24.6 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1291

Diamond Blood Jadi Tema Donor Darah Katar Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna (Katar) Desa Gunung Putri melakukan aksi donor darah di aula kantor sesa setempat, dengan bertemakan “Diamond Blood”, Senin (8/3). Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri berharap aksi ini dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program kerja desa yang berkelanjutan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif yang dijalankan oleh Katar Gunung Putri ini, saya harap bisa menjadi program berkelanjutan tidak hanya sporadic,” kata A Heri, biasa disapa.

Dalam mendukung kegiatan ini dia merencanakan untuk membuat Bank Darah Desa Gunung Putri setelah melihat antusias pendonor. “Saya rasa Pemdes Gunung Putri sudah bisa membuat bank darah desa setelah lebaran nanti,” jelasnya.

Menurutnya, pentingnya membuat bank darah desa bukan saja sebagai bentuk solidaritas sosial, tapi juga untuk menumbuhkan persatuan antar warga. Karena melihat seringkali PMI babak belur mencari darah tambahan. “Saya rasa bank darah ini memang sudah harus dibuat khususnya di Desa Gunung Putri. Untuk pelaksanaannya nanti kita obrolkan lagi dengan lembaga yang ada di desa dan juga PMI Kabupaten Bogor sendiri,” tandasnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Babar Roy Ramadhan menjelaskan, selain sebagai bentuk kegiatan sosial juga bisa berguna bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan darah. “Karena bagi orang-orang yang sedang dalam kondisi kekurangan darah itu kan penting banget sumbangsih darah dari kita yang sehat, makanya kita yang sehat itu memiliki sesuatu yang berharga seperti berlian,” ujarnya.

Dalam kegiatan donor darah tersebut, dihadiri oleh 68 pendonor, namun hanya 56 pendonor yang bisa melakukan donor darah. Sebanyak 12 orang pendonor itu gagal mendonorkan darahnya karena sedang dalam kondisi tidak fit. Saat ditensi darah mereka dalam keadaan tinggi, dari hasil pelaporan, ada yang baru pulang kerja shift 3 dan karena cuaca lagi musim hujan juga banyak yang demam.

“Kita juga menggandeng PMI Kabupaten Bogor dan intansi yang ada di Desa Gunung Putri seperti staf desa, LPM, BPD, Linmas, PKK, BUMDes dan Katar sendiri yang diharapkan bisa memberikan darah, juga bisa mendapat manfaat bagi si pendonor sendiri. Salah satunya meregenerasi darah, dan donor darah juga bisa menjadi secercah harapan untuk pasien yang kekurangan darah, itu kan kalo dilakukan secara ikhlas bisa menjadi ibadah,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dapat Keluhan Jalan Rusak, Achmad Fathoni Dorong Segera Dikerjakan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 Achmad Fathoni mendapat kiriman video jalan rusak dari warga.  Wakil rakyat dari dari Fraksi PKS tersebut langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait serta masyarakat setempat untuk memastikan kondisi sebenarnya jalan Cikeas – Bojongnangka yang berdekatan dengan Lapangan Kapuk.

“Saya pun segera kirim WA kepada kepala UPT Jalan dan Jembatan IX, Kabid Jalan dan Jembatan serta Sekdis DPUPR agar bisa menyegerakan pekerjaannya,” jelas Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Senin (8/03).

Dia mengatakan, peningkatan jalan itu sudah masuk di APBD 2021 dengan beberapa segmen termasuk dekat Lapangan Tembak Polri dan Perumahan Antariksa. “Kondisi jalan memang sudah sangat parah dan pada tahun 2021 ini sudah masuk anggaran APBD, saya berharap DPUPR bisa menyegerakan pekerjaannya sehingga masyarakat bisa segera menikmati hasil pembangunan,” kata Achmad Fathoni.

Menurutnya, pada awal tahun lalu dia sudah meninjau langsung lokasi kondisi jalan tersebut dan meminta ada pemeliharaan jalan. “Alhamdulilah sudah masuk anggaran tinggal kita dorong untuk segera dikerjakan,” kata dia.

Terpisah, Kepala Desa Cikeas Udik, Miftahul Falah mengatakan jalan tersebut diajukan di Musrembang 2020, namun karena situasi Covid-19 di tahun 2021. “Saya juga sudah mendorong melalui kecamatan Gunung Putri untuk diprioritaskan di tahun 2021 ini karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” jelas Miftah.

** Nay Nur’ain

60 RTLH di Nanggung Siap Direhab

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Sebanyak 60 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Nanggung tidak lama lagi akan dibangun. Terdapat 3 desa yang memperoleh jenis program bantuan  rehabilatisi rumah yang bersumber dari APBD Provinsi jawa barat.

Staf Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Nanggung Engkus mengatakan, di tahun 2021 ini hanya  3 desa yang mendapatkan bantuan program rehab rumah dari Jabar yakni Desa Pangkaljaya, Parakanmuncang dan Desa Kalongliud.

“Pengajuan keseluruhan lebih dari 200, namun kapasitas yang disetujui per desa hanya 20 unit rumah,” kata Engkus disela berlangsungnya sosialisasi di Desa Kalongliud yang dihadiri para calon penerima manfaat RTLH.

Ia menyebutkan, mekanisme pelaksanaanya RTLH dari provinsi berbeda, dan untuk pertanggung jawabannya sebagai pengelola lebih kepada  LPM. Begitu juga disampaikan Kasi Kesra Desa Pangkaljaya Ust Khaerudin,  mekanisme pendataan warga yang rumahnya tidak layak huni didata melalui RT, RW kemudian diajukan ke pemerintah desa.

“Kami harus memprioritaskan yang paling membutuhkan dan harus segera dibangun. Karena dananya terbatas maka sejumlah penerima manfaat bersepakat  untuk melakukan swadaya,” ucapnya.

Terlebih  kata dia, bagi warga yang belum mendapat  giliran meski rumahnya sudah terdata, diharap bisa bersabar. Dikesempatan itu, pendamping RTLH dari provinsi Rian menyatakan,  anggaran RTLH tersebut untuk per satu rumahnya besaranya Rp 17.500,000.

“Dari 17.500.000, sebesar 700,000 untuk tukang sedangkan 300.000 untuk administrasi LPM. Sesuai ketentuan, selebihnya untuk pembelian  bahan material,” ujarnya.

Menurut Rian, dalam  kegiatan sosialisasi tersebut, guna  memberikan  pemahaman bagi penerima manfaat tentang sistem dan mekanisme sebelum pelaksanaan RTLH dimulai. “Mengingat anggaran yang ada tidak akan cukup, maka harus ada swadaya,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Rian, diharapkan warga bisa mengikuti aturan yang sudah ditentukan. “Swadaya harus ada, kalau memang tidak ada swadaya kita tidak bisa membantu,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Puluhan WUB IKM Ikuti Bimtek Kementerian Perindustrian

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah (IKM). Kegiatan yang merupakan program dari Kementerian Perindustrian itu, dihadiri Anggota DPR RI Komisi VI, Elly Rachmat Yasin dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor, Nuradi yang dilaksanakan selama tiga hari dari l 8-11 Maret di Rizen Premiere Hotel, Cisarua, Puncak.

Elly Rachmat Yasin mengatakan, kegiatan Bimtek ini sudah yang kedua kalinya dilakukan Kementerian Perindustrian terhadap pelaku WUB IKM di Kabupaten Bogor.  “Tahun sebelumnya juga sudah dilakukan pelatihan seperti sekarang,” ujarnya.

Wakil rakyat dari Fraksi PPP tersebut berharap, para pelaku IKM di 40 kecamatan ini dapat mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usahanya. Sehingga, dengan begitu bisa membantu perekonomian mereka. “Untuk sekarang, tidak hanya diberikan ilmu tapi juga para peserta mendapatkan bantuan berupa alat-alat produksi,” papar Elly.

Sementara, Kepala Disperindag Kabupaten Bogor, Nuradi mengaku terbantu dengan adanya kegiatan Bimtek dari Kementerian Perindustrian melalui anggota DPR RI tersebut.  “Saya berterimakasih sekali kepada Ibu Elly Rachmat Yasin yang sudah membantu IKM di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Lilis Ela Hayati, peserta Bimtek dari Kecamatan Leuwiliang mengatakan, kegiatan Bimtek ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu terkait cara mendaur ulang limbah koran menjadi suatu prodak. “Saya merasa terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan ini,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, dari Bimtek ini ada beberapa prodak yang bisa dijadikan barang berharga dengan bahan dasar koran, seperti tempat tisu, pas bunga, tempat Aqua gelas sampai dijadikan hiasan jam dinding. “Makanya bagi saya kegiatan ini dapat menambah ilmu. Karena, koran yang tadinya hanya dijadikan bungkus warung, bisa di kemas sebagai prodak yang lebih bermanfaat,” jelas Lilis.

Selain itu, melalui Bimtek tersebut peserta yang notabene ibu rumah tangga, merasa terbantu dari perekonomian.  “Alhamdulillah saya jadi bisa membantu suami untuk mencari rezeki setelah ikut pelatihan ini,” imbuh Hesti Haryati, peserta Bimtek lainnya dari Kecamatan Leuwisadeng.

Hal senada juga di ungkapkan Dede Siti Munah, peserta dari Kecamatan Cibungbulang yang merupakan pelaku usaha makanan jenis kue kering dan basah mengaku terbantu dengan kegiatan Bimtek yang di ikuti nya selama tiga hari tersebut.  “Yang tadinya saya hanya membuat kue basah dan kering, seperti risol, talam ubi, putri ayu, setelah ikut pelatihan ini jadi bisa berinovasi,” jelasnya.

** Dede Suhendar

Sandiaga Uno Berikan Penghargaan ke Desa Batulayang

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Penghargaan dan sertifikasi itu diberikan untuk mewujudkan pariwisata yang lestari dan sejahtera. Desa Batulayang, berhasil menjadi salah satu desa yang sesuai dengan kriteria sertifikasi Kemenparekraf yang ditetapkan melalui Permenparekraf Nomor 14 tahun 2016.

Dengan demikian, Desa Wisata Batulayang, menjadi satu-satunya desa di Jawa Barat yang dipilih oleh Kemenparekraf sebagai  desa wisata berkelanjutan untuk mewujudkan pariwisata yang lestari dan sejahtera.

Untuk diketahui, penghargaan dan sertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan dari Lembaga Sertifikasi Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan, diberikan langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Uno bersama 16 desa lainnya se Indonesia di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta pada Rabu (3/3) lalu dan diterima langsung oleh Kepala Desa Batulayang, H.M Iwan Setiawan.

Sementara Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, penghargaan yang diberikan Kemenparekraf tersebut, merupakan bentuk terlaksananya wisata yang berkualitas di tengah kondisi Covid-19 dengan menerapkan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (4K).

Menurutnya, keunggulan Desa Wisata Batulayang adalah menawarkan pengalaman pariwisata, yakni pemandangan lanskap yang indah, camping ground, outbound, dan edukasi budaya, seperti membatik dengan pewarna alami, seni budaya jaipong dan angklung, edukasi sampah, serta home stay dan penginapan.

Desa Wisata Batulayang juga melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan membuat kerajinan tangan seperti rajutan.  “Keunggulan itu berhasil memenuhi salah satu aspek penilaian Kemenparekraf, yakni kemampuan Desa Batulayang bangkit dari pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Ade Yasin berharap, penghargaan dan sertifikasi yang diberikan dapat menjadikan Desa Wisata Batulayang lebih baik lagi, dengan meningkatkan pengelolaan dan kualitas manajemen pariwisata tersebut. Selain dapat mendorong mewujudkan “Bogor Sport and Tourism” juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat sekitarnya.

Kades Batulayang, H.M Iwan Setiawan mengungkapkan, untuk mendapatkan penghargaan dan sertifikasi, telah dimulai sejak Oktober 2020 lalu melalui serangkaian persyaratan, seperti assignment dari pihak Kemenparekraf.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan, Kades Batulayang berencana melakukan pemasangan jaringan internet atau wifi di beberapa titik, sebagai penunjang kebutuhan pengunjung.  “Harapannya di era digital ini, kita ingin memasang wifi di beberapa titik untuk menunjang kepariwisataan di Desa Wisata Batulayang. Kita juga berharap, tahun 2021 pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga Desa Wisata Batulayang dapat berjalan dan berlari kembali,” tukasnya.

** Dede Suhendar

HADITS HARI INI

0


08 Maret 2021
24 Rajab 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ نَوْمَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bakar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Safar (bepergian) itu bagian (setengah) dari adzab (siksa) karena jika seorang dari kalian bepergian maka berkuranglah tidur, makan dan minumnya. Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya saat bepergian hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya.

HR Bukhari No. 2779.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Frasa Agama Hilang di Peta Jalan Pendidikan Nasional

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang dirumuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghilangkan frasa agama. Padahal peta jalan pendidikan tanpa frasa agama tidak akan melahirkan manusia yang mampu melakukan apropriasi diri yakni mengintegrasikan pengetahuan bagi perkembangan sosial.

Masalahnya, tantangan masa depan, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan sosial-budaya, hingga perubahan iklim, akan melahirkan disrupsi budaya, agama tanpa makna, dan perubahan interaksi sosial. “(Karena itu) Pendidikan harus dibangun di atas pondasi agama dan kemanusiaan. Bukan untuk mengejar hedonisme, individualistik, dan matrialistik,” kata Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi dalam keterangan tertulisnya dikutip dari RMOL, Minggu (7/3).

Ia mengatakan, di tengah tantangan saat ini, orientasi masyarakat akan lebih banyak kepada pemenuhan indrawi dan materialistik. Karena itu, pendidikan jangan sekedar melahirkan manusia yang mampu beradabtasi dan berkolaborasi dalam memenuhi capaian-capaian kesuksesan.  Selain itu, pendidikan jangan hanya menjadi pemenuhan dahaga penyakit diploma. Itu yang menjadi tujuan peta jalan pendidikan.

“Pendidikan seharusnya melahirkan manusia yang mampu bertindak secara benar, agar dapat belajar (ethical self-appropriation),” katanya 

Sebab, ia mengatakan, pendidikan yang seperti ini akan melahirkan manusia yang mampu bertanggungjawab sebagaimana hakekat martabat manusia. Ia mengatakan tanggung jawab itu ditujukan tidak saja pada egoisme pribadi untuk mencapai kesuksesan materi dan mengejar hedonisme, melainkan sekaligus tanggungjawab kepada sesama, lingkungan, dan alam semesta dan Tuhan.

Ia pun mendasarkan peta jalan dengan filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantoro, yakni kontinuitas (dasar dan menjaga warisan kebudayaan), konvergenisitas (kemampuan berdialog dengan budaya dari luar dan baru) dan konsentrisitas (pendidikan yang melahirkan kreativitas dan inovasi). Teori trikon tersebut ini didasari oleh lima asas dasar pendidikan atau Panca Dharma, yakni asas kodrat alam, kemerdekaan, budaya, kebangsaan, dan kemanusiaan.

“Peta jalan pendidikan yang hanya melihat tantangan yang bersifat matrialistik, padahal pendidikan harus didasarkan kepada nilai agama,” katanya.

Ia mengatakan, tujuan pendidikan dalam Undang-Undang Sisdiknas juga menekankan output manusia Indonesia yang betaqwa dan berakhlak mulia dengan tetap mampu menjawab tantangan global. Menurutnya, visi pendidikan yang bertumpu pada teori trikon akan melahirkan model pendidikan yang mengembangkan kemampun untuk berpikir rasional.  Sebab, pendidikan seharusnya juga melahirkan manusia yang mampu memahami pengalaman sebagai sebuah konteks menyeluruh dalam memahami kehidupan.

“Pendidikan seharus mendorong siswa memahami  pengalaman agar bisa belajar tentang kehidupan, selain itu dasar pendidikan juga harus menyiapkan siswa mampu melakukan pengamatan, melihat dari dekat dalam mengembangkan perhatian terhadap realitas kehidupan,” katanya. 

** ass

Gatot Pernah Diajak Gulingkan AHY

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo mengungkap pernah diajak melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat menurunkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Orang yang tak disebutkan namanya itu menjelaskan kepada Gatot akan menggelar KLB untuk terlebih dulu.

“Yang dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu. Setelah AHY turun baru pemilihan, bapak pasti akan begini, begini,” kata Gatot menirukan orang tersebut dikutip dari video di Instagram TV akun pribadinya @nurmantyo_gatot, Minggu (7/3).

Gatot tidak mau terlibat dalam gerakan tersebut lantaran merasa pernah dibesarkan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gatot diketahui diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada tahun 2014 oleh SBY. Ia kemudian diangkat menjadi Panglima TNI pada masa pemerintahan Joko Widodo.

“Saya dibesarkan oleh dua presiden, satu oleh Pak Susilo Bambang Yudhoyono, satu oleh Pak Jokowi,” kata Gatot. “Terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya?” tambahnya.

Menurut Gatot, pengambilalihan Partai Demokrat merupakan salah satu bentuk cara politik yang tidak sehat. Cara tersebut, menurutnya, merupakan cara instan untuk menguasai partai politik.

“Perkara dengan mudah diambil ngapain kita capek-capek bikin partai, kita tunggu ajalah nanti kita rebut dengan cara seperti ini, seperti ini,” kata Gatot.

Gatot sendiri mengaku tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai kudeta di dalam tubuh Demokrat itu. Namun ia sendiri tidak menampik bahwa Partai Demokrat memang menggiurkan. “Saya bilang, siapa sih yang nggak mau? Partai dengan 8 persen suara, besar, mengangkut presiden segala macam,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam forum KLB di Deli Serdang menyatakan AHY otomatis demisioner usai Kepala Staf Presiden Moeldoko ditetapkan sebagai ketua umum. Kongres juga memulihkan status keanggotaan Marzuki Alie yang sempat dipecat beberapa waktu lalu. Alie kemudian diangkat menjadi Ketua Dewa Pembina.

Sementara AHY menilai KLB itu tidak sah dan inkonstitusional karena terdapat tiga persyaratan yang tidak dipenuhi. Pertama adalah persetujuan dua per tiga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan setengah Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

DPD Demokrat sendiri diketahui berjumlah 34 sedangkan DPC berjumlah 512. Selain itu, kongres juga harus disetujui Ketua Majelis Tinggi Partai. “Harusnya 2/3, faktanya seluruh ketua DPD Demokrat tidak mengikuti KLB tersebut. Mereka ada di daerah masing-masing,” kata AHY dalam jumpa Pers, Jumat (5/3).

Pemerintah telah menyampaikan bahwa sejauh ini konflik Partai Demokrat merupakan masalah internal. Pertikaian tersebut belum menjadi masalah hukum karena pihak penyelenggara KLB belum meminta pengesahan baru.

** ass

Kelanjutan Ganjil Genap Tunggu Evaluasi Pekan Depan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melaksanakan evaluasi mengenai pemberlakuan kembali atau tidaknya ganjil genap setelah akhir pekan depan. Diketahui, pada pekan pertama tidak berlakunya ganjil genap, yakni saat Sabtu (6/3) dan Minggu (7/3), arus lalu lintas Kota Bogor cenderung padat dibanding saat pemberlakuan ganjil genap sebelumnya.

“Kemacetan meningkat. Tetapi data-data covid-nya harus kita pelajari minimal dua minggu. Jadi minggu depan baru kelihatan,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya kepada wartawan, Minggu (7/3).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, terdapat beberapa indikator terkait diterapkannya kembali atau tidak ganjil genap. Di antaranya, fatality rate, tingkat kesembuhan, bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit, tingkat reproduksi virus dan lain-lain.

“Sejauh ini belum terlihat, sebab masih sepekan lagi ganjil genap tak diberlakukan. Jadi pekan depan baru terlihat semua indikatornya. Kita lihat dalam satu minggu dampaknya atau dua minggu masa inkubasi virus,” ucap Dedie.

Dedie juga mengakui bahwa kemacetan yang terjadi di akhir pekan pasca tidak diterapkannya ganjil genap, merupakan bentuk dari tingginya mobilitas masyarakat. “Memang kemacetan tidak masuk indikator, tapi faktor penunjang terjadi risiko,” katanya.

Lebih lanjut, Dedie menambahkan, pemberlakuan ganjil genap lantaran pemkot bertujuan untuk menekan mobilitas warga. “Kita berlakukan ganjil genap maksudnya supaya sepi. Tapi di satu sisi lain sektor usaha terpukul,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Satgas Covid-19 DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) menilai bahwa kebijakan ganjil genap yang diterapkan pekan lalu sudah dilaksanakan secara maksimal di tengah kota. Namun, tak maksimal di pinggiran daerah.

Sebab, kata dia, sejak kebijakan ganjil genap diberlakukan, kemacetan dan kerumunan massa justru terjadi di pinggiran. Seperti di kawasan Bangbarung. Hal itu, lantaran tidak adanya pos pemeriksaan di pintu keluar Tol BORR Tanah Baru.

“Harusnya kalau mau benar-benar menerapkan kebijakan itu. Pintu masuk ke Kota Bogor, khususnya jalur mobil dijaga oleh petugas,” katanya.

Ia pun sepakat bila Pemkot Bogor wajib membuat alternatif kebijakan baru pengganti ganjil genap. Lantaran, penerapan kebijakan itu sangat berimbas terhadap sektor perekonomian menengah ke bawah.

“Harus disadari kebijakan itu sangat berimbas kepada sektor ekonomi. Sementara hingga kini tak ada bantuan untuk menggenjot sektor ekonomi kecil,” ucapnya.

Rapid antigen, kata dia, merupakan salah satu alternatif kebijakan yang patut dipertimbangkan oleh Pemkot Bogor. “Dengan begitu, roda perekonomian dapat berputar tanpa adanya hambatan. Sekaligus mampu menekan persebaran corona,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Apeksi Minta Dana Kelurahan Dialokasikan Lagi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menggelar rapat dewan pengurus di Kota Bogor, Sabtu (6/3). Dalam pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa, pertemuan tersebut merupakan rapat pertama kepengurusan Apeksi periode 2021-2024 yang belum lama ini dikukuhkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Salah satu rekomendasi yang ditekankan Apeksi adalah terkait dana kelurahan. Menurut Bima, dana kelurahan penting untuk pemulihan perekonomian warga yang terdampak wabah Covid-19.

“Cukup banyak rekomendasinya. Tapi kami sampaikan beberapa hal saja. Apeksi meminta agar pemerintah pusat kembali mengalokasikan dana kelurahan. Di Kabupaten ada dana desa, kami sempat menikmati dana kelurahan itu selama dua tahun tapi kemudian dihentikan. Padahal hari ini dana kelurahan diperlukan untuk economic recovery, untuk berjuang mengatasi pandemi,” ungkap Bima Arya kepada media usai rapat di Bigland Hotel, Bogor Tengah.

Kemudian terkait dengan Pilkada serentak, lanjut Bima, Apeksi meminta pemerintah harus bisa mengantisipasi persoalan yang tercipta hingga edukasi dan sosialisasi yang perlu dilakukan secara masif agar publik mengetahui tujuan dilakukannya Pilkada serentak.

“Harus ada solusi bagi persoalan tentang sumber daya pelaksana pilkada serentak. Jangan sampai korban berjatuhan. Kemudian harus juga ada sistem teknologi IT yang canggih sehingga Pilkada serentak itu tidak pemborosan dan lain-lain,” ujar Bima.

Kata dia, tahapan-tahapannya pun sebaiknya dihitung cermat supaya tidak beraturan dan tidak ada kekosongan pemerintahan yang mengganggu dampak. “Kami juga sepakat agar edukasi dan sosialisasi tentang Pilkada serentak, supaya publik memahami mengapa perlu diselenggarakan Pilkada serentak. Jadi ada konstruksi berpikir yang sudah ada, perlu disosialisasikan kepada warga,” tambahnya.

Rekomendasi lainnya yang dibahas dalam rapat tersebut adalah terkait dengan bantuan sosial. Apeksi ingin pemerintah betul-betul memperhatikan, memfokuskan aspek pendataan untuk bantuan sosial.

“Data harus transparan, data harus update, sehingga tidak ada persoalan bahwa data tidak valid, data tidak akurat. Kami sudah berkomunikasi dengan Menteri Sosial Ibu Risma yang tentunya sudah punya pengalaman banyak juga sebagai Wali Kota Surabaya. Jadi, dana bansos, pendataan warga tidak mampu menjadi kepedulian pertama kami para wali kota,” kata Bima.

Apeksi juga siap bersama-sama pemerintah pusat untuk fokus kepada economic recovery, di mana banyak kota-kota yang memiliki potensi dibidang pariwisata dan perdagangan.

“Ini sebagian agenda yang diperjuangkan sebagai rekomendasi eksternal yang akan disampaikan kepada bapak Presiden. Waktunya sedang diatur, kami akan bertemu dengan bapak Presiden dan para menteri untuk menyampaikan aspirasi dari 98 kota anggota Apeksi di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Selain rekomendasi kepada Presiden, Apeksi juga siap mendorong penguatan kapasitas dari sesama anggotanya. “Banyak wali kota baru yang perlu kami support. Kami ucapkan selamat atas dilantiknya kawan-kawan baru kami, para wali kota baru. Kami akan mendorong sharing session, Apeksi adalah wadah kekeluargaan, saling berbagi,” tandasnya.

Rapat tersebut dihadiri 13 wali kota yang merupakan Dewan Pengurus dan Ketua Komisariat Wilayah Apeksi, dua diantaranya hadir secara daring.

Selain tuan rumah Wali Kota Bogor Bima Arya, tampak hadir Marten Taha (Wali Kota Gorontalo), Aminullah Usman (Wali Kota Banda Aceh), Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang), Abdullah Abu bakar (Wali Kota Kediri), Maulan Aklil (Wali Kota Pangkalpinang), Dewanti Rumpoko (Wali Kota Batu).

Selain itu, hadir juga SN Prana Putra Sohe (Wali Kota Lubuklinggau), Jefirstson R Riwu Kore (Wali Kota Kupang), Khairul (Wali Kota Tarakan) Richard Louhenapessy (Wali Kota Ambon). Sementara secara daring hadir Firdaus (Wali Kota Pekanbaru) dan Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal).

** Fredy Kristianto