23.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1206

Bupati dan Kapolres Tinjau Korban Bencana Longsor Cigudeg

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Bupati bersama Kapolres Bogor pada Rabu pagi (19/5/2021) kunjungi korban banjir bandang di Kampung Kadaung Hilir, Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang terjadi pada Senin (17/5/2021) malam lalu, yang menyebabkan sebagian rumah warga mengalami rusak berat.

Menurut Bupati Bogor, Ade Yasin usai tinjauannya mengatakan banjir bandang tersebut selain intensitas hujan yang tinggi, juga karena adanya tanggul di Kali Cidangder jebol.

“Tadi kita tinjau sampai ke sungai teryata ada tanggul yang jebol, karena debit air yang tinggi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, kepada wartawan.

Bupati juga menambahkan rumah warga yang rusak itu mereka yang berada di pinggir sungai, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

“Rata rata mereka rumahnya yang rusak itu mereka yang berada di pinggir sungai. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,”katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Ade Yasin mengatakan pasca banjir bandang ini permasalahan tidak hanya perbaikan rumah warga yang rusak, namun perbaikan tanggul yang jebol dan juga pengerukan sungai.

“Pengerukan sungai harus dilakukan agar tidak terjadi kejadian serupa karena bisa dilihat masalah utamanya pendangkalan sungai,” katanya.

Lebuh lanjut Bupati juga mengatakan untuk peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cigudeg tidak hanya di Rengas Jajar, namun ada beberapa desa lain yang juga terkena banjir bandang.

“Ada tiga desa yang terdampak banjir bandang, Desa Rengas Jajar, Tegal Lega, Batu Jajar, dengan 300 KK yang terdampak,” katanya.

Sementara itu dari pantauan, rumah warga di kampung tersebut sebagian ada yang runtuh serta seluruh perabotan rumah tidak dapat digunakan lagi.

Warga, Ijah mengatakan bahwa peristiwa banjir bandang disebabkan oleh hujan yang turun sejak sore hingga malam hari.

“Pertamanya saya juga tidak tahu karena sedang menonton tv. Tiba-tiba ada pemberitahuan melalui pengeras suara dari masjid yang mengimbau agar warga meninggalkan rumah. Tidak lama, air sudah sepinggang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ijah memaparkan bahwa banjir bandang yang terjadi merupakan kiriman dari hulu.

“Kalau hujan sebenarnya sih tidak terlalu besar. Ini kiriman dari hulu dan pada akhirnya warga sini ikut terdampak luapan air (banjir bandang),” tegasnya.

Sementara itu, usai pengumuman yang berasal dari masjid, seluruh pemuda langsung berjibaku membantu evakuasi warga.

“Pemuda langsung bergerak membantu evakuasi. Tidak lama, rumah warga yang di tepi kali sudah hancur dihantam banjir,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Bupati: Banjir Bandang karena Pendangkalan Sungai

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor menyebut banjir yang terjadi di tiga desa di Kecamatan Cigudeg, masalah utamanya karena adanya pendangkalan kali dan jebolnya tanggul sungai.

Bupati juga mengatakan akan melakukan pendataan ke para kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Cigudeg akan adanya dugaan tambang ilegal yang menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai.

“Kita akan tanyakan ke kepala desa mana saja tambang ilegal, dan minta ke Kapolsek untuk melakukan penindakan,” kata Bupati Bogor.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan pihak akan memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu, dan jika memang terbukti banjir bandang itu disebabkan karena adanya aktivitas tambang Ilegal dan liar tentu akan dilakukan penindakan tegas.

“Dilakukan penyelidikan dulu, kalau memang hasil penyelidikan tentu dari kami akan tindakan tegas,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati dan Kapolres Bogor saat melakukan tinjauan ke lokasi bencana di Kampung Kedaung Ilir, Desa Rengas Jajar juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk korban yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (17/5/2021) lalu.

** Cepi Kurniawan

Cegah Kerumunan, Tempat Wisata dan TPU Sempat Ditutup

0

Di masa pandemi, munculnya kerumunan harus dihindari untuk menekan potensi penularan covid-19. Dengan alasan itulah Pemerintah Kota Bogor pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H lalu, menutup 17 tempat wisata untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Demikian pula dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU).


Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan dua alasan penutupan belasan tempat wisata tersebut. Pertama, dalam rangka menyelaraskan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta. “Di Jakarta tempat wisata tutup, maka Kota Bogor tutup. Kami tidak ingin tempat wisata membludak,” kata Bima saat meninjau arus kendaraan di Pos Penyekatan Tol Bogor, Minggu (16/5/2021).


Alasan kedua, berdasarkan memantauan sejak Minggu pagi, para pengunjung terus berdatangan ke berbagai titik lokasi wisata dengan sistem buka-tutup. Hanya saja, volume pengunjung terus bertambah sehingga melebihi kapasitas. “Tadi pagi masih buka tutup. tetapi ketika menjelang siang, melebihi kapasitas. Arus pengunjung terus masuk, maka diputuskan kami tutup,” katanya.


Terkait dengan fenomena itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memerintahkan jajarannya untuk memonitor salah satu objek wisata kolam renang di Kecamatan Bogor Selatan. Pemantauan dilakukan sekitar Jam 11.30 WIB, dengan jumlah pengunjung sampai jam 10.00 Wib berjumlah 2.977 orang. “Kapasitas The Jungle Waterpark sekitar 8.000 pengunjung,” katanya. Akhirnya pada pukul 10.00 WIB, The Jungle Waterpark ditutup. Pengunjung diimbau tidak berkerumun dan sebagian mereka meninggalkan lokasi.


Sementara itu, di Kebun Raya Bogor (KRB), yang menjadi salah satu tujuan wisata selama masa libur lebaran, sejumlah pengunjung telah berkumpul di pada Minggu pagi (16/5/2021). Hari itu dilaporkan, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 9000 orang, jumlah yang nyaris mendekati kapasitas maksimalnya. Meski begitu, dinilai tidak terjadi kepadatan yang mengkhawatirkan.


Didampingi Kepala Satpol PP Agustiansyah dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Atep Budiman, hari Minggu itu Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau Kebun Raya dengan berkeliling areal tersebut. “Hari ini terlihat lebih padat dari kemarin, makanya kami lakukan antisipasi untuk perketat pengawasan,” ungkapnya.


Di pihak lain, pengelola KRB pun telah menyebar timnya untuk memecah kerumunan di dalam areal yang cukup luas. Mereka telah mengantisipasi lonjakan pengunjung di libur lebaran.


Sebelumnya pemantauan juga dilakukan Wali Kota Bogor, pada Rabu (12/5/2021) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blender, Kebon Pedes. Kedatangannya untuk memastikan kebijakan peniadaan ziarah kubur untuk pengunjung, berlaku di seluruh pemakaman di Kota Bogor, dari 12 hingga 16 Mei 2021.


Kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan para kepala daerah di Jabodetabek guna mengantisipasi penyebaran covid-19. “Ini merupakan kesepakatan bersama dalam rangka penanganan covid-19. Kita tidak ingin terjadi gelombang kedua dan tidak ingin Indonesia seperti India yang terkena tsunami covid-19. Saya meyakini ini tidak mudah tapi ini adalah ikhtiar maksimal kita agar tidak terjadi kerumunan warga,” kata Bima Arya usai meninjau TPU Blender.


Menurut Bima, penumpukan warga yang terjadi di tempat pemakaman umum untuk ziarah dari tahun ke tahun sulit dikendalikan. Di samping itu ia juga memahami, penutupan TPU berdampak secara ekonomis pada warga sekitar yang selalu mengais rezeki tahunan.


Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor menyerahkan bantuan berupa sembako, khususnya bagi para pekerja di kawasan TPU. “Untuk para ibu yang menjadi penjual bunga dan ikut terdampak, kami akan koordinasikan guna meringankan sedikit beban mereka. Di area TPU Blender, kurang lebih ada 25 penjual bunga yang merupakan warga asli sekitar pemakaman. “Mudah-mudahan ini rezeki yang tertunda, karena setelah hari Minggu makam akan dibuka secara bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.


Kepada peziarah yang kedapatan di area pemakaman pada Idul Fitri, petugas melakukan penanganan secara persuasif. Pada dasarnya, penanganan yang dilakukan adalah untuk mencegah agar tidak terjadi kerumunan. Di Kota Bogor ada 8 TPU dan TPU Blender menjadi salah satu yang selalu ramai dikunjungi di samping TPU Dreded.


“Kami bertindak sesuai arahan Bapak Wali Kota, mengedepankan langkah persuasif dan tidak ada sanksi. Kami menyampaikan dan menghimbau warga untuk sementara waktu untuk berziarah. Pengaturan dan pengawasan tetap kami laksanakan ketika nanti selesai batas waktu penutupan sementara TPU,” jelas Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah.


Di TPU Blender, ada 12 akses masuk dan untuk setiap akses masuk disiagakan 2 personel Satpol PP dan diperkuat personel tambahan. Hal serupa diterapkan di TPU lain. Itulah ikhtiar yang seyogianya didukung semua pihak, karena demi kepentingan bersama. **

Cigudeg Diterjang Banjir Bandang

0

400 Jiwa Terdampak

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin sore (17/5/2021) mengakibatkan terjadinya banjir bandang di aliran sungai Rahong, Kampung Pasir Ipis, Desa Tegal Lega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kejadian banjir bandang terjadi Selasa malam pukul 19.00 Wib.

Pasca banjir bandang dari pantauan Selasa (18/5/2021), sejumlah rumah warga tampak hancur dan rusak berat, dan warga pun banyak yang kehilangan harta bendanya dan hewan peliharaan akibat terbawa banjir bandang.

Menurut korban banjir bandang, Wiwi saat kejadian ia bersama anak dan suaminya sedang nonton tv, hujan saat itu memang sudah terjadi sejak sore hari.

Namun usai Magrib ada suara gemuruh air, saat itu belum seberapa, tapi selang beberapa menit tiba-tiba suara gemuruh makin kencang dan warga lain berteriak bahwa ada banjir bandang.

“Suami saya tidak pikir panjang lagi langsung mengajak saya dan anak saya untuk menyelamatkan diri dan air itu langsung menghantam rumah termasuk rumah saya,” kata Wiwi.

Wiwi mengatakan pasca banjir bandang itu harta benda miliknya tidak terselamatkan termasuk pakaian.

“Ini saya hanya cuci pakaian yang masih ada bercampur lumpur saya cuci karena harta benda terendam banjir bandang,” kata Wiwi.

Warga Lain, Ali mengatakan banjir bandang begitu cepat karena air langsung datang tiba-tiba besar.

“Air langsung besar saya pun langsung berteriak awas bajir bandang, warga langsung berhamburan keluar,” katanya.

Lanjut Ali ada satu keluarga yang alami luka luka karena telat menyelamatkan diri.

“Beruntung hanya luka luka saya satu keluarga kebetulan rumahnya dekat pinggir kali,” ujarnya.

Sementara menurut Staf Desa Tegal Lega, Roby, rumah yang rusak berat itu ada 7 rumah dan 1 musolah hancur.

“Sementara untuk yang terdampak ada 45 rumah dan 400 jiwa terdampak di 4 R, RT 01,05, 03 , 04 RW 09 sama 10,” ujarnya.

Untuk sementara saat ini warga korban banjir bandang tinggal di rumah sanak keluarganya yang selamat dari terjangan banjir bandang. Dalam peristiwa banjir bandang itu juga tidak hanya rumah warga yang rusak, namun hewan peliharaan warga seperti kambing ,kerbau dan ayam juga hilang diterjang banjir bandang.

** Cepi Kurniawan

Masih Suasana Lebaran, Petani Pandeglang Antusias Panen di Demfarm IP400

0


Pandeglang | Jurna Inspirasi

Keceriaan suasana lebaran masih terasa. Namun petani di kelompok tani Harapan Mulya desa Sukarame kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banten sudah turun kesawah. Mereka memanen padi di lahan demfarm pola tanam padi dengan indeks pertanaman 400 (IP400) seluas 25 ha, Senin (17/05/2021).

Dipanen tepat di umur 90 hari setelah tanam, panen MT I ini disambut antusias petani. Ketua poktan Harapan Mulya Murtajaya menyampaikan varietas Padjajaran yang ditanam pada kegiatan IP 400 meningkat produktivitasnya dari 5 ton/ha menjadi 7 ton/ha.

“Kami petani antusias menyambut panen, karena terjadi peningkatan produksi dari lima ton per hektar menjadi tujuh ton per hektar, “ ungkapnya.

Turut hadir dalam panen tersebut perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Iping Saripin Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Sofiyah Kepala Seksi Produksi Tanaman Serealia, koordinator penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Carita Engkus Kusmana, petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Asmara D Wijaya dan penyuluh lapangan Eli Safitri dan Agus Saeful.

Engkus Kusmana menuturkan kegiatan IP400 di wilayah kecamatan Carita berjalan aman, lancar dan tujuan utamanya meningkatkan produktivitas tercapai.

“Panen terlaksana, tak terlepas dari peran, dukungan dan motivasi pemkab Pandeglang, Distan provinsi Banten dan kabupaten Pandeglang, juga Kementerian Pertanian pada kegiatan IP400 ini, “ ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengutarakan, demfarm IP400 di Kabupaten Pandeglang mencapai luas 50 hektar terbagi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Carita dan Sukaresmi.
Idealnya IP400 dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Jika dilakukan di lahan kering tadah hujan pengairan dapat diterapkan melalui penggunaan pompa dari sumber air terdekat.
“ Keberhasilan mengembangkan IP 400 ada di air, mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar (sistem culik, dapog, tray), “ ucapnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menggalakan pola tanam IP400 disejumlah daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan guna menjamin ketersediaan beras nasional secara berdaulat.
“ Kan sudah jelas bahwa perintah Tuhan saja mengatakan seorang pemimpin dititipkan agar tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Karena itu pertanian menjadi solusi, sebab pertanian tidak mengenal virus dan krisis akibat pandemi Covid-19. Dan yang penting perut 270 juta jiwa terisi dengan baik,” katanya.

Mengenai produktivitas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan SDM pertanian, inovasi teknologi dan sarana prasarana menjadi hal utama pengungkit produktivitas. Namun kata Dedi sehebat apapun inovasi teknologi jika tidak diimplementasikan tidak akan memberikan kontribusi apapun.

“Dalam implementasi inovasi teknologi ini yang paling sulit adalah rekayasa sosialnya bagaimana mengubah perilaku petani dan mindset petani agar dia itu mau, dan mampu serta merasa terpanggil untuk mengimplementasikan teknologi tersebut, “ ungkapnya.

** Eli Safitri/Regi/ PPMKP

Kawanan Monyet Berkeliaran di Kampus IPB

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Sudah lama tidak digunakan kegiatan belajar mengajar, kampus IPB University di Desa Babakan, Dramaga Kabupaten Bogor sejak adanya pandemi hampir 2 tahun ini disambangi kawanan monyet.

Sebuah video yang direkam oleh petugas di Kampus IPB University, tampak terlihat kawanan monyet datang dan berkeliaran di area gedung departemen biologi IPB University.

Salah seorang security kampus IPB University Cipto Wardoyo membenarkan adanya kawanan monyet yang mendatangi gedung departemen biologi.

“Senin siang pukul 14.00 sampai pukul 16.00 wib (17/5/2021) kawanan monyet itu datang dari arah danau belakang kampus kurang lebih ada 11 ekor kawanan monyet ada yang besar dan juga ada yang anakannya,” kata Cipto Wardoyo, Selasa (18/5/2021).

Cipto melanjutkan, kawan monyet itu sudah hampir sepekan ini datang ke ke area gedung bahkan masuk ke ruangan dari lantai atas hingga turun ke bawah.

“Sudah ada 4 hari ini biasanya datangnya siang sampai sore mereka hanya cari makan tidak ganggu,” katanya.

Cipto mengatakan selama dia bekerja di kampus IPB University sudah 4 tahun, baru kali ini melihat kawanan monyet, kemungkinan kata dia karena sudah lama tidak ada aktivitas di kampus sehingga kawanan monyet itu berani turun.

“Baru kali ini, saya selama bekerja 4 tahun liat kawanan monyet datang, dan bukan hanya di gedung ini saja, mereka datang di gedung lain juga, mungkin untuk cari makan,” ujarnya.

Sementara itu menurut Sekretaris eksekutif Pusat Studi Satwa Primatan (PSSP), IPB University Entang Iskandar, masuknya monyet ekor panjang liar ke dalam kampus IPB University Dramaga, karena dua faktor.

“Pertama, saat ini masih diberlakukan perkuliahan online. Jadi hanya sedikit aktivitas yang ada di kampus,” katanya.

Sambungnya dengan demikian, monyet merasa leluasa, tidak keluar dari kampus IPB. Kemudian yang kedua, sumber makanan mereka yang sudah semakin berkurang. Mereka melihat rimbunnya pohon di IPB dan mencari makan alami.

“Kami sudah menyediakan beberapa kandang. Baik di kampus IPB maupun di perumahan dosen. Kami tempatkan di daerah yang menjadi daerah jelajah mereka,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Gawat, Puluhan Warga Bubulak Terpapar Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat dikabarkan telah terpapar Covid-19. Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat 35 warga yang terjangkit.

Hal itu dibenarkan Plt Camat Bogor Barat, Irman Khaerudin. Menurut dia, kejadian itu bermula dari seorang warga yang plesiran ke luar kota. Bahkan, warga tersebut sempat melakukan interaksi dengan mengikuti salat berjamaah di masjid.

“Tanggal 4 Mei, ada warga pergi ke luar kota. Tidak tahu darimana. Soalnya infonya dari puskemas juga ada yang positif menular ke suaminya. Suaminya ini aktif. Tapi kan tidak tahu positif terus melakukan interaksi termasuk salat di masjid,” katanya.

Kemudian, pada Sabtu (15/5) muncul laporan bahwa yang bersangkutan positif Covid-19. Kata dia, saat ini ada 32 warga yang terpapar Covid 19 di perumahan tersebut. Tetapi, tujuh diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

“Sudah ditest pcr terhadap 51 orang. Mudah mudahan hasilnya bagus semuanya,” katanya.

Lebih lanjut, ia membantah jika terpaparnya puluhan warga karena mudik. Sebab, paparan itu terjadi jauh sebelum Idul Fitri.

“KamI memang mendapat laporan dari hari Sabtu kemarin, jadi ini tidak kaitannya dengan mudik,” katanya.

** Fredy Kristianto

Citiplaza Bantu Pembangunan MCK Masjid Jami Nurul Al Ikhlas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mal Citiplaza Bogor memberikan bantuan berupa matrial bahan bangunan untuk pembangunan MCK di Masjid Jami Nurul Al ikhlas yang berlokasi di Jalan
Veteran, Kecamatan Bogor Tengah pada Senin (17/5).

Pemberian bantuan tersebut diterima langsung DKM Masjid Jami Nurul Al Ikhlas dan merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Citiplaza Bogor yang akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Pemberian matrial bangunan ini merupakan bentuk kepedulian Citiplaza Bogor terhadap masyarakat di sekitar mal,” ujar Head of Commercial Marketing NWP Retail,Teges Prita Soraya.

Menurut dia, pemberian CSR kepada rumah ibadah sudah sesuai tema yang diusung Citiplaza Bogor saat Ramadhan, yakni “Beautiful Ramadhan”.

Sementara itu, Operasional Manager Bogor, Hendrawan Yudo mengungkapkan pemberian bantuan oleh Citiplaza dilakukan dibeberapa kota. Sedikitnya terdapat24 mall yang tersebar di Indonesia, diantaranya di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang juga melakukan kegiatan yang sama.

“Insya Allah akan menjadi agenda tahun tahun berikutnya bisa berlanjut dan lebih besar,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sana, pengurus yayasan Mesjid Jami Nurul Al Ikhlas, Arip Ridwan, mengucapkan terima kasih kepada Citiplaza Bogor yang sudah membantu pembangunan MCK di Masjid Jami Nurul Al Ikhlas.

“Kami ucapkan terimakasih sudah membantu kamar mandi untuk mesjid,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Rumah Warga di Sekitar Pegunungan Terendam Luapan Air Sungai Lagi

0

Bogor ! | Jurnal Inspirasi

Bukan kali pertama, permukiman di kawasan pegunungan di Bogor terendam luapan air sungai. Sejumlah rumah warga  dusun terkena luapan air sungai yang mengalir deras dari hulu.

Hujan deras disertai kilat dan angin, Senin (17/05/2021) malam, di wilayah Bogor memicu luapan air dari sejumlah Sungai yang merendam sejumlah dusun dan perkampungan yang terletak di sekitar aliran sungai. 

Salah satu sumber yang berhasil dihubungi, Selasa (18/05/2021) dinihari, Madromi selalu Kepala Dusun Dago Girang Desa Dago, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, membenarkan adanya sejumlah perkampungan yang terkena imbas luapan air sungai. 

Dirinya mengungkapkan perkampungan yang terkena imbas luapan air sungai meliputi Kampung Dago Girang RT 02 RW 02 dan Kampung Dago Hilir RT 01 RT 02 RW 01 Desa Dago. 

“Kejadian Senin malam (17/5), ini warga sedang siaga rumahnya terendam air. Kami meminta kepada Pemerintah untuk membangun DAM di sekitar sungai supaya kejadian banjir tidak terulang terus menerus, terutama disaat hujan lebat,” ucapnya. 

Anggota Satpol PP Parung Panjang, Ilham Ramadhan membenarkan adanya luapan air sungai yang berimbas ke sejumlah perkampungan di wilayah Desa Dago. 

“Yang terparah di Kampung Kedaung dan Kampung Bolang Desa Batujajar. Kalau di Desa Dago sudah surut pagi ini. Kejadian ini sudah sering terjadi beberapa tahun terakhir ini,’ jelasnya saat dihubungi, Selasa (18/05/2021) pagi. 

Warga minta dibangun DAN di sekitar sungai Cimanceuri. 

Dikabarkan, sejumlah perkampungan yang berbatasan dengan Desa Dago juga mengalami imbas luapan air dari Sungai Cimanceuri yang hulu sungainya berada di Gunung Manceuri dan Gunung Rahong. 

Sementara dari whatsapp group Paguyuban Kadus, beredar video yang direkam oleh keluarga Abah H. Idun yang mempertontonkan kondisi rumahnya di Kampung Babakan RT 01/08, juga terendam air hingga masuk kedalam rumah dengan ketinggian air didalam rumah sekitar 10-15 sentimeter. 

Peringatan dini

Dilansir dari laman resmi, Prakirawan Stasiun Klimatologi Bogor disebutkan bahwa secara umum bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 05 – 30 km/jam.

Malam hari, cerah berawan hingga berawan. berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Bogor, Kota Bogor. Dini Hari, secara umum cerah berawan hingga berawan. Masih berpotensi hujan ringan hingga sedang. 

Suhu udara wilayah Jawa Barat bagian Utara : 22 – 33°C, Suhu udara wilayah Jawa Barat bagian Selatan : 19- 32°C,vKelembapan udara Jawa Barat bagian Utara : 50 – 96%, Kelembapan udara Jawa Barat bagian Selatan : 55 – 98%

Berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi, Kota Sukabumi, Bandung Barat, Subang, Karawang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Bekasi, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Bandung, Kota Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Garut. 

**ass/rls

Pascabencana Longsor di Sukajaya, Infrastruktur Hingga Kini Masih Memprihatinkan

0

Sukajaya | Jurnal Inspirasi

Pada awal 2021 hampir 80 persen wilayah Sukajaya rusak diterjang longsor dan banjir bandang. Namun hingga kini belum ada perbaikan sehingga infrastruktur jalan yang ada disana masih memprihatinkan.

Dari pantauan, selama perjalanan mulai dari pintu masuk Sukajaya, meksipun ada sedikit perbaikan jalan pascabencana, namun masih ada beberapa ruas jalan yang kondisinya cukup parah.

Tidak hanya itu dari pantauan jalan yang diterjang longsor, hingga saat ini masih dibiarkan seperti awal kejadian. Bahkan tanpa ada papan pemberitahuan jalan tersebut longsor, sehingga bebahaya bagi melintasi jalan tersebut ketika malam hari.

Bahakan di ruas jalan yang mengarah Kantor Kecamatan Sukajaya, perbaikan turap, tampak terlihat hanya sekian persen dilakukan pengerjaannya sehingga hal itu menjadi kekhawatiran saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Lebih parah lagi Desa Harkatjaya yang juga dari pantauan hingga saat ini kondisi jalanya masih bebatuan.

Padahal pascabencana tahun lalu, lokasi longsor di Harkatjaya pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo.

Dan saat kunjungan itu presiden meminta segera ada perbaikan infrastruktur jalan, sarana air bersih bahkan aliran listrik.

Untuk hunian tetap alias Huntap dari data yang dihimpun menurut pihak kecamatan yang sudah rampung itu berada di wilayah Desa Urug.

Seperti diketahui, bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada awal tahun 2021 itu juga menghantam kecamatan lain yang ada di Bogor Barat seperti Cigudeg dan Nanggung hingga wilayah Jasinga. Akibat bencana itu ponpes dan beberapa rumah rusak. Dalam kejadian tersebut juga ada beberapa korban jiwa.

** Cepi Kurniawan