23.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1194

IPB University dan Bank BNI Kolaborasi Dalam Pembangunan Pertanian

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

IPB University dan Bank BNI berkolaborasi memberikan layanan terbaik untuk pembangunan pertanian Indonesia. Hal ini terungkap saat Rektor IPB University Prof Arif Satria mendampingi Adi Sulistyowati selaku Wakil Direktur Utama BNI melakukan Fun Gowes dan Panen Melon di Stasiun Lapang Agribussines and Technology Park (ATP) IPB University di Desa Cikarawang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (30/5).

Dalam sambutannya, Prof Arif menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank BNI yang hendak memberikan satu Fresh Market di ATP IPB University serta kultur jaringan di Kebun IPB Sukamantri. “Ketika BNI memberikan sesuatu yang berharga untuk IPB University, maka itu artinya membantu memajukan pertanian Indonesia. Kolaborasi antara Bank BNI dan IPB University sampai dengan hari ini dilakukan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa serta masyarakat dalam hal pendanaan di bidang pertanian. Terimakasih banyak BNI, insya Allah IPB University akan selalu men-support,” terangnya.

Adi Sulistyowati menerangkan IPB University memiliki peran besar dalam pendampingan usaha mikro di tengah masyarakat yang berbasis pertanian. Untuk itu BNI hadir berkolaborasi dalam memenuhi finansial yang dibutuhkan.

“Kolaborasi ini sudah indah sekali. Saya happy, bahagia melihat IPB University dengan inovasinya yang sangat luar biasa. Yang membuat saya kagum adalah IPB University membangun ekonomi kerakyatan yang ada di sekitar kampus. Kami dari BNI, akan men-support dan terus mendukung pendampingan yang dilakukan oleh IPB University terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan luar biasa,” ungkap Adi Sulistyowati.

“Dari sisi finansial, serahkan kepada kami pak, kita akan mendukung dan membantu pembiayaannya. Nanti marketnya kita juga sama-sama bangun,” tambahnya.

Selain Fun Gowes, Bank BNI juga menggelar “Sosialisasi BNI Mobile Banking, Program Lelang dan Games”. BNI Mobile banking hadir sebagai layanan yang bertujuan untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi keuangan.

** Cepi Kurniawan

Harga Kedelai Tinggi, Pedagang Tahu Mogok Jualan

0

Ciampea  | Jurnal Inspirasi

Sejumlah konsumen tahu harus kecewa. Pasalnya, para pedagang tahu di sejumlah pasar, termasuk di Pasar Ciampea Baru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mogok berjualan tahu sudah sejak 2 hari lalu. Konsumen pun biasanya memasak tahu tempe, namun karena  sekarang tahu tidak ada untuk beberapa hari jadi berhenti untuk mengkonsumsi tahu.

“Ya ini tadinya mau beli tahu ternyata tahunya gak ada pada mogok berjualan udah sejak hari Sabtu kemarin,” kata Lili (37), warga Ciampea, Minggu (30/5/2021).

Ia sebagai Ibu Rumah Tangga biasa memasak tahu tempe, namun sudah berapa hari ini cari tahu di pasar kosong. “Biasanya anak saya tiap hari itu makan harus ada tahu tempe sekarang kosong. Tempe ada, cuma harga naik juga. Karena katanya kacang kedelainnya mahal gak ada impor jadi mahal,” katanya.

Dia berharap  harga kedelai segera stabil kembali agar para penjual tahu tidak mogok berjualan karena yang kena imbas masyarakat. “Seperti pedagang warung makan, tukang gorengan dan saya sebagai konsumsi tahu tiap hari kerepotan kalau gak ada tahu tempe,” ujarnya.

Sementara menurut pedagang tahu di Pasar Baru Ciampea,  Mery (40), ia mogok berjualan tahu bersama pedagang tahu yang lain sudah sejak hari Sabtu kemarin sampai Senin besok. “Tukang tahu demo pengen turun kedelainya. Kacang kedelai mahal sudah hampir sebulan. Dan membuat pedagang tahu demo selama 3 hari dari hari Sabtu,” kata Mery.

Mery mengatakan saat ini harga kacang kedelai cukup tinggi,  biasanya hanya Rp 8 ribu, kini harga kedelai mencapai Rp 12 ribu. “Rencananya pedagang tempe juga akan demo pada tanggal 15, 16, dan 17, ” katanya.

Dia berharap pemerintah segera mengambil kebijakan terkait mahalnya harga baku tahu tempe agar masyarakat dan pedagang tahu tempe tidak terkena imbasnya.

Diketahui harga sejak naiknya harga kedelai, harga tempe yang sebelumnya hanya Rp 300 per potong kini mencapai Rp 5000 per potongnya. Sedangkan tahu biasanya harga  Rp 3000 isi 5 tahu kuning semenjak harga kacang kedelai naik, ukuran lebih diperkecil sehingga hal itu lah yang membuat para pedagang tahu demo dan disusul nanti penjual tempe akan juga mogok berjualan.

** Cepi Kurniawan

Sandi Promosikan Desa Wisata Tugu Selatan Bareng Raffi Ahmad

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno melibatkan artis ternama Raffi Ahmad dalam mempromosikan Desa Wisata. Salah satu desa yang dipromosikan lewat ketenaran Rafi Ahmad dengan berbagai konten kreatornya, yaitu Desa Wisata Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dengan diresmikannya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Tugu Selatan, Jumat (28/5/2021).

Sandi dan Raffi yang sama sama mengenakan kemeja berwarna putih dan ikat  kepala atau Iket Sunda didampingi kepala desa dan Kadisparbud Kabupaten Bogor, setelah meresmikan Bumdes langsung berkeliling melihat UMKM kuliner di Desa Wisata tersebut. Bahkan Sandi dan Rafi Ahmad pun melihat makanan khas Sunda Bogor yaitu Getuk dan Dodongkal.

Menurut Sanidaga, memulihkan kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif perlu adanya inovasi dan kreasi untuk menarik minat wisatawan. “Alhamdulillah hari ini saya bersama Aa (Raffi Ahmad) ditemani Pak Kades, Camat dan Kadisparbud Kabupaten Bogor telah meresmikan Bumdes di Desa Wisata Tugu Selatan,” kata Sandi.

Tentu pemerintah pun kata dia, akan memberikan program terbaik untuk terus membangkitkan semangat pelaku wisata dan ekonomi kreatif. “Rencananya Menparekraf akan memberikan dana hibah untuk tempat wisata dan destinasi wisata agar pilih kembali pulih. Setelah sebelumnya Menparekraf telah memberikan bantuan hibah itu untuk hotel dan dan restoran,” katanya.

Sementara Kadisparbud Kabupaten Bogor Mulyadi berharap dengan destinasi wisata dan desa wisata dipromosikan oleh artis ternama, Kabupaten Bogor lebih bangkit ditengah pandemi seperti ini. Apalagi dengan hadirnya Raffi Ahmad dan konten kreatornya bisa mempromosikan Desa Wisata yang ada di Kabupaten Bogor.

“Semoga pariwisata di Kabupaten Bogor ini lebih bangkit dengan dipromosikan Desa Wisata oleh para influencer,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Sekolah di Rumpin Jadi Sasaran Perampokan

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Waspadalah ketika seorang diri di perkantoran atau tempat lainya. Bahkan di sekolah sekali pun, di Rumpin, Kabupaten Bogor, aksi pelaku tindak kriminal terjadi di SMK Islam Asy-Syuhada di Kampung Sawah, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin pada Jumat (28/5/2021) siang.

Saat itu sekolah SMK tengah sepi karena sebagain siswa dan guru lainnya tengah melaksanakan shalat Jumat. Sehingga hal itulah yang membuat pelaku tindak kriminal melakukan aksi perampokannya dengan berpura pura menawarkan seragam pada awalnya.

Fatmawati, guru dan juga staf Tata Usaha SMK tersebut menceritakan, pelaku berjumlah dua orang datang ke kantor sekolah dengan berpura-pura menawarkan baju batik. Namun, dengan sangat sadis, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengancam dirinya dengan menaruh sajam di lehernya.

Para pelaku kemudian masuk ke kantor sekolah, menggasak 3 unit laptop, 1 handpone dan uang sebesar Rp50 juta. “Pelaku dua orang, menggunakan masker, kacamata hitam, dan batik krem. Mereka (pelaku), langsung membawa tiga laptop dan uang tunai sebesar 50 juta rupiah, “terang Fatmawati.

Sementara itu salah satu warga, Andi Wijaya (36), warga yang rumahnya berdekatan dengan sekolah, sempat memergoki pelaku. Namun, Andi tidak bisa berbuat apa-apa karena pelaku menodongkan pistol ke arah dirinya.

“Saya mendengar teriakan anak-anak, saya langsung kesana, namun pelaku menodongkan pistol ke arah saya kemudian pelaku masuk ke dalam dan kemudian dua orang pelaku pergi menggunakan sepeda motor, “tuturnya.

Terkait hal itu Kapolsek Rumpin Kompol Dali mengatakan, pihaknya sudah mendatangi TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

 “Dari keterangan saksi, pelaku berjumlah dua orang. Pelaku masuk ke sekolah itu leluasa karena gerbang sekolah terbuka, dan berhasil membawa kabur tiga buah laptop, satu handphone dan uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Seorang guru penjaga TU terluka goresan di leher,” jelas Kapolsek.

** Cepi Kurniawan

Lama Dinanti, MCK di Kampung Sawah Akhirnya Dibangun

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung  membangun MCK (mandi, cuci dan kakus) yang terletak di Kampung Sawah RT 04 RW 07. MCK tersebut dibangun melalui anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun anggaran 2021.

Sekretaris Desa Sukaluyu Iip Maulana menjelaskan, dana desa selain dimanfaatkan untuk membangun MCK, juga dimanfaatkan untuk membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di area perbatasan antara Kampung Jeruk  dengan Kampung Legok Jambu RT 04 dan RT 02 wilayah RW 03. Bangunan serupa juga dilakukan, yakni proses pengerjaan TPT yang berlokasi di kampung Lamping RT 03 RW 05.

Upaya Pemdes Sukaluyu tersebut guna menunjang kebutuhan warga  kampung di lingkungan RW 09 dalam pemanfaatan mata air Jibin, dengan dibangunnya Sarana Air Bersih (SAB) yang diberi nama Leuwisaia.

“Jaraknya sekitar 1500 meter dari sumber air yang dialirkan ke rumah rumah- rumah warga. Dibangunnya SAB agar tak kekuarangan air saat terjadi kemarau,” ujar Sekdes Sukaluyu Iip Maulana kepada Jurnal Bogor, kemarin.

“Kami  juga harap dengan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah, perlu ada partisipasi aktif dari masyarakat dengan menjaga fasilitas ini,” pesannya.

Sementara Ketua RT 04 RW 07 Kampung Sawah, Ubad menyatakan, bangunan MCK sendiri akan membantu  meningkatkan aspek kebersihan, kesehatan dan kesejahteraan yang dibutuhkan masyarakat.

Sedangkan sumber air didapat dari Gunung Citeureup, sepanjang 5 kilometer dialirkan ke penampungan MCK. “Sudah puluhan tahun usia  MCK ini, alhamdulilah baru tersentuh pembangunan sekarang,” kata RT Ubad.

Ubad menyebutkan, sebelum dibangun secara permanen, kondisi bangunan MCK ini sudah lama keadaannya terbuka. Menurutnya, tak pernah surut sumber air dari Gunung Citeureup yang dialirkan ke penampungan MCK meski kemarau panjang.

** Arip Ekon

Hati-hati Modus Penipuan Baru, Atas Nama Faris Muji Amin

0


Bogor | Jurnal Inspirasi

Penipuan adalah sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi namun menimbulkan kerugian pada orang lain. Seperti halnya yang dialami oleh pihak Home Care Rapid dan Swab yang berlokasikan di Bogor.

Awal mula, si penipu ini mengirim pesan ke nomor WA admin untuk pendaftaran Antigen dirinya dan rekan kantornya.

“Iya kita awalnya percaya-percaya aja kan. Karena memang dia meyakinkan dan sudah mengirimkan alamat untuk tempat yang akan kita datangi nanti,” ujar Admin Home care Rapid Swab, Azzah kepada Jurnal Bogor Minggu (30/05).

Tak lama kemudian, si penipu meminta no rekening untuk melakukan pembayaran. “Dia si minta berkali-kali. Saya jawablah pembayaran dilakukan setelah pengetesan berlangsung,” ujarnya.

Azzah juga menjelaskan bahwa ketiga kalinya si penipu meminta no rekening, kemudian ia berikan. Selang beberapa menit kemudian, si penipu pun mengirimi pesan yang berisikan bahwa ia telah mengirim uang sebagai Dp untuk pengetesan antigen besok.

“Dia langsung ngasih bukti transfer gituh, tapi dia bilang kalo transfernya kelebihan. Yang harusnya Rp1.000.000 dia bilang kelebihan angka nolnya, jadi Rp10.000.000,” terangnya.

“Akhirnya saya bilang ke dokter, kata dokternya coba liat resinya. Saya kirimin kan, setelah dilihat lagi bukti transfernya atas nama FARIS MUJI AMIN, dokterpun langsung googling dan menyatakan itu palsu. Ternyata, setahun yang lalu sudah ada kasus yang sama seperti ini. Dengan nama rekening FARIS MUJI AMIN,” jelasnya.

Azzah juga mengaku, bahwa si penipu sempat beraksi setahun yang lalu dengan modus yang sama yaitu dengan kelebihan nominal transfer pada acara seminar. Serta si penipu tersebut tak ragu memakai 10 Ktp milik orang lain dalam pendaftaran.

“Intinya hati-hati ya. Awalnya juga percaya aja, karena dari jauh resinya kaya asli. Cuma pas kita lihat dan kita periksa lagi dengan teliti, keliatan sii emang itu editan,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Hargai Kemajemukan, Ormas Centong Hadir di Bogor Bukan Sekedar Guyon

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Keberadaan sebuah seni dan budaya serta adat istiadat yang berla­ku di tengah masyarakat adalah sebu­ah ciri terhadap nilai peradaban ma­sya­rakat itu sendiri. Sebagai mahluk sosial dan beragama tentu hidup saling ber­dampingan dan saling membutuhkan adalah suatu hal yang tak bisa dielakan. Atas dasar itu Ormas Centong hadir ditengah kemajemukan masyarakat.

“Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah, baik secara Hak dan Kewa­ji­ban atas kehidupan di bumi ini, baik da­lam kehidupan beragama, ber­bang­sa dan bernegara,” terang TB Muhyi Sapar, pembina Ormas Centong saat ditemui di kediamanya, Gang Senyum , Desa Pasirgaok, Rancabungur, Kabupaten Bogor

Abah Sapar, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam UUD 1945, Pan­ca­sila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan bernegara dan berbang­sa telah sangat jelas bahwa bahwa ke­merdekaan berkelompok atau berorganisasi bagi masyarakat, sejatinya adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kekuatan dan aset bangsa Indonesia.

“Ada banyak budaya, adat istiadat serta kearifan lokal suatu daerah, yang proses serta keberadaannya, terus menerus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu serta perubahan jaman. Semua itu potensi bangsa yang bisa dimaksimalkan demi kesejahteraan dan kedamaian umat manusia,” paparnya.

Ormas Centong, lanjutnya, yang dibentuk pada 12 Januari 2019, bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan dan menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, budaya agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.

“Memang tidak mudah mencapai hal tersebut, makanya dibutuhkan rasa tanggung jawab, yang dilandasi oleh nilai-nilai Luhur Persatuan dan Kesatuan dari semua elemen masya­rakat.” ujar Abah Sapar.

Sementara itu, Iwan S Pamungkas, Ke­tua Ormas Centong, menjelaskan bah­wa, sesungguhnya keberadaan se­buah paguyuban atau organisasi ke­masyarakatan, merupakan titik awal menuju perbaikan kualitas kehi­dupan sosial bermasyarakat.

“Saat ini proses mempertahankan kesatuan dan persatuan antar anak bangsa baik dibidang politik, ekonomi, budaya, agama di tingkat daerah mau­pun nasional, sangat rentan dengan berbagai penyimpangan dan godaan, bahkan kemungkinan dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan individu yang tidak bertanggung jawab.” ujar lelaki yang akrab disapa Igon ini.

Namun demikian, Igon berharap, ber­dirinya Ormas Centong atau or­mas apapun, dapat membantu me­ning­katkan peran serta masyarakat da­lam mengisi dan mempertahankan ke­daulatan bangsa dan Negara Kesa­tuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan keringat, darah, harta bahkan nyawa.

“Ormas Centong memiliki ikrar Mun Lapar Sanguan, terkesan lucu dan nyeleneh, namun jika di kaji memiliki makna yang sangat dalam, karena untuk mendapatkan nasi atau sangu untuk makan harus bekerja keras yang sesuai dengan aturan agama dan negara. Motto itu bertujuan untuk membangun karakter keimanan dan ketaqwaan dikala­ng­an anggota khususnya, agar dapat ber­man­faat bagi masyarakat dan ling­ku­ngan dengan memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, waktu dan lain-lain yang bersifat positif sesuai dengan ke­mampuan masing-masing.” pumgkasnya.

**ass/rls

Komisi IV Evaluasi Proses Aplikasi SAHABAT

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mengunjungi kantor Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Jumat (28/5).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan dan diikuti oleh Devie Prihartini Sultani serta Achmad Rifky Alaydrus.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan, mengungkapkan maksud dari kunjungan ini adalah untuk mengecek dan mengevaluasi proses jalannya tahapan untuk pengajuan bantuan sosial (bansos) oleh Pemkot Bogor melalui aplikasi Sistem Administrasi Hibah Bansos Terpadu (SAHABAT).

Berdasarkan hasil kunjungan tersebut, Mohan pun mengungkapkan menemukan satu masalah, dimana banyak pengajuan bansos yang ditolak by sistem tetapi tidak diinformasikan kepada masyarakat yang mengajukan.

“Masalah yang utama itu ada pada usulan BSTT (Bantuan Sosial Tidak Terencana) luncuran yang diusulkan di 2020 tapi belum selesai, masuk ke 2021 dengan status otomatis ditolak secara sistem. Karena proposalnya itu harus dirubah dulu tahun pengajuannya. Nah, yang kami sayangkan itu kurang terinformasi ke pengusul. Paling tidak ke operator kelurahan terinformasi juga, sehingga seharusnya bisa diperbaiki dan diusulkan lagi,” katanya.

Selain itu, Mohan juga berdiskusi dengan pihak Bagian Kesra menyimpulkan bahwa dinas teknis dalam hal ini Perumkim untuk mengadopsi sistem pemberlakuan Tim Fasilitator Lapangan (TFL) seperti yang digunakan oleh pemerintah pusat dalam program BSPS.

Hal itu bertujuan untuk mempermudah masyarakat dan mempermudah pemerintah dalam pengawasan penggunaan dana bansos.

“Selain itu, Tim TFL juga mampu mencegah terjadinya pungli disitu. karena dari yang kita tahu untuk pembuatan LPJ dan dokumen lainnya, masyarakat masih suka dimintai uang,” ujar Mohan.

Dengan dilakukannya kunjungan ini, Mohan mengaku akan melakukan kunjungan ke beberapa kelurahan bersama operator pembuat aplikasi SAHABAT.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjelaskan sistem dan mekanisme aplikasi SAHABAT, kepada petugas di kelurahan.

“Tadi saya juga agak bingung dan ngejelimet penjabaran dari program sahabat ini. Makanya perlu sering komunikasi dan kita akan terus monitor kelurahan dan kita akan bawa operator pembuat aplikasi Sahabat agar bisa menjelaskan langsung kepada orang-orang di Kelurahan,” pungkasnya.

** Fredy K

Disdukcapil Kota Bogor Segera Luncurkan Layanan Drive Thru

0

Bogor Jurnal Inspirasi

Sesuai dengan arahan Wali Kota Bogor, Bima Arya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan infrastruktur layanan Drive Thru di kantor Disdukcapil, Jalan Ahmad Adnawijaya, Tegal Gundil, Kota Bogor.

Hadirnya layanan Drive Thru ini tentunya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan.

“Ini untuk mempermudah, mempercepat layanan di masa Pandemi Covid-19 dan membahagiakan masyarakat,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Jumat (28/5/2021).

Sujatmiko mengatakan, saat ini layanan Drive Thru masih dalam tahap pembangunan infrastruktur, mulai dari membuat celukan, loket, memasang rambu petunjuk, marka jalan dan lainya. Pihaknya menargetkan layanan Drive Thru Disdukcapil bisa secepatnya beroperasi.

“Secepatnya harus selesai, untuk SDM sudah ada dan sudah siap,” terangnya.

Nantinya berbagai layanan dari aplikasi Si Kancil Berlari akan tersedia di Drive Thru, sebut saja layanan aktivasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), pengambilan KTP, KIA, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan sebagai pusat informasi.

“Semua layanan yang bisa diambil ini yang ada di aplikasi Si Kancil Berlari. Jadi warga tidak perlu parkir, tidak perlu mengantri, langsung ke loket menunjukkan bukti di aplikasi, dan berkas bisa langsung diterima sehingga pelayanan lebih cepat selesai,” katanya.

**Fredy K

Ketua Dewan Langsung Respon Perihal Longsor di Ciherang Kidul

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Hujan deras dengan intensitas lumayan tinggi telah mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di pemukiman warga yang ada di Ciherang Kidul, RT 01/ RW 02, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/5/2021).

Kejadian longsor di Ciherang Kidul tepatnya berada persis di samping  salah satu  rumah  warga dengan  lebar 20  meter dan  ketinggian tebingan sekitar 6-7 meter.    

Menyikapi kejadian tersebut, Ketua  DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto Langsung tanggapi aspirasi warga Ciherang Kidul, RT 01, 02, 03 / RW 02 Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten  Bogor terkait bencana longsor di wilayah tersebut.

“ Saya dapat pesan WhatsApp berupa photo-photo dan video  dari salah seorang warga di Ciherang Kidul  terkait kejadian longsor di lokasi salah seorang rumah warga setempat,” tegas Rudy Susmanto, politisi  dari Partai Gerindra    

Rudy menambahkan, lokasi longsoran sangat dekat dengan lokasi pemukiman warga dan sangat bahaya jika tidak segera dilakukan penanggulangan   

“Makanya  saya langsung diteruskan pesan WhatsApp dari warga Ciherang Kidul itu ke pihak BPPBD Kabupaten  Bogor,”  beber Rudy lagi

Ia berharap, BPPD atau  PUPR bisa langsung gerak cepat mengambil langkah langkah antisipasi supaya tidak ada kejadian yang tak diinginkan.

Lebih lanjut, kata Rudy,  kejadian longsor di Ciherang Kidul tersebut sudah yang kedua kalinya dalam bulan ini.

Untuk itu, sambung Rudy,  kedepannya agar di lokasi terebut bisa dibangunkan TPT ( Tembok Penahan Tanah ) , karena  hampir sepanjang pemukiman yang ada di Ciherang Kidul banyak yang berada di bibir Sungai Ciapus.

Sementara itu, beberapa tokoh masyarakat di Ciherang Kidul berharap pihak Pemkab Bogor segera membuat langkah langkah penting agar kedepannya tidak ada lagi kejadian longsor di wilayahnya.

“ Ini idealnya segera diajukan untuk  dibangunkan TPT  oleh PUPR dalam  proyek APBD Kabupaten Bogor di tahun 2022. Kalau saat ini kan sifatnya hanya penanggulangan bencana saja,” ujar  Marku, Majong dua tokoh masyarakat setempat .

Hal yang sama dikatakan, Sahrudin alias Indro anggota BPD Desa Laladon yang secara tegas berharap Pemkab Bogor bisa memasukan pembangunan TPT di wilayah Ciherang Kidul yang rawan longsor jadi proyek di APBD Kabupaten Bogor  tahun depan.

**”ass/rls