30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1186

Uji Materi Pegawai KPK Dijadwalkan MK

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Mahkamah Konstitusi akan menindaklanjuti permohonan judicial review atau uji materi 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terkait Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK, yang mengatur tentang alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
  
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua MK Anwar Usman usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten, Jumat (4/6). 

Menurut Anwar, MK telah menerima berkas permohonan uji materi terkait peralihan status pegawai KPK menjadi ASN. Ia meminta publik bersabar menunggu jadwal persidangan.

“Mahkamah Konstitusi pasti menindaklanjuti pengajuan uji materi tersebut dengan menggelar persidangan. Mohon sabar,” kata Ketua MK Anwar Usman 

https://6bcd23b09d99f03cb030cfbe983a936a.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html Pada pokoknya, uji materi yang diajukan 75 pegawai KPK ini terkait dengan Pasal 69 Huruf B dan 69 Huruf C UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang mengatur tentang alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Perwakilan 75 pegawai KPK, Hotman Tambunan mengatakan penggunaan TWK sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN bertentangan dengan Pasal 1 dan Pasal 28 UUD 1945. Uji materi tersebut, lsekaligus menguji pengertian ‘Tidak Merugikan Pegawai KPK’ dalam alih tugas ini sesuai putusan MK Nomor 70.

Menurut Hotman, pimpinan KPK dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) selama ini menafsirkan sendiri mengenai maksud alih status tersebut.

“Sebenarnya juga anggota DPR telah memberikan artian tentang tafsir itu. Nah, kami berpikir supaya jangan menjadi bola liar di masyarakat kita bawalah ke MK,” kata Hotman.

Ia berharap, lewat gugatan ini Hakim MK akan menetapkan penafsiran mengenai prosedur alih status pegawai menjadi ASN yang benar. 

** ass/viva

@mjart.id Berikan Gift and Flower Terindah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Hadiah karangan bunga yang cocok untuk orang terdekat atau istimewa saat ini banyak disukai. Belakangan ini sering dikenal dengan hand flower bouquet. Jenis karangan bunga cantik ini selalu menjadi hadiah yang tepat untuk orang terdekat atau istimewa, karena memiliki bentuk rangkaian bunga yang unik nan indah.

Meskipun demikian, hand bouquet ini memilki nilai desain bunga dan karakteristiknya masing-masing, dimana kita dapat menentukan mana hadiah surprise yang tepat untuk hadiah orang yang dekat dan istimewa. Baiknya lagi, kita mengetahui perbandingan rangkaian cantik yang satu dengan yang lainnya agar menemukan pilihan yang tepat.

Sama halnya dengan @mjart.id. Selain dengan gambar yang sudah ditentukan, kita dapat membuat request atau permintaan dalam pengerjaanya. Seperti warna, bentuk dan yang lainnya. “Kenapa saya mendirikan usaha ini, salah satunya untuk mengembangkan bakat. Selain itu saya suka seni,” ujar pendiri mjart.id, Miftahul Jannah kepada Jurnal Bogor, Jumat (4/6).  

Ita juga menjelaskan bahwa berdirinya bisnis ini sudah sejak 2019. “Kita juga menyediakan berbagai macam hadiah yang lain. Seperti buket bunga flanel, buket snack, money buket, dan lainnya,” tambahnya.

Untuk harga @mjart.id sendiri, dimulai dari yang paling murah seharga Rp20.000 sampai dengan yang paling mahal Rp150.000,” jelasnya.

“Kalo dari barang yang sering dibuat ada bucket snack. Terus rata-rata yang beli itu kebanyakan orang yang dekat sih. Temen terdekat juga,” terangnya.

Untuk hari ramai di @mjart.id, tidak bisa ditentukan. “ Tapi kalo lagi event wisuda, ulang tahun, hari raya. Itu emang rame. Untuk pelanggan tetap juga ada, reseller pun ada,” terangnya.

Salah satu hal yang menarik dari sini, adalah bentuk hand flower bouquetnya itu dari kain flannel. “Kenapa flannel, karena nantinya bisa disimpan dengan lama, tanpa layu,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Paket Lebaran Abu, Siap Melengkapi Hari Fitri Anda

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Lebaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, memiliki arti hari raya bagi umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Dalam momen ini, banyak yang menyajikan serta memberikan berbagai macam olahan makanan serta kue.

Selain hampers dan parsel, ternyata hal yang identik dengan hari raya Idul Fitri, ada paket lebaran yang mencakup semuanya. Baik sembako, daging, ataupun kue. Kalian dapat menemukan paket seperti ini pada paket Lebaran Abu, yang berlokasikan di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Alasannya berawal melihat akan kebutuhan orang – orang menengah kebawah menjelang lebaran begitu beratnya apabila dihadapkan dengan segala kebutuhan dikeluarkan atau dibelanjakan saat waktu yang bersamaan apalagi kehidupan di kampung dengan jumlah anak lebih dari 1 sungguh sangat memberatkan,” ujar pendiri Paket Lebaran Abu, H Suryatna kepada Jurnal Bogor, Jumat (4/6).

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa, sudah menjadi kebudayaan masyarakat secara umumnya saat lebaran biasa menjamu tamu dan keluarga dengan dengan berbagai macam hidangan ditambah lagi ada juga yang masih mengistimewakan momen Idul Fitri dengan sarung baru, baju baru. Hal itu barangkali yang mendasar baginya untuk membuka peluang usaha ini.

H Suryatna juga mengaku, bahwa bisnis ini sudah berdiri sejak tahun 2002. “Berawal dari kelompok arisan keluarga kisaran 60 orang anggota, Allhamdulilah dengan berjalannya waktu hingga tahun 2021 masih eksis dan bertambah anggotanya,” tambahnya.

“Paket Lebaran Abu atau Karasa Jaga ini, melayani pesanan 68 jenis kebutuhan sembako. Kemudian, paket-paket tersebut atau permintaan serta pesanannya bisa diambil menjelang puasa (munggahan), pertengahan puasa dan paling akhir jenis ikan dan daging H-2,” jelasnya.

“Untuk pesanan yang sering diminati itu, hampir seluruh list paket lebaran terpesan semua. Tapi kebanyakan daging dan kue kaleng. Untuk harga sendiri, yang termurah sebesar Rp200 per minggunya. Dan yang termahal adalah jenis beras ukuran 50 Kg sebesar Rp 12.850 per minggu. Cicilan juga per minggunya dari tahun ke belakang yang naik ada, yang tetap juga ada,” terangnya.

Untuk costumer sendiri, H Suryatna menjelaskan banyak yang datang dari berbagai penjuru titik utara, yang terjauh Simpang Depok, Cilodong Selatan, Desa Cadas, wilayah timur Gunung Putri serta dari barat Sukahati, Bogor Asri. “Kalo sasaran sendiri, kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah yang jarang belanja ke mall,” tambahnya.

 “Untuk pelanggan tetap, Alhamdulillah mulai pembukaan 2002 hingga tahun 2021 ini ada yang tetap eksis, dan tidak pernah absen untuk ikut kegiatan paket lebaran. Tapi ada juga yang coba keluar kemudian gabung kembali,” ungkapnya.

“Hal yang sangat menarik dari kegiatan ini adalah mengedepankan silaturahim karena didampingi istri juga untuk membantu. Ada juga rekanan para ketua kelompok yang membuka agen sekitar 21 titik. Sehingga Alhamdulillah kami tumbuh dan berkembang bermodalkan kejujuran dan kepercayaan. Satu hal lagi yang menarik dari kegiatan Paket Lebaran ini, yaitu tidak mengutamakan bisnis semata. Melainkan ada sifat sosial dan nilai keagamaannya, semisal berqurban untuk para ketua kelompok paket lebaran secara bergiliran dan berziarah ke makam para wali dan orang sholeh,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Bahaya Pergaulan Bagi Anak Remaja

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pergaulan remaja pada zaman sekarang lumayan memprihatinkan, demi kesenangan dan kepuasannya, banyak sekali remaja yang sudah salah mengambil langkah dalam pergaulan. Mereka terjerumus dalam pergaulan yang menyimpang.

Hal-hal yang dimaksud dengan pergaulan yang bebas adalah, tawuran, narkoba, judi, seks bebas dan masih banyak lagi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya perhatian, atau mungkin ilmu-ilmu agama yang diterapkan, dapat pula dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Apalagi dengan zaman milenial seperti sekarang ini, dimana segala apapun dapat diakses degan mudah hanya melalui smartphone dan internet, bisa saja berpengaruh dari apa-apa yang diakses melalui internet, seperti menonton konten-konten yang sifatnya dewasa atau adegan-adengan kekerasan dalam film yang dapat memicu remaja untuk melakukan hal tersebut di kehidupannya.

Bimbingan kedua orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak remaja, bagaimana cara orang tua mengontrol kegiatan anaknya sehari-hari, apa saja yang dilakukan dan membimbing bila anak tersebut sudah keluar dari jalur yang semestinya.

Lingkungan juga sangat berpengaruh bagi pergaulan remaja, apabila di sekitarnya memberikan pengaruh yang negatif, maka akan mudah sekali untuk untuk ikut ke arah yang negatif, maka dari itu sebisa mungkin peran yang sangat penting agar hal-hal seperti pergalan bebas tidak dengan mudah mempengaruhi adalah, peran kedua orang tua di rumah dan peran guru-guru di sekolah sebagaimana memberikan pengetahuan-pengetahuan yang luas agar anak remaja tidak terpengaruh terhadap pergaulan bebas.

** Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

10 Tahun Menunggu, Tukang Sayur di Kemang Batal Lagi Pergi Haji

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas telah mengumumkan bahwa pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H /2021 M, dengan alasan keselamatan jemaah karena masih pandemi Covid-19.

Atas keputusan itu tentu banyak umat muslim di Indonesia merasa kecewa dan sedih. Salah satunya jemaah haji asal Kampung Nagrog RT 06 RW 06 Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Yaitu Teti Suryati (36) yang merupakan pedagang sayur mayur yang kecewa pada tahun 2021 harus kembali tetunda untuk pergi ke tanah suci menunaikan Ibadah haji

Menurut Tet,i dirinya sudah 10 tahun menunggu untuk berangkat haji, namun atas keputusan pemerintah tahun 2021 tidak ada pemberangkatan haji tentu merasa kecewa.

“Tahun kemarin gagal, tahun ini juga gagal lagi, tentu sedih, kecewa harus rela menunggu lagi tahun depan,” tuturnya.

Teti sendiri untuk pergi berangkat haji itu hasil tabungan, ia rencananya pergi haji bersama sang ibu.

“Pembayaran udah sejak lama hasil tabungan karena niat ingin pergi haji sama orang tua saya, sejumlah persiapan udah siap, Vakisinasi udah juga tapi tahun ini terpaksa karena keputusan pemerintah tidak jadi berangkat lagi,” kata Teti.

Teti sendiri mengaku mengetahui hal itu dari berita, awalnya sempat tidak percaya dan ia pun langsung menanyakan ke yayasan yang akan memberangkatkannya itu, teryata benar tahun ini kembali tidak ada pemberangkatan haji.

“Saya hanya bisa pasrah sama Allah mau gimana lagi, tapi meksipun tahun ini tidak berangkat saya tidak akan mengambil sejumlah uang yang telah disetorkan,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Pekan Depan, OPGI Bogor Bersiap Buka Pelatihan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) Bogor bersiap menggelar pelatihan pekan depan. Hal itu dikatakan Ketua DPD OPGI Bogor Aries Sunan usai acara syukuran kantor Sekretariat OPGI Bogor di Jalan Akses Tol Cimanggis, Cikeas Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (3/6) malam. “Kami buka per angkatan 100 orang. Insya Allah minggu depan kita mulai buka,” ujarnya.

Aries Sunan (kanan) menyerahkan potongan tumpeng ke Brigjen TNI S.H.Setya Budhi saat acara syukuran.

Dijelaskan Aries, pelatihan ini akan membuka peluang untuk yang belum bekerja mendapat pelatihan kompetensi menjahit langsung dan setelah itu ditempatkan di perusahaan garmen. OPGI kata dia,  berupaya mengurangi pengangguran, lebih-lebih dimasa pandemi Covid-19. “Ini peluang bagi warga Bogor dan bagi yang berminat bisa datang langsung ke kantor,” jelasnya.

OPGI sendiri kata Aries tak membatasi jumlah peminat yang akan mengikuti pelatihan karena nantinya kuota peserta dan teknis penempatan kerja, diatur kemudian. “Ada 500 orang pun kami siap, yang jelas upaya ini bagi belum bekerja dan mau bekerja di garmen, tentu ke depannya tak hanya di pabrik garmen saja,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Pelindung OPGI Brigjen TNI S.H.Setya Budhi yang hadir pada acara syukuran tersebut berharap semua pengurus tetap kompak dan saling bantu. Dalam wejangannya, Budhi menilai penting sikap gotong-royong. “Upaya OPGI positif dan ini tentu perlu mendapat dukungan kita semua, apalagi pengurus harus saling bahu-membahu bergotong royong dalam menjalankan programnya,” kata dia.

** ass

Haji 2021 Ditiadakan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Indonesia akhirnya meniadakan ibadah haji tahun ini seperti tahun sebelumnya setelah Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan pembatalan keberangkatan jemaah haji, Kamis (3/6). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam koferensi persnya mengatakan, keputusan pembatalan keberangkatan jemaah haji ini diambil setelah melalui dialog panjang dengan Komisi VIII DPR, alim ulama, dan ormas Islam.

“Menetapkan, penetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya,” kata Menag Yaqut.

Sebelumnya, Kemenag telah melakukan persiapan penyelenggaraan haji sejak 24 Desember 2020 dengan membentuk tim krisis haji di tengah pandemi Covid-19. Namun kali pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.

Seiring dengan informasi Pemerintah Arab Saudi yang kini hanya memperbolehkan 11 negara yang boleh masuk negaranya, namun tak termasuk Indonesia yaitu Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss dan Uni Emirat Arab.

“Kita juga semua tahu bahwa pandemi Covid-19 masih belum berlalu, di Indonesia mulai terlihat bagus penanganannya tapi di belahan dunia lain, kita menyaksikan pandemi Covid-19 belum terkendali dengan baik,” ujarnya

Menag Yaqut juga menepis adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat, bahwa penundaan keberangkatan jemaah haji lantaran pemerintah Indonesia masih mempunyai utang soal haji di Arab Saudi.  

“Indonesia juga tidak punya utang atau tagihan yang belum dibayar terkait haji. Info soal tagihan yang belum dibayar itu hoax,” tegas Yaqut.

Gus Menteri, sapaan akrabnya menuturkan, bahwa pemerintah Arab Saudi, sampai hari ini yang bertepatan dengan 22 Syawwal 1442 H, juga belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.

“Ini bahkan tidak hanya Indonesia, tapi semua negara. Jadi sampai saat ini belum ada negara yang mendapat kuota, karena penandatanganan Nota Kesepahaman memang belum dilakukan,” tegasnya

Selain itu, kata dia, penundaan pemberangkatan jemaah haji, karena kondisi pandemi yang malanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” katanya.

Pemerintah menilai bahwa pandemi Covid-19 yang masih melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah.

“Apalagi, jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia dan sebagian negara lain dalam sepekan terakhir masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, kasus harian Covid-19 di Indonesia dari tanggal 26 hingga 31 Mei misalnya, rata-rata masih di atas 5.000. Ada sedikit penurunan pada 1 Juni 2021, tapi masih di angka 4.824.

Sementara kasus harian di 11 negara pengirim jemaah terbesar per 1 Juni juga relatif masih tinggi dengan data sebagai berikut: Saudi (1.251), Indonesia (4.824), India (132.788), Pakistan (1.843), Bangladesh (1.765), Nigeria (16), Iran (10.687), Turki (7.112), Mesir (956), Irak (4.170), dan Aljazair (305).

Untuk negara tetangga Indonesia, tertinggi kasus hariannya per 1 Juni 2021 adalah Malaysia (7.105), disusul Filipina (5.166), dan Thailand (2.230). Singapura, meski kasus harian pada awal Juni adalah 18, namun sudah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji, sementara Malaysia memberlakukan lockdown.

** ass

Harmoni HJB, Doa Lintas Agama Hingga Suguhan Seni

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 yang diperingati pada 3 Juni 2021, merupakan peringatan tahun kedua tanpa helaran budaya seperti tahun-tahun sebelumnya yang begitu semarak. Pandemi yang belum berakhir, membuat HJB diperingati secara sederhana namun tentunya tak boleh sampai kehilangan makna.

Mengusung tema Jagratara Waluya, HJB tahun ini diisi dengan doa lintas agama hingga menampilkan beberapa aksi kesenian secara terbatas di Taman Ekspresi, Sempur, Bogor Tengah, Kamis (3/6).

Doa lintas agama yang digelar tersebut sebagai makna semangat gotong royong, toleransi serta saling waspada terhadap bahaya Covid-19. Karena virus tersebut bisa menyerang siapa saja, tanpa melihat latar belakang profesi, sosial maupun agama.

Doa bersama tersebut dipimpin KH. Mustofa Abdullah bin Nuh yang mewakili agama Islam, RD. Mikael Endro Susanto yang mewakili Katolik, Pdt. Tri Susanto yang mewakili Kristen Protestan, Andry Lesmana yang mewakili Buddha, I Ketut Suta Arnawa yang mewakili Hindu, dan Andri Harsono mewakili Konghucu.

Sementara kesenian yang disuguhkan antara lain kecapi suling, marawis, hingga tarian Jagratara dari gabungan berbagai sanggar.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seniman, budayawan, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

“Situasi (Pandemi Covid-19) masih belum pulih, tetapi data-data menunjukkan bahwa dibanding tahun lalu, pandemi di Kota Bogor sudah mulai bisa dikendalikan. Angka ketersediaan tempat tidur, angka kesembuhan, semuanya menunjukkan data yang baik,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam sambutannya.

Di Jawa Barat, Kota Bogor ada dalam peringkat tiga besar dalam tingkat kesembuhan tertinggi mencapai 95,87 persen atau di atas rata-rata tingkat kesembuhan di Jabar, yakni 89,16 persen. Kota Bogor juga ada di peringkat kedua mengenai tingkat keterisian tempat tidur isolasi, yakni hanya 15,32 persen atau di bawah rata-rata Jawa Barat yang sebesar 38,22 persen. Serta capaian-capaian lainnya.

Angka-angka tersebut, kata Bima, dicapai atas  kolaborasi semua unsur. Hasil dari kerjasama dan sinergi tidak saja aparatur, namun juga warga, komunitas dan lainnya. “Karena itu izinkan saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras, kerjasama, dan kerja ikhlas dari semua. Sehingga hari ini pandemi covid relatif bisa terkendali,” ujar Bima Arya.

Namun demikian, ada tiga pesan penting pada perayaan HJB tahun ini. Pertama kata Bima, semua harus terus waspada. Indonesia khususnya Kota Bogor tidak ingin seperti India. Kota Bogor pun juga jangan sampai menjadi kota-kota lain yang hari ini bahkan memburuk kasus Covidnya karena tidak waspada.

“Sekali kita lengah, maka kita bisa kehilangan banyak hal. Kewaspadaan kita Insya Allah menentukan keselamatan kita,” jelas Bima.

Yang kedua, sambungnya, tiap perayaan HJB sebelum pandemi, selalu ada persiapan dari para sanggar, seniman dan budayawan untuk helaran untuk peringatan. Bima berharap, hari ini dengan segala keterbatasan, Pemkot Bogor mencoba memberikan sedikit ruang untuk itu. “Memberikan ruang bagi para sanggar untuk mengekspresikan budaya. Jangan sampai di HJB minus budaya, jangan sampai tidak ada sama sekali,” kata Bima.

Yang terakhir, terang Bima, semua ikhtiar yang dilakukan, tidak akan ada artinya tanpa doa dan keyakinan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, dalam peringatan HJB tahun ini, Bima mengajak kepada semua warga untuk bersama-sama memanjatkan doa.

“Selain waspada tadi, kita harus terus berdoa bermunajat kepada Allah SWT agar kita semua bisa mempercepat kemenangan melawan Covid-19 ini. Di sini hadir tokoh lintas agama yang hadir hari ini untuk sama-sama berdoa. Insya Allah tahun depan, ketika peringatan HJB yang ke-540 kita sudah menang melawan pandemi. Sehingga helaran bisa kita selenggarakan dengan meriah,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Bogor Kembali Kedatangan 1.050 Vial Vaksin Sinovac

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kota Bogor kembali menerima 1.050 vial vaksin sinovac atau setara 10.500 dosis yang disuplai Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepada wartawan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa dosis vaksin itu diperuntukan bagi 5.250 sasaran. Dengan rincian, 1.000 orang penyandang disabilitas mental dan 877 orang disabilitas fisik yang terdaftar sebagai menerima vaksin.

“Vaksinasi dijadwalkan di Puri Begawan. Vaksin bagi penyandang disabilitas sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat,” ujar Retno, Kamis (3/6).

Sedangkan sisanya, sambung dia, bakal digunakan memenuhi kebutuhan vaksinasi pelayan publik dan lansia yang belum rampung. “Capaian sebenarnya itu 94 persen untuk pelayanan publik, 39 persen lansia,” imbuhnya.

Kata dia, saat ini sudah ada 203.230 sasaran vaksinasi yang terigesterasi. Sebanyak 178.279 sasaran sudah menjalani vaksinasi. “Pada tahap 1 sudah 117.422 sasaran. Kemudian di tahap 2 ada 93.845,” katanya.

** Fredy Kristianto

Lengkapi Berkas Megaproyek di RSUD Ciawi, Gempar Aksi di Gedung KPK

0


Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kasus megaproyek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, yang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat dan APBD Kabupaten Bogor, tahun anggaran 202o lalu memasuki babak baru. Kamis (03/06), sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (Gempar) untuk kedua kalinya mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, untuk melengkapi berkas laporan sambil menggelar aksi meminta komisi antirasuan itu menurunkan tim ke RSUD Ciawi.

Ketua Gempar, Putra Nur Pratama mengaku, aksi massa yang ke dua kalinya di gedung KPK akan dilakukan pada pertengahan Juni nanti. “Antara tanggal 15 atau 20 Juni, kami akan demo lagi ke gedung KPK,” ungkapnya kepada wartawan saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, kemarin.

Saat ini, kata Putra, Gempar, sedang melakukan pendalaman terkait dugaan kasus korupsi di Mega proyek RSUD Ciawi, baik itu kegiatan pembangunan di Gedung MDG’S yang berasal dari anggaran Bankeu Jawa Barat maupun bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor.”Demo kita nanti sekaligus menyerahkan kekurangan berkas ke KPK,” ujarnya.

Pada saat aksi nanti pertengahan Juni nanti, Gempar, kata Putra, mendesak lembaga antirasuah segera turun menindaklanjuti laporan yang masuk. “Setelah semua berkas lengkap, tinggal kami menunggu KPK turun ke RSUD Ciawi,” imbuhnya.

Berdasarkan tanda terima berkas dari KPK pada tanggal 30 April 2021 dengan nomor register: – /56/ 200 dan nomor surat : 12/ B/ SEK/ IV2021, Gempar yang saat itu tiba di gedung antirasuah sekitar pukul 13.31 WIB dengan menyerahkan berkas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dua proyek RSUD Ciawi, Irawan menjelaskan, mangkraknya proyek pembangunan Gedung MDG’S, disebabkan tidak turunnya bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan diputusnya kontrak karena pelaksana tidak tepat waktu.

“Batas waktu sesuai kontrak sudah habis dan kami putus kontrak nya. Kami bayar pelaksana pembangunan Gedung MDG’S sesuai dengan progres pengerjaan yakni senilai Rp 7 miliar,” katanya dihadapan PMBS.

Disinggung terlambatnya pengerjaan di proyek Gedung Gizi, Irawan masalan itu lebih kepada teknis maupun pengiriman bahan-bahan material.

“Ada yang harus direvisi, terutama dari gambar. Bukan itu saja, saat proyek mulai dikerjakan, terkendala pengiriman bahan material, pabrik nya tutup karena Covid-19,” tutup Irawan, didampingi Kabag TU RSUD Ciawi, Mardani.

** Dede Suhendar