26.3 C
Bogor
Monday, August 31, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1318

Dewan Minta Disdik Matangkan Sistem PTM

0

6 Ribu Tenaga Pendidik Bakal Divaksin

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli mendatang. Hal itupun membuat Anggota Komisi IV DPRD, Devie P. Sultani angkat bicara. Menurutnya, pemerintah wajib menyiapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat agar tak menimbulkan permasalaham baru.

“Harus diatur prokesnya. Misalnya berapa kapasitas per kelas, jaga jarak dan lain sebagainya,” ujar Devie kepada wartawan, Rabu (7/4).

Ia meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) mempersiapkan sistem apa yang akan digunakan saat PTM. Devie pun menyarankan agar Disdik memberlakukan shift belajar pada tiap kelas dan sebaiknya kapasitas rombongan belajar (rombel) hanya diisi 50 persen.

“Dengan demikian, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jangan dulu dihilangkan. Kemudian tenaga pendidik yang berstatus honorer pun semuanya mesti divaksin terlebih dahulu. Dan kami pun akan kontrol terlebih dahulu kesiapan PTM,” kata dia.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdik, pada Juli nanti PTM baru akan dilaksanakan 30 persen, khususnya bagi sekolah yang berada di zona hijau. “Walau begitu, saya meminta agar PTM tidak dulu diberlakukan untuk PAUD, TK dan SD. Sebab, tingkat kesulitan dalam memberikan pemahaman prokes berbeda dengan siswa SMP,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan pemerintaj pusat untuk membuka PTM, sambil melakukan berbagai persiapan. “Untuk PTM kita menunggu arahan dari pemerintah pusat. Sekarang masih persiapan,” ujar Dedie.

Salah satu upaya persiapan adalah dengan melaksanakan vaksinasi massal yang menyasar 6.000 tenaga pendidik di Kota Bogor dari tingkat SMP dan SMA. Menurutnya, vaksinasi bagi tenaga didik memang menjadi prioritas saat ini di Kota Bogor.

Dedie mengaku, jika rencana PTM ini nyatanya sudah dimulai Juli nanti, maka para guru, kepala sekolah, hingga perangkat lain yang ada di sekolah lebih siap karena sudah divaksin.

“Kalau semua atau seluruh stakeholder di sektor pendidikan sudah divaksin, pemerintah akan lebih percaya diri. Terutama dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di bulan Juli nanti,” kata Dedie.

Ia juga mengaku sepakat dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat, jika memang PTM dimulai. Apalagi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dilakukan oleh semua instansi pendidikan.

“Begitu juga dengan pembatasan ruangan hingga jam pembelajaran. Vaksin ini menjadi salah satu indikator dimana pelaksanaan PTM itu akan menjadi aman apabila nantinya diberlakukan,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Duh, Ribuan Guru Honorer Belum Gajian

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Malang nian nasib ribuan guru honor di Kota Bogor. Pasalnya, sudah tiga bulan honor mereka belum dibayarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Alhasil, perwakilan guru honorer pun mendatangi Komisi IV DPRD untuk untuk meminta ‘pertolongan’ pada Rabu (7/4).

Purwita, salah seorang guru honorer di SDN Pondok Rumput mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji selama tiga bulan cukup ‘mencekik’ mereka lantaran banyak kebutuhan yang tak mampu tercover. “Ada rekan kami yang sampai diusir dari kontrakan, dan ada juga yang rumahnya sampai disegel karena menunggak. Urusan perut kan tidak bisa ditunda,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/4).

Apalagi, kata Purwita, pekan depan sudah memasuki bulan Ramadhan, dimana harga bahan pangan mulai mengalami kenaikan. “Ya, kami berharap pekan ini honor dapat segera dicairkan. Tapi kami sudah pasrah saja. Ada sekitar seribu orang yang belum gajian,” ungkapnya.

Purwita mengaku bahwa keterlambatan pembayaran honor paling lama baru terjadi pada tahun ini. Bila sebelumnya, sambung dia, keterlambatan hanya sebulan hingga dua bulan. “Kalau untuk honor guru honorer yang berasal dari APBN sudah cair pekan lalu. Tapi untuk yang berasal dari APBD belum,” ucapnya.

Purwita menjelaskan bahwa honor tiap guru berbeda tergantung dari masa kerjanya. “Untuk yang masa kerjanya 10 tahun ke atas bisa Rp2 juta. Sedangkan 10 tahun ke bawah Rp1,5 juta,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV, Ence Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan rapat terakhir dengan Disdik, tertundanya pembayaran honor guru honorer lantaran adanya peralihan sistem keuangan dari SIMRAL ke SIPD.

“Permasalahannya itu yang jadi penghambat. Mudah-mudahan pekan ini bisa dicairkan. Kalau tidak, kami akan mendorong lagi agar hak guru bisa diselesaikan,” kata Ence.

Kata Ence, seharusnya pemerintah membuat sistem keuangan yang tidak terlalu menyulitkan, sehingga bisa memicu permasalahan baru. “Sebenarnya bila membuat aturan itu simple saja, asal tak melawan hukum. Jangan dibuat terlalu sulit,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disdik, Hanafi mengatakan bahwa keluhan para guru honorer sudah ditindaklanjuti, dan telah disampaikan kendalanya kepada Komisi IV. “Sebenarnya untuk BOS Kota Bogor sudah ada dan diajukan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Tapi mekanismenya harusbtertuang dalam SIPD dan pergeseran,” ucapnya.

Pemkot, kata dia, menggunakan sistem SIPD lantaran adanya regulasi yang mengatur hal itu. Yakni, Peraturan Pemerintah Nomor 12, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 dan 90 Tahun 2021 tebtang sistem pemerintah daerah. “Dan itu berlaku se-Indonesia,” katanya.

Hanafi berharap, dalam waktu dekat ini honor para guru dapat segera dicairkan. “Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dicairkan, karena sudah diajukan ke keuangan,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Remaja di Rumpin Dikabarkan Tenggelam di Lokasi Bekas Galian

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Seorang remaja berusia 20 tahun, warga Kampung Leuwiranji RT 04, RW 02, Desa Sukamulya tenggelam usai mencuci karpet di bekas galian pasir Maung pada Rabu (7/4/2021) sore pukul 17.00 wib. Hingga Rabu malam korban belum ditemukan.

“Saat itu korban Lufty usia 20 tahun santri tercebur saat berenang bersama temannya setelah selesai mencuci karpet pada sore hari menjelang magrib, “ungkap Ustadz Ulis kepada wartawan.

Ia mengatakan dari informasi yang didapat saat itu korban diajak oleh temannya bernama Iman untuk mencuci karpet di bekas galian pasir Maung. Namun, Lufty sempat menolak karena sudah mendekati Magrib.

Menurunya, korban (Lufty) dibujuk terus oleh temannya untuk mencuci karpet di bekas galian itu. Setelah selesai mencuci karpet, lufty dengan temannya berenang, langsung kelelep kemudian, Iman berlari minta bantuan warga.

“Kejadiannya sekita pukul 17. 30 Wib, Lufty tenggelam di bekas galian. Sekarang warga bersama karang taruna membantu pencarian korban yang hilang di bekas galian menggunakan rakit dan bambu, “kata Ulis.

Sementara itu Babinmas Desa Sukamulya Bripka Asep Mulyadi mengatakan, dirinya belum bisa memastikan bahwa korban (Lufty) itu hilang karena tenggelam meski dilaporkan ditemukan terakhir di tepi bekas galian ini.

“Memang untuk saat ini dinyatakan hilang belum tentu tenggelam. Memang, terahir ditemukan menurut keterangan orang yang sedang mancing berada di tepi bekas galian ini, tapi saat ini kita bersama warga dan karang taruna masi berupaya melakukan pencarian, “pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Bupati Minta Pihak Sekolah Awasi Siswa Jangan Jajan Diluar

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin saat melakukan Kegiatan Rabo Keliling atau Boling bersama Wakil  Bupati Iwan Setiawan dan SKPD di Kecamatan Pamijahan menemukan masih banyak sekolah yang melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) keluar syarat PTM itu sendiri, misalnya masih banyak siswa yang jajan diluar.

“Tadi saya liat (saat boling) masih banyak sekolah di Pamijahan yang siswanya berkerumun jajan diluar, tidak memakai masker, padahal dalam aturan PTM itu tidak boleh,” tegasnya Bupati saat dikonfirmasi, usai Boling, Rabu (7/4/2021).

Bupati menjelaskan dalam aturan PTM uji coba yang dilaksanakan oleh 170 sekolah di Kabupaten Bogor, baik dari tingkat SD maupun SLTA itu waktu kegiatan belajar mengajar tidak boleh lama dan tidak ada waktu istirahat.

“Tadi saya liat ada yang jajan istirahat jajan cilok dalam uji coba murid tidak boleh makan diluar tidak ada istirahat. Dalam uji coba harus ada  prokes yang ketat  jadi sekolah harus terus memantau,” kata Bupati.

Bupati pun meminta Disdik dan Gugus Tugas Covid melakukan evaluasi dan lebih melakukan pengetatan terhadap sekolah yang melaksanakan PTM. “Jangan sampai ini jadi masalah yang terus berkepanjangan dan harus ada evaluasi bahwa Prokes harus ketat saat PTM,” kata Bupati.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang pertama melaksanakan uji coba PTM. “Kenapa Kabupaten Bogor berani melakukan uji coba PTM ini karena kami ingin ketika PTM Juni 2021 serentak dilakukan sudah ada persiapan yang matang, termasuk vaksinasi terhadap guru-guru terus dilakukan vaksinasi,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Evaluasi LKPJ dengan Diskominfo, Achmad Fathoni: Jangan Ada Area Blank Spot di Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dalam rapat Komisi 3 DPRD kabupaten Bogor dengan agenda evaluasi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati dengan Diskominfo, Selasa (6/4/2021), Achmad Fathoni menyampaikan beberapa catatan. Politisi dari fraksi PKS tersebut menyoroti program wifi yang sudah dilaksanakan pemasangannya di 6 desa per kecamatan agar bisa dievaluasi dan dimonitoring sehingga semua desa tersedia wifi.

“Saya minta Diskominfo bisa memenuhi keinginan masyarakat agar tidak ada are blank spot di Kabupeten Bogor, Diskominfo segera panggil operator dan provider untuk bicarakan ini, dan siap-siap sambungkan dan dorong Pemdes melalui BUMDes untuk kerja sama pemasangan BTS,” ujarnya

Dia juga menyampaikan khususnya untuk di 3 daerah di Bogor Timur segera harus bagus sinyal handphone dan jaringan internet mengingat di tiga daerah tersebut banyak wisata-wisata.

“Iya seperti Sukawangi dan sekitarnya membawahi tempat – tempat wisata seperti Ciherang, Cipamingkis dan Villa Kahyangan, Sukaharja dan sekitarnya dimana ada Gunung Batu, dan Cikutamahi dan sekitarnya ada wisata Green Canyon,” ujar Fathoni.

** Nay Nur’ain

Pertarungan Sejati, Sapta Siap Bela Pemuda Ubah Paradigma

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Digadang-gadang maju menjadi calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Bogor periode 2021-2024, Sapta Bela Alfaraby miliki tujuan yang sangat mulia, yaitu berkeinginan mewujudkan dan mengubah paradigma politik di kalangan kaum milenial khususnya pemuda di Kota Bogor.

“Zaman sekarang para pemuda itu harus memiliki komitmen yang tinggi dalam hal perpolitikan. Itu demi menciptakan regenerasi pemuda yang lebih baik lagi kedepannya. Nah, kalau sudah berkomitmen maka pantang untuk berkhianat,” ucap pria yang akrab disapa Bela saat ditemui wartawan, Rabu (7/4).

Dalam kontestasi pemilihan calon Ketua DPD KNPI Kota Bogor periode 2021-2024, Bella yang juga ketua PC Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Bogor mengaku akan melakukan open manajemen. Karena, baginya itu sangat penting demi kesejahteraan bersama.

“Ya karena dengan adanya keterbukaan itu, maka semua akan berdampak baik bagi seluruh anggotanya. Ini menurut saya penting dan harus dilakukan,” kata putra dari mantan Direktur Utama PDAM  yang saat ini Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Helmi Sutikno.

Kontestasi pemilihan calon Ketua DPD KNPI Kota Bogor yang akan digelar belum lama lagi, sampai saat ini sudah ada dua kandidat. Pertama Sapta Bela Alfaraby, dan kandidat kedua yakni Rivaldo Surya Darmawan yang sekaligus Bendahara Umum DPD KNPI Kota Bogor. Keduanya akan bertarung menduduki kursi Ketua Umum DPD KNPI Kota Bogor yang kini dijabat Bagus Maulana Muhammad.

** Handy Mehonk

Masifkan Ketahanan Pangan, ACT Segera Gulirkan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan

0

Dramaga l Jurnal Inspirasi

Relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyikapi persoalan kesenjangan sosial di lingkup wilayah Kabupaten Bogor, khususnya bagian barat. ACT dalam salah satu programnya memasifkan ketahanan pangan dan dalam waktu dekat akan menggulirkan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR).

“Program rutin saat ini yang harus masifkan adalah program pangan, karena pendemi covid-19 ini belum terlihat berakhir yang kita rasakan bersama dampaknya,” ujar  Kepala Cabang ACT Bogor Barat Eka Saputra dalam konferensi pers di Dakara Coffe Jalan Lingkar Baru Laladon Dramaga, Rabu (7/4).

GSPR diakuinya sebagai salah satu upaya ketahanan pangan yang menjadi salah satu kebutuhan yang harus dikuatkan. Menurutnya, ketika ketahanan pangannya sudah cukup,  insya Allah masyarakat  yang diberi  bisa merasakan manfaatnya. ” Agar program tersebut tepat sasaran kita prioritaskan keluarga pra sejahtera sebagai penerima bantuan,” imbuhnya.

Eka menjelaskan, bahwa ACT juga tidak hanya memberikan ketahanan pangan saja tetapi ada beberapa program seperti penguatan sektor pertanian begitu pula pembuatan sarana air bersih. Petani juga di bantu dengan cara pemberian permodalan usaha sesuai apa  yang dibutuhkan. “Sistemnya hasil dari para petani dalam kegiatan pertanian tepatnya di Tanjungsari uang dari berbagai program kita kembalikan ke masyarakat,” jelasnya.

Eka menjelaskan bahwa program masterpiece dan GSPR adalah inisisasi  yang telah berjalan hasil swadaya dari berbagai donatur. “Program ini mendapat dukungan dari berbagai unsur dan  bersinergi dengan pihak TNI, Polri serta pemerintah yang berada di wilayah setempat,” jelasnya.

Dikesempatan itu, Kasi Pendidikan Kecamatan Ciampea Erna Rohani yang merupakan tamu undangan  mengaku  sangat mendukung dengan adanya sejumlah relawan dari ACT tersebut. Menurut dia, program- program yang digagas relawan ACT sangat bagus dan menarik.

“Pihak Kecamatan Ciampea tentu saja sangat mendukung berjalannya kegiatan ACT. Kaitan dasar  kebutuhan masyarakat, progresnya dilakukan mappng dengan melibatkan pemerintah desa setempat,” ujarnya.

“Para relawan ACT berjiwa sosial yang tinggi, kami pihak kecamatan mendukung dan akan bekerjasama dengan ACT,” tukasnya.

** Arip Ekon

Katar Cigombong Diharapkan Ikut Sukseskan Program Pancakarsa

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pengurus Karang Taruna (Katar) harus lebih berperan aktif dalam masa pandemi Covid-19 ini. Hal itu ditegaskan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat, mewakili camat saat melantik dan mengukuhkan pengurus Katar Kecamatan Cigombong, Rabu (7/4).

Menurutnya, kiprah Katar sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Diharapkan melalui kepengurusan Katar yang baru dapat membantu percepatan pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi yang berkepanjangan ini.

 “Pandemi ini merupakan ujian kesabaran bagi semua. Oleh karena itu diharapkan bersama-sama Satgas Penanganan Covid-19, baik Katar tingkat kecamatan maupun desa dapat memberikan baktinya kepada masyarakat dalam bingkai kesetiakawanan sosial,” ungkapnya.

Tidak hanya dalam penanganan pandemi Covid-19 saja, Asep mengungkapkan, peran Katar sebagai salah satu Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) harus terus mendukung pemerintah dalam pembangunan. “Terutama ikut mensukseskan program Pancakarsa,” ujar mantan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor tersebut.

Selain itu, lanjutnya, sebagai organisasi pemuda, Katar tidak hanya berperan untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi generasi muda saja. Namun juga, untuk mencegah dan menangani berbagai masalah sosial.

 “Peran tersebut dinyatakan jelas dalam Permensos Nomor 25 tahun 2019 tentang Katar. Salah satu tujuan yang ingin dicapai Katar, meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial,” papar Asep.

Setelah dikukuhkan dan dilantik, Ketua Katar Kecamatan Cigombong, Deni menyatakan akan menjalankan amanah sesuai dengan tugas dan fungsi Katar.

Adapun sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan, sambung Dani, yakni melaksanakan program kerja Katar, melakukan koordinasi dengan aparatur pemerintahan, baik di tingkat kecamatan, desa, RW hingga RT.

Dani berjanji akan mengedepankan kegotongroyongan dalam melaksanakan tugas dan fungsi sosial. Dan berkiprah dalam kegiatan pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Di kepemimpinanya, Katar Kecamatan Cigombong akan bekerja sama mengembangkan UMKM dan lembaga perkoperasian, termasuk lembaga permodalan kewirausahaan pemuda (LPKP).

 “Kami pun siap bekerja sama, kolaborasi dan koordinasi dengan organisasi kepemudaan dalam menciptakan harmonisasi peran serta OKP untuk membangun Kecamatan Cigombong serta mensukseskan program Panca Karsa Bupati Bogor,” tukas Deni.

Hadir dalam acara tersebut Sekcam Cigombong, Danramil 2123, Kapolsek Cijeruk Cigombong, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cigombong, paguyuban kepala desa, Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, dan para ketua organisasi kepemudaan tingkat Kecamatan Cigombong.

** Dede Suhendar

Ketua Komisi 1: Polisi Harus Usut Oknum Pemalsu IPPT Azzahra

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP, Usep Supratman yang membidangi perizinan angkat bicara perihal dugaan adanya Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) palsu PT. Azzahra Mulia Karya / Azzahra Hills. Komisi 1 akan mengundang Camat Jonggol dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor menyikapi pemberitaan yang beredar tersebut.  Pasalnya, dugaan IPPT palsu sudah harus diusut karena bukan lagi delik aduan.

Usep Supratman

“Ini bukan lagi delik aduan seharusnya juga polisi sudah harus bertindak melakukan penyelidikan sehingga kebenaran adanya IPPT palsu bisa terjawab,” tegas Usep, Rabu (7/4).

Menurutnya, oknum ini harus dicari apakah dari dalam DPMPTSP atau oknum dari luar DPMPTSP, sehingga nanti para investor tidak ragu untuk mengajukan perizinan apalagi sekarang sudah mudah dengan sistem OSS.

Sebelumnya, Dirut PT. Az-Zahra Mulia Karya Ujang Sunandar yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukamakmur mengatakan, dirinya tidak mengetahui kalau IPPT itu palsu dan baru tahu setelah adanya pemberitaan dari media.

 “Saya awalnya tidak tau jika itu IPPT aspal (asli tapi palsu) maka dari itu saya minta “N” yang membuat IPPT untuk bertanggung jawab, dan dia berjanji akan membuat izinnya lagi,” kata Ujang beberapa waktu lalu saat ditemui.

Sekedar diketahui, sampai saat ini perihal IPPT yang diduga dipalsukan oleh oknum ” N” belum ada tindaklanjut dan seolah diabaikan, begitupun untuk kavling tahap 2 Azzahra Hills yang berada di desa Wargajaya dengan IPPT Daya Tarik Wisata Buatan itu berstatus ditolak karena tidak memenuhi syarat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang diberikan oleh Kepala Dinas DPMPTSP Dace Supriyadi terkait IPPT palsu PT. Az-Zahra Mulia Karya.

** Nay Nur’ain

? HADITS HARI INI

0


07 April 2021
24 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا

Telah bercerita kepada kami Rauh bin Abdul Mu’min, telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’, telah bercerita kepada kami Sa’id dari Qatadah, telah bercerita kepada kami Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya di Surga ada sebuah pohon yang jika para pengendara berjalan di bawah naungannya maka seratus tahun lamanya tidak akan dapat melewatinya.

HR Bukhari No. 3012.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ