24.1 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1318

Hindari Kerumunan, Pembagian KKS Dilakukan di Wilayah RW

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Menghindari kerumunan di masa pandemi Covid-19,  pembagian kartu keluarga sejahtera (KKS) program keluarga harapan (PKH) bagi 202 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung dijadwalkan dibagi menjadi per wilayah  RW.

Kepala Desa Nanggung Muhamad Sodik mengatakan, upaya ini  dilakukan  untuk menerapkan protokol kesehatan. “Pembagian KKS tetap menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan,” kata M Sodik baru baru ini.

Terlebih kata Sodik, pihaknya sudah menyiapkan masker  bagi warga yang datang tidak memakai masker. “Bagi yang tidak menggunakan masker, pemerintah desa sudah menyiapkan,” kata Sodik.

Ditengah PPKM Skala Mikro,  menurutnya, bagi warga yang belum mendapatkan kartu diminta bersabar karena kalau tidak ada kendala pada Maret dilakukan lagi. “Mudah-mudahan bisa berlanjut,” ucapnya.

“Warga yang belum tercatat, bakal dilakukan pada Maret, karena masih ada tahap berikutnya yang belum dicetak sebanyak  87 KPM lagi ,” sambung pendamping PKH Desa Nanggung, Encep Mulyana

Encep mengatakan, migrasi dari kartu BNI ke kartu Mandiri tidak ada perubahan data karena hanya perpindahan kartunya saja, baik dari nominal maupun dari total keseluruhan penerima. “Dengan jadwal per-RW jadi satu RW itu kita kasih waktu 30 menit, jadi KPM berdatangan sesuai jadwal agar menghindari kerumunan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pemcam Kemang Berikan Korsi Roda dan Alat Bantu Dengar ke Penyandang Disabilitas

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Kemang bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), menyerahkan bantuan kursi roda dan alat bantu dengar. Pemberian tersebut diwakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) sebagai wujud peduli disabilitas yang berada di wilayah Kecamatan Kemang.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Amir Sugiono mengatakan, pemberian 2 unit korsi roda dan alat bantu dengar diperoleh berkat sinergitas yang baik antara PSM dan TKSK. “1 korsi diberikan kepada warga Desa Tegal, beliau disabilitas dari kecil. 1 korsi roda lagi diberikan kepada warga Desa Jampang, dan alat bantu didengar diberikan kepada warga Desa Kemang, bantuan ini hasil usulan TKSK ke pihak Kecamatan Kemang dan oleh pihak pemcam disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Salah seorang penerima korsi roda, Oo (32) dengan keterbatasanya mengucap terimakasih. Raut wajah bahagia tampak terpancar saat dirinya diangkat untuk mencoba korsi roda tersebut, bukan hanya Oo, ibu kandungmya pun dengan mengucap alhamdulillah anaknya telah diberikan korsi roda.

“Terima kasih banyak bapak ibu yang sudah memberikan korsi roda untuk anak saya. Dan terima kasih juga telah memberikan kami sembako,” jelasnya.

** Arip Ekon

Peduli Masyarakat, PP Desa Tegal Bagikan Masker

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Sebagai bentuk kepedulian kepada warga dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Pemuda Pancasila Desa Tegal, Kecamatan Kemang, menggelar aksi peduli sosial dengan membagikan 2000 masker secara gratis.

Kegiatan pembagian 2000 masker, sebagai langkah pencegahan wabah Corona di wilayah Kecamatan Kemang ini berlangsung di depan gerbang Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Minggu pagi (21/2/2021).

Dewan Penasihat Pemuda Pancasila, Ranting Tegal, Desa Tegal, Muhaimin mengatakan langkah pembagian masker yang dilakukan ini untuk membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona khususnya di Kecamatan Kemang.

“Saya juga bangga hari ini 4 pilar ikut bersama -sama dalam pembagian masker  sekaligus kami ingin merubah paradigma masyarakat tentang PP yang selalu dicap jelek, kami buktikan sekarang kami juga peduli terhadap kesehatan warga, kedepannya kegiatan ini akan kita laksanakan lagi,” ujarnya.

Muhaimin menambahkan, pembagian ribuan masker merupakan bentuk kepedulian terhadap warga. “Harapan saya pembagian masker ini bisa bermanfaat dan bisa mencegah penularan Covid-19. Doakan kita untuk terus berbuat untuk masyarakat dalam membantu pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Polsek, Satpol PP dan Koramil 2115/Kemang dalam membantu kegiatan ini,” paparnya.

Di tempat yang sama Kanit Lantas Polsek Kemang, AKP Edwin Riswandi menyambut baik langkah Pemuda Pancasila ranting Desa Tegal dalam aksi sosial ini. Langkah nyata yang dilakaksanakan PP dengan terjun ke lapangan sebegai bentuk kepedulian PP terhadap penyebaran Covid-19 ini.

“Sekali lagi saya berterimakasih kepada PP. Pelanggar yang kedepatan tidak memakai masker kami berikan sanksi sosial dengan diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan membaca Pancasila dan langsung kami berikan masker,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Anak 3,5 Tahun di Pondok Udik Miliki Bola Mata Biru

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Seorang anak berusia 3,5 tahun di Kampung Pondok Udik RT 02, RW 02, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang memiliki bola mana berwana biru. Bahkan bocah bernama Alesia Juliano Musabali itu menurut orangtuanya bisa melihat sesuatu seperti memiliki indra keenam dan sering berbicara sendiri seperti layaknya orang bercakap-cakap.

“Ini bawaan lahir, memang saat usia satu bulan dua bulan belum ketahuan, namun saat menginjak usia 3 bulan bola matanya terlihat  biru, dan kaget kok ini anak bola matanya biru,”kata Ibu Alesia, Hani (36) kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Hani yang merupakan seorang janda karena suaminya  belum lama ini meninggal  mengatakan, mengetahui anaknya memiliki bola mata biru, dia kaget. Bahkan, saat itu langsung  pergi ke dokter untuk menanyakan kondisi anaknya.

“karena takut kenapa -kenapa saat itu saya langsung pergi ke dokter untuk menanyakan bola mata anak saya kok berwarna biru, tapi alhamdulillah setelah diperiksa anaknya gak kenapa napa dan sehat,” kata Hani.

Hani mengatakan, sejak usia 3 bulan hingga saat ini menginjak 4 tahun  bola mata anaknya itu tetap tidak berubah masih berwarna biru. “Saya juga bingung padahal ayahnya  warga asal Flores tidak memiliki warna bola mata biru, tapi katanya buyut buyutnya ada yang memiliki bola mata berwarna biru,” kata Hani.

Hani yang memiliki tiga orang anak laki – laki salah satunya putra bungsunya Alesia selain memiliki bola mata berwarna biru, juga menurutnya bisa melihat sesuatu diluar penglihatan orang pada umumnya. Terkadang sering mengobrol sendirian dan tertawa,  tersenyum seperti ada yang mengajak ngobrol dan bercanda.

“Ya kadang saya awal – awal kaget kok anak saya suka ngobrol dan senyum sendiri. Pas saya tanya bilangnya sedang ngobrol sama temennya tapi sama saya gak kelihatan. Tapi dia kalau misalnya liat yang serem ia lari ketakutan. Dulu pernah  lari ketakutan dan memeluk saya serem serem mah,” tutur Hani.

Lebih lanjut Hani menuturkan, anaknya yang memiliki bola mata berwarna biru itu ketika ia ajak bepergian terkadang banyak orang yang tidak  percaya bahwa anaknya itu memiliki bola mata berwarna biru mengiranya memakai lensa.

“Kalau saya pergi ke pasar, kondangan orang mengiranya anak saya pakai lensa, padahal itu memang sejak dari lahir,” ujarnya.

Bahkan tak jarang mengetahui anaknya memilki bola mata berwarna biru banyak orang yang ingin meminta berfoto bareng. Tapi kadang anaknya suka susah kalau diajak foto karena anaknya begitu aktif,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Dua Kali Tebingan Longsor, Warga Pakapuran Minta Dibangun TPT

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Semenjak terjadinya musibah longsor di Kampung Pakapuran di lingkungan RT 04 RW 06, warga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera membangun tebing penahan tanah (TPT).

Warga sekitar, Nanang Lukman Hakim (38)  mengatakan,  selama satu pekan terakhir longsor sudah dua kali sehingga tebing tinggi sekitar 10 meter itu mengancam bangunan rumah yang berada dibawahnya. ” Warga  kampung Pakapuran was was karena sudah dua kali longsor,” kata Nanang kepada Jurnal Bogor, Minggu (21/2).

Nanang menyebutkan, warga yang tidak jauh dengan lokasi tebingan itu khawatir longsor bisa kembali terjadi. “Sepanjang musim penghujan ini  longsor susulan kemungkinan bisa kembali terjadi,” sebutnya.

Menurutnya, setelah dua kali dilanda longsor pada ketiggian sekitar 10 meter telah berdampak pada bangunan rumah milik warga yang mengalami retak- retak. Nanang menerangkan, rumah yang terancam antara lain rumah atas nama Hendrik, Ade Oka dan rumah  H Sutarno. “Tebing itu longsor, karena curah hujan tinggi, jadi perlu adanya TPT dibangun,” terangnya.

Terlihat pihak Perintah Desa Parakanmuncang serta BPBD Kabupaten Bogor saat melakukan assessment menyatakan bahwa kejadian longsor ini sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait. “Upaya ini sudah kami sampaikan ke BPBD diharapkan ada solusi untuk dilakukan penanganan,” kata Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin.

Terlebih saat ini, kata Mauludin, kondisinya masih sering turun hujan sehingga diharapkan adanya penanganan untuk dilakukan pembangunan TPT. “Paling tidak dilakukan pemasangan  beronjong dulu,” pintanya.

 ** Arip Ekon

Satgas Covid-19 Desa Batulayang Hentikan Hiburan Tamu di Villa

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Satgas Penanganan Covid-19 Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menghentikan aktivitas hiburan tamu di salah satu villa di Kampung Batu Kasur, RT 04/03, Sabtu (20/2) malam. Ketua Satgas Covid-19 Desa Batulayang, Iwan Setiawan membenarkan tindakan tegas penghentian hiburan kepada tamu di villa yang berasal dari luar daerah.

 “Semalam sekitar pukul 23.00. Saya bersama warga yang menghentikan,” katanya kepada wartawan.

Kepala Desa (Kades) Batulayang itu pun mengungkapkan, pihaknya mendatangi lokasi villa setelah mendapat laporan dari warga, terkait adanya aktivitas hiburan di villa yang menggangu dan melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

 “Setelah dapat laporan warga dan juga intruksi pak camat, kami langsung bergerak ke lokasi. Alhamdulillah malam itu juga selesai. Agar tamu tidak bisa pulang, gerbang villa kami gembok,” ujarnya.

Menurut Kades, pihaknya tidak tahu keberadaan tamu di villa itu. Karena tidak ada laporan izin sebelumnya ke desa maupun pribadinya.  “Saat kami tanya, ternyata dapat izin dari RT. Saya tanya langsung RT soal memberikan izin,” paparnya.

Iwan menjelaskan, untuk pembubaran tamu villa itu, pihaknya bersama Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Cisarua yang melakukan pada pagi hari.  “Minggu pagi baru dibubarkan. Tapi sebelumnya pelanggar PPKM itu diberikan sanksi berupa push up,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cisarua, M. Efendi menyatakan, setelah mendapat laporan dari warga Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cisarua langsung bergerak. “Semalam langsung kita hentikan kegiatan hiburan tamu villa tersebut,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Terkait PKL, Camat Ciawi Akan Lakukan Pendataan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Lemahnya pengawasan dan tidak dilakukannya tindakan tegas terhadap pelaku pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Ketertiban Umum (Tibum), membuat pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Banjarwaru-Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, bertambah marak.

Seperti terlihat di sekitar tembok Balai Pelatihan Ternak (Baltnak) dan depan SMPN 1 Ciawi, warga tengah membangun lapak dengan menggunakan bambu di bahu jalan alternatif tersebut. Menurut security Balitnak yang saat itu sedang bertugas mengatakan, para pedagang yang berjualan di bahu jalan dengan memanfaatkan lahan depan tembok Balitnak ini, tidak ada izin dari Balitnak.

 “Tidak tahu izin dari siapa. Yang jelas Balitnak tidak pernah mengizinkan mereka (PKL, red),” ungkap pria yang namanya enggan disebutkan kepada wartawan.

Namun, dua orang security itu pun mengatakan, untuk bisa berjualan ada yang mengakomodir oleh oknum warga setempat. “Nanti warga itu yang koordinasi dengan pemerintah desa. Setahu saya sih seperti itu,” paparnya.

Sementara, Camat Ciawi, Adi Henryana menegaskan, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap para PKL yang ada di sepanjang jalan alternatif di wilayah Ciawi. “Kita akan lakukan pendataan dulu,” jelasnya.

Adi mengungkapkan, untuk menyelesaikan persoalan PKL, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. “Tentunya kita akan koordinasi dengan desa dan melibatkannya,” paparnya.

Sebelumnya, Ujang Ka’mun, Ketua Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) menjelaskan, para PKL yang menggunakan bahu jalan sebagai tempat usahanya, sudah lama ada. Namun, keberadaannya sama sekali tidak dilakukan tindakan tegas dari pemerintah, baik kecamatan maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

 “Kalau tidak ada yang bermain atau membekingi, mana mungkin para PKL itu bisa berjualan dengan aman di bahu jalan,” tegasnya.

Uka menjelaskan, semua ruas jalan yang strategis untuk dijadikan tempat berjualan pedagang di wilayah Ciawi, hampir ditemukan terdapat pada PKL. “Pedagangnya beragam, mulai dari penjual makanan, sayuran, buah dan kebutuhan masyarakat lainnya,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Gelar Pertemuan di Villa Gunung Geulis, TKSK Dipertanyakan

0

Sukaraja | Jurnal Inspirasi

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sukaraja menjadi sorotan setelah menggelar pertemuan dengan supplier dan Kesra seKecamatan Sukararaja di salag satu villa di Gunung Geulis. Ada dugaan memonopoli paket bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  dari Kementerian Sosial.

Oknum TKSK berinisial disinyalir MS mengarahkan Kesra di setiap desa di Kecamatan Sukaraja agar masyarakat penerima bantuan atau KPM (keluarga penerima manfaat) untuk mengambil barang di agen E-Warung yang barangnya telah disediakan oleh Supplier dengan imingi-iming imbalan kompensasi jatah nilai dari supplier tersebut.

Bahkan ada agen E-Warung di Desa Pasirlaja di Kecamatan Sukaraja yang tidak mempunyai toko atau warung membagikan paket tersebut di kantor Desa Pasirlaja.

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Fazrurizal pun menyayangkan hal tersebut terjadi karena dimasa pandemi yang seharusnya kita prihatin karena banyaknya pengangguran dan terbatasnya aktivitas masyarakat, fasilitas dari pemerintah justeru dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mengambil keuntungan pribadi.

“Saya pikir tidak sampai ke telinga media, karena adem – adem aja dan gak ada pemberitaannya adanya pertemuan yang dibuat TKSK,” gurau Rizal biasa disapa, saat ditemui di ruangannya beberapa hari lalu.

Menurutnya, ada kelemahan baik dari TKSK Kecamatan Sukaraja maupun dari pihak bank Mandiri sehingga meloloskan E-Warung atau agen padahal tidak mempunyai toko. “Hal tersebut jelas melanggar pedoman umum dari Kemensos, karena menurut atuannya E-Warung diperbolehkan untuk menyediakan barang kebutuhan KPM tanpa harus diarahkan kepada supplier tertentu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ada pula di Desa Sukaraja yang sudah ada agen baru yang sudah ditetapkan oleh bank Mandiri, namun masyarakat dilarang oleh Kesra Desa Sukaraja berinisial UN.

“Dilarang karena agen E-Warung yang baru, gak tau kenapa katanya gak ngambil disuppliernya UN,” jelas warga yang enggan namanya disebutkan.

Terpisah, Camat Sukaraja saat dikonfirmasi via SMS mengatakan, agar mengkonfirmasi ke kepala desanya. “Silahkan konfirmasi kepada kepala desanya,” singkatnya.

Sampai diturunkannya berita ini, belum ada penjelasan dari TKSK Sukaraja terkait pertemuan di villa Gunung Geulis dan saat dihubungi teleponnya tidak aktif.

** Nay Nur’ain

Duo Queen Rilis Single Perdana “Kejujuran”, Ditandai dengan Memberikan Santunan Yatim

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Grup vokal Duo Queen dibawah manajemen Raja Music Digital (RMD) resmi merilis single perdananya berjudul “Kejujuran”. Musisi potensial asal Bogor itu kini tengah gencar mempromosikan singlenya tersebut.  Mereka adalah Triana Asoka Dewi dan Anggi April Lestari.

Triana Asoka Dewi dan Anggi April Lestari tengah menyambangi Yayasan Rumah Bahagia Yatim di Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Kita kesini untuk berbagi rezeki dengan anak yatim sekaligus menandai launching single Kejujuran. Supaya berkah,” ujar Anggi April Lestari kepada Jurnal Bogor belum lama ini.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat sangat berdampak, untuk itu, dirinya sengaja mendatangi yayasan yatim piatu agar bisa saling meringankan beban. “Kita juga doa bersama, mudah-mudahan kedepannya lancar, dan sukses lagunya bisa diterima masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Anggi-sapaanya-dirinya saat ini terus melakukan promosi single Kejujuran termasuk melalui media sosial.   

Sementara itu, Olah-sapaan-Triana Asoka Dewi mengungkapkan single berjudul Kejujuran sendiri sebuah karya Rahman Hakim yang sapa diakbrab Boim. Lagu tersebut, menceritakan kisah percintaan, dan menekankan, perempuan yang sedang menjalin suatu hubungan dan meminta kepastian dan kejujuran.

“Jangan pernah ragu kalau memang suka. Intinya itu, pengen ada kepastian dalam satu hubungan,” ucapnya.

Ola menambahkan, single lagu Kejujuran ini berangkat dari curhatan mereka sendiri. Bahwa sesuatu hal, khususnya dalam kisah percintaan, dibutuhkan kejujuran dan kepastian. “Kejujuran terhadap pasangan. Curhatan kita banget. Sekarang juga sudah ada video lirik di Youtube kalau mau tahu liriknya. Dan sedang berjalan untuk video klipnya,” bebernya.

Selain itu, bagi mereka yang sedang menjalani hubungan agar tetap mengutamakan Kejujuran. Agar kata dia, hubungan bisa berjalan baik tanpa ada kebohongan diantara hubungan itu sendiri. “Semoga lagu ini bisa menjadi nasehat. Untuk yang penasaran, lagu single Kejujuran dapat diakses juga melalui Spotify, Deezer, Joox, Youtube, dan juga itunes,” tukasnya.

** Handy Mehonk

Banjir Jakarta Seret Nama Ahok dan Anies

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Banjir di DKI Jakarta kerap menjadi perhatian publik. Seperti banjir yang merendam wilayah ibu kota sejak Jumat (19/2) hingga hari ini kembali menyeret nama mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan hashtag Ahok jadi trending topic teratas di akun Twitter, Minggu (21/2).

Netizen mencuit sejumlah program Ahok dalam mengatasi banjir di Jakarta. “Pantas dah banjir Gak heran…. Yg satu bongkar penghambat saluran, yg satu nyuruh unduh buku Emang beda kelas antara Ahok dan Anis Jkt58 sudah Salah Ambil Keputusan…,” tulis akunTwitter @kantayu.

Tentu saja pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau terima. Alhasil, perang cuitan warganet soal banjir Jakarta kembali memanas.

“Tahun 2012-2017 DKI dipimpin olh tiga kader PDIP Jokowi, Ahok & Djarot. Pada thn 2014 Jokowi jadi presiden lalu kerja sama dgn Ahok & Djarot utk atasi banjir tapi tdk mampu juga, malah masalah banjir tambah parah. Hanya org yg tak bermoral saja ngomongnya ngawur spt Hasto,” balas akun Christ Wamea @PutraWadapi.

Diketahui, hujan deras yang menguyur Jakarta sejak Jumat malam hingga Sabtu dinihari membuat 113 RW di wilayah di Ibu Kota tergenang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan curah hujan yang ekstrem penyebab banyak RW yang tergenang di Jakarta. Kendati demikian, Anies mengklaim situasi masih tetap terkendali. “Meski curah hujan tinggi situasi tetap terkendali,” kata Anies, Sabtu (20/2)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di Ibu Kota pada 20 Februari sebesar 226 milimeter per hari. Angka sebesar itu menurut BMKG termasuk kategori cuaca atau hujan ekstrim karena di atas 150 milimeter per hari.

Tak hanya Jakarta yang sedang dilanda cuaca ekstrim. Sebelumnya, beberapa kota di Indonesia juga sempat dilanda hujan ekstrim. Di Semarang, misalnya. Pada 6 Februari 2021, kota itu diguyur hujan ekstrim dengan angka curah hujan menurut BMKG sebesar 177 milimeter per hari.

Karena curah hujan yang ekstrim itu membuat banyak genangan. BPBD mencatat belum ada area strategis yang terdampak dari derasnya hujan yang menguyur ibu kota. Luas Area yang tergenang pun sekitar 4 kilometer, jauh lebih kecil ketimbang luas genangan pada 1 Januari 2020 yang mencapai 156 kilometer.

** ass/sindo