24.1 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1180

Pajak Sembako Dapat Penolakan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada kebutuhan rakyat banyak yakni sembako mendapat penolakan. Nilai PPN sembako cukup besar dan bakal memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat. Barang tersebut meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan dan gula konsumsi.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, gagasan menolak rencana PPN sembako ini lantaran memberikan efek domino bagi perekonomian dalam negeri dan kesejahteraan masyarakat. Pihaknya telah menerima draf revisi UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

“Sebelumnya itu kan (sembako) tidak dikenai PPN. Tapi kalau saya lihat di draf KUP-nya, PPN-nya menjadi lima persen. Lima persen itu kan besar sekali,” ujar Tauhid, Rabu (9/6).

Ia menyebutkan tiga dampak yang kemungkinan timbul akibat kebijakan PPN sembako tersebut. Di mana yang pertama adalah menurunya pertumbuhan ekonomi Indonesia karena konsumsi masyarakat yang menurun.

“Dari segi konsumsi, makanan dan minuman di luar restoran sumbangannya ke perekonomian cukup besar. Sekitar 23 persen. Jadi kalau itu terjadi kenaikan, pengaruh ke pertumbuhan ekonomi akan luar biasa. Akan menurun,” papar Tauhid.

“Karena orang akan mengurangi volume konsumsi akibat itu. Kalau konsumsi turun maka para produsen juga akan menyeimbangkan produksinya. Kalau produksinya turun, otomatis pendapatan para pelaku usaha dan rantai tata niaga akan mengalami penurunan, dan otomatis pendapatan akan turun,” sambungnya.

Kemudian efek yang kedua, penarikan PPN sembako juga diprediksi meningkatkan tingkat kemiskinan.

Tauhid mengilustrasikan, penarikan pajak sembako berakibat pada kenaikan harga satuan komoditas. Artinya, garis batas bawah untuk penghitungan kemiskinan juga akan mengalmai peningkatan.

“Berarti garis kemiskinannya meningkat. Dan masalahnya di tengah situasi pandemi, otomatis peningkatan pendapatan dengan laju kenaikan harga masing-masing produk sembako enggak seimbang. Efek kejutnya akan meningkat ke kemiskinan,” ucapnya.

Kemudian untuk dampak yang terakhir yang diprediksi Tauhid adalah peningkatan angka pengangguran. Pasalnya dia menerka dunia usaha akan menyesuaikan dengan kebijakn PPN sembako ini dengan menyeimbangkan antara permintaan dengan skala produksi.

Dengan begitu, akan terjadi penurunan produksi dari hari biasanya yang berakibat pada penurunan pendapatan. Dan secara otomatis, akan ada efisiensi anggaran, yang kerap kali diimplementasikan pada pengurangan karyawan.

“Bagi dunia usaha ataupun pelaku usaha, karena penurunan volume produksi, maka mereka akan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja. Saya khawatir efeknya ke tenaga kerja karena penurunan penjualan,” demikian Tauhid Ahmad.

Dalam draf revisi UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), barang kebutuhan pokok serta barang hasil pertambangan atau pengeboran akan dikenaik PPN, karena dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN.

Komoditas sembako yang dikenai PPN nantinya meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

Sedangkan hasil pertambangan dan pengeboran yang dimaksud adalah emas, batu bara, hasil mineral bumi lainnya, serta minyak dan gas bumi.

Dalam draf revisi UU KUP itu juga ditambah objek jasa kena pajak baru yang sebelumnya dikecualikan atas pemungutan PPN. Ada jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa keuangan, hingga jasa asuransi.

Selain itu, jasa kena PPN lainnya antara lain jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat di air serta angkutan udara dalam negeri dan angkutan udara luar negeri, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam, serta jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

** ass

Bima Arya Didemo Telah Pidanakan Habib Rizieq

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor Bima Arya didemo pendukung Habib Rieziq Shihab dan Aliansi Umat Muslim Kota Bogor di Balaikota, Rabu (9/6). Mereka menuntut Bima Arya bertanggung jawab atas upaya mempidanakan Habib Rizieq Shihab hingga dipenjara dan meminta dibebaskan tanpa syarat. Bima Arya sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor diketahui melaporkan Habib Riziq ke polisi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam perkara RS Ummi Bogor telah menuntut Habib Rizieq Shihab 6 tahun penjara dan menantunya Habib Muhammad Hanif Alatas 2 tahun penjara.

Sementara pada aksi yang menuntut Bima Arya bertanggung jawab atas dipenjaranya Habib Rizieq itu sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara ratusan pendemo dan petugas keamanan. Aparat gabungan TNI – Polri dan Satpol PP berusaha menahan massa agar tak masuk ke kantor Balaikota Bogor. Namun kejadian tidak berlangsung lama, kedua perwakilan mencoba menenangkan keadaan. Tak lama, petugas keamanan mengajak perwakilan pengunjuk rasa untuk berdialog. “Kami tidak akan bubar sebelum menemui Bima Arya,” kata Koordinator Aksi, Ustad Asep Abdul Khodir.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah pun meminta maaf karena telah terjadi aksi saling dorong dengan pengunjuk rasa, karena pihaknya mesti menjaga Balaikota agar kondusif. Sebelum aksi di Balaikota, massa telah beraudiensi dengan wakil rakyat di Gedung DPRD. Mereka meminta agar DPRD menegur Walikota Bogor yang telah mempidanakan Habib Rizieq Shihab.

Salah seorang orator mempertanyakan mengapa Pemkot Bogor hanya fokus mengurusi RS Ummi, sedangkan masih banyak prokes di Kota Bogor yang dilanggar. “Kami datang baik-baik kesini. Kami ingin bertemu dengan Bapak Bima Arya,” ungkapnya saat orasi.

Sementara itu, dalam aksinya sejumlah massa membawa sebuah banner bertuliskan ‘Bebaskan HRS’ serta melantunkan shalawat dan doa sembari menunggu kehadiran orang nomor satu di Kota Bogor.

Namun, massa tak dapat menemui Wali Kota Bima Arya lantaran diiformasikan sedang ada kegiatan di tempat lain. Massa pun merasa geram bahkan menilai tidak dihargai.

“Kita merasa tidak dihargai karena kita ingin menyampaikan aspirasi dan beliau tidak ada. Kita di PN meminta keadilan namun dialihkan ke Balaikota. Jadi, kalau mau disalahkan, ya salahkan PN karena mengalihkan kami kesini,” ungkap salah satu koordinator aksi, Rabu (9/6).

Di lokasi yang sama, Habib Muhammad Mahdi Assegaf menyatakan bahwa massa atau umat mendatangi Balaikota untuk menegakan keadilan. Lantaran Walikota tidak bisa menemui massa, Habib Muhammad Mahdi Assegaf pun menghubunginya melalui panggilan Whatsapp. Dihadapan seluruh massa aksi, Habib Mahdi sapaan meminta kepada Bima Arya untuk memastikan pada hari Jumat (11/6) mendatang bisa menyambut para massa aksi.

“Pak Bima saya dan para tokoh, habaib, masyarakat ingin bertemu bapak, apakah hari Jumat nanti bisa hadir dan menemui kami ?,” tegasnya. 

Bima pun menyatakan bersedia untuk memenuhi keinginan massa aksi. “Saya minta maaf kepada semua karena hari ini saya tidak bisa hadir. Saya bersedia dan mempercayakan kepada Habib Mahdi untuk bertemu dan silaturahmi. Saya bersedia apabila memang yang hadir dibatasi, tetap prokes. Insyallah,” katanya.

** Asep Saepudin Sayyev | Fredy Kristianto

McDonald’s di Jabodetabek Bikin Kerumunan

0

Walikota Bogor Segera Panggil McDonald’s

Bogor | Jurnal Inspirasi

McDonald’s menimbulkan kerumunan setelah antrean ojek online mengular dan menumpuk hampir di seluruh gerai McDonald’s yang terpantau di Jabodetabek, Rabu (9/6). Antrean tersebut setelah ojol banjir orderan menu BTS Meal. Menu ini hasil kolaborasi restoran McDonald’s dengan boyband BTS yang resmi dirilis dan sudah dapat dibeli konsumen di Indonesia pada pukul 11.00 WIB.

Untuk menghindari kerumunan masyarakat yang hendak membeli, manajemen McDonald’s sebenarnya tidak melayani makan di tempat alias dine-in tetapi dengan delivery melalui aplikasi Gojek dan Grab. Namun gerai-gerai McDonald’s pada siang kemarin diserbu para driver ojek online. Motor-motor para driver memenuhi trotoar hingga ke jalan raya di sepanjang jalan.

Di Jakarta misalnya, lalu lintas di depan museum Sumpah Pemuda hingga Hotel Ibis Kramat Raya tersendat. Petugas Dishub pun diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Tak sedikit juga para driver ojek online menyerah karena antrean yang lama. Sedangkan di Bogor, McDonald’s juga diserbu ojol. Mereka bahkan protes karena lamanya antrean.

Walikota Bogor Bima Arya mengaku akan segera memanggil McDonald’s terkait kepadatan dan kerumunan yang terjadi. “Saya akan segera panggil untuk minta penjelasan,” ujar Bima kepada wartawan, Rabu (9/6).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach menyatakan bahwa setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan personel ke berbagai titik untuk membubarkan kerumunan massa. “Begitu dapat laporan, kami langsung membubarkan kerumunan itu,” ucap Agustian Syach.

Agustian Syach juga menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan teguran tertulis kepada pengelola restoran cepat saji tersebut. “Teguran sudah dilayangkan, apabila sekali lagi terjadi. Kami akan lakukan penyegelan,” tegasnya.

Terpisah, Plt Camat Bogor Barat, Irman Khaerudin mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pengelola McD Semplak. “Penyebab kerumunan itu karena adanya promo BTS, yang dapat diorder melalui aplikasi ojol,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan pengelola restoran cepat saji, setelah terjadi kerumunan pihak McD langsung menutup aplikasi tersebut. “Jadi ketika ramai langsung oleh pengelola restoran cepat saji,” katanya.

Pihaknya pun sudah memanggil dan memperingatkan pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Kedepan harus membagi waktu dan memberitahu satgas. Promo BTS Meal hanya untuk hari ini saja, sekarang tinggal sisa pemesanan saja, jadi pengunjung yang lagi nunggu pesanan untuk menjaga jarak,” tukasnya.n Fredy Kristianto

Terkiat hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pengelola McDonald’s akan dipanggil terkait kerumunan massa yang terjadi di sejumlah gerai akibat promo BTS Meal. Promo BTS Meal memicu kerumunan di sejumlah gerai McDonald’s di Jakarta dan daerah lain. Gerai didatangi fans BTS dan pengemudi ojek online yang membeli promo tersebut.

“Akan diundang untuk diklarifikasi,” kata Yusri, Rabu (9/6).

Yusri menuturkan sejauh ini telah dilakukan upaya preventif terhadap kerumunan massa di sejumlah gerai McDonald’s di Jakarta. Dalam upaya ini, kata Yusri, yang dikedepankan adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Termasuk, soal penutupan atau penyegelan sementara terhadap gerai.

“Sekarang ditangani oleh Satpol PP yang melakukan penyegelan, karena itu kewenangan mereka, itu namanya preventif yang kita lakukan,” tutur Yusri.

Kerumunan massa terjadi di sejumlah gerai McDonald’s buntut dari promo BTS Meal. Promo ini merupakan kolaborasi antara McDonald’s dengan dengan boyband asal Korea Selatan BTS.

Kerumunan massa ini berakibat sejumlah gerai ditutup sementara. Di Jakarta Pusat tercatat ada lima gerai ditutup, lalu di Jakarta Selatan ada empat gerai. Tak hanya di Jakarta, kerumunan massa ini juga terjadi di berbagai wilayah lain. Mulai dari Tangerang Selatan, Bandung, Yogyakarta, Bandung, dan lainnya.

** ass | FK

Suka Suka Sekolah dari Rumah

0

Depok | Jurnal Inspirasi

School From Home atau belajar dari rumah telah menjadi kebiasaan siswa dan orang tua sejak awal terjadinya pandemi Covid-19. Kebijakan yang ditetapkan pemerintah menjadi salah satu upaya dalam pencegahan virus Covid-19.

Dengan adanya kebijakan tersebut, mau tak mau harus menjadi pengalaman bagi guru, siswa tak terkecuali juga orang tua yang membimbing dan memantau anak-anaknya untuk belajar. Banyak suka duka yang dialami. Lantas, bagaimana pendapat siswa dan orang tua selama menjalani belajar dari rumah selama pandemi ini?

Humaira, salah satu siswa MI Plus Al-Muhajirin menuturkan bahwa sekolah dari rumah ada suka dan dukanya. Suka dukanya adalah waktu belajar lebih fleksibel, namun tidak bisa bertemu dengan teman-teman.

Ning Zuraidah, orang tua Humaira mengatakan, meskipun tak bisa mendampingi anaknya belajar dari rumah, ia tetap memantaunya dengan menyuruh kakaknya untuk mendampingi adiknya ketika belajar online  sedang berlangsung.

“Walaupun saya tidak langsung mendampinginya belajar online, akan tetapi saya tetap titipkan kepada kakaknya untuk menemaninya ketika Humaira sedang belajar online,” tutur Ning Zuraidah

Tak hanya guru dan siswa, orang tua pun merasakan suka duka dalam belajar dari rumah selama masa pandemi.

“Suka duka pasti ada, seperti anak-anak tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Namun, di sisi lain dengan anak belajar dari rumah bisa mengurangi ongkos biaya sekolah yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

** Khoirun Nisa [MG/UIK-Jb]

Menjaga daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Daya tahan yubuh memiliki peran yang penting, apalagi pada saat masa pandemi seperti ini. Dibutuhkan daya tahan tubuh yang maksimal agar tidak mudah terserang penyakit.ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Mengkonsumsi makanan yang sehat, seperti sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga jam tidur dan mengkonsumsi suplemen dalam bentuk vitamin.

Salah satu faktor menurunnya daya tahan tubuh adalah, kurang tidur dan mengalami stres. Dimasa pandemi hukumnya sudah wajib untuk menjaga imun agar tetap bagus karena virus yang berdar cukup menyeramkan, dan menyerang imun tubuh.

Suplemen yang baik untuk meningkatkan imun tubuh, setidaknya mengandung beberapa zat seperti, gingseng, vitamin, A,B,C, dan D, selenium dan magnesium, echinacea purpurea dan juga buah-buahan yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, seperti buah blackcurrant.

** Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

Mengatasi Stres Ketika Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sudah sekitar satu tahun lebih kita hidup berdampingan dengan COVID-19. Pandemi ini sangat berdampak dalam segala hal, seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan dan banyak hal lainnya. Pandemi ini menimbulkan banyak persoalan hidup.

Pandemi ini membuat banyak orang merasa cemas, takut, dan ada pula yang merasa frustasi. Sejumlah orang merasa takut terjangkit virus COVID-19 ini. Semua banyangan seperti perasaan takt terkena, harus mengalami kematian dan jauh dengan keluarga membuat pikiran-pikiran sejumlah orang terganggu dan merasa stres.

Ditambah dengan adanya lockdown atau berdiam diri di rumah, kegiatan sekolah, bekerja semua dilakukan di rumah dan secara online, karena belum terbiasa dengan hal-hal tersebut maka dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada diri kita, merasa cemas dan stres.

Cemas adalah salah satu bentuk dari stress tersebut. Seperti perasaan khawatir berlebihan, pikiran yang negatif, susah tidur,kepala pusing, dada berdebar, mudah terkejut, emosi tidak stabil dan masih banyak lagi gejala yang ditimbulkan, apabila gejala-gejala tersebut sudah muncul setiap hari dan menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, hal tersebut sudah dipastikan adalah gangguan kecemasan salah satu penanganannya adalah menemui profesional yang bergerak dalam bidang kesehatan jiwa.

** Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

Langgar Jam Operasional, Truk Tambang Diputar Balik

0

Parung  Panjang | Jurnal Inspirasi

Masih terus membandel karena melanggar jam operasional, sejumlah mobil truk tambang pada Rabu siang (9/6/2021) diputar balikan oleh petugas Pol PP Kecamatan Parung Panjang di Jalan Raya Mohamad Toha, Desa Parung Panjang.

Hal itu juga disusul aduan warga yang mengeluh karena  banyaknya  truk tambang yang melintas pada bukan jamnya. “Kita putar arah, truk tronton yang memiki bobot muatan 10 smpi 20 ton, colt diesel double kita stop karena menimbulkan kemacetan dan melebihi muatan hingga tanah merah berjatuhan ke jalanan, ” ungkap Dada Kokasih, Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Parungpanjang, Rabu (19/06/2021).

Ia menuturkan, meski bukan tupoksinya, namun banyaknya pengaduan masyarakat ke Satpol PP, terkait banyaknya kendaraan truk tronton dan colt diesel yang melanggar pembatasan jam oprasional.

“Meskipun ini bukan tupoksi kita, tapi kita melakukan pemutaran kendaraan untuk keselamatan pengendara yang lain dan untuk menjaga jalan karena udah ada aturan utuk kendaraan tronton bisa melewati di jam oprasional jam 21.00 Wib sampai 05. 00 Wib,” jelasnya.

Lanjut Dadang mengutarakan, pihaknya telah menutup sejumlah galian tanah merah di wilayah Kecamatan Parungpanjang, yaitu Desa Gorowong, Pingku dan Cibunar karena merusak lingkungan.

Namun demikan, Dadang melanjutkan, dirinya sudah mengetahui adanya oknum pengusaha galian tanah merah yang kembali membuka usahanya demi maraup untung besar, tanpa mempedulikan lingkungan.

“Bukan mengetahui lagi, malah kita udah melakukan penutupan galian di berbagai lokasi yaitu Desa Cibunar, Pingku Gorowong sudah kita tutup. Melihat kendaraan, dengan mutan tanah merah berarti ada galian tanah merah kembali buka,” terangnya.

Lanjut Dadang menambahkan, hannya saja adanya oknum pengusaha galian tanah merah yang suka bermain kucing-kucingan dengan Satpol PP Kecamatan Parungpanjang, ketika melakukan kegiatan sidak ke lokasi galian tersebut.

“Kami akan melakukan sidak kembali, ke lokadi tanah merah dan kami akan menyita alat berat milik oknum pengusaha yang bandel sebagai efek jera karena kegiatan galian itu bisa merusak lingkungan, “tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Tersetrum Listrik, Pekerja yang Sedang Ngecor Ruko Jatuh

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Seorang pekerja bangunan  bernama Yusuf (40), warga Cirebon yang sedang mengerjakan sebuah ruko material di Jalan Raya Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, tepatnya di depan Perum Puri Araya, Ciampea harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kecelakaan kerja terjatuh dari atas bangunan, Rabu sore (9/6/2021).

Diduga korban saat sedang mengecor bangunan di bagian atas itu  besi yang ia gunakan untuk menaikan adukan  mengenai kabel yang melintang dan tersentrum sehingga korban pun terjatuh dari ketinggian 5 meter.

Diungkapkan rekan korban, Wendy, saat itu korban sedang mengecor namun besi yang ia pakai untuk menaikan adukan semen pengecoran mengenai kabel listrik tegangan tinggi yang persis berada di atas bangunan itu.

“Saat itu korban sedang ngecor dibagian atas bangunan, namun tiba tiba besi digunakan untuk ngecor itu mengenai kabel sehingga korban tersetrum dan langsung terjatuh,” kata Wendy.

Sementara menurut warga, Haerul (31), kejadian itu terjadi pada pukul 14.30 Wib dan saat kejadian korban masih tersadar. “Korban langsung dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka bakar dari mulai lengan atas sampai ke alat kelaminnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Belum Juga Diperbaiki, Kades Curugbitung Ajak Warga Perbaiki Jalan Berlubang

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Ruas Jalan Curugbitung-Nirmala masih belum juga diperbaiki. Jalan yang berada di Kampung  Situhiang  hingga Kampung Cibeureum, Desa Curugbitung, serta Jalan Lingkar Curugbitung Cihiris, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, membuat Kepala Desa Curugbitung Engkos Kosasih prihatin. Dia akhirnya mengajak warga turun ke jalan untuk memperbaiki jalan tersebut.

Warga berswadaya menutupi kubangan di jalan menggunakan bongkahan material batu. “Ruas jalan  ini  sudah cukup lama tak tersentuh dan luput dari perhatian emerintah Kabupaten Bogor,” ujar Engkos Kosasih kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

Akibat cukup lama tidak diperbaiki, jalan milik Kabupaten Bogor kini dipenuhi kubangan yang dalam. Kerusakan itu membuat pengguna jalan kesulitan melintas. “Lagi-lagi saya katakan, jalan itu di setiap tahunnya diusulkan melalui Musrenbang tingkat Kecamatan. Bahkan list pembangunan 2020 sudah tersiarkabar jalan tersebut akan diperbaiki. Seandainya 2020 lalu dilakukan perbaikan, kemungkinan kerusakan jalan itu tidak separah sekarang,” paparnya.

Akibat kubangan dalam, kata Engkos, akhir-akhir ini   pengguna jalan kesulitan melintas, bahkan kerap terjadi kecelakaan. Dia pun turun tangan menggunakan sekop dan meratakan material berupa batu ke lubang di badan jalan. “Masalahnya banyak warga  datang ke desa mengeluhkan kondisi jalan itu. Untuk itu kami bersama para RT, tokoh masyarakat serta Karang Taruna berupaya menutupu jalan yang berlubang,” jelasnya.

Aksi itu dilakukan karena banyak warga yang mengeluh kesulitan berangkat ke sekolah dan ke Puskesmas atau yang hendak ke Pasar Cibeber meminta jalan tersebut untuk segera diperbaiki. “Kami berharap Bupati Bogor pada 2021 ini untuk segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut,” harapnya.

** Arip Ekon

Dua Program Jadi Pembahasan Penting di Minggon Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dan peningkatan kinerja Satgas Penanganan Covid-19 desa hingga ke tingkat RT, menjadi pembahasan utama saat melaksanakan rapat minggon Pemerintah Kecamatan Cigombong, Rabu (9/6) di Aula Kantor Desa Srogol.

Sekretaris Kecamatan Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, dua hal penting telah disampaikan kepada para kepala desa dalam rapat minggon ini, yakni Samisade dan Satgas Penanganan Covid-19.

 “Berkaitan bantuan Samisade, saya sampaikan agar para kepala desa mampu mengelola anggaran pembangunan tersebut,” ungkapnya kepada wartawan.

Asep menginginkan, dana besar yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai upaya pemulihan ekonomi, harus tepat sasaran.

Sekcam Cigombong menginstruksikan, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Cigombong, bekerja sama dengan pihak UPT Jalan Jembatan untuk melakukan bimbingan teknis terhadap kepala desa yang akan menerima gelontoran dana Samisade.

 “Para kepala desa agar paham betul maksud  program tersebut. Yang memberi arahan juga harus paham mengenai konsep desa membangun. Libatkan juga tenaga ahli. Karena  kepala desa tidak semuanya paham apa itu padat karya. Siapa yang mengerjakan dan untuk apa. Jadi harus Bimtek dulu,” tegas Asep.

Dijelaskan Asep, program Samisade merupakan langkah Pemkab Bogor untuk upaya pemulihan ekonomi. Asumsinya, dengan memberikan pekerjaan kepada masyarakat, dapat membantu perekonomian, sekaligus meningkatkan infrastruktur desa.

“Agar tidak terjadi penyelewengan, Pemkab Bogor telah menggandeng Kejaksaan Negeri untuk ikut melakukan pengawasan,” paparnya.

Selain itu, dalam penanganan pandemik Covid-19, para kepala desa diinstruksikan untuk meningkatkan kinerja Satgas penanganan Covid-19 tingkat desa hingga RT.

“Baru enam desa dari sembilan desa telah dimonitoring pelaksanaan program penanganan Covid-19,” jelasnya.

Hasil monitoring, Asep berkesimpulan masih perlu ditingkatkan kinerja, terutama dalam mengedukasi warga agar sadar pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Dari 92.337 warga kecamatan, sambung nya, terdapat yang positif hingga hari ini ada 11 orang pada 4 RT dan 2 Desa.

Jika dipetakan, kata Asep, ada tujuh desa masuk zona hijau dan dua desa zona kuning. Dalam rangka percepatan vaksinasi, khususnya sasaran lansia agar dilakukan dengan mensinergikan satgas desa dan para tenaga medis Puskesmas. Salah satu solusinya, tempat pelaksanaan vaksinasi dilakukan di desa.

 “Alhamdulillah Kepala Puskesmas Cigombong dan Ciburayut bersama para kepala desa setuju, para kades siap memfasilitasi tempat dan menjemput para lansia ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Asep menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Forkopimcam, para kades, para Ketua RW, RT, Babinsa, Banbinkamtibmas, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan, termasuk para tokoh agama.

 “Pada saat libur Idul Fitri dan pelaksanaan PPKM bersama-sama telah melakukan upaya pencegahan pandemik Covid-19,” tukasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cigombong yang diwakili sekretaris kecamatan, Danramil 2123 yang diwakili Babinsa Srogol, Kapolsek Cijeruk Cigombong yang diwakili Banbinkamtibmas Srogol, Ketua MUI, para Kepala Seksi Kecamatan, para Kepala Desa, para Kepala UPT, Kepala Puskesmas Cigombong dan Ciburayut.

** Dede Suhendar