23.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1321

Minim Fasilitas, Pengrajin Bantal Guling di Kalongliud Harapkan Bantuan Pemerintah

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Para korban PHK akibat Covid-19 asal Kampung Liud RT 04 RW 03, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung beralih menjadi pengrajin bantal guling. Sejak 3 pekan terakhir, sekelompok pemuda ini mendirikan home industry pembuatan bantal guling berbahan kain, busa dan kapuk. Mereka terbilang mahir membuat bantal guling meski proses pengerjaannya dilakukan secara manual.

Muhlis (36) salah satunya menceritakan, awalnya ia bekerja sebagai pengantar sofa dan tempat tidur  di salah satu perusahaan. Ia akhirnya berinisiatif membuat bantal guling setelah banyaknya permintaan dari para pemilik  toko. “Nah disitu, hingga sekarang kita berinisiatif mencoba membuat bantal dan  guling kemudian  hasilnya kita kirim ke took-toko sesuai permintaan,” jelasnya.

“Alhamdulilah responnya cukup baik, dalam per satu minggunya  sementara kami hanya bisa melakukan pengiriman sebanyak 50 bantal berikut guling,” kata Muhlis kepada Jurnal Bogor, Kamis (18/2).

Lelaki yang biasa disapa Bombom itu menuturkan, meski permintaan konsumen belakangan ini cukup banyak, tetapi dengan keterbatasan fasilitas kerja sehingga belum bisa memenuhi sepenuhnya keinginan konsumen. “Proses pengerjaanya hanya menggunakan jarum kaput yang sudah terisi benang,” kata dia.

Prosesnya jelasnya, dimana selembar kain yang sudah dijahit ditempat lain, selanjutnya lubang yang berukuran sekitar 20 centimeter yang kemudian diisi busa serta kapuk hingga berbentuk bantal dan guling.  “Setelah itu baru proses pengaputan hingga sehari bisa terkumpul hanya beberapa bantal guling,” ujar Bombom.

Para pengrajin mengaku butuh perhatian dari pemerintah. Mereka menghadapi sendiri persoalan yang menghambat berkembangnya usaha. “Kami harap adanya perhatian pemerintah  diantaranya 2 unit mesin jahit 1 unit mesin obras berikut mesin kapuk,” harap Bombom.

Hal serupa dikatakan  Itong Suheri, salah satu penggerak yang ikut dalam usaha ini mengaku lega karena sudah sekian bulan dirumahkan, kini telah memiliki aktivitas sebagai pengrajin bantal guling meski hanya menggunakan peralatan seadanya.

Itong Suheri yang biasa dipanggil Soni sebelumnya bekerja di perusahaan swasta di  Tangerang mengaku beruntung  ada ide untuk membuat usaha sebagai pengrajin bantal guling. “Di tengah situasi wabah Corona saat ini, untungnya ada ide untuk membuat usaha kecil-kecilan,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum UMKM Kecamatan Nanggung Bukhori Muslim menyatakan, bahwa sekelompok remaja itu sudah menunjukan progres sebagai pengrajin yang cukup baik. “Memang masih banyak persoalan untuk mendukung  secara maksimal,” kata Bukhori.

Menurutnya, salah satu permasalahan kerajinan yang belum bisa bangkit karena dengan persoalan klasik seperti minimnya modal atau fasilitas lainnya. “Hal ini  kami akan dorong ke Dinas UMKM Kabupaten Bogor agar para pelaku usaha tersebut bisa mendapatkan perhatian pemerintah.”

Bukhori menerangkan, usaha tersebut salah satu potensi yang harus dikembangkan. ” Tak hanya itu  semua para pelaku UMKM yang ada di Kecamatan Nanggung akan kami dorong. Kedepan kami harap  mereka juga harus diberikan pelatihan  agar hasil karyanya bisa lebih maksimal dan  beraneka ragam model,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Camat Leuwiliang: Desa Punya Kesempatan Membangun dengan Samisade

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Pasca Bupati Bogor Ade Yasin, mengucurkan dana bantuan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) masing-masing desa langsung melakukan persiapan titik yang akan dibangun. Namun, kondisi ini perlu perhatian khusus karena salah satunya tentang penggunaan anggarannya harus sesuai.

“Ini adalah sebuah kesempatan besar bagi kepala desa, untuk memanfaatkan berbagai ajuan yang utama infrastruktur. Namun, perlu juga diperhatikan tentang penggunaan anggarannya,” kata Camat Leuwiliang Daswara kepada wartawan kemarin.

Daswara meminta untuk melaksanakan Samisade secara aturan dan benar, baik dari sisi program maupun sisi pertanggung jawaban keuangan. “Ini adalah bagian daripada konsekuensi ketika pemerintah meminta supaya melaksanakan baik dan benar. Jangan sampai tidak sesuai ajuan awal,” tegasnya.

Daswara menjelaskan, bahwa ketika ada penyimpangan, program ini akan dihilangkan kalau tidak efisien dan efektif. Karena, anggaran sebesar itu perlu dimanajemen dengan baik agar sesuai peruntukannya. “Ini yang saya takutkan, ketika itu tidak dilaksanakan dengan benar dan berat  buat camat karena menjadi ujung tombak pengawasan pengendalian dan monitoring,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Desa Leuwiliang Iman Nurhaiman mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat. “Tahap pertama kami akan sosialisasi dengan RT/RW tindak lanjut dan ketika anggaran sudah turun akan direalisasikan secepatnya, karena kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kapolsek Parung Bina Anggotanya Tingkatkan Binrohtal

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Kapolsek Parung Kompol Puji Astono mengingatkan seluruh anggotanya untuk ingat ahli kubur dan meningkatkan keimanan  dengan cara rutin melaksanakan pembinaan rohani dan mental personel mengaji setiap Kamis pagi di aula Polsek Parung.

“Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi anggota Polsek Parung untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahuwataala dan untuk mengingat kepada para ahli kubur,” kata Kapolsek Parung, Kompol Fuji Astono, Kamis (18/2/2021).

Tak luput dari penerapan protokol Kesehatan (Prokes) kegiatan tersebut tetap berjalan khitmat, Fuji mengatakan kegiatan ini adalah pencerahan agama dan tidak hanya fisik saja, namun rohani juga harus disirami dengan agama

“Kejadian adanya penangkapan anggota Polri kasus narkotika diharapkan menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk menghindari setiap pelanggaran karena Paminal Polda sudah memonitor,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut lanjutnya, tidak hanya pemberian tausiah kepada anggota oleh Ustad Ahmad Gaojawi, namun juga ada pembacaan hadiah kubur  dan pembacaan Surat Yasin.

“Kita harus khusnuzon kepada Allah dan kepada masyarakat agar hidup kita selalu dalam keberkahan,” kata Kapolsek.

** Cepi Kurniawan

Kades Jangan Bermain Bansos, Camat: Masa Jeruk Makan Jeruk

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng mengultimatum kepala desa agar tidak ikut bermain terkait program bantuan sosial. Karena, desa hanya sebagai koordinator kegiatan bukan penerima bantuan. “Yang jelas saya tekankan jangan coba-coba bermain cukup awasi saja dan ikuti aturan. Karena, bagaimana pun kepala desa itu kan koordinator kegiatan bansos, masa jeruk makan jeruk kan gak bisa lah,” kata Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana, kemarin.

Rudy menjelaskan, sebenarnya disaat ada masyarakat bantuan sembako tidak sesuai otomatis kepala desa itu harus turun dan memeriksa kondisi barang yang diberikan, baik segi kuantitas maupun kualitasnya. “Peran kepala desa cukup awasi dan bukan sebagai penyalur mau ngapain karena memang aturannya memang tidak boleh,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, apalagi kalau sampai mengambil keuntungan tentu itu sudah masuk ranah pidana. Karena, bantuan ini dikhususkan warga kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19.

“Masa kita minta atau ngambil keuntungan dari orang miskin. Malu lah kayak beras raskin kalau kita jual itu gimana rasa, artinya  kades cukup awasi dengan baik dan ketika ada keluhan cek dan turun ke lapangan,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Janji Jaji, Penyuluh Pandeglang yang Jatuh Hati Pada Profesi Penyuluh Karena Motor Trail, dan Kini Jadi ASN P3K

0


Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Upaya keras Kementerian Pertanian (Kementan) mengangkat tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) berusia diatas 35 tahun menjadi aparatur sipil negara (ASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kinerja (P3K) berbuah manis. Hal tersebut dilakukan Kementan dalam rangka menambah jumlah penyuluh.

Penyuluh menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) merupakan garda terdepan pembangunan pertanian nasional. Oleh karenanya nasib dan kesejahteraannya harus diperhatikan.

“Penyuluh juga pendamping dan pengawal petani di lapangan. Oleh karena itu, penyuluh harus diberikan perhatian, baik nasib maupun kesejahteraanya. Hal ini yang bisa membuat mereka maksimal dalam mengawal kedaulatan pangan nasional,” katanya.

Mengenai pengangkatan ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi pemerintah kabupaten dan provinsi yang mendukung langkah Kementan memperjuangkan status THL TBPP.

Karena menurut Dedi tenaga penyuluh amat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penyuluh berperan amat besar untuk merealisasikan target pemerintah dalam rangka meningkatkan SDM Petani yang berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Jaji Sumarji adalah satu dari 35 orang THL TBPP Kabupaten Pandeglang yang beruntung diangkat menjadi ASN P3K.

Jaji bertekad akan berupaya lebih semangat dan giat dalam menjalankan tugasnya. Iapun akan mendorong petani binaannya meningkatkan keterampilan, mengubah perilaku serta sikapnya, dengan harapan petani dapat meningkatkan produksinya. Guna mewujudkan tekadnya, tak menunggu lama Ia langsung terjun kedesa binaannya.

“ Hari ini saya melakukan pertemuan di desa binaan, desa Alaswangi kecamatan menes. Dihadiri Kepala Desa dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan poktan, kader sekaligus KWT. Diacara itu dibahas cara memanfaatkan limbah rumah tangga sampah di jadikan pupuk organik untuk tanaman pekarangan yang dapat menunjang kebutuhan dapurnya masing masing, “ terangnya

Penyuluh Kecamatan Menes dengan tiga desa binaan ini mengaku jatuh hati pada profesi penyuluh saat dirinya bersekolah di SPP SPMA ditahun 85. Saat itu Ia sering melihat penyuluh identik dengan motor trail yang dianggapnya sangat keren. Alasan lain latar belakang pendidikannya dan keluarganya tinggal di desa yang sangat kental dengan pertanian.

“ Yang memotivasi saya karena saya berijazah SPP SPMA, hidup di desa yang kental dengan pertanian. Itu tahun 85 waktu itu PPL identik dengan motor honda trailnya, menurut saya keren, “ ungkapnya

Hasrat menjadi penyuluh terwujud ketika di tahun 2007, pemerintah membuka kesempatan menjadi THL TBPP. Iapun mendaftar dan lolos seleksi. Setelah belasan tahun mengabdi akhirnya Ia kini menggenggan status sebagai ASN P3K.

Ia bersyukur diberi kesempatan dilantik jadi ASN P3K. Ia dilantik oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama 34 THL TBPP dari kecamatan lain beberapa waktu lalu.“ Dilantik Bupati, bersama teman – teman THL TBPP lain. Dalam pelantikanpun saya ditugaskan untuk membacakan pakta integritas, “ ucapnya bangga, Kamis, (18/02/2021).

Jaji berharap pemerintah tidak ragu mengangkat THL TBPP menjadi ASN P3K, karena dinilai sudah banyak pengalaman dalam mendampingi petani dilapangan.
“ Teman – teman THL di Kabupaten Pandeglang belum semua diangkat, karena kemampuan daerah, semoga menyusul. Sesuai harapannya statusnya berubah ditahun ini, “ tuturnya.

** Regi/PPMKP

HADITS HARI INI

0


18 Februari 2021
06 Rajab 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا جَرِيرٌ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ سَمُرَةَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَصَعِدَا بِي الشَّجَرَةَ فَأَدْخَلَانِي دَارًا هِيَ أَحْسَنُ وَأَفْضَلُ لَمْ أَرَ قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهَا قَالَا أَمَّا هَذِهِ الدَّارُ فَدَارُ الشُّهَدَاءِ

Telah bercerita kepada kami Musa, telah bercerita kepada kami Jarir, telah bercerita kepada kami Abu Roja’ dari Samrah berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Pada malam Isra’ dan Mi’raj Aku ditemui oleh dua Malaikat yang mengajakku mendaki sebuah pohon, lalu keduanya memasukkan Aku ke sebuah negeri (kampung) yang terbaik dan paling utama yang belum pernah Aku melihat yang lebih bailk darinya. Kedua Malaikat itu berkata: Adapun negeri ini adalah kampungnya para syuhada (orang yang mati syahid).

HR Bukhari No. 2582.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pelapor UU ITE Harus Korban Langsung

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan laporan korban Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) harus dilakukan oleh korbannya langsung sehingga laporan kasus dugaan UU ITE yang diwakilkan tidak akan diproses. Kapolri pun menyatakan akan membuat Surat Telegram (TR) perihal kasus terkait UU ITE. 

 “Tolong dibuatkan semacam STR (telegram) atau petunjuk untuk bisa dijadikan pegangan bagi para penyidik saat menerima laporan. Bila perlu laporan tertentu yang bersifat delik aduan, yang lapor ya harus korbannya, jangan diwakili lagi,” kata Sigit di Mabes Polri, kemarin.

Menurut dia, hal itu untuk menghindari, jangan sampai masyarakat main saling lapor dengan menggunakan pasal-pasal UU ITE. Makanya, hal-hal seperti ini perlu diperbaiki kedepannya. “Ini supaya tidak asal lapor dan nanti kita yang kerepotan,” ujarnya.

Kemudian, Sigit mengingatkan jajaran agar tidak perlu melakukan penahanan terhadap pelaku UU ITE yang memang tidak menimbulkan konflik horizontal. Akan tetapi, kata dia, sebaiknya dilakukan proses mediasi. “Bila perlu kalau memang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal, ya tidak perlu ditahan lah. Untuk hal lain sifatnya hanya pencemaran nama baik dan hoax, yang masih bisa kita berikan edukasi, lakukan edukasi dengan baik,” jelas dia.

Kecuali, kata dia, jika memang dampak dari perbuatan pelanggaran UU ITE ada potensi memunculkan konflik horizontal. Harus dilakukan proses hukum seperti kasus ujaran kebencian terhadap Natalius Pigai yang dilakukan Ambroncius Nababan. “Misalkan, isu seperti yang kemarin isu tentang Pigai yang memunculkan reaksi di beberapa tempat dan mereka bergerak. Yang seperti itu, kita harus proses tuntas,” kata dia.

** ass

BOR Rumah Sakit di Bogor Turun

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit Kota Bogor dalam dua pekan terakhir mengalami penurunan 14 persen. Pasalnya, saat ini BOR berada pada 48 persen. Humas Satgas Covid-19 Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan bahwa standar WHO tentang bed occupancy adalah 50 persen. “Ya, jadi kondisi saat ini dibawah WHO, ini baik,” ujar Rahmat kepada wartawan, Rabu (17/2).

Menurut Rahmat, penurunan BOR dan kasus positif Covid-19 diperkirakan lantaran adanya kebijakan ganjil genap selama dua pekan terakhir lantaran berkurangnya aktivitas warga.“Tren jumlah kasus positif covid yang menurun sangat siginifikan di Kota Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa penerapan ganjil genap dan PPKM Mikro menyebabkan penurunan di bidang ekonomi. Diantaranya, yakni tingkat hunian hotel, kunjungan restoran, dan kunjungan pasar.

Akibatnya, aktivitas ekonomi akan dibuka secara bertahap. Namun masih sesuai dengan jam operasional yakni 21.00 WIB. “Kami harus mencari titik temu, protokol kesehatan yang utama, tetapi ekonomi diperhatikan,” tandasnya.

Diketahui, dari data Dinas Kesehatan BOR pada 4 Februari lalu menunjukkan angka sebesar 62,9 persen. Dari sebanyak 814 tempat tidur telah terisi sebanyak 512 pasien. Pekan ini ada di angka 48,5 persen, dengan tingkat keterisian 415 bed dari 856 tempat tidur.

Untuk keterisian ICU dari 48 tempat tidur, terisi 31 pasien. Tempat tidur di ruang isolasi Lido dari 100 tempat tidur terisi 36, termasuk Rumah Sakit Lapangan yang sudah terisi sebanyak 40 dari total 64 tempat tidur, terisi 40.

** Fredy Kristianto

Ade Yasin Launching Program Samisade di Desa Cipenjo

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan program bantuan keuangan infrastruktur desa yakni Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di halaman Kantor Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (17/02).

Ade Yasin menjelaskan, program bantuan keuangan ini untuk membangun proyek-proyek insfrastruktur atau meningkatkan integritasi dan koneksitivitas serta meningkatkan kualitas insfrastruktur. “Di tahun 2021 ini Pemkab Bogor sudah menganggarkan 311,8 miliar untuk membangun jalan ataupun jembatan di 349 desa, 38 kecamatan dan 532 titik,” jelasnya.

Ade Yasin menjelaskan bahwa program Samisade ini banyak ditunggu, demi meningkatkan ekonomi masyarakat desa.  “Karena dengan mulusnya jalan maka akses menuju objek pariwisata, sentra pertanian, sentra perekonomian lainnya, maka jalur distribusi pun tidak lagi menjadi hambatan. Jumlah anggaran, jumlah titik, jumlah desa dan jumlah kecamatan yang mendapatkan Program Samisade pada tahun ini bisa saja bertambah,” jelasnya.

Saat ini Pemkab Bogor kata dia, sedang merefocusing Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tingkat II. “Kalau ada sisa anggaran, maka bisa saja kami menambah anggaran Program Samisade ini,” papar Ade Yasin.

Dia juga menuturkan, agar Program Samisade ini tepat sasaran oleh aparatur desa, maka pencairan, penggunaan dan laporannya harusnya diawasi oleh masyarakat, camat, inspektorat, kepolisian dan kejaksaan. “Karena program ini untuk masyarakat, masyarakat juga harus mengawasi. Tertangkapnya Kasi Pelayanan Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin oleh kepolisian harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi di Program Samisade,” tegas Ade.

Menurutnya, program ini selain meningkatkan insfrastruktur juga berfungsi untuk mengurangi angka pengangguran, memupuk kesetiakawanan maupun efek positif lainnya. “Dengan adanya Program Samisade, Pemkab Bogor mengharapkan menjadi stimulus kebangkitan ekonomi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Selain itu kita juga harus menggalakan kembali semangat kesetiakawanan dan gotong royong yang saat ini mulai memudar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hakim Diminta Jatuhkan Vonis Fikri dan Rina Sesuai Tuntutan

0

Bogor | Jurnal Inspirai

Sidang putusan perkara pemalsuan surat atas perizinan Rumah Sakit Graha Medika Bogor dengan terdakwa Rina Yuliana dinyatakan ditunda pada Rabu (17/2). Sidang tersebut ditunda karena Hakim Anggota Edwin Adrian berhalangan hadir karena sakit.

“Sesuai agenda sidang hari ini putusan. Majelis hakim memberitahukan hakim anggota dua saat ini sedang sakit, maka sidang tidak dapat dilanjutkan, kita tunda,” kata Ketua Majelis Hakim, Arya Putra Negara saat membuka persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Bogor.

Selanjutnya sidang putusan tersebut akan kembali digelar pada Rabu (24/2). Dalam kesempatan itu juga, diagendakan sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Fikri Salim dalam perkara yang sama dengan berkas penuntutan terpisah.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak terhadap nota pembelaan atau pledoi Rina Yuliana dan Fikri Salim yang diajukan penasehat hukum masing-masing terdakwa. Dalam perkara ini, JPU menuntut kedua terdakwa masing-masing delapan tahun penjara.

JPU menyakini bahwa Fikri Salim tidak hanya melakukan satu perbuatan pidana dalam perkara tersebut. JPU juga berpendapat keterangan saksi yang dihadirkan pihaknya dalam pledoi Fikri Salim tidak secara keseluruhan hanya sebagian potongan yang dituangkan penasehat hukum terdakwa.

“Kami berpendapat bahwa fakta persidangan bukanlah potongan-potongan keterangan saksi melainkan keseluruhan keterangan saksi. Dengan demikian potongan keterangan saksi yang dituangkan penasehat hukum Fikir Salim tidak memiliki nilai pembuktian apapun,” sambungnya.

Intinya, JPU tetap pada pendirian seperti tertuang pada surat penuntutan yakni hukuman masing-masing delapan tahun penjara. “Kami menyampaikan dengan tegas untuk tetap pada tuntunan yang telah dibacakan pada hari Selasa 26 Januari 2021,” tandasnya.

Seperti diketahui, bahwa dalam dakwaan ke satu, Rina Yuliana dinilai melanggar Pasal 263 Ayat (2) Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP. Sedangkan dakwaan kedua melanggar Pasal 374 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

Sementara Fikri Salim dalam dakwaan kesatu dinilai melanggar Pasal 263 Ayat (1) Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2)` KUHP. Sedangkan dakwaan kedua melanggar Pasal 374 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

** Fredy Kristianto