan budaya Sunda.
Dikaitkan dengan kondisi pandemi covid-19 (sesuai syarat dari panitia), kekuatan budaya yang terpelihara dimanfaatkan untuk menekan penyebaran covid-19 dan akibat buruknya. Nilai dan semangat kebersamaan yang masih terpelihara, dimanfaatkan dengan baik. Maka munculah beberapa aksi kebersamaan dalam menanggulangi pandemi berikut pengaruh buruknya.
Diantara aksi itu adalah penyerahan bantuan sosial untuk 89.696 KK, penyelenggaraan Dapur Umum di kelurahan dan rumah ibadah, bantuan wifi gratis untuk siswa di 797 titik dan program keluarga asuh yang disebut Jaga Asa, berupa bantuan warga untuk 458 keluarga yang tidak lagi mendapat penghasilan sejak terjadi pandemi. Untuk mengurangi beban para pengusaha, Pemerintah Kota Bogor juga memberlakukan penghapusan denda untuk semua jenis pajak.
Penyebaran covid-19 ditangani dengan membentuk Detektif Covid, bekerjasama dengan 1.167 orang. Tim Lacak untuk melacak kontak erat pasien positif dan 797 orang Tim Pantau untuk memantau kondisi kesehatan pasien positif dan kontak erat yang isolasi mandiri. Berikutnya Tim Merpati, bekerjasama dengan 219 tokoh agama, dokter dan relawan untuk mengedukasi warga dan publikasi protokol kesehatan, serta Tim Elang bekerjasama dengan 120 orang dari KNPI, HIPMI dan Karang Taruna untuk mengawasi kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan.
Untuk memulihkan perekonomian daerah, Pemerintah Kota Bogor mengembangkan program yang memanfaatkan budaya lokal. Diantaranya Visit Mulyaharja yang merupakan agro edu wisata organik di Mulyaharja, promosi Wisata Alam yang memanfaatkan alam terbuka untuk wisata aman seperti Kebun Raya Bogor dan membangun wisata alam baru dengan konsep kampung tematik di Sukaresmi dan Babakan Pasar. Begitupun dengan Bogor Berkebun yang tak lain adalah program urban farming untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari dan membantu masyarakat meningkatkan pendapatannya secara mandiri.
Jadi berpijak pada budaya lokal, Kota Bogor menghadapi pandemi covid-19 dengan semangat saling menjaga, memelihara, menyayangi dan melindungi sesama warga.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor tingkat pengunjung ke hotel dan restoran mengeluhkan penurunan okupansi hotel saat ganjil genap diberlakukan.
Akibatnya, pengusaha harus memutar otak untuk mempertahankan bisnis mereka.
Ketua PHRI Kota Bogor, dr. Yuno Abeta Lahay mengatakan, sistem Ganjil Genap ini berlaku pada saat weekend atau Sabtu dan Minggu sehingga menurunkan tingkat pengunjung. Padahal, biasanya hari Sabtu dan Minggu tingkat pengunjung meningkat.
“Penurunan tingkat pengunjung ini lebih ke hotel bintang tiga dan empat serta beberapa restoran yang memang lokasinya tepat dijalur Ganjil Genap. Oleh karena itu, kami meminta pemerintah bisa memperhatikan dampak lain dari Ganjil Genap terutama di sektor ekonomi,” ucapnya saat berkunjung ke PWI Kota Bogor, Selasa (16/2/2021).
Kendati demikian, Yuno mengaku, pembelakuan Ganjil Genap bukanlah hal yang tidak baik karena jelas dari data pemerintah sangat efektif menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.
Namun, masih kata Yuno, PHRI berharap pemerintah dapat memberikan solusi terhadap para pengusaha hotel dan restoran sehingga mereka bisa mempertahankan atau mengembalikan bisnisnya dengan tingkat pengunjung yang normal bahkan meningkat.
“Semua manajemen hotel maupun restoran juga dalam menghadapi pandemi ini terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena kami juga mendukung pemerintah untuk melawan penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Bogor,” katanya.
Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, penerapan sistem Ganjil Genap di wilayah Kota Bogor akan kembali diperpanjang pada Sabtu dan Minggu selama dua pekan kedepan. Hanya saja, waktunya yang berbeda dari sistem Ganjil Genap tahap pertama.
“Insyaallah sistem Ganjil Genap ini akan dilanjutkan, tetapi waktunya dibatasi dari pukul 09.00 WIB sampai 18.00 WIB,” ujarnya usai menggelar rapat Satgas Covid-19.
Terkait dengan menurunnya tingkat pengunjung di sektor ekonomi seperti hotel, restoran dan pasar, Bima menegaskan, saat ini sedang menjadi pembahasan bersama forkompinda.
“Dampak dari Ganjil Genap pengunjung pasar juga ikut menurun, karena itu kami harus mencari titik temu protokol kesehatan yang utama tetapi ekonomi diperhatikan,” pungkasnya.
Nilai jual vanilli termahal nomor satu di Indonesia. Alasan itulah yang membuat petani di Kota Salatiga antusias menanam vanilli. “Antusiasme petani Kota Salatiga menanam vanilli sangat tinggi. Harga vanili per kilogramnya sama dengan satu colt pick up sayuran, “ ujar Nurcahyo Eko Junaidi Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Griya Vanilli Kota Salatiga, Selasa (16/02/2021).
Nurcahyo Eko Junaidi menuturkan rempah – rempah Indonesia banyak diminati dan dibutuhkan oleh pasar dunia, salah satunya vanilli. Selain untuk kebutuhan makanan dan minuman, rempah vanilli juga digunakan untuk industri kosmetik. Hal tersebut mendongkrak nilai jual vanilli menjadi komoditas termahal ke dua dunia.
Kata pria yang juga penyuluh pertanian Swadaya (PPS), penggiat dan petani vanili ini Indonesia tahun 2020 menjadi pengekspor vanilli terbesar ke dua didunia setelah Madagaskar. Posisi ini menggeser Prancis yang pada tahun 2019 berada diurutan kedua, Indonesia ketiga.
Diungkapkan Eko dalam acara Ngopi Tani Radio Pertanian Ciawi (RPC) sejak zaman penjajahan Belanda, Salatiga sudah terkenal sebagai penghasil vanili. Untuk itu pada 2017 Ia bersama Dinas Pertanian Kota Salatiga berkeinginan membangunkan raksasa tidur berjuluk si Emas Hijau ini dan membranding kota dengan vanilli. Upaya dimulai dengan melakukan pendekatan kepada kelompok tani dengan dialog dan pelatihan – pelatihan, serta beragam bantuan dari pupuk hingga bibit. Upaya tersebut membuahkan hasil, tidak hanya petani, bahkan masyarakat tertarik menanam vanilli. Sejak itulah hingga kini petani kembali giat menanam vanili baik dipekarangan maupun dikebun.
“ Para petani di Kota Salatiga giat menanam vanili di pot – pot, polybag, diteras rumah maupun diatap rumah. Memanfaatkan lahan – lahan terbatas/sempit, setiap rumah menanam 5 – 10 pot/polybag, bahkan ada yang menanam 400 pohon, “ ucapnya.
Vanilli kata Eko adalah komoditas yang sensitif, karena nilai jualnya. Jadi petani menanam tidak dihamparan/kebun. Tetapi di pot – pot, polybag, kalaupun ada kebun biasanya disekitar rumah. Sehingga tanaman bisa dikontrol setiap saat.
Di tahun 1980-an vanilli pernah mengalami masa kejayaannya. Saat itu harganya mencapai angka yang fantastis,. Namun karena harganya sempat terpuruk, para petani banyak yang membabat habis tanamannya dikebun.
Melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menargetkan pertumbuhan ekspor untuk komoditas dengan sebutan emas hijau meningkat hingga tiga kali lipat sampai lima tahun ke depan. Untuk itu Kementerian Pertanian RI terus mendorong pengembangan vanili diberbagai wilayah salah satunya Kota Salatiga.
Harapan tersebut bukan hal yang mustahil mengingat vanilli Indonesia memiliki keunggulan kadar vanillin yang melebihi negara lain. Kandungan vanillin Indonesia bisa mencapai 3,9% kandungan ini tertinggi didunia. Sementara Madagaskar sebagai pengekspor tertinggipun hanya 2%.
“ Tidak seperti komoditas lain yang berbeda – beda, vanilli didunia semuanya hampir sama. Yang membedakan tanaman ini ada di conten vanilinya/rendemennya. Semakin tinggi kadar vanilinnya maka berpengaruh pada nilai jualnya, “ bebernya.
Sejauh pengetahuannya, tanaman yang masih tergolong dalam kerabat Anggrek (Orchidaceae) ini disebut Eko ada 99 jenis didunia. Jenis vanilli tersebut sudah diidentifikasi dan diregistrasi oleh para ilmuwan. Namun yang dikembangkan dalam skala ekonomi ada dua jenis, yakni Planifolia dan Vanilla Tahitiensis. Dua varietas ini hampir menguasai pervanilian didunia.
Menurut data dari berbagai sumber, importir terbesar rempah vanilla Indonesia adalah Amerika Serikat (47,73 persen), Prancis (18,10 persen), Jerman (9,31 persen), Kanada (5,80 persen), Jepang (2,73 persen), Belanda (2,22 persen), Mauritius Afrika Timur (2 persen), Switzerland (1,27 persen), Australia (1,25 persen), dan Italy (1,19 persen).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan negara Indonesia yang dianugrahi sumberdaya dan kekayaan alam yang begitu besar serta sumberdaya manusia yang unggul, maka sudah sepatutnya negara Indonesia ini menjadi negara kaya dan negara pengekspor produk-produk pertanian. Akses pasar harus kita kuasai dan dibuat, karena peluang ekspor pertanian luar biasa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memilih memperpanjang penerapan ganjil genap pada akhir pekan ini. Kebijakan itu diambil setelah Forum Komunikasi Pimoinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat dengan Satgas Covid-19.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, ganjil genap diberlakukan pada Sabtu dan Minggu. Namun, kebijakan tersebut dibatasi jam pemberlakuannya. Mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB.
“Artinya aktivitas ekonomi tetap dibuka. Kalau untuk aturan lain seperti jam operasional kafe dan restoran masih sama,” katanya.
Menurut Bima, ganjil genap dilanjutkan lantaran dinilai efektif. Sebab. Berdasarkan data kerumunan warga berkurang dan tren kasus positif Covid-19 cenderung menurun signifikan.
“Jadi pada 6 Februari kemarin ada 187 kasus, 15 Februari angkanya 105. Jadi ini penurunan yang signifikan sepanjang masa pandemi di Kota Bogor,” paparnya.
Selain itu, kata dia, Bed Occupancy Ratio (BOR) juga dari yang tadinya 82 persen sekarang ada di 49 persen. Hal itu dibawah standar WHO sebesar 60 persen.
“Memang saat rapat tadi dibahas ada penurunan secara ekonomi, hunian hotel, rumah makan dan restoran. Harus dicari titik temu prokes, tapi tetap memperhatikan ekonomi,” tandasnya.
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah bercerita kepadaku Atha’ bin Yazid Al Laitsiy bahwa Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu bercerita kepadanya, katanya: “Ditanyakan kepada Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama ?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Seorang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.
Mereka bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi ?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
Seorang mukmin yang tinggal diantara bukit dari suatu pegunungan dengan bertaqwa kepada Allah dan meninggalkan manusia dari keburukannya.