Tumpukan sampah yang berserakan hingga ke jalan di Pasar Ciampea Lama, Kecamatan Ciampea, Rabu sore (28/4/2021), selain menimbulkan bau busuk karena sudah lama tidak diangkut, sampah tersebut juga ketika ada aktivitas pasar sering menjadi penyebab Kemacetan Parah.
Hal itu membuat banyak pihak prihatin dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor pun dituding cuek terhadap keberadaan sampah yang sudah menggunung itu. Seperti diungkapkan Ketua Karang Taruna Desa Ciampea Haidy Arsyad yang mendesak agar dinas terkait untuk serius menangani sampah-sampah yang ada di pasar sampai berserakan ke tengah jalan.
“Liat itu sampah di Pasar Ciampea Lama padahal pedagang membayar retribusi tapi sampah dibiarkan menumpuk hingga berhari-hari bahkan sampai berserakan ke jalan,” katanya.
Sementara menurut salah seorang pedagang, Anto, sampah tersebut memang kerap menumpuk bahkan jika telat diangkut sampai ke tengah jalan. “Kalau saya bayar 500 ribu rupiah untuk restribusi tahun itu sering telat angkut sampahnya, gak tahu kendalanya apa,” ujarnya.
Sementara itu Kepala UPT DLH Wilayah Ciomas, Atang saat dikonfirmasi perihal tumpukan sampah karena volume sampah terus bertambah, sementara jadwal penarikan cuma 2 kali dalam seminggu. “Sampah (yang ada) bukan saja dari pasar tapi (dating) dari luar juga buang disitu,” jelas Atang.
Pameran produk unggulan narapidana bertajuk “One Day, One Prison’s Product” diikuti Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dengan produk Jahe Merah di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Senin (26/4/2021). Pameran ini merupakan rangkaian acara menuju 57 tahun pemasyarakatan
Stand pameran Jahe Merah Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, mendapatkan kehormatan dikunjungi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfudz MD, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard, dan Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto.
Mahfudz MD, mengaku bangga dengan pameran produk narapidana. Ini bisa menjadi embrio bagi penggiat-penggiat industri kreatif hasil binaan dari Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.
Selain itu, juga pameran diharapkan memberi kebermanfaatan, serta menjadi modal berharga bagi para warga binaan di masa mendatang. “Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pemasyarakatan yang terlibat dalam upaya peningkatan pemberdayaan narapidana sehingga mampu mendorong penciptaan dan pengembangan kegiatan ekonomi baru,” ujar Menko Polhukam.
Saat ini, Lapas sudah bertransformasi menjadi institusi yang mampu menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketerampilan dan memiliki produktivitas yang siap berkompetisi dalam persaingan global.
Menkopolhukam menyatakan sikap mendukung sepenuhnya kegiatan One Day, One Prison’s Product tersebut.
Secara patungan anggota satuan TNI AU Lanud Atang Sendjaja membeli sayuran dari pedagang dekat komplek Lanud untuk dibagikan ke warga dan pengguna jalan yang melintas saat Ramadhan 1442 Hijriah dengan tema “Berbagi itu Indah dan Berbagi itu Bertambah”.
Sayuran yang dibagikan mulai dari kangkung, wortel dan tahu tempe, serta ikan ke penggunaan jalan dapat ambil seperlunya tanpa harus membayar sepeser pun. Seperti diungkapkan Kepala Penerangan Lanud Atang Sendjaja Letkol Sus Arobi Rahakbauw bahwa para pengguna jalan raya yang melintas berhenti dan mengambil seperlunya secara gratis.
“Sementara warga yang kebanyakan ibu-ibu, datang dan mengambil sayuran itu,” ujar Kepala Penerangan Lanud Atang Sendjaja Letkol Sus Arobi, kepada Jurnal Bogor baru-baru ini.
Sambung Arobi kegiatan itu merupakan inisiasi secara spontan anggota bujangan di Mes Garuda di bawah pimpinan Komandan Satuan Polisi Militer, Letkol Pom Dadan Triana. Sehingga spontanitas itu pun disambut baik oleh Komandan Lanud ATS sehingga rencana awalnya dilakukan dua kali dalam seminggu, kini berbagi sayuran tersebut dilakukan setiap hari setiap pukul 13.30 WIB.
“Kita belanja mulai dari jam dua pagi berbagai jenis sayuran, kita patungan hingga banyak yang menjadi donatur,” jelas Letkol Sus Arobi.
Menurutnya, setiap memasuki bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok cenderung naik. Sementara daya beli masyarakat berkurang imbas pandemi Covid-19. Untuk itu, melalui kegiatan tersebut, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk berempati bersama dalam melewati masa krisis saat ini.
“Ini bisa menjadi contoh dan menular bagi semua satuan lain di Lanud Atang Sandjaya, kita berbagi di tengah kondisi pandemi Covid-19,” pungkasnya.
Pemerintah Kecamatan Cigudeg bersama Pemerintah Desa Bunar, serta tim Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Cigudeg bergerak cepat (gercep) memberikan bantuan ke warga yang menderita lumpuh atau stroke di Kampung Bunar, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Rabu (28/4).
Terlihat hadir Plt Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Imas, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Titin, TKSK Kecamatan Cigudeg Hambali, berikut Kepala Desa Bunar Jajat Sudrajat serta sejumlah organisi yang tergabung dalam Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM).
Camat Cigudeg Pardi mengatakan, hasil penelusuran Pemerintah Kecamatan Cigudeg pada 27 April 2021, terdapat tiga orang penderita lumpuh di kampung tersebut. “Aksi gerak cepat ini kami besama tim kami lakukan, untuk memberikan bantuan bagi penderita lumpuh di wilayah Desa Bunar. Utamanya untuk meringankan beban penderita dan keluarga,” kata Pardi.
Ia menyebutkan bantuan yang diberikan tentu sesuai kebutuhan, seperti Nenek Umsih diberikan kasur, pampers dan sembako. Sedangkan dua orang lainnya diberikan sembako dan ada pula kursi roda. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga terutama bagi sipenderita. Kami turut prihatin semoga bapak dan ibu lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Bunar Jajat Sudrajat, membuka diri terutama bagi warganya ditengah dalam kesulitan agar tidak cemas untuk komunikasi dengan pihaknya. “Untuk perjalanan dalam pengobatan keluarga penderita, warga jangan cemas mengenai permasalahan biaya transport. Kami siap membantu ditengah kesulitan masyarakat, salah satu pendukung fasilitas masyarakat, yakni kendaraan Desa Siaga beserta supirnya sudah ada. Termasuk transport untuk pembelian bensinnya sudah kami siapkan,” ujar Jajat mengakhiri.
Empat rumah warga di Kampung Curug RT 03 RW 06 Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor terancam amblas, setelah tebingan yang sepanjang 15 meter digerus longsor pada Selasa (27/4) malam, pukul 22:15 WIB.
Tebingan longsor itu menyisakan hanya beberapa meter dari rumah warga. “Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani akan menyebabkan rumah warga bisa terjadi amblas. Masalah ini sudah kami sampaikan ke pihak Kecamatan Leuwisadeng, kemudian untuk ditindaklanjuti ke BPBD Kabupaten Bogor,” kata Kepala Desa Wangunjaya Hanafi kepada Jurnal Bogor, Rabu (28/4).
Menurutnya, rumah warga yang terancam karena jarak rumah mereka berdekatan dengan tebingan tepatnya dikampung Curug, yakni rumah Baenuri, Husen, Soleh fab Nardi. Dalam kejadian ini, kata Hanafi, warga sudah menyampaikan kekhawatirannya karena warga khawatir rumahnya akan amblas.
“Pihak kecamatan akan menyampaikan kondisi longsor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. Kami harap dapat segera ditangani,” harapnya.
Selain rumah warga, tambah, sekretaris Desa Wangunjaya Muhyi, termasuk bangunan Masjid Jami miftahul Fallah terancam karena tidak jauh dengan tebingan.” Sebelumnya Pemdes Wangunjaya berswadaya membangun TP itu sekitar 25 meter, namun tak lama kemudian ambrol kembali.
Tak hanya Kampung Curug, lanjut Hanafi, kejadian serupa juga dialami warga Kampung Suluduk RT 01 RW 11. Pekan lalu tebingan tersebut ambrol sehingga kondisi ini membahayakan lima bangunan rumah yang tidak jauh dengan lokasi kejadian.
Dengan menggunakan uang pribadinya ,pihak desa bersama warganya melakukan gotong royong membangun tebingan sepanjang 20meter. “Karena khawatir longsor susulan kembali terjadi, maka itu kami berinisiatif membangun TPT,” tukasnya.
Pelaksana proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor, keluhkan banyaknya oknum wartawan yang datang ke lokasi proyek kegiatan. Bahkan, oknum wartawan tersebut menakuti-nakuti pelaksana proyek hingga meminta uang dengan nominal jutaan rupiah.
Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Cimande, Irpan Supandi mengeluhkan adanya oknum wartawan yang datang ke lokasi proyek dengan mencari-cari permasalahan. “Saya merasa heran, kok banyak wartawan yang datang ke lokasi hanya mencari kesalahan saja. Ujung-ujungnya minta uang,” katanya kepada wartawan.
Menurut Irpan, proyek P3-TGAI yang dilaksanakan di lokasi DI Cimande, merupakan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) di bawah Ditjen Sumber Daya Air.
“Program yang diawasi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane ini, sangat membantu pasokan air bagi para petani di wilayah Cimande. Kenapa harus direcokin oleh oknum wartawan,” keluhnya.
Ia menjelaskan, untuk proyek P3-TGAI DI Cimande, rencananya dilakukan pembangunan tembok penahan tanah saluran tersier sepanjang kurang lebih 370 meter. “Kurang dari satu minggu saya targetkan pengerjaan proyek P3-TGAI sudah selesai,” papar Irpan.
Keluhan sama juga diutarakan Ketua P3A Putera Pangrango Ciherang, Entis Sutisna. Ia merasa risih terhadap oknum wartawan yang datang ke lokasi proyek dengan mencari-cari kesalahan. “Masa oknum wartawan membawa meteran segala. Wartawan itu tugasnya sosial kontrol dan tidak mencari-cari kesalahan yang bersifat mengada-ada,” keluhnya.
Entis mengaku bingung harus mengadukan kepada siapa terkait adanya oknum wartawan tersebut yang kerap gentayangan ke lokasi proyek P3-TGAI. “Dan dengan cara menakut-nakuti, oknum wartawan tersebut meminta uang,” jelasnya.
Padahal, lanjutnya, proyek P3-TGAI yang dikerjakan nya di lokasi saluran irigasi tersier DI Cilimus, sangat diharapkan para petani di dua desa, yakni Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi dan Desa Ciderum Kecamatan Caringin.
“Perbaikan saluran tersier irigasi DI Cilimus ini sudah lama diinginkan warga, karena untuk memenuhi pasokan air ke area sawah mereka,” tegasnya.
Adanya perbaikan saluran irigasi tersier DI Cimande, mendapat respon positif dari warga terutama para petani di wilayah tersebut.
“Adanya proyek P3-TGAI di desa kami, sawah yang tadinya selalu kekeringan karena sulitnya mendapatkan air, sekarang sudah pasti akan lancar. Dan tidak ada lagi gagal panen akibat kurangnya pasokan air,” tukas Nurdin, petugas perawat saluran air di Desa Cimande.
Kelompok preman yang diduga orang suruhan orang berinisial IM mengintimidasi dan memprovokasi sejumlah pekerja PT Primatama Cahaya Sentosa (PCS) yang sedang membangun mess perkebunan di atas lahan milik PT Buana Estate, Minggu (25/4) lalu.
Diduga kelompok preman itu datang dengan tujuan untuk menguasai tanah seluas 25 hektare. “Atas kejadian tersebut, PT PCS telah memberi kuasa hukum kepada kantor hukum Ariano Sitorus & Partners untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Citeureup. Kami menuntut agar kasus ini diusut sampai tuntas dan menemukan siapa yang jadi dalang atas peristiwa tersebut,” jelas Ahang Pradata, SH, Legal Group PT PCS dalam keterangan persnya, Selasa (27/4).
Diketahui, Polsek Citeureup sendiri telah menerbitkan Laporan Polisi (LP) Nomor STPL/B/133/IV/2021/JBR/RES/BGR/SEK.CTP. Aduan pelapor adalah dugaan tindak pidana pengrusakan secara bersama sama seperti yang di maksud Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun enam bulan.
“Terlapor dalam kasus ini diduga orang-orang suruhan IM yang mengklaim secara sepihak sebagai pemilik atas lahan 25 hektare,” ungkapnya.
Selain masalah pengrusakan, PT PCS juga melaporkan kepada pihak yang berwajib soal klaim hak atas tanah 25 hektare. Menurut Ahang, lahan seluas 211 hektare adalah tanah PT Buana Estate yang diakuisisi PT PCS melalui perjanjian pengadaan lahan pada tahun 2016 antara PT Buana Estate dengan PT PCS dengan objek seluas 211 hektare, dengan alas hak kepemilikan SHGU No.149 yang berlaku hingga tahun 2027.
Lokasi tanah tersebut berada di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup Kabuputen Bogor. “Fakta di lapangan yang terjadi di atas laham itu banyak sekali pihak yang melakukan illegal occupation dan memperjualbelikan kepada pihak-pihak luar,” terangnya.
Salah satu pihak yang diduga mengklaim tanah garapan di atas lahan milik PT PCS adalah IM. IM memberikan kuasa lewat surat tugas resmi kepada orang-orangnya antara lain Ar, Yan dan Yun yang merupakan tokoh ormas di Kabupaten Bogor untuk menjaga lahan seluas 25 hektar yang diklaim sepihak.
“Tanah yang di klaim milik IM merupakan tanah milik PT PCS yang dari Perjanjian penyediaan Lahan oleh PT Buana Estate, tepatnya bagian dari 211 Ha. Tiga orang suruhan IM mengerahkan segerombolan preman untuk menguasai fisik tanah milik PCS dengan cara melawan hukum, karena tidak pernah sediktpun IM menunjukan legalitas kepemilikannya,” terang Ahang.
PT PCS, kata Ahang, berencana melakukan pembibitan tanaman dan penghijauan di area 25 hektare rupanya diklaim oleh IM. Kegiatan pembibitan tanaman dan penghijauan yang dilakukan PT PCS sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor yang menetapkan kawasan tersebut sebagai kawasan perkebunan.
“Kegiatan pembibitan tanaman dan penghijauan yang dilakukan oleh kami selalu di halangi-halangi oleh orang-orang suruhan,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Kapolsek Citeureup, Kompol Ricky Wowor ketika dihubungi wartawan, Selasa (27/4), membenarkan adanya Laporan Polisi (LP) Nomor STPL/B/133/IV/2021/JBR/RES/BGR/SEK.CTP.
“Betul, laporan tersebut telah masuk di Polsek Citeureup dan kita menangani sejak awal namun kita limpahkan ke Polres Bogor,” ungkapnya.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tidak pernah berhenti berkontribusi sebagai wujud bakti pada negeri. Kali ini, melalui layanan fixed broadband unggulan IndiHome, Telkom kembali menyambung kebahagiaan untuk masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19, baik langsung maupun tidak langsung melalui program IndiHome Charity 2021.
Bertepatan dengan bulan penuh berkah Ramadan 1442 H, program IndiHome Charity bertajuk “Berbagi Berkah Tanpa Batas” dilaksanakan oleh Telkom Regional 2 dan Telkom Regional di seluruh Indonesia secara hybrid, di mana sebagian peserta hadir di lokasi acara, tepatnya di masing-masing Telkom Regional (28/4) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan sebagian yang lainnya mengikuti acara secara daring di rumah masing-masing.
Vice President Marketing Management Telkom, E. Kurniawan menjelaskan bahwa program IndiHome Charity merupakan bagian penting dalam menerapkan misi dan nilai-nilai yang diusung oleh IndiHome. Bahwa, bukan hanya fokus pada aspek bisnis, IndiHome juga sangat memperhatikan aspek kepedulian pada sesama dan tanggung jawab sosial.
Program IndiHome Charity kali ini diwujudkan dengan pemberian barang kebutuhan pokok atau sembako serta uang tunai yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Telkom Regional di seluruh Indonesia. Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta didampingi Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional II Teddy Hartadi dan Operation Senior Manager Consumer Marketing Telkom Regional II Bheri Priyo Hartanto menyerahkan bantuan secara langsung kepada masing-masing perwakilan dari Yayasan Dompet Dhuafa Banten, Yayasan Masjid Al-Hidayah Bogor, Yayasan Sausan Karimah Jakarta Selatan dan Yayasan Masjid Al-Ittihad Komplek Tebet Mas.
“Melalui Program IndiHome Charity ini, kami berharap masyarakat yang menerima manfaat bisa lebih kreatif dan produktif dalam menjalankan segala aktivitasnya di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung. Apalagi di momen bulan Ramadan seperti ini, semoga masyarakat dapat meraih Berkah Tanpa Batas Bersama IndiHome,” jelas E. Kurniawan.
Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta (kedua dari kiri) didampingi Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional II Teddy Hartadi (paling kiri) dan Operation Senior Manager Consumer Marketing Telkom Regional II Bheri Priyo Hartanto (paling kanan) menyerahkan bantuan Program IndiHome Charity 2021 kepada perwakilan Yayasan Bina Sarana Al-Ittihad secara langsung di Grha Merah Putih Telkom, Jakarta, Rabu (28/4).
“Mudah-mudahan bantuan yang kita salurkan ini dapat membantu yayasan-yayasan yang berada di dalam lingkungan Telkom Regional 2 dalam mencetak para penerus bangsa yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara kita”, jelas Teuku Muda Nanta.
Selain menggelar IndiHome Charity, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan Gebyar Maju Terus Bersama IndiHome (MTBI) periode triwulan I 2021. Gebyar MTBI merupakan dukungan dari IndiHome berupa dana pendidikan dan modal usaha senilai Rp4 miliar, yang bertujuan untuk mendukung kreativitas dan produktivitas masyarakat Indonesia. Program ini diselenggarakan mulai 1 Januari 2021 sampai 31 Desember 2021.
Program Gebyar Maju Terus Bersama IndiHome 2021 membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pelanggan IndiHome di seluruh Indonesia untuk mendapatkan beasiswa pendidikan, pemberian modal usaha, hingga pemberikan beragam fasilitas yang mendukung kemajuan olahraga hingga industri kreatif termasuk e-sport. Cara mendapatkannya sangat mudah. Bagi pelanggan setia IndiHome, cukup melakukan penukaran undian dengan memanfaatkan redeem poin di aplikasi myIndiHome. Yaitu menukar 200 (dua ratus) poin dengan 1 (satu) nomer kupon undian, bisa juga dengan berlangganan Add-On IndiHome (postpaid), dan disiplin membayar tagihan maksimal tanggal 20 setiap bulannya.
Pelanggan IndiHome yang sudah berlangganan lebih dari 3 bulan untuk semua paket yang diambil, juga berkesempatan mendapatkan tambahan kupon undian. Kesempatan yang sama juga dimiliki bagi yang belum berlangganan IndiHome. Caranya dengan mendaftarkan paket 3P (internet + TV + phone) lewat channel digital IndiHome seperti aplikasi myIndiHome, Customer Service, Landing Page & Growth Hacking, E-commerce, website IndiHome.co.id, dan Kios myIndiHome. Pengundian akan dilakukan pada bulan April, Juli, Oktober 2021, dan Januari 2022.
“Sebagai internetnya Indonesia, IndiHome senantiasa mendukung kreativitas dan produktivitas masyarakat Indonesia melalui tiga misi, yaitu connectivity, creativity, dan charity (3C). Program IndiHome Charity ini, adalah salah satu bentuk dari implementasi misi IndiHome yang diharapkan mendatangkan manfaat dan dampak yang positif bagi bangsa,” lanjut E. Kurniawan.
Untuk informasi lebih lanjut seputar Gebyar Maju Terus Bersama IndiHome 2021 dapat diakses lewat akun media sosial @IndiHome atau laman https://www.indihome.co.id/promo/gebyar-maju-terus-bersama-indihome.
Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Sa’id Al Maqbariy dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwasanya dia bertanya kepada Aisyah radliallahu ‘anha tentang cara shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Ramadhan. Maka Aisyah radliallahu ‘anha menjawab:
Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (melaksanakan shalat malam) di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya lebih dari sebelas raka’at. Beliau shalat empat raka’at, maka jangan kamu tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian Beliau shalat empat raka’at lagi dan jangan kamu tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian Beliau shalat tiga raka’at.
Lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum melaksanakan Witir ?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, namun hatiku tidaklah tidur.
Keberuntungan dalam hidup pasti sangat diinginkan seseorang. Karenanya, manusia selalu berusaha meraih keberuntungan itu baik berupa materi, popularitas, jabatan dan harta lainnya.
Bagi seorang muslim dunia bukanlah tujuan hidup abadi. Dunia hanyalah tempat ujian sementara sebelum datangnya maut. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa! Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh, nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr: 1-3)
Ada empat perkara yang tidak merugikan seseorang di dunia, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis berikut:
“Empat perkara yang apabila ada padamu, tidak akan merugikan lepasnya segala sesuatu dari dunia dari padamu, yaitu: (1) Memelihara Amanah, (2) Benar dalam berbicara, (3) Akhlak yang baik, (4) dan Bersih dari tamak.” (HR Ahmad) Dalam ceramah kultum Ahmad Yani dilansir dari Pustaka Ibnu Abuhu menjelaskan keempat perkara itu.
1. Menjaga Amanah Kehidupan di dunia ini tak lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta yang banyak, ilmu yang luas, kedudukan yang tinggi merupakan amanat yang diberikan Allah kepada kita. Rasulullah bersabda: “Tidak beriman orang yang tidak memegang amanat, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati.” (HR. Ahmad)
2. Benar Dalam Berbicara Bertutur kata baik dan benar merupakan salah satu ciri orang beriman. Apabila seseorang benar dalam berbicara, maka dia telah memenuhi salah satu syarat guna memperoleh jaminan surga. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulutnya) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya syurga.” (HR. Al-Bukhari)
3. Akhlak Yang Baik Akhlak yang baik merupakan kekayaan paling mahal bagi seorang muslim. Karena itu, Rasulullah diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Itu pula sebabnya, manakala orang tua telah mendidik akhlak anaknya dengan baik, itu menjadi pemberian yang paling berharga ketimbang pemberian materi yang paling mahal sekalipun. Rasulullah bersabda: “Tidak ada pemberian yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pendidikan adab (akhlak) yang baik.” (HR. at-Tirmidzi)
4. Tidak Tamak Atau Serakah Tamak atau serakah merupakan salah satu sifat tercela. Keserakahan ternyata bukan hanya membuat seseorang tidak pandai bersyukur, tapi juga akan menempuh cara-cara tidak halal untuk mewujdkan keinginannya. Ketika seorang sahabat datang kepada Rasulullah guna menanyakan tentang amalan yang akan membuat manusia dicintai Allah dan manusia, Rasulullah menjawab: “Hiduplah di dunia dengan zuhud (bersahaja), maka kamu akan dicintai Allah, dan janganlah tamak terhadap apa yang di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia” (HR. Ibnu Majah).