27.3 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1273

Pengunjung Wisata Wana Griya Cogreg Parung Membeludak Hingga Abaikan Prokes

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Wisata Wana Griya yang berada di Kampung Cogreg, Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor dipadati pengunjung yang ingin berwisata, namun tampak banyak pengunjung mengabaikan protokol kesehatan.

Bahkan tumpukan wisatawan viral di Grup perpesanan, dalam video berdurasi 10 detik itu, tampak terlihat warga tanpa menjaga jarak, dan banyak yang tidak memakai masker

Menanggapi hal itu, Kades Cogreg M Yusuf mengatakan, wisata Wana Griya yang berada di wilayahnya itu memang pengunjung yang berwisata libur lebaran hari kedua lebaran sudah membeludak.

“Hari ketiga kemarin sempat ditutup oleh petugas satgas Covid 19, hari ke empat ini membludak lagi, makanya tadi kita lakukan penutupan lagi,” katanya.

M Yusuf juga mengatakan, di tempat wisata Wana Griya tidak hanya wisatawan lokal, namun wisatawan luar daerah itu juga ada.

“Ia ada juga yang dari luar wilayah setempat, sehingga terjadi penumpukan, tapi kami udah tegur, bersama Pak Camat dan Kapolsek menutup semetara sampai pengunjung yang di dalam berkurang,” pungkasnya.

Diketahui wisata Wana Griya yang ada di Desa Cogreg Parung itu terdapat beberapa objek wisata, seperti danau yang dibentuk seperti laut, wahana bermain anak-anak dan juga terdapat kolam renang.

** Cepi Kurniawan

Banyak yang Lolos Penyekatan di Wisata Gunung Bunder, Pengelola Perketat Prokes

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Hari ke-3 libur lebaran 2021, sejumlah kawasan Wisata dipenuhi oleh wisatawa baik lokal, maupun luar daerah. Seperti pada Sabtu siang (15/5/2021) lalu, di Kawasan Wisata Gunung Bunder, Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, meksipun ada posko penyekatan, namun banyak wisatawan luar Bogor seperti Jakarta, Depok dan Tangerang yang lolos penyekatan.

Wisatawan asal Sawangan, Depok, memgaku ia dan keluarganya terkena imbas macet di rusa jalan wisata Gunung Bunder, namun ia bisa lolos dari penyekatan.

“Alhamdulillah meksipun macet-macetan bisa masuk ke lokasi wisata,” katanya.

Wisatawan lain, Budi asal Jakarta juga mengaku berangkat dari Jakarta pada pagi hari dan selama perjalanan tidak ada pemberhentian kendaraan.

“Gak ada penyekatan, mau jalan jalan ke sini libur Lebaran karena di Jakarta penuh, ziarah gak boleh dan ke Puncak pasti dijaga ketat akhirnya milih ke sini, sama keluarga,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala Resort Taman Nasional Gunung Salak Endah Sukirman, pihak pengelola wisata tidak bisa melarang masyarkat yang ingin berlibur lebaran.

“Kalau pengelola gak bisa melarang mau ada yang masuk syukur tidak pun tidak masalah, karena di wisata Gunung Bunder ini sebenernya kebanyakan yang bekerja warga setempat, yang berjualan warga setempat jadi mereka sebenernya hanya sesekali saja berharap keuntungan lebih karena hari hari biasa apalagi pas Covid-19 2 tahun ini sepi,” bebernya.

Dan pihak pengelola lanjut Sukiman bahwa sudah menerapkan Prokes yang ketat, seperti telah menyiapkan beberapa tempat cuci tangan di beberapa pintu masuk wisata.

“Selain itu juga memeriksa suhu tubuh pengunjung serta membagikan masker bagi pengunjung yang tidak memakai masker,” ujarnya.

Sementara menurut Kabid Penertiban Umum Sat Pol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto, penyekatan dilakukan di depan Kantor Kecamatan Pamijahan dan di akses masuk pintu GSE melalui Desa Gunung Bunder.

“Terkait banyaknya yang lolos, saat diperiksa identitasnya, ketika domisilinya di Kabupaten Bogor, otomatis kita lanjutkan perjalanannya,” ujarnya.

Dari penyekatan tersebut, pihaknya dibantu Satpol PP Kecamatan Pamijahan dan personil BPBD yang mengklaim telah memutar balik 28 kendaraan roda empat dan 72 kendaraan roda dua.

Kebanyakan, kata Teguh, jenis kendaraan yang diputar balik yang berleter B, Z, T dan A.

** Cepi Kurniawan

Pemcam Cijeruk Pantau 9 Ruang Isolasi Khusus Pemudik Luar Kabupaten Bogor

0


Cijeruk |Jurnal Inspirasi

Sesuai instruksi Bupati Bogor mengenai adanya ruang isolasi di setiap desa, khusus warga luar Kabupaten Bogor, hal ini untuk pencegahan meminimalisir penularan Covid 19. Untuk itu, jajaran aparatur Pemerintah Kecamatan Cijeruk melalui Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan (Kasie Penkes) memantau persiapan ruang isolasi bagi warga yang tidak bersedia untuk isolasi mandiri di rumahnya.

Lisnawati, Kasie Penkes Kecamatan Cijeruk mengatakan, pemantauan ini dilaksanakan untuk melihat seluruh persiapan pemerintah desa, terkait intruksi Bupati Bogor mengenai adanya ruang isolasi di setiap desa. Persiapan ruang isolasi mandiri seperti peralatan tidur, dan kamar mandi. Untuk Kecamatan Cijeruk, ruang isolasi yang digunakan berada di ruang PKK, Poskamdes, dan ruang BPD.

“Adanya intruksi Bupati Bogor ini, makanya kami melihat langsung persiapannya. Alhamdulillah semua persiapan ruang isolasi telah selesai dan kami akan terus pantau sampai akhir libur Idul Fitri, koordinasi dengan semua pihak, termasuk Kanit Trantibum,dan juga Kepala Desa,” ucapnya.

Namun dirinya meminta agar penanganan Covid 19, seluruh pihak terutama pemdes yang telah memiliki ruang isolasi, untuk selalu berkoordinasi, apabila ada warga yang menolak diisolasi, untuk bisa ditangani.

” Pemerintah Kecamatan dan Satgas Covid 19 akan melakukan pendekatan apabila ditemukan adanya warga yang menolak diisolasi agar warga mau ditangani dan patuh Prokes penanganan Covid 19, sampai saat ini (kemarin) belum ada warga yang diisolasai ya,” ujarnya.

** Deny

Pengunjung Abaikan Prokes, Pabangbon Ramai Dikunjungi Wisatawan Luar Bogor

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Di hari ketiga pasca Idul fitri 1442 Hijriah, kawasan wisata panorama alam Pabangbon di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ramai dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah seperti Tangerang dan Jakarta, Sabtu (15/05).

Meskipun dii tengah pandemi Covid-19, pantauan di lokasi, tak sedikit pengunjung yang tidak mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mereka tampak berkerumun dan tidak menjaga jarak, ditambah wisatawan yang  yang datang  tidak menggunakan  masker.

Bahkan terlihat penjaga parkiran  sendiri, tidak memberikan contoh bagi para pengunjung,  salah satunya tidak menggunakan masker saat di lokasi.

Salah satu pengunjung asal  Jakarta Riyan mengaku semenjak mendatangi kawasan wisata tersebut dari  pagi, kawasan wisata tersebut minim fasilitas protokol kesehatan.

“Yang saya lihat, disini tidak ada papan (banner-red) terkait bahayanya Covid-19, di pintu masuk hanya ada tempat cuci tangan itupun terkesan tidak disarankan untuk bercuci tangan, ” ungkapnya.

Namun menurut pengelola Pabangbon, Rohmat, tempatnya sudah menjalankan prokes.

“Untuk pengunjung saat ini tidak terlalu ramai seperti tahun sebelumnya, sekarang masyarakat juga di masa pandemi mungkin sudah tau  tetapi kita buka sesuai prokes, ” ujar Rohmat.

Menurut Rohmat, kalau untuk berwisata di luar ruangan aman dari penularan Covid-19.

“Kebetulan kalau memang wisata alam saya rasa insya Allah aman yah, terkecuali kalau di dalam ruangan. Dengan luas wisata  2.500 meter persegi, kalau kita hitung rata-rata pengunjung masih dibatas aman, ” kilahnya.

** Arip Ekon

Warga Geledug Dikejutkan Penghuni Kontrakan yang Gandir

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Geledug RT 04 RW 03, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang mendadak ramai setelah adanya seorang warga penghuni kontrakan ditemukan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri (gandir).

Kejadian tersebut diketahui  pada  Sabtu (15/5) pagi pukul 07.05 WIB setelah  kecurigaan muncul dari Ketua RW Dede, lalu  berinisiatif melihat dari celah jendela dengan terkaget kaget terlihat  ada sesosok seorang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. ” Korban gantung diri di kusen pintu kamar,” kata dia.

Kemudian langsung memberitahu Babinsa dan Babinmas dan tak lama kemudian petugas  mendrobak pintu dan didapati korban tergantung di kusen.

Sementara Danramil 2116 Leuwiliang Kapten Infanteri Koswara dari keterangan yang dia ketahui, pada Kamis  (12/5) pukul 06.05 WIB pemilik kontrakan sempat mendengar adanya keributan antara suara laki – laki dengan perempuan.

“Ada suara perempuan dengan meminta sejumlah uang dan menuntut untuk bercerai. Keributan itu berasal dari rumah kontrakan yang ditempati saudara Rohman,” kata Danramil.

Informasi didapat, korban penghuni kontarakan  ditemani seorang perumpuan yang baru tinggal sekitar 6 bulan.

Saat pertengkaran terdengar  suara laki- laki membentak sambil ada kata mengusir perempuan itu.

Kemudian terlihat keluar seorang perempuan meninggalkan rumah kontrakan itu. Belum diketahui kemana perempuan tersebut pergi. Setelah pertengkaran terjadi  sampai saat ini   sudah hampir 3  hari rumah terlihat  Sepi.

Kini  korban  dievakuasi dan dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk penangan lebih lanjut. Belum diketahui pasti data korban berasal dari mana  dan siapa  perempuan yang tinggal di kontrakan tersebut.

Informasi  sementara, korba bernama Rohman yang berusia   39 tahun.

Saat ini  Kasus gantung diri tersebut tengah ditangani pihak Polsek Leuwiliang. Polisi mengamankan TKP dan mengimbau RT dan RW agar tetap memperhatikan warga pendatang.

** Arip Ekon

SBY Rayakan Idul Fitri 1442 H Bersama Keluarga

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarga melakukan sejumlah kegiatan pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/5). Ini merupakan lebaran ketiga yang diperingati SBY tanpa kehadiran istri tercinta, Ani Yudhoyono yang berpulang pada 1 Juni 2019 silam.

Semalam, ketika mendengar takbir dikumandangkan SBY tidak dapat menyembunyikan perasaan hati dan emosinya di momen yang setiap tahunnya dulu selalu dijalani bersama Ani Yudhoyono. “Saat seperti ini adalah saat yang paling berat karena berpuluh-puluh tahun sebelum istri tercinta dipanggil Allah, kami selalu bersatu dalam syukur dan bahagia. Hal yang indah begitu kini tak terjadi. Hidup saya tak akan pernah sama lagi”, demikian ujar SBY di hadapan orang-orang dekatnya.

Di pagi hari, SBY melaksanakan Shalat Ied di depan pendopo yang bersejarah, kini menjadi Lavani Sports Center, Cikeas, Bogor. Kegiatan ibadah dilaksanakan di tengah situasi pandemi secara terbatas dan hanya diikuti oleh keluarga, staf pribadi serta pelatih dan atlet bola voli Lavani.

Setelah itu, SBY bersama keluarga melakukan ziarah ke makam istri tercinta, Kristiani Herrawati, yang akrab disapa Ibu Ani Yudhoyono di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan. Di penghujung ziarah, setelah bersama-sama membaca membacakan Surah Yasin, SBY memimpin doa secara khusyuk bagi almarhumah Ibu Ani agar Allah berikan ketenangan dan kedamaian di sisi-Nya. Begitu dalamnya doa dan permohonan SBY kepada Yang Maha Kuasa untuk almarhumah yang sangat disayanginya yang mendengarkan pun ikut larut dalam duka yang mendalam.

Menutup rangkaian kegiatan di hari yang agung ini, SBY beserta keluarga mengunjungi sekaligus berhalal bihalal dengan Ibunda Ani Yudhoyono (Ibu Sarwo Edhie Wibowo) beserta keluarga di Condet, Jakarta Timur.

Dalam kegiatan hari ini, putra sulung SBY Agus Harimurti Yudhoyono (yang juga Ketua Umum Partai Demokrat) beserta istri Annisa Larasati Pohan serta putra kedua Edhie Baskoro Yudhoyono (yang juga Anggota DPR RI) beserta istri Aliya Rajasa, serta seluruh cucu-cucu turut serta mendampingi SBY.

Mengingat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda, seluruh kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik menjaga jarak maupun penggunaan masker guna menjaga keselamatan bersama.

**ass/rls

Tidak Tunjukan Bukti Kepemilikan Tanah, PT FS Gugur

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi


Lahan seluas 38.000 meter yang sempar diklaim oleh PT Ferry Sonneville (FS), di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, resmi dimenangkan oleh tiga pemilik pemohon sertifikasi di Kantor Perwakilan Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Cileungsi.

Berdasarkan surat keputusan dengan Nomor 61/SD.32.01.IP.02.02/IV/2021 perihal pemberitahuan atau keberatan milik Setiadi Noto Subagyo selaku Direktur PT FS. Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, menyatakan bahwa surat keberatan yang dilayangkan PT FS tertanggal 15 April 2021 dengan nomor 12/FS-KTGP/BPN/IV/2021, atas pendaftaran tanah pertamakali pengakuan/pengesahan hak yang terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, oleh tiga nama pemilik itu dinyatakan gugur dengan sendirinya.

Hal itu terjadi setelah Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, mengadakan mediasi tertanggal 16 April 2021 lalu di kantornya. Namun, pihak PT FS tidak dapat menunjukan bukti asli perolehan tanah yang di klaim oleh PT FS itu sendiri. Selanjutnya, PT FS diminta untuk memastikan batas-batas bidang tanah yang dimilikinya. Selanjutnya, diminta agar segera didaftar permohonan pendaftaran pertamakali pada Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dengan melampirkan asli bukti-bukti perolehan tanah dan persyaratan lainnya yang diawali dengan permohonan sebagaimana mestinya.

Diakhir surat keputusan tersebut, Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor mengatakan jika dalam waktu 14 hari surat pemberitahuan yang diterima oleh PT FS namun tidak mendaftarkan permohonan dengan bukti yang tercantum, maka permohonan pertamakali oleh tiga pemilik yakni atas nama Drs H. Achmad Sufyan dengan nomor Berkas 218868/2020, 218959/2020, 218961/2020, 218963/202 dan 218964/2020. Abdul Rojat dengan nomor berkas 218870/2020, 218352/2020 dan atas nama Komariah S dengan nomor berkas 218954/2020, 220893/2020 dan 221757/2020 akan diproses lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Komariah S, salah satu pemohon mengatakan saat batas waktu yang ditentukan oleh Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, namun pihak PT FS tidak bisa membuktikan keabsahan kepemilikan tanah miliknya yang diklaim oleh PT FS. “Artinya kalau PT FS tidak bisa memberikan bukti kepemilikan tanah dengan waktu yang ditentukan, maka berkas permohonan saya dinyatakan sah oleh Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor,” katanya dikutip dari BogorUpdate.com, Kamis (13/5/21).

Saat ini, lanjut Komariah S, sudah diterbitkan Peta Bidang Tanah (PBT) yang dimohonnya. karena pihak PT FS tidak mengajukan permohonan dengan bukti yang dimiliki. “Terbitnya PBT milik saya didasari surat dari BPN perihal pembuktian keabsahan bukti PT FS yang diberikan waktu oleh BPN selama 14 hari kerja untuk dapat mengajukan permohonan ke kantor BPN. Namun hingga akhir batas waktu tertanggal 11 Mei 2021, PT FS tidak mengajukan permohonan tersebut berarti PT FS tidak memiliki bukti yang diminta oleh BPN,” pungkasnya.

Kepala Seksi Survei dan Pemetaan pada Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Suhendar, S.SiT, ketika dikonfirmasi terkait PBT yang milik ketiga pemohon yang sudah diterbitkan tersebut mengatakan agar ke kantor saja. “Bapak hari senin atau selasa bisa ke kantor, nanti dibahas dikanto. Dikondisikan hari selasa aja ya pa,” kata kepada Wartawan.

** Noverando H

? HADITS HARI INI

0


13 Mei 2021
01 Syawal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَالْيَوْمُ الْآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ ابْنُ عُيَيْنَةَ مَنْ قَالَ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ فَقَدْ أَصَابَ وَمَنْ قَالَ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَدْ أَصَابَ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Ubaid, Maula Ibnu Azhar berkata: Aku mengikuti shalat ‘Ied bersama Umar bin Al Khaththob radliallahu ‘anhu lalu dia berkata:

Inilah dua hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berpuasa padanya, yaitu pada hari saat kalian berbuka dari puasa kalian (‘Iedul Fithri) dan hari lainnya adalah hari ketika kalian memakan hewan qurban kalian (‘Iedul Adha).

Dan Abu Abdullah Al Bukhariy berkata, Ibnu Uyainah berkata: Siapa yang berkata bahwa Abu Ubaid adalah Maula Ibnu Azhar berarti dia telah berkata benar dan juga siapa yang berkata bahwa dia adalah Maula Abdurrahman bin Auf, dia juga telah berkata benar.

HR Bukhari No. 1854.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Takbiran, Remaja Masjid Nurul Huda Nagrog Gelar Lomba Tabuh Bedug

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Takbir keliling masa pandemi saat ini dilarang oleh Menteri Agama (Menag) RI karena untuk mencegah penyebaran covid-19.

Meksipun demikian, Menag tetap mempersilakan masyarakat untuk mengelar takbiran di masing-masing masjid.

Atas anjuran itu sejumlah umat muslim pun melaksanakan kegiatan takbir di masjid, tak terkecuali di Masjid Nurul Huda di Kampung Nagrog RT 06, RW 06, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Warga masyarakat bersama ikatan remaja masjid menggelar takbiran, bahkan di masjid tersebut diadakan lomba menabuh bedug sambil menggemakan suara takbir di malam perayaan menyambut kemenangan hari raya Idul Fitri 1442 H yang jatuh pada Kamis (13/5/2021).

Ketua panitia lomba menabuh bedug, Alfian mengatakan kegiatan itu digagas oleh pemuda di Kampung Nagrog yang tergabung dalam ikatan remaja masjid.

“Karena takbir berkeliling dilarang, untuk mengganti kemeriahan kita selain melaksanakan takbiran di masjid ini. Juga, melaksanakan loba tabuh bedug,” kata Alfian.

Untuk peserta diikuti semua kalangan, anak muda dan bapak-bapak.

“Alhamdulillah mereka cukup antusias mengikuti lomba tabuh bedug sambil merayakan malam kemenangan atas sebulan kita berpuasa,” katanya.

Sementara kegiatan itu tidak hanya begitu saja dilombakan tanpa adanya penilaian. Untuk mencari pemenang panitia pun telah menghadirkan beberapa juri diantaranya kepala desa Tegal Kasim Sunardi yang hadir dan jadi panitia.

“Alhamdulillah bapak kepala desa juga hadir dan juga sebagai juri, beliau mendukung penuh kegiatan ini,” pungkasnya.

Dalama kegiatan itu juga panita tetap memperhatikan aturan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19.

** Cepi Kurniawan

Malam Takbir, Muspika Leuwiliang Operasi Penyekatan Jalur Mudik

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Sejumlah anggota TNI dari Koramil 2116 Leuwiliang dan petugas kepolisian serta anggota Dinas perhubungan (Dishub) berikut Polisi Pamong Praja (Pol PP), petugas Damkar dengan dibantu Pramuka dan beberapa dari organisasi masyarakat (Ormas) turun ke jalan guna mengamankan situasi mudik di malam takbiran.

Danramil Leuwiliang Kapten Infanteri Koswara menerangkan, operasi imbangan penyekatan Pam malam takbir dan  pengamanan jalur keluar masuk wilayah Koramil 2116 Leuwiliang dalam rangka antisipasi larangan mudik idul fitri 1442 H.

Sementara operasi penyekatan berikut pengamanan jalur di wilayah Leuwiliang dan Kecamatan Leuwisadeng kini terpantau aman. Untuk memaksimalkan kegitan tersebut sebanyak 161 personil gabungan turun ke lapangan,.

Petugas sempat membubarkan komunitas motor yang diduga  kedapatan akan  menggelar aksi balap liar. ” Juga penertiban adanya kegiatan pasar kaget,” ujar Kapten Infanteri Koswara.

Wilayah kecamatan Leuwiliang, menurut Koswara, lalu lalang warga dan kendaraan masih dalam kegiatan intren. “Sesuai aturan, kami bekerja sebagai pelayan publik,* jelasnya.

Ia memaparkan, bahwa aktivitas warga hingga pukul 12.00 WIB. Lebih lanjut dikatakan, bus yang tidak  beroperasi yang terparkir di terminal Leuwiliang yakni, CBU Trayek Leuwliang- Tanjung Priuk terdapat 16 unit.

Sedangkan MGI Trayek Leuwliang-Bandung 19 unit (di pool bus Bandung), dan Budiman Trayek Leuwliang-Pangandaran berada di pool bus Pangandaran, serta Damri Trayek Cikidang- Leuwliang ads 2 unit di pool bus Leuwliang.

** Arip Ekon