30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1185

Iqbal Pimpim AMK Kota Bogor, Joy Minta Besarkan PPP

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PC Angkatan Muda Kabah (AMK) Kota Bogor menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Onih, Sabtu (5/6). Dalam kesempatan tersebut, M Iqbal terpilih secara aklamasi memimpin organisasi sayap PPP itu.

Kepada wartawan, Ketua PW AMK Jawa Barat EF Joy Pendhita mengatakan, bila muscab biasanya identik dengan pergantian ketua, tapi bukan itu subtansinya. Karena hari ini AMK Kota Bogor terbukti bisa mengkaderkan dengan memilih ketua baru.

“Kita mempunyai program kerja, dan nanti disuport dari DPC. Untuk itu AMK ini bisa kerja bersama untuk membesarkan PPP dan AMK,” ujar Joy.

Kata dia, sesuai arahan dari pusat, Banom PPP, yakni AMK, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) dan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) bahu-membahu meningkatkan elektoral partai pada Pemilu 2024.

“AMK, GPK, GMPI, WPP, ke depan tidak ada aktifitas lain kecuali kerja-kerja elektoral. Sehingga badan-badan otonom partai harus aktif bergerak untuk meningkatkan kemenangan PPP,” ungkapnya.

Menurut dia, AMK harus sejalan dengan PPP dan tetap menjadi garda terdepan partai berlambang kabah ini. Karena itu, kedepan keberadaan AMK tidak hanya mewarnai atau partisipasi saja dalam kegiatan partai. Namun, harus lebih besar lagi seperti menyiapkan kader-kader potensial AMK untuk duduk di legislatif.

“Wajib hukumnya, kader AMK untuk maju menjadi caleg. Jangan malu-malu, dan jadikan organisasi AMK ini sebagai batu loncatan atau tempat belajar sebelum menjadi anggota DPRD. Untuk menyiapkan kader potensial ini, maka PW AMK Jabar juga nanti akan menyiapkan sejumlah program kerja yang bakal melibatkan pihak lainnya. Bisa berupa pelatihan atau kegiatan-kegiatan positif lainnya,” tuturnya.

** Fredy Kristianto

Sekolah Vokasi Pakuan dan KADIN Gandeng Pemdes Susukan MOU Kembangkan BUMDES

0


 
 
Bogor | Jurnal Inspirasi
Sekolah Vokasi Universitas Pakuan dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Graha KADIN, Sabtu (05/06).
 
Penandatanganan MOU yang dilakukan oleh Ketaua KADIN Kabupaten Bogor, Yasfar Rizal dan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, Dr. Tjut Awaliyah Zuraiyah, M.Kom dan Kepala Desa Susukan, M. Irfan Syahrizal disaksikan langsung oleh Sekretaris Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Kabupaten Bogor, Agus Putrono, SH, MH.
 
Dalam sambutanyan Sekdis DPMD Kabupaten Bogor, Agus Putrono, SH, MH memberikan apresiasi penandatangan MOU antara KADIN Kabupaten Bogor dengan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan untuk pengembangan BUMDES di Desa Susukan.
 
“Saya apresiasi menandatanganan kerjasama antara KADIN dan Sekolah Vokasi Pakuan untuk pengembangan BUMDES di Desa Susukan,” kata Agus.
 
Sekdis berharap melalui MOU tersebut selain mampu meningkatkan SDM pengelola BUMDES, juga melahirkan model BUMDES percontohan di Kabupaten Bogor.
 
Dalam kesempatan yang sama Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Yasfar Rizal mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk menfasilitasi peningkatan ekonomi Desa melalui pembinaan UMKM Desa dan BUMDES.
 
“”Kamar Dagang dan Industri menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) adalah organisasi dunia usaha yang berfungsi sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia, antara para pengusaha Indonesia dan pemerintah, dan antara para pengusaha Indonesia dan Universitas, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian dan jasa dalam arti luas yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi, dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan profesional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional berbasis Desa,” papar Yasfar lagi.
 
Sementara Dekan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, Dr. Tjut Awaliyah Zuraiyah, M.Kom mengatakan MOU ini merupakan komitmen untuk menjalankan fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi Pendidikan, Pengabdian dan Penelitian, di mana dalam MOU ini, akan lebih fokus kepada program pembinaan desa dalam bentuk KKN Mahasiswa, Pendampingan Usaha Desa, Pelatihan Pelatihan serta peningkatan program pengabdian masyarakat.
 
Kepala Desa Susukan, M. Irfan Syahrizal  menuturkan, sangat mengapresiasi langkah kerjasama antara pihaknya dengan KADIN dan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan. “Saya berharap kerjasama ini bisa menggeliatkan potensi Desa di tengah-tengah warganya yang ingin mengembangkan desa tercinta.Tentunya tanpa dukungan masyarakat sekalian, desa kita takkan maju,”ungkapnya.

** Handy Mehonk

Setelah Didemo, Akhirnya Perusahaan Bayar Sisa Gaji Buruh

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Setelah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa, para buruh PT Anugerah Maju Perkasa di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menuntut pembayaran sisa gaji dan THR yang belum dibayarkan akhirnya membuahkan hasil.

Seperti diungkapkan salah satu buruh PT Anugrah Maju, akhirnya pihak perusahaan membayar sisa gaji terhadap 40 buruh yang saat ini sudah tidak bekerja lagi sejak 10 Mei 2021.

“Alhamdulillah perjuangan kami berhasil. Semua sudah diberikan gaji sisanya rata rata 1,5 juta rupiah,” kata salah satu buruh, Wati pada Minggu (6/6/2021).

Wati mengatakan saat melakukan aksi unjuk rasa saat itu pihak perusahaan sempat mengancam buruh dengan malaporkan para pendemo ke polisi.

“perusahaan sempat membela diri. Alasan itu, ini lah. Tapi akhirnya mereka serahkan (gaji,red) setelah terdesak” katanya.

Wati mengatakan saat aksi ada ratusan buruh mereka yang ikut demo itu yang juga tidak dapat THR.

“Dan pihak perusahaan telah membayarkan THR juga namun tidak full,” katanya.

Saat dikomfirmasi, HRD Morlan Silitonga membenarkan hal tersebut. Ia beralasan belum memberikan hak terhadap 30 lebih karyawannya karena produksi yang turun drastis.

“Produksi kami sedang parah. Apa lagi para karyawan yang 30 orang itu tidak mau ikuti arahan perusaan untuk kembali bekerja selama 10 hari,” katanya.

Morlan juga mengakui pabriknya tidak memberikan THR dan tengah merekrut karyawan baru. Hal itu untuk memulihkan kondisi perusahaan.

“THR tahun lalu saja baru kami lunasi. Bagaimana kami bisa membayar THR sekarang?” dalihnya.

** Cepi Kurniawan

Ada 32 Santri Positif Covid-19, Bima Arya Susun Langkah Penanggulangan Seperti Ini

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi salah satu Pondok Pesantren di kawasan Harjasari, Bogor Selatan, Sabtu (5/6/2021). Kedatangannya untuk menindaklanjuti laporan Dinas Kesehatan Kota Bogor yang mencatat adanya 32 santri positif Covid-19 hasil swab antigen.

“Saya mendapat laporan bahwa ada satu Pondok Pesantren di daerah Bogor Selatan yang akan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karena jumlah santrinya banyak ada 398 orang dan pengurus 55 orang maka diputuskan untuk dilakukan swab antigen di sana. Kemudian dari swab antigen pada 3-4 Juni itu ada 32 santri yang hasil antigennya positif,” ungkap Bima Arya.

“Dari 32 santri tersebut kita sudah bawa ke pusat isolasi kami di BPKP Ciawi sebanyak 24 santri kemudian 8 lagi diisolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada dugaan bahwa mereka terpapar saat pulang kembali dari kampung halamannya. Ada yang dari luar Jawa, ada dari dalam Pulau Jawa juga,” tambahnya.

Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor memberikan arahan kepada aparatur wilayah, dinas terkait dan pengurus Ponpes di posko sementara yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Kemudian Bima menyusun langkah-langkah penanggulangan agar virus tersebut tidak menyebar ke lebih banyak santri.

“Tadi pagi saya langsung kunjungi lokasi di sana kemudian menyusun langkah-langkah. Pertama adalah menutup total tidak boleh ada aktivitas keluar masuk dari dan menuju pesantren. Kedua, besok 421 santri dan pengurus akan kita lakukan swab PCR, meskipun sebelumnya antigen mereka negatif,” ujar Bima.

Ketiga, lanjutnya, meminta agar pengurus Ponpes berkoordinasi dengan Satgas untuk memastikan protokol kesehatan. “Walaupun antigennya negatif, tetapi tetap prokes. Tidak lepas masker, tidur jaga jarak dan dibatasi aktivitas. Ponpes juga sepakat untuk tidak menerima kunjungan dari keluarga atau orangtua santri,” katanya.

Bima juga memerintahkan Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik dengan menyuplai logistik. “Jadi jangan sampai yang dari dalam belanja keluar atau belanja sendiri ke pasar karena mereka sedang isolasi. Di sana juga dibentuk posko gabungan antara ASN, TNI/Polri,” tandas Bima.

Tim kesehatan juga disiagakan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memonitor perkembangan kondisi santri. “Tadi saya cek di sana sudah ada surveilans-nya yang setiap hari memonitor kondisi santri. Kebutuhan vitamin dan obat-obatan lainnya juga didistribusikan langsung,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Teknologi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perkembangan teknologi menjadi keniscayaan yang tak bisa ditolak, lebih-lebih dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini, teknologi jadi momentum mentransformasi teknologi guna pemulihan ekonomi. Hal itu terungkap dalam Webinar Kebijakan dan Peran Serta Teknologi Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Bogor Valley Hotel, Sabtu (5/6/2021).

H.Anton Sukartono Suratto saat memberikan penjelasan mengenai Webinar Kebijakan dan Peran Serta Teknologi Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Webinar yang diinisiasi Wakil Ketua Komisi I DPR RI H.Anton Sukartono Suratto bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi menghadirkan narasumber Bambang Gunawan (Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kemenkominfo), Gun Gun Siswadi (Dosen Fikom Universitas Esa Unggul Jakarta) dan Eric Hermawan (Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif).

“Sektor ekonomi digital memang jadi andalan pulihkan ekonomi. Diperlukan akselerasi digital, sudah 196 juta lebih masyarakat Indonesia penggunan internet,” ujar Bambang Gunawan.

Dengan upaya tersebut, Anton Suratto berharap pemanfaatan teknologi digital mesti berpihak ke masyarakat. Fenomena siber sekarang ini mesti ada regulasinya agar memiliki manfaat. Tak dipungkiri teknologi bagi negara maju adalah meningkatkan daya saing dan bagi negara berkembang menjadi penyederhanaan kerja dalam upaya pengembangan daerah. “Tentu dengan teknologi ini, pelayanan publik diharapkan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Sehingga upaya pemerintah kata dia, membangun infrastruktur dan menggerakan teknologi informasi komunikasi secara masif, termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Pemerintah juga berupaya memudahkan akses internet didapat masyarakat.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kemenkominfo, Bambang Gunawan

Gun Gun Siswadi juga menilai penting era digitalisasi, meski saat ini masyarakat dilanda ‘tsunami informasi’. Sehingga perlu upaya literasi digital karena tak dipungkiri seperti pandemi Covid-19 sekarang ini hampir serba digital. “Belajar online dengan e-learning, begitu juga dengan sektor lain ada online shop. Googling saja di internet, namun memang harus upaya identifikasi dari kita karena adanya informasi hoax, perlu hati-hati dengan infodemik dan oversharing,” kata dia.

Sementara Eric Hermawan menilai, pandemi Covid-19 saat ini jadi pendorong revolusi industry 4.0. Meski demikian, dia menggarisbawahi potensi dampak industri 4.0. Disinilah peran pemerintah membuat regulasi untuk kepentingan rakyat banyak. “Bukan untuk satu orang atau segelintir yang kaya. Yang kami khawatirkan adalah hilangnya aset karena sekarang ini trennya kepemilikan itu menjadi sharing,” ujar pegiat teknologi yang punya radio FM di Bogor.

Dia juga menilai, Indonesia sebagai negara nomor 5 pengguna internet, rentan dengan cyber crime atau kejahatan digital dan rawan hacker. “Tentu ini menjadi PR kita melindungi aset, usaha, dan kedaulatan. Karena jika kapitalis bebas, Indonesia hanya jadi penonton saja. Mereka punya modal besar dan bisa mengambilalih, padahal kekayaan alam Indonesia sebagaimana amanat undang-undang adalah untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

** Asep Saepudin Sayyev

Iluni 95 SMA Rimba Madya Berikan Sumbangsih Positif

0

Lakukan Donor Darah dan Pengajian

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ikatan Alumni Angkatan 1995 (Iluni 95) SMA Rimba Madya, Pasir Mulya, Bogor Barat, Kota Bogor, menggelar reuni, Sabtu (5/6). Mereka melakukan donor darah, pengajian dan memberikan tong sampah untuk sekolah. Sumbangsih positif tersebut sebagai wujud kepedulian para alumni, menjaga ukhuwah dan silaturahmi.

Muhammad Iqbal menyerahkan tong sampah diterima Hj.Eliyagus Solfana

“Reuni ini sebenarnya kami undang semua angkatan mulai angkatan pertama 1983 hingga 1995, tapi memang yang banyak datang alumni 95. Kami ingin berbuat dan seperti ini yang bisa kami lakukan,” ujar Ketua Panitia Reuni 2021, Muhammad Iqbal, S.Pd.I

Untuk donor darah sendiri sebenarnya dibuka untuk umum dan untuk pengajian menghadirkan ustaz Badruzaman, yang merupakan mantan guru. Reuni menurut Iqbal menjaga kekompakan seperti masa sekolah. “Kalau ada yang sakit atau lahiran, kita hadir. Saling komunikasi dan mengetahui kondisi keadaan masing-masing alumni,” jelas Iqbal yang juga guru di SMP Al-Irsyad Empang, Bogor Selatan.

Kepala Sekolah SMA Rimba Madya, Dra.Hj.Eliyagus Solfana mengapresiasi positif upaya alumni seperti yang dilakukan Iluni 95. Mereka masih ingat guru-guru dan berbuat kebaikan demi sekolah. “Ada manfaat yang mereka lakukan seperti kegiatan sosial dan keagamaan. Tentu donor darah itu penting, begitu juga dengan pengajian. Tausiyah untuk ruhani akan saling mengingatkan,” kata dia.

Sejumlah alumni kata dia telah berhasil diantaranya menjadi pengusaha, tenaga pendidik, dan pegawai Pemerintah Kota Bogor. “Intinya kami apresiasi upaya mereka atas sumbangsihnya selama ini,” tandasnya.

Sementara pada acara tersebut juga hadir Ketua PMI Kota Bogor Edgar Suratman didampingi Zaenal Mutaqin, Ketua Iluni 95 yang juga Sekretaris PMI Kota Bogor. Edgar juga merespon kegiatan donor darah adalah upaya positif dalam memenuhi kebutuhan darah di ‘Kota Hujan’. “Kegiatan bagus dan perlu didukung, kami harapkan intens. Memang keperluan rumah sakit-rumah sakit akan darah ini penting. Apalagi diawal-awal Covid-19, sempat kekurangan darah hanya ada 1000-1200 ampul saja. Sekarang ini sudah beranjak normal lagi 3000-3200 dan belum surplus,” jelas mantan Ketua Umum Taekwondo Indonesia Kota Bogor ini.

** Asep Saepudin Sayyev

Survei CISA, Demokrat dan AHY Moncer

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lembaga Analis dan Konsultan Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali meluncurkan hasil Surveinya yang bertajuk Potret Kondisi Sosial dan Konfigurasi Politik tahun 2024.

Diketahui, hasil survei tersebut merupakan review termin kedua survei berkala yang telah dilakukan sebelumnya pada bulan Februari 2021.

Berdasarkan hasil survei CISA yang dimulai sejak tanggal 27 Mei – 1 Juni 2021 yang menyasar 1.600 responden di 34 Provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling.

Hasilnya, didapatkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merasakan puas terhadap kinerja Pemerintah Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Kinerja Jokowi dan Ma’aruf Amin cukup diapresiasi oleh masyarakat sehingga kepuasan publik mencapai 61,32 persen meskipun ada 25,77 persen masyarakat yang menganggap kinerja Pemerintah belum memuaskan,” ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui siaran persnya.

Secara umum masyarakat Indonesia menganggap Pemerintah unggul di beberapa sektor seperti Infrastruktur dan Tata Ruang Wilayah, Pelayanan Publik dan Birokrasi, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia serta sektor Energi dan Sumber Daya Alam.

Menurut dia, publik menganggap bahwa Pemerintah mampu mengoptimalisasi sektor Infrastruktur dan Tata Ruang Wilayah yang mencapai 45,52 persen, kemudian sektor Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi sebesar 23,51 persen.

“Sedangkan di sektor Pendidikan dan Sumber Daya Manusia mendapatkan 22,91 persen serta persoalan Energi dan Sumber Daya Alam yang mendapat 8,06 persen kepuasan publik,” ungkapnya.

Disisi lain, Herry menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia menyoroti beberapa sektor yang dianggap belum mampu dioptimalkan oleh Pemerintah Jokowi.

Dia berterus terang bahwa sektor yang dianggap kelemahan Pemerintah hari ini adalah Perekonomian dan Industri yang mendapatkan 30,52 persen, Komitmen terhadap Anti Korupsi yang mencapai 22,35 persen.

“Lalu sektor Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan sebesar 18,06 persen serta persoalan Perikanan dan Kelautan yang mendapatkan 9,51 persen ketidakpuasan publik,” sebutnya.

Selain menyasar pada persoalan kinerja Pemerintah, ternyata ketika dilakukan jajak pendapat perihal proyeksi kepemimpinan nasional di tahun 2024, masyarakat cukup antusias memberikan pilihan kepada beberapa tokoh yang berpotensi maju sebagai kandidat Presiden jika Pemilihan Presiden (PILPRES) dilakukan hari ini.

Seperti sebelumnya temuan Survei CISA, Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta berada di posisi teratas dengan raihan 19,20 persen.

“Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang mendapatkan 15,33 persen sedangkan Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,26 persen,” tuturnya.

Survei CISA yang Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen memunculkan nama Menteri BUMN, Erick Tohir dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa di bursa kepemimpinan nasional di 2024 mendatang.

“Cukup menarik, secara on the spot Menteri BUMN, Erick Tohir mampu mendulang 9,76 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,55 persen serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebesar 7,15 persen,” katanya.

Di posisi terbawah hasil Survei CISA menempatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kemudian Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendapatkan 3,47 persen. Meskipun demikian nama Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka disebutkan sebanyak 2,43 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mendapatkan 1,35 persen sedangan 7,99 persen masyarakat belum menentukan sikapnya,” jelasnya.

Selanjutnya Herry juga menambahkan bahwa survei elektabilitas tokoh tersebut selain melakukan uji Validitas melalui kegiatan Recheck dan Reconfirm terhadap 20 persen.

Keseluruhan data pada 1.600 responden juga melakukan uji kembali secara khusus terhadap elektabilitas 5 tokoh yang berada di posisi lima besar tertinggi elektabiitasnya pada 5 Provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar.

“Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick adalah figur yang menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya,” jelasnya.

“Kemudian kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga. Hasilnya di Jawa Timur, Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit untuk ditumbangkan di Jawa Tengah,” tambahnya.

Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jawa Barat. Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena kecenderungan responden memilih Anies, AHY dan Erick Tohir.

“Namun di Sumatera Utara peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” tambahnya. 

Sementara itu untuk elektabilitas Partai Politik (Parpol) jika Pemilihan Legislatif (PILEG) dilakukan hari ini maka PDI-Perjuangan berhasil mengungguli parpol lainnya kemudian disusul oleh Partai Demokrat yang menunjukkan peningkatan elektabilitasnya serta Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“PDI-Perjuangan cukup unggul elektabilitasnya dari parpol lainnya karena berhasil meraih 18,91 persen kemudian di posisi kedua ada Partai Demokat yang menunjukkan eskalasi keterpilihan di angka 13,22 persen yang disusul oleh Partai Golkar sebesar 11,65 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 11,20 persen,” ujarnya.

Masih kata Herry, bahwa Survei yang melakukan wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara surveyor dan responden menempatkan Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar serta adanya penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera yang membuat PAN dan PPP harus berada di posisi terakhir.

Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar. Gerindra mendapatkan 10,36 persen sedangkan PKS kembali menguat di 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 6,43 persen.

“Di posisi terakhir ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,35 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,88 persen.  Namun masih terdapat 12,67 persen masyarakat yang belum menentukan sikap. Hal ini bisa digarap oleh semua parpol termasuk non DPR-RI,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Poktan Lestari Menuju Pertanian Unggul Melalui Urban Farming

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa pertanian di tengah pandemi Covid- 19 dipastikan akan terus berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Begitu pula kegiatan bimbingan teknis dan penyebarluasan inovasi teknologi akan tetap berjalan.

“Di tengah pandemi Covid 19 yang masih ada di tengah tengah kita, pertanian memang tidak bisa libur, pertanian tidak boleh berhenti, pertanian harus terus bergerak karena menyangkut pangan 267 juta orang penduduk Indonesia,“ ujar SYL dalam beberapa kesempatan.

Program Kementerian Pertanian ini disambut baik oleh Poktan Lestari dengan menggelar pertemuan pembuatan Konsep Urban Farming (blue print pengembangan infrastruktur) di Poktan Lestari Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang dilaksanakan pada Sabtu (5/6).

Hadir pada kegiatan tersebut yakni Ketua Poktan Slamet Riyadi,  Kasi Sapras Kelurahan Kebonsari Puput Suswati,  utusan dari BPTP Jawa Timur Saiful dan Penyuluh Pertanian Wibi.sekaligus Koordinator BPP kec Sukun Very Tubagus Irianto,  SP, serta perwakilan BRI Kanwil Malang  Doni Pratama

Kegiatan urban farming biasanya dilakukan tanpa konsep yang jelas,  tapi hanya berdasar pada sekedar membuat bibit atau pesemaian, menanam,  dan menata tanamannya atau sebatas menjalankan item-item tahapan kegiatan yang harus dilakukan sesuai petunjuk atau rencana, dan tidak berdasar pembuatan konsep, terkait infrastrukturnya, dalam bentuk blue print pengembangan infrastruktur .

Menurut Slamet Riyadi yang juga Ketua Poktan mengatakan bahwa kegiatan ini sifatnya masih tahapan awal, yang nantinya akan dilanjutkan ke rencana teknis terkait yang dibudidayakan, baik komoditas tanaman pangan, sayuran dan buah buahan, ikan air tawar dari beberapa bentuk inovasi, ternak kecil ayam Kampung Unggul Balitnak KUB)  budidaya burung walet, dan pengolahan limbah pertanian menjadi kompos dan bokhasi.

Pada kesempatan yang sama Very, PPL setempat, yang juga Koordinator BPP Kecamatan sukun berharap dari kegiatan ini nantinya bisa menjadi wilayah urban farning yang lebih tertata dan bisa menjadi daerah wisata urban faming untuk wilayah Malang Kota bagian selatan. “Semangat untuk Poktan Lestari Kelurahan Kebonsari, semoga lancar dan sukses,” ujarnya.

** Very Tubagus Irianto,SP/BBPP Batu

Ketua KBIHU Kabupaten Bogor: Keuangan Calon Jamaah Haji Aman

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu dengan alasan Covid-19 meniadakan keberangkatan haji 2021. Imbasnya, 221 ribu jamaah haji batal berangkat, termasuk di Kabupaten Bogor.

Ketua DPD Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Kabupaten Bogor, Desi Hasbiyah mengatakan, Kabupaten Bogor tercatat memiliki jamaah haji terbanyak di Indonesia, ada sekitar 3.421 orang jemaah haji yang batal berangkat meski telah melunasi tabungannya.

“Telah menunggu antrean sejak tahun 2013 lalu, dan akan tetap menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi kapan bisa diberangkatkan,” kata Desi, Sabtu (5/6).

Bahkan pihaknya pun akan melakukan sosialisasi dan memberikan pengertian kepada calon jamaah haji bahwa tidak usah khawatir dan akan tetap diberangkatkan.

“Dan keuangan tetap aman jangan khawatir tetap aman dikelola badan  pengelolaan keuangan haji,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sambut BBGRM, DPMD Sambangi Warga Desa Kalong 1

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor mendatangi warga Desa Kalong Satu, Kecamatan Leuwisadeng, Jumat (4/6). Kedatangan tim DMPD dari bumi Tegar Beriman ini tak lain untuk memberikan motivasi, serta penilain terhadap warga desa yang sedang melangsungkan kegiatan  Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVII 2021.

Sekdis DPMD Kabupaten Bogor yang juga tim penilai BBGRM Agus Putrono mengatakan, kegiatan tersebut tertuang sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 tahun 2005. “Program rutin tahunan yang banyak mengedukasi masyakat. BBGRM setiap tahunnya digelar, pelaksanaannya bertepatan pada bulan Mei,” ujar Agus Purtono kepada Wartawan.

Kegiatan tersebut dihadiri Muspika Kecamatan Leuwisadeng serta sejumlah  RT, RW dan tokoh masyarakat.

Menurut Agus Purtono, BBGRM itu setiap tingkatannya secara teknis  dibentuk tim kerja lapangan, diantaranya tim pusat, provinsi, kabupaten serta tim  dari kecamatan dan desa. “Kategori penilaiannya tentu ada empat bidang antara lain sosial kemasyarakatan, ekonomi, keagamaan serta bidang  lingkungan hidup,” ujar dia.

“kita lihat bersama- sama bahwa gotong royong di lingkungan Desa Kalong Satu sangat luar biasa,” ujar Agus.

Kegiatan gotong royong kata dia adalah warisan dari para pendahulu secara turun- temurun yang harus terus dilestarikan. Meksipun seiring berkembangnya waktu dan tak lepas dari pergaulan dunia, maka kepedulian masyarakat akan budaya  gotong royong ini sudah mulai hilang.

Dibuatnya, Permendagri tentang BBGRM tujuannya agar  kepedulian warga dalam bergotong royong bisa terus berkembang. “Nanti jika sudah menjadi kebiasaan, budaya gotong royong ini tidak akan hilang,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Kalong Satu, Yeyen Yenih Permana  mengapresiasi warga  yang telah  berpartisipasi dalam mensukseskan program BBGRM. Meski tidak ada persiapan khusus, namun terlihat animo warga sangat tinggi  dalam mendukung  kegiatan tersebut.

“Kami tidak melihat dari juaranya, tetapi utamanya terpenting sisi positif atas terselenggaranya kegiatan ini,” tandasnya.

** Arip Ekon