22.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1193

Wisatawan Asal Gunung Sindur Tenggelam di Goa Lumut

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Seorang wisatawan dikabarkan meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi wisata Goa Lumut di Kampung Lokapurna, Kecamatan Pamijahan, Minggu sore (30/05/2021) pukul 16.00 WIB. Menurut keterangan penjaga tiket lokasi wisata Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Topik (54) , korban bernama Rendri Saputra (18), warga Kampung Rawa Kalong, Desa Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur masuk ke lokasi wisata TNGHS bersama teman wanitanya bernama Randu (17).

“Melalui jalur wisata Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan sekitar pukul 14.30 WIB dengan membeli tiket seharga Rp 35 ribu, tiba di lokasi Goa Lumut sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Topik kepada wartawan.

Rekan korban Randu (17) mengaku, bahwa setiba di lokasi wisata tersebut korban langsung mandi di air terjun. “Pas datang ke lokasi itu, Rendi langsung mandi di air terjun,” ucapnya.

Randu menambahkan, bahwa dirinya sempat memperingatkan korban agar tidak langsung mandi dan tidak ke tengah air terjun namun, korban tetap saja berenang ke tengah. “Sudah dibilangin untuk tidak mandi ketengah,” ujar Randu,

Randu menjelaskan, sebelum tenggelam dan akhirnya diselamatkan oleh warga sekitar, korban sempat bilang bahwa kakinya mengalami kram. “Korban pun langsung tenggelam dan diselamatkan oleh warga sekitar, lalu dibawa ke klinik terdekat oleh pengelola, dan setiba di klinik menurut dokter korban sudah tidak bernyawa lagi,” bebernya.

Kapolsek Cibungbulang AKP Agus Permana membenarkan, adanya wisatawan yang tenggelam di lokasi wisata tersebut. “Menurut keterangan rekan korban, korban itu memiliki riwayat penyakit ayan, karena sebelum meninggal korban sempat mengeluarkan busa dari mulutnya, dan lokasi wisata tidak ditutup, karena korban memiliki riwayat penyakit,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Cerita di Balik Rakerda PKS Kabupaten Bogor

0

Peserta Wajib Swab Antigen, Hasilkan Delapan Rekomendasi

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Perhelatan rapat kerja daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Bogor, di bawah komando Dedi Aroza, Sabtu (29/5) berakhir. Rakerda yang digelar di masa pandemi Covid -19 dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes), salah satunya mewajibkan semua peserta mengikuti swab antigen, sebagai langkah antisipasi agar semua peserta yang masuk ruang bebas dari Covid-19.

Dedi Aroza saat dilakukan Swab antigen

“Älhamudulillah, meski agak ribet, lantaran kita diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, Rakerda berjalan mulus dan terbebas dari Covid -19, karena semua peserta hasil swab antigennya yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, hasilnya negatif,”kata Ketua DPD PKS Dedi Aroza, dalam keterangan tertulisnya Minggu (30/05).

Dedi mengatakan, Rakerda yang dihadiri unsur pengurus DPW Jawa Barat, dan semua anggota DPRD mulai dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan DPR –RI, berhasil mengeluarkan delapan rekomendasi penting, satu diantaranya mempersiapkan kader terbaik partai untuk maju di Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2024 mendatang.

“Delapan rekomendasi Rakerda akan dilaksanakan semua kader. Nah, khusus bakal calon bupati atau wakil bupati, nantinya akan ada penjaringan, dan pastinya kader terbaiklah dan peraih suara terbanyak di Pemilu internal yang akan diusung,” ujarnya.

Salain itu, kata Dedi, PKS pun menargetkan menang atau menjadi nomor wahid di Pemilu legislative 2024 nanti. Target ini bukan hal mustahil dicapai, kenapa ? karena di Pemilu 2019 lalu, PKS berhasil menduduki posisi kedua.

“Ini memang tugas berat, namun kader kami yang tersebar di 40 kecamatan baik yang aktif dikepengurusan maupun simpatisan siap dan sanggup merealisasikan target yang menjadi keputusan Rakerda,” tegasnya.

Suasana Rakerda PKS Kabupaten Bogor

Disinggung soal pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tandanya berakhir, Dedi mengungkapkan, dalam satu poin rekomendasi Rakerda, semua kader, utamanya yang memiliki kemampuan ekonomi bergotong royong membantu masyarakat atau tetangganya yang membutuhkan uluran tangan.

“Nah, tugas fraksi di DPRD Kabupaten Bogor, harus mendorong agar program-program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor, lebih diarahkan pada pemulihan ekonomi serta pemberdayaan masyarakat, utamanya para pemuda dan kaum perempuan,” katanya.

Sebagai informasi, pada Pemilu 2019 lalu, PKS meraih sembilan kursi, dan menempatkannya diposisi kedua. Prestasi PKS di Pemilu 2019 lalu itu hampir menyamai raihan pada Pemilu 2014. “Tiga tahun jelang Pemilu 2024 waktu yang cukup bagi kita, untuk mengejar target nomor satu di Kabupaten Bogor,”tegas sejumlah kader menutupi.

** Mochamad Yusuf

Asosiasi Peternak Sapi Jabar Dipimpin Peternak Asal Depok

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Ketua DPW Asosiasi Peternak Sapi Jawa Barat  (APSJB) Depok, Wahyu Widyatmoko terpilih menjadi ketua umum setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan di arena Musda APSJB yang berlangsung di Novena Hotel, Bandung, Minggu (30/5/2021).

“Alhamdulillah,  terima kasih atas amanah dari kawan-kawan DPW se-Jabar. Saya akan konsolidasi internal dan bertekad menggairahkan APSJB untuk mensejahterakan para peternak anggota APSJB, ” ujar Wahyu.

Dalam pemilihan ini, Wahyu mendulang 20 suara sementara calon lainnya, Ucep dari DPW Pangandaran meraih sembilan suara. “Saya legowo, siap membesarkan APSJB walaupun tidak menang dalam pemilihan,” ujar Ucep.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Musda APSJB, M. Dio Wicaksonoadi, pelantikan ketua umum terpilih periode 2021-2024 akan berlangsung Senin (31/5/2021) dihadiri Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. “Insya Allah besok beliau (Wagub) berkenan hadir, ” Ujar Dio.

** ass/rls

Sambut HJB, Katar Cibungbulang Gelar Trofeo

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cibungbulang menggelar turnamen sepak bola Trofeo dengan sistem gugur sekali bertanding yang digelar  di Lapangan Alaska Kampung Kebandungam RT 03, RW 05, Desa Giri Mulya, Kecamatan Cibungbulang. Dalam kegiatan itu juga hadir anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB Dapil IV Lukmanudin Arsayid.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibungbulang Sopian Sauri mengatakan  turnamen itu diikuti oleh 14 tim dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Cibungbulang yang dilaksanakan selama 1 hari.

Trofeo itu digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539, dan juga untuk mencari bibit pemain pemuda serta ajang silaturahmi antar pengurus karang taruna se- Kecamatan Cibungbulang.

“Selain dalam rangka untuk memperingati HJB ke 539, ajang silaturahmi. Juga, mencari bibit unggul ketika Kabupaten Bogor mengelar turnamen Kecamatan Cibungbulang sudah siap dengan timnya,” kata Sopian.

Sopian mengatakan, turnamen Trofeo itu baru kali ini pertama digelar di masa kepemimpinannya. Dan ia juga berpesan agar untuk para tim yang mengikuti turnamen itu tetap semangat. “Saya mengucapkan selamat kepada pengurus karang taruna se- Kecamatan Cibungbulang dan untuk peserta tetap semangat  dan terus jaga kekompakan dan sportifitas,” ujarnya.

Sopian juga mengatakan, sebelum turnamen Trofeo digelar panitia dan seluruh peserta terlebih dahulu dilakukan rapid tes antigen. “Seluruh panitia dan peserta juga sebelum turnamen digelar untuk mencegah penyebaran covid 19 dilakukan rapid tes antigen,”pungkasnya.

Diketahui untuk juara 1 dimenangkan oleh tim dari  Desa Cibatok 1 mendapatkan hadian tropi, uang pembinaan dan 1 ekor kambing. Untuk juara kedua dimenangkan oleh tim dari Desa Galuga mendapatkan uang pembinaan dan tropi, sedangkan untuk juara tiga bersama dimenangkan oleh Desa Cimanggu 1 dan Cimanggu 2 yang mendapatkan uang pembinaan dan tropi.

** Cepi Kurniawan

Puskemas Curugbitung Sosialisasi Vaksinasi Covid di PT Sumih Asih

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Puskemas Curugbitung, Kecamatan Nanggung gencar menggelar sosialisasi vaksinasi Covid-19. Sosialisasi kali ini difokuskan pada sejumlah karyawan  yang bergerak di bidang perkebunan teh dari PT  Sumih Asih di Desa Malasari, kemarin.

Kepala  Puskesmas Curugbitung dr. Ridwan yang jadi pembicara mengatakan, kegiatan sosialisasi vaksinasi yang berlangsung di aula perusahaan  tersebut diikuti 60 direksi dan jajarannya. Ada beberapa tujuan dari sosialisasi vaksinasi Covid-19 ini yakni pertama pemberian vaksin sebagian upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid 19.

“Terlebih penguatan bagi seluruh masyarakat dengan memperkuat imunitas  tubuh untuk melawan virus Covid-19. Maka dari itu, kita semua harus bersatu dan menggalang komitmen bersama untuk mensukseskan kegiatan vaksinasi covid-19,” ujar dr. Ridwan.

Menurutnya, tujuan akhir dari penyampaian soal vaksinasi Covid-19 tersebut adalah bagaimana cara membasmi virus Corona atau Covid-19.  “Tentu dengan melakukan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh masyarakat muta; diperlukan. Masyarakat juga harus memahami pentingnya vaksinasi Covid-19,” imbuhnya.

Hal serupa dikatakan pembicara dari Bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Puskesmas Curugbitung, Dodo Priambodo, Skm. Dia menuturkan, setelah dilakukan vaksinasi terhadap seluruh tenaga kesehatan (Nakes) dan sejumlah pelayan publik di 4 desa lingkup Puskesmas Curugbitung, kegiatan sosialisasi Covid – 19 kali ini menyasar perusahaan perkebunan teh Malasari.

“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan penanggulangan dan penyebaran Covid-19, sehingga nantinya bisa menekankan angka penyebaran Covid-19 yang ada di wilayah Nanggung,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Dua Tahun TPT Ciherang Kidul Diajukan Pemdes Laladon, Tapi Belum Ada Realisasi

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Kejadian tanah longsor yang ada di bantaran Sungai Ciapus, di Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor dalam sepekan  ini  sebenarnya tak perlu terjadi, jika dari awal dilakukan pembangunan Tembok Penahan  Tanah ( TPT) disepanjang pemukman  warga yang ada di  bantaran Sungai Ciapus di Wilayah Ciherang Kidul.

“Dalam  satu pekan ini ada dua  kejadian tebingan  yang tanahnya  longsor di Ciherang Kidul. Kebetulan tebingan yang longsor itu sangat dekat dengan pemukiman warga di RT 01, 02, 03 / RW 02 Ciherang Kidul, Desa Laladon,” tegas Kepala Desa Laladon, Rusmin, Minggu (30/5/2021/  di lokasi bencana longsor

Menurutnya, pihak Desa Laladon sudah dua kali mengajukan dalam Musrenbang tingkat Kecamatan soal pembangunan TPT  bantaran sungai Ciapus yang ada di Ciherang Kidul.

“Yah sampai saat ini saya belum tahu kapan ada realisasi pembangunan TPT di Ciherang Kidul ini terutama yang di pemukiman  yang rawan longsor.   Ada sekiar 700 meter tebingan di Ciherang Kidul yang ada di Bantaran Sungai Ciapus dan harus mendapatkan perhatian serius  dari SKPD terkait,” paparnya

Terkait dua kali bencana longsor dalam satu pekan terakhir ini, sambung Rusmin, pihaknya  sudah memberikan laporan ke BPBD , ke PUPR  dan Ke Pihak Kecamatan Ciomas.

Disamping itu,  kata Rusmin, ada juga warganya yang memberikan info langsung ke Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan juga ke Sekdis dan Kadis PUPR dan BPPD Kabupaten  Bogor

“Alhamdulilah respon dari semua pihak sangat bagus  dan akan segera membahas persoalan  ini supaya bisa dimasukan dalam program pembangunan di Tahun 2022 mendatang,” pungkasnya.

Rusmin berharap, Pemkab Bogor pada tahun  2022 mendatang bisa melakukan pembangunan TPT dekat pemukiman warga yang ada di bantaran Sungai Ciapus di Ciherang Kidul.           

Sementara itu, Babinsa dan Babinkamtibmas  Desa Laladon,  Casminto dan Galih mengatakan pihaknya selalu monitor dan berada di lokasi bencana atau titik yang rawan longsor di Ciherang Kidul.

Sejauh ini, kata Casminto, tanggap darurat yang dilakukan Kades Laladon serta dari BPBD dan  PUPR sudah sangat bagus serta selalu merespon positif setuiap ada laporan dari warga .

“Saya berharap semua warga di Ciherang Kidul yang rumahnya berada di bantaran Sungai Ciapus harus selalu siap siaga. Apalagi curah hujan di Bogor terutama di Ciomas sangat sulit diprediksi,” pungkas Casminto dan Galih.

** asy

Anggota DPRD Siap Kawal Aspirasi Warga Ciherang Kidul Terkait Usulan Proyek TPT

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor  dari Komisi III,  Andi Permana  mengaku siap memperjuangkan aspirasi pembangunan Tembok Penahan Tanah ( TPT )  dari warga Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor yang tinggal di bantaran Sungai Ciapus.

 Apalagi, kata Andi, pihak Pemdes Laladon  sudah dua tahun ini mengusulkan  soal aspirasi  pembangunan TPT ini dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan. “Kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu disikapi secara serius oleh SKPD terkait untuk pembangunan TPT di pemukiman warga Ciherang Kiduil yang ada di bantaran Sungai Ciapus,” beber Andi Permana, politisi Partai Gerindra, Minggu (30/5/2021).

Andi berharap, pejabat di  Dinas PUPR Kabupaten  Bogor untuk segera melakukan pengecekan lokasi bantaran sungai Ciapus di wilayah Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam mengatakan, Dinas PUPR sudah melakukan pengecekan lokasi yang rawan bencana longsor di Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas

Bahkan,  kata Adam, pihaknya juga saat terjadi longsor yang pertama sudah mengintruksikan jajaran dibawahnya untuk memberikan bantuan bronjong sebagai tanggap bencana. “Insya Allah dalam waktu dekat saya akan survei langsung memantau lokasi tersebut. Kebetulan lokasinya tak terlalu jauh dari kediaman saya di Laladon,”  tegas Adam, Sabtu (29/5/2021).

**asy

Perda Belum Terlaksana dengan Baik, Achmad Fathoni: Toko Modern Dilarang Jual Sayur Mayur

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Rapat Bapemperda pengkajian pelaksanaan Perda No. 11 tahun 2012 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat pembelajaran dan toko moderen digelar pada Selasa (25/05).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mengkaji Perda No. 11 tahun 2021 ini belum terlaksana dengan baik karena ada beberapa poin yang perlu dibahas dalam Rapat tersebut.

“Ada beberapa poin yang kita bahas, jarak minimarket dengan pasar minimal 500 meter dan dengan usaha kecil sejenisnya 100 meter, jumblah outlet toko moderen maksimal 150, toko moderen wajib menyediakan usaha untuk UMKM,” Achmad Fatoni, Komisi 3 dari Fraksi PKS ini.

Dia menjelaskan, toko moderen dilarang menjual sayur mayur dan ikan segar serta barang beralkohol, dan harus ada izin usaha dari Bupati dan membuat laporan tiap tahun ke dinas.

“Bukankah Perda dibuat untuk dilaksanakan dan Pemda mestinya jadi yang terdepan dalam menegakkan Perda ini,” ujar Achmad Fatoni.

** Nay Nur’ain

Kali Lulut Jadi Wisata Gratis Warga

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Kali Lulut jadi destinasi wisata gratis pada akhir pekan, baik warga Perumahan Puri Harmoni Pasirmukti maupun warga diluar Perum. Warga kerap kali memadati kali tersebut baik untuk berenang ataupun hanya sekedar berswa foto saja.

Salah satu pengunjung  yang merupakan warga luar Bogor, Dimas mengatakan kedatangannya karena kebetulan sedang berlibur ke rumah saudaranya, namun melihat suasana kali yang ramai menjadikannya penasaran untuk mengambil foto di lokasi kali tersebut.

“Ini pertama kali turun ke kalinya sih, biasanya cuma liat dari atas aja, dan gak sampe turun ke kali, karena suasananya juga mendukung dan air kalinya juga cukup bersih jadi membuat saya penasaran untuk turun sekedar berswafoto,” kata Dimas, Minggu (30/05)

Menurutnya, kondisi alam yang masih asri sudah mulai jarang sekali ditemuinya apalagi di seputar Tangerang yang merupakan tempat tinggalnya. ” Kalo disono (Tangerang) sudah agak jarang kali yang masih asri seperti ini, jadi seneng aja liatnya, selain memang ramai juga warga perumahan yang ikut mandi disini,” jelas remaja 19 tahun tersebut.

Senada, Harun warga asli mengatakan dahulunya kali Lulut ini memang sering dipakai warga untuk mandi dan mencuci, seiring perkembangan zaman dengan banyaknya perumahan, warga juga sudah mulai jarang main ke kali.

“Ini tempat saya kecil main air, dan di area sebelah sana langganan warga untuk mengambil air jika musim kemarau tiba, juga tak jarang warga kampung mandi dan mencuci disini,” jelas Harun (24).

Menurutnya, walaupun sering memakan korban setiap tahunnya, dirinya berharap mitos mistis yang melekat jangan didramatisir dan menjadikan kali ini angker karena sejatinya kehati-hatian saja yang harus diutamakan jika main di lokasi kali tersebut.

Pernah ada korban meninggal terutama di areal Curugnya, namun lebih baik pengunjung lebih waspada ketika main di kali apalagi jika sudah mendung, lebih baik naik ke atas karena khawatir ada air bah dari hulu ke hilir yang tidak bisa kita prediksi.

“Begitupun hal mistis yang masih melekat yang kita sebagai manusia jangan mengotori wilayah ini, selain mencemari lingkungan juga memang tidak enak dilihat jika kali yang masih bersih ini dikotori sampah.”

“Jaga bahasa, tatakrama dan kebersihan, karena itu untuk diri kita sendiri, saya berharap warga senantiasa menjaga keasrian kali Lulut ini sekalipun sudah dikelilingi oleh Perumahan,” pungkas Harun penuh harap.

** Nay Nur’ain

Mentan dan MenkopUKM Panen Melon di IPB University

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo beserta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenkopUKM), Teten Masduki dan Rektor IPB University Prof Arif Satria panen melon di Agribusiness and Teknologi Park (ATP) IPB University, Minggu (30/05).

Pada kesempatan ini para Menteri mengamati langsung teknologi budidaya melon yang ada di Green House (GH) ATP IPB University yang berlokasi di Desa Cikarawang, Dramaga, Bogor.

Mentan menyampaikan bahwa pada masa sulit ini, kebersamaan amat penting. Para menteri bersama perguruan tinggi harus terus bersinergi untuk menemukan solusi berbagai persoalan yang ada.

“Saya diminta bersama pak Teten untuk terus mengawal akselerasi program pemulihan ekonomi melalui pertanian dan koperasi dengan menggandeng perguruan tinggi. Hari ini atas inisiasi IPB University kami bertemu di lapangan untuk melihat bahwa Indonesia memiliki potensi komoditi pertanian tropis yang diminati untuk kebutuhan nasional dan ekspor. Untuk hilirisasi, pengkoperasian dan pemasaran ada kementerian koperasi yang bersinergi bersama kami,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Ia menambahkan, “IPB University segalanya, perguruan tinggi sangat penting dan dibutuhkan untuk menemukan varietas unggul, hasil riset serta teknologi terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian kita. Selain itu perguruan tinggi harus bisa menjadi rumah bersama untuk menerobos kebaruan-kebaruan dan tantangan era,” imbuhnya.

Rektor IPB University Prof Arif Satria menjelaskan bahwa untuk membangun pertanian tidak bisa dilakukan sendiri sehingga harus bersinergi. Menurutnya perguruan tinggi yang melahirkan riset dan inovasi harus ditunjang oleh policy yang kuat. Termasuk dalam aspek pembiayaan, pengembangan kelembagaan maupun pengembangan usaha.

“Kehadiran Pak Mentan dan Pak MenkopUKM memberikan support bagi kita untuk terus bersinergi termasuk dengan masyarakat. ATP ini merupakan salah satu etalase kita untuk men-support petani lingkar kampus, yang jumlahnya kurang lebih seratus. Tujuannya agar mereka bisa mengakses pasar modern dengan kualitas yang bagus,” ujarnya.

Kesinambungan ini sangat penting dan petani-petani di lingkar kampus IPB University lebih sejahtera. Petani menikmati harga yang lebih tinggi daripada yang selama ini mereka dapatkan jika menjual ke pasar tradisional.

“Ini komitmen kita semua untuk terus mensejahterakan petani,” jelasnya.

Sementara itu Teten Masduki menyampaikan bahwa KemenkopUKM berfokus pada pengembangan model bisnis.  Menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana mengkorporatisasikan petani-petani perorangan, yang berskala sempit, kemudian dikoperasikan sehingga masuk dalam skala yang berkembang.

“Model bisnis seperti ini perlu kita lakukan supaya petani lebih produktif dengan menggunakan bibit-bibit unggul hasil riset serta terhubung dengan bank dan pembiayaan. Kita bersama Kementan ditugaskan untuk membuat suatu piloting korporatisasi petani khususnya pada komoditas buah tropis untuk ekspor. Jadi ini sinergi kami bertiga. Mengembangkan model bisnis yang terintegrasi dengan riset, terintegrasi dengan pasar dan terintegrasi dengan pembiayaan,” ujarnya.

Melon yang dibudidayakan di ATP IPB University merupakan varietas Golden Alisha dengan umur panen 65 hari sejak pindah bibit. Bobot buahnya bisa mencapai 2,5 kg/buah dengan harga Rp 30 ribu/kilogram. Melon ini dibudidayakan dengan teknologi hidroponik substrat. Pemberian air dan pupuknya dilakukan dengan teknologi irigasi tetes yang dilengkapi dengan otomatisasi.

Green House sendiri dilengkapi dengan sensor kelembaban media, pH media, electrolit conductivity, suhu, serta dilengkapi dengan kamera CCTV untuk mengamati perkembangan melalui smartphone.

** Cepi K/rls