Kabel listrik yang menjuntai di Kampung Sibentang RT 01 RW 09 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung dikeluhkan warga. Musababnya, warga dan sejumlah pengguna jalan yang melintas khawatir dengan keadaan kabel listrik yang tidak terlihat rapi dan kedodoran.
Kepala Desa Hambaro H Firdaus meminta pihak PLN untuk segera memperbaiki kabel listrik yang sudah lama menjuntai. “Sudah 2 tahun keadaan kabel seperti itu. Padahal masyarakat sudah menyampaikan ke petugas PLN , namun sampai sekarang belum ada perbaikan,” kata kepala Desa Hambaro Firdaus, kepada Jurnal Bogor, Selasa (20/4).
Dia menjelaskan, saat petugas PLN sedang perbaikan jaringan listrik di wilayah Desa Hambaro, warga pun telah menyampaikan keluhannya ingin adanya perbaiakan jaringan kabel listrik yang sudah tahunan menjuntai dirapikan.
“Sekitar sudah dua tahun kabel itu lepas turun kebawah, namun belum juga diperbaiki,” beber Firdaus.
warga bukannya tidak mau memperbaiki karena masyarakat tidak paham listrik dan khwatir ada hal tidak diinginkan. “Kami minta petugas PLN segera turun ke lokasi untuk memperbaiki kabel listrik tersebut,” pintanya.
Beberapa waktu lalu, Supervisor PLN Leuwiliang Anom saat dikonfirmasi berjanji akan menurunkan petugas ke lokasi untuk memperbaiki kabel listrik itu. “Baik nanti akan kirim petugas ke lokasi,” singkatnya.
Sedangkan Ketua RW 09 Kampung Sibentang, Desa Hambaro, Mursin mengaku hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk perbaikan jaringan kabel yang menjuntai itu.” Petugas PLN belum terlihat dan kabel yang sudah lama lepas dari tiang, kondisinya masih seperti itu,” ungkapnya.
Selama ini, kesan sebagian orang terhadap domba dan kambing adalah binatang yang memiliki tingkat kebauan tinggi. Maka tidak heran jika banyak orang menghindari domba dan kambing.
Namun tindak untuk Fuad Faturahman, warga Kampung Nagrog RT 06 RW 06, Desa Tegal, Kabupaten Bogor ini rela meninggalkan pekerjaannya di salah satu perusahaan BUMN di Jakarta pada 2019 lalu.
Pria berusia 20 tahun ini rela memilih untuk jadi peternak kambing etawa dan kambing lokal di Kampung Pojok Gadung Desa Cibeuteng Udik Ciseeng karena ia yakin dengan semangat kuat bisa menjadi peternak sukses.
Fuad sendiri merintis ternak kambing itu dimulai pada 2019. Meskipun saat awal awal merintis ia pun sempat jatuh bangun untuk jadi perternak kambing bahkan ia pun sempat pesimis kala itu.
“Awalnya saya hanya jadi calo kambing pada tahun 2013 saat saya masih bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Saat itu saya mendapatkan orderan dari Bos suruh cari kambing, lama kelamaan bukan hanya bos, namun karyawan lain pun pesan ke saya untuk kurban, dan dari tahun ke tahun permintaan pesanan kambing dari perusahaan saya bekerja semakin bertambah di sanalah saya mulai berpikir untuk membangun peternakan kambing dan jadi Peternak Kambing,”kata Fuad
Sambung Fuad, seiring permintaan yang terus meningkat saat itu dari perusahaan sampai 100 ekor, ia pun akhirnya berpikir untuk berhenti pada 2019 lalu.
“Dan jadi peternak saat itu hasil nyalo dan gajih dari tahun 2013 hingga 2019 saya kumpulkan untuk modal membeli kambing dan membuat kandang yang awalnya saya bangun hanya satu kandang dan di isi 10 ekor kambing,”kata Fuad.
Namun saat ini Kata Fuad sejak 2019 ia berhenti bekerja dan fokus jadi Peternak Kambing hingga 2021 ini kambing yang pelihara sudah mencapai ratusan kambing mulai dari kambing etawa dan kambing lokal.
“Tentu perjuangan tidak begitu saja langsung lancar pasti ada jatuh bangunny, saya terus merintis peternakan ini dengan konsisten dan dengan doa keluarga alhamdulillah saat ini kambing yang saya ternak sudah mencapai 400 terdiri dari 100 kambing etawa dan 300 kambing lokal,”bebernya.
Fuad sendiri saat ini sudah memilki pegawai sebanyak 6 orang yang merupakan warga sekitar. Ke 6 pegawai tersebut tidak hanya mengurus kambing, namun mencari rumput bahkan setiap paginya memeras susu kambing Etawa untuk dijualnya ke para pelanggan dengan harga Rp 40 ribu Perkilogramnya.
Dari usahanya ternak kambing etawa dan lokal itu saat ini Fuad sudah memiliki dua kendaraan yakni kendaraan pribadi dan kendaraan operasional, keuntungan yang diraup Fuad dari hasil penjualan kambing dan susu bisa mencapai Rp 30 juta rupiah perbulannya.
Apalagi Semenjak Pandemi dan masuk Ramdhan ini permintaan susu kambing etawa dari masyarakat meningkat hingga 200 persen.
“Alhamdulillah meningkat untuk penjualan Susu etawa hingga 200 persen karena Masyarakat mencari susu ini untuk meningkatkan imun dari serangan virus dan meningkatkan stamina saat puasa ini,” pungkasnya.
Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4), sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia bekerjasama dengan Anggota DPR RI H. Anton Sukartono Suratto yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Acara yang dibuka dengan penampilan tarian jaipong dari sanggar Galuh Pakuan ini, mengusung tema “Webinar Wirausaha baru sebagai salah satu gagasan untuk membangkitkan ekonomi”.
Drs. Bambang Gunawan, M.Si yang merupakan Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kemkominfo RI didaulat untuk membuka acara, dalam sambutan Bambang meminta kepada para peserta untuk dapat memanfaatkan betul kegiatan ini, karena menurutnya akan sangat banyak ilmu dan pelajaran berharga bagi para pelaku wirausaha baru.
“Kami dari Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, sangat berharap para peserta dapat memaksimal pemanfaatan teknologi digital yang saat ini sudah cukup pesat kemajuannya, maka dari itu peserta yang merupakan para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bogor harus dapat menciptakan sesuatu yang sangat kreatif sehingga dapat menumbuhkan nilai ekonomi dan bisa membangkitkan ekonomi Indonesia di masa pandemi ini, kami juga mengajak kepada semua peserta agar dapat secara bijaksana menggunakan media sosial,” ujar Bambang dalam sambutannya saat membuka acara Webinar yang diselenggarakan di Hotel Bigland Sentul, Kabupaten Bogor.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si sangat mengapresiasi betul kegiatan yang diselenggarakan, menurutnya kegiatan seperti ini sangat membantu para pelaku wirausaha baru yang ada di Kabupaten Bogor, Karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pelaku usaha.
“Di era kemajuan teknologi digital saat ini sebetulnya sangat menguntungkan bagi para pelaku wirausaha baru dalam menjajakan produknya, saat ini begitu banyak platform e-commerce yang ada di Indonesia, sehingga akan sangat membantu pada saat membangun usaha dan melakukan promosi produk sehingga dapat meningkatkan hasil penjualan,” papar pria yang akrab disapa Kang H. Anton.
Menurut Kang Anton dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya Internet para pelaku usaha dapat meminimalisir modal usaha, karena tidak perlu menyewa tempat yang cukup mahal untuk memulai usaha, cukup dengan tempat yang dimiliki pelaku usaha sudah dapat memulai usahanya dengan memanfaatkan berbagai macam platform e-commerce dan media sosial yang begitu banyak saat ini.
“Di era digital saat ini para pelaku wirausaha di tuntut untuk kreatif dan inovatif dalam membuat strategi marketing, mulai dari materi promosi, manfaatkan semua platform yang ada, pelaku usaha harus hadir di semua platfoarm yang sering masyarakat kunjungi,” tegas Kang H. Anton yang juga menjabat sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.
Kang H. Anton mengajak semua peserta Webinar agar dapat betul-betul memanfaatkan kemajuan teknologi digital ini, dengan cara mengembangkan usahanya melalui semua platfoarm dan media sosial yg ada.
“Kita semua harus mulai terbiasa dan membiasakan diri menerima perubahan era digital saat ini, terlebih ditengah pandemi saat ini banyak para konsumen yang berbelanja baeang-barang kebutuhan melalui online, jadi ayooo semua pelaku usaha baru di Kabupaten Bogor harus melek teknologi dan mau belajar untuk kebaikan bersama,” harapannya.
Sekedar informasi dalam kegiatan Webinar ini menghadirkan pembicara yakni Prof. DR. Widodo Muktiyo, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkominfo RI, dan Dede Chandra Sasmita, S.Ag, M.Pd Tokoh masyarakat Bogor.
Setelah dilakukannya vaksinasi Covid-19 tahap kedua terhadap sejumlah pelayan publik dan tenaga pendidik, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Nanggung (Forkopimcam) mengevaluasi dan terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Camat Nanggung Ae Saepuloh mengatakan, dalam evaluasi vaksinasi tersebut, Muspika Nanggung telah melibatkan para Kepala Puskesmas dan Kepala Desa seiring diterapkannya pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) dan beralih pada perilaku hidup baru (PHB).
“Mulai dari tahap 1 dan 2, vaksinasi di lingkup Kecamatan Nanggung telah dilakukan terhadap tenaga kesehatan, pelayan publik, begitu juga tenaga pendidik. Berikutnya vaksinasi dalam waktu dekat ini bakal dilakukan dengan sasaran para lansia,” ujar Camat kepada Jurnal Bogor, Selasa (20/4).
Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Nanggung Baringin TA Manik, mengapresiasi kerjasama semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan hingga kini wilayah Kecamatan Nanggung mengalami perbaikan status Covid.
Baringin menerangkan, sebelumnya Kecamatan Nanggung tercatat menjadi kawasan zona merah karena adanya penyebaran Covid-19, setelah itu berubah menjadi zona hijau.
Kemudian berubah kembali dan sudah satu pekan ini, Kecamatan Nanggung menjadi kawasan zona kuning,” terang Baringin.
Ia menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Nanggung sejauh ini berjalan dengan baik, yang pertama untuk para Nakes baik di pemerintah maupun yang di swasta.
‘Kecuali bagi pelaksanaan vaksinasi yang tertunda, karena alasannya tidak lolos screening,” ujarnya.
Sementara target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sesuai instruksi pemerintah pusat, maksimal mencapai 70 hingga 80 persen.
Maka dari itu, kata dia, untuk mengejar agar Kecamatan Nanggung bisa mencapai 70 atau 80 persen pihaknya akan merencanakan vaksinasi masal bagi para lansia.
“Karena sudah dilakukan vaksinasi untuk Kecamatan Nanggung baru mencapai 15 atau 20 persen,” kata Baringin.
Saat ini kata dia, pihaknya sedang proses untuk membuat jadwal vaksinasi dengan cara jemput bola akan dilakukan di setiap masing masing desa.
“Tentu bekerja sama dengan semua desa, pelaksanaan vaksinasi progresnya akan dilaksanakan sebelum Lebaran dengan mengunjungi langsung ke sasaran,” jelasnya.
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum dalam safari Ramadhan kali ini, Selasa (20/4/2021) mengunjungi pondok pesantren Miftahul Aryad di Jalan Raya Kemang, Gang Pinang, Desa Jampang, Kemang, Kabupaten Bogor.
Wagub Jabar selain bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren, para pemuka agama dan tokoh masyarakat serta Muspika Kecamatan Kemang juga sekaligus menyerahkan bantuan Jaring Pengaman Sosial Terdampak Covid-19 secara simbolis ke Baznas Kabupaten Bogor.
“Ini kegiatan safari Ramadhan bersilaturahmi ke pondok pesantren, sekaligus tadi saya secara simbolis memberikan bantuan untuk yang terdampak Covid-19 melalui Baznas Kabupaten Bogor ke Pak KH Lesmana,” kata Wagub Jabar Uu Ruhzanul Ulum, Selasa (20/4/2021).
Lebih lanjut Kang Uu mengatakan, pondok pesantren adalah basis pembinaan bagi umat dan masyarakat terutama generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Para santri di pondok – pondok pesantren adalah calon pemimpin masa depan yang belajar tentang ilmu pengetahuan serta adab dan akhlaq. Pemprov Jabar concern dan mendukung eksistensi ponpes. Sbagai bagian pendukung visi Jabar Juara Lahir Batin,” kata Kang Uu.
Tidak hanya itu kata Kang Uu, bentuk dukungan Pemprov Jabar dibuktikan dengan berbagai program dan bantuan bagi ponpes yang ada di seluruh Jabar. Hal ini dilakukan, lanjutnya, agar indeks
pembangunan manusia (IPM) di Jabar bisa berjalan dengan seimbang antara urusan duniawi dan ukhrowi.
“Santri dan jajaran ponpes itu tidak pernah protes. Mereka istiqomah belajar dan mengajar ilmu agama. Pemprov Jabar terus komitmen memberikan bantuan lewat APBD. Bahkan memperjuangkan agar ada anggaran APBN yang bisa juga membantu pondok pesantren,” pungkasnya.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, akhir bulan lalu menggelar Rapat Koordinasi Pengarusutamaan Gender. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status Kota Bogor pada penilaian APE (Anugerah Parahita Ekapraya) 2020.
APE adalah penghargaan yang diberikan pada kementrian/lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi yang terkait dengan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan perempuan di berbagai sektor pembangunan. Dengan demikian bagi pemerintah-pemerintah daerah, APE menjadi motivasi dan dorongan untuk mewujudkan kesetaraan gender di dalam merumuskan kebijakan dan perencanaan serta melaksanakan dan mencapai hasil pembangunan di berbagai bidang di daerahnya masing-masing.
Pengarusutamaan gender (PUG) adalah istilah yang merujuk pada upaya mewujudkan hasil pembangunan yang manfaatnya dapat dinikmati secara merata dan adil oleh semua pihak, terutama kaum perempuan, anak-anak, para lansia dan kaum disabilitas. PUG menjadi penting diperhatikan, karena pemerintah menyadari, sejauh ini masih ada kesenjangan hasil capaian pembangunan antara kepentingan laki laki dan perempuan, anak-anak, kaum lansia dan kaum difabel.
Dengan kata lain, banyak kepentingan kaum perempuan, anak-anak, lansia dan difabel yang belum terpenuhi. Misalnya fasilitas bermain bagi anak-anak di ruang publik yang masih kurang, fasiltas publik yang tidak ramah bagi para lansia maupun perempuan serta difabel. Lalu, masih adanya anak-anak usia sekolah yang tidak atau belum menikmati pendidikan “Contoh lain yang nampak misalnya, jembatan penyeberangan yang tidak membuat para lansia maupun difabel mudah menggunakannya atau tidak ada ruang khusus bagi kaum ibu untuk menyusui bayi di ruang-ruang publik,” jelas Iceu Pujiati, Kepala DP3A Kota Bogor.
Belum cukup sampai disitu, karena pada dasarnya PUG juga mendorong supaya semua pihak dapat berpartisipasi dalam seluruh proses pembangunan, baik di tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan pembangunan. Artinya, aspirasi , kebutuhan dan masalah semua pihak harus dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan. Di samping itu semua pihak diikutkan pada proses pengambilan keputusan dan penguasaan sumber daya pembangunan.
Sejauh ini Kota Bogor sudah berupaya mewujudkan PUG dalam pembangunan kota. Diantaranya telah tersedia beberapa sekolah yang masuk dalam kategori sekolah sehat dan sekolah ramah anak, yang tentu bermanfaat bagi anak-anak. Dalam hal ini misalnya, SMP Negeri V Kota Bogor telah berhasil meraih predikat sebagai sekolah sehat tingkat nasional.
Begitupun di ruang-ruang publik diantaranya telah tersedia sarana bermain anak-anak, toilet umum yang terpisah antara buat perempuan dan laki-laki, serta jalur-jalur pedestrian yang diberi tanda khusus untuk digunakan kaum difabel.
Upaya tersebut juga terdorong oleh upaya Pemerintah Kota Bogor mewujudkan Bogor sebagai Kota Layak Anak dan Kota Sehat. Di samping itu, dalam menyusun perencanaan anggaran daerah, telah dilaksanakan penyusunan penganggaran yang responsif gender. Hal ini sesuai ketentuan yang tertuang pada Permendagri Nomor 67 Tahun 2011 yang mengatur kewajiban pemerintah daerah menyusun perencanaan penganggaran responsif gender.
Namun demikian masih banyak yang perlu dilakukan untuk terus meningkatkan perwujudan PUG pada perencanaan, proses dan hasil pembangunan. Oleh karenanya penilaian dan evaluasi dalam rangka APE kepada pemerintah-pemerintah daerah, terus dilakukan oleh pemerintah secara periodik. “Pada penilaian dalam rangka APE tahun 2020, Kota Bogor berupaya meningkatkan status dari tingkat madya ke tingkat utama,” jelas Iceu.
Dengan maksud itulah maka rakor PUG pada akhir bulan lalu, diarahkan untuk meningkatkan komitmen pejabat pemerintah daerah di dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Selain itu juga ditujukan untuk memberikan kerangka acuan bagi seluruh OPD dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender, meningkatkan pemahaman OPD tentang mempercepat pengarusutamaan gender dan memberikan arahan pada pelaksanaan kebijakan dalam menyusun prioritas pembangunan.
“Ada delapan indikator pengarusutamaan gender yang akan dievaluasi dan dinilai dalam rangka APE,” lanjut Iceu. Kedelapan indikator dimaksud masing-masing adalah, komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumberdaya manusia dan anggaran, data gender, alat analisis gender, peran serta masyarakat dan inovasi. Dari kedelapan indikator tersebut, sebagian besar dapat dirumuskan dan dilakukan oleh pemerintah daerah.
Namun indikator lain terutama peran serta masyarakat, jelas memerlukan dukungan warga Kota Bogor. Dalam hal inilah maka dukungan masyarakat dirasa menjadi sangat penting pada proses mewujudkan PUG pada proses pembangunan Kota Bogor saat ini dan di masa mendatang. Semoga warga masyarakat Kota Bogor dapat selalu memberikan dukungannya untuk mewujudkan capaian pembangunan yang memperhatikan kepentingan semua pihak secara adil dan merata.
“Pelaksanaan anugrah APE akan diselenggarakan 29 Maret nanti yang akan menilai terkait responsif gender pembangunan di Kota Bogor. Kami harap saat verifikasi, OPD semua sudah siap,” katanya.
Sementara itu, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, sudah sepatutnya jika semua anggota PUG ini dapat menguasai materi mengingat Kota Bogor mengikut penilaian dan mendapatkan predikat Madya.
“Selalu di bidang manapun ada seleksi dan kejuaraan yang kita harapkan itu bukan kejuaraan, tapi pada saat kejuaraan itu diperoleh jangan sampai akarnya tidak terimplementasi di program kita, karena itu bisa membuat kita rapuh” imbuhnya.
Syarifah menuturkan, sesuai pesan yang diamanatkan Wali Kota Bogor, Bima Arya. Kejuaraan itu merupakan evaluasi sejauh mana pekerjaan yang sudah dilakukan selama dua tahun ini dan pencapaiannya. Apalagi di PUG ini terdapat unsur pendekatan, salah satunya komitmen.
“Jadi kalau di dalam institusi itu ada komitmen maka akan terbaca dalam produk-produk yang dihasilkan institusi itu. Misalnya secara makro di Kota Bogor akan dihasilkan RPJMD, diturunkan ke OPD dibentuk Renja, RKA, salah satunya untuk PUG, termasuk dalam kebijakannya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini sistemnya sudah bagus di dalam PUG, dan agar dapat merespon kelembagaan setiap OPD perlu dibentuk vokal point yang melekat di jabatan sekretaris OPD. Serta tentunya arah kebijakan komitmen tidak boleh berbeda dengan laki-laki, perempuan dan disabilitas
“Pemerintah yang harus mengakomodir perbedaan itu, kemudian dijabarkan di dalam aturan kebijakan dan komitmen. Jadi tidak hanya dilekatkan di DP3A tapi Dinsos, Disdukcapil dan Dinas PUPR juga harus membuat pedoman bangunan di Kota Bogor harus ramah terhadap perempuan, dan lansia dimana tangga tidak boleh tinggi dan bangunan yang bisa memenuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.
PT Sentul City Tbk (Perseroan) dan Aeon Jepang melalui PT Aeon Mall Indonesia merampungkan proses akuisisi/penjualan Aeon Mall Sentul City, Bogor. Proses akuisisi/penjualan Aeon Mall Sentul City senilai Rp 1,9 Triliun tersebut di tanda tangani Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Tjetje Muljanto, Direktur PT Sentul City Tbk Iwan Budiharsana dan Direktur Utama PT Aeon Mall Indonesia Daisuke Isobe, Kamis (15/4) di Marketing Gallery Sentul City, Jalan MH Thamrin, Kav 8, Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
“Kami bersyukur akhirnya proses akuisisi bisa berjalan dengan lancar,” jelas Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk, Basaria Panjaitan dalam keterangan persnya, Senin (19/4)
Menurut Basaria, proses akuisisi/penjualan ini terjadi karena Aeon Jepang sebagai investor asing melalui PT Aeon Mall Indonesia melihat prospek bisnis yang sangat baik di kawasan hunian Sentul City. Bagi, perseroan sendiri dana dari hasil akuisisi/penjualan ini akan dimaanfaatkan untuk melunasi pinjaman ke PT Bank BNI Tbk sebesar Rp 900 Miliar. Kata Basaria, dana dari hasil akuisisi/penjualan mengurangi secara signifikan liabilitas perseroan. Selain itu akuisisi/penjualan mall ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan Q2 tahun 2021.
“Dan tentunya sangat membantu cash flow kami,” terangnya.
Menurut Basaria Panjaitan, perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan kawasan hunian di Sentul City sebagai Kota Mandiri yang modern. Kata Basaria, hal ini sejalan dengan pengembangan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor yang menetapkan kawasan hunian Sentul City sebagai Central Bussines Districk (CBD). Pengembangan CBD menjadi prioritas utama perseroan saat ini. Setelah IKEA, AEON Mall, perseroan tengah merancang kerjasama dengan investor asing untuk membangun Factory Outlet terbesar se Asia Tenggara di Sentul City.
“Kita ingin percepatan agar kegiatan bisnis berskala besar di kawasan hunian Sentul memberikan dampak ekonomi kepada stakeholders,” terangnya.
Selain itu, menurut Basaria, PT Sentul City Tbk juga bertekad untuk menjadikan kawasan hunian Sentul City sebagai surganya para investor. Karena itu, perseroan juga secara berkesinambungan menyiapkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh para investor nasional dan global.
Sebagai catatan, untuk mendukung kebutuhan jaringan telekomunikasi para investor, kawasan Sentul City sudah dilengkapi jaringan serat fiber optic. Begitu juga dengan jaringan air bersih, Perseoan telah bekerjasama dengan Perumda Air BersihTirta Kahuripan Kabupaten Bogor untuk memenuhi kebutuhan air di Kawasan ini. Masalah ketersedian jaringan dan pasok listrik, juga sudah menjalin kerjasama sangat baik dengan PLN.
Adanya kenaikan harga kebutuhan pokok saat Ramadan ini membawa dampak tersendiri bagi petani mentimun, yakni harga ikut naik dan menambah keuntungan.
Salah seorang petani mentimun asal Desa Cimanggu Dua, Kecamatan Cibungbulang, Nasir (65) mengakui, harga sayur-mayur selama Ramadhan ada kenaikan harga.
“Saat jelang bulan puasa hingga sekarang, alhamdulillah kebutuhan sayuran mentimun yang belum lama di panen ini ada kenaikan harga,” kata Nasir, Selasa (20/4).
“Harga mentimun dari 1.500 per/kg, sekarang mencapai 3.000 – 4.000 per/kg. Itu juga tergantung barangnya, kalo lagi bagus mah bisa mencapai 5.000 per/kilo gramnya,” jelasnya lagi.
Dikatakan Nasir, dari mulai penanaman hingga panen paling lama 2 bulan dan paling cepat 1 bulan. “Tinggal tergantung kita cara merawatnya saja, dan sekali panen mencapai 2 ton lebih. Kalo untuk pemasarannya sendiri kita masukin ke pasar-pasar,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Cimanggu Dua, Senan mengatakan, lokasi lahan pertanian yang saat ini masih produksi itu sekitar 30 hektar lagi.
“Selebihnya udah habis sama perumahan, karena di wilayah kita sudah ada 3 perumahan, yakni Green Valley, Perumnas Dramaga dan Citoh,” tukasnya.
Akhir zaman telah menjadi perhatian Rasulullah SAW. Baginda Nabi pernah mengisahkan bahwa di akhir zaman nanti akan banyak muncul fitnahdan kekacauan, sehingga nilai ibadahnya akan lebih besar. Seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Waktu akan menjadi dekat, ilmu dicabut, aneka fitnah bermunculan, kekikiran merebak dan al harju kian banyak.” Mereka berkata, “Apa yang dimaksud dengan al harju?” beliau bersabda, “Pembunuhan.”
Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah memberi kabar gembira bahwa ibadahdi zaman itu berpahala sangat besar dan bernilai amat tinggi. Kabar tersebut diriwayatkan dalam beberapa hadits, diantaranya:
Dari Ma’qil bin Yasar RA, Rasulullah SAWbersabda, “Ibadah dalam zaman harajseperti hijrah kepadaku.” (HR Muslim dan Ibnu Majah).
Dalam riwayat lain disebutkan, “Beramal dalam masa haraj seperti hijrah kepadaku.” (HR Ahmad dan Thabrani). Begitu juga riwayat lainnya disebutkan, “Ibadah di zaman fitnah seperi hijrah kepadaku.” (HR Ahmad dan Thabrani).
Alasan beribadah di zaman kekacauan memiliki keutamaan di antaranya yaitu pertama, Imam Nawawi menyebutkan ibadah di zaman itu memiliki keutamaan yang banyak karena rata-rata manusia lalai dari urusan ibadah dan sibuk dengan urusan yang lain. Hanya sedikit saja yang benar-benar mengisi waktunya dengan ibadah.
Kedua, hidup di masa kekacauan seperti orang-orang terdahulu hidup di masa jahiliyah. Mereka yang kembali ke agama seperti mereka telah melakukan hijrah. Karena mampu mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Ketiga, Al Qurthuby berkata, “Orang yang berpegang teguh di masa itu, dan benar-benar menyibukkan diri dengan ibadah, menjauhi manusia, ganjarannya seperti ganjaran orang yang berhijrah kepada Rasulullah SAW. Karena dia seperti orang yang berhijrah menyelamatkan agamanya dari orang-orang yang menghalanginya untuk bergabung bersama Rasulullah.”
Begitu pula orang yang menyibukkan diri dengan ibadah, dia seperti orang yang lari dari manusia menyelamatkan agamanya untuk beribadah kepada Rabbnya. Pada hakikatnya, dia berarti telah berhijrah kepada Rabbnya dan lari dari seluruh makhluk-Nya.”
Keempat, beribadah di masa kekacauan menjadi pembuktian iman. Apakah tetap teguh untuk terus menjalankan perintah Allah SWT atau justru berpaling dan tidak lagi beribadah.
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Shuhaib berkata, aku mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.