24.1 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1219

Sambangi PSKS, GMKB Salurkan Paket Sembako

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) mengunjungi Graha Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) untuk kedua kalinya di Kampung Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/5).

Diketahui, PSKS yang merupakan rumah tempat para santri tuna netra menimba ilmu dan pembinaan orang terlantar itu berada dibawah binaan Ketua Karang Taruna Kabuoaten Bogor dan Kang Dian Nugraha sebagai pekerja sosial masyarakat.

Ketua Umum GMKB Ridho mengatakan kunjungan tersebut selain untuk ajang silaturahmi juga untuk saling berbagi. Dalam kunjungannya GMKB memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, baju koko serta sarung dan sembako.

“Kami menyampaikan bantuan yaitu sarung baru juga sarung layak pakai dan baju koko selain itu juga sembako berupa beras, telur, tahu dan makanan untuk berbuka puasa,” katanya.

Sumber dana yang disalurkan, merupakan hasil donatur dari sejumlah pihak yang memang nemiliki sosial tinggi untuk berbagi dan menebar kebaikan terhadap sesama.

“Beberapa donatur eksternal yang ikut menyumbang diantaranya adalah Dirut RSUD Kota Bogor Dr.Ilham, Kasi Pelayanan Dinkes dr Tri, Lurah Kedung Bapak Beri dan beberapa warga perum Tasmania juga yang lainnya selain dari sumbangan anggota GMKB,” ujarnya.

Sumbangan tersebut, diberikan dalam rangka meringankan beban pengurus pesantren dan juga sebagai bentuk kepedulian dari GMKB.

“Insyaallah jika ada rejeki lagi kami akan kembali lagi ke pesantren tuna netra ini. Di Graha PSKS juga ada dibina orang dalam gangguan jiwa dan orang terlantar,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Blok F Jadi Target Kawanan Pengutil

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembanh, belum lama beroperasi, namun sudah menjadi incaran kawanan pengutil. Pasalnya, dalam sepekan terakhir dua kejadian pengutilan baju terjadi di pasar tersebut.

Bahkan, baru-baru ini petuga keamanan Blok F menangkap komplotan yang mencuri pakaian muslim di salah satu toko. Saat ditangkap, pelaku kedapatan mengambil 17 pakaian muslim yang disembunyikan dalam salah satu rok pelaku pada pekan lalu. Sebelumnya, security juga membekuk pengutil dengan modus yang sama.

Project Manager PT Mulyagiri Yayat Sudrajat membenarkan perihal kejadian tersebut. “Selain disimpan dalam rok, pelaku juga menyiapkan kantung plastik besar untuk menaruh barang hasil curian. Identitasnya M dan M, usia diatas 50 tahun,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/5).

Untuk mengantisipasi kejadian serula terulang, pihaknya memasang 24 titik CCTV. Sebab, jelang Idul Fitri volume pengunjung naik hingga 4 ribu orang per hari.

Terpisah, Kepala Urusan Operasional Blok F Trade Center, Ajie menjelaskan ikhwal peristiwa tersebut. “Awalnya ada ibu-ibu mencurigakan cara berjalannya, setelah didekati dia lari ke arah Blok B. Pas ditangkap dan diperiksa ternyata ada baju dalam rok. Mereka mencuri di Toko Langganan,” katanya.

Namun, kata dia, masalah tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan, dan pelaku diminta membayar 17 baju seharga Rp1,7 juta. “Jadi pemilik toko masih memberikan toleransi saat Ramadan sehingga tidak perlu dibawa ke pihak berwajib. Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka berasal dari Tanjung Priok Jakarta,” katanya.

Untuk memberikan efek jera, sambung dia, petugas menempelkan setiap foto pengutil di tiap titik Blok F, agar pemilik toko dan pengunjung dapat mengenali mereka.

** Fredy Kristianto

Pemkot Matangkan Kehadiran Trem

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan kehadiran trem. Pasalnya, belum lama ini pemkot  telah menyambangi salah satu titik lokasi, yang rencananya akan dijadikan depo trem.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rudy Mashudi mengatakan, terdapat tiga opsi lokasi untuk dijadikan depo trem. Diantaranya, lahan milik Jasa Marga di sisi Tol Jagorawi, Stasiun Bogor dan lahan milik salah satu pengembang perumahan di kawasan Tanah Baru atau tepatnya di sebelah gardu induk PLN.

“Kami sudah meninjau salah satu titik, yakni di kawasan Tanah Baru atau tepatnya di dekat Gardu Induk PLN. Disana ada lahan milik perumahan yang masih kosong. Tapi tentu saja, hal itu harus menempuh studi kelayakan terlebih dahulu,” ujar Rudy kepada wartawan, Minggu (2/5).

Menurut dia, berdasarkan kajian dari Colas Rail agar trem dapat beroperasi di Kota Bogor harus didukung fasilitas seperti depo dan tempat pemeliharaan. “Saat ini lokasinya sedang dikaji,” katanya.

Depo trem, kata Rudy, membutuhkan luasan lahan lima hingga 10 hektar, dan lahan di kawasan Tanah Baru tersebut memungkinkan untuk dijadikan depo.

“Dari hasil pembicaraan dengan pengembang perumahan tersebut, di dalam site plan mereka memang sudah ada frontage sepanjang 10 meter,” katanya.

Rudy menegaskan bahwa pengembang menyambut baik, serta sempat menanyakan bagaimana pola yang digunakan. “Apakah ganti untung, ganti rugi atau sewa. Tetapi urusan tersebut tetap harus menempuh mekanisme appraisal dan studi kelayakan untuk memutuskan, jadi atau tidaknya,” beber Rudy.

Kendati demikian, sambung Rudy, Pemkot Bogor tak mau terburu-buru memutuskan, mengingat masih ada beberapa opsi lokasi penempatan depo trem.

“Sedang dikaji beberapa tempat. Bisa di stasiun, bisa juga di lahan Jasa Marga sepanjang Tol Jagorawi. Ya, kita cari dulu yang layak. Kami masih lakukan penjajakan dengan berbagai pihak, termasuk Jasa Marga,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor dapil Bogor Utara, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) menyambut baik rencana pemkot membuat depo trem di kawasan Tanah Baru. Namun, kata dia, pembangunan di area tersebut harus dapat memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar, terutama mengenai perekonomian.

“Yang harus diperhatikan pemerintah, bukan hanya sebatas studi kelayakan dan efek lingkungan saja. Melainkan, bagaimana dengan potensi perekonomian bagi warga sekitar,” jelasnya.

Dengan kata lain, sambung ASB, apabila depo trem nantinya jadi dibangun di kawasan itu, pemerintah harus dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat di dalamnya sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Selain itu, ASB meminta Pemkot Bogor terlebih dahulu memperbaiki permasalahan di kawasan tersebut, seperti banjir lintasan, longsor dan lain sebagainya. “Jangan sampai kehadiran depo, juga malah menyebabkan permasalahan baru,” ucapnya.

Tak hanya itu, ASB pun mempertanyakan seberapa penting kehadiran trem di Kota Bogor, sehingga pemerintah begitu berapi-api mendatangkan moda transportasi berbasis rel tersebut. Sebab, sambungnya, apabila alasannya untuk mengurai kemacetan, Pemkot Bogor juga harus membenahi beberapa hal. Diantaranya perbaikan infrastruktur penunjang, parkir bahu jalan, hingga lebar ruas jalan yang akan dilewati trem.

“Trem itu kan akan melintasi SSA. Sedangkan disana jalur padat. Sementara program seperti konversi 3:1 dan rerouting angkot belum sepenuhnya berjalan. Lantas sudah ada tidak kajian mengenai ketertarikan warga menggunakan trem? Berapa tarifnya? Sesuai tidak dengan kemampuan masyarakat? Saran saya pemkot lebih baik fokus dulu menuntaskan satu program,” jelasnya.

Ia juga menyoroti, mengenai kabar yang berhembus bahwa kehadiran trem salah satunya untuk mendukung fasilitas Transit Oriented Development (TOD). “Kalau benar kabar tersebut. Artinya keberadaan trem ini bukan untuk melayani transportasi warga, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pihak lain,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

KB Bukopin, Konsisten Lanjutkan Transformasi di New Normal

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi telah menyebabkan krisis di berbagai bidang. Hal ini telah membuat masyarakat harus terbiasa dengan banyak kebiasaan baru (new normal).  Dimana berjarak menjadi sesuatu yang biasa dalam interaksi.

Sebagai bagian dari industri perbankan, KB Bukopin berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19.  

“Sebetulnya momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi kami melakukan transformasi secara total,” jelas Rivan Purwantono, Presiden Direktur KB Bukopin, di Jakarta, belum lama ini.

Rivan menjelaskan, bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja, selain dampak dari pandemic juga disebabkan krisis “infodemi” atau banyaknya hoax dan pemberitaan negatif yang terjadi mulai  Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia.

”Ini adalah titik terendah, begitu banyak hantaman yang kami hadapi, tapi dengan kokoh bersama mengatasi berbagai tantangan dan memulihkan kepercayaan masyarakat, kami akan kembali bangkit lebih kuat. Memasuki tahun 2021 kondisi ini sudah membaik, dan transformasi yang dilakukan sudah on track dan sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025.” tambahnya.

Perseroan telah mencapai beberapa milestone perbaikan dan recovery lebih lanjut di tahun 2021. Diantaranya peningkatan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih rendah, sedangkan BOPO secara year to date turun.

Naiknya dana pihak ketiga didominasi dengan sentimen positif  dari lini Korean Desk yang pada posisi Maret 2021 telah mencapai Rp 2,4 triliun dan ditargetkan  terus tumbuh untuk memperkaya diversifikasi nasabah KB Bukopin. 

Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery dan improvement berbagai aspek Perseroan. Di sisi bisnis,  misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis  dengan kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk  memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, termasuk perluasan  market ke Korean link business, dan lainnya.

Terkait kesiapan digital banking, Perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan QR code, simplikasi proses KYC, cardless withdrawal, dan lainnya.

Sedangkan  transformasi digital untuk jangka panjang dilanjutkan hingga KB Bukopin memiliki sistem yang  canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT nya dikembangkan sendiri  dan akan diadaptasi oleh Perseroan.

“Transformasi total ini terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin, dan kami terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia.” Tutup Rivan. 

Handy Mehonk | **

Turun ke Lapangan, Direksi Perumda Tirta Pakuan Silaturahmi Langsung dengan Pelanggan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kembali Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indra Gusniawan, didampingi Direktur Umum Rivelino Rizky serta Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf, turun ke lapangan serta bertemu dengan pelanggan sambil menyusuri jalur pipa kondisi pelayanan di wilayah zona 1, beberapa waktu lalu.

Blusukan di wilayah ini dimulai dari arah Gang Gudang Garam Kelurahan Sindangrasa hingga di Muarasari.

Direkrut Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indra Gusniawan menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk upaya penyampaian informasi, sosialisasi ke rumah warga dan tokoh masyarakat sekaligus silaturahmi di bulan Ramadan 1442H.

Dalam kunjungan tersebut, Rino Indra mendengarkan informasi keluhan dan masukan warga tentang kondisi pelayanan di wilayah zona 1 tersebut.

Setelah mendengar sejumlah aspirasi, Rino Indra membeberkan, kondisi sistem pengaliran di wilayah zona 1 tersebut, nanti ada beberapa rencana yang akan dilakukan kedepan. Karena di wilayah zona 1 mulai padat, dengan adanya Mall, Rumah Sakit.

“Kondisi perekonomian mulai bangkit di zona 1 akan tetapi air masih kurang, akhirnya kita mencari solusi menyekat sampai ke Mall Boxies123,” kata Rino dalam keterangan persnya, Minggu (2/5).

Dijelaskannya, langkah itu diambil karena wilayah yang berada di bawah supaya dapat pasokan seperti daerah dari sekitar Boxies123 ke Komplek Pakuan dan Sukasari.

Tak hanya itu, Rino menambahkan, bahwa gangguan pengaliran di wilayah Sindangrasa karena dampak referral server Rancamaya yang belum stabil. “Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sedang berupaya mengatur sistem pengaliran untuk menjaga keseimbangan pasokan air di wilayah zona 1,” ungkap dia.

Agar mengatasi masalah yang ada, Rino menawarkan pemasangan reservoir local kapasitas 50 meter kubik. Untuk membantu sistem pengaliran di wilayah tersebut.

“Warga di persilahkan mencari lahan yang ideal, kemudian Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang mendirikan bangunan tersebut bersama instalasinya,” tandas dia.

Rino mengatakan, sekarang mulai mengurangi jumlah beban pelanggan di masing-masing wilayah tersebut, dan ini terus akan di lakukan.

“Insya Allah di tahun 2021 akan merencanakan penambahan kapasitas air. Nanti kita akan tambah 50 liter per detik airnya, dan mudah-mudahan lancar,” tukasnya.

Rino menuturkan, jika kerjasama dan doa dari masyarakat dan pelanggan, agar program-program perbaikan sistem pengaliran zona 1 dapat terus berjalan supaya pelayanan Tirta Pakuan bisa lebih baik lagi.

** ass/bay/rls

Pemdes dan Anggota Dewan Santuni Anak Yatim Tegal Waru

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Tegal Waru bersama anggota DPRD Kabupaten Bogor M Rizky melaksanakan santunan yatim di Pendopo Desa Tegal Waru, Sabtu (1/5/2021). Dalam kegiatan itu ratusan anak yatim dari sejumlah lingkungan yang ada di Desa Tegal Waru dijemput untuk diajak berbuka puasa bersama dan setelah itu diberikan satunan.

Kepala Desa Tegal Waru, Nunung Nuriyah mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda rutin yang berkolaborasi dengan anggta Dewan Kabupaten Bogor M Risky. “Yang disantuni se-Desa Tegal Waru ada 400 yatim kegiatan ini berkolaborasi dengan Kepala Desa dan  M. Risky Anggota Dewan Kabupaten Bogor komisi yang juga merupakan putra kami,” kata  Nunung Nuriyah kepada wartawan.

Lebih lanjut, ia berharap di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mengajak kepada masyarakat untuk selalu berbuat baik. “Saya pun mengajak kepada masyarakat yang punya rezeki lebih, agar kita selalu berbagi kepada yang sangat membutuhkan apalagi anak-anak yatim, ” ujarnya.

Hal serupa diingat M Rizky yang duduk di Komisi II, setiap Ramadhan semua muslim melaksanakan zakat mal. “Jadi tiap tahun ini memang rutin melaksanakan zakat mal yang menjadi satu kewajiban umat Islam untuk menyisihkan penghasilannya 2,5 persen,” ujarnya.

Menurut politisi Fraksi Gerindra ini, jika ingin berbagi terhadap anak yatim atau sesama sebetulnya tidak perlu menjadi anggota dewan atau pun Bupati, namun semua manusia harus memiliki rasa peduli terhadap anak yatim.

“Tidak perlu jadi dewan, atau Bupati atau orang penting semua orang sebenernya jika memiliki rasa kepedulian terhadap sesama, anak yatim itu bisa kita lakukan,” pungakasnya.

** Cepi Kurniawan

Dinsos Berikan Kursi Roda, Nenek Siti Senang

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Nenek Siti yang berusia 80 tahun warga Kampung Baru RT 03 RW 04, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng sudah satu tahun ini menderita lumpuh. Kini untuk menunjang aktivitasnya telah dibantu berupa kursi roda. Nenek Siti pun tampak senang.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor Dian Mulyadiansyah mengatakan, pemberian bantuan bagi penderita lumpuh seperti Nenek Siti merupakan wujud nyata hadirnya pemerintah ditengah wabah pandemi Covd-19 yang masih berlangsung ini. “Bantuan yang diberikan sesuai kebutuhannya,” ujar Dian kepada Jurnal Bogor, Minggu (2/5).

Menurutnya, terjalin kerjasama yang baik telah dilakukan sehingga tidak ada masalah yang tidak terselesaikan. “Karena sesuai amanat undang -undang sosial itu tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Dian, pihaknya mendukung  program Pancakarsa salah satunya menjadikan Bogor sehat dan berkeadaban. ” Oleh karenanya sesuai arahan Bupati Bogor bagaimana cara mengatasi ketika adanya aspirasi dari bawah. Semua bergerak  guna mendukung masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Dian menjelaskan, dimasa pandemi ini, dia mengapresiasi jurnalis yang sudah menyuarakan sosial masyarakat bawah, begitu juga dengan tim IPSM dan Kecamatan termasuk pihak swasta untuk bersama sama membangun  Kabupaten Bogor.

Dalam unggahan di laman Facebook Kecamatan Leuwisadeng diinformasikan perihal bantuan ini dengan bertuliskan “Pinjaman kursi roda kepada Nenek Siti bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan Yayasan Roda Harapan Indonesia.”

Sementara kunjungan ke Nenek Siti pun dihadiri komedian kondang Aziz Gagap. “Semoga sekecil apapun yang bisa kami perbuat bisa bermanfaat untuk Nenek Siti dan semoga penyakit yang dideritanya bisa sembuh kembali,” demikian harapanya.

** Arip Ekon

Katar Kedep dan BTJ Kolaborasi Bagikan Takjil

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna Unit 19 Kedep Tlajung Udik Kecamatan Gunung Putri, berbagi takjil kepada para pengendara yang melintasi jalan desa, tepatnya di Kampung Kedep. Sebanyak 1.500 kotak kolak maupun candil dibagikan sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang maghrib, Minggu  (02/5/2021).

Ketua Pokja Karang Taruna Kampung Kedep Nedi Junaedi menyampaikan, kegiatan ini menjadi program tahunan dan rutin dilaksanakan. Para pengendara yang melintas menjadi prioritas dalam pembagian takjil. Adapun sisanya, nanti akan dibagikan di beberapa mushola di desa mereka.

“Kegiatan ini melibatkan Pokja Karang Taruna sekampung Kedep, dan anggota Bogor Timur Jurnalis, adapun dana yang digunakan adalah anggaran internal dan donasi dari para donatur, ada juga donasi dari luar karang taruna, kita tidak meminta ke masyarakat, tapi kalau ada yang ngasih kita terima,” terang pria yang akrab disapa Alex.

Ia juga menjelaskan, upaya ini sebagai awal gebrakan Pokja Karang Taruna sekampung Kedep, tidak hanya berbagi takjil, namun juga ada program-Program di bidang social lainnya. “Alhamdulilah di awal ini semua anggota kompak dan antusias.”

“Alhamdulilah para anggota merespon dan sangat antusias yang tinggi Pokja ini juga untuk mempererat silaturahim antarwarga, terima kasih kepada masyarakat yang mendukung program ini saya juga banyak terimakasih kepada para support yang mendukung acara ini,” ujarnya

Di tempat yang sama, Ketua Bogor Timur Jurnalis Sudadi berharap Karang Taruna RW 19 ini menjadi contoh para Karang Taruna lainnya bukan hanya di Karang Taruna RW 19 ini. “Iya saya berharap Pokja ini menjadi contoh karang taruna lainya juga, saya mendukung penuh karang taruna yang mempunya program positif, BTJ juga selalu ada untuk masyarakat,” ujarnya Dadi yang khas dengan rambut godrongnya tersebut.

** Nay Nur’ain

Bagikan BST, Kades Leuwinutug Berharap Perbaikan Ekonomi

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 367 KPM, di aula desa Leuwinutug, Sabtu (01/05). Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Desa Leuwinutug Yayan mengatakan bahwa BST ini untuk 2 bulan yaitu Maret dan April dengan besaran 600 ribu per KPM.

“Semoga bisa memperbaiki sedikit ekonomi masyarakat dengan adanya bantuan BST yang terakhirnya, dan berharap Covid-19 ini cepat usai hingga masyarakat bisa kembali beraktivitas untuk memulihkan ekonominya,” kata Yayan.

Terpisah, Kades Leuwinutug Deden Saiful Hamdi mengatakan, dengan berhentinya BST dari pemerintah ini membuat masyarakat makin bangkit untuk memperbaiki kehidupan ekonominya.

“Semua kalangan terdampak dengan adanya Covid-19 ini, tak terkecuali pengusaha atau orang kaya sekalipun, sehingga bantuan dari pemerintah merata, oleh karena itu dengan berhentinya bantuan ini mengembalikan kemandirian kita untuk meningkatkan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

**  Nay Nurain

Achmad Fathoni Sayangkan Potensi CSR

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Rapat Bapemperda dengan agenda pengkajian Perda Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau lebih akrab dengan sebutan CSR, Kamis (29/04), anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni yang juga anggota Bapemperda menyayangkan potensi yang masih kurang optimal.

Achmad Fathoni mengatakan dalam kesempatan memimpin rapat Bapemperda tersebut sekaligus berkesempatan mendengarkan kajian dari tenaga ahli Fakultas Hukum Unpak Muhammad Mihradi dan Nazarudin.

“TJSL di Kabupaten Bogor memiliki potensi yang sangat besar seiring dengan besarnya jumlah perusahaan, hanya sayangnya potensi ini masih kurang dioptimalkan, terlalu lemah dalam perencanaan, koordinasi pelaksanaan serta pengawasan,” jelasnya saat berbincang-bincang di kediamannya bersama Jurnal Bogor, Jum’at (30/04).

Menurutnya, kedepannya Perda akan diubah sekaligus memastikan potensi CSR optimal dalam memperbaiki kondisi masyarakat Kabupaten Bogor terutama yang terdekat dengan perusahaan. Ada beberapa poin dalam rapat tersebut yang dibahas diantaranya, TJSL mestinya tidak berdasarkan prosentase dari keuntungan, tapi kewajiban perusahaan untuk mengalokasikannya.

“Selain itu pemda mestinya berperan lebih baik dengan membuat perencanaan potensi serta perencanaan kegiatan dan kebutuhan masyarakat yang dibiayai dari dana CSR,” tegasnya.

Masih menurut Aleg PKS tersebut, seharusnya ada pelaporan secara berkala dan detail terkait pengumpulan dan penyaluran CSR, baik kepada DPRD maupun publik.

“Dan seharusnya TJSL/CSR tidak dipakai untuk mengganti kewajiban pemda dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat tapi mestinya bersifat perbaikan kondisi dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain