30.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1181

Sintha Dec Checawaty Calon Tunggal Ketua KADIN Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab VIII ) Kabupaten Bogor yang akan memilih calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor dipastikan hanya akan ada satu calon ketua saja. Karena hingga batas akhir pendaftaran calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor pada 9 Juni 2021, hanya ada satu calon yang mendaftar.

Satu Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 yang sudah mendaftar kepanitia yakni Sintha Dec Checawaty ( Ketua ASKONAS ) Kabupaten Bogor yang sudah mendaftar sebagai calon ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 pada tanggal 4 Juni 2021 lalu.

Ketua Tim Pendaftaran Calon Ketua MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 , Didi Furqon Firdaus S, Ip, M, Si mengatakan, hingga pukul 16 : 00 WIB batas akhir pendaftaran calon ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026 hanya ada satu pendaftar sebagai calon ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026.

“Pendaftaran calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 resmi ditutup pukul 16 : 00 WIB , Rabu, 9 Juni 2021 dan hanya Sintha Dec Checawaty yang mendaftar calon ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026 , ” tegas Didi Furqon Firdaus kepada Jurnal Bogor.

Ia menambahkan, semua tahapan rankaian pendaftaran dan pelaksanaan MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026 sudah di Koordinasikan dengan KADIN Jawa Barat termasuk semua Berita Acara Pendaftaran dan Penutupan Pendaftaran Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026.

Sintha Dec Checawaty saat memberikan keteranganya soal MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor dan pencalonanya jadi Ketua Umum KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 mengatakan sangat terimakasih atas suport dan dukungan semua asosiasi dan para pelaku usaha di Kabupaten Bogor yang telah memberikan dukungan moril dan motivasinya dalam pencalonannya untuk maju dalam bursa Ketua Umum KADIN Kabupaten Bogor lima tahun kedepan.

“Jika saya dapat amanah jadi Ketua KADIN Kabupaten Bogor lima tahun kedepan. Insya Allah saya akan menjalankan amanah tersebut dengan sekemampuan saya . Selain itu saya akan berupaya menumbuhkan kebangkitan semua sektor usaha di Kabupaten Bogor di tengah Pandemi COVID-19 ” tegas Sintha, Rabu (9/6).

Disamping itu, kata Sintha, KADIN Kabupaten Bogor akan selalu bersinergi dan menjadi mitra terdepan Pemkab Bogor dalam upaya Peningkatan Ekonomi Daerah.

” Saya berharap kita semua selalu berada dalam kondisi sehat di tengah Pandemi COVID -19 yang masih menjangkit saat ini. Selain itu saya optimis pelaksanaan MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor akan berjalan lancar dan memenuhi semua prokes yang ditetapkan Satgas COVID _19 Kabupaten Bogor, ” paparnya

Sintha juga memberikan apresiasi positif kepada semua panitia di SC dan OC MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor yang telah berjibaku untuk menjalankan semua proses dan tahapan pelaksanaan rangkaian MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor selama ini. “Saya bangga atas soliditas semua panitia MUKAB VIII Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor akan digelar di Pullman Hotel and Resort, 16 Juni 2021 mendatang dan akan diikuti perwakilan atau utusan asosiasi pengusaha yang tergabung dalam keanggotaan KADIN Kabupaten Bogor selama ini.

** Asep Syahmid

Bakmi Karet Ala Grand Depok City

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Bakmi Karet. Sesuai dengan namanya, Bakmi Karet mempunyai tekstur tersendiri yaitu mienya yang kenyal. Makanan Chinese ini, mampu memuaskan selera makan yang kita rasakan saat rasa lapar melanda. Sama halnya dengan Bakmi Karet Ayam Kampung di Depok, tepatnya di Jalan Masjid Nurul Huda s/d Eretan Jalan Kampung Parung Serab, Tirtasari, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

“Produk kami kan, bakmi karet ayam kampung. Paling ada tambahan topping kaya bakso, pangsit dan macem macem,” ujar pendiri Bakmi Karet Ayam Kampung, Sinta Sari kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

Sinta menjelaskan bahwa makanan yang paling favorit dari para konsumennya itu adalah semangkuk Bakmi Bakso. Untuk bahan bakmi yang digunakan berkategori premium salah satunya adalah terigu cakra nomor satu dan telur bebek. Sehingga membuat tekstur bakmi ini menjadi padat dan kenyal.

Untuk kalangan pembeli dari bakmi ini, rata-rata datang dari para pecinta bakmi. “Inikan bukan kayak bakmi yang ada digeroba-gerobak ya, jadi kalo udah tau rasanya mayoritas lebih memilih ini,” terangnya. “Yang pasti, bedanya kita sama yang lain itu dari mienya. Karena kita mienya itu home made, ayamnya juga sama,” tambahnya.

Dinamakan Bakmi Karet pun, karena bakmi tersebut terbilang padat dan kenyal, berbeda dengan bakmi atau mie-mie yang lainnya. Tidak hanya bakmi, mereka juga menyajikan menu kebab. Untuk kebab sendiri, Sinta mendapatkannya dengan hibah dari Aksi Cepat Tanggap atau disebut dengan ACT.

Karena Bakmi Karet ini sudah mempunyai cita rasa tersendiri, konsumen lebih memilih bakmi dari pada menu lain atau kebab tersebut. Kemudian harga yang ditawarkan dari bakmi tersebut dimulai dari Rp15.000 – RP20.000. Harga tersebut masih dibilang standar dari rating rasa yang hadir.

Untuk jam ramai bakmi ini terjadi pada siang hari. Karena banyak yang lalu lalang melewati masjid, serta adapula konsumen yang datang dari berbagai daerah. Dan tak lupa, mereka menyediakan layanan pesan antar bagi konsumen yang ingin mendapati bakmi ini dengan santai di rumah, seperti yang difasilitasi oleh Grabfood atau Gofood serta dengan Google Assistant.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Kopi Manji: Harga Murah, Rasanya Mewah

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Siapa bilang menikmati kopi kekinian harus mahal?. Padahal, saat ini kalian sudah menjumpai banyak franchise kopi yang berkualiatas dengan harga yang terjangkau. Salah satunya adalah Kopi Manji Cabang Depok di Grand Depok CIty (GDC), Kota Depok. Mereka menyajikan menu kopi dan minuman lainnya, dengan bahan yang berkualitas serta harga yang terjangkau.

Kopi manji Cabang Depok terbilang masih baru, karena diresmikannya pada Desember tahun 2020 atau sekitar 3 bulan yang lalu. “Untuk menu favoritnya sih Es Kopi Susu Aren, tapi selain itu kita juga ada seri kopi, seri susu, seri segar dengan berbagai aneka topping macam-macam sih,” ujar Owner Kopi Manji Depok, Ghaby Shabrina kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

“Mau dine-in atau take away juga, yang best seller gituh yang favorit menu Es kopi Susu Aren, sama Caramel Latte.” Tambah Ghaby. Untuk jam ramai di Kopi Manji Depok, terjadi pada malam hari, dimulai dari waktu setelah maghrib ke atas. Banyak juga diantara pegawai kantor yang melaksanakan meeting di Kopi Manji Depok tersebut. “Yang pasti kalo rame banget ya, di hari sabtu kalo ga hari minggunya. Kalo dihari biasa, ada jam-jam tertentu.” Ujarnya.

Rata-rata penikmat Kopi Manji datang dari sekitar Depok, namun ada pula yang datang dari Jakarta, Bogor untuk menggunakan waktu istirahatnya sambil menikmati menu Kopi Manji. Untuk harga yang ditawarkan juga terjangkau, dimulai dari Rp10.000 sampai dengan  Rp20.000 untuk kopi yang berukuran besar. Dan untuk makanannya, mereka menawarkan harga standard yang berkisar Rp.15.000 sampai dengan Rp.25.000.

Ghaby juga menerangkan, bahwa yang menarik dari Kopi Manji ini adalah dengan harga yang murah namun rasanya mewah. Dalam pembuatan kopinya pun mereka menggunakan mesin kopi yang berkualitas.

“Engga sih, Alhamdulillah gak terlalu berpengaruh banget walaupun lagi masa pandemic gini. Dan saya ingin semua pecinta kopi  bisa menikmati kopi dengan rasa yang enak, bahan-bahan yang berkualitas tetapi dengan harga yang murah,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Bikin Panik Satu Kecamatan, Bocah 7 Tahun Dikabarkan Hanyut Ditemukan di Tangerang Bersama Neneknya

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Sempat bikin panik orang satu kecamatan karena hilang, bocah berusia 7 tahun  bernama Hilal, warga Desa Susukan RT 06, RW 03, Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor akhirnya ditemukan selamat. Hilal ternyata ikut bersama neneknya ke Ciledug, Tangerang.

Sebelumnya Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di kali Pelayangan, Desa Susukan, usai menerima laporan ada seorang anak laki-laki yang hanyut ketika bermain di area kali tersebut pada Senin, 7 Juni 2021.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Qolby mengatakan bahwa tim SAR gabungan bergerak atas laporan dari masyarakat.

“Kemarin, kami menerima laporan dari relawan Bojonggede, Desa Susukan bahwa ada seorang anak laki-laki yang hilang diduga terpeleset dan tercebur di kali Pelayangan, pada pukul 11.00 WIB, korban pulang ke rumahnya selesai melaksanakan les sekolah, tidak lama kemudian korban bersama adiknya keluar rumah untuk bermain bersamatemannya,” ujarnya.

“Pada pukul 12.00 WIB, adik korban pulang ke rumah, tapi tidak bersama kakaknya, orang tua korban (ibu) menanyakan kepada sang adik, kakak main dimana? Adik korban menjawab kakak bermain di seputaran kali Pelayangan untuk mencari sandal temannya yang hilang,” tambahnya.

Lebih lanjut, pada hari kedua, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian sejak pagi hari.

“Tim berkoordinasi dengan RT dan RW setempat serta Babinsa dan Bimas Susukan, menginput data-data korban, lalu tim bersama warga setempat, Babinsa serta Bimas melakukan penyisiran darat dari titik O sampai jembatan jaraknya sekitar 3 kilometer,” ungkapnya.

“Tidak hanya itu, tim SAR gabungan melakukan penyedotan kolam yang dikhawatirkan korban tercebur ke dalam kolam yang berada dengan titik 0 korban,” sambungnya.

Bahkan, tim SAR gabungan menghentikan pencarian korban ketika hari mulai senja dan cuaca tidak bersahabat. “Upaya yang dilakukan tim beserta masyarakat belum menemukan korban, pencarian dihentikan pada pukul 16.00 WIB,” paparnya.

Sementara itu, JKU Polres Bogor, Purba menegaskan bahwa korban ditemukan dengan kondisi selamat. “Jadi kemarin diinfokan ada anak kecil yang hanyut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian, tapi ternyata anak tersebut dibawa neneknya ke daerah Tangerang,” jelasnya.

“Alhamdulillah korban selamat, dan kami nyatakan informasi pencarian korban dayung patah dihentikan, clear,” tambahnya.

** Cepi  Kurniawan

Serap Tenaga Kerja, Program Pisew di Sukaluyu-Hambaro Dirasakan Manfaatnya

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) di Desa Sukaluyu dan Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor  disambut baik warga. Lantaran program tersebut dinilai telah memberikan manfaat secara luas.

Kepala Desa Hambaro H Pirdaus mengaku bersyukur dengan  program tersebut karena penyerapannya telah dirasakan warga di dua desa. “Program Pisew digulirkan pada saat yang tepat, disaat masyarakat kesulitan mencari pekerjaan akibat terdampak wabah Covid-19,” ujar H Pirdaus kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

Menurutnya, jalan stapak kini  telah dilebarkan dengan menggunakan anggaran dari Kementrian PUPR sebesar Rp 600 juta  dalam program Pisew.

H Pirdaus mengatakan, kehadiran program Pisew itu, selain menunjang akses pendidikan dan pertanian, program pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Dimasa pandemi ini, puluhan warga di dua desa mengaku bersyukur karena telah  mendapatkan pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Jumanta menerangkan, pengerjaan  jalan dari program Pisew diawali   dari titik Kampung  Sukamulya, Desa Sukaluyu menuju Kampung Legokkemang, Desa Hambaro sepanjang 680 meter dengan lebar 3 meter. “Pengerjaannya, termasuk TPT serta 2 titik pembangunan   jembatan  permanen,” ungkapnya.

Kehadiran jalan itu dibangun kata dia, sudah lama dinantikan warga. “Kedepan kami harap program tersebut bisa berkelanjutan. Khususnya di wilayah Kecamatan Nanggung yang memang masih banyak membutuhkan pembangunan,” jelasnya.

Maka itu, lanjut Jumanta, mewakili masyarakat di dua desa mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah menggulirkan program Pisew  ke desanya.

** Arip Ekon

Pemdes Leuwinutug Realisasikan Samisade Tahap 1

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor menyatakan siap mengawal program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dengan transparansi anggaran. Dalam peresmian program Samisade tahap pertama, Kepala Desa Leuwinutug Deden Saepul Hamdi, mengucapkan terimakasih telah dipercaya menerima dana Samisade di desanya.

“Saya  mengucapkan terimakasih banyak kepada Bupati Bogor yang telah memberikan Samisade tahap pertama ke Desa Leuwinutug, yang mana Alhamdulillah dari 12 desa yang ada di Kecamatan Citeureup, desa ini adalah satu dari empat desa yang menerima bantuan tahap pertama,” ucap Kades yang akrab dengan sapaan Kang Denz, Rabu (9/6).

Dijelaskan Kang Denz, Desa Leuwinutug memulai program Samisade ini dengan musyawarah dan sosialisasi bersama RT, RW, BPD, Binmas dan Binsa, serta tembusan ke Kapolsek Citeureup.

“Untuk program tahap 1 ini kami memdapatkan sebesar Rp 400 juta untuk direalisasikan di RT 03 /01, untuk pemasangan drainase u-dit dengan volume 152×0, 40×0, 40 , hotmix dengan volume 210×2, 8×0,05 dan betonisasi dengan volume 50x3x0,15, ” papar kang Denz.

Dalam pelaksanaannya, Kang Denz memilih pengerjaan tahap pertama ini dengan swakelola yang mana pengerjaannya nanti akan lebih banyak memperdayakan warga masyarakat. Karena pembenahan jalan desa ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat selama 15 tahun.

“Samisade ini sangat membantu akses masyarakat Desa Leuwinutug, semoga progam ini bisa berjalan dengan lancer,” lanjutnya.

Kang Denz berharap program ini akan terus berjalan dengan baik dan Pemdes Leuwinutug siap melakukan pengawalan program Samisade ini dengan transparan. “Semoga program ini terus berjalan dan berkelanjutan, kami siap mengawal dengan transparansi anggaran dan juga merawat jalan tersebut dengan baik,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bangunan di Perum Dramaga Pratama Dibongkar Pol PP

0

Ciampea  | Jurnal Inspirasi

Bangunan kontrakan 2 lantai 4 pintu yang disinyalir berada di area fasos fasum dan diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan di Perumahan Dramaga Pratama, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dibongkar Pol PP Kabupaten Bogor, Rabu (9/6/2021).

Setelah penghuni memindahkan isi rumahnya, alat berat langsung menghancurkan bangunan kontrakan tersebut hingga porak poranda. Menurut Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Agus Ridallah, pihak  Pol PP Kabupaten Bogor telah memberikan surat teguran beberapa kali namun tidak juga dindahkan oleh  pemilik bangunan.

“Akhirnya sesuai agenda pada hari ini Pol PP dibantu TNI Polri melakukan pembongkaran kontrakan yang diduga berada di lahan fasos fasum dan tidak memiliki IMB,” kata Agus.

Agus menjelaskan masalah utama pembongkaran ini karena pemilik  tidak memiliki IMB. “Sesuai dengan Perbub setiap bangunan harus memiliki IMB dan ini sudah beberapa kali diberi teguran oleh  Dinas DKPP Kabupaten Bogor untuk mengurus IMB, namum belum juga dilakukan,” kata Agus.

Sementara itu menurut pemilik bangunan Muhamad Irfan, dirinya sudah memiliki surat-surat lengkap sertifikat dan IMB yang memang baru dalam proses dan tanda bukti pembayaran pajak. “Bahkan saya juga sudah datang ke Mako Pol PP Kabupaten Bogor untuk meminta solusi, namun pada akhirnya tetap dilakukan pembongkaran,” kata dia.

Dengan begitu tentu menurut Irfan dirinya sangat dirugikan, bahkan dia mengklaim meminta waktu untuk melakukan pembongkaran sendiri. “Saya mohon kepada Bupati Bogor Ibu Ade Yasin saya sebagai rakyat mohon pengertiannya, namun kalau sudah dibongkar gini hanya bisa pasrah,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Kementan RI Gelar Pelatihan Tematik Peternakan

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) bukan hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi telah berdampak pula terhadap memburuknya sistem keuangan yang ditunjukkan dengan penurunan berbagai aktivitas ekonomi domestik.

Untuk itu,  Pemerintah telah mengambil strategi kebijakan dan langkah-langkah luar biasa dalam rangka penyelamatan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan melalui berbagai kebijakan relaksasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) khususnya dengan melakukan peningkatan belanja untuk kesehatan dan pemulihan perekonomian.

Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional, penurunan penerimaan negara, peningkatan belanja negara dan pembiayaan, Pemerintah berusaha melakukan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional. Menghadapi permasalahan tersebut Pemerintah  mengambil strategi kebijakan “Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” UJAR Iwan Victor Leonardo & Muhammad Meirizky Ikhsan, KPKNL Palembang.

Menurut Dr. Wasis Sarjono, S.Pt M.Si, yang juga Kepala BBPP Batu saat membuka dan memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan Tematik Peternakan yang di selenggarakan di Tuban pada 9-11 Juni 2021, mengatakan untuk mendukung program tersebut Menteri Keuangan bekerjasama dengan Kementerian pertanian melalui UPT Pusat.

Salah satunya BBPP Batu menggelar pelatihan Tematik Peternakan dengan mengambil judul materi pelatihan yang bersumber dari permasalahan yang ada dilapangan dengan harapan pelatihan ini benar – benar bisa berdampak pada kegiatan peternak yang ada di Kabupaten Tuban pada khususnya, di samping itu Program PEN  ditujukan untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat serta memulihkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Dimulai dari rumah tangga masyarakat yang paling rentan, lalu ke sektor usaha (UMKM). Pelan-pelan roda perekonomian mulai berputar. Dengan adanya program PEN diharapkan adanya  pertumbuhan ekonomi lanjut,” Wasis.

Kegiatan pembukaan pelatihan ini di hadiri oleh Kepala BBPP Batu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban Ir. Imron Qholik, M.Ling, Kepala Bidang Peternakan drh, Cipta Priyatna, dan 30 peserta dari petugas teknis dan penyuluh pertanian.

Materi inti yang disampaikan antara lain  memilih bahan pakan ayam petelur, menyusun formulasi pakan ayam petelur berdasarkan SNI, memilih bahan pakan sapi potong dan menyusun formulasi pakan sapi potong berdasarkan SNI ujar,” Catur Puryanto, SST selaku penyelengara pelatihan saat penyampaian laporan persiapan pelatihan.

** Catur/BBPP Batu

Kapuslatan Dorong Kelompok Tani Berkolaborasi Dengan P4S

0

Purwakarta | Jurnal Inspirasi

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Leli Nuryati meminta petani atau kelompok tani (poktan) tidak segan untuk belajar dan bekerjasama dengan sesama kelompok atau jika ada Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) diwilayahnya berkolaborasi dengan P4S dalam hal pelatihan maupun pengolahan dan pemasaran hasil.

Hal tersebut disampaikannya saat hadir dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor di Desa Cipulus, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, 4 – 5 Juni 2021. “ Kedepan petani harus lebih luas memasarkan hasil pertaniannya.  Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal saja tetapi keluar wilayah bahkan ekspor, “ ujarnya.

Kata Leli saat ini Kementerian Pertanian (Kementan)  tengah mengembangkan food estate berbasis korporasi petani sebagai bentuk manajemen baru dalam pengelolaan agribisnis terutama komoditas padi.  Dengan korporasi ini jika petani bertanam padi tidak lagi menjual gabah, tetapi sudah dalam bentuk beras dan dikemas. Beras harus keluar sudah dengan packaging berkualitas tinggi sehingga dapat menembus pasar nasional dan ke depan untuk ekspor.

“Jadi jangan semuanya diserahkan ke penggilingan, sehingga nilai tambahnya dinikmati penggilingan. Ini tidak hanya untuk padi tetapi juga berlaku untuk komoditas lainnya, “ ucapnya.

Sementara Kepala PPMKP Yusral Tahir menyampaikan kerjasama Kementan dengan Komisi IV DPR RI adalah wujud kepedulian pemerintah (Kementan) kepada petani. “Menteri Pertanian pak Syahrul Yasin Limpo selalu membanggakan bapak– bapak  petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, “ ucapnya.

Dalam hal berusaha tani petani diharapkan tidak berjalan sendiri – sendiri, tetapi secara berkelompok  atau tim agar lebih kuat dalam hal pemasaran. “Dengan bersatu posisi tawar bisa lebih kuat. Jika kuat dan bersatu petanilah yang akan menentukan harga bukan lagi tengkulak. Itulah bukti kekuatan yang namanya tim, “ ujarnya.

Menyinggung korporasi petani dalam kesempatan berbeda Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi memastikan komitmen jajaran BPPSDMP mendukung korporasi petani sebagai entitas bisnis petani maju, mandiri dan modern. 

Ia menegaskan Kementan dibawah komando  Mentan Syahrul Yasin Limpo  mengembangkan konsep pertanian dari hulu ke hilir  kluster berbasis korporasi petani, diversifikasi pangan, hortikultura dan ternak. Selain itu  lumbung pangan nasional,  pertanian modern melalui mekanisasi dan pertanian 4.0 serta  menjual produk olahan bukan mentah.

Hal tersebut dijelaskan Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah kesempatan. Kedepan korporasi petani bisa membuat produk turunan, salah satunya dari koditas beras. ” Menjadi tugas saya, bagaimana ke depan, korporasi petani bisa membuat produk turunan dari beras. Misalnya chemical, minyak, tepung bahkan bedak. Bisa saja kita kembangkan untuk produksi bernilai tambah, kesejahteraan petani dan ekonomi daerah pun terungkit dari pertanian,” kata Mentan Syahrul.

** Regi/PPMKP

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hadiri Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani

0

Karakter Tanah, Air, Udara dan Matahari Mesti Dibangun

Purwakarta | Jurnal Inspirasi

Tanah, air, udara dan matahari merupakan unsur-unsur penting  yang terkait satu sama lain dalam pengelolaan dan budidaya pertanian. Hal tersebut menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi  saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani di Desa Cipulus, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, belum lama ini.

Turut hadir Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Leli Nuryati dan Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor Yusral Tahir. Dedi menyampaikan pembangunan pertanian akan berhasil jika empat  karakter manusia yakni  karakter tanah, air, udara dan matahari dibangun.

Dedi melanjutkan keempat karakter dan unsur tersebut haruslah bersenyawa. Adanya persenyawaan manusia dengan alam, persenyawaan manusia dengan tanah dan air, dengan udara dan juga  persenyawaan dengan matahari. Menurutnya persenyawaan ini akan membangun siklus kehidupan petani.

“Tugas kita dipertanian ada ilmu memuliakan tanah. Memuliakan unsur kehidupan tanah, mulai dari cacing, belut dan berbagai mikroorganisme di dalamnya. Ini harus dijaga, sehingga timbul silih asah, silih asih dan silih asuh antar ke empat unsur tersebut,“ ujarnya.

Pertanian seperti ini akan menghasilkan produk yang yang penuh kemuliaan dan bermartabat yang akhirnya berimbas pada harga menjadi mahal. Ia mencontohkan di Jepang ada sapi Wagyu  yang harga dagingnya mencapai belasan juta per kilogramnya, itu karena sapinya diurus dengan baik. Dengan seekor sapi saja petani bisa kaya. Dedi mengaku model pertanian seperti inilah yang ingin dikembangkannya. 

“Model pertanian seperti ini  penuh kemuliaan.  Beras organik yang diurus dengan baik (dipupusti – sunda – red) harganya mahal.  Akan berbeda dengan sawah yang dibiarkan begitu saja. Sapi yang dilepas begitu saja di TPA dengan sapi yang diurus dengan sangat baik, disejahterakan, perlakuan dan pakannya. Makanya dagingnya menjadi enak dan harganya mahal, “ ungkapnya.

Ia menekankan juga dalam melaksanakan budidaya petani disarankan tidak menghitung keuntungan lebih dulu dan hasil yang belum pasti. “ Yang mengerti agama, jangan menghitung hasil dan keuntungan lebih dulu. Cukup dengan menyayangi apa yang ditanam dan dipelihara. Karena Tuhan pasti akan membalas juga dengan kasih sayang, “ ucapnya.

Dedi menjelaskan, petani bisa hidup jika memiliki sawah yang subur, memiliki peliharaan (ternak) dan perikanan. Inilah yang disebut dengan tri Tangtu. Yang artinya  dalam menjalani kehidupan ada ketentuannya. Berdasarkan ketentuannya, sawah yang subur itu harus ada cacing sawah, jika ada cacing didalamnya pasti banyak unsur mikro organismenya. 

“ Ketika dulu menjadi Bupati Purwakarta saya mengusung visi Purwakarta berkarakter. Karakter itu apa? Memiliki Identitas. Identitas apa? Gunung harus sesuai dengan  identitas gunungnya. Maka, mengurus gunung  harus memakai hukum gunung, mengurus sungai harus menggunakan hukum sungai demikian pula mengurus Kuluwung (saluran air), selokan dan kungkulungan, “ jelasnya. 

Mengenai pertanian berbasis organik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki pandangan yang sama. Dalam sebuah kesempatan Ia mengutarakan dalam jangka panjang, dia ingin para petani bisa menghasilkan pupuk organik secara mandiri yang kualitasnya bisa lebih baik dari pupuk anorganik saat ini.

“Hasil pertanian non pestisida itu kualitasnya lebih bagus dan pasarnya bisa lebih besar. Pupuk organik itu makin menguntungkan ke depan. Seharusnya petani memang bisa memproduksi sendiri,” ucapnya.

Sementara itu Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyerukan penyuluh  terus mendorong petani memakai pupuk organik, untuk ketahanan lingkungan dan produk berkualitas. Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan nilai jual dan kesehatan produksi pertanian akan tinggi untuk menembus pasar ekspor ke mancanegara.

“Pupuk, salah satu sarana produksi yang penting untuk pertanian. Pemerintah selalu alokasi anggaran besar dengan kebijakan pupuk bersubsidi bagi petani agar mendapat pupuk berkualitas,” kata Dedi.

** Regi/PPMKP