28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1187

Guru Honorer di Kemang Alih Profesi Jadi Tukang Jahit

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Sudah hampir 6 tahun Predi Lugina (45)  menjadi guru honorer.  Namun warga Kampung Gang Baiturahman RT 03, RW 02, Desa Jampang, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor memutuskan untuk beralih profesi menjadi tukang jahit konveksi. Apa sebabnya?

Predi Lugina sebenarnya sangat mencintai profesi guru, namun karena jadi guru honorer tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga, akhirnya pada tahun 2014 ia memutuskan untuk membuka konveksi kecil-kecilan.

Bermodalkan satu mesin jahit milik sang kakak,  ia mencoba peruntungan. Saat itu ia menjahit pakaian sekolah dan pada 2017 ia sempat sepi orderan pesanan baju sekolah. Karena sepinya orderan selama hampir satu tahun, akhirnya ia mendapatkan tawaran untuk membuat kostum hewan peliharaan dari kakaknya yang juga membuka konveksi.

“Setelah saya coba dan saat itu saya ingat pertama kali membuat konstum pak haji, ” kata Predi menceritakan.

Lebih lanjut saat itu ia mencoba untuk fokus pada kostum kucing bermodalkan Rp 500 ribu. Ia memulai kembali usaha konveksi dengan membuat kostum kucing. “Saya saat itu masih ada sisa bahan bahan bekas saya coba kembangkan untuk dibuat kostum kucing lalu selanjutnya saya posting di sosmed dan ternyata ramai banyak yang pesan,” kata Predi.

Karena banyaknya orderan lanjut Predi, ia mencoba memasarkan hasil produksinya itu lewat marketplace salah satu situ jual beli online. “Sering waktu pesanan makin bertambah bahkan tidak hanya dari Bogor, namun hampir menyeluruh Indonesia agen dan grosir memesan hasil produksi kostum yang saya buat,”pungkasnya.

“Dan untuk penjualan sendiri  lewat marketplace di seluruh Indonesia, Filipina, Thailand, bakan Amerika Serikat saat itu untuk ke Amerika pesanan baju toga wisuda,” tambahnya.

Saat ini Predi yang dibantu sang Istri Nursida (35) dalam mengelola usahanya itu sudah memiliki 6 orang karyawan. Dan saat itu penghasilan yang ia dapat hanya Rp 1 juta, namun kini banyak pesanan penghasilan per bulan bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dengan sekali penjualan 100 paket.

“Saya juga mempromosikan lewat Facebook, Instagram dan Twitter dan dibantu lewat pemberitaan,” kata Predi.

Predi menceritakan terkadang ia pun tidak hanya mendapatkan komentar yang manis-manis saat memposting barang dagangannya itu, kadang ada saja masyarakat yang mengomentari yang tidak-tidak soal kostum kucing yang ia pakaikan ke hewan peliharaan itu.

“Tapi kadang saya anggap santai dan juga saya beri penjelasan kostum itu hanya untuk kontes dan tidak dipakai untuk selamanya, kadang untuk foto dokumen karena pemilik kucing ingin mengabadikan kucing peliharaannya itu dengan kostum terbaiknya,” ujarnya.

Diketahui harga kostum kucing ditempat Predi harganya bervariatif mulai dari harga Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu. “Harga tersebut tergantung dari kerumitan pembuatannya dan desain yang dipilih,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

HJB, Bima Beri Kadeudeuh ke Warga Tertua di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 dimanfaatkan oleh Wali Kota Bima Arya untuk memberikan kadeudeuh kepada warga tertua di Bogor yakni R Siti Rukoyah, warga Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, yang berusia 111 tahun.

Dalam kesempatan itu, Bima juga memberikan KTP kepada Siti Rukoyah. “Ibu Siti Rukoyah usianya 111 tahun, tapi masih sangat sehat. Tadi dikasih tips-tips agar panjang umur dan sehat selalu,” ujar Bima kepada wartawan, Kamis (3/6).

Dalam kesempatan itu, Siti mendoakan Bima Arya agar dapat berbuat kebaikan Kota Bogor. Siti Rukoyah pun menuturkan mengapa ia selalu sehat hingga usianya bisa mencapai 111 tahun. Ia mengaku selalu memakan tiga makanan yaitu koneng (kunyit) daun salam, lempuyang.

“Seminggu dua kali dimakannya. Koneng, daun salam dan lempuyang,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Rainbow Carpet Jaga Eksistensi

0

Sukaraja | Jurnal Inspirasi

Tak hanya peduli terhadap masyarakat sekitar, PT Rainbow Carpet, Kecamatan Sukaraja, juga taat terhadap upaya pencegahan pencemaran lingkungan.

GA Manager PT Rainbow Carpet, Arif mengatakan, pihaknya konsisten melakukan cek laboratorium sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami lakukan pelaporan persemester ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, alhamdullilah hasilnya masih memenuhi baku mutu yang dibutuhkan. Pengecekan tersebut dilakukan oleh laboratorium independent yang sudah terakreditasi,” ujar Arif kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia menegaskan, pihaknya menantang atas adanya isu miring terhadap keberadaan perusahaan karpet yang telah berdiri semenjak 30 tahun lalu itu.

“Terkait adanya informasi warga terkena ISPA itu kami pertanyakan, warganya yang mana? Kami konfirmasi ke salah satu ketua RT, tidak ada warga terkena ISPA. Jadi, sampai detik ini tidak ada RT yang mengadu langsung ke kami, kalau warganya ada yang terkena ISPA,” tegasnya.

Ia menerangkan, pihaknya tidak hanya peduli terhadap lingkungan tapi juga warga setempat berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang karpet itu.

“Kami ada dana CSR untuk tiga RT yang memang berdekatan dengan perusahan, nilai dana tersebut puluhan juga setiap tahunnya. Tidak hanya itu, kami juga mempekerjakan warga wilayah setempat sesuai kebutuhan,” terangnya.

Terpisah, Kapala DLH Kabupaten Bogor, Asnan mengungkapkan, pihaknya tak tinggal diam terhadap pemeliharaan lingkungan.

“Untuk Rainbow itu ada yang dilaporkan dan ada yang belum, tapi kami telah berikan sanksi administrasi pelaporan lingkungan tersebut. Perkaranya hanya keterlambatan laporan saja,” ata Asnan.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya telah melakukan uji materi di lapangan terkait adanya aduan masyarakat.

“Kami telah melakukan uji kebauan dan segala macam seperti yang diadukan masyarakat, hasil uji sampling pada bulan September Tahun 2020 itu pencemaran udaranya masih dibawah ampyang batas. Uji laboratorium tersebut dilaksanakan oleh Global yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional,” paparnya.

** Noverando H

Revisi RTRW Mandek di Dewan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hingga kini masih mandek di DPRD Kota Bogor. Pasalnya, terdapat dua hal krusial dalam aturan itu yang dianggap perlu pembahasan lebih lanjut.

Pertama, lokasi perkantoran wali kota di kawasan Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Kedua, mengenai rencana kehadiran moda transportasi trem.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan bahwa poin yang paling dipertanyakan pada rancangan perubahan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2011 tentang RTRW itu diantaranya adanya lokasi perkantoran wali kota baru. Sebab, pada pansus periode sebelumnya, hal itu belum sempat dibahas.

“Ketika mau kita setujui untuk disahkan, ada pasal tentang adanya wilayah pusat pemerintahan Kota Bogor di Katulampa,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (3/6).

Sementara untuk trem, yang rencananya akan dihadirkan di Kota Bogor harus sesuai dengan aturan. “Jika memang arahan dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat. Kami ingin mendapatkan surat tertulis arahan tersebut,” kata Atang.

Atang menyatakan bahwa pertanyaan mendasar yang dilayangkan Banmus, yakni mengenai adanya beberapa pasal atau aturan, yang kemudian bertambah pasca hasil finalisasi persetujuan DPRD dengan Pemkot Bogor, yang terakhir kali pembahasan Pansus Raperda periode sebelumnya.

Sebab, sambung dia, pada dasarnya raperda ini disusun bersama antara Pemkot Bogor dan DPRD. Sehingga semua yang ada didalamnya harus mengacu pada proses penyusunan raperda agar tidak cacat hukum.

Sebelumnya, Banmus DPRD Kota Bogor memutuskan tidak mengesahkan rancangan perubahan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2011 tentang RTRW.

Dewan memberikan waktu untuk Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) untuk melengkapi berkas berupa dukungan dari Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

** Fredy Kristianto

Saling Senggol di Jalan Raya Hingga Pembacokan, Warga Leuwisadeng Akhirnya Berdamai di Desa

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Akibat saling senggol di jalan raya Cibeber, Leuwiliang pada, Rabu malam (2/6/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, kedua warga kampung Sinar Jaya, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, terlibat saling serang hingga ada korban luka bacok dari salah satu pihak dilarikan ke Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Leuwliang. Kini kedua belah pihak memilih untuk saling damai.

Awalnya dari keluarga dari salah satu korban menuntut  dan mengancam akan melaporkan  ke pihak kepolisian. Namun setelah di musyarawahkan oleh pihak desa mengingat keduanya warga satu kampong, akhirnya keluarga koban dan pelaku yang bertikai mengambil langkah musyawarah yang dilakukan di aula kantor Desa Sibanteng yang disaksikan oleh Babinsa, Polsek dan Mispika Kecamatan Leuwisadeng, Kamis (3/6/2021).

“Alhamdulillah pada siang hari ini pihak korban maupun pelaku  sudah melaksanakan musyawarah mufakat yang ditangani oleh Kepala Desa bersama Muspika dan alhamdulillah mereka sudah sepakat semua  dengan damai dan menjaga situasi kondusif,” ungkap Wakapolsek Leuwiliang AKP Sudarsono kepada wartawan usai musyawarah tersebut.

AKP Sudarsono mengatakan, kronologi sebenarnya hanya masalah sepele dan itupun sama-sama satu kampung sehingga penyelesaian masalah antara pihak korban dan pelaku dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat. “Sepele hanya karena di jalan saja salip-salipan gitu,” ucapnya.

Setelah dilakukan musyawarah, AKP Sudarsono menyampaikan, tidak dilaksanakan proses hokum, namun kalau di kemudian hari terjadi masalah, akan melakukan penegakan hukum. Tetapi diawali dengan mengedepankan musyawarah mufakat.

“Himbauan kita dari pihak kepolisian tentunya dengan kejadian ini jangan sampai terulang kembali ,kita tetap menjaga harkamtibmas dengan baik, sehingga wilayah kita dalam keadaan aman dan kondusif,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Sibanteng Didin Hapidudin mengatakan, awalnya keluarga korban menuntut secara materi untuk biaya pengobatan sebesar Rp 50 juta. Namun, karena pihak keluarga korban bijaksana sehingga mengerucut menjadi Rp 17.500 juta dan permasalahan menjadi selesai ditandai dengan menandatangani surat perdamaian.

“Intinya kan dari korban menuntut secara materi itupun buat biaya pengobatan, awal tuntutanya sih Rp 50 juta, tapi alhamdulillah pihak korban juga bijaksana mengerucut menjadi Rp 17,500 juta selesai dan sudah tidak ada perkara apapun juga ditandai dengan surat pernyataan biar nanti tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.”

“Motif awalnya sementara karena saling salip saja saat berkendara roda dua sehingga kejadianlah (perkelahian-red) di jalan raya di depan Terminal Leuwiliang, namun karena dua duanya warga saya mau bagaimana lagi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

UPT PUPR Respon Aksi HMR Segera Koordinasi dengan Dinas

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Pasca ramainya pemberitaan soal aksi mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswi Rumpin (HMR) yang melakukan aksi photo shoot mencuci perabotan dan mancing di Jalan berlubang di Jalan Cijengir, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin jelang Hari Jadi Bogor 539, langsung direspon UPT PUPR wilayah V Leuwiliang. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Pada Kamis (3/6/2021) siang, Kepala UPT PUPR wilayah V Leuwiliang Eko Sulistianto bersama pengawas jalan  meninjau jalan rusak tersebut. Mereka memastikan status jalan dan kondisi jalan, dan setelah ditinjau, jalan itu merupakan jalan Kabupaten Bogor.

“Dari informasi yang kami terima sekarang pembuktiannya sudah jelas bahwa ini adalah ruas pengelolaan UPT wilayah V Leuwiliang. Jadi memang ini sudah masuk usulan, kalau melihat kondisi seperti ini memang harusnya itu sudah menggunakan konstruksi dibeton,” kata Eko kepada wartawan disela-sela kunjungannya, Kamis (3/6/2021).

Kalau untuk penanganan sementara, Eko mengatakan, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bogor karena menurutnya, kondisi Jalan Cijengir tersebut sudah tidak masuk ke dalam pemeliharaan, namun sudah dikategorikan rusak berat dan harus masuk ke dalam tender.

“Kalau perawatan kan untuk mempertahankan kondisi, nah kalau ini membuat kondisi supaya lebih baik,” ucap Eko.

Eko menyebut, rusaknya jalan sekitar empat kilometer itu tersebut akibat tingginya volume kendaraan truk angkutan tambang yang muatanya diluar standar. “Di satu sisi mobilitas tinggi, sekarang kan volume kendaraan kan kita lihat sendiri lah tadi ada mobil yang lewat jenis dump truck kalau misalkan mungkin muatannya masih standar-standar saja sih masih bisa memadai,” katanya.

Eko menambahkan, kalau untuk di Kabupaten Bogor di wilayahnya, terdapat sekitar 15 persen jalan yang rusak. “Jadi memang ada beberapa PR, jadi kita tidak hanya melihat bahwa jalan itu rusak, disini juga ada jalan yang perlu direlokasi juga ada, artinya memang ada jalan yang perlu penanganan tapi tidak rusak artinya jalan itu sudah mencapai umur,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Lebaran Sudah Lewat, Ratusan Karyawan di Gunung Sindur Gaji dan THR Belum Dibayar

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Ratusan karyawan PT Anugrah Majuperkasa masih memperjuangkan nasibnya karena hingga saat ini sisa gaji dan Tunjangan Hari Raya belum dibayar pihak perusahaan. Mereka sudah 2 kali melakukan aksi demo menuntut janji pihak perusahaan, bahkan terakhir aksi dilakukan pada Rabu sore hingga malam hari (2/6/2021). Namun masih juga belum membuahkan hasil.

Padahal perusahaan menerapkan waktu kerja sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 21.00. Selama 14 jam lebih 30 menit, para karyawan dipekerjakan di bawah tekanan.

Sementara sejak pukul 16.00 para karyawan yang umumnya adalah perempuan memadati area pabrik. Mereka menunggu janji perusahaan yang akan memberikan sisa gaji yang belum dibayar. “Sampai saat ini (pukul 20.00) saya dan teman-teman saya belum dapat sisa gaji. Padahal hari ini sudah dijanjikan,” kata Nur.

Warga Desa Cibinong, Kecamatan Gunungsindur ini mengaku harus ikat pinggang kencang-kencang. Lantaran dalam beberapa bulan gaji yang diberikan hanya separuh dari total gaji biasanya yang ia terima.

“Sejak Desember 2020 gaji telat dan dibayar setengah. Namun baru bulan April setengah gaji yang dijanjikan tidak juga dicairkan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, perusahaan milik warga berdarah Korea Selatan ini juga tak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada buruhnya sehingga para kerja harus prihatin saat hari raya. “Padahal Pesiden Jokowi sudah perintahkan untuk perusahaan memberikan THR, tapi si bos malah berani langgar,” ketusnya.

Senada, Inka Kristi yang juga bekerja sebagai operator merasakan duka di hari raya. Lantaran, kerja kerasnya tak berbuah manis. “Setiap hari berangkat gelap pulang gelap. Dijanjiin bos katanya mau dibayar gaji ternyata tidak,” keluhnya.

“Kami terima ikhlas dengan taat dan tertib karena berharap bisa pegang uang di hari raya. Ternyata bos malah dusta,” ucap warga Pamulang ini.

Lebih lanjut ia menerangkan, dirinya dan karyawan lainnya mengaku akan terus menuntut hak mereka, Walaupun konsekuensi adalah pemecatan. “Kami sudah siap dipecat mas. Sakitnya (hati, red) dipecat tak lebih sakit saat Hari Raya menunggu janji perusahaan. Hari Raya Lebaran semua bersedih karena tak mendapat hak semestinya,” pungkasnya.

Hingga berita ini dibuat pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi, dan rencananya ratusan karyawan di perusahaan itu pada Sabtu mendatang akan melakukan aksi kembali.

** Cepi Kurniawan

Di Hari Jadi Bogor, Desa Bojong Nangka Sabet Juara 1 Lomba Desa

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Di Hari Jadi Bogor ke-539, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri meraih juara pertama Lomba Desa Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Bogor. Raihan juara tersebut diumumkan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (3/6).

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad mengaku bersyukur atas apa yang diraih Desa Bojong Nangka yang menurutnya luar biasa. Pasalnya, walaupun kurang dari 2 tahun dirinya menjabat, tetapi mampu mengantarkan Desa Bojong Nangka menjadi perwakilan Kabupaten Bogor ke tingkat Provinsi Jawa Barat pada 7 Juni mendatang.

” Alhamdulilah saya ucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kekompakan lembaga dan para staff Desa Bojong Nangka, karena apa yang diraih kali ini bukan untuk saya tapi untuk kemajuan Desa Bojong Nangka, saya hanya mengabdi dan mengantarkan Desa Bojong Nangka lebih baik lagi dengan kemampuan saya yang saya bisa,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Dengan dianugerahkannya sebagai Juara 1 Lomba Desa, tentu kata dia, Desa Bojong Nangka akan berusaha untuk lebih baik lagi untuk membawa nama Kabupaten Bogor ke Tingkat Provinsi Jabar nanti. “Kami akan mempersiapkan sebaik mungkin untuk membawa nama Kabupaten Bogor, merapikan kekurangan yang ada terutama di bidang PKK,” jelasnya.

Dia merasa beruntung karena memiliki staff yang solid dan Lembaga yang siap bekerja keras dan selalu bekerja sama untuk mencapai kemajuan desa. “Mereka bersedia bekerja keras untuk kemajuan Desa Bojong Nangka yang kadang tanpa memikirkan rasa lelah, saya ucapkan terimakasih juga untuk RT/RW dan warga mau bekerja sama dengan baik,” ungkapnya.

“Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk Sekdes terbaik saya yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga administrasi di Desa Bojong Nangka rapi dan tertata,” jelasnya.

Menurutnya, dari beberapa hal yang menjadi penilaian saat perlombaan desa, ekspose yang disampaikan sesuai dengan fakta keseharian di lapangan, mulai dari bidang kemasyarakatan, administrasi desa  dan lingkungan yang semuanya baik.

“Ada sedikit kekurangan di bidang PKK dan itu akan kami perbaiki dengan reward Rp 100 juta didapat dari Lomba Desa ini,” pungkas H.Amir Arsyad.

** Nay Nur’ain

@SunatModern, Solusi Terpercaya Untuk Sunat Tanpa Sakit

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Anak laki-laki yang akan beranjak dewasa diwajibkan untuk bersunat. Sunat bagi laki-laki merupakan anjuran ajaran agama Islam pada saat ia memasuki akil balig. Secara tradisional, sunat dikerjakan oleh dukun sunat yang disebut bengkong. Bengkong mengerjakannya dengan alat sunat terbuat dari bambu yang disebut bebango atau bango-bango.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, bango-bango jarang untuk dipakai. Karena dewasa ini, metode sunat sudah sangat beragam. Banyak juga yang ingin sunat tanpa rasa sakit, salah satunya dengan metode klamp. Metode sunat tersebut dapat ditemukan pada Sunat Modern yang berlokasi di Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Saya mendirikan klinik khusus sunat ini, karena sesuai dengan bidang ilmu yang saya dapat. Kemudian, termasuk ke dalam bisnis yang masih prospektif,” ujar pendiri klinik khusus sunat Sunat Modern, dr. Zia kepada Jurnal Bogor, Kamis (3/6).

Dr. Zia juga menjelaskan bahwa klinik khusus sunatnya sudah berdiri sejak 2012 yang lalu. “Untuk pelayanannya sendiri, kami melayani kegiatan seputar sunat untuk berbagai usia. Selain itu juga termasuk konsultasi, reparasi, pelepasan klamp, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, di klinik khusus sunat Sunat Modern melayani sunat dengan berbagai metode. Yaitu dengan metode manual, laser, klamp, sampai stapler.

Untuk harga sendiri, dimulai dari sunat laser untuk anak yang dibawah 13 tahun seharga Rp1.000.000. “Untuk harga juga sampai ada yang sampai Rp3.000.000 untuk metode stapler usia dewasa,” tambahnya.

“Metode yang sering diminta costumer itu, metode klamp. Karena memang gak terlalu sakit, bahkan gak sakit. Karena metode ini modelan alatnya seperti tabung, sehingga luka sunat pun cepat kering dan sembuh, ” terangnya.

Sunat dengan metode klamp ini meruapakan proses sunat yang menggunakan klamp, yakni tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai dengan ukurannya masing-masing. Prinsip sunat ini adalah dengan menjepit kulit menggunakan alat sekali pakai. Nantinya, setelah dipotong tidak ada jahitan lagi.

“Kalau untuk hari ramai, biasanya di hari weekend ya. Seperti Jumat, Sabtu, Minggu. Sudah banyak sekali orang tua yang beberapa kali sunat di kami juga untuk putra-putranya. Kalau costumer yang datang, rata-rata anak – anak sekolah dengan orang tuanya. Kemudian dari  kalangan ekonomi kebawah sampai keatas itu ada. Yang pasti dari kawasan Bogor dan sekitarnya” jelasnya.

“Hal menarik saat saya membuka bisnis ini, saya khususnya dan juga rekan-rekan jadi tambah serta bisa mengetahui lebih dalam karakter dari anak-anak. Sambil kita membantu untuk menjalankan syariat islam,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Menjadi Wanita Muslimah Zaman Millenial

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menjadi seorang wanita muslimah adalah sebuah anugerah yang telah Allah berikan. Dilahirkan dengan memeluk agama Islam dan menjadi wanita muslimah adalah suatu hal yang luar biasa, dimana nantinya seorang wanita akan menjadi tombak untuk melahirkan genersi-generasi penerus bagi umat muslim selanjutnya.

Di zaman yang bisa disebut milenial dan serba digital seperti sekarang ini, kita pastinya sebagai seorang wanita juga belajar tentang apa yang yang terjadi, salah satunya tentang pergaulan bebas di zaman milenial ini. Apa yang harus kita lakukan untuk sebagai wanita muslimah yang hidup di zaman yang milenial ini, salah satunya dengan terus menguatkan iman, mempelajari ilmu-ilmu tentang Islam yang sesuai dengan syariat.

Banyak tantangan bagi para wanita muslimah seiring dengan berkembangnya zaman, dari mulai gaya hidup juga lingkungan sosial. Sebagai seorang wanita muslimah kita harus mempunyai landasan ilmu yang dapat menopang hidup kita agar jauh dari hal-hal yang menyimpang dari agama Islam.

Tantangan terbesar bagi seorang muslimah zaman milenial adalah bagaimana menjaga kehormatannya, meningkatkan kualitis dirinya sebgai seorang wanita, bukan malah mengikuti pola kehidupan yang bebas sehingga lupa akan kodratnya sebagai wanita. Dunia memang menyenangkan, namun jika kita terlalu larut maka akhirat yang menegangkan akan menyambut diri kita.

Dalam hal berpakaianpun sekarang sudah banyak trend fashion yang yang mungkin available untuk seorang muslimah, namun tanpa disadari fashion yang disajikan tidak seuai dengan kaidah Islam yang menutup aurat, pakaian yang membentuk tubuh, hijab yang tidak menutup dada dan hal lain sebagainya yang mungkin tidak kita sadari. Hal-hal tersebut harus sangat diperhatikan bagi setiap muslimah, karena harus mengetahui bagaimana cara berbusana yang benar.

Menjadi wanita muslimah yang milenial harus memiliki ilmu yang sangat banyak, stidaknya kita sebagai wanita muslimah memiliki keimanan yang kuat, meyakini Allah dengan sebenar- benarnya. Sebagai wanita muslimah harus pandai memilih informasi dan mengelola teknologi dengan bersosial media yang baik dan benar.

** Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]