23.5 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1177

GMKB Santuni Anak Yatim Hingga Tebar Paket Sayuran

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang concern di bidang sosial, Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) terus berupaya hadir dalam membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan melaksanakan bhakti sosial bertajuk ‘Pepes Ayam’ (Program Peduli Santunan Anak Yatim) dan ‘Ngabaran Baginda’ (Ngabagi Sayuran Bagi Janda dan Dhuafa) di Kampung Wangun Cibalok RT 4 RW 5, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Minggu (13/6).

Ketua GMKB, R. Ridho mengatakan bahwa bhakti sosial itu merupakan rangkaian acara peringatan Hari Jadi GMKB ke-1, setelah sebelumnya juga melaksanakan kegiatan serupa di beberapa wilayah.

“GMKB lahir dari semangat kepedulian untuk berbagi dengan sesama. Karena itu seluruh kegiatan yang kami lakukan memang fokus untuk membantu masyarakat,” ujar Ridho kepada wartawan.

Menurut dia, organisasi kemasyarakatan harus dapat memberikan dampak positif kepada warga, khususnya bagi mereka yang secara perekonomian kurang beruntung.

“Dalam kesempatan ini kami membagikan santuan bagi 50 anak yatim dan menebar ratusan paket sayuran. Ini adalah salah satu ikhtiar GMKB untuk berbagi di tengah pandemi,” jelas Ridho.

Lebih lanjut, kata Ridho, bhakti sosial ini dapat terselenggara dengan baik lantaran adanya dukungan dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintahan, perusahaan swasta, yayasan dan komunitas sosial. “Kami sangat berterima kasih bagi para donatur yang rela berpartisipasi dalam giat ini,” ucapnya.

Diketahui, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim, Wakil Ketua I DPRD, Jenal Mutaqin, Wakil Ketua III DPRD, Eka Wardhana, perwakilan Perumda PPJ, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan dan Kesbangpol.

** Fredy Kristianto

Penjual Sapu Lidi Sedih tak Berangkat Haji

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Calon jamaah haji pasangan suami-istri asal Kampung Bojong Sompok, RT 07, RW 05, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor yaitu Damar Rahayu, 51 tahun dan Nana (49 tahun), pasrah dan sedih. Pasalnya, mendaftar 2013 Desember dan awalnya direncanakan berangkat 2021 ini batal setelah adanya keputusan dari pemerintah haji 2021 ini ditunda lagi seperti tahun lalu karena alasan pandemi Covid-19.

“Saya nanya ke yayasan dimana saya mendaftar di Cibinong, itu infonya kalau gak 2022 tahun 2021 ini saya berangkat katanya, tapi mendengar kabar ini dari TV bahwa gak ada yang berangkat saya sedih,” kara Damar.

Damar sendiri memang sudah meniatkan untuk pergi haji bersama istrinya setelah awal berumah tangga pada tahunan 1990. Sejak itu dirinya bertekad untuk mengumpulkan uang dari hasil jualan sapunya yang ia tabung di kaleng dan celengan bambu yang ia buat.

“Saya buta huruf maknya saya nabung di kaleng dan bambu setelah terkumpul saya beliin empang dan kambing,” katanya.

Setelah beberapa tahun menabung ia pun membongkar tabungannya saat itu ia dari hasil tabungan mendapatkan 6 juta rupiah.

Karena niatnya untuk pergi ke tanah suci ia pun tidak memakai uang yang ia tabung namun membelikan ke satu petak empang.

Setelah itu ia pun kembali menabung dan setelah terkumpul beberapa tahun ia menjual empangnya terkumpul untuk daftar haji akhirnya pada 203 Desember ia mendaftar haji tersebut.

“Alhamdulillah dari hasil tabungan dan niat saya yang bulat saya mendaftarkan haji namun tentu dengan adanya pembatalan haji tentu waktu pemberangkatan haji akan mundur lagi,” katanya.

Damar sendiri berjualan sapu lidi itu sejak masih muda saat itu harga lidi hanya Rp 800,- pada tahun 2014 harga jula sapu lidi mencapai Rp 2000 dan saat ini sudah Rp 5000.

Damar mengaku untuk saat ini dari harga Rp 5000 sapu lidi yang ia jual mendapatkan keuntungan Rp 2000 rupiah.

Ia menjual sapu lidi ke daerah Jakarta dari gang ke gang, per hari dari hasil penjualan sapu lidi ia mencapai 100 ribu rupiah.

“Paling nyampe ke rumah itu sisa 70 ribu untuk makan dan itu dicukupin cukupin saja, dan kadang kalau ada lebih saya simpen”, katanya.

Dia dan sang istri berharap pemerintah tahun depan dapat memberangkatkan haji.

“Mudahan mudahan bisa berangkat tahun depan saya gak akan ambil uang pendaftaran Karena udah tekad bulat saya sejak lama untuk pergi ke tanah suci bersama istri saya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kementan RI-BPPSDM Pertanian Support Milenial Smartfarming dengan Dukungan Sarpras Bagi P4S di Bali

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian DR. Syahrul Yasin Limpo.,SH.,M.Si.,MH dalam arahannya Menjajak seluruh insane pertanian berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha program penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024.

Kementerian Pertanian akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani-petani milenial dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian salah satunya melalui penumbuh kembangan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya P4S di seluruh Indonesia.
Komitmen bersama antara pemerintah dengan swasta dalam membangun ekosistem smartfarming merupakan salah satu wujud sinergi program prioritas kementerian dalam mencapai Visi Presiden untuk mengakselerasi upaya peningkatan kualitas SDM pertanian berbasis teknologi.

Selanjutnya Bapak Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. DR.Ir. Dedy Nursyamsi. M.Agr menjelaskan Program Millennial Smartfarming bertujuan untuk menciptakan petani-petani muda yang memiliki kapabilitas dalam mengelola aktivitas proses bisnis pertanian dengan memanfaatkan teknologi sehingga digitalisasi pertanian dapat benar-benar dirasakan manfaatnya di sektor pertanian.

Millenial Smartfarming mengedepankan peranan milenial didorong dalam pemanfaatan teknologi digital IoT (Internet of Thing) dan AI (Artificial Intelegent) di sektor pertanian.

Program Millennial Smartfarming akan membentuk ekosistem pertanian milenial yang mengoptimalkan peran petani milenial sebagai keyplayer dari setiap komponen. Peran petani milenial yang diharapkan dari implementasi program Millennial Smartfarming adalah:

1.Melakukan pendataan dan akuisisi petani dengan lebih akurat menggunakan aplikasi teknologi.
2.Melakukan budidaya pertanian dengan lebih presisi menggunakan implementasi pertanian cerdas dengan Internet of Things (IoT) dan AI (Artificial Intelegent).
3.Mengelola kebutuhan pertanian secara profesional dan implementasi ERP Systems.
4.Menambahkan value added hasil pertanian dengan melakukan pengolahan pasca panen yang optimal.

Dalam menindaklajuti arahan Menteri Pertanian, dan Kepala BPPSDM Pertanian, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu mendukung dengan penguatan kelembagaan P4S di Bali dan Nusa Tenggara Barat dalam bentuk sarparas pelatihan sesuai ususlan dari P4S.

Dalam Penyerahan Hibah dukungan penguatan Kelembagaan P4S di Buleleng Bali Bapak Menteri pertanian berpesan agar dukungan sarpras tersebut mampu dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan pelatihan di P4S.

Lebih lanjut Kepala BBPP Batu DR. Wasis Sarjono menjelaskan lima P4S binaan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu yang mendapatkan dukungan penguatan kelembagaan adalah P4S Petani Muda Keren, P4S Saras Nada Mina, P4S Agro Alam Lestari, P4S Sedana Sari dan Manik Mekar Madi, dan P4S ini berasal dari Propinsi Bali. 

Penyerahan Hidah dukungan penguatan kelembagaan P4S dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian, Bupati Buleleng, Deputi IV dan II Kemenko Perekonomian, Direktur Hubungan Kelembagaan PT. BNI yang dipusatkan di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Bali.

**Dr Wasis Sarjono SPt M.Si/ BBPP Batu

Kementan Dukung Program Milenial Smartfarming di Buleleng-Bali

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian DR. Syarul Yasin Limpo., SH,.M.Si.,MH dalam arahannya menjelaskan Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern. Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat bagi jajaran Kementerian Pertanian dalam mencapai kinerja yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan korporasi petani sesuai arahan Bapak Presiden.

Kementerian Pertanian berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktivitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024.

Kementerian Pertanian akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani-petani milenial dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian.

Selanjutnya SYL mengajak semua stakeholder di Kabupaten Buleleng untuk bersinergi mendukung milenial smartfarming dalam mewujudkan Pertanian yang menjamin kelestarian alam yang dicanangkan oleh Bupati Buleleng dengan skala kabupaten. Sehingga masyarakat Bali yang menggantungkan pendapatan dari sector pariwisita akan mampu tumbuh ditengah pandemic covid 19.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. DR. Ir. Dedy Nursyamsi. M.Agr. memberikan suprot penuh terhadap tumbuh kembangnya Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Petani Muda Keren di Buleleng Bali, yang mendapat amanah kerjasama dalam mengembangkan Milenial Smartfarming di seluruh Provinsi Bali.

Selanjutnya bentuk suprt BPPSDM diwujudkan melalui Hibah dukungan penguatan kelembagaan P4S berupa sarana prasarana pelatihan. Sehingga fungsi P4S semakin optimal.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dalam menindaklajuti arahan Kepala BPPSDM Pertanian, telah melakukan seleksi terhadap P4S di Provinsi Bali, dan 5 P4S ditetapkan menjadi penerima Hibah Penguatan Kelembagaan P4S, dari kelima P4S salah satunya adalah P4S Petani Muda Keren.

Dr. Wasis Sarjono., S.Pt.M.Si mendorong penuh peran P4S PMK yang telah mampu membangun jejaring kerjasama dengan berbagai stakeholders, diharampak P4S PMK mampu melahirkan petani milenial yang profesiaoal bukan saja di bali, tetapi secara nasional, Dr, Wasis mengakiri.

**Wasis Sarjono/BBPP Batu

TV Lokal Diminta Segera Migrasi ke Digital

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan soal nasib stasiun televisi lokal saat pemerintah sepenuhnya mengalihkan seluruh siaran analog menjadi siaran digital atau Analog Switch Off (ASO).

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan seluruh infrastruktur multipleksing (MUX) yang dibangun di setiap daerah diklaim sudah mengakomodir seluruh siaran televisi analog, termasuk TV lokal.

Lebih lanjut, kata dia, lembaga penyiaran diimbau segera melaksanakan migrasi ke siaran digital, terutama bagi daerah yang sudah tersedia infrastruktur inti yang merupakan sarana penyelenggaraan siaran digital, yakni MUX.

“Seluruh infrastruktur multipleksing yang dibangun di setiap daerah baik oleh TVRI maupun swasta telah dihitung untuk mengakomodir seluruh siaran televisi analog, termasuk bagi stasiun TV lokal untuk bisa lanjut bersiaran secara digital,” ujar Dedy dikutip dari CNN, Sabtu (12/6).

Migrasi TV analog ke digital tertuang dalam UU Cipta Kerja Omnibus Law yang disahkan November 2022. Dalam ayat 2 pasal 60A disebut bahwa migrasi penyiaran televisi terestrial dari analog ke teknologi digital pada ayat 1 dan 2 ditetapkan 22 November 2022.

Wacana TV digital telah dimulai sejak 1997, lalu pada 2004 mulai dilakukan migrasi dari analog disebut telah dilakukan. Namun hal itu masih sekedar uji coba.

Pada 2009, pemerintah mengeluarkan roadmap infrastruktur TV digital disusun sebagai peta implementasi migrasi dari sistem penyiaran tv analog ke digital di Indonesia. Peta jalan itu dimulai sejak 200- sampai akhir 2018.

Lalu pada 2012, Kemenkominfo mengeluarkan Peraturan Menteri Kominfo No. 05 tahun 2012, untuk mengadopsi standar penyiaran televisi digital terestrial Digital Video Broadcasting – Terrestrial second generation (DVB-T2) yang menjadi pengembangan standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada 2007.

** ass/cnn

Pedagang Kopi Keliling Tewas Tersambar Petir

0

Tajurhalang | Jurnal Inspirasi

Seorang pedagang kopi keliling tersambar petir di Jalan Raya Baru Bomang Tajurhalang saat hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Jumat sore (11/6/2021). Kapolsek Tajurhalang, Itpu Dwi Yulianto, Sabtu (12/6), membenarkan korban adalah warga asal Cilacap bernama Egi Wagiyo yang tinggal di Perum Sarana Indah Residence Blok B5/12A RT 03, RW 03 Desa Kalisuren, Kabupaten Bogor.

“Saat itu korban memang sedang berjualan kopi menggunakan motor, dan saat itu sedang  hujan deras disertai petir. Korban tersambar petir pada pukul 17.45 wib saat sedang berjualan kopi keliling pakai motor,” kata Kapolsek Tajurhalang, Iptu Dwi Yulianto.

Mengetahui hal itu anggota Polsek Tajurhalang  bersama Pol PP Kecamatan Tajurhalang langsung membawa korban ke rumah sakit. “Korban di bagian  tubuh seperti ada luka bakar mungkin kena sambaran petir dan korban dari anggota yang ke lokasi infonya begitu (meninggal),” katanya.

Kapolsek mengatakan, di Jalan Bomang pada hari biasa sepi apalagi ketika ada hujan ditambah belum adanya penerangan. “Karena memang jalan sepi pada saat hari biasa terlebih kalo hujan,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Menteri BUMN Angkat Doni Monardo Sebagai Komisaris Utama Inalum

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah melalui Kementerian BUMN mengumumkan pengangkatan Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, menyusul diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan, Jumat (11/6). 

Inalum adalah holding BUMN industri pertambangan dengan anggota PT Freeport Indonesia, PT ANTAM Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk. dan saham minoritas di PT Vale Indonesia Tbk.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, “Inalum mengelola aset vital negara di bidang pertambangan yang memiliki rencana besar di bidang kinerja dan aksi korporasi, dengan mementingkan keharmonisan dengan lintas stakeholder, serta pemberdayaan dan perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Jurnal Bogor, Sabtu (12/6)

Doni Monardo terakhir menjabat sebagai Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan COVID-19, dan bulan Maret lalu dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh IPB atas dedikasi dan jasanya dalam penyelamatan lingkungan.

“Peran Pak Doni sangat penting. Terlebih, pengalaman, kemampuan, jaringan, dan prestasi beliau tidak diragukan lagi. Sepak terjangnya dari Aceh hingga Papua, dari pemulihan daerah aliran sungai Citarum, penghijauan di Sulawesi Selatan  hingga terakhir dalam memitigasi pandemi COVID-19. “

“Beliau mengedepankan dialog dan kolaborasi lintas stakeholder untuk mengatasi masalah, dan mencapai kemajuan. Kepedulian dan kiprahnya di bidang pemulihan lingkungan hidup menjadikannya figur yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara upaya pemberdayaan dan menjaga keberlanjutan lingkungan yang dilakukan Inalum serta anak-anak perusahaannya,” tambah Menteri Erick.

Doni Monardo adalah salah satu sosok mantan pejabat tinggi negara yang diangkat sebagai Komisaris Utama BUMN dalam beberapa pekan belakangan ini, setelah Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, yang diangkat sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. pada 28/5. 

“Digitalisasi adalah motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Kepakaran, pengalaman dan kepemimpinan Prof. Bambang di bidang ekonomi, perencanaan dan teknologi, menjadikannya sosok yang tepat untuk memandu dan memberi arah, dan pengawasan kepada Telkom sebagai penggerak digitalisasi Indonesia, dan champion Indonesia untuk bersaing dengan pemain global,” ujar Erick tentang pengangkatan Prof. Bambang Brodjonegoro.

Erick menambahkan, keberagaman sosok pemimpin dari berbagai latar belakang keahlian, dan pengalaman dibutuhkan BUMN untuk bisa bertransformasi menjadi perusahaan profesional berkelas dunia. 

“Semua komisaris, direksi dan jajaran manajemen di BUMN, terlepas apa pun latar belakangnya, akan menjalani sesi orientasi saat baru bergabung, pelatihan lanjutan selama menjabat, dan juga pelatihan tingkat advance bagi para top talents di BUMN Learning and Management Institute (BLMI). Tujuannya, agar ada pemahaman dan irama yang sama antara Direksi, Komisaris dan manajemen; serta terbentuknya pemimpin berkelas dunia yang mampu meningkatkan kinerja dan daya kompetisi BUMN yang ia pimpin,” lanjut Erick. 

Tidak tanggung-tanggung, BLMI menggandeng business school kelas dunia, untuk pelatihan lanjutan, seperti Indonesian Institute of Corporate Directors (IICD) untuk para komisaris, IPMI International Business School untuk para Direksi, INSEAD dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk para Chief Financial Officer School; Michigan Ross School of Business dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk para Chief Human Capital Officer, juga International Institute for Management Development (IMD) Business School, Swiss, untuk para CEO.

“Pemimpin di BUMN harus selalu belajar, tumbuh, dan berkontribusi untuk Indonesia. Dan siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, dan tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG,” pungkas Menteri Erick.

**Arip Ekon/rls

Pemuda Bogor Terpilih Jadi Ajudan Milenial Gubernur Jabar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Fasha Maulana telah terpilih menjadi salah satu Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. Pemuda dari Kampung Rau 02/03, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ini merupakan satu dari 42 ajudan millenial yang terpilih pada tahun ini, untuk mendampingi Ridwan Kamil dalam melakukan serangkaian kegiatannya selama sepekan kedepan.

Fasha Maulana mendampingi Gubernur Ridwan Kamil.

Untuk diketahui, Ajudan Millenial merupakan sebuah program bagi anak muda yang dicanangkan oleh Pemprov Jawa Barat, bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi setempat.

“Perasaan saya ketika terpilih menjadi salah satu ajudan Millenial Gubernur Jawa Barat dalam program Jabar Future Leaders Batch 2 pastinya sangat bersyukur dari +- 4000 pendaftar yang diseleksi secara ketat, saya termasuk 42 orang yang terpilih, selain itu juga merasa menjadi penyemangat kedepannya untuk menjadi pemimpin masa yang akan datang, terlebih dalam program ini kita belajar Langsung dari sosok gubernur panutan di Jawa barat yakni Bapak Ridwan Kamil,” ujar Fasha dalam keterangannya yang diterima Jurnal Bogor, Sabtu (12/6/2021).

Program yang mengusung nama Jabar Future Leaders atau JFL ini bisa diikuti oleh seluruh anak muda di Indonesia yang ingin melatih soal kepemimpinan. Yaitu dengan cara ditugaskan menjadi ajudan Gubernur Jabar selama seminggu, untuk melihat secara langsung proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan sosok pria yang akrab disapa Kang Emil.

Nantinya, mereka yang berhasil lulus seleksi program JFL Batch II akan dibekali dengan pelatihan dan materi yang diperlukan selama penugasan. “Setelah mengemban amanah tugas ini, harapan saya yakni mampu mengimplementasikan akan pengalaman dan teladan dari Bapak Gubernur Jawa barat yang menjadi pemimpin bagi masyarakat Jawa barat. Selain itu, mampu terus belajar dan menempa diri menjadikan diri ini bisa terus bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat banyak,” ungkap Fasha.

**ass/rls

ASKONAS Kota Bogor Jalin Sinergitas Dengan KADIN Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Asosiasi Kontraktor Nasional ( ASKONAS ) Kota Bogor periode 2021 -2025 menggelar safari silaturahminya ke kantor KADIN Kota Bogor, Jumat 11 Juni 2021.

kunjungan Ketua ASKONAS Kota Bogor , Maryati Dona Hasanah, SH atau yang akrab disapa Dona ini diterima langsung oleh Ketua KADIN Kota Bogor periode 2021-2025 , Almer Faiq Rusli dan jajarannya.

Dalam silaturahmi kali ini, Dona mempetkenalkan bahwa ASKONAS adalah salah satu dari enam asosiasi yang terakreditasi dari Kementrian PU

Selanjutnya, sambung Dona, pada saat kunjungan ke KADIN kota Bogor itu didiskusikan soal tentang kebijakan pemerintah terkait sertifikasi Badan Usaha dan Kelembagaan Sertifikasi dimasa transisi karena pada saat ini, sertifikasi yang menjadi kendala utama dalam kegiatan tender.

” ASKONAS Kota Bogor memberikan masukan kepada KADIN Kota Bogor khususnya dunia Konstruksi agar kita berperan bukan hanya di area APBD, ” tegas Dona, Jumat, 11 Juni 2021

Namun juga, kata Dona, melibatkan para pengusaha lokal untuk kegiatan Insfrastuktur yang dikelola oleh swasta, tentunya dengan dukungan Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut, kata Dona, ASKONAS Kota Bogor juga akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah ataupun dengan semua asosiasi lainnya.

Dona berharap Pandemi COVID- 19 bisa segera berakhir supaya perekonomian nasional dan daerah bisa segera bangkit kembali.

**Asep Syahmid

BPP Kostratani Sugio Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dengan Bimtek

0

Lamongan | Jurnal Inspirasi

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan merespon dengan cepat intruksi dari Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, melaui Unit Pelaksana Penyuluhan Pertanian Sukodadi mengadakan kegiatan Bimtek BPP Kostratani dan Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan dengan tema pemupukan berimbang tingkatan produktivitas dan daya saing pertanian yang bertempat di BPP Pucuk, Jum’at, 11 Juni 2021.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan PPL yang ada di 7 BPP di kabupaten Lamongan dan PPL sebanyak 30 peserta. Protokol kesehatan tetap diterapkan dengan jaga jarak dan menggunakan masker pada saat kegiatan sosialisasi dimasa pandemi covid 19.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP), “Bimtek dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan SDM seiring peningkatan fungsi BPP menjadi KostraTani, kita membutuhkan lebih banyak SDM yang berkualitas untuk mendukung kinerja BPP KostraTani,” begitu ucapnya ditempat terpisah.

Dalam sambutannya bapak Sujarwo Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan menjadi produksi terbesar di Jawa Timur no 1 dan untuk tingkat Nasional peringkat ke 5. “Ini artinya produksi padi terbesar di Jawa Timur dipegang oleh Kabupaten Lamongan”, begitu ucapnya.

” Sekarang ini sudah era digital yang memudahkan petani mendapatkan informasi, termasuk informasi pertanian. Maka kita jangan ketinggalan dengan petani, harus terus update ilmu. Termasuk  bimtek ini untuk mengupgrade ilmu kita. Semoga bisa diikuti dengan baik, karena banyak materi yang bisa didapat”, begitu harapnya. 

Beberapa materi yang disampaikan oleh tim fasilitator meliputi ; Penguatan tugas dan fungsi serta peran BPP Kostratani melalui pemanfaatan informasi komunikasi (TIK), Mekanisme pelaporan utama Kementerian Pertanian di BPP Kostratani, Penguatan perencanaan pupuk melalui aplikasi e-RDKK, Pengelolaan kesuburan tanah pertanian, Pengenalan kualitas pupuk anorganik, organik, hayati dan pembenah tanah.

Setelah itu dilanjutkan dengan materi; Pengelolaan hara tanah sawah dan Pengelolaan hara Lahan kering serta Teknologi konservasi tanah dan airdan juga Pengelolaan bahan organik.

Untuk materi yang terakhir yaitu ; Perhitungan konferensi pupuk tunggal ke majemuk, kemudian Cara pengambilan contoh tanah dan pupuk serta Dasar penyusunan rekomendasi pemupukan dan Peragaan penggunaan alat uji tanah sawah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, agar dapat secara langsung memantau perkembangan produksi dan produktivitas komoditas strategis dari seluruh Indonesia, Kementan menyambungkan BPP Kostratani dengan Agriculture War Room (AWR) di Jakarta, kantor pusat Kementan.

“Melalui BPP Kostratani, kita ingin ketahanan pangan Indonesia semakin meningkat, sehingga kita bisa mandiri pangan. Pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia pun turut meningkat,” kata Mentan Syahrul.

Oleh sebab itu, penguatan Kostratani terus dilakukan Kementan. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis BPP Kostratani Dengan Tema “Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas Dan Daya Saing Pertanian”.

** Maju Mandiri Modern Arthur Benny Jaeng Widodo/ Penyuluh Pertanian