30.4 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1293

Lahan Sawah Berkurang, DPR RI Himbau Petani Tak Jual Sawah

0

Purwakarta | Jurnal Inspirasi

Berkurangnya lahan sawah karena dijual petani menimbulkan keprihatinan. Untuk itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyerukan kepada petani agar tidak menjual sawahnya hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Dedi Mulyadi

“ Uang cepat habisnya. Berapapun jumlahnya. Tapi tanah tidak akan ada habisnya. Untuk itu kalau punya sawah jangan dijual,“ serunya, Sabtu (6/3/2021).

Dihadapan petani dan penyuluh peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh wilayah koordinasi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor di Purwakarta Jawa Barat, Dedi menyampaikan salah satu penyebab lahan sawah dijual dan beralih fungsi ke non pertanian adalah berubahnya pola pertanian. Perubahan ini telah merubah mindset petani.

“Pola pertanian kita sekarang berubah dari pola pertanian yang berbasis budaya dan lingkungan dirubah ke pola berbasis bisnis, saya kurang setuju karena ini merubah mindset orang, “ ujarnya.

Perubahan mindset ini membuat petani yang biasanya hidup tentram dan damai kini lebih banyak pusing dikarenakan banyak hutang. Konsumerisme telah membuat petani kehilangan pendaringan (tempat beras). Padahal ini merupakan awal dari ketahanan pangan keluarga.

Dengan menerapkan pola pertanian berbasis budaya dan lingkungan petani didesa tak perlu bingung dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi karena semua tersedia baik itu beras maupun lauk pauknya.

“Menanam padi sambil memelihara ayam, domba/kambing, ikan ini pola pertanian berbasis budaya dan lingkungan, “ ujarnya.

Disisi lain saat ini petani menghadapi persoalan mahalnya biaya produksi yang disebabkan oleh pupuk, biaya obat – obatan dan mahalnya biaya tenaga kerja.

Selain itu kondisi tanah yang sudah jenuh berimbas pada kesuburan tanah sehingga menurunkan produksi. Disinilah tugas berat pemerintah yang harus segera menyiapkan solusi.

Untuk menghadapi kejenuhan tanah, Dedi mengajak petani untuk merubah sedikit demi sedikit merubah pola pertanian dari pertanian pestisida ke pertanian organik agar tanah terselamatkan. Pertanian yang terpadu dan bersinergi dengan peternakan, perikanan.

Iapun mengusulkan agar petani makmur hendaknya petani dibekali dengan domba dan sapi serta meningkatkan pendidikan keluarga agar seluruh keluarga menjadi produktif. Jika keluarga produktif maka pertanian, peternakan akan kuat dengan pertanian berbasis peternakan, perikanan dan kehutanan. Petani dikatakan Dedi adalah yang paling kuat menghadapi Covid 19.

 Sebagai upaya untuk memfasilitasi pembangunan pertanian di perdesaan, Kementerian Pertanian memiliki sejumlah program yang bisa disinergikan dengan kegiatan pembangunan desa, salah satunya food estate. Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo menyebutkan pemerintah saat ini sedang membangun food estate di sejumlah wilayah. Dengan mengedepankan konsep kawasan pertanian terpadu.

Untuk merubah perilaku petani, penyuluh lapangan menjadi andalan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan penyuluh  harus bisa mengambil hati petani, agar mau bersama-sama memajukan pertanian. Kata Dedi, SDM merupakan faktor  terbesar untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

** Regi/PPMKP

Komisi IV DPR RI Hadiri Bimtek di Pulau Garam

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Sapi potong menjadi salah satu pilihan masyarakat di Madura, komoditas yang diyakini bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Proses pemeliharaan sapi potong cukup mudah dilakukan. Namun, juga banyak kendalanya. Beberapa peternak belum memiliki orientasi bahwa beternak sapi potong bisa menjadi sumber pendapatan utama.

Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si

Disinilah perlunya penyuluh pertanian untuk hadir memberi pencerahan. Sehingga pemeliharaan sapi potong yang dilakukan peternak di Pulau Garam khususnya Kabupaten Sampang tidak dilakukan secara asal–asalan.

Banyak harus diketahui peternak sebelum mengenal management pemeliharaan. Pemilihan bibit, pemberian pakan, dan pemasaran. Pemasalahan tersebut sering kali menjadi kendala para peternak. Hal inilah yang menjadi pemikiran Slamat Ariyadi, S.Psi, anggota komisi IV DPR RI melakukan Bimtek di Di Pulau Garam.

Perlu diketahui bahwa bimbingan teknis (Bimtek) merupakan bagian dari pelatihan dan pengembangan pengetahuan serta kemampuan sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh setiap petani  maupun maupun penyuluh. 

Bimtek peningkatan kapasitas petani dan Penyuluh Pertanian angkatan ke 6, mengacu pada kebutuhan dan permintaan dilapangan menyuguhkan materi pemeliharaan ternak ruminansia. Bimtek kali ini dilaksanakan di Madura atau kenal juga sebagai Pulau Garam, bahkan sering dijuluki dengan sebutan Pulau Sapi. Hal ini karena ternak sapi, hampir semua kabupaten termasuk salah satunya kabupaten Sampang, masyarakat petani di perdesaan bisa dipastikan memiliki sapi.

Bimbingan teknis yang diselenggarakan tanggal 7 Maret 2021 hasil Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Hadir pula Komisi IV DPR RI Dapil Madura dari Fraksi  PAN Slamet Ariyadi, S.Psi,

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, serta 100 orang peserta dari kalangan petani dan penyuluh pertanian namun yang menarik adalah hadirnya masyarakat umum di Kabupaten Sampang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. “Peran SDM sangat penting dalam pertanian. Karena SDM juga yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, Kementan akan meningkatkan kapasitas SDM baik lewat pelatihan maupun bimtek,” terangnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya peningkatan SDM. Karena SDM yang berkualitas dapat menciptakan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian. Melalui kegiatan bimbingan teknis diharapkan ada peningkatan kualitas sumberdaya petani dan penyuluh yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.

Dalam acara pembukaan Bimtek, Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), untuk Daerah pilihan (Dapil) Madura, yang meliputi Kabupetan  Pamekasan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Sampang.

Slamet Ariyadi, S.Psi, menegaskan bahwa  sebagai wakil rakyat, dirinya akan  berkomitmen untuk terus mengawal program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kapasitas para petani dan penyuluh  yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani dan penyuluh yang ada diwilayah Kabupaten Sampang.

Lebihlanjut suami dari Lis Sugiarti berangan-angan bahwa  Madura secara umum, kedepan akan menjadi salah satu sentral sapi potong, sehingga sebutan Pulau Sapi itu memang nyata adanya, dan angan tersebut akan segera direalisasikan dengan memberi modal kerja setiap 1 rumah1 sapi dan 1 desa 1 pengolahan.

Ayah dari Alif Rizky Musthopa, juga mengakui bahwa keberadaannya digedung parlemen Senayan diantaranya merupakan buah karya dari para petani dan penyuluh  untuk itu tentu saja tidak akan pernah melupakan masyarakat pulau Garam. Akan selalu menyempatkn dan menyisihkan waktu untuk bertemu dan berinteraksi dengan para petani dan penyuluh.

Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan Bimtek sebagai titik awal jalinan dengan kabupaten Sampang, akan terus dipelihara tentu melalui kiprahnya Komisi IV dari Fraksi Partai Amanat Nasional.

Hal lain, Wasis menyampaikan dalam pemeliharaan penggemukan sapi potong, pakan sangat berpengaruh. Komposisi dari pakan harus diperhatikan. Pemberian pakan yang sangat mungkin diberikan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Pakan hijauan seperti pakchong, odot, merupakan  bahan yang banyak mengandung serat kasar dengan nilai cerna yang rendah dan cukup tinggi kandungan proteinnya.

** T2S/BBPP Batu

Kementan RI Latih Pemuda Milenial Membuat Pupuk Organik

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian RI melalui BBPP-BATU berkolaborasi dengan P4S Petani Muda Keren (PMK), mulai tanggal 5 s.d 7 Maret 2021 yang bertempat di Buleleng,  propinsi Bali selenggarakan Pelatihan Tematik bertajuk, pembuatan Pupuk Organik, Agen Hayati dan Pembibitan Tanaman Perkebunan, materi ini diangkat tentunya juga mendukung Kementan dengan salah programnya yaitu Pertanian Ramah Lingkungan melalui pembenah tanah dengan pemberian pupuk organik yang sesuai anjuran.

Pelatihan yang mengambil tempat di P4S PMK, Dr.Wasis Sarjono SPt M.Si, yang juga sebagai KaBalai BBPP-BATU, saat membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa, P4S yang dikelola bersama anggota harus mampu menjadi tempat belajar petani,  wadah pendidikan dan pengembangan usaha pertanian yang berkualitas dengan pemberdayaan pemuda tani dan masyarakat umum untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia,” imbuhnya.

Wasis juga menyampaikan materi yang diangkat kali ini juga mendukung Propinsi Bali dengan programnya Bali Go Organik yang dicetuskan beberapa tahun yang lalu,”tambahnya.

Pelatihan kali ini turut hadir pula sekretaris Dinas Ir,  Made Lely Nuryantini,  Ketua Forum Komunikasi P4S Propinsi Bali,  Aseisten Maneger Singaraja I INengah Suartika. SE dan tentunya Ketua P4S Petani Muda Keren Agung Wedhatama dan 30 peserta milenial dari Kabupaten Buleleng.

Menurut Lely pada sambutan di acara ini menyampaikan, kami atas nama pemberintah daerah dan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng berbangga hati dengan ditempatkan pelatihan yang luarbiasa ini diselenggarakan di tempat ini dan kami akan menyuport sepenuhnya kegiatan semacam ini,  karena kita sadari saat ini kita sedang mengalami krisis  SDM pertanian, karena animo generasi muda yang mau terjun ke dunia pertanian sangat rendah,  mereka lebih suka terjun ke dunia pariwisata.

Namun kita ketahui bersama bahwa Bali yang menjadi nomer satu se-Indonesia dengan kunjungan wisatanya, karena adanya wabah Covid usaha pariwisata saat ini mengalami  kelumpuhan dan walaupun ada geliat sedikit sedikit,  namun di masa Covid, dunia Pertanian tetap exsis tetap bergeliat dan ini menarik generasi milenial dengan tandai sudah mulai banyaknya pemuda tani yang beralih ke dunia pertanian,” imbuhnya.

Ditempat yang sama  Agung Weda yang juga sebagai ketua P4S Petani Muda Keren mengatakan, salah satu misi yang hendak dicapai adalah mempunyai unit usaha yang berkembang dan menguntungkan sehingga dapat dicontoh masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui program utama P4S PMK, yakni program usaha, Holtikultura dan Perkebunan berbasis IoT serta Pengolahan Pupuk Organik . namun saat ini kegiatan berfokus pada usaha produk Holtikultura karena dinilai paling menguntungkan.

“Konsep yang dijalankan form farm to table, usaha holtikultura bisa memutus mata rantai penjualan melalui online. Pemilihan komoditas berdasarkan kebutuhan pasar, seperti hari raya besar. sebagus apapun komoditas kita, kalau tidak sesuai pasar tetap akan gagal dan kami sebagai insan pertanian merupakan generasi milenial yang diharapkan dapat membawa perubahan di sektor pertanian. Cara yang digunakan untuk menarik minat generasi muda adalah dengan membandingkan kerja di perusahaan dan menjadi petani karena anak muda cenderung membutuhkan pembanding agar bisa melihat potensi terbesar yang dapat diambil,” tegasnya.

Pada setiap kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian memiliki fokus untuk menumbuhkan minat generasi muda dalam mengembangkan pertanian modern.

Di kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mendukung kehadiran P4S menjadi salah satu elemen penting dalam pertanian dengan cara mendorong peran P4S dalam menarik minat generasi milenial untuk terjun ke dunia pertanian.

** Catur Puryanto/BBPP Batu

Demokrat Kota Bogor Tolak KLB Abal-Abal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPC Partai Denokrat Kota Bogor dengan tegas menolak Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3). Dimana, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilengserkan dari kursi ketua umum dan digantikan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“DPC Partai Demokrat menolak hasil KLB abal-abal itu. KLB tidak sah karena tak sesuai dengan AD ART partai, dimana harus ada persetujuan dari Majelis Tinggi Partai (MTP) dan wajib dihadiri 2/3 DPD dan setengah DPC yang ada di Indonesia,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor, R. Dodi Setiawan kepada wartawan, Minggu (7/3).

Menurut Dodi, KLB itu sama sekali tidak dihadiri oleh pengurus partai yang memiliki hak suara sah. “Nggak ada yang hadir. Karena saat KLB seluruh pengurus partai se-Indonesia ada di DPC dan DPD untuk mendengarkan AHY konferensi pers,” katanya.

Dodi menegaskan, kabar bahwa KLB dihadiri oleh 20 ketua DPC itu tidak benar. Sebab, mereka semua sudah dipecat dua hari sebelum KLB dilaksanakan.”Jadi yang hadir itu sudah dipecat DPP. Sedangkan sisanya yang hadir disana adalah barisan sakit hati yang tak punya hak suara di partai dan mantan kader yang telah diberhentikan,” ungkapnya.

Dodi menyatakan, Demokrat Kota Bogor fatsun dengan hasil Kongres 5 Maret 2020, dimana AHY disahkan menjadi ketua umum. “Dan itu sudah disahkan juga oleh Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.

Kata Dodi, KSP Moeldoko tidak bukan kader Demokrat. Sehingga, apabila ia ingin menjadi ketua partai sebaiknya, ia membuat partai baru tanpa harus merebut partai orang. “Pak Moeldoko bukan kader, apa yang dilakukan tidak etis. Kami meminta agar pemerintah tidak mensahkan hasil KLB bodong tersebut,” ungkapnya.

Dodi juga menegaskan, sejauh ini kader Demokrat Kota Bogor tidak ada yang menghadiri KLB tersebut. Namun, kata dia, apabila ada kader yang ada mencatut namanya untuk membuat surat kuasa guna menghadiri KLB, pihaknya akan menempuh proses hukum. “arang siapa mencatut nama saya membuat surat kuasa atas DPC, maka akan diproses hukum,” tegasnya.

Dodi menilai, ada pihak-pihak yang tak ingin Demokrat kembali berjaya, dimana berdasarkan survei saat ini, partai berlambang mercy itu berada di peringkat tiga nasional. “Ada pihak yang ingin memecah belah partai kami. DPP memiliki rencana untuk memroses hukum, merema yang terlibat di dalam KLB,” ungkap dia.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bogor, Bambang Dwi Wahyono mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan diselenggarakan KLB abal-abal yang dilaksanakan dengan cara inskonstitusional.

Bambang juga menyatakan, bila DPC Partai Demokrat Kota Bogor tegak lurus mengawal AHY sebagai ketua umum yang sah berdasarkan kongres 5 Maret 2020. “Ada upaya memecah partai kami. Memang sebelumnya sempat ada undangan khusus, tapi itu dilayangkan bagi mereka yang tak punya hak suara di partai,” katanya.

Bambang menilai, upaya pecah belah yang tengah dilakukan eksternal terindikasi berkaitan dengan kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Dimana, ada yang tak ingin Demokrat memegang pernanan penting dalam kontestasi tersebut.

“Ada ketakutan dari pihak tertentu. Apalagi Demokrat dalam survei ada di tiga besar, dan selalu ada kecensrungan kenaikan elektabilitas tiap bulannya. Sedangkan AHY punya survei tertinggi diantara kader,” ucap pria yang juga Bendahara DPC Partai Demokrat ini.

** Fredy Kristianto

HADITS HARI INI

0


07 Maret 2021
23 Rajab 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي الْوَحْدَةِ مَا أَعْلَمُ مَا سَارَ رَاكِبٌ بِلَيْلٍ وَحْدَهُ

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid, telah bercerita kepada kami Ashim bin Muhammad berkata, telah bercerita kepadaku bapakku dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepada kami Abu Nu’aim, telah bercerita kepada kami Ashim bin Muhammad bin Zaid bin Abdullah bin Umar dari bapaknya dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam bepergian sendirian seperti apa yang aku ketahui, tentu seorang penunggang kendaraan tidak akan bepergian di malam hari sendirian.

HR Bukhari No. 2776.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KLB Demokrat Bukan Dualisme, Murni Pembajakan Parpol Oleh Pejabat Negara

0


Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kongres Luar Biasa (KLB) yang diklaim sepihak oleh oknum kader dan mantan kader Partai Demokrat menuai banyak kecaman dari pegiat demokrasi, termasuk Visi Indonesia Strategis.

Direktur Visi Indonesia Strategis Abdul Hamid mengatakan, persoalannya ini bukan seperti KLB biasa, dimana adanya dualisme kepemimpinan. Kasus Demokrat murni pembajakan parpol oleh pejabat negara.

“Parpol dibajak oleh orang luar parpol karena punya kekuasaan dan uang. Jadi ini bukan lagi masalah internal Demokrat ansich, melainkan masalah kita sebagai bangsa yang setback ke arah otoritarian,” ujar Cak Hamid sapaan akrabnya, Sabtu (6/3).

Dalam KLB ilegal yang digelar di Sibolangit, Sumataera Utara, Jumat (5/3), terpilih Kepala KSP Moeldoko sebagai ketua umum. “Bagaimana pun, Moeldoko pejabat negara yang tak tanggung-tanggung. Dia menjabat sebagai KSP. Jadi wajar saja kalau ada kecurigaan keterlibatan Istana di sana,” ucap Cak Hamid.

Dan jika benar Istana terlibat, cawe-cawe KLB Partai Demokrat, maka sungguh sangat disayangkan. “Oleh karenanya, jika Presiden Jokowi dalam hal ini tidak terlibat dalam pembajakan parpol ini, maka kita mendesak agar pemerintah harus tegas menolak KLB ini, dan memecat Moeldoko dari KSP karena telah mencoreng pemerintah!” pungkas Cak Hamid.

**ass/gelora

HADITS HARI INI

0


06 Maret 2021
22 Rajab 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ السَّكْسَكِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ وَاصْطَحَبَ هُوَ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِي كَبْشَةَ فِي سَفَرٍ فَكَانَ يَزِيدُ يَصُومُ فِي السَّفَرِ فَقَالَ لَهُ أَبُو بُرْدَةَ سَمِعْتُ أَبَا مُوسَى مِرَارًا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Telah bercerita kepada kami Mathar bin Al Fadhl, telah bercerita kepada kami Yazid bin Harun, telah bercerita kepada kami Al ‘Awwam, telah bercerita kepada kami Ibrahim Abu Isma’il As-Saksakiy berkata; Aku mendengar Abu Burdah pernah bersama dengan Yazid bin Abi Kabsyah dalam suatu perjalanan dimana Yazid tetap berpuasa dalam safar, lalu Abu Burdah berkata; Aku sering mendengar berkali-kali Abu Musa berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Jika seorang hamba sakit atau bepergian lalu dia beramal, maka ditulis baginya pahala seperti ketika dia beramal sebagaimana muqim dan dalam keadaan sehat.

HR Bukhari No. 2774.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KPK Perpanjang Penahanan Koruptor Bansos

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Baubara. Bersamaan Juliari, penyidik juga memperpanjang penahanan Adi Wahyono, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa perpanjangan penahanan keduanya berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kemensos. Bansos itu untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

“Hari ini tim penyidik KPK kembali memperpanjang penahanan rutan selama 30 hari berdasarkan penetapan Ketua PN Jakarta Pusat yang kedua dimulai tanggal 6 Maret 2021 sampai 4 April 2021 untuk dua tersangka,” kata Ali dikutip Viva, Sabtu (6/3).

Ali menambahkan, Juliari masih akan mendekam di Rutan KPK Guntur, sementara Adi Wahyono di Rutan Polres Jakarta Selatan. “Perpanjangan penahanan dilakukan karena tim penyidik masih memerlukan waktu menyelesaikan proses penyidikan dan pemberkasan perkara para tersangka tersebut,” kata Ali.

**ass/viva

Panen Tiba, Petani Diminta tak Langsung Menjual

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Petani di tiga kecamatan yakni Sobang, Panimbang dan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten saat ini tengah menyambut panen raya padi. Untuk menghindari harga turun, petani diminta tidak langsung menjual gabah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi mengungkapkan, sebetulnya pemerintah telah mengatur harga jual gabah petani. Namun karena kultur petani Kabupaten Pandeglang panen langsung menjual membuat harga gabah mengikuti kehendak pengepul.

“Setiap tahun selalu terjadi harga turun. Tapi sebetulnya kan sudah ada Permendag 2020. Tapi dengan standar kualitas tertentu, terutama kadar air. Sementara petani di Pandeglang begitu panen langsung jual, ingin buru-buru jadi duit,” tutur Budi.

Menurutnya, ada pula petani yang dari awal sudah dibiayai pengepul, sehingga posisi tawarnya lemah dan tak bisa menjual kemana-mana. “Jika sudah seperti ini, maka harga ditentukan pengepul,” ujar Budi yang mendampingi Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir monitoring panen di Pandeglang.

Selain alasan tersebut, Budi menyebut bahwa petani  banyak yang tidak punya dryer dan lantai jemur. Dengan demikian, jika dibiarkan terlalu lama, maka gabah akan turun kualitasnya bahkan bisa rusak.

Budi mengungkapkan,  luas panen musim tanam I (MT I) 2021 di Kecamatan Sobang 1.113 hektar (ha) dengan produksi gabah kering panen (GKP) 6.030 ton dan Kecamatan Panimbang luas panen 2.866 ha produksi GKP 15.528 ton. Sementara di Cikeusik luas panen sudah mencapai 3,849 ha dengan perkiraan produksi GKP 23.864 ton.

Secara keseluruhan luas panen pada Maret 2021 ini di Kabupaten Pandeglang diperkirakan mencapai 19.838 ha padi sawah dengan perkiraan produksi 117.990 ton dan padi gogo 1.499 ha perkiraan produksi 5.714 ton. Panen masih akan berlangsung hingga bulan Mei mendatang. Total panen diperkirakan   menghasilkan produksi GKP 213.627 ton.

Sementara itu Kaisan, anggota Kelompok Tani Ranca Teras, Kecamatan Panimbang, ditemui dilahannya mengatakan, menyambut gembira panen setelah berhasil melewati banjir  dan terpaksa tandur tiga kali.

“ Panen hasil perjuangan menghadapi banjir. Rata – rata petani disini ada yang sampai tiga kali tandur, karena banjir. Ini tandur keempat Alhamdulillah bisa panen, “ ungkapnya, Sabtu (6/3/2021).

Sempat terkena banjir, Ia mengaku tidak kapok bertanam, karena sudah pekerjaannya bertani. Tapi Ia  berharap pemerintah sudah memiliki persiapan untuk menampung gabah hasil panen. “Petani mah tidak kapok menanam, karena sudah pekerjaannya. Harapannya kalau musim panen persiapan untuk penampungan gabah hasil panen petani dengan harganya biar standar supaya petani ada lebih,” ujarnya.

Menghindari ijon Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan saran agar petani memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian. Kehadiran KUR, menurut SYL adalah salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan bagi petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, petani  abad 21 di era digital 4.0, kolotnial maupun milenial, hendaknya tidak lagi berfikir “tanam, petik lalu jual”.

Ia mendorong petani mengubah semangat dan etos kerja, dari sekadar bertani menjadi pengusaha dengan membentuk korporasi. Didukung dengan inovasi dan mekanisasi, maka petani akan menguasai pertanian dari hulu ke hilir sebagai bisnis bukan sekadar bertani.

** Regi/PPMKP

DPR RI Ajak Petani Laksanakan Pertanian Berbasis Semesta

0

Purwakarta | Jurnal Inspirasi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengajak petani melaksanakan pertanian berbasis semesta yakni pertanian yang meletakan alam sebagai sumber energi. Hal  ini disampaikannya dalam pembukaan Bimbingan Teknis Petani Penyuluh Kabupaten Purwakarta Wilayah Koordinasi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor di Purwakarta, Kamis (5/3/2021).

Kata Dedi pertanian berbasis semesta   tidak boleh terintervensi oleh kimiawi, artinya Ia menekankan pada cikal bakal penciptaan manusia. Dan cikal bakal bumi. Disitu akan lahir penelitian tanah, air, udara dan kemudian meletakan manusia memahami pertanian bukan sebagai sumber eksploitasi tetapi sebagai sumber harmoni makan untuk hidup bukan hidup untuk makan.

“Pertanian itu untuk membangun harmoni manusia dengan alam jadi  tidak boleh untuk merusak.  Sistemnya itu, jadi lahirlah sistem pertanian untuk kesehatan, sistem tata ruang kemudian tata bangunan. Jadi pertanian itu tidak berdiri sendiri dia satu sistem,” ungkapnya.

Untuk itu kata Dedi materi dalam bimtek cukup fokus pada pengolahan pupuk organik atau UPPO. Dedi mengatakan, dunia pertanian yang modern, menjanjikan untuk masa depan, yang membuat manusia menjadi sehat adalah pertanian yang hidup dan saling menghidupkan. Didalam tanah hidup cacing dan mikroorganisme lain yang harus dipelihara kehidupannya dengan tidak mengganggu tempatnya hidup.

Pertanian organik dinilainya lebih murah karena semuanya sudah tersedia dialam. Pupuk bisa dihasilkan dari kotoran sapi yang dipelihara, yang menjadi tempat bernaung cacing dan mikroorganisme lain dan pemanfaatan jerami.

 “Penggunaan pupuk organik itu dapat membuat petani mandiri. Sebab, filosofi dasar dari pupuk organik itu adalah petani mampu membuat pupuk sendiri dengan memuliakan unsur kehidupan tanah, mulai dari cacing, belut dan berbagai mikroorganisme di dalamnya,” tuturnya.

Pola pertanian organik ini, kata Dedi, meski petani hanya punya lahan sedikit, misalnya seperempat atau setengah hektar, tapi itu terbukti berhasil membangun kemandirian petani. Menurutnya, pengalaman ini sudah ditunjukkan oleh orangtua kita dulu.

“Orangtua kita dulu punya sawah hanya seperempat hektar dan sapi tiga ekor, tetapi dia mampu membangun siklus ekomomi sehingga anak-anaknya bisa pada sekolah, Padahal waktu itu sekolah tak ada subsidi. Ini yang disebut dengan kemandirian petani,” tandasnya.

Idealnya setiap petani dengan lahan dibawah satu hektar diberi seekor sapi. Sehingga Ia bisa bertani dengan memanfaatkan sapi tersebut terutama untuk pupuk. Dengan demikian meski lahan sedikit Ia bisa menghasilkan produksi padi yang sehat.

Dalam kesempatan yang sama  Kepala PPMKP Yusral Tahir menekankan pendidikan pertanian perlu dikenalkan sejak dini agar kedepan banyak lahir petani – petani muda milenial yang berpikiran lebih modern dalam melaksanakan kegiatan pertaniannya.

Bimtek bagi Petani dan Penyuluh Kabupaten Purwakarta yang fokus pada materi pembuatan pupuk organik sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ia ingin para petani bisa menghasilkan pupuk organik secara mandiri yang kualitasnya bisa lebih baik dari pupuk anorganik saat ini. Mentan mengakui hasil pertanian non pestisida  kualitasnya lebih bagus dan pasarnya bisa lebih besar.

“Pupuk organik itu makin menguntungkan ke depan. Seharusnya petani memang bisa memproduksi sendiri,” ucapnya.

Sementara Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  Kementerian Pertanian mengajak penyuluh senantiasa mengingatkan petani memaksimalkan pemakaian pupuk organik untuk meningkatkan kualitas tanaman dan kuantitas hasil panen. 

“Perkembangan teknologi pemupukan berimbang dengan pupuk hayati/organik  bisa dipelajari penyuluh agar petani dan praktisi pertanian mulai mengenal bahkan menjadi pelaku untuk menghasilkan pupuk hayati,” ucapnya.

** Regi/PPMKP